Tampilkan postingan dengan label tugas A06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas A06. Tampilkan semua postingan

Juni 24, 2016

Tips Memanfaatkan Peluang

Oleh Syifa Chairannisa

Pernahkah Anda merasa ingin membuka usaha tapi tidak tahu harus memanfaatkan peluang yang mana agar usaha Anda berhasil?

Kisah sukses pengusaha di Indonesia

Ada banyak pengusaha muda yang lahir di Indonesia namun pada artikel ini saya akan memberi 3 diantaranya yang berasal dari program tv Kick Andy mengenai Para Pengusaha Sukses Muda.


  • ·       Theresia Deka Putri
Sebagai pemula bisnis saat itu, Theresia Deka Putri terbilang tak main-main, karena ia merogoh kocek hingga Rp. 200 juta. Namun modal itu membuahkan hasil yang menggembirakan, jauh lebih besar dari modal awalnya. Benar, Semangat yang dimiliki Theresia Deka Putri luar biasa, ia menaruh kepercayaan pada kopi luwak yang akan memiliki peluang sukses kala itu.
Sebagai pembisnis muda yang menjadi panutan banyak orang, ia memulai bisnisnya dari nol. Sebelum membangun bisnis sendiri, Theresia bekerja sebagai tenaga pemasaran teh dan kopi eceran. Dan pada tahun 2007 ia merealisasikan tekadnya untuk berbisnis di bidang kopi, khususnya kopi luwak.
Saat itu, ia menaruh harap pada target pasar yang ia kejar yaitu para calon pembeli yang memiliki kantong tebal dan doyan kopi premium.
Awalnya, Theresia Deka Putri mengkaji berbagai hal tentang kopi luwak; kemudian ia pelajari dan juga praktik langsung setelahnya. Theresia Deka Putri memulai usahanya melalui CV. Karya Semesta. Dan hingga saat ini perusahaanya telah memproduksi 3 merek kopi. Saat itu tahun 2008, theresia dan timnya membuat usaha pengolahan kopi sederhana. Sangat sederhana, bahkan proses penggilingannya saat itu dipercayakan pada tempat-tempat yang menawarkan jasa penggilingan.
Pernah sekali waktu Theresia berfikir untuk memproduksi kopi sendiri, dan melepas supplyer-nya. Dia memiliki keinginan untuk punya kebun sendiri. Keinginan memiliki luwak sendiri juga ada. Dan kenyataanpun akhirnya mengantarkan Theresia Deka Putri untuk memiliki kebun sendiri.
Kebun tersebut selebar empat hektar. Namun karena kebutuhan semakin meningkat, Theresia tak jadi melepaskan supplyer-nya. Theresia juga mengembangkan kemitraan dengan beberapa petani kopi di Bondowoso serta Malang. Selain karena kebutuhan permintaan kopi semakin meningkat, ia tetap menjual produk dari supliyer sebagai upaya untuk memberikan variasi produk pada konsumen.
Theresia pernah kuliah di jurusan Manajemen, tak heran jika manajemen pengelolaan bisnisnya begitu apik dan matang. Tak butuh waktu lama, hanya selang beberapa tahun setelah memproduksi serta menjual produk kopi luwak sendiri, Theresia berhasil mendapatkan omset Rp. 1 miliar pertamanya pada tahun 2011. Dan 2013 lalu, ia mampu memenuhi 90% omzet Rp 1,6 miliar yang tengah dipatoknya.
Sebagai seorang pengusaha UMKM, Theresia dikategorikan sangat sukses di bidangnya. Salah satu kunci keberhasilan usahanya adalah segementasi ketiga produk miliknya. Kopi Gajah Hitam lebih disenangi oleh kalangan menengah bawah alias dari warung ke warung. Sedangkan merek lainnya, Kopi Luwak Lanang juga Kopi Luwak Landep menjadi produk kopi andalan, segmentasinya didasarkan pada penikmat kopi menengah atas. Bahkan, Kopi Luwak Lanang selalu habis dipesan orang dari luar negeri.
Luwak Lanang sejatinya adalah produk premium yang berasal dari fermentasi biji kopi yang dihasilkan oleh luwak jantan. Karena luwak jantan dapat mengeluarkan enzim jauh lebih kuat dari betinanya, maka aroma yang keluar adalah aroma khas.
Demikian juga dengan Lanang Landep, kekhasan kopi ini adalah penggunaan biji-biji kopi tunggal atau biji kopi lanang yang dikenal juga dengan pearl berry. Biji-biji kopi itu kemudian disortir secara selektif. Kopi Luwak Lanang tersebut dapat menghabiskan 1,6 ton biji kopi untuk diproduksi. Semakin hari permintaanpun semakin bertambah, bahkan setiap bulan, ia bisa memproduksi berton-ton biji kopi untuk dikemas sendiri. Sedangkan untuk produk andalan Luwak Lanang bisa dihasilkan sebanyak 1,6 ton biji kopi per harinya.
Theresia melakoni berbagai strategi untuk menyukseskan bisnis kopinya, iapun sering mengikuti pameran-pameran. Bahkan ia berinovasi dengan membuat minuman the, dan bahkan ia telah memiliki merek tersendiri untuk the herbal ini. Selain itu, dia juga menciptakan kemasan yang semenarik mungkin untuk memikat pelanggan. Bahkan ia telah memiliki alat-alat untuk membuat kemasan sendiri.
Ia percaya bahwa relasi yang kuat dapat diandalkan untuk memastikan kekuatan mereknya. Hingga kini, merek dagang kopinya bisa ditemukan di Jakarta, Bali, dan Makasar sebagai pasar lokal. Sedangkan pasar luar negeri, merek dagang kopinya sudah masuk ke Taiwan, Korea Selatan, China, Jepang, Thailand, Malaysia hingga Polandia dan juga Inggris. Sedemikian suksesnya hingga Theresia Deka Putri Pengusaha Sukses di Bidang Kopi mendapatkan penghargaan dari Kementrian Koperasi Usaha Kecil Menengah (UMKM).

