Tampilkan postingan dengan label @proyek-J08. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @proyek-J08. Tampilkan semua postingan

Juni 04, 2018

manajemen fungsional strategis dalam melakukan usaha

 
@J19-Dhifa , @J22-Denis , @J21-Raynaldi , @Startup-J01, @Proyek-J08

abstrak
Tulisan ini menjelasakan apa itu manajement fungsional dan kategori dari management tersebut. tujuan tulisan adalah untuk membantu para usahawan muda untuk dapat memanagement usaha mereka agar menjadi baik.
kata kunci: strategi , usaha, baik, manajemen

Pembahasan

           Manajemen fungsinonal adalah suah bentuk konstruksi pada suatu departemen/ badan usaha unutk dapat bertahan dengan  tingkatan yang sesuai dengan  kebutuhan perusahaan. Management fungsional juga merupakan alat yang dapat membantu kita dalam mengelola sebuha usaha baik itu kecil atau pun besar. 
                    
                   Seperti yang kita ketahui bahwa manajemen merupakan sebuha usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mempertahankan eksistensi dari diri mereka, untuk mencapai apa yang telat di rencanakan. didalam melakukan usaha pun harus dan pasti di perlukan sebuha manajemen yang baik." bagaimana cara kita melakukan manajemen yang baik agar usaha kita bisa maju?". Banyak dari kita pasti mempertanyakan hal yang sama. tapi sebelum kita membahas lebih dalam lagi mari kita ketahui dahulu ada apa di dalam sebuah manajemen fungsional itu:

1. Manajemen sumber daya manusia

sudah pasti sebuah usaha baik itu kecil atau besar pasti memerlukan sebuha sumber daya manusia unutk melakukan kegiatan mereka dan membantu dalam membanggun perusahaan yang baik. sumber daya manusia merupakan hal yang paling dasar unutk melakukan sebuha manajemen usaha, coba kalian bayangkan bagaimana sebuah mesin yang tidak ada gear dan energi apakah mereka bisa bergerak?. sama seperti perusahaan atau usaha kita bila tidak ada sumber daya manusia baik itu teman atau saudara atau orang lain pasti akan sangat sulit untuk melakukan sebuah kegiatan.

2. manajemen operasional

sudah tidak bisa di pungkiri lagi bila perusahaan kita tidak melakukan sebuah manajement operasional pasti akan gagal. pada intinya sebuha manajemen operasional harus bekerja secara kesinambunggan karena bila tidak berjalan pasti jalannya usaha kita akan menjadi tersandat karena itu tidak bisa menggelola semua faktor produksi baik itu sdm, bahan (materi), dll.

3. managemen keuangan 

sebuah perusahaan yang baik adalah sebuah perusahaan yang dapat mengendalikan laju pemasukan lebih besar di banding pengeluaran. karena pada kasus yang real bila pemasukan lebih beasr maka perusahaan itu bisa dikatakan berkembang , tetapi sebalikanya bila pengeluaran yang beli besar maka perlu di lakukan perombakan untuk memperbaiki manajemen keunagan yang lebih baik lagi.

4. manajemen pemasaran

terakhir dan tidak kalah penting adalah manajemen pemasaran. seorang manager atau usahawan yang baik harus mengetahui laju, tempat dan harga pasar. bila tidak sudah pasti perusahaan yang kita buat akan mengalami kegagalan karena mungkin ketidak tauan kita dan kita pun tidak mencoba unutk mengetahuinya sudah pasti sering kena bohong. di manajemen ini kita ahrus ekstra hati- hati dan cerdik karena laju pasar itu cepat sekali , mungki hari ini harga barang A segini, besok pasti barang A akan berubah antara naik atau turun . bila kita sudah menguasai pasar minimal laju harga dan tempat saya bisa jamin usaha anda bisa semakin berkembang.


Melalui Pendekatan Fungsional dapat disederhanakan, menjadi :
1. Planning (Merencanakan)
Mendefinisikan tujuan, menetapkan strategi untuk mencapai tujuan, mengembangkan rencana

untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan aktivitas.
2. Organizing (Mengorganisasikan)
Menyusun/menata kerja untuk mencapai tujuan organisasi.

