Tampilkan postingan dengan label L02-Andri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label L02-Andri. Tampilkan semua postingan
Juni 17, 2016
Juni 16, 2016
Merancang Strategi Pemasaran
Pengertian Strategi Pemasaran
Sebelum penjelasan lebih lanjut mungkin
sebaiknya kita harus paham dan mengerti terlebih dahulu mengenai apa itu
strategi pemasaran. Perencanaan strategi pemasaran produk memberikan dasar bagi
perusahaan untuk mengambil langkah yang efektif untuk masa yang akan datang.
Strategi Pemasaran menurut W. Y. Stanton
adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan
untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual
maupun potensial
Hal-Hal perlu dipertimbangkan sebelum
menerapkan Strategi Pemasaran Produk
Menerapkan Strategi pemasaran di awali dengan
menganalisa secara keseluruhan dari situasi perusahaan Pemasar harus melakukan
analisis SWOT (SWOT analysis), di mana ia menilai kekuatan (strengths [S]),
kelemahan (weaknesses [W]), peluang (opportunities [O]), dan ancaman (threats
[T]) perusahaan secara keseluruhan
Kekuatan (Strengths) meliputi kemampuan
internal, sumber daya, dan faktor situasional positif yang dapat membantu
perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya
Kelemahan (Weaknesses) meliputi keterbatasan
internal dan faktor situasional negatif yang dapat menghalangi performa
perusahaan
Peluang (Opportunities) adalah faktor atau
tren yang menguntungkan pada lingkungan eksternal yang dapat digunakan
perusahaan untuk memperoleh keuntungan
Dan ancaman (Threats) adalah faktor pada
lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan yang menghadirkan tantangan bagi
performa perusahaan
Strategi Pemasaran berorientasi menciptakan
nilai tambah bagi pelanggan dan membangun hubungan relationship dengan
pelanggan
Menciptakan nilai tambah dengan memahami
kebutuhan pasar meliputi keinginan pelanggan, melakukan riset pelanggan dan
pasar, menata informasi pemasaran dan data pelanggan, membangun metode
pemasaran yang terintegrasi dan memberikan nilai tambah, membangun hubungan
yang saling menguntungkan dalam menciptakan kepuasan pelanggan
Faktor utama yang menyebabkan terjadinya
perubahan dalam Strategi Pemasaran
Dalam strategi pemasaran, ada bebarapa faktor
utama yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan yaitu :
Siklus Daur hidup produk, Strategi harus
disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap
pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
Tingkat persaingan perusahaan di pasar,
Strategi pemasaran harus bisa disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam
tingkat persaingan, apakah dalam kategori memimpin, menantang, mengikuti atau
hanya mengambil sebagian kecil dari ceruk pasar.
Keadaan ekonomi, Strategi pemasaran harus
disesuaikan dengan situasi ekonomi, perusahaan harus memandang ke depan dan
mengembangkan strategi jangka panjang untuk memenuhi kondisi yang sedang
berubah dalam industri mereka dan memastikan kelangsungan perusahaan pada
jangka panjang
Langkah-Langkah Penerapan Strategi Pemasaran
Penerapan Strategi Pemasaran melalui
langkah-langkah sebagai berikut:
Segmentasi Pasar (Market Segmentation), adalah
tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan,
karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran
pemasaran terpisah
Penetapan Target Pasar (Market Targeting),
yaitu proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih
satu atau lebih segmen yang akan dilayani, penetapan sasaran pasar terdiri dari
merancang strategi untuk membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang
tepat, atau sebuah perusahaan besar mungkin memutuskan untuk menawarkan ragam
produk yang lengkap dalam melayani seluruh segmen pasarnya, sebagian besar
perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani segmen tunggal, dan jika hal ini
terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen
Diferensiasi dan Posisi Pasar (Differentiation
& Positioning), perusahaan harus memutuskan bagaimana mendifferensiasikan
penawaran pasarnya untuk setiap segmen sasaran dan posisi apa yang ingin
ditempatinya dalam segmen tersebut, posisi produk adalah tempat yang diduduki
produk relatif terhadap pesaingnya dalam pikiran konsumen, pemasar ingin mengembangkan
posisi pasar unik bagi produk mereka. Jika sebuah produk dianggap sama persis
dengan produk lainnya di pasar, konsumen
tidak mempunyai alasan untuk membelinya.
