Tampilkan postingan dengan label K07-ARI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K07-ARI. Tampilkan semua postingan

Juni 23, 2016

Pentingnya Prestasi dalam berwirausaha


Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan produktivitas kinerja suatu organisasi atau instansi. Oleh karena itu, diperlukan  sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi karena keahlian atau kompetensi akan dapat mendukung peningkatan prestasi kinerja karyawan.  Selama ini banyak instansi pemerintahan yang belum mempunyai karyawan dengan kompetensi yang memadai, ini dibuktikan dengan rendahnya produktivitas karyawan dan sulitnya mengatur kinerja karyawan di lingkup instansi pemerintahan.   Selama ini penilaian kinerja karyawan honorer hanya ditentukan dari hasil kerjanya, belum ada kriteria penilaian yang jelas.
Menurut Dessler (1997) penilaian prestasi kinerja adalah suatu proses penilaian prestasi kinerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.
Menurur Handoko (1996) penilaian prestasi adalah proses mengevaluasi dan menilai prestasi kinerja karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Stoner et al (1996) penilaian prestasi kinerja adalah proses yang meliputi: (1) penetapan standar prestasi kerja; (2) penilaian prestasi kerja aktual karyawan dalam hubungan dengan standar-standar ini; dan (3) memberi umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan prestasi kerja.
Sedangkan yang dimaksud dengan dimensi kerja menurut Gomez (1995: 142) memperluaskan dimensi prestasi kerja karyawan yang berdasarkan:
1.      Quantity work; jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode waktu yang ditentukan.
2.      Quantity of work; kualitas kerja berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya.
3.      Job knowledge; luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan ketrampilannya.
4.      Creativenes; keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul.
5.      Cooperation; kesetiaan untuk bekerjasama dengan orang lain.
6.      Dependability; kesadaran dan kepercayaan dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja.
7.      Initiative; semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggung jawabnya.
8.      Personal qualities; menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramah-tamahan, dan integritas pribadi.
Menurut Nurmianto dan Wijaya (2003) tujuan penilaian prestasi kinerja ada 2 tujuan pokok, yaitu:
1.      Untuk tujuan Administrasi personalia
a)      Menjadi dasar pembuatan keputusan manajemen mengenai promosi, mutasi, demosi, dan pemberhentian pegawai.
b)      Menjadi dasar dalam pemberian balas jasa.
c)      Menjadi dasar dalam menetapkan program pendidikan dan pelatihan guna mendukung efektivitas unit kerja organisasi.
d)     Menjadi dasar penetapan kriteria untuk seleksi dan penetapan pegawai.
e)      Memberikan data mengenai produktivitas organisasi secara keseluruhan atau unit kerja dan individu individu pegawai khususnya.
2.      Untuk tujuan bimbingan dan konseling
a)      Merupakan forum pembimbing dan konseling antara atasan dan bawahannya untuk memperbaiki atau mengembangkan kecakapan pegawai.
b)      Mengidentifikasikan kelebihan atau kekurangan pegawai yang menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam melibatkan pegawai pada program pelatihan dan pengembangan pegawai.
c)      Sebagai alat untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai sehingga dapat dicapai kinerja yang baik dalam rangka pencapaian tujuan unit kerja dan organisasi.
d)     Sebagai alat untuk mendorong atau membiasakan para atasan atau pejabat penilai mengamati perilaku kerja pegawai sebagai totalitas hingga diketahui minat-minat serta kemampuan dan kebutuhan pegawai.
Ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam menyusun standar penilaian kinerja yang baik dan benar yaitu validity, realism, dan objectivity.
1.      Validity, adalah keabsahan standar tersebut sesuai dengan jenis pekerjaan yang dinilai. Keabsahan yang dimaksud disini adalah standar tersebut memang benar-benar sesuai atau relevan dengan jenis pekerjaan yang akan dinilai tersebut.
2.      Agreement, berarti persetujuan, yaitu standar penilai tersebut disetujui dan diterima oleh semua pegawai yang akan mendapat penilaian.  Ini berkaitan dengan prinsip validity di atas.
3.      Realism, berarti standar penilaian tersebut bersifat realistis, dapat dicapai oleh para pegawai dan sesuai dengan kemampuan pegawai. 

