Oktober 01, 2021

BERFIKIR KREATIF DAN INOVATIF

 



Disusun Oleh : ( @S16-ANGGA)

ABSTRAK

Kreativitas dan inovasi adalah topik yang relevan tidak hanya untuk pengusaha yang baru mulai, tetapi juga untuk kegiatan bisnis pada umumnya. Konsep kewirausahaan pemasaran adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan kemampuan seseorang perilaku dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan peluang usaha dalam upaya mendapatkan selesai. Tujuan dari penelitian ini adalah: pertama, untuk mengetahui dan menganalisis kreativitas dan inovasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pemasaran kewirausahaan. Kedua, untuk mengidentifikasi dan menganalisis kreativitas dan inovasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kewirausahaan pemasaran. Ketiga, mengidentifikasi dan menganalisis antara kreativitas dan inovasi yang dominan mempengaruhi pemasaran kewirausahaan.

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan regresi linier berganda, hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, kreativitas dan inovasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pemasaran kewirausahaan. Kedua, kreativitas dan inovasi berpengaruh signifikan secara parsial menuju pemasaran kewirausahaan. Ketiga, kreativitas merupakan pengaruh yang dominan terhadap pemasaran kewirausahaan.

Kata kunci: Kreativitas, inovasi pemasaran kewirausahaan 


PEMBAHASAN

K R E A T I F

Kreatif adalah kemampuan memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan. Sehingga kata kuncinya adalah menciptakan sesuatu yang baru. Kreatif pengusaha/pembisnis yaitu kreatif berbisnis untuk menciptakan kreatif industri.


 


kreatif dalam bisnis

Kreatif dalam usaha :

1. Kreatif membuat usaha baru

2. Kreatif dalam periklanan dan marketing

3. Kreatif dalam pengemasan produk

4. Kreatif dalam menciptakan brand produk

5. Kreatif dalam mengatasi masalah  

Selain itu,ada juga tips untuk mengasah kreatifitas :

a. Menciptakan tujuan yang jelas agar menciptakan ide-ide yang jelas

b. Mempelajari kemampuan fundamental yang diperlukan

c. Focus pada satu aktifitas kreatif

d. Keluar dari zona nyaman

e. Biarkan pikiran bebas berimajinasi

f. Mencoba hal-hal baru untuk meningkatkan pengalaman

g. Motivasi non material

h. Memiliki ketekunan, semangat, kedisiplinan dan kegigihan dalam melakukan sesuatu

i. Percaya bahwa anda kreatif

j. Mengevaluasi ide-ide sendiri secara jujur

 

 

 

KREATIVITAS PRODUK




Pendahuluan

·         Kreativitas merupakan yang sangat penting bagi seorang wirausaha.

·         Wirausaha akan menghadapi medan persaingan yang ketat, sehingga harus kreatif dan tidak mudah mati akal.

·         Dengan kreativitas akan mampu keluar, melihat dan menangkap peluang.


 

 

— Kreativitas menjadi sangat penting karena :

1.      Wirausaha yang kreatif dapat meluncurkan produk yang belum pernah dibuat dipasar.

2.      Manusia kreatif bukanlah peniru, melainkan pemimpin.

3.      First mover advantage.

4.      Kreativitas dapat mencari cara atau jalan keluar baru, membuka terobosan” dan menciptakan perbedaan2” yang menonjol dan disukai pasar.

5.      Risiko adalah bagian dari kehidupan seorang wirausaha sehari-hari.

6.      Kreativitas menghubungkan titik-titik yang terpisah dan terisolasi.

 

Contoh Kreativitas dalam Bisnis

·         Pada 1980, seorang mantan pegawai PT Pertamina melihat banyak orang asing tidak berani minum air keran dihotel” Indonesia, padahal dinegaranya air keran dapat langsung diminum karena sangat higienis.

·         Tirto Oetomo segera membangun usaha air yg layak diminum dalam kemasan.

·         Aqua berhasil menggantikan ceret-ceret yang biasa dipakai dirumah-rumah.

·         Berkat manusia kreatif yg melihat celah dan mau mengomersialisasikannya dan menanam resiko.

Orang Dewasa Yang Tidak Kreatif

·         Sejak lahir manusia sudah dibekali modal yang jauh lebih penting dari sekedar uang, yaitu OTAK.

·         Dengan modal tersebut, kita dapat berpikir, bertindak dan menyelesaikan masalah jauh lebih baik dari mesin atau makhluk hidup lainnya.

·         Dengan OTAK yang sehat, kita dapat berpikir kreatif, sehingga timbul gagasan-gagasan dan terobosan-terobosan usaha yang inovatif.

 

 

Pembuka Pintu kesulitan

·         Berpikir Kreatif:

a)      Melihat dengan sudut pandang (perpektif) baru.

b)      Menemukan hubungan baru.

c)      Membentuk kombinasi baru dari objek, konsep atau fenomena.

 

Melihat dengan sudut pandang baru

v  Sebenarnya masalah yang kita hadapi tidak , tetapi yang kita ubah adalah cara kita dalam memandang masalah tersebut melalui pola pikir positif.

v   Misal : memandang kegagalan sebagai sukses yang tertunda, bukan kegagalan sebagai alasan untuk frustasi berat

 



 



Hambatan Kreativitas

v  Sebagai manusia, kita adalah ciptaan Tuhan yang unik, tidak ada dua orang manusia yang 100 % sama, sekalipun mereka kembar.

v  Dalam ilmu ekonomi segala keunikan mempunyai nilai ekonomis, yang dapat dibentuk menjadi sesuatu yang berharga sesuai fitrah keunikan kita masing-masing atau menghasilkan kesejahteraan.

 

Hambatan Kreativitas (Lanjutan)

1. Hambatan Persepsi

2. Hambatan Emosi

3. Hambatan Kultural

4. Hambatan Lingkungan

5. Hambatan Intelektual



Teknik Meningkatkan Kreativitas dengan Teknik“CREATE” dan Teknik Visual

v  Membuat COMBINASI baru

v  Menggunakan input yang RANDOM

v  Membuat ELIMINASI

v  Menggunakan ALTERNATIF

v  Mencoba cara pikirTERBALIK

v  Kasus EKSTRIM

 

TeknikVisual berhubungan dengan Seeing, Imagining, dan Drawing.Prinsip-Prinsip Berpikir Kreatif

1.      Pola pikir kreatif diawali oleh teori ketidak sempurnaan

2.      Berpikir tidak sama dengan pesaing

3.      Berpikir lebih mendetil

4.      Memiliki hasil yang sempurna

5.      Harus menghasilkan sebuah solusi

6.      1% Knowledge + 99% Imagination.

 

 


 

Pola pikir kreatif diawali oleh teori ketidak sempurnaan

 



 

Berpikir tidak sama dengan pesaing



 

 

Creative Product /Packaging


 


 

Creative Product /Packaging

 




 

Berpikir lebih mendetil



 

Memiliki hasil yang sempurna


 

Harus menghasilkan sebuah solusi



 

1% Knowledge + 99% Imagination



 

“Kreativitas terdiri dari 1 persen inspirasi dan 99 persen kerja keras” (Thomas Alva Edison)

KREATIVITAS 99,9 % DIDAPAT KARENA MEMULAI BUKAN MEMIKIRKAN


Pengertian Inovasi

Inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, metode, yang dirasakan atau

diamatisebagai suatu hal baru bagi seseorang atau sekelompok orang

(masyarakat).

Ø 8 th Habits of Highly Effective People (Stephen Covey), terdiri dari :

· Proaktif

Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai, dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan, dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak menjadi reaktif; mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain.

· Bermula dari ujung pemikiran

Individu, keluarga, tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek, baik besar maupun kecil, pribadi atau antarpribadi. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip, hubungan, dan tujuan yang paling berarti bagi mereka.

· Dahulukan hal utama

Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. Apa pun situasinya, hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip prinsip yang dirasakan paling berharga, bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja.

· Berfikir menang-menang

Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha

mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi.

Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang, dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalah[1]menang) . Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan “kita”, bukan “aku”.

· Memahami untuk dipahami

Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan

empathy; berusaha memahami dulu, baru kemudian berusaha dipahami. Jika kita

mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain, dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab, kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang; berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya.

· Sinergi

Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya, cara Anda, tetapi sebuah

cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri.

Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati, menghargai, dan bahkan

merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. Sinergi bersangkut paut

dengan upaya untuk memecahkan masalah, meraih peluang dan menyelesaikan

perbedaan. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3, 11, 111, … atau

lebih banyak lagi. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau

hubungan efektif mana pun. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang

saling melengkapi, di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari

para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahan nya. Dengan cara

ini kita mengoptimalkan kekuatan, bekerja dengan kekuatan tersebut, dan

membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan.

· Menajamkan Ketahanan, Fleksibilitas dan Kekuatan

Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri

secara terus-menerus pada empat bidang dasar kehidupan: fisik,  sosial/emosional, mental, dan spiritual. Ini adalah karakter yang meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita.

· Menemukan Keunikan dan Membantu Orang Lain Menemukannya

Dari perilaku efektif menjadi luar biasa. Mulailah dengan menemukan atau

mengenali keunikan diri sendiri. Potensi diri, pada empat elemen utama :

1. Pikiran (mind)

2. Tubuh

3. Hati

4. Jiwa

 

Ø Inovasi memang mutlak, agar pelanggan tidak lari. Beberapa praktek

inovasi yang paling sederhana dimulai dari :

· Inovasi kemasan,

Di mana sentuhan pembaharuan dilakukan kepada aspek kemasan, namun isi sama, dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik (attractiveness), sehingga secara visual akan cukup kompetitif, bila dipajang berjejer dengan para pesaing. Kemasan yang atraktif juga dapat menjadi elemen promosi yang efektif.

· Inovasi produk,

Dengan melakukan pengembangan produk baru, baik yang berbasis dari produk yang sudah ada ataupun produk yang baru. Kita bisa melihat bagaimana produsen kacang seperti Garudafood berinovasi tidak hanya dengan varian produk kacangnya, namun juga dengan melahirkan jelly, permen, bahkan nasi instant. Inovasi memang bukan hanya bertujuan untuk melahirkan sesuatu yang baru bagi pelanggan yang sudah ada, tetapi juga dapat dilakukan untuk melahirkan produk yang disasarkan untuk segmen lain atau pasar yang baru (new product for new market). Mengapa tidak membuat kopi instant yang diformulasi dan dikemas untuk anak muda? Lahirlah Nescafe Ice, Good Day, dan sebagainya.

· Inovasi tempat,

          Yakni tempat di mana kita menjual agar lebih atraktif dan “catchy‟ (menarik pandangan), kita bisa lihat bagaimana kios ala Danone yang tersebar dimana-mana. Bahkan, di dalam supermarket pun, semua produsen berlomba manata rak dan cara mendisplay produknya

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

file:///C:/Users/ASUS/Downloads/RUA_6_BP2_kreatifitas_inovasi%20(1).pdf

https://permaseta.ub.ac.id/wp-content/uploads/2017/04/RUA_6_BP2_kreat ifitas_inovasu.pdf

Drucker, Peter F.1996. Inovasi dan Kewirausahaan. Erlangga. Jakarta Danuhadimedjo, R.  Djatmiko.1998.Kewiraswastaan dan Pembangunan. Alfabeta. Bandung

GeoffreyG,.Meredith, et all.2000. Kewirausahaan. Teori dan Praktek. Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta

http://staffnew.uny.ac.id/upload/198807082014042002/pendidikan/materi-kewirausahaan-02.pdf

 

 

MENGEMBANGKA KREATIVITAS DALAM ENTREPRENEURSHIP

 MENGEMBANGKA KREATIVITAS DALAM ENTREPRENEURSHIP

 

Oleh : Mia Lestari (@S01-Mia)

 

Pendahuluan

            Seorang entrepreneur selalu dianjurkan untuk memiliki pola pikir yang diluar kebiasaan orang pada umumnya. Entrepreneur akan lebih sering menggunakan otak kanan untuk menghasilkan kreativitas-kreativitas baru. Seorang entrepreneur akan selalu memacu semangat dalam memotivasi diri. Seorang entrepreneur berpikir tentang hal-hal yang produktif, memikirkan masa depan dan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan cara untuk membantu mereka yang membutuhkan. Mindset atau pola pikir yang dimiliki oleh seorang entrepreneur yang kina kenal sebagai entrepreneurship.

            Oleh karna itu mengantisipasi era persaingan perdagangan bebas, banyak perusahaan di indonesia baik yang berskala besar, menengah maupun yang berskala kecil mulai menata ulang strategi persaingannya dengan melakukan kajian terhadap tujuan strategik perusahaan yang didasarkan atas kebutuhan pasar baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, dan juga melakukan evaluasi yang intens terhadap kualitas produk, termasuk melakukan penilaian kinerja pemasaran.

Pembahasan

            Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatana perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan melalui proses berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang menuntut permusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha dalah wirausaha. Wirausaha adalah pioner dalam bisnis, inovator, penanggung resiko yang mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha.

Proses inovasi di mulai dengan analisis sumberdaya kesempatan yang menjadi obyek. Inovasi bersifat konseptual dan perseptual, dapat dipahami dan dilihat inovator harus melihat bertanya dan mendengarkan orang lain dalam mancari inovasi. Mereka berfikir keras dengan segenap kamampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat dan mendengarkan penapat orang lain.

 

 

Inovasi terdiri dari 4 jenis, diantaranya :

1.      Penentuan

Kreasi suatu produk, jasa atau proses baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolisioner.

2.      Pengembangan

Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep seperti ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda.

3.      Duplikasi

Peniuan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian duplikasi bukan semata mata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan.

4.      Sintesis

Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada manjadi formulasi baru. Proses ini meliputi pengambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditentukan dan dibantuk sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan degan cara baru.

 

Cara mengembangkan kreativitas dan inovasi diantaranya :

1.      Mengenali hubungan

2.      Mengembangkan perspetif fungsional

3.      Gunakan akal

4.      Hapus perasaan ragu-ragu

 

Kesimpulan

Aktivitas bisnis memerlukan orang-orang yang inovatif, kreatif dan cepat tanggap terhadap setiap perubahan. Para paneliti mengatakan bahwa kreativitas menyangkut keputusan-keputusan tentang yang diinginkan dan bagaimana anda melakukannya dengan lebih baik. Tuntutan konsumen akan mutu produk dan jasa semakin tinggi, oleh sebab itu bagi wirausahawan sangat penting memperhatikan masalah mutu dalam proses produksi, pelayanan dan managemant.

 

Referensi

https://pdfcoffee.com/makalah-kreatifitas-dan-inovasi-pdf-free.html

http://bayrudin.blogspot.com/2018/04/makalah-kreativitas-dan-inovasi-dalam.html

https://journal.unindra.ac.id/index.php/usaha/article/view/503#:~:text=Kreativitas%20selalu%20dikaitkan%20dengan%20mengeluarkan,akan%20diterima%20oleh%20masyarakat%20luas.

 

Kemampuan Literasi Adalah Solusi Young Entrepreneur Dalam Meningkatkan Ekonomi Produktif

 





Disusun Oleh :

Aziz Ramadhan (41619110026)

(@S11-AZIZ)




BAB I

PENDAHULUAN

 

PENGGUNA internet di Indonesia setiap tahun dilaporkan terus tumbuh dengan perkiraan saat ini mencapai 73% atau dengan 196 juta pengguna. Namun, pengetahuan teknologi yang masih rendah dan tenaga kerja yang kurang terampil dianggap menjadi kendala digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 

Pelaku UMKM sendiri sebanyak 64,2 juta menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Keci, dan Menengah (KUKM). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Delloite Access Economics juga menunjukkan, 36% UMKM nasional masih menggunakan metode pemasaran konvensional dan hanya 18% UMKM yang dapat menggunakan media sosial dan website untuk mempromosikan produknya. 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Masalah pengangguran merupakan masalah yang dihadapi oleh setiap Negara. Di Indonesia angka pengangguran terbanyak justru diciptakan oleh kelompok terdidik. Fenomena rendahnya minat dan motivasi pemuda Indonesia untuk berwirausaha dewasa ini menjadi pemikiran serius berbagai pihak, baik pemerintah, dunia pendidikan, dunia industri, maupun masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan terutama merubah mindset para pemuda yang selama ini hanya berminat sebagai pencari kerja (job joker).

 

Menurut Sukirno (1994), Pengangguran adalah suatu hal yang tidak dikehendaki, namun suatu penyakit yang terus menjalar pada lingkup masyarakat luas, hal ini dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhinya seperti, sedikitnya lapangan pekerjaan yang menampung para pencari kerja, kurangnya keahlian yang dimiliki oleh para pencari kerja, kurangnya informasi yang dapat diakses dan budaya malas yang masih menjakiti para pencari kerja.

 

 

Kewirausahaan diyakini dapat menjadi faktor pendorong kemajuan suatu negara. Hal tersebut dapat dipahami karena sejumlah kecil wirausahawan dapat menciptakan lapangan pekerjaan kepada yang lainnya sehingga memberikan efek positif bagi perekonomian. Namun sebelum seseorang memulai atau menciptakan suatu usaha, harus dan wajib baginya dalam meningkatkan pemahaman kewirausahaannya terakit usaha apa yang akan dirintis, bagaimana cara mengelola, strategi apa yang dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan, bagaimana mengantisipasi dan mengatasi problematika yang muncul dan lainnya. Disinilah pentingnya pengetahuan kewirausahaan yang dapat menjadi bekal sebelum memulai usaha.


Literasi digital


Literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital. Kompetensi literasi digital ini berguna untuk menghadapi ledakan informasi akibat munculnya internet, penggunaan internet pada masyarakat umumnya bervariasi, namun pada remaja internet bukan hanya digunakan untuk mencari informasi akademik melainkan juga untuk membangun relasi melalui situs jejaring sosial.

 

Gilster (Herlin, 2012) mengemukakan bahwa literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dari piranti digital secara efektif dan efisien dalam berbagai konteks seperti akademik, karir dan kehidupan sehari-hari.

 

Dalam era digital yang pesat saat ini dapat mendorong enterpreneurship untuk membuka wirausaha dengan mudah dengan berbagai keuntungan dan kemudahan yang di dapatkan. Kementrian Kopreasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) pada tahun 2017 melansir sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta.


Perkembangan teknologi informasi

 

Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian cepat telah membawa dunia perdagangan pada sebuah arena baru yang dinamakan ekonomi digital yang merupakan tren bisnis sekarang dan masa depan. Ekonomi berbasis elektronik yang sering disebut ekonomi digital atau e-commerce mempunyai potensi besar di masa mendatang dan berperan penting menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dalam era digital yang pesat saat ini mendrong enterpreneurship untuk membuka wirausaha dengan mudah dengan berbagai keuntungan dan kemudahan yang di dapatkan




Keberlanjutan Usaha Pedagang Pakaian Melalui Lterasi Kewirausahaan

 

 

           Pada konsep ini literas kewirausahaan memberikan pengaruh yang besar bagi keberlanjutan usaha yang terdapat pada 3 aspek yaitu pengetahuan, faktor yang mempengaruhi dan unsur pokok.

 

a.      Pengetahuan

Salah satu indikator yang ada pada literasi kewirausahaan adalah mengenai pengetahuan dasar kewirausahaan. Pengetahuan dasar kewirausahaan merupakan sebuah pemahaman mengenai berdagang atau berwirausaha yang dimiliki oleh seorang pedagang yaitu salah satunya mengenai cara mendirikan sebuah usaha, hal ini bisa diketahui sebelum melakukan atau mendirikan sesbuah usaha ataupun setelah mendirikan sebuah usaha

b.     Faktor Yang Berpengaruh

Dalam berwirausaha mempunyai faktor-faktor yang mempengaruhi, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap literasi kewirausahaan adalah pembentukan pola pikir, pembentukan sikap, dan pembentukan perilaku. Selain dari beberapa hal tersebut faktorfaktor yang berpengaruh dalam berwirausaha sangat berkaitan dan penting yaitu modal, modal yang menjadi kebutuhan utama untuk mendukung sebuah usaha agar bisa terus berkembang, serta keterampilan juga menjadi hal penting agar menjadi startegi penjualan

c.      Unsur Pokok

Sebuah persaingan tentu ada dalam sebuah usaha Disebutkan bahwa beberapa karakter yang harus dimiliki bagi seorang wirausaha yaitu sabar, ramah, tidak mudah marah, pintar melakukan promosi barang

 

Keberlanjutan Usaha Melalui Literasi Digital



a.      Pengatahuan Dasar Digital

Pengatahuan dasar digital adalah sebuah pemahaman mengenai teknologi dan perkembangannya yang sudah memasuki dunia pemasaran, dengan melihat perkembangan teknologi saat ini yang begitu pesat membawa proses penjualan menjadi semakin canggih, hal ini tentu mempengaruhi proses jual beli antara penjual dan konsumen

 

b.     Evaluasi konten dan informasi

indikator selanjutnya adalah evaluasi konten dan informasi. Setelah membuat sebuah akun di sosial media seperti facebook, langkah selanjutnya adalah mengelolanya, akun yang digunakan untuk berdagang harus dikelola dengan baik

 

c.      Pencarian Internet

Hal penting selanjutnya adalah cara agar akun yang dibuat mudah ditemukan oleh pengunjung atau dalam pencarian internet, dikarena banyak pesaing maka perlu untuk melakukan cara agar akun mudah dalam pencarian atau mudah didapatkan.

 

 

 

 

BAB III



PENUTUP 

KESIMPULAN

 

1.         Literasi kewirausahaan mempengaruhi dalam keberlanjutan suaha. Dalam berwirausaha dibutuhkan pengetahuan mengenai kewirasuahaan, dan mengetahui faktor yang berpengaruh dalam berwirasuaha dan memiliki unsur pokok kewirausahaan yang mana kreatifitas, kesabaran diri dan keterampilan dalam menjalankan suaha.

 

2.         Literasi digital mempengaruhi keberlanjutan usaha. Dalam berwirausaha dibutuhkan pengetahuan mengenai digital, evaluasi konten serta pencarian internet untuk membantu pemasaran dan keamanan akun usaha.

 

   3  Keberlanjutan usaha. Dalam berwirausaha pengetahuan dasar dalam keberlanjutan usaha. Memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat yang memicu pengusaha memperbaiki sistem dalam berwirausaha.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1.Dessy nur amalia.’”Modul perkulihan kewirausahan 2  UMB

       2.Salsabila, F. (2019). Pengaruh Literasi Ekonomi Dan Literasi Digital Terhadap Perilaku Berwirausaha Sektor Kuliner Yang Terdaftar Pada Aplikasi Go Food Di Pasar Segar Kota Makassar (Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Makassar).

3.Widyastuti, D. A. R., Nuswantoro, R., & Sidhi, T. A. P. (2016). Literasi digital pada perempuan pelaku usaha produktif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Aspikom, 3(1), 1-15.