Tampilkan postingan dengan label @Proyek-J04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek-J04. Tampilkan semua postingan

April 06, 2018

MENGENALI MACAM BERBISNIS

LUTVIYANTI  TAMARA
@J14-Lutviyanti
@Startup-J09
@Proyek-J04


ABSTRAK
Mengenali macam-macam berbisnis dan keunggulan bisnis konvensional & e-commerce.

Kata Kunci: Bisnis, E-Commerce, Konvensial

Maret 28, 2018

MODEL BISNIS JITU PENGANTAR SUKSES



@J01-Yuli, @J02-Endra, @J03-Oky, @Startup-J01, @Proyek-J04

ABSTRAK
Artikel ini bertujuan untuk menunjukan bahwa dalam memulai sebuah usaha diperlukan model usaha yang cocok dengan konsep usaha yang kita inginkan karena tidak semua model usaha dapat menyalurkan ide-ide yang ingin kita terapkan dalam berwirausaha.

Bisnis Membuahkan Hasil



ABSTRAK

Artikel ini di buat  karena Dari kebiasaan menjadi hasil,tentunya sudah tak lazim lagi buat setiap orang yang selalu berwirausaha dengan usahanya sendiri tapi bukan dari kebiasaannya,tapi bagaimana dengan orang yang berwirausaha melalui kebiasaannya? Dalam pembahasan kali ini diangkat kebiasaan-kebisaan yang diungkit menjadi usaha, dan di dalamnya terdapat hak cipta dari usaha yang dibuatnya.

Kata kunci :  kebiasaan mencoba menjadi hasil yang memuaskan untuk berbisnis

KONVENSIONAL vs E-COMMERCE


ABSTRAK
Electronic Commerce atau disingkat E-Commerce, istilah ini biasanya selalu dihubungkan dengan jual-beli online atau transaksi yang melibatkan penjualan dan pembelian produk maupun jasa melalui internet.

Maret 27, 2018

BISNIS SEJAK DINI ? SIAPA TAKUT!

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta memotivasi bagaimana cara menjadi mahasiswa berani berbisnis sejak dini.

Kata kunci : Mahasiswa, Berani, Bisnis dan Peluang

Berbisnis Dengan Berbagai Ragam Cara



 




BERBISNIS DENGAN BERBAGAI RAGAM CARA
Nabila Maula, Armeta Milasari, Amelia
@J10, @J23, @J24
@Proyek-J04


Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri untuk membuka usaha dengan berbagai ragam cara yang bisa dilakukan oleh para pemula.

A.   Pendahuluan
1.   Latar belakang
               Seiring dengan kemajuan peradaban dan modernisasi yang terus berubah, tentunya sebagai seorang entrepreneur kita perlu memikirkan cara-cara lain agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup, mengikuti lifestyle yang terjadi  atau setidaknya bertahan pada kemajuan zaman yang terus berubah Untuk itu, diperlukan sebuah strategi yang tepat dan solutif bagi permasalahan tersebut.
kategori bisnis yang umum dan ada sekarang adalah bisnis konvensional. "Apa sih bisnis konvensional itu? Kok terdengar kuno, ya?" Ya, emang gitu kok! Disebut bisnis konvensional karena bisnis dalam kategori ini sudah ada sejak dulu, dan secara umum dilakukan oleh kebanyakan orang-orang di dunia ini. Buka toko kelontong, warung, restoran, cafe, toko komputer, pulsa, warnet, wartel, bisnis pertambangan, dll, adalah sedikit contoh dari bisnis konvensional.
Usaha kecil-kecilan ini banyak sekali macam nya, dapat dijalankan dimana saja, dan oleh siapa saja. Banyak sekali keuntungan dari memiliki usaha kecil-kecilan ini. Antara lain adalah keuntungan bagi seseorang yang ingin menambah uang saku bagi pelajar, dapat membantu ekonomi keluarga untuk ibu rumah tangga, untuk sampingan, dan lain sebagainya. Seperti yang dapat dilihat, usaha kecil-kecilan ini dapat dijalankan oleh siapa pun. Baik oleh golongan remaja, maupun ibu rumah tangga.
Dari beberapa jenis usaha kecil-kecilan yang dapat dijalankan, biasanya yang paling diminati adalah jenis usaha kecil-kecilan yang menguntungkan, yang menjanjikan, serta yang laris dan cocok untuk pemula.

