Tampilkan postingan dengan label K14-Annisa HP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K14-Annisa HP. Tampilkan semua postingan

Juni 23, 2016

Pandai Melihat Peluang Usaha


Berbisnis dengan Etika

Etika bisnis merupakan etika yang berlaku dalam kelompok para pelaku bisnis dan semua pihak yang terkait dengan eksistensi korporasi termasuk dengan para kompetitor. Etika bisnis merupakan suatu etika yang harus diterapkan dalam bisnis yang tidak hanya memperlakukan para konsumen dan karyawan secara jujur, tapi juga bertindak sebagai seorang warga negara yang baik didalam komunitas.

Juni 18, 2016

Merancang Strategi Pemasaran

Memasarkan produk usaha tidak bisa dilakukan hanya dengan menunggu datangnya konsumen, penjual perlu menjemput sendiri konsumennya. Maka dari itu dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat untuk memasarkan produk usaha. Pemasaran yang tepat dan jitu akan menghasilkan pelanggan yang tepat dan sesuai pula dengan sasaran penjualan usaha.

Juni 17, 2016

Kiat Mengelola Keuangan Usaha

Ketika kita telah memiliki sebuah usaha, sering kal kebiasaan buruknya adalah mencampur keuangan pribadi dengan perusahaan atau usaha, ini yang seringkali menyebabkan keuangan perusahaan yang buruk. Ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan agar keuangan perusahaan tetap berjalan dengan baik sehingga perusahaan dapat berjalan dengan lancar bahkan berkembang. Berikut ini kiat-kiat mengelola keuangan yang bisa kita terapkan:

Juni 01, 2016

Belajar dari Proses, Melihat Peluang, dan Memecah Karang

Menjadi seorang entrepreneur bukan lah hal mudah, tetapi bukan juga hal yang sulit. Entrepreneur adalah seni yang penuh dengan proses yang ber-mindset tentang tujuan. Seorang entrepreneur bisa diibaratkan

Mei 24, 2016

Business SMART Plan



Sebagai seorang entrepreneur, sebelum memulai sebuah usaha akan lebih cerdas jika memulainya dengan langkah merencanakan usaha.

April 08, 2016

Infiniting Your Creativity and Inovative as An Entrepreneur Success's Key

Dewasa ini dibutuhkan lebih dari wawasan dan pengetahuan, untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses, tidak boleh luput sifat kreatif serta inovatifnya. menurut para peneliti, kreatif dan inovatif sendiri dibedakan menjadi tiga macam yaitu membuat atau menciptakan, mengkombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berkaitan menjadi lebih bermanfaat, dan memodifikasi sesuatu yang sudah ada.

Bicara inovasi dan kreatifitas, saat ini bisnis dan zaman yang semakin berkembang pesat dan beragam, terutama di bidang kuliner dan start-up, menunjukkan betapa sesungguhnya kreatifitas itu tanpa batas. 'Markobar' salah satunya, berinovasi dengan martabak asli Indonesia, yang menjadi favorit masyarakat Indonesia pula, mampu berinovasi dengan macam topping martabak manis yang kini menjamur di kalangan pecinta kuliner muda.

Seperti yang disinggup dari buku Buku Kewirahusahaan: (Suharyadi, dkk), kita harus mampu me-manage kita dari hambatan kretivitas, baik itu : Hambatan Psikologis,  Hambatan Budaya, Hambatan Lingkungan, Hambatan Bahasa berpikir, Hambatan Keterpakuan Fungsional, Hambatan Kebiasaan Memandang. hambatan-hambatan itu jangan lah menjadi penghalang bagi kita untuk berpikir kreatif dan inovatif, malah kita perlu melihat hambatan-hambatan itu sebagai tantangan, bagamana pun bakal ada sedikit celah bagi kita di dalamnya untuk berkembang.

Indonesia harus mampu belajar dari Korea yang UKM-nya begitu maju. Hal tersebut dikarenakan penggunaan teknologi yang sedang berkembang pesat ini pun mereka gunakan untuk melakukan kegiatan UKM. Yang harus kita pelajari adalah kita harus mampu terus berinovasi dan berkreasi dengan turut menyertakan perkembangan zaman yang sekiranya baik.

Daftar Pustaka:
http://www.money.id/food/baru-3-minggu-buka-markobar-raup-omzet-rp13-juta-per-hari--1601114.html
http://www.beritasatu.com/ekonomi/358759-soal-ukm-indonesia-perlu-berlajar-dari-korsel.html
Buku Kewirahusahaan: (Suharyadi, dkk)


April 01, 2016

Motivasi Menjadi Pengusaha Sukses



Dalam diri setiap manusia pasti memiliki yang namanya motivasi. Ini yang menjadikan manusia menjadi hidup. Manusia yang hidup tanpa ada motivasi apa-apa dalam dirinya sama saja seperti mayat berjalan—zombie. Sederhananya, dalam satu gerakan kita berpindah dari kamar ke dapur di dasari oleh motivasi untuk memasak makanan atau sekadar minum, motivasi melurukan tujuan kita.