·       Nicholas Kurniawan
Usianya baru 21 tahun, tetapi bisa membayar biaya kuliah dan membeli mobil sendiri. Itulah Nicholas Kurniawan, anak muda pengusaha ikan hias yang saat ini masih duduk di semester 7 STIE Prasetiya Mulya.
Kalau menelusuri kisah hidupnya, mungkin akan terkesan sedikit ‘drama’. Nicholas sejak kecil mengamati bahwa keterbatasan finansial kerap menjadi sumber masalah di keluarganya. Orangtuanya dengan penghasilan terbatas berusaha keras membiayai sekolah Nicholas dan saudaranya. Situasi itu memaksanya berjualan sejak kelas 2 SD.
Turning point hidup Nicho terjadi saat ia berusia 17 tahun, ketika duduk di kelas 2 SMA Kolese Kanisius. Seorang teman memberi Nicho sepaket ikan Garra Rufa yang biasa bermanfaat untuk terapi. Karena merasa tidak membutuhkan ikan tersebut, Nicho mencoba menjualnya di Forum Jual-Beli Kaskus. Saat itu ia belum familiar dengan kegiatan jual-beli online. Tanpa disangka, dalam waktu singkat banyak yang berminat membeli. Kejadian itulah yang bagi Nicho bagaikan “musim semi setelah musim dingin yang panjang”.
Nicho pun mempelajari seluk-beluk ikan Garra Rufa, dan mulai menghasilkan 2-3 juta rupiah setiap bulan, sebelum kemudian mulai menjual berbagai jenis ikan hias. Awalnya, karena keterbatasan modal, Nicho hanya menjadi perantara. Lama-kelamaan, ia mulai menjual produk ikan hias sendiri, berbekal tiga buah ponsel Blackberry untuk membangun hubungan dengan customer-nya. Dari ilmu yang ia dapatkan di perkuliahan, ia juga mengembangkan bisnisnya yang semula hanya “berdagang” menjadi sebuah brand bernama Venus Aquatics.
Kita seringkali mendengar kisah pedagang sukses yang merasa perlu mengenyam pendidikan. Nicho punya pandangan sendiri mengenai ini. Walaupun Venus Aquatics telah memberikannya omset lebih ratusan juta rupiah per bulan, ia merasa harus lebih banyak mendalami konsep-konsep bisnis untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Bersama teman-temannya di kampus, Nicho sedang sibuk mengembangkan Synergy Entrepreneur Academy, suatu inisiasi yang memberikan workshop start-up business bagi siswa SMA. Ia juga merupakan salah satu inisiator Prasetiya Mulya Property Club, kegiatan mahasiswa yang mempelajari seluk-beluk bisnis properti.