Definisi Usaha Kecil-Kecilan

Usaha kecil-kecilan memiliki pengertian yaitu jenis usaha yang memiliki jumlah pekerja kurang atau tidak lebih dari 50 orang. Usaha kecil-kecilan merupakan usaha milik perseorangan, bukan milik suatu badan atau sebuah organisasi yang besar. Perusahaan perseorangan ini dipimpin oleh satu pemilik tunggal atau individu yang mengatur perusahaan secara mandiri dan berhak atas keputusan-keputusan yang diambil dalam bisnis tersebut. Bisnis ini pada umumnya mencakup usaha dagang atau memulai dengan skala satu bisnis yang kecil. Modal untuk memulai bisnis kecil-kecilan ini juga hanya dari satu orang saja. Sehingga terdapat kebebasan bagi siapa saja yang ingin membuka usaha kecil-kecilan. Peluang ini terbuka bebas, dapat berkembang, serta tidak ada batasan apapun untuk mendirikannya.
Seluruh keuntungan perusahaan perseorangan tentu menjadi milik mutlak pelaku bisnis tersebut. Namun, tentu saja tanggung jawab atas semua kewajiban pembayaran perusahaan dan hutang perusahaan juga menjadi tanggung jawab pelaku bisnis perseorangan tersebut.
Selain kelebihan dan kekurangan mengenai usaha kecil-kecilan atau jenis perusahaan perseorangan, menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 yang dimaksud dengan usaha kecil adalah jenis usaha yang memiliki keuntungan bersih paling banyak sebesar Rp. 200.000.000,00 dimana jumlah tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan. Kemudian yang termasuk ke dalam usaha kecil-kecilan adalah jenis usaha yang memiliki penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00.

Kriteria Usaha Kecil-Kecilan

Kriteria dari jenis usaha kecil-kecilan ini adalah jenis usaha yang memiliki modal yang minim atau bahkan dapat dimulai tanpa modal sekalipun. Jenis usaha kecil-kecilan ini paling cocok dilakukan untuk pemula bisnis yang pada umumnya tidak atau belum memiliki keahlian khusus. Kriteria lain dari usaha kecil-kecilan adalah tidak membutuhkan banyak pegawai serta tidak harus memiliki badan usaha.
Kriteria lain dari usaha kecil-kecilan adalah jenis usaha ini ditujukan untuk usaha kecil-kecilan yang tidak memiliki tempat permanen layaknya toko dan restoran. Sehingga apabila tidak memiliki tempat berjualan permanen, keuntungan yang dapat diperoleh adalah untuk berjualan maka usaha Anda terbebas dari pajak. Untuk Usaha Kecil-Kecilan yang tidak memiliki tempat permanen layaknya toko dan restoran untuk berjualan maka usaha Anda terbebas dari pajak

Contoh Ide Usaha Kecil-Kecilan


Berikut ini terdapat beberapa contoh ide jenis usaha kecil-kecilan yang dapat dijalankan baik oleh golongan anak muda atau remaja, atau untuk ibu rumah tangga, sampai dengan jenis usaha kecil-kecilan musiman. Ide-ide jenis usaha tersebut adalah sebagai berikut :

Usaha kecil-kecilan yang cocok untuk pelajar / mahasiswa.

Sebagai pelajar tentu pendidikan dan pelatihan untuk berentrepreneur lebih dini adalah hal yang lebih baik. Selain dapat melatih sikap dan sifat menjadi seorang entrepreneur, memiliki usaha kecil-kecilan pada saat menjadi pelajar atau mahasiswa juga dapat memberikan keuntungan seperti tambahan uang saku. Ide bisnis kecil-kecilan yang cocok bagi pelajar atau mahasiswa antara lain adalah :
·         Usaha Dropship / Toko Online. Selain tidak memerlukan tempat permanen, usaha ini juga dapat dilakukan disela-sela waktu istirahat sekolah dan kuliah karena bisnis online waktunya lebih fleksibel.
·         Bisnis Pulsa. Dengan bisnis ini, target pasar sudah jelas dan nyata ada, yaitu teman-teman pelajar dan mahasiswa atau bahkan guru dan dosen.
·         Usaha Foto Copy. Usaha ini adalah usaha yang paling dicari oleh pelajar dan mahasiswa serta paling laris dan tidak pernah sepi. Karena tugas pelajar dan mahasiswa pasti membutuhkan jasa foto copy.
·         Franchise Minuman / Jus Buah. Ikut membeli dan membuka franchise minuman memiliki keuntungan target pasar yang jelas dan keuntungan yang menjanjikan.

Usaha Kecil-kecilan yang cocok untuk ibu rumah tangga.

