Tampilkan postingan dengan label K12-YOGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K12-YOGA. Tampilkan semua postingan

Juni 23, 2016

Pandai Melihat Peluang Usaha


WIRAUSAHA DENGAN LINGKUNGAN

Dalam berwirausaha kita harus juga bisa menjaga lingkungan agar tidak ada yang dirugikan. Salah satunya yaitu tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Analisis mengenai dampak lingkungan (di Indonesia, dikenal dengan nama AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang "Izin Lingkungan Hidup" yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal. Amdal telah dilaksanakan sejak 1982 di Indonesia.
AMDAL adalah suatu analisis yang melingkupi berbagai macam faktor seperti berikut ini :
1. fisik,
2. kimia,
3. sosial ekonomi,
4. biologi dan sosial budaya
Yang ke-4 faktor tersebut harus dilakukan secara menyeluruh.Alasan mengapa diperlukannya AMDAL ialah untuk diperlukannya suatu studi kelayakan dikarenakan didalam undang-undang dan juga peraturan pemerintah dan untuk menjaga lingkungan dari suatu operasi proyek kegiatan industri atau juga kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Komponen-komponen AMDAL adalah:
  • PIL (Penyajian informasi lingkungan),
  • KA (Kerangka Acuan),
  • ANDAL (Analisis dampak lingkungan),
  • RPL ( Rencana pemantauan lingkungan),
  • RKL (Rencana pengelolaan lingkungan)

 Manfaat AMDALantara lain sebagai berikut:

1. Manfaat AMDAL bagi Pemerintah 
  •  Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan. 
  •  Menghindarkan konflik dengan masyarakat. 
  •  Menjaga agar pembangunan sesuai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan. 
  •  Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup. 
 2. Manfaat AMDAL bagi Pemrakarsa. 
  • Menjamin adanya keberlangsungan usaha. 
  • Menjadi referensi untuk peminjaman kredit. 
  • Interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar untuk bukti ketaatan hukum. 
3. Manfaat AMDAL bagi Masyarakat
  •  Mengetahui sejak dari awal dampak dari suatu kegiatan. 
  •  Melaksanakan dan menjalankan kontrol. 
  • Terlibat pada proses pengambilan keputusan.
Sumber:

STRATEGI PEMASARAN

Istilah startegi pemasaran banyak digunakan orang terutama dalam bidang bisnis, yaitu dalam hal membicarakan prosedur dan strategi. 
Istilah startegi sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang artinya kepemimpinan. Startegi pemasaran adalah keseluruhan tindakan-tindakan yang disiapkan oleh sebuah organisasi untuk mencapai sasaran-sasarannya. (Philip Kotler, 1992:2).
 
Sedangkan dalam konteks pemasaran, arti kata startegi dihubungkan dengan segala aktivitas pemasaran dan sasaran-sasaran pemasaran Strategi merupakan katalisator atau elemen pengolahan atau tujuan-tujuannya. Seperti halnya manajemen, pengembangan strategi pemasaran merupakan sebuah seni dan merupakan sebuah produk logika dan kreativitas. Jadi dengan demikian strategi pemasaran merupakan keterkaitan antara sasaran-sasaran dan hasil.
Hal-Hal perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan Strategi Pemasaran Produk. Menerapkan Strategi pemasaran di awali dengan menganalisa secara keseluruhan dari situasi perusahaan Pemasar harus melakukan analisis SWOT (SWOT analysis), di mana ia menilai kekuatan (strengths [S]), kelemahan (weaknesses [W]), peluang (opportunities [O]), dan ancaman (threats [T]) perusahaan secara keseluruhan
·         Kekuatan (Strengths) meliputi kemampuan internal, sumber daya, dan faktor situasional positif yang dapat membantu perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya
·         Kelemahan (Weaknesses) meliputi keterbatasan internal dan faktor situasional negatif yang dapat menghalangi performa perusahaan
·         Peluang (Opportunities) adalah faktor atau tren yang menguntungkan pada lingkungan eksternal yang dapat digunakan perusahaan untuk memperoleh keuntungan
·         Dan ancaman (Threats) adalah faktor pada lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan yang menghadirkan tantangan bagi performa perusahaan 

