Tampilkan postingan dengan label k13-Ade. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label k13-Ade. Tampilkan semua postingan

Juni 24, 2016

Kewirausahaan dan lingkungan global



Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan factor-faktor lingkungan diluar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun  global. Kegiatan operasional perusahaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi dan perkembangan perekonomian global.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.    Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh pesaing.
2.    Perkembangan teknologi da informasi.
3.     Perkembangan teknologi barang substitusi.
4.    Berbagai penemuan baru.adaptasi teknologi yang siap pakai.
5.    Strategi perkembangan teknologi nasional.
6.    Adaptasi teknologi yang siap pakai.
7.    Biaya penelitian dan pengembangan oleh perusahaan pesaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industry.
8.    Siklus hidup produk (product life cycle).
9.    Terobosan- terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik dibidang input, pengolahan dan pemasaran.
10.Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.
Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian Negara
Keunggulan wirausaha dalam mendukung perekonomian Negara yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk dan jasa baru, serta menciptakan perubahan dan kompetisi.
Dalam upaya memicu pertunbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan social ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1.     Menciptakan lapangan pekerjaan.
2.     Meningkatkan kualitas hidup.
3.     Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4.     Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional.
5.     Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.

Kebersamaan dan Etika Bisnis
Pengusaha dianggap memiliki kemampuan kewirausahaan yang andal apabila pengusaha tersebut mampu memanfaatkan, mencari, dan menciptakan peluang bisnis serta mampu menerapkan asas kebersamaan dan menjalankan etika bisnis secara total.
Asas Etika Bisnis yang Sehat
Beberapa pedoman sebagai dasar berpikir dan bertindak dalam penerapan etika bisnis yang sehat, antara lain  :
a)     Selalu menjaga kualitas produk dan jasa pada pelanggan elalui kewajaran dan keterbukaan.
b)     Kebersamaan dengan unsur internal dengan menghindari kesan bahwa perusahaan mengeksploitasi karyawan secara tidak manusiawi.
c)      Kebersamaan dengan lingkungan dalam menjaga kelestarian dan menghindari polusi yang menggangu masyarakat.
d)    Dalam proses bisnis atau transaksi usaha, selalu didukung dengan upaya penghayatan nilai dan norma bisnis  serta kebiasaan atau esensi dunia usaha yang berlaku.
e)     Menghindari cara-cara yang tidak etis dalam persaingan bisnis.




Sumber :
Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta (Universitas Mercu Buana)
Abdullah, Hobir. (1996). "wirausaha dan wiraswasta". Jakarta : Erlangga
Yusuf, Suhendra. (1994). Teori Terjemah.Bandung : Pustaka Jaya.



Juni 07, 2016

Konsep Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran 4P (Marketing Mix)


Oleh : Ade Yulianti 

Pengertian Strategi Pemasaran
Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum.Perencanaan strategi pemasaran produk memberikan dasar bagi perusahaan untuk mengambil langkah yang efektif untuk masa yang akan datang.
Strategi Pemasaran menurut W. Y. Stanton adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.

Hal-Hal perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan Strategi Pemasaran Produk :

1.       Menerapkan Strategi pemasaran di awali dengan menganalisa secara keseluruhan dari situasi perusahaan Pemasar harus melakukan analisis SWOT (SWOT analysis), di mana ia menilai kekuatan (strengths [S]), kelemahan (weaknesses [W]), peluang (opportunities [O]), dan ancaman (threats [T]) perusahaan secara keseluruhan
2.       Kekuatan (Strengths) meliputi kemampuan internal, sumber daya, dan faktor situasional positif yang dapat membantu perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya
3.       Kelemahan (Weaknesses) meliputi keterbatasan internal dan faktor situasional negatif yang dapat menghalangi performa perusahaan
4.       Peluang (Opportunities) adalah faktor atau tren yang menguntungkan pada lingkungan eksternal yang dapat digunakan perusahaan untuk memperoleh keuntungan.
5.       Ancaman (Threats) adalah faktor pada lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan yang menghadirkan tantangan bagi performa perusahaan.
Strategi Pemasaran berorientasi menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan membangun hubungan relationship dengan pelanggan Menciptakan nilai tambah dengan memahami kebutuhan pasar meliputi keinginan pelanggan, melakukan riset pelanggan dan pasar, menata informasi pemasaran dan data pelanggan, membangun metode pemasaran yang terintegrasi dan memberikan nilai tambah, membangun hubungan yang saling menguntungkan dalam menciptakan kepuasan pelanggan.