Menjadi ibu rumah tangga, tidak serta merta terkurung dari kreatifitas dan aktifitas berentrepreneurship. Memiliki usaha kecil-kecilan yang dapat dilakukan dirumah, selain dapat membantu perekonomian keluarga, juga dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu luang. Ide usaha tersebut antara lain adalah :
·         Usaha Warung Kopi. Memiliki usaha sampingan ini tidak terlalu membuat kuwalahan serta tidak perlu mencari lokasi permanen untuk berjualan, yaitu cukup membuka warung di depan rumah.
·         Usaha Gorengan. Selain tidak menyita cukup banyak waktu, jenis usaha ini juga dapat memberikan keuntungan yang lumayan baik bagi ibu rumah tangga.
·         Usaha Laundry. Karena jenis jasa ini banyak dicarai oleh orang lain, maka tidak ada salahnya membuka usaha laundry. Modal yang diperlukan pada awalnya adalah pembelian mesin cuci dan kemudian hanya masalah perawatan dan operasionalnya saja.
·         Usaha Catering. Jenis usaha ini paling cocok bagi ibu rumah tangga yang memiliki hobi memasak. Karena selain hobi dapat tersalurkan, memiliki usaha katering juga dapat memberikan keuntungan yang cukup besar.

Usaha Kecil-kecilan yang menjanjikan di desa/kampung

Jika tinggal di daerah pedesaan/kampung dan bukannya di daerah perkotaan, tidak serta merta menutup kemungkinan untuk membuka usaha kecil-kecilan. Beberapa ide jenis usaha kecil-kecilan yang dapat dilakukan antara lain adalah :
·         Usaha cetak foto. Di daerah desa, jenis jasa ini masih laris dan masih banyak dicari oleh orang lain. Sehingga jenis usaha ini dapat coba dilakukan.
·         Usaha warnet. Pada saat ini, semua orang memerlukan internet. Bagi orang yang tinggal di pedesaan, tentu masih sedikit susah mendapatkan signal dan wifi gratis seperti di perkotaan. Maka warnet adalah solusi yang tepat bagi penduduk di daerah pedesaan tersebut.
·         Usaha ternak. Di daerah pedesaan, lahan untuk menggembala ternak dan mendirikan kandang masih luas. Sehingga tidak akan cemas hewan ternak akan kekurangan makan rumput dan kandang yang sempit.

Usaha kecil-kecilan yang laris di pasar.

Jika ingin berjualan di pasar, maka memiliki usaha kecil-kecilan adalah hal yang paling tepat. Karena pasar adalah tempat berkumpulnya penjual berbagai macam hal dan pembeli akan datang dengan sendiri menacari barang yang dibutuhkannya. beberapa ide bisnis kecil-kecilan untuk berjualan di pasar antara lain adalah sebagai berikut :
·         Usaha Sembako. Usaha sembako tidak pernah sepi dari pengunjung. Karena pada dasarnya semua orang memerlukan sembako sebagai kebutuhan pokok hidup. Sehingga usaha ini dipastikan akan selalu laris manis hingga tahun-tahun mendatang.
·         Bisnis Frozen Food. Tawaran lain yang dapat menajdi pilihan jenis makanan yang dapat dijual dipasar adalah makanan beku. Keuntungan dari makanan ini selain tahan lama adalah waktu penyajiannya yang cepat yaitu cukup dengan dikukus maupun digoreng. Tidak heran banyak orang yang mencari jenis makanan beku ini. Alternatif yang baik untuk mendapatkan banyak pembeli adalah dengan menjual frozen food dengan kualitas yang baik, tanpa pengawet, MSG, dan bahan-bahan berbahaya lainnya.

 

Usaha Musiman.