Berikut ini adalah beberapa strategi pemasaran bisnis untuk bisnis yang masih baru yang dapat Anda lakukan untuk memasarkan produk Anda.
1.      Perkuat Nama Brand Bisnis. Strategi pemasaran bisnis yang pertama bukan tentang seberapa besar keuntungan yang dapat Anda raih maupun seberapa banyak laba yang bisa Anda rengkuh dalam jangka waktu dekat. Namun, yang penting disini adalah seberapa besar brand dan kekuatan produk yang sedang Anda jalankan sehingga dapt berpotensi untuk menghasilkan penghasilan dalam jangka waktu yang panjang.
2.       Pelajari Banyaknya Kompetitor Anda. Tidak ada hal lain yang lebih sulit dan juga lebih mudah selain Anda mencoba untuk mendalami dan mengetahui lebih dalam mengenai kompetitor yang menjadi saingan Anda dalam berbisnis. Mengetahui disini artinya mengetahui apa kelebihan dan kelemahan kompetitor tersebut. Jika Anda mengetahui apa yang menjadi kelebihan dari kompetitor tersebut maka Anda bisa mencontohnya, dan sebaliknya jika Anda mengetahui kelemahan kompetitor tersebut maka jauhilah.
3.      Aktif Dalam Berpromosi. Promosi erat kaitannya dengan penguatan brand produk dan peningkatan nilai dimata para konsumen. Semakin efektif nilai pemasaran dan promosi yang Anda jalani serta di aplikasikan maka akan semakin besar pula peluang keuntungan yang akan Anda dapatkan.
4.      Pelajari Kebiasaan Konsumen. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik maka Anda perlu untuk mengetahui layanan dan juga kebiasaan dari konsumen dalam membeli produk yang Anda jual. Dengan mempelajari kebiasaan dari konsumen dan menyerap hasil transaksi maka secara tidak langsung Anda bisa merangkul konsumen Anda menjadi lebih erat lagi agar lagi sehingga lebih loyal dan nyaman. Kondisi seperti itulah yang berpotensi untuk menghasilkan keuntungan lebih banyak dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

Sumber:

Pengusaha Harus Bisa Mengatur Uang

Cara Mengelola Keuangan Usaha yang Benar

Inilah cara mengelola keuangan usaha dengan 7 Disiplin Finansial.
  1. Pisahkan Rekening Pribadi dengan Perusahaan. Hal ini Agar terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja atau dianggap uang Anda juga. Meskipun perusahaan 100% milik Anda, pemisahan rekening ini akan lebih memudahkan untuk akurasi perhitungan.
  2. Bujetkan Pengeluaran Bulanan. Termasuk gaji Anda. Gajilah diri Anda sesuai dengan jabatan dan ‘angka’ kebutuhan Anda. Jika terpaksa pinjam, hitung sebagai kasbon/utang yang harus dibayar di gajian berikutnya.
  3. Buat Proyeksi Arus Kas. Dengan proyeksi arus kas, Anda tahu, kapan akan menerima duit, keluar duit, dan akan minus/plus duit. Dengan itu bisa diambil langkah antisipasi sebelum terjadi minus.
  4. Buat Laporan Arus Kas. Idealnya adalah laporan keuangan (laba/rugi dan neraca). Tapi, jika belum memungkinkan karena masih usaha baru, buatlah setidaknya laporan keluar masuk duit.
  5. Pisahkan Akunting dengan Kasir. Jika bagian yang pegang duit (kasir) juga membuat laporan keuangan, maka ada potensi manipulasi laporan. Misalnya, kas di laporan ada, ternyata saat diaudit tak ada (terpakai untuk kepentingan pribadi).
  6. Hindari Uang Menginap di Karyawan. Banyak kejadian uang yang dibawa pulang ke rumah cenderung akan dipakai, mulai dari alasan foya-foya, saudara sakit, pulang kampung, sampai kucing cedera.
  7. Lakukan Cek Stok Secara Berkala. Celah manipulasinya adalah stok yang sudah terjual, dilaporkan belum terjual. Alhasilnya, duitnya pun sudah raib.

kalanya pebisnis mengeluh penghasilan dari usahanya selalu habis sebelum ditabung. Kalau pun ada yang bisa ditabung, jumlahnya hanya sedikit. Padahal, proyek yang ia terima cukup banyak. Seharusnya, usahanya bisa berjalan lancar dan hidupnya bisa senang meski sedang tidak ada order. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Hal ini mungkin pernah dialami oleh sebagian orang yang mengawali dunia usaha. Apalagi, jika usaha tergolong jenis usaha keluarga. Pada awal usaha, saat mendapat proyek, uang selalu saja habis untuk menghidupi keluarga. Istilahnya, saat sudah senang, lupa segalanya. Lupa harus bayar listrik, telepon, internet, transportasi, dan sebagainya.