Mengembangkan Strategi Pemasaran dan Bauran
Pemasaran Terintegrasi
Setelah strategi pemasaran ditetapkan maka
perusahaan diharapkan untuk menerapkan dan merencanakan rincian bauran
pemasaran (Marketing Mix) merupakan kumpulan alat pemasaran taktis terkendali –
produk, harga, tempat, dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan
respons yang diinginkan di pasar sasaran.
Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang
dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang
terdiri dari “empat P” yaitu:
Produk (product) , kombinasi barang dan jasa
yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran meliputi : ragam, kualitas,
gesain. fitur, nama merek, dan kemasan.
Harga (price), adalah sejumlah uang yang harus
dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon
potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit
Tempat (place), kegiatan perusahaan yang
membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi: Lokasi, saluran
distribusi, persediaan, transportasi dan logistik
Promosi (promotion) berarti aktivitas yang
menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan
dan promosi penjualan.
Program pemasaran yang efektif harus dapat
memadukan semua elemen bauran pemasaran ke dalam suatu program pemasaran
terintegrasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan dengan
menghantarkan nilai bagi konsumen.
Sebelum membangun dan menerapkan 4 P diatas,
pemasar sebaiknya memikirkan terlebih dahulu “empat C” seperti yang diungkapkan
oleh Ir. Fl. Titik Wijayanti, MM, dalam bukunya Marketing Plan! Perlukah
Managing Marketing Plan? yang terdiri dari:
Solusi Pelanggan (Customer Solution), Produk
dapat membantu dan mampu memecahkan masalah konsumen
Biaya Pelanggan (Customer Cost), Harga yang
dibayarkan konsumen untuk membeli produk tersebut sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya.
Kenyamanan (Convenience), Produk tersebut
mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana
Komunikasi (Communication), Produsen melakukan
komunikasi produk kepada konsumen secara benar dan tepat sasaran.
Kewirausahaan dan lingkungan global
Kewirausahaan dan lingkungan global
Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa
gerak perubahan dari salah satu atau gabungan factor-faktor lingkungan diluar
perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun global. Kegiatan operasional perusahaan di
Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi dan perkembangan perekonomian
global.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik
yang bergerak dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai
perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai
berikut:
1.
Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh pesaing.
2.
Perkembangan teknologi da informasi.
3.
Perkembangan teknologi barang substitusi.
4. Berbagai penemuan baru.adaptasi teknologi
yang siap pakai.
5.
Strategi perkembangan teknologi nasional.
6.
Adaptasi teknologi yang siap pakai.
7.
Biaya penelitian dan pengembangan oleh perusahaan pesaing atau
perusahaan-perusahaan dalam satu industry.
8.
Siklus hidup produk (product life cycle).
9.
Terobosan- terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih
baik dibidang input, pengolahan dan pemasaran.
10.
Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.
Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian
Negara
Keunggulan wirausaha dalam mendukung perekonomian Negara yaitu mendorong
pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk
dan jasa baru, serta menciptakan perubahan dan kompetisi.
Dalam upaya memicu pertunbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan
social ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai
berikut:
1.
Menciptakan lapangan pekerjaan.
2.
Meningkatkan kualitas hidup.
3.
Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4.
Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan
produktivitas nasional.
5.
Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.
Kebersamaan dan Etika Bisnis
Pengusaha dianggap memiliki
kemampuan kewirausahaan yang andal apabila pengusaha tersebut mampu
memanfaatkan, mencari, dan menciptakan peluang bisnis serta mampu menerapkan
asas kebersamaan dan menjalankan etika bisnis secara total.
Asas Etika Bisnis yang Sehat
Beberapa pedoman sebagai dasar berpikir dan
bertindak dalam penerapan etika bisnis yang sehat, antara lain :
a)
Selalu menjaga kualitas produk dan jasa pada pelanggan elalui kewajaran
dan keterbukaan.
b)
Kebersamaan dengan unsur internal dengan menghindari kesan bahwa
perusahaan mengeksploitasi karyawan secara tidak manusiawi.
c)
Kebersamaan dengan lingkungan dalam menjaga kelestarian dan menghindari
polusi yang menggangu masyarakat.
d)
Dalam proses bisnis atau transaksi usaha, selalu didukung dengan upaya
penghayatan nilai dan norma bisnis serta
kebiasaan atau esensi dunia usaha yang berlaku.
e)
Menghindari cara-cara yang tidak etis dalam persaingan bisnis.
Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun
Usaha Sukses Sejak Usia Muda"
Juni 06, 2016
MENGELOLA KEUANGAN USAHA
MENGELOLA KEUANGAN USAHA
Pada dasarnya setiap usaha pasti memerlukan
modal. Modal usaha dapat berupa modal dan dan modal non dana berupa keahlian
dan keterampilan. Hal yang harus kita ketahui adalah berapa kebutuhan modal
usaha kita, darimana sumber modal tersebut,dan bagaimana mengelola modal
tersebut, memilih investasi yang benar, dan proses mencatat dana, serta cara
mengelola keuntungan yang kita peroleh.
Berikut
adalah bahasan teori mengenai permasalahan dana tersebut :
1.
Mengetahui kebutuhan modal
Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha
terdapat tiga jenis modal yang diperlukan, yaitu modal investasi awal, modal
kerja, dan modal operasional.
a.
Modal investasi awal
Modal investasi awal adalah modal yang
diperlukan diawal usaha, biasnya dipakai untuk jangka panjang.
b.
Modal kerja
Modal kerja adalah modal yang harus kita
keluarkan untuk membeli atau membuat barang dan jasa yang kita hasilkan.
c.
Modal operasional
Modal operasional adalah modal yang harus kita
kenal sebagai biaya tetap.
2.
Mengetahui sumber permodalan
Untuk suatu usaha, pada dasarnya sumber
permodalan dapat diperoleh melalui :
a.
Modal sendiri
b.
Pinjaman bank
Pada dasarnya ada tiga jenis pinjaman kredit
perbankan, yaitu :
1.
Kredit usaha
2.
Kredit konsumsi
3.
Kredit serba guna
Berikut adalah beberapa persyaratan yang
diminta oleh bank dalam mengajukan kredit :
1.
Debitur perorangan
Berasal dari berbagai macam latar belakang
pekerjaan, yaitu pengusaha, karyawan, dan professional.
2.
Jaminan
Saat mengajukan kredit ke bank, biasanya kita
diminta untuk menjaminkan salah satu asset yang kita miliki kepada bank,
sehingga apabila kita tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan
menyita asset yang kita jaminkan tersebut sebagai ganti uang yang kita pinjam.
3.
Debitur badan usaha/perusahaan
c.
Bank syariah
Prinsip bank syariah adalah bagi hasil dan
tidak menetapkan bunga sebagaimana bank konvensional.
d.
Pengadaian
Melalui pengadaian kita dapat meminjam
sejumlah uang dengan menggadaikan asset berharga sebagai jaminan.
3. proses pengelolan keuangan
Setelah merencanakan usaha dan memperoleh
modal untuk usaha, maka selanjutnya adalah mengelola keuangan selam proses
usaha berjalan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata kelola
keuangan :
1.
Kita harus memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha perusahaan.
2.
Kita harus memastikan system pencatatan yang rapid an teratur sesuai
dengan kaidah akuntansi, walaupun akuntasi sederhana.
3.
Melakukan manajemen kas
4.
Melakukan evaluasi setiap bulan terkait dengan keuangan.
4.pelaporan keuangan
Sebagai badan usaha, kita harus membuat
laporan keuangan untuk memastikan bahwa tidak ada uang yang hilang. Untuk
membuat laporan keuangan, terdapat dua hal yang perlu dibuat yaitu neraca dan
laba rugi.
Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun
Usaha Sukses Sejak Usia Muda"
Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam
situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan akhirnya frustasi atau
bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun. Meskipun memiliki uang yang
cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja, belum tentu bisa
memberikan jaminan akan kesuksesan suatu usaha. Terlebih jika modal yang
dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu
akan membuat kondisi semakin sulit.
Kita tidak perlu harus membuat usaha yang
terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya
adalah mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita.
Berikut adalah cara sederhana yang dapat
dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.
a.
Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku
uang mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan
lainnya yang dapat dimanfaatkan.
b.
Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri
melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak
memiliki kekurangan tertentu.
c.
Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
d.
Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki
siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.
Banyak cara untuk melihat peluang yan terjadi
di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula
masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan misalnya :
a.
Mengenali kebutuhan pasar
b.
Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c.
Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d.
Mengenali kecendrungan(tren) yang terjadi.
e.
Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang
ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f.
Menggunakan asumsi-asumsi yang baru )tidak baku.
Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih
peluang bisnis yang tepat antara lain :
1.
Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai
2.
Buat daftar ide usaha
3.
Nilai kemampuan pribadi
4.
Pilih kriteria
5.
Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6.
Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.
7.
Tetapkan pilihan.
Cara Memulai Bisnis
Cara-cara yang dapat di lakukan oleh seseorang
untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukanya sendiri maupun bersama
teman-teman, adalah sebagai berikut :
1.
Memulai bisnis baru
Terdapat tiga bentuk usaha yang bisa dirintis
oleh anda :
a.
Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan di kelola
sendiri.
b.
Persekutuan (parthership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
c.
Perusahan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan
atas berdasarkan badan usaha dengan modal berupa saham.
2.
Membeli bisnis yang sudah ada
3.
Mengembangkan bisnis yang sudah ada
4.
Memilih usaha franchise
Dibawah ini kiat memilih bisnis waralaba :
1.
Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.
2.
Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi
dan terbukti sukses dimana-mana.
3.
Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan,
minat, dan bakat.
4.
Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik
kepada terwaralaba.
5.
Jangan cepat percaya dengan angka-angka keuangan yang disodorkan oleh
perwaralaba.
6.
Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai
yang akan menjadi pilihan kita.
7.
Bagi para peminat waralaba yang bermodal terbatas, sekarang banyak
waralaba lokal yang masih berskala kecil atau bahkan belum menerapkan system
waralaba.
8.
Bagi kita yang jeli dan memiliki naluri bisnis tajam, sebenarnya banyak
potensi usaha yang dapat dikembangkan secara waralaba.
Bidang Usaha dan Jenis-Jenis Badan Usaha
Beberapa contoh bidang usaha yang menjadi
pilihan para pemula wirausahawan baru adalah :
1.
Usaha dibidang makanan atau kuliner.
2.
Usaha pakaian atau perhiasan.
3.
Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.
4.
Usaha pendidikan
5.
Usaha yang terkait dengan rekreasi.
6.
Usaha pendukung atau usaha yang mempermudah orang lain menjalankan
usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para
wirausahawan :
1.
Pertanian
2.
Pertambangan
3.
Pabrikasi
4.
Konstruksi
5.
Perdagangan
6.
Jasa keungan
7.
Jasa perorangan
8.
Jasa pendidikan
9.
Jasa transportasi
10.
Jasa pariwisata
Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan
sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah :
1.
Kebutuhan modal
2.
Risiko
3.
Pengawasan
4. Kemampuan manajerial
5.
Kebutuhan waktu
6.
Pajak
Di bawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha
Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya
yang paling cepat :
1.
Perusahaan perseorangan
Adalah merupakan perusahaan yang dimiliki dan
diselenggarakan oleh satu orang saja.
bentuk usaha ini memiliki karakteristik tertentu, seperti modal yang
kecil, jumlah tenaga kerja yang sedikit, terbatasnya keanekaragaman produk dan
jasa yang dihasilkan, dan penggunaan teknologi yang masih sederhana.
2.
Persekutuan
Merupakan bentuk legal suatu bisnis yang
dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Pembentukan
persekutuan ini biasanya berdasarkan kontrak tertulis atau kesepakatan yang
legal. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan
sekutu terbatas.
a.
Sekutu umum : yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan
usaha sehingga memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas kewajiban
usaha.
b.
Sekutu terbatas : yaitu pihak partner tidak terlibat secara aktif dalam
pengelolaan usaha.
Pesekutuan (firma) : merupakan persekutuan
yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan
satu bisnis. Pembentukan firma mengakibatkan tanggung jawab masing-masing
anggota firma tidak terbatas.
Persekutuan komanditer (CV) : merupakan suatu
persekutuan antara dua orang atau lebih yan memiliki tujuan bersama mendirikan
usaha. Keanggotaannya terbagi menjadi dua pihak yang memiliki tanggung jawab
berbeda karena tingkat keterlibatan dalam pengelolaan berbeda.
Persekutuan lainnya,
Usaha patungan ( join venture) : merupakan
suatu kerja sama antara perusahaan untuk saling memperkuat satu sama lain
antara perusahaan yang melakukan kerja sam tersebut.