Jenis usaha yang biasanya terjadi secara musiman atau waktu-waktu tertentu adalah jenis-jenis usaha yang menyesuaikan dengan kejadian yang akan atau sedang berlangsung. Contohnya antara lain adalah sebagai berikut :
·         Usaha Kue Kering. Usaha ini biasanya menyesuaikan dengan Hari Raya agama-agama tertentu seperti untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim.
·         Parcel / Souvenir. Parcel biasanya juga banyak dicari sebagai bingkisan Lebaran bagi umat Islam, atau parcel untuk bayi yang baru lahir, menjenguk orang yang sakit, dan lain sebagainya.
·         Assesoris Natal. Menjelang Natal, pasti banyak orang yang berburu pernak-pernik untuk menghias Pohon Natal dan persiapan Natal yang lainnya. Maka dari itu, aksesoris Natal sangat laris pada saat menyambut perayaan Natal.
·         Usaha Kembang Api. Kembang api identik dengan perayaan, baik untuk perayaan Hari Raya, perayaan sebuah event atau acara seperti acara konser, dan yang paling besar adalah perayaan Tahun Baru.
·         Travel dan Tour Guide. Jenis usaha ini menawarkan service berupa pelayanan jasa. Dengan kepercayaan atas service yang baik, maka pelanggan akan kembali datang menggunakan jasa tour travel tersebut. Penggunaan jasa ini biasanya lebih banyak pada musim-musim liburan sekolah, libur weekend, maupun cuti bersam
Resiko Umum pada Usaha Kecil
Selain memiliki berbagai keuntungan, memiliki usaha kecil-kecilan juga tidak terlepas dari resiko usaha. Berikut ini merupakan beberapa jenis resiko yang umum terjadi pada usaha kecil-kecilan :
1.     Jalannya bisnis sangat dipengaruhi oleh efektifitas pemilik. Jika pemilik tidak bersungguh-sungguh dan bermalas-malasan pada bisnisnya, maka usaha tersebut juga tidak akan berjalan.
2.     Modal usaha terbatas. Karena terbatas hanya pada satu orang, maka modal usaha pun semakin terbatas.
3.     Lokasi biasanya kurang menguntungkan. Pemilihan lokasi biasanya tergantung pula pada modal yang dimiliki, yaitu untuk biaya sewa toko dan lain sebagainya. Akibatnya, biasanya pemilihan lokasi menjadi kurang strategis.
4.     Kurang bisa mengatur persediaan barang. Kurangnya tenaga untuk mengawasi dan mengatur perputaran barang, biasanya akan berakibat ketidaktahuan dan pencatatan keluar masuk barang yang kurang sistematis.
5.     Umumnya tidak mengadakan pembukaan yang baik. Karena tergolong usaha kecil-kecilan, biasanya tidak menggunakan marketing yang besar pada saat pembukaan seperti yang dilakukan oleh perusahaan yang besar. Maka dari itu pelanggan biasanya kurang mengetahui keberadaan toko atau bahkan tidak tahu bahwa toko tersebut telah resmi dibuka.
6.     Kondisi keuangan usaha bercampur dengan keuangan pribadi pemilik. Usaha kecil-kecilan biasanya tidak terdapat pembagian perhitungan keuangan yang jelas. Bahkan lebih seringnya uang usaha bercampur dengan uang milik pribadi, dan begitu pula sebaliknya. Sebaiknya dilakukan pencatatan dan pembagian keuangan yang jelas agar uang pribadi tidak bercampur dengan keuangan usaha, serta supaya dapat dihitung keuntungan bersih dari usaha tersebut.

CONTOH PEMBISNIS SUKSES
Nicholas Kurniawan, sukses berbisnis ikan hias
Tak lengkap rasanya jika tak menyertakan pengusaha muda dalam tulisan ini. Adalah seorang bernama Nicholas, yang sudah menggeluti berbagai macam usaha kecil-kecilan. Mulai dari ikut MLM, asuransi, dan makanan hingga membuatnya nggak naik kelas saat duduk di bangku SMA. Kiprah Nicholas dalam berbisnis bukanlah tanpa alasan. Semua berawal dari kondisi keuangan keluarganya yang terpuruk dan terlilit utang.
Nicho, begitu ia akrab dipanggil merupakan pengusaha muda yang bergerak dalam jual-beli ikan hias. Awalnya, ia diberi sepaket ikan Garra Rufa oleh temannya. Ikan ini biasa digunakan oleh orang-orang untuk terapi. Karena ikan ini tak terlalu menarik perhatiannya, ia kemudian menjual ikan-ikan tersebut melalui FJB Kaskus.  Namun tak disangka, dalam hitungan jam ikan tersebut habis terjual. Dari situlah bisnis jual-beli ikan hias Nicho semakin berkembang, dengan omzet ratusan juta per bulan.

KESIMPULAN
Jadi, kita sebagai pemuda pemudi di zaman yang modern ini seharusnya bisa memanfaatkan peluang untuk berkarya dan bisnis melalui jejaring sosial (online) atau melihat peluang yang dapat memberikan lapangan pekerjaan , dan janagan takut bagi para pemula karna belajar dari kesalahan itu adalah sebuah pengalaman yang menuntut kejalan kesuksesan .

DAFTAR PUSTAKA

MARI MENGENAL BISNIS


@J08-Alifia (Alifia Ning Anggita)
@J09-Amanda (Amanda Afrilla)
@J18-Sacharissa (Sacharissa Alifa)
@J30-Resa (Resa Dara Yusita)
@proyek-J04, @Startup-J04, 




ABSTRAK

Di zaman sekarang ini tentu pengusaha harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usahanya termasuk dengan sistem atau cara pemasaran dan penjualannya sehingga konsumen dapat tertarik dengan produk tersebut.
Artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan secara empiris mengenai jenis bisnis dalam berwirausaha.

