Tampilkan postingan dengan label @AE11-Nabilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @AE11-Nabilah. Tampilkan semua postingan

November 15, 2023

Langkah-langkah Praktis Menggunakan Model Bisnis Canvas untuk Pengembangan Produk

Nama : Nabilah

Nim : 44222010177

Kode Bisnis : AE-11

 

Langkah-langkah Praktis Menggunakan Model Bisnis Canvas untuk Pengembangan Produk




Business model canvas atau disebut juga bisnis model canvas adalah strategi manajemen dalam perusahaan untuk memetakan target konsumen, keuangan, dan infrastruktur secara sederhana dalam 1 dalam halaman saja. Hal ini merupakan suatu keunikan tersendiri dibanding bentuk rencana bisnis pada umumnya yang biasanya ditulis dalam berlembar-lembar dokumen.

Oleh karena itu, tak heran jika business model canvas adalah model rancangan bisnis pilihan berbagai startup. Meskipun lebih ringkas, namun tiap lembarnya harus memuat beberapa elemen pendukung. Dengan demikian, penyajiannya akan mengalir dari komponen satu ke yang lain hingga selesai.

Tentu, berikut langkah-langkah praktis menggunakan Model Bisnis Canvas untuk pengembangan produk:

1. Segmentasi Pelanggan (Customer Segments):
   Identifikasi dan pahami siapa target pasar produk Anda. Tentukan kelompok pelanggan yang memiliki kebutuhan serupa.

2. Proposisi Nilai (Value Propositions):
   Jelaskan nilai unik produk Anda. Apa yang membuatnya berbeda dan mengapa pelanggan harus memilihnya?

3. Saluran Distribusi (Channels):
   Tentukan cara terbaik untuk menyampaikan produk kepada pelanggan. Apakah melalui penjualan langsung, online, atau melalui mitra?

4. Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):
   Pilih jenis hubungan yang ingin Anda bangun dengan pelanggan, apakah itu pelayanan pelanggan, layanan purnajual, atau hubungan personal.

5. Pendapatan (Revenue Streams):
   Rencanakan model pendapatan Anda. Bagaimana produk ini akan menghasilkan uang? Apakah melalui penjualan langsung, berlangganan, atau model lainnya?

6. Sumber Daya Kunci (Key Resources):
   Identifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan produk. Termasuk SDM, teknologi, dan infrastruktur.

7. Aktivitas Kunci (Key Activities):
   Rinci kegiatan-kegiatan yang kritis untuk menjalankan model bisnis Anda. Ini bisa termasuk riset dan pengembangan, produksi, dan strategi pemasaran.

8. Mitigasi Risiko (Key Partnerships):
   Tentukan mitra yang dapat membantu mengurangi risiko atau memperkuat kekuatan Anda. Ini bisa berupa mitra produksi, distributor, atau sekutu strategis lainnya.

9. Biaya (Cost Structure):
   Hitung biaya yang terlibat dalam pengembangan, produksi, dan distribusi produk. Identifikasi biaya tetap dan variabel.

10. Aktivitas Kunci (Key Activities):
    Rencanakan aktivitas kunci yang perlu dilakukan untuk menjalankan model bisnis. Ini bisa melibatkan riset dan pengembangan, produksi, pemasaran, dan dukungan pelanggan.

11. Pengukuran Kinerja (Key Metrics):
    Tentukan metrik kinerja untuk mengevaluasi keberhasilan produk dan model bisnis. Ini bisa mencakup penjualan, kepuasan pelanggan, dan efisiensi operasional.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membangun fondasi yang kuat untuk mengembangkan produk dan merancang strategi bisnis yang efektif.


 


 

 

 

 

 

 

 

 





Oktober 08, 2023

Pengukuran Kinerja dalam Kewirausahaan

 Pengukuran Kinerja dalam Kewirausahaan

Nabilah (44222010177)

@AE - 11


Pengertian Pengukuran Kinerja 

Pengukuran kinerja adalah tindakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada perusahaan. Hasil pengukuran tersebut kemudian digunakan sebagai umpan balik dalam bentuk tindakan yang efektif dan efisien dan akan memberikan informasi tentang prestasi pelaksanaan suatu rencana dan titik dimana perusahaan memerlukan penyesuaian-penyesuaian atas aktivitas perencanaan dan pengendalian.


Tujuan dan Manfaat Pengukuran Kinerja 

Pengukuran kinerja bertujuan untuk memotivasi karyawan agar dapat mencapai sasaran organisasi dan mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar menghasilkan tindakan yang diinginkan oleh organisasi. Pengukuran kinerja digunakan untuk menekan perilaku yang tidak semestinya diinginkan melalui umpan balik hasil kerja, serta sebagai landasan untuk memberikan penghargaan kepada orang yang telah mencapai atau melebihi tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Mahmudi (2005), tujuan pengukuran kinerja adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan organisasi. Penilaian kinerja berfungsi sebagai tonggak yang menunjukkan tingkat ketercapaian tujuan dan menunjukkan apakah organisasi berjalan sesuai arah atau menyimpang dari tujuan yang ditetapkan. 
  2. Menyediakan sarana pembelajaran pegawai. Penilaian kinerja merupakan sarana untuk pembelajaran pegawai tentang bagaimana seharusnya mereka bertindak dan memberikan dasar dalam perubahan perilaku, sikap, ketrampilan atau pengetahuan kerja yang harus dimiliki pegawai untuk mencapai hasil kerja terbaik. 
  3. Memperbaiki kinerja periode-periode berikutnya. Penerapan penilaian kinerja dalam jangka panjang bertujuan untuk membentuk budaya berprestasi di dalam organisasi dengan menciptakan keadaan dimana setiap orang dalam organisasi dituntut untuk berprestasi. 
  4. Memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan keputusan, pemberian penghargaan dan hukuman. Organisasi yang berkinerja tinggi berusaha menciptakan sistem penghargaan seperti kenaikan gaji/tunjangan, promosi atau hukuman seperti penundaan promosi atau teguran, yang memiliki hubungan yang jelas dengan pengetahuan, ketrampilan dan kontribusi terhadap kinerja organisasi. 
  5. Memotivasi pegawai. Dengan adanya penilaian kinerja yang dihubungkan dengan manajemen kompensasi, maka pegawai yang berkinerja tinggi atau baik akan memperoleh penghargaan. 
  6. Menciptakan akuntabilitas publik. Penilaian kinerja menunjukkan seberapa besar kinerja manajerial dicapai yang menjadi dasar penilaian akuntabilitas. Kinerja tersebut harus diukur dan dilaporkan dalam bentuk laporan kinerja sebagai bahan untuk mengevaluasi kinerja organisasi dan berguna bagi pihak internal maupun eksternal organisasi.

