Tampilkan postingan dengan label @AE19-Alliya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @AE19-Alliya. Tampilkan semua postingan

Desember 14, 2023

Peran Logistik Terpadu dalam Meningkatkan Efisiensi Perdagangan Luar Negeri

Peran Logistik Terpadu dalam Meningkatkan Efisiensi Perdagangan Luar Negeri

(Oleh : Alliya Rahma @AE19-Alliya)

Kegiatan logistik dapat diartikan sebagai wadah penyaluran ataupun pengiriman barang atau material dengan kapasitas tertentu dan waktu yang telah direncanakan ke titik lokasi tujuan dengan pengiriman yang terjangkau. Dengan menggunakan logistik suatu barang ataupun material dapat diterima oleh produser dari saluran distributor sehingga berdampak pada kegunaan (utility) yang baik. Maka dari itu praktek logistik adalah sarana pembentukan nilai lebih yang baru yakni dalam pengaliran barang dan jasa supaya lebih lancar dan lebih mudah sehingga akan menciptakan sebuah pelayanan terorganisir yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan. Fungsi dari manajemen logistik dapat ditinjau dari berbagai aspek keuntungan misalnya adalah untuk merencanakan melaksanakan dan mengendalikan ketepatan aliran penyimpanan barang, pelayanan ataupun juga informasi yang berhubungan dari awal hingga akhir ke tangan konsumen agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai dengan yang diharapkan. Istilah logistik tidak hanya berkaitan dengan usaha manufaktur saja namun juga berhubungan dengan banyak lembaga ataupun instansi seperti sekolah, organisasi jasa, rumah sakit ataupun bank. Logistik memiliki sifat yang khas yaitu bersifat bebas terhadap manusia, maupun alam, serta finansial.

Logistik dapat menentukan maju mundurnya perekonomian suatu negara. Dengan perannya yang penting tersebut, logistik dapat dikatakan sebagai lifeblood perekonomian suatu negara. Negara yang memiliki indikator kinerja logistik yang tinggi, besar kecenderungannya untuk memiliki pertumbuhan ekonomi dan kualitas pembangunan yang tinggi pula. Di bidang industri seseorang bisa menggunakan layanan apa saja yang dapat mempermudah kehidupannya. Misalnya dalam bidang logistik. Pelayanan logistik saat ini didukung oleh perkembangan teknologi akan jasa pengiriman dan penerimaan barang. Salah satu aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan logistik adalah pergudangan.


Peran logistik untuk meningkatkan efisiensi perdagangan luar negeri

Logistik memegang peranan penting bagi perusahaan. Departemen logistik dalam suatu perusahaan akan membantu meningkatkan pemasaran secara efektif. Bahkan, bagian logistik juga mampu memberikan proses perpindahan barang agar lebih efisien lagi.

1. Orientasi Terbaik untuk Pemasaran

Tim logistik berperan penting dalam hal pemasaran. Terutama untuk memastikan agar konsumen dapat tercukupi kebutuhan barangnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa tim logistik menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk mendapatkan profit yang besar.

2. Logistik adalah Pemindah Barang Paling Efisien 

Sistem logistik yang baik dan terstruktur tentu akan mampu menciptakan proses pemasokan barang secara tepat, baik tempat, waktu, kondisi hingga biaya. Hal tersebut dilakukan semata-mata agar pelanggan bisa tercukupi kebutuhannya secara maksimal.

3. Memberikan Nilai Tambah Perusahaan 

Perusahaan tentunya senantiasa terus berusaha meningkatkan kualitas bagi setiap produknya. Tujuannya tentu saja agar konsumen setia terhadap produknya. Maka dari itu, perusahaan membutuhkan tim logistik yang senantiasa mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan pada utilitas waktu dan tempat.

4. Memberikan Manfaat Ekonomis 

Tim logistik mampu memberikan manfaat ekonomis bagi perusahaan. Jika perusahaan mampu menyediakan barang kepada konsumen secara cepat dengan biaya rendah, maka perusahaan bisa semakin meningkatkan pangsa pasar. Dan mempersingkat waktu pengurusan dokumen ekspor.


Daftar Pustaka

Gymnastiar, M. N., Lumalesil, A. L., Marvin, E. A., & Sahara, S. (2023). ANALISIS ARTIKEL TERKAIT FAKTOR-FAKTOR LOGISTIK YANG BERPERAN DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS PENGIRIMAN BARANG ATAUPUN PENGGUNAAN JASA. Cross-border, 6(1), 400-405.