Dan satu hal yang selalu terlupakan adalah mencatat semua kegiatan dan transaksi. Tak banyak usaha kecil yang melakukannya. Padahal, pencatatan adalah langkah dasar penting yang harus dilakukan untuk memajukan usaha. Lalu, bagaimana mengatur keuangan usaha yang baik? Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan seperti kami sadur dari Majalah Chic.

1. Tentukan porsi keuanganCara paling mudah untuk mengatur keuangan usaha adalah dengan menyepakati sejak awal berapa porsi uang yang akan digunakan sesuai lalu lintas uang yang dibutuhkan. Misalnya, berapa jumlah uang yang akan digunakan untuk membayar gaji, operasional perusahaan, serta berapa keuntungan yang akan digunakan mengembangkan usaha dan untuk ditabung.

Untuk langkah awal, Anda bisa mencoba membagi porsi 30:30:30:10. Porsi 30 persen untuk gaji, 30 persen lagi untuk operasional perusahaan, seperti sewa kantor, biaya listrik, telepon, fax, transportasi, dan lain sebagainya. Lalu 30 persen lainnya untuk mengembangkan usaha, dan sisa 10 persen untuk tabungan pribadi.

Jadi, misalnya pemasukan sebesar Rp 20 juta, Rp 6 juta (30 persen) langsung dipotong di awal untuk disishkan sebagai gaji, Rp 6 juta untuk biaya operasional, Rp 6 juta untuk biaya pengembangan usaha, dan Rp 2 juta untuk tabungan pribadi.

Pola pembagian dengan struktur jumlah persentase ini tidak mutlak. Anda boleh menentukan sendiri. Yang perlu diperhatikan adalah kedisiplinan dalam membagi berdasar nilai yang sudah disepakati di awal. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah mengatur keuangan usaha.

2. Pisahkan rekening pribadi dan usahaSetelah porsi ditentukan, langkah berikutnya lakukan pencatatan keuangan usaha. Memang jika usaha masih kecil, kita cenderung sering menyamakan antara uang yang diterima dalam usaha dan uang untuk kepentingan pribadi. Bahkan kita biasanya menyimpan uang itu dalam satu nomor rekening.

Padahal, jika keuangan usaha dan keuangan pribadi digabung, Anda akan kesulitan dalam melakukan monitoring pendapatan atau pun pengeluaran yang telah dilakukan. Dengan melakukan pemisahan pencatatan antara keuangan usaha dengan keuangan pribadi, maka akan lebih mudah untuk membedakan antara arus dana dari usaha dengan penggunaan uang untuk kepentingan pribadi.

Di samping itu, pemisahan pencatatan juga dapat memberikan informasi lebih jelas tentang keadaan finansial dari usaha yang sedang dijalankan. Apalagi saat ini sejumlah bank sudah menyediakan produk layanan yang dapat mendukung pencatatan keuangan usaha Anda. 

3. Jangan mudah tergoda

Inilah poin yang utama sebagai bentuk usaha mendisiplinkan diri. Dan, memang kunci utama mengatur keuangan usaha adalah disiplin dalam mematuhi porsi persentase yang kita atur untuk keuangan usaha dan pribadi.

Godaan biasanya sering datang saat sedang banyak order. Barang-barang tadinya belum terlalu penting jadi seperti "minta dibeli". Ada kalanya, saat uang masuk dalam jumlah besar, tiba-tiba kita merasa butuh ini dan itu. Salah satunya, membeli baju dengan alasan agar terlihat lebih pantas saat bertemu klien.