4.      Objectivity, berarti standar tersebut bersifat obyektif, yaitu adil, mampu mencerminkan keadaan yang sebenarnya tanpa menambah atau mengurangi kenyataan dan sulit untuk dipengaruhi oleh bias-bias penilai.

Jadilah Bos untuk diri anda sendiri

Sebagai anak muda yang mempunyai tujuan dan harapan tentunya akan memikirkan hal-hal kecil untuk kemakmuran hidupnya, salah satunya dengan besikap kritis dan berani memulai bisnis.  Untuk  memulai bisnis tentunya diperlukan ide-ide yang menarik dan tentunya modal, menjadi pebisnis bukan hal mudah karena kita harus mulai dari bawah.
Seiring dengan berjalannya waktu, berbagai macam bisnis terus berkembang di tengah tengah masyarakat. Ide-ide baru bermunculan dan menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Banyak hal-hal yang tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari bisa dijadikan ide menguntungkan untuk dijalani.
Bekerja untuk orang lain terkadang tidak mengenakkan, karena dituntut untuk menuruti semua peraturan dan keinginan mereka. Sebaliknya jika memiliki usaha sendiri kita bisa bebas mengatur waktu dan jalannya usaha.
Di tugas ini saya berkeinginan untuk melakukan bisnis di bidang kuliner karena saya rasa bisnis di bidang ini tidak akan pernah ada matinya. Bisnis yang saya ingin lakukan adalah Café dengan menu utamanya adalah Donuts, Kue Pastry, dan Coffe Break.   Sebenarnya ini merupakan suatu bisnis kuliner yang  umum dan sudah mempunyai pesaing seperti  Starbucks, J-Co, DunkinDonuts, dll. Sebagai pendatang baru tentunya sangat sulit untuk bisa merebut posisi dari Brand yang sudah terkenal dan mempunyai nama besar, Tetapi dalam hal bisnis tidak ada kata menyerah dalam kamus besar pebisnis.  disini yang saya ingin tekankan adalah kualitas layanan yang prima,  cara penyajian yang unik,  dan tempat yang nyaman dengan suasana yang hommie dan santai yang sangat cocok sebagai tempat kongko-kongko bareng teman  dan mendukung untuk melepas penat setelah bekerja seharian.
Hal baru yang ada di dalam café ini adalah:
·         semua karyawan diwajibkan memberikan kualitas pelayanan yang prima, misalny: rapi, ramah, dan selalu memberikan senyuman kepada pelanggan toko. Hal ini wajib karena banyak pepatah bilang “konsumen adalah raja”
·         Cara Penyajian.
Karena dari cara penyajian ini merupakan suatu identitas produk yang kita tawarkan. Cara Penyajian ini harus yang unik dan sederhana.
·         Tempat yang nyaman.
Tempat yang nyaman dan suasana yang hommie ini merupakan salah satu  faktor pendukung untuk lebih memperjelas identitas usaha.

Target dan segmentasi yang ingin dibidik dalam usaha ini adalah mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa. Karena setelah saya lakukan analisa segmentasi untuk mengetahui seberapa besar potensinya bisnis tersebut hasilnya cukup besar karena kebutuhan manusia terutama dalam hal makanan cukup besar dan tergantung niat konsumen untuk menentukan pilihan dan selera. 

Selain itu harga yang ditawarkan harus lebih murah dari para pesaing dan tentunya harus tetap menjaga kualitas sehingga walaupun pendatang baru tetap dilirik konsumen. Karena kecenderungan konsumen indonesia (warga negara indonesia) lebih tertarik untuk menggunakan

produk yang lebih murah tetapi kualitas yang sama atau lebih baik. oleh karena itu mutu (kualitas) tidak bisa dikorbankan hanya karena alasan mengejar harga murah. Mutu harus tetap menjadi prioritas utama agar konsumen tetap tertarik dengan produk/jasa yang kita tawarkan.