Firdausy. Carunia Mulya (2021) Memajukan Logistik Indonesia yang Berdaya Saing. Pustaka obor indonesia


November 16, 2023

Strategi Model Bisnis: Mengukur Efektivitas dan Keberlanjutan Bisnis

 Strategi Model Bisnis: Mengukur Efektivitas dan Keberlanjutan Bisnis

(Oleh Alliya Rahma Ayu Pramudya @AE19-Alliya)


Model bisnis awalnya digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan bisnis dan wirausaha yang detail dan rumit dalam jangka waktu yang cepat untuk calon pemodal Kemudian, seiring perkembangan zaman konsep model bisnis makin dikembangkan sebagai metode guna komunikasi, perencanaan, dan analisis sistem bisnis dari penyusunan dan aplikasi pada tunggal atau beberapa unit bisnis dan lingkungan bisnis guna menyelesaikan kompleksitas organisasi bisnis (Doleski, 2015), modal bisnis juga dijadikan aset fungsional produktif. Model bisnis menjadi salah satu alat analisis yang andal bagi manajemen, bisnis dan wirausaha dan digunakan suatu perusahaan untuk memulai bisnis nya.

Mengukur Efektivitas Bisnis

Mengukur efektivitas strategi bisnis merupakan komponen penting dalam mendorong suatu perusahaan mencapai tujuan dan sasarannya. Tanpa adanya pengukuran akan sulit untuk mengukur kemajuan dan mengidentifikasi bidang-bidang yang memerlukan perbaikan. Mengukur efektivitas strategi bisnis  tentang memahami bagaimana keputusan strategis berdampak pada kinerja dan keuntungan bisnis secara keseluruhan dan memastikan bahwa strategi yang digunakan tidak hanya masuk akal di atas kertas tetapi juga efektif dalam praktik.


Penerapan metode pengukuran efektivitas strategi bisnis, Proses mengukur efektivitas strategi bisnis bukanlah tugas yang bisa dilakukan secara umum. pengukuran efektivitas memerlukan pendekatan yang secara khusus dengan kebutuhan, sasaran, dan sumber daya unik bisnis. Hal ini melibatkan proses sistematis pengumpulan data, analisis, pengambilan keputusan, pemantauan kemajuan, dan tinjauan rutin. Langkah-langkah dalam pengukuran efektivitas strategi bisnis 


  1. Pengumpulan Data : Langkah pertama dalam proses ini adalah mengumpulkan data yang relevan. Data ini harus sesuai dengan berbagai metrik yang telah diidentifikasi untuk mengukur efektivitas strategi bisnis Metrik ini dapat bersifat finansial, berpusat pada pelanggan, operasional, terkait dengan karyawan, atau berfokus pada pasar. Data dapat bersumber dari berbagai tempat, termasuk laporan keuangan, survei umpan balik pelanggan, laporan operasional, tinjauan kinerja karyawan, dan studi riset pasar.

  1. Analisis Data : Langkah selanjutnya setelah pengumpulan data adalah menganalisisnya. Hal ini melibatkan interpretasi data untuk memperoleh wawasan bermakna tentang efektivitas strategi bisnis, dapat menggunakan berbagai teknik analisis data, seperti analisis tren, analisis komparatif, dan analisis statistik, untuk menafsirkan data. 

  1. Pengambilan Keputusan yang Diinformasikan : Wawasan yang diperoleh dari analisis data harus menginformasikan proses pengambilan keputusan. Hal ini dapat mencakup penyesuaian terhadap strategi, penetapan target baru, atau penerapan inisiatif baru. 

  1. Pemantauan Kemajuan : Setelah menerapkan keputusan, langkah selanjutnya adalah memantau kemajuan bisnis. Ini melibatkan pelacakan kinerja terhadap target yang telah ditetapkan dan membuat penyesuaian yang diperlukan sesuai kebutuhan. 

  1. Tinjauan dan Penyesuaian Reguler : Lingkungan bisnis bersifat dinamis, dan metode untuk mengukur efektivitas strategi bisnis harus mencerminkan dinamisme ini. Ini harus ada peninjauan dan menyesuaikan metode secara rutin untuk memastikan metode tersebut tetap relevan dan efektif. 


Model Bisnis Berkelanjutan

Keberlanjutan usaha merupakan cara dalam suatu organisasi yang memiliki tujuan tertentu untuk melakukan kesinambungan usaha dengan meningkatkan pelayanan. Cara meningkatkan pelayanan, perusahaan dapat merespon kritikan/saran dan melakukan perbaikan pelayanan Osborne (2007;51). Perubahan pada model bisnis banyak disetujui sebagai pendekatan yang mendasar untuk mewujudkan inovasi keberlanjutan. Penerapan praktik model bisnis berkelanjutan merupakan salah satu bentuk komitmen pelaku bisnis yang diterapkan dengan cara memiliki tata kelola yang etis dan senantiasa berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan tidak mengesampingkan kualitas kehidupan tenaga kerja, komunitas lokal dan masyarakat sekitar. Bisnis yang berkelanjutan ini pada umumnya hanya diterapkan oleh perusahaan besar yang telah stabil secara finansial. Namun disisi lain, keberhasilan adopsi model bisnis yang berkelanjutan ini masih sedikit diterima oleh usaha yang skalanya kecil.  Menurut Bocken et al (2014) untuk meminimalisir resiko ketidakberhasilan penerapan model bisnis berkelanjutan, maka perlu adanya kategorisasi model bisnis berkelanjutan yang seluruh aktivitas usahanya mengarah kepada kategori ini, yaitu:


1. Memaksimalkan efisiensi material dan energi

2. Ciptakan nilai dari ‘buang’ (zero waste)

3. Pengganti dengan energi terbarukan dan proses alami

4. Memberikan fungsionalitas, bukan kepemilikan

5. Mengadopsi peran penata layanan

6. Mendorong kecukupan

7. Mengarahkan kembali bisnis untuk masyarakat/ lingkungan

8. Kembangkan solusi peningkatan


Model bisnis berkelanjutan hendaknya menyatukan berbagai aspek keberlanjutan. Di Dalam masing-masing kategorisasi diatas, memungkinkan adanya tingkat transformasi dan kegiatan organisasi terkait keberlanjutan yang mendatangkan keuntungan ekonomi dan keuntungan kompetitif bagi perusahaan. Manfaat Memprediksi Keberlanjutan Usaha Hanafi dan Halim (2003:261) mengatakan bahwa informasi tentang keberlanjutan usaha berperan penting bagi beberapa pihak seperti :

a. Kreditur

Kreditur akan memberikan pinjaman apabila debitur dinilai mampu melunasi hutang. Salah satu informasi yang dipertimbangkan adalah informasi keberlanjutan usaha.  


b. Investor

Investor yang berkontribusi melalui saham maupun obligasi telah menanamkan sebagian dana untuk perkembangan perusahaan tersebut. Investor yang aktif memperhatikan perkembangan menggunakan model prediksi keberlanjutan usaha untuk mengantisipasi hal yang mengarah pada kebangkrutan. Apabila usaha sudah mengarah pada kebangkrutan, maka akan berdampak pada nilai saham maupun obligasi sehingga investor dapat bertindak untuk menjual saham atau obligasi yang dimiliki untuk menghindari kerugian yang besar.


c. Pihak Pemerintah

Lembaga pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi aktivitas beberapa sektor usaha. Apabila terjadi tanda-tanda yang mengarah pada kebangkrutan, pemerinah dapat melakukan tindakan- tindakan untuk memberi saran yang mengarah pada perbaikan keuangan.


d. Akuntan

Informasi keberlanjutan usaha digunakan oleh akuntan untuk menilai going concern dari perusahaan.



DAFTAR PUSTAKA


APA Afia, N., Firdaus, M., Rosyidah, E., & Purnomo, A. (2022). Memahami Apa Makna Model Bisnis.ISO 690


Poerwanto, G. H., Kristia, K., & Pranatasari, F. D. (2019). Praktik Model Bisnis Berkelanjutan pada Komunitas UMKM di Yogyakarta. EXERO: Journal of Research in Business and Economics, 2(2), 183-204.


Puteri, M. A. N. (2022). PENGARUH PENILAIAN KESEHATAN KEUANGAN, REGULASI PEMERINTAH, PERILAKU PEKERJA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEBERLANJUTAN KOPERASI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM BANTUL (Doctoral dissertation, Universitas Atma Jaya Yogyakarta).


Karakan, Cehyan. 2023  “Mengukur Efektivitas Strategi Bisnis Anda” https://ceyhankaracan-medium-com.translate.goog/measuring-the-effectiveness-of-your-business-strategy-b39d807d0bfa?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc&_x_tr_hist=true, diakses pada 14 November 2023 pukul 16,30.