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam Strategi Pemasaran Dalam strategi pemasaran, ada bebarapa faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan yaitu :

1.       Siklus Daur hidup produk, Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2.       Tingkat persaingan perusahaan di pasar, Strategi pemasaran harus bisa disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam tingkat persaingan, apakah dalam kategori memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari ceruk pasar.
3.       Keadaan ekonomi, Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi, perusahaan harus memandang ke depan dan mengembangkan strategi jangka panjang untuk memenuhi kondisi yang sedang berubah dalam industri mereka dan memastikan kelangsungan perusahaan pada jangka panjang.

Penerapan Strategi Pemasaran melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1.       Segmentasi Pasar (Market Segmentation), adalah tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran terpisah.
2.        Penetapan Target Pasar (Market Targeting), yaitu proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dilayani, penetapan sasaran pasar terdiri dari merancang strategi untuk membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat, atau sebuah perusahaan besar mungkin memutuskan untuk menawarkan ragam produk yang lengkap dalam melayani seluruh segmen pasarnya, sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani segmen tunggal, dan jika hal ini terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen.
3.       Diferensiasi dan Posisi Pasar (Differentiation & Positioning),perusahaan harus memutuskan bagaimana mendifferensiasikan penawaran pasarnya untuk setiap segmen sasaran dan posisi apa yang ingin ditempatinya dalam segmen tersebut, posisi produk adalah tempat yang diduduki produk relatif terhadap pesaingnya dalam pikiran konsumen, pemasar ingin mengembangkan posisi pasar unik bagi produk mereka. Jika sebuah produk dianggap sama persis dengan produk lainnya di pasar,  konsumen tidak mempunyai alasan untuk membelinya.

Mengembangkan Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran Terintegrasi yaitu Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang terdiri dari “empat P” yaitu:

1.       Produk (product) , kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran meliputi : ragam, kualitas, gesain. fitur, nama merek,  dan kemasan.
2.       Harga (price), adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit.
3.       Tempat (place), kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi: Lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistik.
4.       Promosi (promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.
Sebelum membangun dan menerapkan 4 P diatas, pemasar sebaiknya memikirkan terlebih dahulu “empat C” seperti yang diungkapkan oleh Ir. Fl. Titik Wijayanti, MM, dalam bukunya Marketing Plan! Perlukah Managing Marketing Plan? yang terdiri dari:
1.       Solusi Pelanggan (Customer Solution), Produk dapat membantu dan mampu memecahkan masalah konsumen.
2.       Biaya Pelanggan (Customer Cost), Harga yang dibayarkan konsumen untuk membeli produk tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.
3.       Kenyamanan (Convenience), Produk tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana.
4.       Komunikasi (Communication), Produsen melakukan komunikasi produk kepada konsumen secara benar dan tepat sasaran.
Demikian sekilas tentang Konsep Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran, semoga artikel ini bermanfaat.





Sumber :
“Prinsip-prinsip Pemasaran” oleh Philip Kotler & Gary Armstrong. 2008., edisi 12. Penerbit Erlangga  Jakarta.



Juni 03, 2016

pengendalian keuangan


PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGINYA
Setelah pemahaman mengenai peluang usaha bagi pemula selesai kita diskusikan, tiba saatnya kita mendiskusikan mengenai bagaimana mengelola usaha yang telah kita tetapkan dan mulai. Pada dasarnya, keputusan memulai usaha harus diikuti dengan tanggung jawab, kesungguhan, dan konsistensi di dalam mengelola usaha. Ide usaha yang brilian, dukungan modal yang cukup, serta peluang usaha yang menjanjikan, tidak akan banyak berguna apabila pada tahap selanjutnya, usaha tersebut tidak dikelola dengan baik, dalam arti serius, bertanggung jawab, dan konsisten.