Memang tidak ada salahnya memenuhi keinginan itu. Namun dengan catatan, Anda mesti bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli sesuatu dengan alasan usaha, tanyakan dulu, apakah itu merupakan kebutuhan mendesak atau keinginan yang bisa ditunda. Nah, jawaban ini yang akan membantu Anda menentukan ke mana uang bisa digunakan.

Bila memungkinkan dan punya cukup dana, Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk pencatatan keuangan usaha. Dengan software ini, pencatatan keuangan bisa dilakukan lebih profesional dan rapi. Dengan begitu, Anda juga tidak memiliki celah untuk seenaknya mengambil uang usaha untuk kebutuhan pribadi.

sumber

Perencanaan Operasional Dan Usaha

Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah berpikir dengan SMART (specific, measurable, achievable, reasonable, trackable), yang dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut :
1.       Specific, mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih terfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan.
2.       Measurable, perencanaan yang dibuat harus dapat terukur, sehingga kita akan tahu kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
3.       Achievable, bahwa perencanaa yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, janganterlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil. Bila tidak, pikiran bawah sadar kita akan menolak karena merasa tidak mungkin mencapai tujuan yang telah direncanakan tersebut.
4.       Reasonable, dimana perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan factual dan realistis. Artinya, apa yang dirumuskan sangat masuk akal dan rasional. Jika tidak, pikiran alam bawah sadar kita akan menolaknya.
5.       Trackable atau Timely, setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan.
Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
                Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan. Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu :
1.       Dekat dengan pasar atau pelanggan
2.       Dekat dengan sarana transportasi
3.       Pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya
4.       Listrik, air, dan sarana prasarana lainnya
5.       Dekat dengan lembaga keuangan
6.       Dekat dengan kawasan industry pendukung
7.       Dekat dengan pusat pemerintahan
8.       Lokasi dapat dikembangkan
9.       Pertimbangan soisal budaya masyarakat lingkungannya
10.   Hukum yang berlaku dilingkungan tersebut
11.   Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal
12.   Besarnya nilai investasi untuk lokasi
13.   Nilai ekonomis masa datang dari lokasi
14.   Iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya

Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia
Yang menjalankan usah adalah manusia, semua factor produksi berupa tanah, mesin, dan bangunan tidak akan berarti tanpa adanya manusia. Oleh sebab itu, unsure manusia menjadi paling penting untuk diperhatikan dalam pengelolaan usaha. Struktur organisasi diperlukan seiring dengan berkembangnya suatu usaha. Usaha yang menjadi besar membutuhkan semakin banyak bahan baku, proses produksi dan pemasaran. Struktur organisasi hendaknya dapat memberikan fasilitas bagi pengembangan dan tujuan jangka panjang dan sekaligus juga efisien dalam operasionalisasi tugas-tugas jangka pendek.
·         Analisis pekerjaan
                Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu. Berbagai informasi tersebut akan menghasilkan uraian jabatan  dan spesifikasi jabatan.
·         Perencanaan sumber daya manusia
                Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang secara sistematis memperkirakan kebutuhan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan. Perencanaan ini dilakukan dalam mengelola usaha karena :
1.       Untuk memenuhi kebutuhan karyawan baru akibat adanya pendirian cabang atau usaha baru.
2.       Adanya karyawan yang keluar karena pensiun, pemutusan pekerjaan dan hal lainnya.
3.       Pertimbangan-pertimbangan seperti relokasi, kerjasama usaha atau aliansi dan pengembangan usaha lainnya.
·         Pengadaan tenaga kerja
Kegiatan pengadaan tenaga kerja (procurement) adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat. Kegiatan ini meliputi penarikan (recruitment), seleksi (selection), dan penempatan (placement). Proses penarikan karyawan dapat bersumber dari dalam dan dari luar organisasi, tergantung kepada kebutuhannya.
·         Pelatihan dan pengembangan
Pelatihan dan pengembangan diperlukan untuk meningkatkan keahlian karyawan. Seiring perkembangan teknologi dan berjalannya waktu, maka pengetahuan dan keterampilan perlu ditingkatkan agar proses produksi dapat mengikuti perkembangan terkini dan memuaskan konsumen.
·         Kompensasi
Kompensasi (compensation) merupakan hal yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, jika saja karyawan tidak diberikan balas jasa yang sesuai atas tenaga dan jasa yang telah mereka berikan pada organisasi, maka organisasi akan kehilangan mereka,karena mungkin mereka tidak mau bekerja lagi dan bahkan mungkin pindah ke perusahaan pesaing, sehingga perusahaan bisa saja merugi dan kehilangan banyak waktu untuk mencari penggantinya.
·         Perencanaan karier
Perencanaan karier sebagai suatu system yang dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk melalui dan mendapatkan jenjang jabatan selama diperusahaan. Hal ini pun, tidak akan berhasil jika tidak ada respon dari karyawan itu sendiri.
·         Keselamatan dan kesehatan kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menunjuk kepada kondis fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.
·         Pemutusan hubungan kerja