Sindikat: merupaka kerja sama antara dua unit
usaha untuk mencapai tujuan tertentu secara
spesifik.
Kartel: merupakan persekutuan
perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.
Holding company: terjadi apabila suatu perusahaan
dalam kondisi yang baik secara financial kemudian membeli saham-saham dari
perusahaan lain.
3.
Perseroan
Perseroan atau korporasi adalah suatu
organisasi bisnis yang berbentuk badan usaha hukum, dimana tanggung jawab dan
kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.
4.
Koperasi
Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat
yang berwatak social,beranggotakan orang-orang atau badan hukum, sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun
Usaha Sukses Sejak Usia Muda",
Universitas Mercu Buana
Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha
Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha
Kaidah Perencanaan Usaha
Hasil analisis SWOT bisa dijadikan pedoman
untuk memulai merencanakan sesuatu. Perencanaan yang detail akan membuat kita
lebih siap dalam menghadapi risiko, selain itu juga akan mendorong rasa percaya
diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya.
Usaha yang sudah direncanakan dengan baik pun kadang kala mengalami kegagalan.
Maka dari itu diperlukan perencanaan usaha sebelum menjalankannya. Karena
dengan adanya perencanaan yang baik, kita dapat menjawab semua pertanyaan yang
mungkin timbul di masa datang.
Perencanaan yang baik untuk sebuaah usaha baru
perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah berpikir untuk SMART yang diuraikan
satu persatu:
Specific : mengandung arti bahwa perencanaan
yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih
terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih berfokus dan sangat jelas
mengenai apa yang diinginkan .
Measurable : perencanaan yang dibuat harus
terukur, sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tecapai.
Achievable : bahwa perencanaan yang telah
diperbuat tersebut harus dicapai , jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal ynag
besar, kita harus memecahkannya menjadi lebih kecil.
Reasonable :
dimana perencanaan yang baik harus memenuhi persyaratan factual dan realistis.
Trackable : setiap perencanaan yang telah
dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahi
setiap kemajuan.
Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung
(Layot)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu
usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan
berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan
perluasan.
Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan
sesuai keperluan, yaitu antara lain :
Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai
tempat pengendalaian kegiatan operasional unit dibawahnya
Lokasi pabrik, yaitu lokasi yng digunakan
untuk melakukan proses produksi barang atau jasa.
Lokasi Gudang, merupakan tempat penyimpangan
barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang yang keluar.
Lokasi Cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha
perusahaan dalam melayani konsumen langsung pada wilayah-wilayah tertentu.
Pemilihan lokasi memiliki seni yang tinggi,
bahkan ada wirausaha yang sudah meramalkan bahwa keberadaannya akan sangat
menentukan kesuksesan usaha yang dijalaninya.
Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan
dalam penentuan lokasi, yaitu:
1.
Dekat dengan pasar atau pelanggan
2.
Dekat dengan sarana transportasi
3.
Pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya
4.
Listrik, air, dan sarana prasarana lainnya
5.
Dekat dengan lembaga keuangan
6.
Dekat dengan kawasan industry pendukung
7.
Dekat dengan pusat pemerintahan
8.
Lokasi dapat dikembangkan
9.
Pertimbangan soisal budaya masyarakat lingkungannya
10.
Hukum yang berlaku dilingkungan tersebut
11.
Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal
12.
Besarnya nilai investasi untuk lokasi
13.
Nilai ekonomis masa datang dari lokasi
14.
Iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya
Selain mempertimbangkan lokasi usaha, tak
kalah petingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat
menentukan fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi
maupun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan
pertimbangkan lainnya dalam penentuan layout, yaitu:
Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat,
baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat
maupun cabang.
Mempertimbangkan urutan produksi.
Perusahaan harus menentukan kapasitas atau
metode persediaan yang paling baik.
Perusahaan dapat menentukan tata letak.
Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
Dapat menentukan kualitas dan keselamatan
kerja.
Posisi
sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.
Dan pertimbangan lainnya yang memberikan
efisiensi.
Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya
manusia
Yang menjalankan usaha adalah manusia semua
faktor produksi berupa tanah, mesin, dan bangunan tidak akan berarti tanpa
adanya manusia. Organisasi diperlukan untuk mencapai tujuan. Struktur
organisasi menggambarkan kerjasama dalam mencapai tujuan yang efisiensi.