Beberapa alasan mengapa usaha kita, perlu dikelola dengan baik :

  1. Karena kita harus konsisten dengan niat awal kita
  2. Karena kita tidak sendirian, yang ingin sukses itu banyak, dan seringkali kita harus saling berkompetisi untuk meraihnya
  3. Karena dalam usaha tersebut telah tertanam investasi, dan seringkali dalam jangka panjang dan tidak jarang milik orang lain, yang harus dipertanggung jawabkan
  4. Karena ada opportunity cost (biaya kehilangan kesempatan) yang harus dipertanggung jawabkan
  5. Karena banyak pihak yang tergantung dan telah berkorban untuk usaha kita
  6. Karena, meski semua kebutuhan usaha berasal dari kita sendiri, namun sumber daya yang kita miliki serba terbatas
  7. Karena di dunia ini penuh dengan ketidakpastian
  8. karena dikelola dengan baik saja belum menjamin bahwa usah kita akan berhasil, apalagi dikelola dengan asal-asalan ?
.
Berkaitan dengan pengelolaan usaha tersebut, menurut Seta, ada 10 kesalahan yang biasanya dilakukan pengusaha dalam mengelola usahanya. 10 Kesalahan tersebut adalah :

1. Meremehkan laporan keuangan
2. Pelit dalam memberdayakan SDM-nya,
3. Tidak mau beralih ke computerize atau pemanfaatan teknologi informasi
4. Hanya mengandalkan sedikit sumber
5. Tidak berani improvisasi dalam marketing
6. Yang penting murah
7. Pelit terhadap konsumen
8.   Gini aja cukup
9.      Sering menyalahkan minimnya anggaran
10.  Tidak ada legalitas usaha

Beberapa Hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengelola usaha, adalah beberapa hal berikut ini.

  1. Struktur Organisasi dan Sumber daya manusia
  2. Pengendalian Fungsi Produksi
  3. Pengendalian Fungsi Pemasaran
  4. Pengendalian Fungsi Keuangan
  5. Pengendalian Fungsi Aministrasi dan Pembukuan

Pengendalian Fungsi Keuangan

Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting, mengingat kelanjaran dan keberlangsungan usaha, sangat tergantung dari lancar tidaknya kewajiban dan hak keuangan di perusahaan kita. Namun demikian, saat ini masih banyak pengusaha pemula kurang memperhatikan pencatatan dan pengelolaan keuangan secara tertib dan benar. Bisanya yang terjadi adalah bahwa transaksi keuangan, baik itu akibat dari terjadinya transaksi pembelian bahan baku, biaya transportasi, biaya operasional lainnya, hasil penjualan; hanya ditangani berdasarkan catatan sederhana yang tidak teratur pengelolaannya, misalkan saya dalam sobek kertas, buku kecil yang tidak memiliki format standar, atau bahkan ada yang masih berdasarkan ingatan. Akibatnya adalah :
  • Tidak semua transaksi keuangan terdeteksi, tercatat, dan terhitung dengan benar, sehingga pada gilirannya perusahaan tidak tahu dengan tepat, berapa sesungguhnya biaya (uang keluar) yang terjadi dan berapa sesungguhnya pendapatan (uang masuk) yang terjadi apakah kita rugi, impas, atau untung. Begitu pula dengan sumber dari biaya dan pendatan tersebut. Kesulitan ini akan semakin menjadi-jadi  apabila semakin hari, transaksi yang terjadi semakin banyak dan besar.
  • Pada saat kita bermaksud mengajukan kredit ke Bank atau investor misalnya, kita tidak dapat atau akan kesulitan dalam menunjukkan kinerja keuangan usaha kita selama ini
  • Kita tidak dapat mendeteksi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kekeliruan atau kecurangan yang mungkin terjadi, berkaitan dengan masalah keuangan



 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan antara lain adalah :
  1. Membiasakan membuat catatan yang jelas dan teratur tentang arus keluar masuk uang, kapan terjadinya, berapa nilainya, dari mana dan untuk apa, siapa yang menyerahkan dan menerimanya
  2. Membiasakan memeriksa ulang dan silang secara rutin maupun periodik, terhadap bukti-bukti transaksi dan hasil pencatatannya
  3. Biasankan memisahkan antara transaksi dan harta pribadi dan perusahaan
  4. Biasanya membuat anggaran pengeluaran dan pemasukan
  5. Biasakan menggunakan jasa perbankan untuk memudahkan pengelolaan keuangan, khususnya untuk keperluan pembayaran dan penerimaan