Langkah pelaksanaannya cukup sederhana:
1.      Modal
untuk menjalankan bisnis ini diperlukan modal yang tidak sedikit.
2.      Tempat
tempat untuk menjalankan bisnis ini harus strategis dan sebisa mungkin dekat dengan jalan raya dan perkantoran. karena segmentasi yang paling besar ada disitu
3.      Sumber daya yang memadai
4.      Berani akan resiko
Hal ini merupakan hal yang penting. karena pengusaha yang sukses tidak takut akan resiko dan selalu beranggapan bahwa resiko adalah sukses yang tertunda.


Ada pepatah mengatakan “JADILAH BOS UNTUK DIRI ANDA SENDIRI,  DAN BUKA LAPANGAN PEKERJAAN BUAT ORANG LAIN.”

KEWIRAUSAHAAN

http://ariwibowosaputra-industri21.blogspot.co.id/

Mei 20, 2016

April 07, 2016

Pentingnya Kreativitas Dan Inovasi Pengusaha

Oleh : Ari Wibowo Saputra

   Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif.   Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara  riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemampuan untuk  mencari peluang (opportunity), keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide. Kemauan dan kemampuan - kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk :
  • Melakukan teknik baru
  •  Menciptakan produk/ jasa baru
  • Mengahsilkan nilai tambah baru
  • Mengembangkan organisasi baru
   Dalam berwirausaha terdapat persaingan yang ketat. Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.  Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.  Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.  Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
   Pemikiran kreatif berhubungan secara langsung dengan penambahan nilai, penciptaan nilai, serta penemuan peluang bisnis. Pola pemikiran kreatif juga dibutuhkan untuk menggambarkan keadaan masa depan, di mana seorang wirausaha akan beroperasi, juga akan memberikan gambaran yang tidak dapat dihasilkan oleh eksplorasi terhadap trend masa kini. Dalam mengelola usaha, keberhasilan seorang wirausaha terletak pada sikap dan kemampuan berusaha, serta memiliki semangat kerja yang tinggi. Sedangkan semangat atau etos kerja yang tinggi seorang wirausaha itu terletak pada kreativitas dan rasa percaya pada diri sendiri untuk maju dalam berwirausaha. Seorang wirausaha yang kreatif dapat menciptakan hal-hal yang baru untuk mengembangkan usahanya. Kreativitas dapat menyalurkan inspirasi dan ilham terhadap gagasan-gagasan baru untuk kemajuan dalam bidang usahanya.  
   Mayoritas orang mengabaikan kreativitas karena dia tidak mengetahui manfaat kreativitas tersebut. Ada beberapa contoh pentingnya kreativitas yaitu:
  1. Dalam hidup ini tidak selalu mulus, kita terkadang berbenturan dengan masalah, namun kita harus cepat tanggap seberapa besar kemampuan kita untuk memecahkan masalah tersebut , dengan cara berfikir kreatif untuk mencari ide atau jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut .
  2. Dalam dunia bisnis persaingan adalah tantangan utama yang harus di hadapi , Untuk menghadapi persaingan dibutuhkan kreatifitas untuk menghasilkan ide - ide dan produk yang unggul dibandingkan pesaing kita .
  3. Kreativitas dalam mencari solusi, menghasil ide-ide terobosan, dan dalam menjalankan tugas
  4. Orang kreatif tidak pernah menyerah dan selalu memiliki alternatif ide  untuk masalah - masalahnya     
   Dengan memiliki kreativitas dalam berusaha, maka seorang wirausaha selalu memiliki terobosan baru untuk usahanya dan memilki peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Jika kreativitas dikembangkan maka usaha tersebut akan maju dan terus berkembang sehingga tujuan perusahaan tersebut akan tercapai dengan baik. 
 