·       Hamzah Izzulhaq
Hamzah sudah belajar berbisnis mulai usia dini pada waktu kelas 5 SD dengan menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan,dan berbagai macam permainan yang disukai anak-anak.
 Mulai beranjak dewasa padawaktu masuk jenjang SMA Hamzah mulaiberbisnis dalam bidang pulsa dan buku – buku dengan melobi pamannya yang mempunyai Toko buku yang besar Hamzah mulai menjadi DistributorBuku dengan diskon 30 % dari pamannya. Buku tersebut dijualkan kepadaadik kelas dan kakak kelasnya dengan diskon 10% sehingga dia meraup keuntungan 20% setiap bukunya. Dari itu semua hamzah mengantongi Rp 950 ribu.
Uang jerih payah dari hasil penjualan pulsa dan keuntungan buku kemudian ditabungnya. Sebagian dipakai untuk membuka konter pulsa dimana bagian operasional diserahkan kepada teman SMP-nya sementara Hamzah hanya menaruh modal saja. Sayangnya, bisnis itu tak berjalan lancar. Omzet yang didapat sering kali dipakai tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah. Voucher pulsapun juga sering dikonsumsi secara pribadi. Dengan kerugian yang diteriman, Hamzah akhirnya memutuskan untuk menutup usaha yang hanya berjalan selama kurang lebih 3 bulan itu.
Hamzah tidak putus asa dan kembali lagi merenungi kesalahannya dan membaca biografi pengusaha-pengusaha besar tak lama kemudian ia berjualan snack-snck rotidan meraup keuntungan 5 jutaan dan setelah itu ia ketemu dengan mitra bisnis yang menjual franchise bimbel seharga 175 juta tetapi hamzah tidak punya uang sebesar itu kemudian di harus pinjam ayahnya yang sebagai dosen tetapi ayahnya hanya meminjami uang 70 juta yang semestinya untuk dibelikan mobil.
Hamzah melobi untuk membayar 75 juta dulu sisanya yang 100 juta untuk dicicil. Di bisnis bimbel ini peruntungan Hamzah tiba. Seiring dengan lulusnya  Hamzah dari SMA, Hamzah sudah memegang 3 lisensi franchise, jumlah siswa yang diatas 200 orang, omzet 360 juta per semester, dengan untung  bersih 180 juta per semester.
Merasa bisnis bimbelnya sudah mulai stabil dan bisa didelegasikan. Hamzah melirik bisnis sofabed.
Sebuah perusahaan sofabed yang sudah jalan tiga bulan dia beli dan dia kembangkan. Perkembangannya yang cukup pesat membuat Hamzah bisa mengantongi omzet 160 juta perbulan.

oleh: Andhiyah Tsabitah (dhiyahT) - Psikologi Mercu Buana 2015

MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA

Mengenali hingga memilih peluang usaha yang tepat
Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tapi prospenya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Salahs atu alat untuk mengukur semua hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan oleh usahawan sebagai penilaian awal dan pemberian informasi penting, yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strengths, weaknees, opportunities, and threats).  Atau yang kebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT. Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam penerapan analisis SWOT.
  • Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-suber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.
Contoh : lokasi dekat kampus atau mall data dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dst..
  • Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertent.
Contoh : sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, jika sama sekali tidak mengerti keterampilan dalam mengaplikasikan computer.
  • Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
Contoh : membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin dilingkungan perkantoran dll..
  • Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang beresiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita .
Contoh : investasi saham. Dimana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain di pasar yang pelakunya sudah sangat banyak.