Pemutusan hubungan kerja merupaka putusnya hubungan antara karyawan dengan perusahaan

Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat

Memilih usaha sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai atau kita mempunyai kompetensi dalam bidang usaha tersebut. Hal tersebut dapat membuat kita terhindar atau paling tidak menekan sekecil mungkin adanya  kerugian yang dapat menghabiskan modal yang dimiliki. Rencana usaha tidak harus muluk-muluk, cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Semuanya dapat diukur dengan salah satu alat yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT.  Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.
  1. Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
  2. Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan computer.
  3. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin dilingkungan perkantoran, dan lain-lain.
  4. Melihat  ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal:
  1. Mengenali kebutuhan pasar
  2. Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran
  3. Memadukan bisnis-bisnis yang ada
  4. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
  5. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
  6. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)
Cara Memulai Bisnis

Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut:
  1. Memulai Bisnis Baru
Memulai bisnis baru merupakan pilihan yang paling menarik bagi para pemula. Terdapat tiga bentuk usaha yang bias dirintis oleh Anda, yaitu:
a.       Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri.
b.      Persekutuan (Partnership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
c.       Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan usaha dengan modal berupa saham.
  1. Membeli Bisnis yang Sudah Ada
Membeli perusahaan yang telah didirikan dan dikelola oleh orang lain dengan nama (goodwill)dan organisasi usaha yang sudah ada.
  1. Mengembangkan Bisnis yang Sudah Ada
Mengembangkan bisnis yang sudah ada biasanya terjadi pada perusahaan keluarga.
  1. Memilih usaha franchise
Waralaba (franchise) adalah suatu bentuk usaha kerja sama antara pewaralaba (franchisor) dengan terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha.


Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha

Sebuah mimpi akan tetap menjadi mimpi jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Mimpi boleh saja besar, tetapi anda harus bisa memulainya sekarang mulai dari skala kecil. Dari tindakan kecil ini, anda bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki tindakan yang berikutnya, sehingga akhirnya seluruh mimpi bisa terwujud.


Berikut ada beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah.
  1. Usaha di bidang makanan atau kuliner
  2. Usaha pakaian dan perhiasan
  3. Usaha yang terkait dengan tempat tinggal
  4. Usaha pendidikan
  5. Usaha yang terkait dengan rekreasi
  6. Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Dibawah ini beberapa bentuk badan hokum usaha di Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling tepat:

  1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perorangan merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang.

  1. Persekutuan
Bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.

  1. Perseroan
Perseroan merupakan organisasi bisnis yang berbentuk badan hokum, dimana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.

  1. Koperasi
Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggotakan orang-orang atau badan hokum, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.

SUMBER:


April 07, 2016

inovasi kacang garuda


PENTINGNYA INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM BERWIRAUSAHA


KREATIVITAS DAN INOVASI
Pengertian Inovatif
Orang yang sudah terjun dalam dunia bisnis harus mempunyai jiwa dan semangat kewirausahaan untuk mendukung keberhasilan dalam bisnisnya. Oleh karena itu sangat diperlukan orang-orang yang bersifat kreatif dan inovatif.
Inovasi adalah suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide-ide yang dapat dijual dan merupakan hal atau terobosan baru.
Sedangkan kemampuan inovatif seorang wirausahawan merupakan proses mengubah peluang suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual.
Contoh :
Seorang wirausaha bergerak dalam bidang jasa boga yang ingin sukses selalu berusaha berinovatif dalam hal bentuk, rasa, kemasan, atau bahan baku yang dipakai, dan lain-lain.

