Tampilkan postingan dengan label L04-Akhmad HM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label L04-Akhmad HM. Tampilkan semua postingan

Juni 24, 2016

KISAH SUKSES

KISAH SUKSES
Akhmad Hilman Maulana
NIM: 42315010036
Theresia Deka Putri
Saat remaja seusianya disibukan dengan tren busana terkini atau artis idola, Theresia Deka Putri tengah menyusuri jalan-jalan di Jawa Timur. Kala itu, di tahun 2002, Putri yang baru berusia sekitar 16 tahun telah bergabung dalam sebuah tim pemasaran dalam satu perusahaan kuliner. Ia berkeliling dari satu warung kopi, pasar dan berbagai tempat lain untuk memasarkan beragam produk kopi dan teh produksi perusahaan tersebut.
Masa lalu yang penuh kerja keras di usia muda ini, ternyata berbuah manis. Kini di usianya yang ke-29 ini, Putri, begitu ia biasa dipanggil, memegang tongkat komando dari perusahaan kopi luwaknya yang beromzet miliaran rupiah, yakni CV Karya Semesta. Bahkan ketiga komoditasnya, yakni Kopi Luwak Lanang, Lanang Landep dan Gajah Hitam, berhasil menembus pasar Taiwan, Cina, Korea, Malaysia, Jepang, hingga Polandia.
“Sejak SMP saya memang sudah mulai berbisnis untuk tambahan jajan,” ujar perempuan yang besar di Gresik ini ketika diwawancarai dalam sebuah talkshow di televisi swasta. Sepatu atau snack yang dibelinya, ia jual kembali ke tetangga dan teman-temannya. “Modalnya dari tabungan saya sejak TK,” katanya.
Bisnis kecil-kecilannya ini berlanjut hingga SMA, yang kemudian mengantarkannya pada posisi sebagai tenaga marketing di perusahaan kuliner saat usianya masih belasan. Berkat pengalaman keluar masuk pasar dan warung yang rutin ia jalani ditambah dengan kejelian melihat kondisi pasar, Putri berhasil melihat satu peluang usaha yang prospektif, yakni bisnis kopi.
“Saya melihat bahwa kopi memiliki peluang yang sangat baik. Di sepanjang jalan misalnya, dengan mudah kita bisa menemukan warung kopi,” ujarnya.
Berbekal keuntungan dari hasil penjualan sebelumnya dan relasinya dengan para pemilik warung, sekitar tahun 2007, Putri kemudian memberanikan diri untuk menjual kopi komoditasnya sendiri. Bermodal Rp 200 juta, ia memulai usahanya. Ia ‘meminjam’ biji kopi yang akan dibayar belakangan, menyangrai biji kopi tersebut dengan wajan kayu dan tanah liat, menggilingnya, kemudian ia edarkan ke warung-warung kopi. “Awalnya produk yang dijual polosan tanpa merk,” ujarnya.
Namun setelah usahanya mulai berkembang, ia mulai membuat merk sendiri, yang bahkan memiliki identitas berbeda dengan kopi sejenis yang berbeda di pasaran. Kopi luwak yang dipasarkannya, khusus berasal dari hewan jantan, karena itu dinamakan Luwak Lanang. Luwak jantan dipilih karena menurutnya jenis ini memliki enzim yang lebih kuat sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas. Tak hanya satu, ia juga melakukan diversifikasi produk dengan meluncurkan kopi Lanang Landep yang berasal dari biji kopi berkeping tunggal (peaberry coffee), dan Gajah hitam dari bjii kopi berukuran besar.
Ada sedikit rasa sedih yang hinggap di hati Putri bila melihat kesuksesannya. Ia, teringat pada kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia sejak Putri masih muda, dan tak sempat merasakan kesuksesan yang ia raih. Namun ia tak berlama-lama berkubang dalam duka. Sebaliknya, ia meletakkan kesedihannya itu sebagai motor pembakar semangatnya. “Ini yang saya lakukan untuk orangtua. Mungkin mereka di sana bisa melihat saya sukses di sini,” ujarnya.
Usahanya itu kini telah beromzet miliaran, ia juga telah memiliki sebidang perkebunan kopi sendiri. Perusahaannya bisa menghasilkan hingga 1,6 ton kopi Luwak Lanang tiap tahun, dan angka ini belum termasuk produknya yang lain, yang bila digabungkan bisa mencapai puluhan ton. Ia, terus memperluas bisnisnya dengan memproduksi teh dengan merk Gambung Tea. Sejumlah penghargaan, juga telah diterimanya, termasuk penghargaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Meski kini telah berujung kesuksesan, perjalanan Putri sejatinya tak selalu berjalan mulus, bahkan ia sempat berada di titik nadir. Putri pernah ditipu orang dengan nominal kerugian yang menurutnya, bisa digunakan untuk membeli tiga unit mobil Kijang Innova. “Uang saya hanya bersisa seribu rupiah, yaitu dua logam kuning 500 perak,” ujarnya.
Setengah dari sisa uangnya itu kemudian ia berikan pada seorang peminta-minta. Namun tak lama setelah itu, ia menemukan uang sepuluh ribu rupiah di jalan. Selembar uang merah inilah yang membuatnya bangkit. Ia menggunakannya untuk mengisi bensin, dan akhirnya bertemu dengan orang yang kemudian mengorder kopi darinya.
Semua pengalaman dalam membangun bisnisnya ini, membuat Putri menarik sebuah pelajaran hidup yang berharga, yaitu terus berusaha meski masalah terus datang silih berganti. “Dalam hidup ini kita tidak bisa mengarahkan angin, tapi kita masih bisa mengarahkan layar,” ujarnya.
Nicholas Kurniawan
Nicholas Kurniawan, seorang pengusaha muda dari Jakarta yang masih berusia 21 tahun tapi mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan dengan perkerjaannya sebagai  eksporter ikan hias dan sekarang Nicholas juga sedang mengembangkan bisnis di bidang properti. Mungkin banyak orang yang mengatakan kalau Nicholas bisa menjadi pengusaha muda yang sukses karena dia beruntung,  tapi kenyataannya banyak hal yang harus dihadapi oleh Nicholas sebelum mencapai kesuksesannya seperti sekarang.
Nicholas Kurniawan dibesarkan dalam keluarga yang sempura meskipun kurang berkecupan. Kedua orang tuanya terpaksa mencari hutangan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penghasilan yang dihasilkan oleh kedua orang tua Nicholas digunakan untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Melihat orang tuanya sering dipermalukan karena hutang yang mereka tanggung, Nicholas kecil bertekad untuk menjadi orang sukses.