Oktober 21, 2023

SEMINAR BISNIS WMM (12 OKTOBER 2023) KWU 2 KELAS B

 

Wirausaha Muda Mandiri (WMM) merupakan program CSR utama Bank Mandiri sebagai wujud konsistensi mendukung tumbuh kembang pengusaha muda Indonesia. Membantu pemerintah dalam kewirausahaan di Indonesia di kalangan generasi muda. 

Peserta yang menghadiri dan membuat laporan : 12 mahasiswa

 

 

Oktober 11, 2023

Review Video StartUp

 

Review Video Presentasi StartUp


(Oleh Alliya Rahma Ayu Pramudya AE19-Alliya)


VIDEO 1


Merintis StartUp Diawali Dari Sebuah Ide


Starting Up

Perusahaan rintisan yang didirikan oleh satu atau banyak orang untuk mengembangkan sebuah produk atau layanan unik yang sesuai dengan target pasar


Tahapan StartUp

  1. Idenation: Pencetusan Ide

  2. Product Development: Pengembangan Produk atau layanan

  3. Getting User and Marketing: Memasuki Pasar

  4. Rapid Growth: Berkembang dengan Pusat

  5. Maturity: Matang

  6. Steady Growth or Decay: Tetap berkembang atau menurun


Solusi Mencari Masalah 

Pendekatan keahlian.  Namun biasanya pendekatan ini lebih sulit lagi, meskipun bisa jadi bisa sukses juga karena sang pendiri memang memiliki kemampuan di bidang itu.  Masalahnya adalah kemampuan Anda itu belum tentu dibutuhkan karena tidak ada masalah.


Timing

waktu (timing) dari pembuatan startup merupakan hal yang penting.  Jika kita terlambat dalam mencari solusi, maka orang lain akan mengembangkan terlebih dahulu.  Terlalu cepat (terlalu dini) juga tidak baik.  Boleh jadi pada saat kita ingin membuat sebuah produk tertentu ada banyak hal yang belum tersedia, misalnya teknologinya belum ada atau harganya masih terlalu mahal


VIDEO 2


StartUp dan Strategi Pengembangan Produk


Mengenal StartUp

Kata Startup berasal dari serapan Bahasa Inggris yang berarti bisnis yang baru dirintis atau bisnis rintisan.  Start up adalah perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi.  Dengan kata lain, Start up artinya perusahaan yang baru masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar untuk mengembangkan produknya.


Tahapan StartUp

Secara umum, tahapan pengembangan Startup mengikuti kurva S sebagaimana yang tertera dalam gambar di samping.  Tahapan dalam Start Up terdiri dari Ide, Pengembangan, Getting user dan Marketing, Rapid Growth, Maturity, Steady Growth atau Decay


Fase Product Roadmap

Mengutip dari Atlassian, product roadmap adalah sumber yang menjelaskan tentang visi, arah, prioritas, dan perkembangan dari suatu produk dari waktu ke waktu.  Product roadmap tersebut adalah 'kunci jitu' bagi seorang Product Manager untuk menjelaskan visi & misi yang dibentuk kepada pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada.


Membangun Product Roadmap 

  1. Buat visualisasi berdasarkan rencana mendatang secara rinci 

  2. Jangan hanya fokus pada fitur yang ingin dibuat

  3. Membuat rencana cadangan

  4. Tidak perlu terlalu jauh membuat prediksi

  5. Hasil tiap divisi mungkin saja berbeda atau tidak rata 


Pengembangan Produk

Masalah utama dari sebuah startup dalam proses pengembangan produk adalah tidak adanya keterbatasan sumber daya (resources): orang, waktu, dana, peralatan, dan tempat.


Jenis Aktivitas Pengembangan Produk

  1. Pengembangan produk berupa inovasi

  2. Pengembangan produk berupa operasi

  3. Pengembangan produk berupa iterasi


Strategi Pengembangan Produk Untuk StartUp

  1. Buat sendiri

  2. Mencari mitra

  3. Outsource

  4. Karyawan

  5. Sarana dan prasarana

  6. Fitur

  7. Project management

  8. Menilai produk



VIDEO 3


Model Pembayaran dan Layanan StartUp


Model Bisnis 

Business model atau model bisnis adalah sebuah model dasar yang menjelaskan bagaimana sebuah bisnis dapat menghasilkan keuntungan.  Melalui komponen ini, bisnis tidak akan berjalan tanpa arah.  Sebab, mereka sudah mengetahui apa produk yang ia ciptakan serta target pasar yang akan dituju.  Model bisnis tidak hanya terkait dengan bagaimana Anda mendapat uang dari pelanggan Anda, tetapi juga terkait dengan pihak - pihak yang terlibat dalam penjualan produk atau layanan Anda.  Misalnya layanan Anda melibatkan pihak lain untuk mengirimkan produk ke tempat pelanggan