Beberapa ’catatan’ keuangan utama yang harus dilakukan secara benar, tertib, dan terus menerus antara lain adalah :
  1. Catatan arus kas, yang menggambarka keluar masuknya uang selama periode tertentu, bisa harian, mingguan atau bulanan
  2. Laporan Laba Rugi, yang menggambarkan kondisi perusahaan dalam suatu periode tertentu, apakah selama periode tersebut menderita rugi atau mendapatkan keuntungan
  3. Laporan Neraca, yang mengambarkan nilai kekayaan perusahaan dalam periode tertentu, dan dari mana kekayaan tersebut berasal.
  4. Laporan tentang kesehatan dan kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Biasanya laporan ini berisiti tentang :
·         kondisi likuiditas, yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dipenuhi
·         kondisi solvabilitas, yang menggambarkan kemapuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan dalam jangka panjang
·         kondisi rentabilitas, yang menggambarkan kemapuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
·         kondisi ROI (return on investment), yang menggambarkan seberapa besar tingkat pengembalian dari investasi yang telah ditanamkan



Daftar Pustaka

Buchari Alma, 2001, Kewirausahaan, Alfabeta
Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz, 2006, Kewirausahaan, Metode, Manajemen, dan Implementasi
Singgih Wibowo, 2007, Pedoman Mengelola Perusahaan Kecil, Edisi Revisi, Penebar Swadaya
Suryana, 2006, Kewirausahaan, Pedoman Praktis : Kiat dan Proses Menuju Sukses
www. smbzone.indiatimes.com
5

analisakeuangan dalam perusahaan


Mei 24, 2016

Pentingnya Bussiness Plan dalam Berwirausaha

Ketika bisnis mengalami kendala, target bisnis pun akan ikut terancam. Berbagai solusi bisnis diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut. Jika solusi tersebut ternyata tidak berhasil, solusi lain dicoba. Alih – alih ingin mengatasi satu kendala, teknik trial-and-error semacam ini tak jarang justru membuat sebuah bisnis menjauh dari target awalnya. Kunci dari seluruh kendala bisnis adalah business plan. Pada kesempatan kali ini saya ingin menulisan tentang apa itu business plan dan seperti apa pentingnya business plan dalam kewirausahaan. Sebelum kita membahas lebih dalam seperti apa pentingnya business plan  ini, menurut saya ada baiknya kita review terlebih dahulu apa itu business plan?
Business Plan adalah rancangan penyelenggaraan sebuah usaha bisnis secara menyeluruh terhadap semua aspek yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha tersebut. Ketika business plan kita sudah mantap, maka kita akan mendapatkan jaminan yang lebih serius dari pengelola bisnis yang bersangkutan.
Perencanaan yang baik untuk sebuaah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah berpikir untuk SMART yang diuraikan satu persatu:
1.Specific : mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih berfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan .
2.Measurable : perencanaan yang dibuat harus terukur, sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tecapai.
3.Achievable : bahwa perencanaan yang telah diperbuat tersebut harus dicapai , jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal ynag besar, kita harus memecahkannya menjadi lebih kecil.
4.Reasonable : dimana perencanaan yang baik harus memenuhi persyaratan factual dan realistis.
5.Trackable : setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahi setiap kemajuan.

Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layot)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan. Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluan, yaitu antara lain :
a.Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalaian kegiatan operasional unit dibawahnya
b.Lokasi pabrik, yaitu lokasi yng digunakan untuk melakukan proses produksi barang atau jasa. c.Lokasi Gudang, merupakan tempat penyimpangan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang yang keluar.
d.Lokasi Cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumen langsung pada wilayah-wilayah tertentu.

Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu:
1. Dekat dengan pasar atau pelanggan.
2. Dekat dengan sarana transportasi
3. Pasokan tenaga kerjanya terjamin kesediaannya.
4. Listrik, air dan sarana prasarana lainnya.
5. Dekat dengan lembaga keuangan.
6. Dekat dengan kawasan industri pendukung.
7. Dekat dengan pusat pemerintahan.
8. Lokasi dapat dikembangkan.
9. Pertimbangan social budaya masyarakat dan lngkungannya.
10.Hukum yang berlaku dilingkungan tersebut.
11.Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal.
12.Besarnya nilai investasi untuk lokasi.
13.Nilai ekonomis masa datang dari lokasi.
14.Iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya.

Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangkan lainnya dalam penentuan layout, yaitu:
a.Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun cabang.
b.Mempertimbangkan urutan produksi.
c.Perusahaan harus menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baik.
d.Perusahaan dapat menentukan tata letak.
e. Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
f.Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja.
g.Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.
h.Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.

Sumber :
Kewirausahaan, Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda, Suharyadi, Arissetyanto Nugroho, Purwanto S.K., Maman Faturohman, Salemba Empat, 2007.
Kewirausahaan Indonesia Dengan Semangat 17-8-45, Puslatkop dan PK, Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil, Jakarta, 1995.
Kewirausahaan (Pedoman praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses), Dr. Suryana, Salemba Empat, 2003.

Memilih Usaha

Permasalahan utama yang kerap dihadapi oleh calon wirausahawan adalah memilih bidang usaha saat kali pertama memutuskan untuk terjun menjalani sebuah bisnis. Jika Anda merupakan salah satu diantaranya, ada baiknya Anda menyimak beberapa tips melirik peluang dan memulai usaha dari seorang entreprenuer muda yang sekaligus Presiden Direktur Kartuku, Niki Luhur, dikutip dari liputan6.com:
1. Pilih usaha sesuai passion
Menurut Niki, calon wirausahawan wajib menganalisa diri dengan baik ketika memilih sebuah bisnis. Analisa tersebut menyangkut gairah hidup (passion) dan kemampuan Anda. Artinya, bisnis yang ingin Anda jalankan hendaknya sesuai dengan passion serta kemampuan Anda.
"Dua hal tersebut dapat menjadi kekuatan wirausahawan sehingga bisa fokus dalam menggerakkan roda bisnis," ungkapnya.
2. Bermimpi besar
Seorang calon wirausahawan harus mempunyai mimpi besar terhadap usaha yang bakal dijalaninya. Cita-cita itu dapat membawa Anda meraih satu tujuan untuk membuat bisnis tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu panjang.
"Perlu diingat, Anda mesti memilih usaha yang realistis dapat dikerjakan, karena hasil tidak langsung didapat," katanya.
3. Jangan ikut-ikutan tren
Bisnis yang didasari hanya karena terbawa arus tren kecenderungan tidak akan berumur panjang. Sebab calon wirausahawan yang seperti itu, biasanya hanya menjadikan usaha sebagai wadah untuk mengeruk keuntungan secara instan. Padahal membangun sebuah bisnis membutuhkan fundamental yang kuat.
"Jangan berpikir mau usaha, supaya bisa berkembang, dijual lalu cepat kaya. Seharusnya, calon wirausahawan yang sejati memiliki visi ke depan bagaimana caranya agar usaha yang dibangun dapat survive dan memperoleh hasil maksimal," tandas Niki.
4. Terjun langsung ke lapangan
Sebelum atau pun sesudah memulai bisnis, Anda harus berani terjun langsung ke lapangan menanyakan atau melakukan survei apa yang membuat konsumen itu pusing, susah bahkan sampai tidak bisa tidur.
"Dalam masalah konsumen, pasti ada kesempatan bagi calon wirausahawan. Inilah yang dinamakan positif thinking. Jika Anda berhasil memperoleh solusi dari kegalauan konsumen, itu bisa menjadi starting poin atau peluang bisnis yang bagus," kata dia.
5. Bertanggung jawab dan berani mengambil risiko
Ketika memutuskan untuk memulai usaha, Anda sudah harus siap menanggung segala risiko yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.
"Saat menyandang sebagai entrepreneur, semua tanggung jawab akan berada di pundak Anda. Anda harus membangun dan mendukung tim yang solid, mengerjakan pekerjaan yang sebetulnya Anda tidak suka tapi tetap harus dilakukan," paparnya.
Niki mengungkapkan, sektor bisnis yang memiliki prospek cerah untuk saat ini dan masa akan datang bergerak di bidang perbankan, multi finance, asuransi, bisnis retail atau modern retail.