 Sejak usia 8 tahun, Nicholas sudah terbiasa untuk berjualan makanan, minuman, pakaian, dan masih banyak lagi dan semuanya tidak berakhir baik. Nicholas tidak mau mengatakan kalau dirinya pernah gagal, melainkan dia belum menemukan cara yang tepat untuk mencapai kesuksesan. Saat berusia 17 tahun, seorang teman memberikannya sepaket ikan Garra Rufa, ikan terapi. Nicholas tidak memiliki minat untuk memeliharanya, dan otak bisnisnya mulai muncul untuk menjualnya. Maka, dia mulai membuka FJB Kaskus dan membuat akun disana. Hanya dalam beberapa jam, ikan miliknya berhasil terjual dan banyak orang yang menawarnya. Melihat minat orang yang besar, maka Nicholas bertanya kepada temannya dimana dia membeli ikan itu dan akhirnya Ia menemuka supplier. Nicholas menjual ikan – ikan itu di Kaskus dan mendapatkan untung 2 hingga 3 juta rupiah per bulan.
Pada umur yang sama, Nicholas menginginkan masuk kuliah ke Universitas Prasetiya Mulya yang memerlukan uang yang tidak sedikit dan Nicholas tidak mungkin meminta uang tersebut dari orang tuanya. Maka, dia memiliki target untuk mendapatkan 10 juta per bulan. Nicholas memiliki ide untuk mengekspor ikan. Nicholas mencoba berkerja sama dengan para eksporter tapi tidak ada yang berhasil karena faktor usia yang masih tergolong muda. Bahkan saking seriusnya, Nicholas meneliti website perusahaan besar dan mencoba mencontohnya. Selain itu Ia juga mencoba mencari tahu tentang shipment.
Berkat usahanya yang serius dan kefokusannya, Nicholas mendapatkan kepercayaan dari seorang pengusaha. Ia memesan sebanyak 10.000 ekor ikan garra rufa untuk dikirim ke Medan. Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena ada beberapa kesulitan untuk mengirim ke Medan sehingga akhirnya orderan itu dibatalkan. Ikan sebanyak 10.000 mati satu persatu karena Nicholas tidak memiliki peralatan untuk menampung ikan sebanyak itu dan Nicholas harus menanggung kerugian yang cukup besar.
Nicholas tidak langsung menyerah ketika Ia mendapatkan kegagalan pertama. Ia tetap berusaha fokus dengan perkerjaan yang amat disukainya itu. Saat keadaan yang mulai tenang, Nicholas mendapatkan kembali orderan dari orang Medan untuk mengekspor ikan pergi ke luar negri tapi menggunakan nama perusahaannya. Setelah itu, nama Nicholas mulai dikenal oleh pengusaha dalam negri maupun luar negri.
Suatu saat, setelah setengah jalan menjalani usaha – Nicholas terkena tipu oleh partnernya sebesar 30 juta rupiah. Uang yang selama ini Ia kumpulkan dengan susah payah untuk masuk ke universitas favoritnya, habis hanya dalam waktu semalam. Tapi, ternyata kesialan itu malah menjadi berkat bagi Nicholas. Banyak para customer di luar negri yang terkena tipu oleh mantan partner Nicholas akhirnya mempercayakan kepartneran mereka kepada Nicholas. Orang–orang tersebut mengambil ikan langsung dari Nicholas dan tanpa terasa hanya dalam 1,5 bulan, Nicholas mampu mengumpulan uang sebesar 100 juta rupiah.

Hamzah IzzulHaq
Hamzah sudah belajar berbisnis mulai usia dini pada waktu kelas 5 SD  dengan menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan,dan berbagai macam permainan yang disukai anak-anak.

Mulai beranjak dewasa padawaktu masuk jenjang SMA Hamzah mulai berbisnis dalam bidang pulsa dan buku – buku dengan melobi pamannya yang mempunyai Toko buku yang besar Hamzah mulai menjadi Distributor Buku dengan diskon 30 % dari pamannya. Buku tersebut dijualkan kepada adik kelas dan kakak kelasnya dengan diskon 10% sehingga dia meraup keuntungan 20% setiap bukunya.

Dari itu semua hamzah mengantongi Rp 950 ribu. Uang jerih payah dari hasil penjualan pulsa dan keuntungan buku kemudian ditabungnya. Sebagian dipakai untuk membuka konter pulsa dimana bagian operasional diserahkan kepada teman SMP-nya sementara Hamzah hanya  menaruh modal saja. Sayangnya, bisnis itu tak berjalan lancar. Omzet  yang didapat sering kali dipakai tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah. Voucher pulsapun juga sering dikonsumsi secara pribadi. Dengan kerugian yang diteriman, Hamzah akhirnya memutuskan untuk menutup usaha yang hanya berjalan selama kurang lebih 3 bulan itu.

Hamzah tidak putus asa dan kembali lagi merenungi kesalahannya dan membaca biografi  pengusaha-pengusaha besar tak lama kemudian ia berjualan snack-snck roti dan meraup keuntungan 5 jutaan dan setelah itu ia ketemu dengan mitra bisnis yang menjual franchise bimbel seharga 175 juta tetapi hamzah tidak punya uang sebesar itu kemudian di harus pinjam ayahnya yang sebagai dosen tetapi ayahnya hanya meminjami uang 70 juta yang semestinya untuk dibelikan mobil.

Hamzah melobi untuk membayar 75 juta dulu sisanya yang 100 juta untuk dicicil. Di bisnis bimbel ini peruntungan Hamzah tiba. Seiring dengan lulusnya Hamzah dari SMA, Hamzah sudah memegang 3 lisensi franchise, jumlah siswa yang diatas 200 orang, omzet 360 juta per semester, dengan untung bersih 180 juta per semester.


Merasa bisnis bimbelnya sudah mulai stabil dan bisa didelegasikan. Hamzah melirik bisnis sofabed. Sebuah perusahaan sofabed yang sudah jalan tiga bulan dia beli dan dia kembangkan. Perkembangannya yang cukup pesat membuat Hamzah bisa mengantongi omzet 160 juta perbulan.