Cara memulai bisnis

  1. Memulai bisnis yang baru
Memulai bisnis baru sering kali sering kali merupakan pilihan yang paling menarik bagi para pemula. Modal awal tidak terlalu besar dan terdapat kepuasan memulai suatu usaha sendiri. Tetapi harus dipahami bahwa mengelola bisnis baru memerlukan alokasi waktu, tenaga dan pikiran sepenuhnya, disamping membutuhkan keahlian khusus , resiko tinggi yang dihadapi, dan kerugian atau pendapatan yang rendah pada tahap-tahap awal.

  1. Membeli bisnis yang sudah ada
Alternative lain yang dipilih adalah dengan membeli usaha yang sudah ada. Hal ini menawarkan keuntungan dari pelanggan yang sudah ada tanpa menambah kompetisi. Penghasilan diperoleh lebih cepat dan pembiayaan lebih mudah, tetapi anda harus membayar lebih usaha yang sudah ada.

  1. Mengembangkan bisnis yang sudah ada
Pilihan ini terjadi karena pengusaha atau wirausahawan tersebut melakukan pengembangan usaha yang sudah ada sebelumnya, baik berupa unit baru atau berupa cabang maupun penambahan kapasitas uasha yang lebih besar.

  1. Memilih usaha franchise
Waralaba(franchise) adalah suatu bentuk kerjasama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba).

Bidang usaha dan jenis-jenis badan usaha

  1. Usaha dibidang makanan atau kuliner
  2. Usaha pakaian dan perhiasan
  3. Usaha yang terkait dengan tempat tinggal
  4. Usaha pendidikan
  5. Usaha yang terkait dengan rekreasi
  6. Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha

Juni 15, 2016

Juni 12, 2016

Mengenali Peluang dan Memilih Jenis Usaha

Cara menemukan peluang usaha
1.      Tanyakan pada diri Anda, keterampilan apa yang Anda miliki
2.      Pikirkan apa yang lagi ngetrend saat ini yang dapat menjadi  peluang bisnis.

Juni 10, 2016

Kisah Pemuda yang Sukses

Oleh: Denna Lerisha

1. Kopi Luwak Lanang
Putri (25) adalah seorang pengusaha kopi yang sangat sukses. Ia memulai bisnis sejak ia duduk di bangku SMP. Ia pernah menjual sepatu, fashion,dll. Ia tidak malu ketika ia jualan baju atau tas tetapi ia malu ketika dia SMA ia sempat diejek oleh temannya karena menjual pisang goreng.

Mengenali Peluang dan Memilih Jenis Usaha

Oleh : Nanda Mucika Anjelia

                Sebelum memilih untuk menjadi seorang wirausaha seseorang harus terlebih dahulu mengenali peluang usaha apa yang sekiranya menguntungkan dan seorang calon pengusaha juga harus mengetahui jenis usaha yang ingin ia kelola dan jenis usaha apa yng cocok dengan dirinya.

Juni 09, 2016

Cara Mengenali Peluang dan Memilih Jenis Usaha

 Cara mengenali peluang dan cara memilih jenis usaha dengan benar

Mengenali hingga memilih peluang usaha yang tepat. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk menerapkannya.

Juni 07, 2016

Mengenali peluang dan Memilih Jenis usaha


Kita harus jeli melihat setiap peluang yang muncul di sekitar kita dan tidak perlu binggung mencari ide untuk dijadikan peluang,karena ide atau gagasan ada dimana pun. Ada banyak sekali peluang bisnis jika kita tahu bagaimana dan dimana menemukannya, yang mungkin saja sudah ada dalam diri kita atau bahkan sudah ada didepan mata.
Agar ide-ide potensial mejadi peluang bisnis yang rill,maka wirausahawan harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan gagasan atau ide disebut screening, yang merupkan suatu cara terbaik  untuk menungankan ide potensial menjadi barang dan jasa rill
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kbutuhan dan keinginan,selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal :
  •          Mengenali kebutuhan pasar
  •          Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran
  •          Memadukan bisnis-bisnis yang ada
  •          Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
  •          Mewaspadai segala kemukinan yang awalnya terlihat sepele,yang ternyata              setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
  •          Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)

Mengenali peluang dan memilih jenis usaha

Mengenali peluang dan memilih jenis usaha

oleh Nila Rose Rosyada 

Dunia ini penuh dengan peluang dan tantangan, bahkan Tuhan pun telah mengingatkan kepada umat manusia bahwa di dalam masalah atau tantangan yang kita hadapi maka di situ pula sebenarnya ada kemudahan atau peluang untuk mencapai kesuksesan. Permasalahannya adalah apakah kita dapat memandang suatu tantangan sebagai peluang bisnis yang harus dikejar atau justru sebagai suatu masalah yang harus dihindari.
 Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.
  1. Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
  2. Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan computer.
  3. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin dilingkungan perkantoran, dan lain-lain.
  4. Melihat  ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal:
  1. Mengenali kebutuhan pasar
  2. Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran
  3. Memadukan bisnis-bisnis yang ada
  4. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
  5. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
  6. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)
Cara Memulai Bisnis

Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut:
  1. Memulai Bisnis Baru
Memulai bisnis baru merupakan pilihan yang paling menarik bagi para pemula. Terdapat tiga bentuk usaha yang bias dirintis oleh Anda, yaitu:
a.       Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri.
b.      Persekutuan (Partnership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
c.       Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan usaha dengan modal berupa saham.
  1. Membeli Bisnis yang Sudah Ada
Membeli perusahaan yang telah didirikan dan dikelola oleh orang lain dengan nama (goodwill)dan organisasi usaha yang sudah ada.
  1. Mengembangkan Bisnis yang Sudah Ada
Mengembangkan bisnis yang sudah ada biasanya terjadi pada perusahaan keluarga.
  1. Memilih usaha franchise
Waralaba (franchise) adalah suatu bentuk usaha kerja sama antara pewaralaba (franchisor) dengan terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha.


Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha

Sebuah mimpi akan tetap menjadi mimpi jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Mimpi boleh saja besar, tetapi anda harus bisa memulainya sekarang mulai dari skala kecil. Dari tindakan kecil ini, anda bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki tindakan yang berikutnya, sehingga akhirnya seluruh mimpi bisa terwujud.


Berikut ada beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah.
  1. Usaha di bidang makanan atau kuliner
  2. Usaha pakaian dan perhiasan
  3. Usaha yang terkait dengan tempat tinggal
  4. Usaha pendidikan
  5. Usaha yang terkait dengan rekreasi
  6. Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Dibawah ini beberapa bentuk badan hokum usaha di Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling tepat:

  1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perorangan merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang.

  1. Persekutuan
Bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.

  1. Perseroan
Perseroan merupakan organisasi bisnis yang berbentuk badan hokum, dimana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.

  1. Koperasi
Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggotakan orang-orang atau badan hokum, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Daftar Pustaka
Nugroho, Arissetyanto. 2008 Membangun usaha sukses sejak usia muda. Jakarta:Selemba Empat.

Melihat Peluang dalam Memilih Usaha untuk Mewudujkan Usaha yang Makmur



 


            Dalam berusaha kita harus dapat memelihat dan merancang strategi untuk membangun usaha yang sukses dan makmur. Melihat peluang dan kesempatan dalam berusaha sangat dibutuhkan bagi pemula usaha. Pemula harus pintar dalam melihat peluang dan kesempatan dalam berusaha sehingga dapat tepat untuk memilih jenis usaha apa yang ingin di kembangkan dalam usaha. Sebab itu lah kita akan membahas bagaimana si melihat peluang kesempatan dalam memilih usaha sehingga dapat mengembangkan usaha yang sukses.

1. Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Dalam hal ini banyak pengusaha yang mengawali usaha nya dalam situasi yang serba sulit, menghadapi kondisi yang tidak pasti dan banyak mengawali usaha yang berlangsung hingga bangkrut . hal ini membuat usahawan memiliki strategi dalam penilaian awal dan pemberian informasi penting,yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan,peluang, dan ancaman (strengths, weaknesses, opportunities, threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT. Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalammenerapkan analisis SWOT:

a. melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat,mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.

b. Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidakmemaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu.

c. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.

d. Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi , memiliki siklus hidupyang pendek,dan tidak terukur.

Dengan hal ini banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih ada peluang yang dapat kita manfaatkan degan cara:

 
1. Mengenali kebutuhan pasar.
 2. Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
 3. Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
 4. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi.
 5. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata
     setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
 6. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru(tidak baku).

2. Cara Memulai Bisnis

Istilah banyak jalan menuju roma dapat di terapkan dalam usaha degan begitu pula cara seseorang menjadi wirausahawan yang dapat dimulai dari mana saja, kapan saja, baik dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain maupun bekerja sama dengan oranglain. Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha),yang dapat dilakukannya sendiri maupun bersama teman-teman,adalah sebagai berikut :

• Memulai bisnis baru.
• Membeli bisnis yang sudah ada.
• Mengembangkan bisnis yang sudah ada.
• Memilih usaha franchise.

3. Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha

Sangat memang diperlukan perjuangan dan ketekunan dalam menerjemahkan mimpi besar ke
dalam tindakan nyata. Karna jika tidak adanya hal itu dapat membuat usaha kita sia-sia. Karna adanya ketekunan dan mimpi besar sudah banyak yang meraih sukses dengan memulai dari yang kecil. Beberapa bidang contoh usaha yang menjadipilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah:

• Uasah dibidang makanan atau kuliner.
• Usaha pakaian atau perhiasan.
• Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.
• Usaha pendidikan.
• Usaha yang terkait dengan rekreasi.
• Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalakan usaha.

Nah dari usaha diatas dapat memilih jenis usaha apa yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan seperti :

a. pertanian, meliputi usaha pertanian, kehutanan,periklanan, dan agrobisnis.
b. Pertambangan, melliputi usaha seperti galian pasir,tanah, batu, dan batu bata.
c. Pabrikasi, meliputi usaha industri perakitan dan sintetis.
d. Konstruksi,meliputi usaha konstruksi bangunan,jembatan, perairan, dan jalan raya.
e. Perdagangan, meliputi usaha perdagangan kecil.
f. Jasa keuangan, meliputi usaha perbankan, asuransi dan koperasi.
g. Jas perorangan, meliputi uasaha pangkas rambut.
h. Jasa pendidikan, meliputi membuka lembaga pelatihan atau kursus-kursus.
i. Jasa transportasi, meliputi pengangkutan.
j. Jasa pariwisata, meliputi jasa biroperjalanan, pramuwisata.


Sumber
Suharyadi, dkk. 2006. Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Salemba Empat: Jakarta

Juni 06, 2016

Memilih peluang usaha yang tepat



Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Pada artikel kali ini kita akan belajar memilih usaha sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai atau kita mempunyai kompetensi dalam bidang usaha yang akan kita geluti. Hal tersebut dapat membuat kita terhindar atau paling tidak menekan sekecil mungkin adanya  kerugian yang dapat menghabiskan modal yang dimiliki. Rencana usaha tidak harus muluk-muluk, cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita.

1.    Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
2.    Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu.
3.    Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus.
4.    Melihat  ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.

Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita mengenali kebutuhan pasar

1.    Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran
2.    Memadukan bisnis-bisnis yang ada
3.    Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi

Dalam memilih peluang usaha yang tepat juga menurut saya harus mengikut trend yang ada. Jika mengikut trend yang ada barang atau hal yang akan kita jual juga dapat menarik pasar hal layak.

Sekian blog saya kali ini yang membahas tentang memilih peluang usaha yang tepat. Semoga bermanfaat bagi kita semua dalam uapaya menjadi pengusaha muda.