Kata Kunci: kreatif, inovatif, bisni, berwirausaha

MEMANFAATKAN PELUANG BISNIS

MEMANFAATKAN PELUANG BISNIS
Lutfiah Mawar Tina, Shella Sarahthifa
@J11, @J25
@Proyek-J04


Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan macam-macam model bisnis agar mahasiswa/i dapat memahami segala bentuk bisnis yang ada serta dapat mengetahui perbedaannya.
Kata kunci : Konvensional, Waralaba, e-commerce dan macam-macam bisnis

A.   Pendahuluan
1.   Latar belakang
Keadaan perekonomian Indonesia saat ini mendorong setiap individu atau masyarakat untuk terus menciptakan peluang usaha yang banyak dan kreatif. Setiap usaha yang dibangun dengan jalan individu atau bersama memberikan dampak yang baik secara pribadi maupun terhadap orang lain. Masyarakat bukan saja harus memenuhi kebutuhan primer sebagai kebutuhan pokok, namun juga dituntut untuk memenuhi kebutuhan sekunder, bahkan kebutuhan tersier juga diperlukan agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman.
 Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, telah menciptakan jenis-jenis dan peluang-peluang bisnis yang baru di mana transaksi-transaksi bisnis makin banyak dilakukan secara elektronika. Sehubungan dengan perkembangan teknologi informasi tersebut memungkinkan setiap orang dengan mudah melakukan perbuatan hukum seperti misalnya melakukan jual-beli. Perkembangan internet memang cepat dan memberi pengaruh signifikan dalam segala aspek kehidupan kita. Internet membantu kita sehingga dapat berinteraksi, berkomunikasi, bahkan melakukan perdagangan dengan orang dari segala penjuru dunia dengan murah, cepat dan mudah. beberapa tahun terakhir ini dengan begitu merebaknya media internet menyebabkan banyaknya perusahaan yang mulai mencoba menawarkan berbagai macam produknya dengan menggunakan media ini. Dan salah satu manfaat dari keberadaan internet adalah sebagai media promosi suatu produk. Suatu produk yang dionlinekan melalui internet dapat membawa keuntungan besar bagi pengusaha karena produknya di kenal di seluruh dunia.

2.   Kajian teori
a.     Pengertian Bisnis
·         Bisnis adalah usaha yang dijalankan yang tujuan utamanya adalah keuntungan.
       Kasmir dan Jakfar (2012,p7).
·   Bisnis adalah organisasi yang menyediakan barang atau jasa dengan maksud   
 mendapatkan laba. Grififin dan Ebert (2007,p4).

b.    Pengertian Globalisasi
Globalisasi menciptakan kondisi perubahan yang cepat, semua jalan perubahan dari revolusi cyber hingga liberalisasi perdagangan, homogenisasi barang-barang konsumsi dan jasa di seluruh dunia dan ekspor berorientasi pertumbuhan, semua merupakan komponen dari fenomena globalisasi (Hucysnki et al., 2002).

c.     Pengertian Sukses
§  Sukses adalah target bergerak. Saya tidak berpikir kita pernah mencapai hal itu, paling tidak dalam pikiran kita sendiri. Tapi aku tahu ini, jika Anda berpikir Anda telah mencapai keberhasilan terbesar Anda, Anda jelas akan memutuskan untuk berhenti memotivasi diri sendiri"  - Mike Michalowicz

Waralaba
Istilah waralaba atau dalam bahasa asing disebut dengan franchise asal katanya berasal dari Perancis Kuno yang memiliki arti ”bebas”. Sekitar abad pertengahan, pemerintah atau bangsawan di Inggris menggunakan istilah franchise untuk memberikan hak khusus seperti untuk mengoperasikan kapal feri atau berburu di tanah milik pemerintah atau bangsawan tersebut.
Franchise di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan waralaba. Kata waralaba sendiri berasal dari dua kata yaitu wara dan laba. Wara memiliki arti istimewa dan laba berarti keuntungan. Kata waralaba pertama kali diperkenalkan oleh LPPM (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Manajemen) sebagai padanan kata franchise.
Pengertian waralaba di Indonesia pun beragam, waralaba dapat dirumuskan sebagai suatu bentuk sinergi usaha yang ditawarkan oleh suatu perusahaan yang telah unggul dalam kinerja karena sumber daya berbasisi ilmu pengetahuan dan orientasi kewirausahaan yang cukup tinggi dengan tata kelola yang baik dan dapat dimanfaatkan oleh pihak lain dengan melakukan hubungan kontraktual untuk menjalankan bisnis di bawah format bisnisnya dengan imbalan yang telah disepakati (Bambang N Rahmadi, 2007:7).