Kewirausahaan dan Lingkungan Global Akhmad Hilman

Kewirausahaan dan Lingkungan Global
Akhmad Hilman
42315010036

   Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan factor-faktor lingkungan diluar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun  global. Kegiatan operasional perusahaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi dan perkembangan perekonomian global.
                Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi y
ang mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.       Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh pesaing.
2.       Perkembangan teknologi da informasi.
3.       Perkembangan teknologi barang substitusi.
4.       Berbagai penemuan baru.adaptasi teknologi yang siap pakai.
5.       Strategi perkembangan teknologi nasional.
6.       Adaptasi teknologi yang siap pakai.
7.       Biaya penelitian dan pengembangan oleh perusahaan pesaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industry.
8.       Siklus hidup produk (product life cycle).
9.       Terobosan- terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik dibidang input, pengolahan dan pemasaran.
10.   Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.
Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian Negara
                Keunggulan wirausaha dalam mendukung perekonomian Negara yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk dan jasa baru, serta menciptakan perubahan dan kompetisi.
                Dalam upaya memicu pertunbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan social ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1.       Menciptakan lapangan pekerjaan.
2.       Meningkatkan kualitas hidup.
3.       Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4.       Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional.
5.       Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.

Tips Mencari Peluang Usaha Di Sekitar Kita
1. Cari Usaha Yang Paling Berpotensi
Kita bisa memulai dengan mengamati lingkungan sekitar, melihat peluang usaha apa yang berpotensi berkembang di daerah tersebut. Caranya dengan mengamati bisnis apa yang paling sukses di daerah kita. Misalnya ada sebuah rumah makan yang kita ketahui berdirinya sudah sejak lama, dan di mulai dari kecil-kecilan, hingga kini bisa menjadi rumah makan yang besar.
Itu berarti usaha rumah makan di daerah anda memiliki potensi yang bagus untuk di jalankan. Dan kita pun sah-sah saja jika akan mengikuti jejak usaha tersebut. Tentu saja dengan konsep yang berbeda, dan lebih dilengkapi dari usaha yang sudah ada.
2. Amati Keperluan Yang Paling Di Butuhkan
Dengan keseharian kita berada di daerah yang kita tinggali, tentunya tidak sulit menganalisa keperluan apa yang paling berpeluang dibutuhkan masyarakat sekitar. Misalnya saja daerah tempat kita tinggal dekat dengan sekolahan, maka keperluan penunjangnya pasti sangat di perlukan, seperti toko buku, tempat fotocopy, jajanan, dan lain sebagainya.
Contoh lain misalnya, daerah yang sering dilalui pengendara dari luar kota. Maka akan sangat cocok jika kita jajakan oleh-oleh yang menjadi khas daerah kita, atau dirikan warung kopi tempat istirahat para pengendara.
Dengan mengetahui keperluan di butuhkan di sekitar kita, usaha yang dijalankan bisa lebih tertarget dan konsumennya telah tersedia, tinggal bagaimana mengolahnya dengan benar dan menarik perhatian masyarakat agar mendatangi usaha kita.
3. Memanfaatkan Usaha Di sekitar
Mencari usaha yang ada di sekitar kita juga bisa dengan cara bekerja sama dengan usaha yang telah berjalan. Artinya kita jalin hubungan dengan menjadi suplier atau pun dengan memasarkan produk hasil olahannya. Contoh kecil misalnya, jika ada warung yang ramai pengunjungnya, kita bisa berpeluang membuat produk untuk di titipkan pada warung tersebut, bisa berupa makanan ataupun barang.
Contoh lain, misalnya daerah kita ada pengrajin yang memproduksi suatu produk yang telah sukses di pasaran, kita bisa upayakan mencari pasar lain yang masih berpotensi untuk memasarkan produk tersebut.
Dengan memanfaatkan usaha yang sudah ada di sekitar, kita bisa dengan mudah berkonsultasi, karena kehadiran kita tentunya tidak asing lagi bagi mereka, dengan begitu bisa sama-sama menghasilkan keuntungan.

Referensi:
1.       http://sekolahumarusman.com/7-tips-rahasia-sukses-mengelola-keuangan-untuk-ukm/
2.      Buku Kewirausahaan (membabngun usaha sukses sejak usia muda)

3.      https://infopeluangusaha.org/tips-mencari-peluang-usaha-di-sekitar-kita/

STRATEGI PEMASARAN YANG BAIK

STRATEGI PEMASARAN YANG BAIK
Akhmad Hilman Maulana
NIM: 42315010036

Pemasaran tidak hanya mengenai penjualan, iklan atau promosi saja. Pemasaran merupakan suatu proses yang utuh tentang kemampuan menawarkan barang atau jasa yang tepat, dengan harga, waktu, dan lokasi yang tepat.
Untuk mendapatkan hasil pemasaran yang sesuai, maka secara umum dapat dilakukan proses pamasaran sebagai berikut:
a.       Pengenalan pasar: pemasar mengetahui potensi pembeli dan mengetahui akan kebutuhannya.
b.      Strategi pasar: strategi yang akan diterapkan dalam memasarkan barang atau jasa agar dapat diterima oleh pasar.
c.       Bauran pemasaran: alat yang akan digunakan dalam menjalankan strategi yang telah dipilih dan usaha lain dalam penyampaian nilai sehingga sesuai dengan keinginan pembeli yang akan dituju.
d.      Evaluasi pemasaran: dilakukan untuk melihat keberhasilan usaha pemasaran yang telah dilakukan.
Pengenalan pasar
Pengenalan pasar adalah upaya untuk mengetahui jumlah, karakteristik, dan sifat sebuah pasar. Berikut adalah beberapa teknik yang akan membantu anda dalam melakukan pengenalan pasar:
1.       Mengelompokkan pasar, hal terpenting dalam memasarkan barang atau jasa adalah mengetahui siapa pembeli dan apa yang mereka butuhkan.
2.       Masa peredaran barang atau jasa, semua barang atau jasa memiliki siklus hidupnya masing-masing, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahan kematangan, dan tahap penurunan.
3.       Analisis SWOT, dapat dilakukan untuk mengetahui posisi usaha yang dijalankan dan posisi usaha pesaing.
Menentukan strategi pemasaran
Strategi pemasaran adalah suatu cara yang digunakan untuk membantu kita membuat dan menjual barang dan jasa yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan pasar target atau selera konsumen yang dituju.
1.       Menembus pasar, untuk menjangkau sasaran pembeli yang belum tercapai.
2.       Mengembangkan pasar, apabila sasaran pembeli lama sudah jenuh sehingga perlu mencari sasaran pembeli baru dengan tetap menawarkan barang atau jasa yang lama.
3.       Mengembangkan produk, mencakup perubahan barang atau jasa dengan tetap menggunakan cara produksi yang lama.
4.       Melakukan diversifikasi, dilakukan dengan cara mengembangkan produk baru yang masih berkaitan dengan produk lama.
5.       Menerapkan biaya murah,didasarkan pada biaya input yang rendah.
6.       Memfokuskan pada pasar, dengan memberikan pelayanan khusus kepada pembeli yang dapat membedakan dengan pelayanan yang diberikan para pesaing.
7.       Melakukan diferensiasi, berkonsentrasi pada penciptaan barang dan jasa baru yang sangat berbeda.
Menentukan alat pemasaran
Alat pemasaran atau bauran pemasaran yang dimaksud bukan hanya sekedar yang kita kenal dengan 4P yaitu product (produk), price (harga), place (lokasi), dan promotion (promosi), namun ditambah dengan distribusi, pelayanan, dan kekuasaan (power).
1.       Hal yang diperlukan dalam menghasilkan produk
a.       Paduan produk: jenis-jenis barang atau jasa yang harus ada dalam satu produk yang dijual.
b.      Penampilan produk: tidak hanya meliputi kondisi fisik, melainkan simbolnya.
c.       Pendukung produk: berupa pemberian kesan yang mendalam terhadap produk yang dijual.
2.       Hal yang diperlukan dalam menyampaikan barang sampai ke pembeli (distribusi)
Pendistribusian barang dapat dilakukan langsung ke pembeli yang datang, barang yang diantar ke pembeli, atau menggunakan perantara (agen, pedagang besar, toko-toko atau supermarket dan system waralaba.)
3.       Hal yang diperlukan dalam memilih lokasi usaha yang tepat
Memilih lokasi hendaknya memperhatikan kemudahan dan kedekatan dengan pembeli.
4.       Hal yang diperlukan dalam menentukan harga yang tepat
Penentuan harga dillakukan dengan cara menetapkan harga psikologis, harga paket, harga gengsi, dan harga penuntun.
5.       Hal yang diperlukan dalam mencari bentuk promosi yang murah dan memilih iklan yang tepat
Promosi yang dilakukan dapat berbentuk hubungan masyarakat, publisitas, promosi penjualan, hiasan toko, dan iklan.
6.       Hal yang diperlukan dalam penjualan produk
Semua usaha apapun dalam pemasaran harus ada penutupan (closing) yaitu dengan adanya penjualan.
7.       Pemanfaatan kekuasaan
Pemanfaatan kekuasaan melalui pendekatan dengan orang-orang yang menentukan kebijakan.