 
 
Sumber: 
  • http://rizqidiaz.blogspot.co.id/2011/12/kreativitas-dalam-wirausaha.html
  • www.pmct.co.id/pentingnya-inovasi-dan-kreativitas-dalam-berwirausaha/
  • top-studies.blogspot.com › Kewirausahaan  

April 03, 2016

Prinsip Pengusaha Sukses



Oleh: Ari Wibowo Saputra

Prinsip Menjadi Pengusaha Sukses - menjadi seorang pengusaha harus bercita-cita tinggi. Fokus menciptakan bisnis yag memiliki nilai moral dan budaya yang besar. Menjadi karyawan bukan sekedar memulai sebuah usaha kecil atau besar lalu asik dalam proses mencari keuntungan.

Sikap dan Mental Bisnis Orang Cina

Oleh: Ari Wibowo Saputra

Falsafah dan Budaya Bisnis Cina
Selain bertujuan memperoleh kekayaan, orang cina juga selalu berfokus dalam mencapai tujuan. Upaya mencapai tujuan tersebut dilakukan secara konsisten melalui peningkatan serta perbaikan secara terus-menerus, sehingga ada ungkapan dalam bahasa Cina,

Maret 19, 2016

Yang Muda yang Kreatif

Oleh: Ari Wibowo Saputra

   Di zaman yang serba modern ini ini kita dituntut untuk bisa se-kreatif mungkin dalam menghadapi kehidupan ini, jika kita tidak mampu maka pilihannya cuma ada "Hidup atau  Mati". Sebagai anak muda kita di harus mampu untuk memutar otak sebaik mungkin demi kelangsungan hidup kita, karena ada pepatah mengatakan "yang muda yang kreatif dan bergaya".

Maret 10, 2016

TERTARIKAH MENJADI ENTREPRENEUR?? Oleh: Ari Wibowo



“Mengapa dibutuhkan wirausahawan baru?” Pertanyaan tersebut sering terlintas di benak kita di saat kita mengikuti seminar-seminar.  Jawabannya adalah karena tingkat pengangguran di setiap jenjang pendidikan sudah semakin parah dan perlu segera dicari pemecahannya melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor usaha. Dengan begitu menjadi seorang pengusaha merupakan hal yang paling tepat untuk saat ini mengingat banyaknya pengangguran yang ada dan minimnya lapangan pekerjaan. Tetapi hanya sebagian kecil yang tertarik untuk terjun menjadi pengusaha, meskipun menjanjikan masa depan yang cemerlang.
Tetapi perlu di ingat juga untuk menjadi wirausahawan yang sukses tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Apa pun jenis pekerjaan dan usaha kita, tanpa adanya kerja keras tidak akan membuahkan hasil. Berbicara tentang kerja keras sebagai kunci keberhasilan terutama untuk seorang pengusaha, dituntut untuk memiliki landasan yang kuat berupa pengalaman, pola piker, kemampuan, dan motivasi yang kuat untuk menjadi pengusaha.
“Apakah keuntungan menjadi wirausahawan?” wirausaha adalah sebuah permainan, di mana kita harus tahu betul aturan main, lalu menjalankan usaha secara cerdik, dan akhirnya menikmati keuntungan. Oleh karena itu, keuntungan menjadi wirausahawan adalah mempunyai kemampuan dalam mengatur waktu sehingga tidak tergantung pada ketentuan jam kantor. Secara garis besar bahwa keuntungan yang diperoleh dari seorang wirausahawan adalah kebebasan dalam mengelola usaha, waktu, dan pengakuan akan keberhasilan. Namun demikian, yang harus dicatat adalah semua keberhasilan tersebut tentu diperoleh dengan cara bekerja keras, perencanaan yang baik, dan diiringi doa setelah berusaha dengan sebaik mungkin.
 Setelah mengetahui keuntungan menjadi seorang pengusaha, ada baiknya untuk mengetahui bagaimana ciri dan sikap seorang entrepreneur sejati. Seorang wirausahawan yang sukses haruslah orang yang mampu nelihat ke depan, berpikir dengan penuh perhitungan, serta mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan solusinya.  

sumber:  
blog.duitpintar.com › Blog
www.agateseo.com › Kisah Sukses Entrepreneur 
Calvin R.J. 2002. Entrepreneurial Management. McGraw-Hill. New York
Suryana, 2006. Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses, edisi  3. Salemba Empat. Jakarta  

YANG MUDA YANG BERANI !!!