Menurut Yuwono dkk (2007), manfaat pengukuran kinerja adalah sebagai berikut:
  1. Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata rantai pelanggan dan pemasok internal. 
  2. Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya-upaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut (reduction of waste). 
  3. Membuat suatu sasaran strategis yang biasanya masih kabur menjadi lebih konkret sehingga mempercepat proses pembelajaran organisasi.

Syarat dan Indikator Pengukuran Kinerja 

Menurut Mutia (2009), terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengukuran kinerja, yaitu:
  1. Spesifik dan jelas untuk menghindari kesalahan interpretasi.
  2. Dapat diukur secara obyektif baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
  3. Menangani aspek-aspek yang relevan.

Menurut Mutia (2009), terdapat beberapa indikator dalam pengukuran kinerja, yaitu sebagai berikut:
  1. Indikator kinerja input (masukan), yaitu indikator yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dapat menghasilkan keluaran yang ditentukan, misalnya dana, SDM, informasi, dll.
  2. Indikator kinerja output (keluaran), yaitu sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan yang dapat berupa fisik maupun non fisik.
  3. Indikator kinerja outcome (hasil), yaitu segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran (output) kegiatan pada jangka menengah (efek langsung).
  4. Indikator kinerja benefit (manfaat), yaitu sesuatu yang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan. 
  5. Indikator kinerja impact (dampak), yaitu pengaruh yang ditimbulkan baik positif maupun negatif pada setiap tingkatan indikator berdasarkan asumsi yang telah ditetapkan.

Daftar Pustaka

  • Drucker, P.F. 1999. Manajemen: Tugas, Tanggung Jawab dan Praktek. Jakarta: Gramedia.
  • Mulyadi. 2005. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
  • Prawirosentono, Suyadi. 1999. Manajemen sumber Daya Manusia (Kebijakan Kinerja Karyawan), Kiat membangun Organisasi Kompetitif menjelang Perdagangan Bebas Dunia. Yogyakarta: BPFE.
  • Yuwono, Sony. dkk. 2007. Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Mutia, Nila. 2009. Tesis: Usulan Rancangan Indikator Pengukuran Kinerja Service Scorecard untuk Kualitas Jasa pada Diklat Pelayaran. Jakarta: Universitas Indonesia.

5 STARTUP DI BIDANG PENDIDIKAN

 5 STARTUP DI BIDANG PENDIDIKAN

Nabilah (44222010177)

@AE-11







1. RUANG GURU

Ruangguru sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia, terutama bagi pelajar. Keberadaannya pun begitu populer dan kerap muncul baik di televisi maupun media sosial. Ruangguru adalah sebuah platform pembelajaran berbasis kurikulum sekolah yang menyajikan pelajaran lewat video interaktif oleh guru dan animasi melalui aplikasi.








2. ZENIUS

Zenius merupakan startup pendidikan yang berbasis teknologi dengan menargetkan jenjang pendidikan dari SD, SMP, dan SMA. Tapi, keunggulan dari startup ini yaitu menawarkan berbagai produk unggulan yang dapat dinikmati untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Produk-produk tersebut antara lain, Zenius.net, Aplikasi Zenius, Zenius Prestasi, dan Zenius Center. Zenius juga cocok digunakan bagi pelajar yang ingin masuk ke jenjang perkuliahan. 










3. QUIPPER

Quipper mengalami perkembangan yang begitu signifikan dan hadir di 4 negara, termasuk Jepang, Filipina, Meksiko, dan Indonesia. Didirikan oleh Fumihiro Yamaguchi, Quipper memberikan akses gratis untuk platform LMS (Learning Management System) serta materi pembelajaran baru untuk guru dan siswa.












4. INDONESIAX

Berbasis Massive Open Online Course (MOOC), startup Indonesia X menawarkan kursus online yang jumlah pesertanya tidak terbatas. Kursus online yang ditawarkan berbeda-beda, yaitu dari universitas, institusi, dan praktisi di berbagai bidang untuk mencerdaskan bangsa. Tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar, para profesional hingga masyarakat luas pun bisa mengaksesnya.











5. ARKADEMY

Platform lainnya yaitu bernama Arkademy, yang bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas agar siap bersaing di dunia kerja. Program Bootcamp merupakan salah satu program yang paling populer di Arkademy. Di sini, peserta akan melewati beberapa tahapan yang harus dilalui, mulai dari pendaftaran, seleksi online, wawancara, serta on boarding. Kamu pun bisa mendapatkan keuntungan, seperti pelatihan intensif, mentor berpengalaman, teman, dan masih banyak lagi.