Struktur organiosasi harus mendukung
tercapainya keberhasilan implementasi atau operasional rencana dengan
mengalokasikan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya untuk
mengerjakan tugas-tugas yang harus dikerjakan.
Struktur organisasi harus memberikan kejelasan
pada karyawan tentang apa yang diharapkan oleh mereka.
Struktur organisasi harus membantu dalan
proses pengambilan keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan.
Analisis pekerjaan
Analisis pekerjaan dilakukan untuk mempelajari
dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan.
Perencanaan sumber daya manusia
Perencanaan sumber daya manusia merupakan
suatu kegiatan yang secara sistematis memperkirakan kebutuhan sejumlah dan
kualitas sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan. .
Pengadaan tenaga kerja
Pengadaan tenaga kerja adalah untuk memperoleh
jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat. Kegiatannya meliputi penarikan,
seleksi, dan penempatan.
Pelatihan dan pengembanggan
Pelatihan dan pengembangan diperlukan untuk
meningkatkan keahlian karyawan.
KompensasiMerupakan hal yang penting dalam
pengelolaan sumber daya manusia, jika saja karyawan tidak diberi kan balas jasa
yang sesuai atas tenaga dan jasa yang sesuai atas tenaga dan jasa yang telah
mereka berikan pada organisasi.
Perencanaan karir
Perencanaan karir sebagai suatu system yang
dapat memberikan kesempatn bagi karyawan untuk melalui dan mendapat jenjang
jabatan selam diperusahaan.
Keselamatan tenag kerja
Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja
menunjukan kepada kondisi-kondisi fisikologis-fisikal dan psikologis tenag
kerja yang diakibatkan oleh lngkungan kerja.
Pemutusan Hubungan Kerja
Pemutusan hubungan kerja merupakan putusnya
hubungan antara karyawan dengan perusahaan.
Penekatan Mutu terhadap Proses
Operasionalisasi Wirausaha
Wirausaha harus memperhatikan masalah mutu
dalam proses produksi, pelayanan dan manajemen. Total Quality Management (TQM)
yaitu adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus, melibatkan
semua karyawan untuk mencapai kualitas yang `excellent` melalui proses
manajemen.
Kepemimpinan Wirausaha
Wirausaha harus memikul berbagai peranan,
tugas dan tanggung jawab, tetapi tidak ada yang lebih penting dari data peranan
pemimpin. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi dan memberikan semangat kepada
orang lain.
Perizinan dan Pendirian Badan Usaha
Perjanjan ini sangat penting dalam hubungannya
dengan keterkaitan kerja antarperusahaan, dokumen kontrak, dan dengan sumber
permodalan. Pendirian suatu perusahaan akan sangat tergantung pada pemilihan
jenis badan usahanya.
April 21, 2016
Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam
situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan akhirnya frustasi atau
bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun. Meskipun memiliki uang yang
cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja, belum tentu bisa
memberikan jaminan akan kesuksesan suatu usaha. Terlebih jika modal yang
dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu
akan membuat kondisi semakin sulit.
Kita tidak perlu harus membuat usaha yang
terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya
adalah mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita.
Berikut adalah cara sederhana yang dapat
dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.
a.
Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku
uang mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan
lainnya yang dapat dimanfaatkan.
b.
Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri
melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak
memiliki kekurangan tertentu.
c.
Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
d.
Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki
siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.
Banyak cara untuk melihat peluang yan terjadi
di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula
masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan misalnya :
a.
Mengenali kebutuhan pasar
b.
Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c.
Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d.
Mengenali kecendrungan(tren) yang terjadi.
e.
Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang
ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f.
Menggunakan asumsi-asumsi yang baru )tidak baku.
Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih
peluang bisnis yang tepat antara lain :
1.
Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai
2.
Buat daftar ide usaha
3.
Nilai kemampuan pribadi
4.
Pilih kriteria
5.
Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6.
Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.
7.
Tetapkan pilihan.
Cara Memulai Bisnis
Cara-cara yang dapat di lakukan oleh seseorang
untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukanya sendiri maupun bersama
teman-teman, adalah sebagai berikut :
1.
Memulai bisnis baru
Terdapat tiga bentuk usaha yang bisa dirintis
oleh anda :
a.
Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan di kelola
sendiri.
b.