Jenis-jenis Waralaba
Menurut Turf D. Brown dalam buku Handbook of Retailing yang terdapat dalam buku yang berjudul Franchise Pola Bisnis Spektakuler dalam Perspektif Hukum dan Ekonomi (Lindaty P Sewu, 2004:16) bisnis usaha waralaba terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:
a.     Waralaba Pekerjaan
Pada bentuk ini Penerima Waralaba (Franchisee) menjalankan usaha waralaba pekerjaan sebenarnya membeli dukungan untuk usahanya sendiri. Bentuk ini tidak memerlukan modal yang besar karena tidak menggunakan tempat dan perlengkapan. Dalam hal ini usaha yang ditawarkan adalah usaha di bidang jasa
b.    Waralaba Usaha                                                                                                                 
     Bentuk usaha waralaba ini adalah berupa toko eceran yang menyediakan barang dan jasa, atau restoran fast food. Waralaba ini memerlukan modal yang besar karena memerlukan tempat dan perlengkapan.
c.     Waralaba Investasi                                                                                            
   Pembeda waralaba investasi dengan yang lain adalah besarnya usaha, khususnya besarnya investasi yang dibutuhkan. Bentuk seperti ini biasanya adalah waralaba yang bergerak di bidang perhotelan.
Bisnis Konvensional
            Bisnis Konvensional atau yang lebih sering dikenak dengan bisnis offline adalah kegiatan atau transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan pembeli.

Kelebihan dalam bisnis konvensional :
1.    Pembeli langsung dapat melihat produk yang akan dibeli sehingga pembeli tidak merasa rahgu akan produk yang akan dibeli, pembeli juga dapat memilih produknya sendiri.
2.  Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dnengan penjual.
3.     Memiliki banyak stok sehingga apabila sewaktu-waktu pembeli ingin membeli produk, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk mendapatkan produk tersebut
4.     Terjamin, karena selain dapat melihat barang secara langsung, pembeli juga dapat mengetahui penjual secara langsung (face to face), sehingga tindakan penipuan minim terjadi.
Kekurangan dalam bisnis konvensional :
1.   Lingkup pemasarannya terbatas, jika ingin memperluas lingkup pemasaran, maka harus membuka cabang di berbagai daerah.
2.   Membutuhkan modal yang cukup besar karena biasanya bisnis konvensional memerlukan tempat untuk memasarkan produknya.
3.   Memerlukan banyak stok, ini juga berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkan sehingga modal menjadi bertambah.
4.   Apabila pembeli ingin membeli barang, maka harus pergi ke toko tempat dijualnya barang tersebut.
E-Commerce
Gedung Putih pada bulan Juli tahun 1997 mendeklarasikan telah terjadinya sebuah revolusi industri baru yang akan berdampak pada stabilitas ekonomi global, yaitu sejalan dengan fenomena maraknya bisnis secara elektronik/digital dengan menggunakan internet sebagai medium bertransaksi. Metode bertransaksi ini kemudian lebih dikenal sebagai istilah “E-Commerce”. Definisi dari “E-Commerce” sendiri sangat beragam, tergantung dari perspektif atau kacamata yang memanfaatkannya. Association for Electronic Commerce secara sederhana mendifinisikan E-Commerce sebagai “mekanisme bisnis secara elektronis”. CommerceNet, sebuah konsorsium industri, memberikan definisi yang lebih lengkap, yaitu “penggunaan jejaring komputer (komputer yang saling terhubung) sebagai sarana penciptaan relasi bisnis”. Tidak puas dengan definisi tersebut, CommerceNet menambahkan bahwa di dalam ECommerce terjadi “proses pembelian dan penjualan jasa atau produk antara dua belah pihak melalui internet atau pertukaran dan distribusi informasi antar dua pihak di dalam satu perusahaan dengan menggunakan intranet”. Sementara Amir Hartman dalam bukunya “Net-Ready” (Hartman, 2000) secara lebih terperinci lagi mendefinisikan E-Commerce sebagai “suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara dua buah institusi (B-to-B) maupun antar institusi dan konsumen langsung (B-to-C)”. Beberapa kalangan akademisi pun sepakat mendefinisikan E-Commerce sebagai “salah satu cara memperbaiki kinerja dan mekanisme pertukaran barang, jasa, informasi, dan pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi berbasis jaringan peralatan digital”.