Lebih dari semuanya adalah bagaimana menyampaikan keseluruhan nilai pada konsumen.

Hal-Hal perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan Strategi Pemasaran Produk
Menerapkan Strategi pemasaran di awali dengan menganalisa secara keseluruhan dari situasi perusahaan Pemasar harus melakukan analisis SWOT (SWOT analysis), di mana ia menilai kekuatan (strengths [S]), kelemahan (weaknesses [W]), peluang (opportunities [O]), dan ancaman (threats [T]) perusahaan secara keseluruhan
·        Kekuatan (Strengths) meliputi kemampuan internal, sumber daya, dan faktor situasional positif yang dapat membantu perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya
·        Kelemahan (Weaknesses) meliputi keterbatasan internal dan faktor situasional negatif yang dapat menghalangi performa perusahaan
·        Peluang (Opportunities) adalah faktor atau tren yang menguntungkan pada lingkungan eksternal yang dapat digunakan perusahaan untuk memperoleh keuntungan
·        Dan ancaman (Threats) adalah faktor pada lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan yang menghadirkan tantangan bagi performa perusahaan
Mengembangkan Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran Terintegrasi

Setelah strategi pemasaran ditetapkan maka perusahaan diharapkan untuk menerapkan dan merencanakan rincian bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan kumpulan alat pemasaran taktis terkendali – produk, harga, tempat, dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran.
1.      Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang terdiri dari “empat P” yaitu:
2.      Produk (product) , kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran meliputi : ragam, kualitas, gesain. fitur, nama merek,  dan kemasan.
3.      Harga (price), adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit
4.      Tempat (place), kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi: Lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistik
5.      Promosi (promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.
Program pemasaran yang efektif harus dapat memadukan semua elemen bauran pemasaran ke dalam suatu program pemasaran terintegrasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan dengan menghantarkan nilai bagi konsumen.

Sebelum membangun dan menerapkan 4 P diatas, pemasar sebaiknya memikirkan terlebih dahulu “empat C” seperti yang diungkapkan oleh Ir. Fl. Titik Wijayanti, MM, dalam bukunya Marketing Plan! Perlukah Managing Marketing Plan? yang terdiri dari:
Solusi Pelanggan (Customer Solution), Produk dapat membantu dan mampu memecahkan masalah konsumen
Biaya Pelanggan (Customer Cost), Harga yang dibayarkan konsumen untuk membeli produk tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.
Kenyamanan (Convenience), Produk tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana
Komunikasi (Communication), Produsen melakukan komunikasi produk kepada konsumen secara benar dan tepat sasaran.

Referensi:
1.       http://www.kembar.pro/2015/07/strategi-pemasaran-dan-bauran-pemasaran.html
2.      Buku Kewirausahaan (membabngun usaha sukses sejak usia muda)
3.      http://www.ayopreneur.com/manajemen


KWH BLOG

Soccerstuff Indonesia adalah sebua onlineshop yang menyediakan berbagai macam perlengkapan atribut sepakbola. kami menyediakan mulai dari jersey para pemain dari level klub hingga timnasional. kami juga mendesain beberapa kaos buatan sendiri yang kemudian dipasarkan di sosial media kami. 

saya memulai menjalankan Soccerstuff Indonesia adalah pada tahun 2014 dan mulai memasarkan melalui sosial media saya hingga saat ini. untuk yang ingin tau lebih lengkapnya bisa mengunjungi blog kami

Juni 16, 2016

Mindmap bab 10


Mindmap bab 9


Mindmap bab 8


Mindmap bab 7


mindmap bab 6


Mindmap bab 5


Mindmap bab 4








Juni 06, 2016

Perencanaan Usaha

Perencanaan Usaha
Oleh: Akhmad Hilman – 42315010036

Besar atau kecilnya bisnis Anda, sebelum memulai usaha, membuat rencana usaha adalah sesuatu keharusan. Kemampuan Anda dalam membuat rencana usaha yang baik bisa dijadikan ukuran bagaimana siapnya Anda untuk mulai terjun kedunia usaha dalam menghadapi persaingan usaha yang berat dan penuh segala macam resiko.
Dunia bisnis adalah dunia yang penuh risiko, dan keberanlan mengambil risiko menjadi modal pertama. Tapi keberanian mengambil risiko tanpa diiringi kemampuan membuat analisis terhadap risiko sama saja dengan memasuki pintu kegagalan. Kata Rhenald Kasali.
Penyebab pengusaha atau calon pengusaha gagal pada tahap pertama berbisnis adalah mereka hanya berencana untuk mendapat keuntungan semata saja, timbulnya resiko memang mereka takuti, namun mereka tidak merencanakan dengan baik bagaimana menghadapai segala macam resiko yang bisa timbul dikemudian hari.