Pentingnya Inovatif
Apabila wirausahawan ingin sukses dan terus dapat menjalankan usahanya, ia harus membuat produk-produk yang dihasilkan dengan inovasi-inovasi baru sebab dalam dunia bisnis pada zaman sekarang produk-produk dan pelayanannya tanpa adanya inovatif tidak akan berkembang dan tidak akan mungkin sukses dalam berwirausaha. Keterlambatan berinovasi dalam produk dan pelayanan akan mengakibatkan kegagalan bagi seorang wirausaha. Dengan adanya bisnis akan membawa perkembangan dan perubahan dalam ekonomi (Joseph Schumpeter).

Peranan Inovasi dan Kreativitas dalam Pengembangan Produk dan Jasa Inovasi memegang peranan penting dalam mengembangkan produk dan jasa dalam bisnis. Berbagai kesuksesan wirausaha di dunia disebabkan oleh kreativitas dalam mengembangkan produk. Persaingan yang ketat dalam berwirausaha mendorong wirausaha untuk memiliki kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut harus dilandasi cara berpikir yang maju, gagasan-gagasan baru yang berbeda dibandingkan produk-produk yang telah ada. Berbagai gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu dan memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha yang pada awalnya kelihatan mustahil.
Saat ini berbagai hasil inovasi yang didasarkan kreativitas wirausaha menjadi produk dan jasa yang unggul. Wirausaha melalui proses kreatif dan inovatif menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa yang kemudian menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing. Perusahaan seperti Microsoft, Sony, dan Toyota Motor, merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi di bidang teknologi.
Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati. Bisnis yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif dari sang wirausaha biasanya tidak dapat berkembang abadi. Lingkungan bisnis yang begitu dinamis menuntut wirausaha untuk selalu adaptif dan mencari terobosan terbaru. Karakter cepat berpuas diri dan cenderung stagnan sama saja membawa bisnis ke arah kematian.
Pemahaman kreatif dan inovatif sering kali dipertukarkan satu sama lain. Menurut Zimmerer dkk (2009) kreatifitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Selanjutnya Ted Levitt (dalam Zimmerer, 2009) menyatakan bahwa kreatifitas memikirkan hal-hal baru dan inovasi mengerjakan hal-hal baru. Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif. Kreatif tapi tidak inovatif adalah mubazir karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada realisasi.
Semua bisnis yang maju dan berkembang hingga kini berpangkal pada upaya kreatif dan inovatif. Banyak restoran waralaba asing yang telah mengglobal dan berdiri sejak puluhan tahun yang lalu selalu menunjukkan karakter ini. Sepertinya begitu mudah dan sederhana. Tetapi banyak wirausaha yang abai ketika bisnis telah dirasakan mencapai tingkat kemapanan. Kreatifitas dan inovasi mungkin dapat dipandang sebagai upaya yang mengganggu keseimbangan yang telah tercipta.
Kreatif dan inovatif dapat diterapkan secara sederhana. Kuncinya adalah kepekaan dalam mencium peluang dan kemampuan membaca pasar. Seorang member MRC misalnya. Ketika pelanggan sudah mulai jenuh dengan fried chicken, ia melihat masih ada peluang lain yang dapat dikembangkan. Berhubung gerainya ada di kantin sekolah, ia mencoba memahami selera siswa. Kebanyakan siswa suka bumbu keju. Ia memiliki ide bagaimana kalau keju digabung dengan ayam. Pemikiran kreatif ini kemudian dikembangkan menjadi produk yang dinamai: cheesy chicken. Hasilnya lumayan bagus. Setelah tes pasar dan dijual terbatas, pelanggan begitu menyukai menu ini. Pelanggan selalu mencari-cari dan selalu terjual habis. 
Pemikiran kreatif dan pengembangan ide memang tidak mudah. Contoh sederhana tadi terjadi dalam waktu yang tak terduga. Mengalir seperti air. Tetapi Zimmerer (2009) menegaskan bahwa kreatifitas dapat diajarkan dan kreatifitas individual dapat ditingkatkan. Caranya? Ia menguraikan 11 cara untuk meningkatkan kreatifitas individual yaitu:

1.Beri kesempatan diri Anda menjadi kreatif.Berani untuk berpikir kreatif tanpa takut dibilang bodoh oleh orang lain. Ide-ide cemerlang biasanya lahir dari hal-hal yang mungkin dianggap bodoh dan tak berarti.