3. Leading (Memimpin/Mengatur)
Bekerja bersama dan memanfaatkan orang-orang untuk mencapai tujuan.
Controlling (Mengendalikan)
Memonitor, membandingkan, dan mengoreksi pekerjaan


pada intinya sebuha manajemen fungsional yang baik juga harus mengetahui SWOT:

1.Strengths (kekuatan)
merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri

2.       Kelemahan  
merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau  konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

3.       Opportunities (peluang)
merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi  yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu  sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.

4.       Threats (ancaman)
merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

kesimpulan
sebuah manajemen yang baik itu harus di perlukan wawasan yang baik dan dapat mengembangkan wawasan tersebut, baik itu mengelola SDM, operasional atau pun keuangan dan pemasaran. karena bila kita dapat menguasahi manajemen fungsional yang paling dasar akan sangat sulit untuk dapat melanjutkan usaha kita. bila sudah bisa menguasahi manajemen dasar kita pun harus juga menguasai apa yang menjadi kelebihan, kekurangan kita. kelemahan dan kekurangan kita sekalipun itu sangat tidak baik atau sangat jelek(terpuruk) sekalipun akan menjadi kelebihan yang menguntungkan, apa bila kita bisa memahami kekurangan kita dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan kita. kita pun juga perlu memahami peluang dan ancaman karena pada dasarnya peluang dan ancaman tidak akan bisa lepas, karena mereka saling terikat satu sama lain dan itu pasti karena di dalam ancaman yang paling kelam pun pasti da peluang yang bisa membuat kita bangkit kembali, dan sekalipun kita bilang kita mendapat peluang terbaikpun itu bisa menjadi ancaman tergantung bagaimana kita mengelola peluang tersebut.


Daftar pustaka
2.Samuel C. Certo & J.Paul Peter, Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125
3. https://books.google.co.id/books?isbn=9796914174

Mei 29, 2018

PENDEKETAN MANAJEMEN FUNGSIONAL


@J01-Yuli
@J02-Endra
@J03-Oky
@Startup-J01
@Proyek-J08

Kata kunci : Strategis Manajemen , yaitu Tugas manajer yang langsung menyusun dengan baik dan benar.


Manajemen Dalam Memulai Usaha Bisnis


 Manajemen Dalam Memulai Usaha Bisnis


ABSTRAK
Artikel ini di buat untuk mengetahui cara manajemen dalam memulai usaha bisnis , dan kita harus siap dengan mental yang di perlukan untuk memulai nya. menunjukan bahwa setiap orang mempunyai pola pikir kreatif dan selalu berinovasi,  kreativitas  dapat digunakan oleh semua orang dan menghasilkan suatu pandangan bahwa kreativitas tidak boleh di batasi karena jika dibatasi kreativitas setiap orang tidak dapat berkembang dengan baik. Dan pasti akan mengalami proses menjadi pembisnis yang sukses

PENDAHULUAN
Setiap orang berkeinginan untuk selalu ingin mengembangkan ide kreative nya, dan maka dari itu setiap orang ingin membuka bisnis dengan menerapkan system manajemen yang berfungsi untuk kelancaran berbisnis nya.  akan tetapi banyak sekali penghambat yang akan mengganggu ide kreative setiap orang,  untuk menjadi orang yang sukses kita harus pintar menempatkan waktu dimana orang itu akan mengembangkan ide kreativitas nya , maka dari itu ide kreativitas harus selalu di asah agar wawasan untuk mengembang ide kreativitas selalu akan berkembang dan menghasilkan sesuatu yang baru dan berguna untuk semua orang.  Artikel ini berupaya untuk memberikan bagaimana proses ide kreativitas  untuk pembisnis dan dapat di kembangkan untuk kedepannya.

Rumusan Masalah
1.      Apa itu Bisnis ?
2.      Apa itu Manajemen ?
3.      Ada berapa Tingkatan Manajemen ?
4.      Apa  4 Fungsi elemen Manajemen ?


PEMBAHASAN

Pengertian Bisnis
Bisnis adalah seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang di dalam bidang perindustrian. Organisasi bisnis terdiri dari pasar, perusahaan, pihak eksternal, dan konsep perubahan. Manajemen perusahaan harus mampu menggunakan sumber daya konseptual maupun sumber daya fisik Untuk mencapai keunggulan kompetitif.
Pengertian  Bisnis yang berkaitan dengan manajemen secara umum kata bisnis  berasal dari Bahasa Inggris business, dari kata busy yang berarti “sibuk” secara individu, kumunitas, atau masyarakat. Dapat diartikan juga sibuk dalam mengerjakan aktivitas dalam pekerjaan yang mendatangkan sebuah keuntungan, baik pribadi maupun sekitarnya.
Dalam ekonomi kapitalis, dapat diartikan kebanyakan sektor bisnis itu dimiliki oleh swasta, organisasi bisnis juga dibentuk untuk mendapatkan laba, dan meningkatkan kemakmuran pribadi pemiliknya. Hal ini juga berlaku dalam wirausaha atau UMKM secara umum di miliki oleh perseorangan. Orang-orang yang mengembangkan bisnis biasanya karena ingin berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi, dengan beberapa pengecualiaan seperti badan-badan koperasi, organisasi non-profit dan beberapa lembaga pemerintahan.

Pengertian Manajemen
Definisi manajemen didefinisikan  secara  beragam  berdasarkan  pakar  manajemen. Teori manajemen banyak ragamnya, demikian pula fungsi-fungsinya, dari yang sangat sederhana sampai yang kompleks maka dari itu dibuat model manajemen dalam suatu organisasi.
Saat pertama kali Anda mempelajari manajemen muncul pertanyaan mendasar adalah mengapa saya harus mempelajari manajemen? Untuk apa? Jawabannya adalah suatu saat Anda akan berada dalam ruang lingkup suatu organisasi dan Anda memiliki kepentingan untuk terlibat ataupun memperbaiki cara-cara pengelolaan organisasi tempat anda bekerja atau bekerjasama atau menjalakan usaha. Cara-cara pengelolaan organisasi yang anda peroleh dari manajemen dengan berbagai macam ruang lingkupnya.
Ilmu manajemen dapat diterapkan bagi semua bentuk organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, pendidikan, sosial, politik, keagamaan, dan lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, seseorang mempelajari manajemen diharapkan memiliki pengetahuan dasar manajemen dan dapat menerapkannya pada situasi yang ada, dan mampu fleksibel terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya.
Mengapa Manajemen dibutuhkan :
  1. Untuk mencapai tujuan
  2. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
  3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas

Tingkatan Manajemen
1.      Manajer lini – pertama
Mengarahkan karyawan operasional, Contoh : Kepala, mandor, penyelia
2.      Manajer menengah
Mengarahkan kegiatan-kegiatan yang mengimplementasikan kebijakan organisasi dan membuat keseimbangan antara tuntutan atasan dan kemampuan bawahannya. Contoh : Kepala bagian, Kepala sub divisi
3.      Manajer puncak
Bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen dari organisasi, menetapkan kebijakan operasional dan menuntun interaksi organisasi dengan lingkungan. Contoh kepala eksekutif, direktur utama, wakil direktur

Tingkatan Ruang Lingkup
1.      Manajer Fungsional ; Bertanggung jawab atas satu kegiatan organisasi
2.      Manajer Umum ; Mengatur dan bertanggung jawab pada sebuah unit/divisi yang komplek dan beroperasi secara mandiri.


4 elemen manajemen fungsi, yaitu :
  1. Perencanaan – Planning
Proses menyangkut upaya yang dilakukan  mengantisipasi kecenderungan di masa  yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. Kecenderungan dalam dunia bisnis saat ini adalah bagaimana merencanakan bisnis yang ramah lingkungan, bagaimana merancang organisasi bisnis yang mapu bersaing dalam persaingan pasar global.
  1. Pengoganisasian – Organizing
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan di desain dalam sebuah struktur oragnisasi yang tepat dan tangguh, system dan lingkungan organisasi yang konduksif dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
  1. Pengimplemtasian – Directing
Proses imlementasi program agar bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi.
  1. Pengendalian dan pengawasan – Controlling
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasiadan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan, walaupun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.