Persekutuan (parthership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
c.
Perusahan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan
atas berdasarkan badan usaha dengan modal berupa saham.
2.
Membeli bisnis yang sudah ada
3.
Mengembangkan bisnis yang sudah ada
4.
Memilih usaha franchise
Dibawah ini kiat memilih bisnis waralaba :
1.
Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.
2.
Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi
dan terbukti sukses dimana-mana.
3.
Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan,
minat, dan bakat.
4.
Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik
kepada terwaralaba.
5.
Jangan cepat percaya dengan angka-angka keuangan yang disodorkan oleh
perwaralaba.
6.
Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai
yang akan menjadi pilihan kita.
7.
Bagi para peminat waralaba yang bermodal terbatas, sekarang banyak
waralaba lokal yang masih berskala kecil atau bahkan belum menerapkan system
waralaba.
8.
Bagi kita yang jeli dan memiliki naluri bisnis tajam, sebenarnya banyak
potensi usaha yang dapat dikembangkan secara waralaba.
Bidang Usaha dan Jenis-Jenis Badan Usaha
Beberapa contoh bidang usaha yang menjadi
pilihan para pemula wirausahawan baru adalah :
1.
Usaha dibidang makanan atau kuliner.
2.
Usaha pakaian atau perhiasan.
3.
Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.
4.
Usaha pendidikan
5.
Usaha yang terkait dengan rekreasi.
6.
Usaha pendukung atau usaha yang mempermudah orang lain menjalankan
usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para
wirausahawan :
1.
Pertanian
2.
Pertambangan
3.
Pabrikasi
4.
Konstruksi
5.
Perdagangan
6.
Jasa keungan
7.
Jasa perorangan
8.
Jasa pendidikan
9.
Jasa transportasi
10.
Jasa pariwisata
Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan
sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah :
1.
Kebutuhan modal
2.
Risiko
3.
Pengawasan
4. Kemampuan manajerial
5.
Kebutuhan waktu
6.
Pajak
Di bawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha
Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya
yang paling cepat :
1.
Perusahaan perseorangan
Adalah merupakan perusahaan yang dimiliki dan
diselenggarakan oleh satu orang saja.
bentuk usaha ini memiliki karakteristik tertentu, seperti modal yang
kecil, jumlah tenaga kerja yang sedikit, terbatasnya keanekaragaman produk dan
jasa yang dihasilkan, dan penggunaan teknologi yang masih sederhana.
2.
Persekutuan
Merupakan bentuk legal suatu bisnis yang
dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Pembentukan
persekutuan ini biasanya berdasarkan kontrak tertulis atau kesepakatan yang
legal. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan
sekutu terbatas.
a.
Sekutu umum : yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan
usaha sehingga memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas kewajiban
usaha.
b.
Sekutu terbatas : yaitu pihak partner tidak terlibat secara aktif dalam
pengelolaan usaha.
Pesekutuan (firma) : merupakan persekutuan
yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan
satu bisnis. Pembentukan firma mengakibatkan tanggung jawab masing-masing
anggota firma tidak terbatas.
Persekutuan komanditer (CV) : merupakan suatu
persekutuan antara dua orang atau lebih yan memiliki tujuan bersama mendirikan
usaha. Keanggotaannya terbagi menjadi dua pihak yang memiliki tanggung jawab
berbeda karena tingkat keterlibatan dalam pengelolaan berbeda.
Persekutuan lainnya,
Usaha patungan ( join venture) : merupakan
suatu kerja sama antara perusahaan untuk saling memperkuat satu sama lain
antara perusahaan yang melakukan kerja sam tersebut.
Sindikat: merupaka kerja sama antara dua unit
usaha untuk mencapai tujuan tertentu secara
spesifik.
Kartel: merupakan persekutuan
perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.
Holding company: terjadi apabila suatu perusahaan
dalam kondisi yang baik secara financial kemudian membeli saham-saham dari
perusahaan lain.
3.
Perseroan
Perseroan atau korporasi adalah suatu
organisasi bisnis yang berbentuk badan usaha hukum, dimana tanggung jawab dan
kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.
4.
Koperasi
Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat
yang berwatak social,beranggotakan orang-orang atau badan hukum, sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun
Usaha Sukses Sejak Usia Muda",
Universitas Mercu Buana
Langganan:
Postingan (Atom)