Jenis Model Pembayaran

  1. One Time : Hal yang paling lazim dilakukan, yaitu pembeli membayar Satu kali saja dan produk menjadi milik pembeli


  1. Subscription : Berlangganan seperti halnya kita berlangganan TV kabel maupun lain digunakan atau tidak membayar bulanan


  1. Pay by Advertisement : Layanan dibayar oleh iklan,  pengguna tidak membayar


  1. Pas as You Go : Model ini seperti yang kita lakukan jika kita menggunakan layanan jalan tol bayar ketika kita menggunakan jalan tol saja


  1. Barter : Layanan ditukar dengan sesuatu misalnya data kita atau aktivitas kita


  1. Freemium : Gratisan juga merupakan model bisnis premium lantas layanan Anda dibayar dari mana




VIDEO 4


Tahapan Marketing Dalam StartUp

Marketing 

Pemasaran adalah memperkenalkan diri.  Hal yang penting untuk diperhatikan adalah target dari pasar yang ingin kita bidik, Kita perlu fokus pada target pasar tersebut.  Jadi, Marketing pada prinsipnya adalah memperkenalkan produk atau layanan kita kepada calon pengguna.


Contoh Marketing

Jika kita ingin memasarkan produk sepeda motor maka kita tidak ingin pengiklanan anak - anak SD atau lansia. Boleh saja memperkenalkan produk kepada mereka, namun hasilnya akan jauh dari yang diharapkan.  Karena, anak sd dan lansia minim untuk bisa mengendarai motor hasilnya akan lebih tinggi apabila penjual mengelilingi anak remaja yang sudah cukup umur hingga orang dewasa. 


Media yang dapat digunakan dalam Marketing

1. Iklan 

merupakan salah satu yang paling mudah dipahami.  Kita memasang iklan di berbagai media yang mainstream, seperti misalnya surat kabar, majalah, televisi, radio, papan reklame, dan seterusnya.  Sayangnya memasang iklan di media ini biayanya cukup mahal sehingga perlu berhati - hati dalam memilih media tersebut.  Media ini juga dikaitkan dengan target pasar


2. Internet (Digital) Marketing

Karena memasang iklan di media Televisi, radio, dll.  Cukup mahal Maka internet marketing atau digital marketing menjadi salah satu Media yang banyak digunakan untuk memperbaiki produk.  Memasukkan "iklan" di internet cukup murah, maka ada banyak pihak - pihak yang memasang iklan melalui internet digital.  Contohnya: Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, YouTube Portal Berita (Detik.com, Kompas.com, CNN, dll).


3. Search Engine Optimization (Seo)

Search engine (mesin pencari) search engine halaman yang menampilkan daftar web (dalam bentuk link yang mungkin memberikan informasi yang dicari pengguna) Contohnya: Google, Yahoo !, Bing, msn, Ask, dan About


Tahapan Marketing

Pirate Metric

Pirate Metric merupakan ukuran keberhasilan kita dalam mendapatkan pelanggan .  Pirate metric terdiri dari 5 Tahapan: Acquisition, Activation, Retention, Referal, dan Revertue.



VIDEO 5


Tahapan Pendanaan Dalam StartUp

Pendanaan

Salah satu aspek yang penting dalam pengembangan sebuah usaha adalah pendanaan.  Terlebih lagi, ada orang yang beranggapan bahwa pendanaan adalah aspek yang terpenting.  Pada kenyataannya dana memang penting, tetapi bisa jadi dia bukanlah yang terpenting.


Sumber Dana

1. DANA SENDIRI 

• Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah menumpuk sendiri.  

• Masalahnya, orang belum tentu percaya dengan usaha yang kita mulai Boleh jadi mereka tidak percaya pada bentuk usahanya, atau bahkan tidak percaya kepada orangnya (kita).  

• Jalan keluarnya adalah dengan danaĂ­ sendiri usaha kita.

• Cara ini selalu dapat kita lakukan, meskipun umumnya ada masalah besar yaitu uang kita sangat terbatas (bahkan hampir tidak ada).  

• Dana yang terlalu kecil ini membuat usaha kita berjalan lambat.


2. ANGEL INVESTOR 

• Mulailah kita mencari pihak lain yang mau ikut mengumpulkan startup kita, investor.  

• Lagi-lagi masalahnya adalah kita belum dikenal.  Atau, kalaupun kita sudah dikenal, ide bisnis kita tidak diketahui atau tidak dimengerti.  

• Maka hanya investor-investor yang baik hati yang mungkin mau memuat ide bisnis kita.  

• Jenis investor disini disebut angel investor, malaikat.


3. INSTITUTIONALized INVESTOR 

• Pendanaan yang lebih serius dapat dilakukan oleh investor yang memang pekerjaan utamanya adalah melakukan investasi.

• Pada tahap ini usaha Anda sudah dianggap serius.

• Di Indonesia, investor yang seperti itu masih jarang.  • Kebanyakan yang adalah investor yang perilakunya sebetulnya mirip seperti bank, yaitu memberikan hutang bukan melakukan investasi.  

• Mereka akan mengharapkan keuntungan (retum) dalam jangka pendek.


4. TIDAK BOLEH BERHUTANG 

• Memulai sebuah startup yang memiliki risiko yang sangat tinggi.

• kemungkinan gagal sangat tinggi.  Oleh karena itu tidak disarankan untuk memulai start - up dengan sumber pendanaan dari hutang, baik hutang pada bank maupun kepada siapa saja.  

• Saya ulangi lagi, TIDAK BOLEH memulai start - up dengan hutang.


5. BANK

• Pendanaan dari bank hanya dapat dilakukan jika usaha kita sudah berjalan sudah mapan 

• Pendanaan dari bank dilakukan untuk memperbesar usaha.

• Bank pada umumnya juga tidak berani melakukan pemberian hutang pada tahap awal karena risiko kegagalan yang tinggi.


Tahap Pendanaan StartUp

  1. Tahap Pre-Seed atau Bootstrap

  2. Tahap Seed Funding

  3. Tahap Venture Capital

  4. Tahap Pendanaan Seri A

  5. Tahap Pendanaan Seri B

  6. Tahap Pendanaan Seri C

  7. Initial Public Offering (IPO)



VIDEO 6


Cara Mendirikan Dan Mengembangkan StartUp

Cara Mendirikan StartUp

1. Temukan ide yang bisa dieksekusi

Sebuah ide yang bisa dieksekusi dan diperoleh dari analisis terhadap kebutuhan, tuntutan, dan keinginan konsumen, juga pemetaan pasar dan pesaing.  Sebagai gambaran kasar, setidaknya ada 10 orang yang tertarik dengan ide Anda untuk langkah awal mengembangkan ide itu lebih lanjut.  


2. Kembangkan rencana bisnis 

Rencana bisnis adalah dokumen yang memuat tujuan perusahaan dan cara mencapai tujuan itu.  Dokumen ini sekaligus menjadi panduan untuk menjalankan perusahaan, termasuk menarik perhatian calon investor.


3. Pastikan Cukup Modal

Tidak ada rumus pasti berapa modal yang digunakan untuk startup. Hitung dengan cermat kebutuhan untuk dana yang tersedia. Bersiaplah mencari investor jika perlu.


4. Pilih tim yang tepat 

pada umumnya, perusahaan memerlukan tim yang terdiri atas sekitar 10 orang pada tahap awal.  pilih pilih orang-orang yang berada di lingkaran dekat atau sudah dikenal betul bibit karena dalam ini krusial bebet- bobotnya memastikan pertumbuhan awal start up.

5. Cari Lokasi Usaha

Tujuannya adalah membuktikan kredibilitas usaha.  Meski hanya mengontrak ruko kecil, alamat itu tetap diperlukan, antara lain untuk mengundang calon investor.


6. Tentukan strategi pemasaran Produk yang bagus akan sia-sia bila tanpa strategi pemasaran yang matang.  Perlu merancang strategi pemasaran yang tepat, termasuk mengerahkan sumber daya manusia yang mumpuni.  Untuk menghemat biaya dan menyesuaikan diri dengan tren teknologi, maksimalkan teknik pemasaran digital menggunakan Internet.


7. Buat basis pelanggan 

Sebuah situs lengkap dengan beragam akun media sosial akan menjadi basis pelanggan yang baik untuk sebuah startup.  Komunikasi dengan memastikan pelanggan start up adalah hal yang penting dalam perkembangan.  Komunikasi akan lebih lancar jika ada basis pelanggan yang mewadahi


Cara Mengembangkan StartUp

  1. Memecahkan masalah

  2. Pengembangan

  3. Memasuki pasar

  4. Scaling

  5. Matang