2.Beri pikiran Anda masukan segar setiap hari.Agar kreatif, otak perlu distimulasi dengan hal-hal baru yang variatif. Mendengarkan radio dan berganti-ganti setiap hari, mendengarkan beraneka ragam jenis musik atau melakukan hal-hal lain yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.

3.Amati berbagai produk dan jasa perusahaan lainnya, terutama yang berada dalam pasar yang benar-benar berbeda.Tidak ada salahnya meminjam ide perusahaan lain, kemudian mengembangkan menjadi inovasi yang brilian.

4.Sadari kekuatan kreatif dari kesalahan.Orang bijak mengatakan agar kita selalu belajar dari kesalahan yang diperbuat. Orang kreatif mengatakan kita dapat memperoleh ide dari kesalahan yang kita buat. Kisah Charles Goodyear menunjukkan hal tersebut. Setelah bekerja selama lima tahun untuk memformulasikan kombinasi karet, belerang dan timah putih, pada malam yang dingin tahun 1839, tanpa sengaja Charles menumpahkan sedikit campuran tersebut pada kompor kerjanya. Campuran tersebut meleleh membentuk senyawa baru yang selama ini dicari-cari!

5.Bawalah selalu buku harian untuk mencatat pikiran dan ide Anda.Ide-ide kreatif kadang muncul tanpa disengaja dan di waktu yang tak terduga. Daripada cepat terlupa, ada baiknya membawa buku kecil untuk mencatat ide-ide yang mungkin akan muncul tiba-tiba.

6.Dengarkan orang lain.Ide tidak selalu datang dari diri kita sendiri. Ide dapat datang dari orang lain atau bahkan kompetitor kita sendiri. Jadi selalu dengarkan orang lain karena mungkin ia akan menghadirkan ide cemerlang buat kita.

7.Dengarkan apa kata pelanggan.Mendengarkan pelanggan wajib hukumnya. Mereka mengkonsumsi produk kita dan sekaligus menjadi sumber ide yang tiada habisnya.

8.Berbicara dengan anak kecil.Anak-anak tidak membatasi pemikiran mereka. Mereka begitu bebas mengungkapkan kreatifitas mereka tanpa batas. Mereka dapat menjadi sumber ide yang berharga.

9.Simpan kotak mainan di kantor Anda.Mainan-mainan kecil seperti yoyo, gasing dan lain-lain dapat menjadi sumber inspirasi. Ketika sedang bingung, Anda dapat mengambil satu dan memikirkan bagaimana benda tersebut berkaitan dengan masalah Anda.

10.Baca buku mengenai cara merangsang kreatifitas dan mengambil kursus kreatifitas.
Memahami prinsip-prinsip kreatifitas akan sangat membantu meningkatkan kemampuan kreatif kita.
11.Luangkan waktu Anda.
Sesekali luangkan waktu untuk berelaksasi, melepaskan diri dari rutinitas sejenak. Ide-ide baru bisa muncul ketika otak kita tidak dalam keadaan tegang.
SUMBER :

PMC TEKNIK INDO, 2014, PENTINGNYA INOVASI DAN KREASI DALAM BERWIRAUSAHA, http://www.pmct.co.id/pentingnya-inovasi-dan-kreativitas-dalam-berwirausaha/

MAGFOOD AMAZY, 2015, KREATIF DAN INOVATIF KUNCI SUKSES BERWIRAUSAHA, http://www.magfood-amazy.com/read/amazy-info/112/kreatif-inovatif-kunci-sukses-wirausaha/

DANYDANGER, 2014, PERILAKU INOVATIF DAN KREATIF, http://danydanger.blogspot.co.id/2014/08/perilaku-inovatif-dan-kreatif.html

Maret 31, 2016

Motivasi Menjadi Pengusaha Sukses


Sikap Mental Bisnis Orang CIna


MOTIVASI UNTUK MENJADI PENGUSAHA MUDA SUKSES

Proses termotivasinya seseorang dengan orang lain untuk menjadi pengusaha berbeda-beda. Tidak semua orang memiliki motivasi yang sama untuk menjadi pengusaha. Sebenarnya bangsa Indonesia memiliki dasar spirit dan keterampilan yang unik di masing-masing daerah. Sebagai bangsa Indonesia jangan biarkan bangsa lain mengelolah sumber daya dan kita hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun.