PENTINGNYA MANAJEMEN FUNGSIONAL DALAM BERBISNIS


PENTINGNYA MANAJEMEN FUNGSIONAL DALAM BERBISNIS


ABSTRAK

Manajemen fungsional adalah sebuah bentuk supaya kontribusi pada dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pengertian lainnya adalah, manajemen fungsional merupakan sebuah bentuk supaya kontribusi pada dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dari pendekatan fungsional, maka kita dapat menyederhanakan hal tersebut menjadi beberapa kategori. Berikut ini kategorinya:
a.       Perencanaan (Planning)
b.      Pengorganisasian (Organizing)
c.       Memimpin (Leading)
Selain itu, dalam manajemen fungsional kita juga bisa mengetahui Jenis sistem informasi yang mendukung, seperti:
  1. Sistem Pemasaran
  2. Pemasaran Interaktif
  3. Pemasaran yang Bersasaran
  4. Otomatisasi Tenaga Penjualan
  5. Sistem Produksi
  6. Sistem Sumber Daya Manusia
  7. Sistem Akuntansi dan Keuangan
Kontribusi manajemen fungsional dalam penerapan strategi perusahaan yang terdiri dari 1) manajemen produksi, 2) manajemen pemasaran, 3) manajemen keuangan, 4) penelitian dan pengembangan, dan 5) manajemen sumber daya manusia terhadap pencapaian kinerja perusahaan berdasarkan pendekatan Balanced Scorecard baik secara simultan dan parsial.
Manajemen fungsional parsial terdiri dari: 1) manajemen produksi, 2) manajemen pemasaran, 3) manajemen keuangan, 4) penelitian dan pengembangan, dan 5) manajemen sumber daya manusia dalam implementasi strategi perusahaan memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap pencapaian kinerja perusahaan
Kata kunci: manajemen, bisnis, manajemen fungsional

Mei 23, 2018

APA ITU MANAJEMEN FUNGSIONAL(?)

@J14-Lutviyanti @Startup-J09 @proyek-J08

ABSTRAK

Tulisan ini bertujuan untuk mengenali secara singkat tentanag manajemen fungsional, dan diharapkan agar dapat menambah sedikit ilmu dan dapat bermanfaat.

PENDAHULUAN

Dalam berbisnis, penting pula mengetahui apa itu manajemen fungsional. Agar dapat menyusun strategi dan lainnya.
Rumusan masalah kali ini adalah:
1.  Pengertian manajemen fungsional?2.  Pengertian strategi fungsional?3. Aktivitas dari manajemen fungsional?4. Apa saja yang termasuk fungsi dari manajemen fungsional?

PEMBAHASAN

Pengertian manajemen fungsional adalah sebuah bentuk supaya kontribusi pada dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dalam manajemen fungsional ini kaitannya dekat sekali dengan praktek. Maka dari itu diperlukannya sebuah strategi dalam bermanajemen.

Nah pengertian dari strategi manajemen adalah tugas dari seorang manajer dengan pangkat tertinggi untuk menentukan sebuah kebijakan perusahaan.
Jadi, dengan kata lain manajemen fungsional ini adalah aktivitas untuk dapat mencapai tujuan dari sebuah perusahaan.

Adapun aktivitas dari manajemen fungsional tersendiri terdiri dari manajemen sumber daya manusia (msdm), manajemen operasional, manajemen pemasaran, manajemen keuangan.
Dalam bermanajemn fungsional ini ada beberapa kaitan dengan dalam tugasnya yaitu:
1.       PLANNING
Perlunya mendefinisikan tujuan, penetapan strategi agar dapat mencapai tujuan tersebut, serta mengembangkan sebuah rencana agar dapat mengintegrasikan serta menkoordinasikan aktivitas dari perusahaan.

2.       ORGANIZING
untuk menyusun (menata) kerja yang mana dibutuhkan oleh perusahaan agar mencapai target (tujuan) dari perusahaan.

3.       LEADING
untuk dapat bekerja sama serta dapat memanfaatkan orang-orang agar dapat mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.


Mei 22, 2018

PROYEK DAN MANAJEMEN FUNGSIONAL


PROYEK DAN MANAJEMEN FUNGSIONAL

Lutfiah Mawar Tina, Ika Hafshah Listyanti, Shella Sarahthifa
@J11, @J15, @J25,
@Proyek-J08

Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi manajemen bisnis agar mahasiswa/i dapat memahami segala bentuk manajemen fungsional yang ada serta dapat mengetahui penerapan strategi perusahaan
Kata kunci : Manajemen Fungsional, Strategi Implementasi dan Kinerja

A.    Pendahuluan
1.   Latar belakang
Dari sejumlah pemikiran manajemen modern, sedikitnya ada tiga yang berpengaruh besar dan berkaitan erat dengan konsep manajemen proyek. Ketiga pemikiran manajemen modern itu adalah manajemen klasik atau manajemen fungsional atau “general management”, pemikiran sistem, dan pendekatan contingency. Manajemen klasik menjelaskan tugas-tugas manajemen berdasarkan fungsinya, yaitu merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan.

2.   Kajian teori
a.     Manajemen fungsional
Pengertian manajemen fungsional adalah sebuah bentuk supaya kontribusi pada dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Sedangkan pengertian manajemen fungsional (manajer fungsional) sendiri adalah aktivitas dari manajer madya untuk dapat mencapai tujuan dari sebuah perusahaan.
Pengertian lainnya adalah, manajemen fungsional merupakan sebuah bentuk supaya kontribusi pada dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.


b.    Strategi implementasi
Pearce dan Robin (1988:334), Strategi adalah kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap bidang fungsional dalam suatu perusahaan guna mengimplementasikan strategi umum. Strategi ini harus dikembangkan dalam bidang manajemen pemasaran, keuangan, produksi/operasi, riset and development (R&D), dan sumber daya manusia. Dalam implementasi ini setiap manajemen fungsional harus melalui tahap-tahap program, budget dan prosedur, sesuai dengan fungsi dan wewenangnya masing-masing.

c.     Kinerja
Moeheriono, (2009) meyatakan bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh individu atau sekelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sesuai dengan kewenangan dan tanggungjawab masingmasing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara legal dan tidak melanggar hukum.
Mangkunegara, (2006) kinerja sumber daya manusia merupakan prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai dan dihasilkan sumber daya manusia persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja (desempenho) juga mempunyai makna yang lebih luas bukan hanya menyatakan sebagai hasil kerja, tetapi juga bagaimana proses kerja berlangsung.
Kinerja juga merupakan implementasi dan rencana yang telah disusun organisasi. Implementasi tersebut dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi dan kepentingan. Bagaimana organisasi menghargai dan memperlakukan tenaga kerja akan mempengaruhi perilakunya dalam menjalankan kinerja (Wibowo, 2010).

Proyek-Proyek yang Semakin Kompleks dan Canggih
·         Persaingan ketat di dunia usaha yang terutama dilandasi motif ekonomi untuk mendapat kesempatan berperan dalam proyek-proyek tsb
·         Dorongan untuk mencari dan menggunakan cara pengelolaan, metode, dan teknik terbaik sehingga penggunaan sumber daya benar-benar efektif dan efisien
·         Diperkenalkan “manajemen proyek”

Konsep dan Pemikiran Manajemen
  1.  Manajemen klasik (manajemen fungsional atau manajemen umum)
Menjelaskan tugas-tugas manajemen berdasarkan fungsinya yaitu merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan.
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan kegiatan anggota serta sumberdaya yang lain untuk mencapai sasaran organisasi (perusahaan) yang telah ditentukan. Proses adalah mengerjakan sesuatu dengan pendekatan tenaga, keahlian, peralatan, dana, dan informasi.
Menurut definisi ini, fungsi manajemen terbagi menjadi 5 yaitu:
1.     Merencanakan :
·         Menentukan langkah kegiatan untuk mencapai sasaran
·         Rencana adalah sesuatu menjembatani antara sasaran yang akan dicapai dan kondisi awal
·         Melakukan pengambilan keputusan untuk memilih alternatif kegiatan

2.     Mengorganisir
·         Berkaitan dengan cara mengatur dan mengalokasikan kegiatan dan sumberdaya agar dapat mencapai sasaran secara efisien.
·         Perlu pengaturan peranan masing-masing anggota  pembagian tugas, tanggung jawab, dan otoritas.
·         Dibentuklah struktur organisasi..

3.      Memimpin
·         Mengarahkan dan mempengaruhi sumberdaya manusia dalam organisasi agar mau bekerja sama dengan sukarela untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
·         Berkaitan erat dengan motivasi, pelatihan, penyeliaan, koordinasi, dan konsultasi.
·         Perlu diperhatikan mengenai gaya kepemimpinan yang hendak diterapkan.