Jenis – jenis E-Commerce
1.   Business-to-Consumer (B2C) – Electronic storefronts/mall
2.   Business-to-Business (B2B) – Google/Amazon
3.   Consumer Consumer-to-Consumer (C2C) Consumer (C2C) – Eceran / Lelang
4.   Business-to-Employee (B2E) – Employee juga sebagai customer/supplier
5.   E-Government – Layanan online pemerintah
6.   M-Commerce

Karakteristik E-Commerce
·                Terjadinya transaksi antara dua belah pihak; 
·                Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi; dan
·                Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.
         Dari karakteristik di atas terlihat jelas, bahwa pada dasarnya E-Commerce merupakan dampak dari berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi, sehingga secara signifikan merubah cara manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya, yang dalam hal ini adalah terkait dengan mekanisme dagang.

Keuntungan Bagi Pebisnis dalam Penggunaan e-Commerce
Menurut Fingar (2000), ada beberapa keuntungan bagi pebisnis dalam penggunaan e-Commerce yaitu :
1. Jangkauan pasar luas, tanpa batas-batas wilayah. Bagi pebisnis ini kesempatan untuk
    dapat memperluas bisnis dengan menjangkau pelanggan diseluruh dunia tanpa batas   
    sehingga dapat meningkatkan keuntungan.
2. e-Commerce menghemat biaya-biaya; antara lain: Penghematan biaya pemasaran dengan   
    kemudahan dan teknologi yang canggih dalam menyampaikan informasi tentang barang   
    dan jasa langsung ke konsumen dimana saja berada, menghemat biaya operasional   
    seperti barang-barang yang akan dijual atau tidak perlu dipajang serta dapat memangkas
    biaya penyimpanan dan pemeliharaan barang karena pebisnis dapat mengirimkan  
    langsung barang yang dijual setelah ada permintaan dari konsumennya. Menghemat biaya  
    fisik dari toko karena para pebisnis hanya butuh mendigitalisasikan informasi-informasi  
    tentang barang atau jasa yang akan dijual.
3. Ketersediaan, dapat berbisnis selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tidak mengenal hari
    libur, dan hari besar. Pesanan dari konsumen dapat diterima setiap saat walaupun pada  
    kenyataannya memang tidak 24 jam untuk salalu membuka internet tetapi ada fasilitas  
    internet yang dapat menyimpan pesanan konsumen.
4. Skalabilitas dalam artian dapat diperluas atau diperbanyak item barang tanpa batasan
    karena tidak butuh biaya besar untuk menambah produk yang akan ditawarkan karena  
    pebisnis hanya perlu mendigitalisasi produk dalam bentuk gambar dan diberikan infomasi
    rinci saja.
Keunggulan E-Commerce dibandingkan bisnis konvensional
1. Faktor Modal                                                                                                                         
     Modal yang dibutuhkan untuk membangun  sebuah toko online relatif lebih kecil dibandingkan dengan bisnis konvensional. Untuk membangun suatu usaha / bisnis konvensional, kita harus mempunyai modal yang besar untuk pembelian / penyewaan tempat, renovasi, furnitur, dan lain-lain. Dan apabila Anda ingin membangun cabang di tempat lain, maka biaya yang dibutuhkan  juga akan lipat ganda.  Sedangkan untuk E-Commerce, Anda cukup membayar jasa untuk membangun website yang terhitung sangat murah jika dibandingkan dengan modal awal yang harus dikeluarkan untuk membuka sebuah toko.  Khususnya, jika Anda menyewa jasa kami, Limpingen Soft Comp, maka hanya dengan harga minimal Rp.1.250.000,- Anda sudah dapat memiliki sebuah toko online.
2. Faktor Waktu Usaha                                                                                                              
      Dengan menggunakan website, toko Anda dapat buka non-stop 365 x 24 jam! Promosi  produk dan jasa Anda pun bisa ditayangkan terus menerus. Anda tidak perlu membayar biaya iklan yang mahal yang biayanya dihitung per detik tayangan. Proses pemesanan pun dapat dilakukan setiap saat baik hari kerja, hari Sabtu / Minggu, maupun hari besar. Tidak ada kata libur, cuti atau  izin sakit bagi toko online. Sekalipun Anda sedang tertidur lelap, toko online Anda tetap setia bekerja untuk Anda.
3. Faktor Jangkauan Bisnis                                                                                                        
     Bisnis konvensional sangat dibatasi oleh faktor ruang. Pasaran Anda pun hanya dapat bersifat lokal, bahkan dalam jarak / jangkauan yang sangat terbatas di daerah tertentu saja. Sedangkan dengan E-Commerce, bisnis Anda tidak hanya mempunyai pasaran regional, bahkan dapat menjangkau seluruh tanah air dan membuka peluang menjadi bisnis internasional.
4. Faktor Biaya Operasi                                                                                                
      Pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan oleh suatu bisnis konvensional tentulah tidak kecil. Baik untuk biaya penyewaan tempat, gaji karyawan (terlebih-lebih jika jumlah karyawan Anda banyak), biaya listrik dan air, biaya untuk alat tulis kantor ( ATK ), dan lain-lain. Sedangkan untuk mempertahankan suatu toko online, Anda cukup membayar biaya tahunan yang terhitung sangat teramat murah! Bahkan, untuk tahun pertama, Anda dibebaskan dari biaya penyewaan domain dan hosting oleh perusahaan kami.                                              Kita dapat coba menghitung-hitung. Andaikata pengeluaran Anda untuk penyewaan sebuah ruko kecil adalah Rp.1.5000.000,-/bulan, gaji 1 karyawan  Rp.750.000,-/ bulan, biaya listrik dan air Rp.250.000,-/bulan. Maka total pengeluaran minimun Anda sebulan adalah Rp.2.500.000! Sedangkan jika yang Anda miliki adalah sebuah toko online, Anda bisa menggunakan Rp.2.500.000,- tersebut untuk membiayai website Anda selama minimal 10 tahun.
5. Faktor Media interaktif                                                                                                         
     Desain grafis, teks, image, suara, dan video di website mampu menampilkan informasi produk dan jasa dengan sangat lengkap dan menarik, tanpa memerlukan ongkos / biaya cetak brosur, atau melalui berbagai media massa lainnya. Sebagai contoh, untuk pengiklanan di radio, surat kabar atau televisi, semakin banyak informasi yang Anda masukkan pada media tersebut, semakin besar pula biaya yang harus Anda keluarkan. Sedangkan untuk website, jumlah informasi yang dapat Anda masukkan sangat banyak, bahkan tidak terbatas ( tergantung kapasitas hosting Anda ). Informasi yang Anda masukkan tersebut juga dapat diubah kapanpun sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya ketika ada peluncuran produk baru atau perubahan harga, dan lain sebagainya. Sehingga, website bersifat jauh lebih aktual dan interaktif, selain membantu Anda menghemat biaya Anda.