Oleh karena itu, meskipun perencanaan bisnis tersebut hanya selembar kertas, namun jika anda buat secara rasioal, tepat, dan matang maka anda tidak akan tersesat dan terseok-seok dalam mengelola bisnis yang anda bangun. Ada sekitar tujuh alasan dan manfaat mengapa anda perlu menyusun sebuah perencanaan bisnis yang mantap, yakni:

1. Rencana Bisnis akan membantu anda dalam meneropong bisnis anda secara objektif, kritis, dan tidak terbalut dalam perasaan emosional terhadap rencana proyek bisnis yang akan anda jalankan.
2. Rencana Bisnis yang anda susun dapat menjadi jembatan bagi anda dalam mengkomunikasikan segala ide dan gagasan anda kepada pihak lain. Selain itu, rencana bisnis tersebut dapat dijadikan dasar dalam hal pembiayaan, seperti modal, saluran sirkulasi finansial, pengeluaran, dan pendapatan.
3. Rencana Bisnis yang telah dibuat tersebut dapat menjadi penuntun dan rambu-rambu dalam mengelola bisnis sehingga anda dapat bekerja lebih efektif dan efesien, yang pada akhirnya berfokus pada tujuan usaha anda.
4. Rencana Bisnis yang telah disusun secara cermat umumnya dapat mengurangi risiko kegagalan bisnis anda. Pola rencana yang terarah akan membantu anda dalam menunjukkan deskripsi umum tentang apa dan mengapa suatu kesalahan atau kegagalan dapat terjadi. Anda juga dapat meminimalisir pengeluaran biaya tinggi yang tidak sesuai dengan rencana dan kebutuhan.
5. Rencana Bisnis akan membuat anda lebih cepat bertindak, terutama saat menemukan hambatan-hambatan yang tak diperkirakan sebelumnya.
6. Selain berguna untuk diri sendiri, rencana bisnis yang telah anda susun dapat menjadi media informasi kepada pihak-pihak lain untuk menilai sejauh mana grafik perkembangan dan perjalanan usaha anda. Sehingga, ketika anda berupaya menarik investor (penanam modal) atau proposal kerja sama dengan lembaga lain, maka busniess plan tersebut memiliki peran yang vital.
7. Business Plan dapat menjadi alat pembelajaran dan pengalaman bagi anda terkait rencana usaha yang mana yang membuat anda berhasil atau gagal. Dengan hal tersebut, anda akan lebih mudah untuk menyususn strategi selanjutnya.
Kaidah Perencanaan Usaha
Hasil analisis SWOT bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan sesuatu. Perencanaan yang detail akan membuat kita lebih siap dalam menghadapi risiko, selain itu juga akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya. Usaha yang sudah direncanakan dengan baik pun kadang kala mengalami kegagalan. Maka dari itu diperlukan perencanaan usaha sebelum menjalankannya. Karena dengan adanya perencanaan yang baik, kita dapat menjawab semua pertanyaan yang mungkin timbul di masa datang.
Perencanaan yang baik untuk sebuaah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah berpikir untuk SMART yang diuraikan satu persatu:
Specific : mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih berfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan .
Measurable : perencanaan yang dibuat harus terukur, sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tecapai.
Achievable : bahwa perencanaan yang telah diperbuat tersebut harus dicapai , jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal ynag besar, kita harus memecahkannya menjadi lebih kecil.
Reasonable :  dimana perencanaan yang baik harus memenuhi persyaratan factual dan realistis.
Trackable : setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahi setiap kemajuan.
Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan.
Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluan, yaitu antara lain :
-          Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalaian kegiatan operasional unit dibawahnya
-          Lokasi pabrik, yaitu lokasi yng digunakan untuk melakukan proses produksi barang atau jasa.
-          Lokasi Gudang, merupakan tempat penyimpangan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang yang keluar.
-          Lokasi Cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumen langsung pada wilayah-wilayah tertentu.
Pemilihan lokasi memiliki seni yang tinggi, bahkan ada wirausaha yang sudah meramalkan bahwa keberadaannya akan sangat menentukan kesuksesan usaha yang dijalaninya.
Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu:
1.       Dekat dengan pasar atau pelanggan
2.       Dekat dengan sarana transportasi
3.       Pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya
4.       Listrik, air, dan sarana prasarana lainnya
5.       Dekat dengan lembaga keuangan
6.       Dekat dengan kawasan industry pendukung
7.       Dekat dengan pusat pemerintahan
8.       Lokasi dapat dikembangkan
9.       Pertimbangan soisal budaya masyarakat lingkungannya
10.   Hukum yang berlaku dilingkungan tersebut
11.   Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal
12.   Besarnya nilai investasi untuk lokasi
13.   Nilai ekonomis masa datang dari lokasi
14.   Iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya

Referensi:
1.      http://muhammadadjies.blogspot.co.id/2013/06/perencanaan-dan-operasionalisasi-usaha.html
2.      Buku Kewirausahaan (membabngun usaha sukses sejak usia muda)
3.      http://www.kerjausaha.com/2015/01/7-manfaat-menyusun-rencana-bisnis.html