sumber :
Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis,Kiat dan Proses Menuju Sukses. Edisi Revisi. Jakarta: Salemba Empat. Hal 25-27


April 03, 2016

Pentingnya Mengetahui Cara Berpikir Kreatif Dan Inovatif Bagi Pebisnis

Image result for KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHAOleh : Ade Yulianti Seorang pebisnis harus mengetahui Cara Berpikir Kreatif
 Dan Inovatif. Mengapa? Maju mundurnya bisnis akan ditentukan oleh kreativitas Anda. Bisa jadi, sebuah bisnis saat ini maju atau berjalan. Namun perubahan akan terus berlanjut. Bisa jadi, bisnis Anda

Maret 29, 2016

Motivasi Sukses Pengusaha Muda

Image result for sukses berwirausaha
Oleh Ade Yulianti Istilah motivasi itu sendiri adalah suatu sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar seseorang tersebut menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya.
Motivasi juga dapat diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Banyak orang yang memerlukan motivasi, yaitu dari anak-anak sampai orang dewasa membutuhkan motivasi-motivasi untuk membangkitkan semangat mereka. Motivasi mampu memberikan efek positif dalam perkembangan kepribadian, akademis, maupun keterampilan pada seseorang. Karena dengan adanya motivasi seseorang tersebut merasa sangat dihargai keberadaannya.Menjadi pengusaha tidaklah mudah. Data menunjukkan bahwa tak banyak bisnis yang bisa melewati usia tiga tahun pertamanya. Karena itu mengetahui bagaimana pengusaha sukses yang berangkat dari bawah memulai bisnisnya akan menjadi tips yang berharga. Salah satunya dari Mark Cuban, pengusaha yang sukses mengembangkan bisnis TV kabel di Amerika.


Cuban menyebutkan rahasia sukses jadi pengusaha pemula (start-up):


1. Jangan memulai bisnis atas sesuatu yang tidak Anda cintai.

2. Jika di awal-awal Anda sudah memiliki exit strategy, berarti bisnis yang Anda bangun bukan obsesi.

3. Rekrut orang yang menyukai bekerja di perusahaan Anda.


4. Ketahui bagaimana perusahaan Anda akan menghasilkan uang dan ketahui caranya.


5. Ketahui kompetensi utama Anda dan fokuslah kepadanya hingga melahirkan sesuatu yang luar biasa. Kalau perlu pekerjakan orang yang mampu mendorong Anda meningkatkan kompetensi Anda.


6. Apakah Anda merasa tertekan dengan waktu? Orang yang menyukai pekerjaannya, mereka akan menemukan cara bagaimana menggunakan waktu sebaik mungkin untuk pekerjaannya.

7. Bukalah kantor yang mampu menjaga semua orang selaras dengan apa yang sedang terjadi dan mampu menjaga energi mereka. Tidak ada privasi di perusahaan pemula. Jika ada karyawan yang meminta privasi, tunjukkan bagaimana ia bisa mengunci diri di kamar mandi.

8. Sepanjang itu menyangkut teknologi, ketahui apa yang ingin Anda ketahui meski kadang biayanya tidak murah. Misalnya, jika tahu Apple baik, gunakan saja. Ini dimungkinkan karena jumlah karyawan masih sedikit sehingga biayanya tak terlalu mahal. Biarkan karyawan menggunakan apa yang mereka tahu.


9. Biarkan organisasi flat (tak ada hierarki). Jika ada manajer yang melapor ke manajer lainnya dalam organisasi perusahaan pemula, Anda akan gagal. Di perusahaan pemula, jika Anda memiliki manajer yang harus melapor ke manajer yang lain, Anda sedang membangun politik.

10. “Sebuah tanda kegagalan untuk start-up adalah ketika seseorang mengirimi saya polo shirtberlogo nama perusahaannya,” kata Cuban. Jika orang-orang Anda di pameran dan di depan umum (menggunakan kaos berlogo itu), tidak apa-apa. Tetapi jika Anda benar-benar berpikir orang-orang atau tokoh-tokoh tertentu akan memakai polo shirt berlogo perusahaan Anda di luar atau sekitarnya, Anda keliru. Itu menunjukkan Anda tidak tahu bagaimana membelanjakan uang Anda.

Sumber: