Tampilkan postingan dengan label K48-Nina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K48-Nina. Tampilkan semua postingan
Juni 24, 2016
Juni 23, 2016
Kewirausahaan dan Lingkungan
Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan factor-faktor lingkungan diluar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun global. Kegiatan operasional perusahaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi dan perkembangan perekonomian global.
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak
dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang
dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh
pesaing.
2. Perkembangan teknologi da informasi.
3. Perkembangan teknologi barang substitusi.
4. Berbagai penemuan baru.adaptasi teknologi yang
siap pakai.
5. Strategi perkembangan teknologi nasional.
6. Adaptasi teknologi yang siap pakai.
7. Biaya penelitian dan pengembangan oleh
perusahaan pesaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industry.
8. Siklus hidup produk (product life cycle).
9. Terobosan- terobosan yang dapat meningkatkan
produktivitas yang lebih baik dibidang input, pengolahan dan pemasaran.
10. Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa
depan.
Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian
Negara
Keunggulan
wirausaha dalam mendukung perekonomian Negara yaitu mendorong pertumbuhan
ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk dan jasa
baru, serta menciptakan perubahan dan kompetisi.
Dalam
upaya memicu pertunbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan social
ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1. Menciptakan lapangan pekerjaan.
2. Meningkatkan kualitas hidup.
3. Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4. Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk
meningkatkan produktivitas nasional.
5. Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui
pajak.
Dikutip :
Merancang Strategi Pemasaran
Pemasaran
Pemasaran tidak hanya
mengenai penjualan, iklan, atau promosi saja. Pemasaran merupakan suatu proses
yang utuh tentang kemampuan menawarkan barang atau jasa yang tepat, dengan
harga, waktu, dan lokasi yang tepat. Pemasaran bertitik tolak pada kebutuhan
dan keinginan pembeli.
Anda dapat dikatakan berhasil dalam melakukan
upaya pemasaran apabila telah menghasilkan dua hal berikut:
1.
Pembeli melakukan
pembelian ulang
2.
Pembeli
merekomendasikan produk ke orang lain
Untuk mendapatkan hasil pemasaran yang sesuai,
maka secara umum dapat dilakukan proses pemasaran sebagai berikut:
a.
Pengenalan Pasar
b.
Strategi Pemasaran
c.
Bauran Pemasaran
d.
Evaluasi Pemasaran
Menentukan Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran (marketing strategy) adalah
suatu cara yang digunakan untuk membantu kita membuat dan menjual barang dan
jasa yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan pasar target atau selera
konsumen yang dituju. Banyak sekali strategi yang diperkenalkan dalam
teori-teori pemasaran, namun secara umum strategi pemasaran yang biasa
dilakukan dan dapat dipilih adalah:
1.
Menembus Pasar
Strategi menembus pasar untuk menjangkau
sasaran pembeli yang belum tercapai. Upaya-upaya praktis yang dapat dilakukan
antara lain:
2.
Mengembangkan Pasar
Strategi ini dilakukan apabila sasaran pembeli
yang lama sudah jenuh atau sudah habis sehingga perlu mencari sasaran pembeli
baru dengan tetap menawarkan barang atau jasa yang lama.
3.
Mengembangkan Produk
Strategi pengembangan produk mencakup
perubahan barang atau jasa dengan tetap menggunakan cara produksi yang lama.
4.
Melakukan
Diversifikasi
Strategi diversifikasi dilakukan dengan cara
mengembangkan produk baru yang masih berkaitan dengan produk lama.
5.
Menerapkan Biaya Murah
Strategi biaya murah didasarkan pada biaya
input yang rendah.
6.
Memfokuskan pada pasar
Strategi fokus pada pasar dilakukan dengan
memberikan pelayanan khusus kepada pembeli yang dapat membedakan dengan
pelayanan yang diberikan para pesaing
7.
Melakukan Diferensiasi
Strategi diferensiasi berkosentrasi pada
penciptaan barang dan jasa baru yang sangat berbeda.
Dikutip :
http://komvis10ikha.blogspot.co.id/2012/05/bab-9-merancang-strategi-pemasaran.html
Rangkuman materi
1.
Terdapat seorang wirausaha muda
yang berusia 25 tahun yang berwirausaha sejak dia SMP. Dia bermulai dari
berjualan produk-produk fashion kemudian beranjak SMA dan mulai dan mulai
berjualan berjualan makanan-makanan ringan disekolahnya. Dilangsir sekarang dia
berwirausaha kopi, kopi tersebut sudah beredar didalam maupun diluar negeri.
Tetapi dibalik kesuksesannya terdapat kisah takenak dibalik ini.
2.
Ada seorang wirausaha muda yang
berusia 19 tahun yang berwirausaha ikan hias. Dia mulai berwirausaha karena dia
melihat peluang dimedia internet. Usahanya tersebut sudah beredar hamper
diseluruh dunia.
3.
Seorang pengusaha muda yang
berbisnis bimbel dan sofa dan kasur lepat. Didalam usaha bimbelnya dia sudah
membuka cabang hingga 3 cabang tempat bimbel. Beliau sudah memperoleh omset
yang lumayan besar. Dia sudah mulai berbisnis semenjak dia masih duduk dibangku
sekolah dasar.
Juni 16, 2016
Juni 03, 2016
Mei 29, 2016
MENGELOLA KEUANGAN USAHA
Mengelola keuangan usaha merupakan salah satu hal yang sering menjadi masalah dalam sebuah usaha. Banyak usaha kecil yag terpaksa harus gulung tikar karena mengalami kesalahan dalam mengelola keuangan.
PERENCANAAN OPERASIONAL USAHA
Perencanaan
yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk
sukses dari usaha yang dikelolanya.
MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA
Memilih usaha sebaiknya disesuaikan dengan
kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai atau kita mempunyai
kompetensi dalam bidang usaha tersebut.
April 07, 2016
PENTINGANYA MEMILIKI KREATIVITAS DAN INOVASI
A. KREATIVITAS WIRAUSAHA
Kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam menuangkan ide
atau gagasan melalui proses berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang
menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Wirausaha
adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung resiko yang mempunyai
penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang
usaha.
Dalam konteks manajemen,
peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang
menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek
penting dalam kreativitas adalah proses dan manusia.Proses berorientasi
pada tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu problem.Manusia merupakan
sumber daya yang menetukan solusi.
Ada 2 sumber
kreatifitas diantaranya :
1.
Imajinasi dan ide
Imajinasi yang kreatif
merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir
tidak pernah keluar rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat
melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu
pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia.
2.
Sifat Proses kreatif
Kreativitas adalah
suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif
pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang
tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain.
B. INOVASI WIRAUSAHA
Inovasi merupakan fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Dengan
inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksi baru maupun
pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk
menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Wirausahawan yang prospektif
harus mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide melalui tahapan
pengembangan. Dengan demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk
menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan serta dedikasi untuk
mempertahankan konsep melalui implementasi.
Proses inovasi di mulai dengan analisis sumberdaya kesempatan
yang menjadi obyek. Inovasi beresifat konseptual dan perseptual, dapat di
pahami dan dilihat inovator harus maelihat bertanya dan mendengar orang lain
dalam mencari inovasi.
Inovasi terdiri dari
empat jenis, diantaranya penemuan, pengembangan, duplikasi dan sintesis.
1. Penemuan.
Kreasi suatu produk,
jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Konsep ini
cenderung disebut revolisioner
2. Pengembangan.
Pengembangan suatu
produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep seperti ini menjadi aplikasi ide
yang telah ada berbeda.
3. Duplikasi.
Peniruan suatu produk,
jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian duplikasi bukan meniru
melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki konsep agar lebih mampu
memenangkan persaingan.
4. Sintesis.
Perpaduan konsep dan
faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Proses ini meliputi pengambilan
sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan dibentuk sehingga menjadi
produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru.
Dikutip dari :
Langganan:
Postingan (Atom)