Mengenali peluang dan Memilih jenis Usaha yang tepat

Mengenali peluang dan Memilih jenis Usaha yang tepat
Oleh: Akhmad Hilman - 42315010036
Warung Aji Mumpung dan Fenomana TUKUL
·  Kesuksesaan Tukul sebagai host disalah satu stasiun televisi, ada saja      yang memanfaatkannya sebagai suatu peluang.
·  Alex Sukamto, bekas majikan tukul menyatakan ingin membuka usaha bersama Tukul.
Akhirnya Tukul dan Alex sepakat meresmikan usaha rumah makan yang mereka idamkan, nama rumah makannya diberi nama Rumah Makan Tukul Arwana.
Kesuksesannya tersebut tidak didapat begitu saja, melainkan melalui beberapa rintangan yang menuju proses keberhasilan.
Beno Pranata “Pesan Delivery”
Beno Pranata memiliki ide brilian, yaitu menangkap peluang bisnis jasa kurir boga dengan nama “Pesan Delivery”.
Beno dan kawan-kawannya mencari cara  supaya usahanya dapat tersosialisasi, lalu mereka membuat katalog, dan kemudian mendapat respon yang bagus dari konsumen, maka resto yang didalamnya mau diajak  bermitra.
Pada awal 2003 jumlah mitra yag dimilikinya hanya 22 saja, terakhir sudah sekitar 140 resto dan pelanggan pun semakin banyak.
Untuk memilih usaha yang sesuai dengan kondisi kita sebenarnya juga tidak terlalu sulit. Kita dapat memilih usaha yang sesuai dengan kondisi disekitar lingkungan kita sendiri. Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah mengevaluasi lingkungan yang ada disekeliling kita. Salah satu alat mengukur hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan oleh usahawan sebagai penilaian awal dan pemberian informasi penting, yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT.
Kita harus jeli melihat setiap peluang yang muncul disekitar kita dan tidak perlu bingung mencari ide untuk dijadikan peluang, karena ide atau gagasan ada diaman pun. Ada banyak sekali peluang bisnis jika kita tahu bagaimana dan di mana menemukannya, yang mungkin saja sudah ada dalam diri kita atau bahkan ada di depan mata kita.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal :
a. Mengenali kebutuhan pasar.
b. Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran.
c. Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi.
e. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepel, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi yang luar biasa.
f. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku).
Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain :
1. Tentukan Tujuan Besar yang Hendak Dicapai.
2. Buat Daftar Ide Usaha.
3. Nilai Kemampuan Pribadi
4. Pilih Kriteria
5. Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6. Nilai Keadaan bisnis saat ini dan Masa mendatang melalui Riset.
7. Tetapkan Pilihan.
Cara Memilih / Menentukan Jenis Usaha Secara Tepat menurut pengalaman beberapa orang pengusaha ketahui, yaitu dengan:
1. Memperhatikan Lokasi
Jika kita sudah memiliki lokasi yang akan kita jadikan tempat usaha, perhatikan jenis usaha apa saja yang telah didirikan orang lain. Dengan memperhatikan jenis usaha yang telah didirikan orang lain, tentunya kita bisa dengan mudah mengetahui jenis usaha apa saja yang telah di dirikan, sehingga kita bisa mendirikan usaha yang berbeda dengan usaha yang telah didirikan oleh orang lain. Tujuannya adalah agar usaha yang akan kita dirikan menempati posisi jenis usaha baru di sekitar lokasi tersebut.
Apabila belum memiliki tempat usaha, tentu kita harus mencari lokasi untuk mendirikan usaha. Dalam mencari lokasi usaha, tentunya kita juga harus memperhatikan lokasi yang akan menjadi tempat usaha. Sebaiknya kita mencari lokasi usaha yang belum ada jenis usaha yang akan di dirikan.
2. Membuat Daftar Bidang Usaha
Tidak ada salahnya jika kita membuat beberapa daftar bidang usaha yang akan kita pilih. Dengan membuat daftar bidang usaha, tentunya kita dapat mengetahui jenis usaha apa saja yang belum banyak didirikan orang lain. Setelah menemukan beberapa daftar bidang usaha, tentukan bidang usaha apa yang paling sesuai dengan lokasi dan kemampuan kita.
3. Mempelajari Bidang Usaha Yang Telah Dipilih
Setelah memilih bidang usaha apa yang akan kita ambil, sebaiknya pelajari lagi bidang usaha yang telah dipilih tersebut sampai kita benar-benar memahaminya. Jika kita berhasil memahaminya, tentunya usaha yang kita pilih bisa dengan mudah kita dirikan. Namun, jika kita kesulitan memahami bidang usaha yang akan kita pilih, sebaiknya kita kembali pada poin kedua, yaitu membuat daftar bidang usaha.

Referensi:
1.      http://finialfiani10.blogspot.co.id/2013/06/mengenali-peluang-dan-memilih-jenis.html
2.      Buku Kewirausahaan (membabngun usaha sukses sejak usia muda)

3.      http://comtelweb.blogspot.com/2014/04/cara-memilih-menentukan-jenis-usaha-secara-tepat.html

Kreativitas dan Inovasi dalam berwirausaha

Kreativitas dan Inovasi dalam berwirausaha
Oleh: Akhmad Hilman – 42315010036
Kisah Sukses Tirto Utomo Pendiri AQUA
Sebuah ruangan yang terdiri dari tiga lemari kayu, terpajang rapi berbagai produksi Aqua. Sebuah meja rapat bundar berukuran kecil dan meja kerja mengisi ruangan tersebut. Dari ruangan itulah Tirto Utomo mengawali lahirnya perusahaan Aqua pada 1973. “Meja ini merupakan meja yang digunakan pendiri,” kata Willy Sidharta, Presiden Direktur PT. Aqua Golden Missisippi Tbk.


Tirto Utomo, warga asli Wonosobo, mendirikan perusahaan air munum dalam kemasan (AMDK) karena ketika bekerja sebagai pegawai Pertamina di awal tahun 1970-an Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.

Inisiatif bisnispun segera datang. Bersama saudara-saudaranya, Tirto mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan. Adiknya, Slamet Utomo diminta untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak mengherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris mulai dari bentuk botol kaca, merek mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air.

Usai mengerti cara kerja pembuatan air minum dalam kemasan, Tirto men­dirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu Golden Missisippi dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun. Tirto sempat ragu dengan nama Golden Missisippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing di telinga orang Indonesia. Konsultannya, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Tirto kemudian mengubah merek produknya dari Puritas menjadi Aqua.

Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga jual Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46 untuk 1.000 ml.

Bermodal Keberanian
Meskipun saat itu air mineral dalam kemasan belum ada di Indonesia, Tirto tetap yakin dengan langkahnya. Keluar dari tempat kerjanya yang mapan di Pertamina, pada 1982, Tirto mengganti bahan baku (air) yang semula berasal dari sumur bor ke mata air pegunungan yang mengalir sendiri (self-flowing spring) karena dianggap mengandung komposisi mineral alami yang kaya nutrisi seperti kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan sodium.

Dengan bantuan Willy Sidharta, sales dan perakit mesin pabrik pertama Aqua, sistem distribusi Aqua bisa diperbaiki. Willy menciptakan konsep delivery door to door khusus yang menjadi cikal bakal sistem pengiriman langsung Aqua. Konsep pengiriman menggunakan kardus-kardus dan galon-galon menggunakan armada yang didesain khusus membuat penjualan Aqua Secara konsisten membaik.

tahun 1974 sampai 1978 adalah masa-masa sulit bagi perusahaan ini. Apalagi permintaan konsumen masih sangat rendah. Masyarakat kala itu masih “asing” dengan air minum dalam kemasan. Apalagi harga 1 liter Aqua lebih mahal daripada harga 1 liter minyak tanah.