Kisah pengusaha sukses

                                            sumber: https://goo.gl/images/kt6zjF

Kebab Baba Rafi didirikan sejak tahun 2007 dan berpusat di Jakarta, dengan jumlah outlet yang semula hanya 2 kini telah berkembang mencapai 1.200 outlet di seluruh dunia.
Hendy Setiono, pria asal Surabaya tersebut memperoleh ide kuliner ala timur tengah ini saat tengah berkunjung ke Qatar. Dia melihat banyaknya kedai kebab disana, dan berpikir bahwa kuliner tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia.
Untuk merealisasikannya, dia bekerja sama dengan Hasan Baraja untuk mengembangkan usaha kuliner itu dengan modal awal sebesar Rp4.000.000 saja. 
Setelah berjalan selama 14 tahun, kini Baba Rafi sudah mengembangkan sayapnya hingga ke luar negeri, seperti Malaysia, Filipina, China, dan Sri Lanka. Hendy mengungkapkan bahwa dia masih ingin memperluas usahanya ke berbagai negara lainnya di seluruh dunia.
Perkembangan Kebab Baba Rafi tidak berhenti sampai disitu, terbukti dari terbentuknya perluasan bisnis Hendy Setiono, yaitu Babarafi-online.com.
Babarafi-online.com merupakan bagian dari PT Baba Rafi Indonesia yang bergumul dalam bisnis Kebab Turki Baba Rafi.
Dengan perluasan ini, kini muncul peluang bisnis waralaba Baba Rafi yang terbuka bagi para calon pebisnis yang ingin memulai usahanya.
Dengan demikian, Hendy Setiono sudah menjadi salah satu pelopor waralaba asal Indonesia yang sukses mendunia.


Kesimpulan
Dengan perkembangan zaman yang begitu pesat, sebelum kita memulai berwirausaha sebaiknya kita menentukan terlebih dahulu bentuk usaha apakah yang akan dipilih. Apakah bisnis konvensional, Waralaba atau E-Commerce. Dengan begitu kita akan memanfaatkan peluang dengan sebaik mungkin, dikarenakan kita sudah mempunyai strategi dalam memantapkan diri kita untuk berwirausaha.