4.      Mengendalikan
·       Menuntun, memantau, mengkaji, dan mengadakan koreksi (jika perlu) agar hasil kegiatan sesuai dengan yang telah ditentukan.
·       Hasil-hasil pelaksanaan diukur dan dibandingkan dengan rencana, biasanya dibuat tolok ukur (anggaran dan mutu standar serta skedul kerja).
·       Jika ada penyimpangan segera dilakukan pembetulan.
·       Pengendalian adalah salah satu upaya untuk memastikan bahwa arus kegiatan bergerak ke arah sasaran yang dituju.
5.   Staffing 
·         Meliputi pengadaan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasi yang diperlukan bagi kegiatan termasuk perekrutan, pelatihan, dan penyeleksian untuk menempati posisi-posisi dalam organisasi.
  1. Pemikiran sistem
Memandang segala sesuatu dengan wawasan totalitas, erat dengan penyelenggaraan proyek sistem analisis, sistem engineering, dan sistem manajemen. Misalnya sistem engineering mencoba menjelaskan langkah-langkah yang harus dilalui untuk mewujudkan suatu gagasan menjadi sistem berbentuk fisik.
  1. Pendekatan contingency
Bahwa tidak ada satu pun pendekatan manajemen terbaik yang dapat dipakai untuk mengelola semua jenis kegiatan. Pengelolaan harus bersifat luwes dan situasional.
Prinsip Manajemen Klasik
·       Lini dan Staf (Pejabat lini membuatkeputusan-keputusan sesuai denganwewenangnya)
·       Hubungan Atasan – Bawahan(pembagianotoritas yg berjenjang dan jalur pelaporansatu arah)
·       Arus Kegiatan Horizontal (Hubunganmembuka arus kegiatan horizontal){Kriteria Keberhasilan dan Tujuan Tunggal (mengarahpadatujuantunggal)
Manajemen Proyek
Menurut H. Kerzner,
          “Manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumberdaya untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Manajemen proyek menggunakan pendekatan sistem dan hierarki (arus kegiatan) vertikal dan horisontal”.
Teknik dan metode khusus dalam proyek:
  1. Perlu digunakan metode perencanaan yang dapat menyusun secara cermat urutan pelaksanaan kegiatan atau penggunaaan sumberdaya agar proyek dapat diselesaikan secepatnya dengan sumberdaya yang sehemat mungkin.
  2. Perlu disusun organisasi yang mendukung terselenggaranya arus kegiatan vertikal dan horisontal dengan tujuan penggunaan sumberdaya yang optimal. Arus kegiatan horisontal digunakan untuk menekan waktu akibat birokrasi vertikal (yang semula dirancang untuk kegiatan rutin operasional).
  3. Pimpinan proyek memimpin tim dalam bentuk koordinasi dan integrasi dengan arus kerja vertikal dan horisontal. Biasanya digunakan kepemimpinan yang mengarah ke partisipasi. Pimpinan proyek berlaku sebagai pusat sumber informasi terkait proyek, seorang integrator, dan penanggunggugatan (accountability) pelaksanaan proyek. Untuk melengkapi otoritas pimpinan proyek biasanya juga dikembangkan expert power dan reference power.
  4. Pengendalian dalam proyek relatif lebih erat daripada pengendalian kegiatan rutin sehingga biasanya dikembangkan metode pengendalian yang sensitif artinya dapat mendeteksi adanya penyimpangan sedini mungkin.
  5. Proyek menggunakan pendekatan sistem, artinya akan dicapai keberhasilan yang sifatnya merupakan keberhasilan total sistem bukan hanya keberhasilan per bagian saja.
  6. Proyek menggunakan pendekatan situasional, yaitu bahwa tugas manajemen adalah mengidentifikasi teknik dan metode yang harus digunakan untuk menangani suatu kegiatan pada waktu dan kondisi tertentu untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Kesimpulan
Manajemen proyek tumbuh karena dorongan mencari pendekatan pengelolaan yang sesuai dengan tuntutan dan sifat kegiatan proyek, suatu kegiatan yang dinamis dan berbeda dengan kegiatan operasional rutin. Dinamika dan perilaku proyek yang berpengaruh besar pada pengelolaan adalah nonrutin, waktunya relatif pendek, aneka ragam kegiatan dengan intensitas naik turun secara tajam dan melibatkan banyak organisasi dan peserta.
Beberapa pemikiran manajemen yang berpengaruh besar pada konsep manajemen proyek adalah manajemen klasik, pendekatan sistem, dan pendekatan situasional. Manajemen klasik yang sesuai untuk menangani kegiatan operasional rutin dianggap kurang cepat dalam menanggapi tuntutan dan perilaku kegiatan proyek. Untuk itu diperlukan berbagai penyesuaian seperti melembagakan arus kegiatan horisontal. Konsep manajemen proyek menghendaki adanya penanggung jawab tunggal yang berfungsi sebagai pusat sumber informasi terkait proyek, integrator, dan koordinator.