Tapi pemilik Aqua tidak menyerah. Dengan berbagai upaya dan kerja keras, akhirnya Aqua mulai diterima masyarakat luas. Bahkan tahun 1978, Aqua telah mencapai titik BEP. Dan saat itu menjadi batu loncatan kisah sukses Aqua yang terus berkembang pesat.

Saat itu memang produk Aqua ditujukan untuk market kelas menengah ke atas, baik dalam rumah tangga, kantor-kantor dan restoran. Namun sejak tahun 1981, Aqua telah berganti kemasan dari semula kaca menjadi plastik sehingga melahirkan berbagai varian kemasan. Hal ini menyebabkan distribusi yang lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau sehingga produk Aqua dapat dijangkau masyarakat dari berbagai kalangan.

Dari sisi kemasan, Aqua juga menjadi pelopor. Botol plastiknya yang semula berbahan PVC yang tidak ramah lingkungan, sejak 1988 telah diganti menjadi bahan PET. Padahal saat itu di Eropa masih menggunakan bahan PVC. Selain itu desain botol Aqua berbentuk persegi bergaris yang mudah dipegang telah menggantikan desain botol bulat Eropa. Bahkan botol PET ciptaan Aqua ini telah dijadikan standar dunia.

Pada 1984, Pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan, Jawa Timur. Dan Pada 1995, Aqua menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem produksi in line di pabrik Mekarsari. Pemrosesan air dan pembuatan kemasan AQUA dilakukan bersamaan. Hasil sistem in-line ini adalah botol AQUA yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi, sehingga proses produksi menjadi lebih higienis.

Aqua juga sukses di  mancanegara. Sejak 1987, produk Aqua telah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Fillipina, Australia, Maldives, Fuji, Timur Tengah dan Afrika. Berbagai prestasi dan penghargaan pun didapatkan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pada tahun 1998, karena ketatnya persaingan dan munculnya pesaing-pesaing baru, Lisa Tirto sebagai pemilik Aqua Golden Mississipi sepeninggal ayahnya Tirto Utomo, menjual sahamnya kepada Danone pada 4 September 1998. Akusisi tersebut dianggap banyak pihak sebagai langkah tepat setelah beberapa cara pengembangan tidak cukup kuat menyelamatkan Aqua dari ancaman pesaing baru.

Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk dan menempatkan AQUA sebagai produsen air mineral dalam kemasan (AMDK) yang terbesar di Indonesia. Pada tahun 2000, bertepatan dengan pergantian milenium, Aqua meluncurkan produk berlabel Danone-Aqua.

Almarhum Tirto Utomo pun dinobatkan sebagai pencetus air minum dalam kemasan dan masuk dalam “Hall of Fame” . Dan berdasarkan survey Zenith International, sebuah badan survey Inggris, Aqua dinobatkan sebagai merk air minum dalam kemasan terbesar di Asia Pasifik, dan air minum dalam kemasan nomor dua terbesar di dunia. Sebuah prestasi yang mungkin tidak pernah dikira-kira.


Nekat Mendirikan Aqua
Tirto Utomo, kelahiran Wono­sobo, Jawa Tengah 8 Maret 1930, harus bersekolah Mage­lang yang berjarak sekitar 60 kilometer, ketika SMP, karena me­mang di Wonosobo belum ada SMP. Per­ja­lanan itu ditempuh dengan se­peda.
Dibesarkan dari anak seorang pengusaha susu sapi an pedagang ternak, lulus SMP, Tirto Utomo melanjutkan sekolah ke HBS (sekolah setingkat SMA di zaman Hindia Belanda) di Semarang dan kemudian di Malang. Masa remaja Tirto Utomo dihabiskan di Malang dan di situlah dia bertemu dengan Lisa / Kienke (Kwee Gwat Kien), yang kelak menjadi istrinya.

Semasa kuliahm Tirto mengisi waktu luang dengan menjadi wartawan Jawa Pos dengan tugas khusus meliput berita-berita pengadilan. Namun, kemudian Tirto pindah ke Jakarta sambil kuliah ia bekerja sebagai Pimpinan Redaksi harian Sin Po dan majalah Pantja Warna.

Pada tahun 1959. Tirto diberhentikan sebagai pemimpin redaksi Sin Po. Akibatnya sumber keuangan keluarga menjadi tidak jelas. Tirto Utomo menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum UI. Sementara Lisa berperan sebagai pencari nafkah yaitu dengan mengajar dan membuka usaha catering, Tirto belajar dan juga ikut membantu istrinya. Pada Oktober 1960 Tirto Utomo berhak menyandang gelar Sarjana Hukum dan bekerja di Pertamina.
Kedudukan Tirto Utomo sebagai Deputy Head Legal dan Foreign Marketing membuat sebagian besar hidupnya berada di luar negeri. Pada usia 48 tahun, Tirto Utomo memilih pensiun dini untuk menangani beberapa perusahaan pribadinya yakni AQUA, PT. Baja Putih, dan restoran Oasis.

Di kalangan karyawan dan teman-temannya, Tirto dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana, ramah, murah senyum, namun cerdas berpikir. Dalam hubungannya dengan bawahan, ia menganut gaya manajemen kekeluargaan dan mempercayai kemampuan karyawannya melalui sejumlah pengembangan dan pelatihan manajemen.

“Banyak orang mengira bahwa memproduksi air kemasan adalah hal yang mudah. Mereka pikir yang dilakukan hanyalah memasukkan air kran ke dalam botol. Sebetulnya, tantangannya adalah membuat air yang terbaik, mengemasnya dalam botol yang baik dan menyampaikannya ke konsumen.” Kata Tirto Utomo. Tirto memang sudah wafat pada tahun 1994 namun prestasi Aqua sebagai produsen air minum dengan merek tunggal terbesar di dunia tetap dipertahankan sampai sekarang.

 “Dulu bukan main sulitnya. Dikasih saja orang tidak mau. Untuk apa minum air mentah’, itulah celaan yang tak jarang kami terima,” ujar Willy Sidharta. Saat itu minuman ringan berkabonasi seperti Cola Cola, Sprite, 7 Up, dan Green Spot sedang naik daun sehingga gagasan menjual air putih tanpa warna dan rasa, bisa dianggap sebagai gagasan gila

KREATIF & INOVATIF : KUNCI SUKSES WIRAUSAHA
Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati. Bisnis yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif dari sang wirausaha biasanya tidak dapat berkembang abadi. Lingkungan bisnis yang begitu dinamis menuntut wirausaha untuk selalu adaptif dan mencari terobosan terbaru. Karakter cepat berpuas diri dan cenderung stagnan sama saja membawa bisnis ke arah kematian.
Pemahaman kreatif dan inovatif sering kali dipertukarkan satu sama lain. Menurut Zimmerer dkk (2009) kreatifitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Selanjutnya Ted Levitt (dalam Zimmerer, 2009) menyatakan bahwa kreatifitas memikirkan hal-hal baru dan inovasi mengerjakan hal-hal baru. Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif. Kreatif tapi tidak inovatif adalah mubazir karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada realisasi.
Semua bisnis yang maju dan berkembang hingga kini berpangkal pada upaya kreatif dan inovatif. Banyak restoran waralaba asing yang telah mengglobal dan berdiri sejak puluhan tahun yang lalu selalu menunjukkan karakter ini. Sepertinya begitu mudah dan sederhana. Tetapi banyak wirausaha yang abai ketika bisnis telah dirasakan mencapai tingkat kemapanan. Kreatifitas dan inovasi mungkin dapat dipandang sebagai upaya yang mengganggu keseimbangan yang telah tercipta.
Kreatif dan inovatif dapat diterapkan secara sederhana. Kuncinya adalah kepekaan dalam mencium peluang dan kemampuan membaca pasar. Seorang member MRC misalnya. Ketika pelanggan sudah mulai jenuh dengan fried chicken, ia melihat masih ada peluang lain yang dapat dikembangkan. Berhubung gerainya ada di kantin sekolah, ia mencoba memahami selera siswa. Kebanyakan siswa suka bumbu keju. Ia memiliki ide bagaimana kalau keju digabung dengan ayam. Pemikiran kreatif ini kemudian dikembangkan menjadi produk yang dinamai: cheesy chicken. Hasilnya lumayan bagus. Setelah tes pasar dan dijual terbatas, pelanggan begitu menyukai menu ini. Pelanggan selalu mencari-cari dan selalu terjual habis.
Pemikiran kreatif dan pengembangan ide memang tidak mudah. Contoh sederhana tadi terjadi dalam waktu yang tak terduga. Mengalir seperti air. Tetapi Zimmerer (2009) menegaskan bahwa kreatifitas dapat diajarkan dan kreatifitas individual dapat ditingkatkan. Caranya? Ia menguraikan 11 cara untuk meningkatkan kreatifitas individual yaitu:
1. Beri kesempatan diri Anda menjadi kreatif.
Berani untuk berpikir kreatif tanpa takut dibilang bodoh oleh orang lain. Ide-ide cemerlang biasanya lahir dari hal-hal yang mungkin dianggap bodoh dan tak berarti.
2. Beri pikiran Anda masukan segar setiap hari.
Agar kreatif, otak perlu distimulasi dengan hal-hal baru yang variatif. Mendengarkan radio dan berganti-ganti setiap hari, mendengarkan beraneka ragam jenis musik atau melakukan hal-hal lain yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.
3.Amati berbagai produk dan jasa perusahaan lainnya, terutama yang berada dalam pasar yang benar-benar berbeda.
Tidak ada salahnya meminjam ide perusahaan lain, kemudian mengembangkan menjadi inovasi yang brilian.
4. Sadari kekuatan kreatif dari kesalahan.
Orang bijak mengatakan agar kita selalu belajar dari kesalahan yang diperbuat. Orang kreatif mengatakan kita dapat memperoleh ide dari kesalahan yang kita buat. Kisah Charles Goodyear menunjukkan hal tersebut. Setelah bekerja selama lima tahun untuk memformulasikan kombinasi karet, belerang dan timah putih, pada malam yang dingin tahun 1839, tanpa sengaja Charles menumpahkan sedikit campuran tersebut pada kompor kerjanya. Campuran tersebut meleleh membentuk senyawa baru yang selama ini dicari-cari!
5. Bawalah selalu buku harian untuk mencatat pikiran dan ide Anda.
Ide-ide kreatif kadang muncul tanpa disengaja dan di waktu yang tak terduga. Daripada cepat terlupa, ada baiknya membawa buku kecil untuk mencatat ide-ide yang mungkin akan muncul tiba-tiba.
6.Dengarkan orang lain.
Ide tidak selalu datang dari diri kita sendiri. Ide dapat datang dari orang lain atau bahkan kompetitor kita sendiri. Jadi selalu dengarkan orang lain karena mungkin ia akan menghadirkan ide cemerlang buat kita.
7. Dengarkan apa kata pelanggan.
Mendengarkan pelanggan wajib hukumnya. Mereka mengkonsumsi produk kita dan sekaligus menjadi sumber ide yang tiada habisnya.
8.Berbicara dengan anak kecil.
Anak-anak tidak membatasi pemikiran mereka. Mereka begitu bebas mengungkapkan kreatifitas mereka tanpa batas. Mereka dapat menjadi sumber ide yang berharga.
9.ÂSimpan kotak mainan di kantor Anda.
Mainan-mainan kecil seperti yoyo, gasing dan lain-lain dapat menjadi sumber inspirasi. Ketika sedang bingung, Anda dapat mengambil satu dan memikirkan bagaimana benda tersebut berkaitan dengan masalah Anda.
10. Baca buku mengenai cara merangsang kreatifitas dan mengambil kursus kreatifitas.
Memahami prinsip-prinsip kreatifitas akan sangat membantu meningkatkan kemampuan kreatif kita.
11. Luangkan waktu Anda.
Sesekali luangkan waktu untuk berelaksasi, melepaskan diri dari rutinitas sejenak. Ide-ide baru bisa muncul ketika otak kita tidak dalam keadaan tegang.

Akhirnya menjadi kreatif dan inovatif adalah wajib hukumnya bagi wirausaha tanpa terkecuali termasuk Anda, member MRC dan MA. Inilah kunci sukses. Tanpa kedua karakteristik ini, bisnis akan mandeg dan “pintu” akan tertutup karena kuncinya tidak Anda miliki. Ayo kita buktikan!
Referensi:
1.      http://www.magfood-amazy.com/read/amazy-info/112/kreatif-inovatif-kunci-sukses-wirausaha/
2.      Buku Kewirausahaan (membabngun usaha sukses sejak usia muda)
3.      http://inspirasisuksesmulia.blogspot.co.id/2013/05/kisah-sukses-tirto-utomo-pendiri-aqua.html