Hal tersebut berlaku bagi orang-orang yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Banyak macamnya penelitian-penelitian dan kata-kata serta tips motivasi untuk menjadi pengusaha sukses sebenarnya, tetapi yang paling pertama dan utama mulailah dari impian. Lalu mulai berkaca lah dan memandang diri dengan AKU (Ambisi, kelebihan dan kekurangan, dan Usaha). Kembali ke apa ambisi kita dalam memulai usaha? Apa saja kekurangan dan kelebihan kita dan sudah kah kita bisa berdamai dengan dengan kekurangan-kekurangan kita? Lalu, usaha apa saja yang kita sudah dan tengah lakukan untuk mencapai impian kita memiliki usaha sendiri?

Sesungguhnya, menjadi seorang pengusaha adalah kemampuan setiap orang tergantung kita mau mengolahnya pada diri kita atau tidak. Tergantung pada mau belajar atau tidaknya kita dari awal hingga belajar dari segala kesalahan yang mungkin terjadi. Tergantung pada apakah kita mau bekerja keras meraihnya atau tidak, karena tidak ada usaha pengusaha sukses yang gampang. Intinya, untuk menjadi seorang pengusaha bukan sesuatu yang instan ataupun bukan sesuatu yang lahir begitu saja.

Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)
http://www.andriewongso.com/articles/details/12288/10-Rahasia-Sukses-Jadi-Pengusaha-Pemula 
http://motivasimotivasinew.blogspot.co.id/2013/03/kata-motivasi-dari-para-pengusaha-sukes.html

Menyontek Ilmu Dagang Orang Cina



Hampir di seluruh penjuru dunia dapat kita temui usaha-usaha yang dimiliki Orang Cina atau Tionghoa. Tidak perlu jauh-jauh di dunia, jika kita melirik ke seluruh penjuru Indonesia, banyak sekali toko-toko yang pemiliknya keturunan Cina. Heran tidak, sih? Bagaimana orang-orang Cina bisa seperti itu?

Nah, berdasarkan buku “Membangun Usaha Sukses Sejak Muda” (Ari Setyawan, dkk), ternyata ini kembali ke falsafah hidupnya orang Cina itu sendiri. Kalau kita tilik falsaah mereka itu sendiri orang-orang Cina merupakan orang-orang yang pantang menyerah. Mereka adalah orang-orang yang berbudaya pragmatis, mereka bukan orang yang peduli birokrasi yang panjang, asal cepat dan menguntungkan. Ini lah dasar yang menguatkan mental mereka sebagai pebisnis.

Kebudayaan berbisnis orang-orang Tionghoa telah mendarah daging sedemikian rupa, para keturunan Tionghoa ini telah diajarkan berbisnis sejak usia mereka masih muda oleh para orang tua mereka. Hal ini lah yang kemudian membentuk mental dan kepribadian yang begitu kuat sebagai seorang pebisnis. Karena sejak di usia anak-anak telah ditanamkan usaha gigih, ulet, dan cerdas dari kegiatan jual-beli yang dilakukan pada saat muda. Sifat-sifat ulet ini lah yang membuat orang Cina bekerja dalam sehari selama 18 jam, mereka benar-benar menganggap bahwa waktu adalah uang, waktu adalah keuntungan yang tidak boleh disia-siakan.

Menarik jika kita tilik lebih lanjut dari cara berdagang orang Tionghoa ini adalah mereka punya seninya sendiri. Antara lain, “Ching li Fang” yaitu “Makan dulu baru bicara bisnis” yang berbeda dari negara Barat yang menganut kebalikannya. Ini menunjukkan bahwa cara orang Tionghoa dalam bernegoisasi bisnis dengan cara pendekatan. Mereka membangun relasi-relasi dengan para pelanggannya, hingga kadang bisa sedekat teman dan keluarga. Selain itu, mereka juga menganut win-win solution di mana kedua belah pihak saling diuntungkan. Orang-orang Cina juga sangat mengikuti perkembangan, sehingga mereka pun menjadi begitu fleksibel dengan jalan pikiran konsumen.

 Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)

Maret 18, 2016

Be A Young Entrepreneur!

Apa yang kamu pikirkan tentang dirimu lima tahun mendatang? Apa kamu telah memiliki pekerjaan yang layak atau tetap? Atau, kamu sudah bekeluarga dan mengurus anak di rumah? Atau, mengejar ilmu ke jenjang lebih tinggi lagi?

Pernah tidak terpikir untuk menjadi seorang pengusaha?