Mengalahkan Mitos

Pendidikan menjadi kunci sukses keluar dari kesulitan dan membantu meraih keberhasilan usaha. Jangan percaya pada mitos-mitos terkait kewirausahaan. Berikut ini beberapa mitos yang selalu kita dengar di tengah masyarakat :
  • Wirausaha merupakan bakan & keturunan
  • Pengusaha adalah pelaku, bukan pemikir
  • Wirausaha tidak bisa diajarkan atau dibentuk
  • Pengusaha adalah selalu sebagai investor
  • Pengusaha membutuhkan keberuntungan
  • Pengusaha harus selalu sukses dan tidak boleh gagal
  • Pengusaha adalah sama seperti penjudi

Mengubah Pola Pikir

Merubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan tidak mudah. Perubahan bukanlah kata yang menakutkan dan membahayakan. Mengubah pola pikir memerlukan keberanian dan kerelaan.
Menurut McGrath dan MacMillan (2000) ada lima karakteristik yang umumnya dimiliki oleh pengusaha :
  • Pengusaha sangat bersemangat dalam melihat atau mencari peluang-peluang baru
  • Pengusaha mengejar peluang dengan disiplin yang ketat
  • Pengusaha hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang laun yang belum jelas
  • Pengusaha berfokus pada pelaksanaan
  • Pengusaha mengikutsertakan energy setiap orang yang berbeda dalam jangkauan mereka

Memotivasi Berprestasi

Semakin seseoang meyakini bahwa dirinya dapat mengelolah berbagai kekuatan dan kelemahan, maka semakin yakin ia bahwa dirinya dapat mewujudkan satu prestasi. Ciri-ciri pribadi wirausaha yang berhasil adalah :
  • Berorientasi pada tindakan dan memiliki motif yang tinggi dalam mengambil resiko untuk mencapai tujuan
  • Dapatmendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada
  • Mempunyai perilaku yang agresif dalam mengejar tujuan atau berorientasi pada tujuan dan hasil
  • Mau belajar dari pengalaman
  • Memupuk dan mengembangkan pribadi unggul secara terus-menerus

Seseorang menat berwirausaha karena adanya sesuatu motif, yaitu motif berprestasi. David C. McClelland mengelompokan motivasi menjadi tiga motif social yaitu: kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kebutuhan akan afisiliasi.

Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bahwa Sadar

Apa saja yang kita dapatkan hari ini, baik disadari maupun tidak, sebenarnya merupakan hasil dari proses kekuatan alam bahwa sadar. Yakinlah apa yang kia dapatkan hari ini sebenarnya sudah pernah kita bayangkan sebelumnya atau pernah terlintas dalam otak, imajinasi, atau bahkan dalam mimpi walau hanya sesaat.

Proses mental bahwa sadar dapat membantu kita melaksanakan kegiatan sehari-hari. Menggunakan kekuatan yang terfokus pada keiginan untuk merasakan suatu kesenangan atau kesengsaraan mampu menimbulkan energy dasyat dalam hidup.

Pikiran manusia dapat dikelompokan menjadi dua yaitu pikiran sadar dan tidak sadar. Pikiran bahwa sadar mampu mengontrol tindakan secara otomatis. Beberapa factor atau kondisi yang mendorong semakin produktifitasnya pikiran bawah sadar yaitu :
  • Sikap ragu-ragu
  • Sikap berani
  • Bermacam-macam pengalaman, memori, dan ketertarikan
  • Persiapan yang sempurna dan sungguh-sungguh
  • Menyerah sementara
  • Istirahat / santai
  • Menulis
  • Berukar pikiran
  • Bebas dari kebingungan atau kekacauan
  • Batas waktu (deadlines)
  • Tensi (tension)

Cara cepat memotivasi diri

Seorang pengusaha wajib memiliki motivasi tinggi untuk kesuksesan bisnisnya. Menurut saya ini tidak bisa ditawar, atau anda tidak bisa mempertahankan bisnis anda. Jadi, carilah cara-cara untuk selalu bisa termotivasi setia hari. Bukan hanya sesaat saja.
Sumber: