Tampilkan postingan dengan label @AD08-Putri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @AD08-Putri. Tampilkan semua postingan

Desember 02, 2023

ISU LINGKUNGAN DAN SOSIAL DALAM PERDAGANGAN LUAR NEGRI

       


          Isu lingkungan dan sosial dalam perdagangan di luar negeri yaitu masalah lingkungan dan sosial yang terkait dengan kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh suatu negara di luar negeri. 

Isu lingkungan meliputi masalah seperti :

  • penggunaan sumber daya alam
  • polusi 
  • perubahan iklim. 

sedangkan isu sosial meliputi masalah seperti  :

  • hak asasi manusia
  • hak tenaga kerja
  • kesejahterahan masyarakat setempat.

Dampak positif perdagangan internasional :

  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara
  • Meningkatkan efisiensi produksi
  • Dengan adanya kerja sama perdagangan internasional, dapat memberntuk persahabatan antar negara
  • Perdagangan internasional dapat mengakses sumber daya alam yang terbatas atau tidak dimiliki secara lokal
  • Meningkatnya kemakmuran negara dengan mendapatkan barang yang tadinya sulit di produksi dari dalam negeri
  • Dapat meminimalisir pengangguran
  • Transfer teknologi modern denganmemperoleh kesempatan untuk mempelajari teknik produksi dan manajemen yang lebih modern dari negara lain.
  • Menciptakan efisiensi dan spesialisasi
  • Menstabilkan harga barang dan jasa
Dampak negatif perdagangan internasional : 

  • Menurunnya Eksistensi Produk Lokal
  • Bergantung dengan Negara Lain
  • Mematikan UMKM 
  • Munculnya Persaingan Tidak Sehat
  • Penjajahan Ekonomi
  • Eksploitasi SDA dan SDM
  • Produsen lokal sulit mendapatkan bahan baku 
  • Nilai rupiah melemah 
Solusi dampak negatif perdagangan internasional 
  • memberlakukan tarif impor 
  • memberikan subsidi kepada UMKM 
  • memberikan pelatihan dan pendidikan teknologi 
  • kebijakan kouta import perdagangan internasional 
  • meningkatkan efesiensi pengelolaan sumber ekonomi negara 
        Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, diperlukan kerja sama antara negara-negara anggota dalam membangun sistem perdagangan internasional yang lebih adil dan ramah lingkungan. Dengan demikian, perdagangan internasional dapat memberikan manfaat bagi semua pihak tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

November 15, 2023

PANDANGAN HOLISTIK : MEMBANGUN BISNIS UNGGULAN DENGAN MODEL BISNIS YANG EFEKTIF

 

 

MEMBANGUN BISNIS UNGGULAN DENGAN MODEL BISNIS YANG EFEKTIF

Holistik bisa diartikan sebagai cara pendekatan terhadap suatu masalah atau gejala dengan memandang masalah atau gejala itu sebagai suatu kesatuan yang utuh.

salah satu cara agar bisa bersaing yaitu dengan cara membuat strategi – strategi baru agar mempunyai bisnis usaha yang menarik, baik , dan tepat pada Perusahaan. Hal yang harus diperhatikan Ketika menerapkan strategi bisnis yaitu dengan memperhatikan teknologi yang sedang berkembang, proses dan pangsa pasar yang tepat. Salah satu metode yang tepat untuk membuat . Salah satu metode yang tepat untuk membuat strategi baru adalah Business Model Canvas (BMC). Metode BMC merupakan alat yang digunakan oleh usaha kecil dan menengah (UKM) dalam tahap membangun kegiatan bisnis dan model bisnis.

BMC dapat digunakan untuk memperoleh strategi perusahaan secara efektif dan efisien. Metode BMC juga dapat memperluas segmentasi pasar sehingga dapat meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan penjualannya secara online. CV Media mengalami peningkatan penjualan yang drastis dan menjadikan CV Media berkembang secara pesat dengan menggunakan metode BMC karena adanya kerja sama dengan berbagai pihak yang berkompeten mendukung kemajuan usaha. Hasil pemetaan akhir metode BMC menciptakan alternatif strategi baru yang cenderung ke sisi kanan (sisi kreatif), yang berarti bahwa pemilik harus melakukan inovasi dan membuat usaha menjadi lebih kreatif.

Business Model Canvas (BMC), dikembangkan oleh Osterwalder dan Pigneur adalah metode yang paling banyak digunakan oleh perusahaan yang mencari model bisnis yang berskala kecil, menguntungkan, dan berulang. BMC disajikan dalam bentuk visual sehingga lebih mudah dimengerti oleh pembacanya. 

BMC ini dibagi menjadi sembilan model utama, kemudian dipisahkan lagi menjadi komponen kanan (sisi kreatif) dan kiri (sisi logis) seperti otak manusia.

1. Customer Segment menggambarkan sekelompok orang atau organisasi yang menjadi target yang dijangkau atau yang dilayani

2. Value Proposition merupakan daya tarik bagi pembeli yang ditawarkan oleh perusahaan sehingga memenuhi kepuasan konsumen

3. Channels adalah cara perusahaan untuk menjangkau konsumen

4. Customer Relationship yaitu suatu cara yang dilakukan perusahaan untuk membangun suatu hubungan dengan konsumen

5. Revenue Stream merupakan sumber pemasukan bagi perusahan yang didapatkan dari daya tarik yang diciptakan perusahaan untuk konsumen

6. Key Resource adalah sumber daya utama yang dimiliki perusahaan dalam membangun bisnisnya

7. Key Partnership yaitu mitra kerja yang dilakukan oleh perusahaan khususnya supplier

8. Key Activities yaitu aktivitas utama yang terkait dengan produksi di perusahaan

9. Cost Structure yaitu biaya – biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung semua aktivitas – aktivitas.


http://jurnal,untirta.ac.id

Oktober 21, 2023

SEMINAR BISNIS WMM (12 OKTOBER 2023) KWU 2 KELAS A

 

Wirausaha Muda Mandiri (WMM) merupakan program CSR utama Bank Mandiri sebagai wujud konsistensi mendukung tumbuh kembang pengusaha muda Indonesia. Membantu pemerintah dalam kewirausahaan di Indonesia di kalangan generasi muda. 

Peserta yang menghadiri dan membuat laporan : 17 mahasiswa

 

 

Oktober 18, 2023

REVIEW 3 VIDIO

 

REVIEW 3 VIDIO

1.Cara Mudah Mengembangkan Ide Bisnis

1. Lakukan Analisa dan Pertimbangan Target Pasar

Cara atau langkah mudah untuk mengembangkan ide bisnis ataupun usaha yang harus dilakukan dari awal, salah satunya adalah dengan melakukan analisa dan mempertimbangkan target pasar.

Manfaat dari Analisa dan pertimbangan taerget pasar :

·       Bisa mengenali target pasar, sehingga bisa merencanakan ide usaha dengan lebih matang dan sebaik-baiknya.

·       Lebih paham akan mendalami pasar dalam berbagai persepektif yang berbeda.

Hal ini, tentunya tak lepas dari analisa yang dilakukan dalam berbagai jenis hal. Seperti halnya analisa dan pertimbangan mengenai industri yang bergerak dalam ide yang dikembangkan ataupun target market ( calon pembeli ).

Analisa dan pertimbangan target pasar ini, bisa dilakukan dalam berbagai cara. Bahkan tidak perlu terjun langsung ke lapangan. Bisa melakukan analisa dan perkembangan melalui seminar-seminar yang berkaitan dengan pengembangan ide usaha dan membaca artikel-artikel terbaru yang memuat tren-tren masa kini.Bisa menggunakan akses digital,seperti market place, influencer atau buzzer

2. Survei Target Pasar

Melakukan survei target pasar secara langsung. Survei ini merupakan salah satu hal paling krusial alias penting dalam dunia bisnis. Khususnya bagi bisnis yang baru dimulai (startup).

Selain penting, survei dilakukan supaya kamu bisa memastikan beberapa hal yang disukai dari target pasar dan perlu dikembangkan dalam ide bisnis.

Untuk melakukan survei target pasar bisa dilakukan dalam beberapa cara. Selain secara manual (offline) juga bisa melakukan survei via online.

Caranya pun sangat mudah.Hanya perlu memanfaatkan teknologi digital dengan membuat serta mengirim kuesioner-kuesioner secara online kepada para target market yang menjadi sasaran utama.

3. Catat dan Kembangkan Ide Usaha yang Dimiliki

Dari awal melakukan perkembangan ide usaha adalah tujuan utama dari realisasi ide bisnis. Oleh karenanya,harus selalu mencatat dan berusaha untuk mengembangkan setiap ide yang sudah dianalisis.

Tak hanya itu, setelah melakukan analisis dan pertimbangan, serta  survei target pasar sudah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka catat dengan baik-baik semua informasi penting yang didapatkan.

Ketika melakukan pencatatan, alangkah baiknya bila kamu langsung mengelompokkan ide bisnis ataupun ide usaha sesuai dengan topik serta golongan yang sejenis.

Hal ini dimaksudkan agar bisa dengan mudah mengembangkan ide-ide secara lebih luas, namun tetap tercatat rapi dalam beberapa kelompok tertentu.

Selain itu, pengelompokan juga bertujuan agar tidak bingung dan mencatat dua ide dengan dasar pemikiran yang hampir sama atau bahkan memang ide dengan pokok pikiran yang sama.

4. Lakukan Pengembangan Produk

Setelah yakin dengan seluruh ide usaha yang akan dijalankan diikuti analisa dan pertimbangan target pasar serta survei target pasar secara langsung baik via offline maupun online, maka tak ada salahnya memulai untuk melakukan produksi produk.

Namun perlu di garis bawahi bila produksi dilakukan setelah melakukan uji coba ide usaha dan melakukan pengembangan produk.

Jangan lupa, untuk melakukan pengembangan dengan mengurangi hal-hal yang tidak diperlukan dalam produk.

Selain itu juga bisa menambahkan detail-detail menarik dalam produk yang sekiranya bisa menarik perhatian dari calon customer.

Tak hanya berguna agar produk bisa lebih menawan, pengembangan produk juga berguna agar customer bisa merasa lebih senang dengan pelayanan yang diberikan.

5. Lihat Testimoni dari Customer

Setelah produk ( baik jasa maupun barang ) selesai dikembangkan, maka langkah selanjutnya adalah buat sebuah sarana prasarana agar customer dapat menyampaikan aspirasi berupa kritik dan saran apa saja yang menjadi keunggulan ataupun kekurangan dari produk bisnis yang dikembangkan.

Ulasan, kritik, dan saran dari pelanggan atau yang lebih dikenal dengan nama testimoni customer ini, pastinya akan sangat membantu bagi kamu.

Sebab selain sebagai acuan untuk mengembangkan produk yang sudah ada, testimoni ini juga bisa digunakan sebagai landasan atau pun tahapan awal untuk mengembangkan sebuah ide usaha yang baru, Testimoni juga bisa menjadi salah satu media penarik customer baru serta meningkatkan portofolio dan kredibilitas usaha milikmu. Terutama bila mendapatkan banyak ulasan dan komentar yang positif.

2. Mengembangkan bisnis usaha kecil menjadi besar

1.     Review Perkembangan Bisnis Anda Selama Ini
Cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar pertama adalah dengan melakukan review terhadap pertumbuhan bisnis. Coba untuk melakukan evaluasi atas langkah-langkah yang telah  diusahakan selama berbisnis. Dengan demikian, bisa menilai dan melihat hal apa saja yang harus diperbaiki dan dikembangkan.

2.     Analisa Keunggulan dan Kelemahan Produk
selanjutnya adalah menganalisa keunggulan dan kelemahan produk. Keunggulan yang telah ada dari produk terus dikembangkan kualitasnya dan diinovasi, sementara kelemahan produk berusaha diminimalisasi bahkan dihilangkan.

3.     Cari Tahu di Mana Letak Masalah Bisnis

Untuk memulai mencari masalah, Anda bisa berangkat dari lima komponen utama di bisnis, yaitu operasional, keuangan, SDM, pemasaran, dan kepemimpinan. Teliti satu per satu komponen tersebut dan cari tahu mana yang paling mempengaruhi perkembangan bisnis Anda.

4.     Buat Solusi Pemecahan Masalah Segera
Setelah menemukan masalah yang terjadi dalam bisnis, cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar berikutnya adalah membuat solusi pemecahan atas masalah. Setelah menemukan letak masalah bisnis serta divisi sumbernya, langsung buat solusi masalah tersebut saat itu juga. Jika kesulitan mencari pemecahan sendiri, jangan sungkan untuk meminta masukan dari berbagai pihak seperti tim, mentor, hingga keluarga.

5.     Analisa Kompetitor Saat Ini
Menganalisa kompetitor adalah salah satu cara mengembangkan usaha dengan modal kecil. Hal ini bertujuan agar Anda mengetahui kekuatan dan kelemahan dari pesaing. Selain dapat memahami pesaing bisnis lebih dalam, analisa kompetitor dapat membantu membuat rencana strategis guna mengalahkan kompetitor dan menjadikan bisnis mampu bertahan dengan perkembangan pesat.

6.     Perbaiki Strategi Marketing
Salah satu hal yang membuat bisnis sulit maju karena tingkat penjualan stagnan. Artinya, Anda harus meningkatkan omset agar keuntungan bertambah dan usaha mampu bertumbuh. Salah satu caranya adalah dengan membuat dan memperbaiki strategi marketing.

Cari tahu apakah Anda butuh menambah atau mungkin mengganti strategi yang selama ini digunakan. Sembari evaluasi, perhatikan juga tren marketing saat ini dan jadikan referensi menyusun strategi baru.

7.     Riset Target Pasar Baru
Selain gara-gara marketing, salah satu penyebab bisnis tidak berkembang adalah kurang luasnya target pasar, atau target pasar menemukan produk substitusi yang akhirnya mengalahkan produk Anda. Jika ini terjadi, segera lakukan riset target pasar baru. Setelah menemukan target baru, jangan lupa melakukan rebranding agar produk Anda segera relevan dengan target tersebut.

8.     Perbarui Kemasan dan Iklan Produk
Selanjutnya, cara mengembangkan usaha kecil adalah dengan memperbarui kemasan dan iklan produk. Hal ini dilakukan agar konsumen tidak bosan dengan kemasan dan cara promosi bisnis.

Saat mendesain kemasan, sesuaikan gayanya dengan target pasar. Misalnya Anda membuat produk bagi target berusia 13 - 18 tahun, maka desain kemasan harus sesuai dengan gaya remaja. Peraturan ini juga berlaku jika Anda ingin membuat iklan produk.

9.     Lakukan Kerjasama dengan Bisnis Lain
melakukan kerjasama dengan bisnis lain. Kolaborasi akan membuat bisnis Anda semakin kuat. Apalagi jika bisnis yang Anda ajak kerjasama lebih populer daripada Anda. Dengan demikian, Anda dapat meniru gaya promosi partner bisnis Anda dan berkesempatan menjangkau pasar dari bisnis tersebut.

10.  Siapkan Hal-Hal untuk Kondisi Tak Terduga
Saat ini, dunia bisnis benar-benar kacau. Sebuah tren di hari ini bisa tiba-tiba menghilang keesokan harinya. Oleh karena itu, selalu siapkan bisnis Anda guna menghadapi kondisi-kondisi tak terduga. Pastikan Anda selalu punya rencana inovasi agar bisnis  menjadi yang terdepan dan dapat beradaptasi lebih cepat ke perubahan.

11.  Eksperimen Produk di Pasar
Cara mengembangkan usaha kecil terakhir adalah melakukan eksperimen produk-produk baru di pasar. Guna menghadapi dunia bisnis yang dinamis, perusahaan perlu terus menerus menyiapkan produk relevan di masa depan. Akan tetapi, menemukan produk yang “benar dan relevan” membutuhkan proses trial and error. Sehingga semakin sering Anda bereksperimen di dalam pasar, akan semakin banyak insight guna membuat produk terbaik.

 

3. Strategi menagkap peluang bisnis

1. Tetap mengikuti perkembangan pasar

Pasar bisnis selalu berubah, oleh karena itu perusahaan harus tetap mengikuti perkembangan pasar. Melakukan riset pasar terus menerus, memantau tren industri, serta mengikuti perkembangan teknologi adalah kunci untuk mengidentifikasi peluang bisnis baru dan memenangkan persaingan.

2. Ciptakan budaya inovasi

Dorong pengembangan ide-ide baru dan budaya inovasi dalam perusahaan. Fasilitasi komunikasi dan kolaborasi antara departemen dan tingkatkan keterlibatan karyawan dalam proses inovasi. Inovasi dapat datang dari siapa saja di perusahaan, oleh karena itu perlu menciptakan lingkungan yang mendukung dan mendorong kreativitas.

3. Gunakan analisis data

Manfaatkan data dan analisis untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Dengan menggunakan alat analisis data, perusahaan dapat memahami perilaku pelanggan, mengidentifikasi tren, dan melakukan prediksi bisnis yang akurat. Penggunaan data secara efektif akan membantu perusahaan mengoptimalkan strategi bisnis mereka dan meningkatkan peluang sukses.

4. Berhubungan dengan pelanggan

Pelanggan adalah salah satu aset berharga perusahaan. Mengembangkan hubungan yang baik dengan pelanggan melalui interaksi yang teratur, mendengarkan umpan balik, dan memberikan layanan yang baik adalah cara untuk memahami kebutuhan pelanggan dan melihat peluang bisnis baru. Pernahkah dengar ungkapan “pelanggan adalah raja”? Memahami pelanggan dengan baik dapat membantu perusahaan menawarkan solusi yang relevan dan menarik bagi mereka.

5. Selalu lakuka evaluasi dan penyesuaian

Tak ada strategi bisnis yang sempurna. Oleh karena itu, perusahaan harus selalu melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap strategi yang telah dijalankan. Tinjau kembali kinerja bisnis, analisis kesuksesan dan kegagalan, dan lakukan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja. Fleksibilitas dan adaptabilitas adalah kunci untuk bertahan dan memanfaatkan peluang bisnis yang terus berubah.

September 27, 2023

TUGAS KEWIRAUSAHAAN - 5 TOPSTARUP




Nama : Putri Febri Berliani

Kode pembisbis  : @AD08-Putri

 

5 STARUP DI BIDANG PENYEWAAN HUNIAN

 

Pelayanan online adalah layanan yang dilakukan dengan bantuan teknologi internet. Layanan ini memungkinkan berbagai jenis urusan bisa selesai dengan mudah tanpa harus bertatap muka dengan petugas. Semua bisa berjalan dengan cepat dan realtime.

Hadirnya pelayanan daring akan memudahkan proses penyelesaian urusan agar berjalan dengan lancar. Bahkan, meski sedang berada di luar kota atau di luar pulau sekalipun, pelayanan ini bisa didapatkan dan apa yang diinginkan bisa tercapai.

  • ·       Mami kost
  • ·       Travelio
  • ·       Rumah.com
  • ·       Pinhome
  • ·       Cari-kos

Pelayanan diatas adalah penyewaan hunian seperti: kost,apartemen,dan rumah tinggal.

Mami kost,travelio,rumah.com,pinhome,cari-kost, memanfaatkan teknologi untuk berkembang dari aplikasi 'cari kos/penyewaan rumah/Apartement' menjadi aplikasi yang memudahkan calon anak kos/karyawan/mahasiswa untuk booking properti kos/tempat tinggal.

Fasiilitas yang diberikan :

  • ·       Kamar tidur
  • ·       Dapur
  • ·       Kamar mandi
  • ·       Fasilitas umun
  • ·       Foto- foto / data lokasi  

Manfaat dari layanan online, yaitu :

  • Memudahkan komunikasi dua arah antara pelanggan dan pengguna
  • Bisa diakses dimana saja
  • Meninilaisir kesalahan
  • Memudahkan pencarian tempat tinggal tanpa melihat langsung ke lokasi

September 20, 2023

LAYANAN YANG BERKUALITAS DALAM KEWIRAUSAHAAN

 Oleh = Putri Febri Berliani

 1. Pengertian Kualitas Layanan

Kualitas pelayanan adalah usaha yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan, persyaratan, serta ketepatan waktu untuk memenuhi harapan pelanggan. Seperti yang diungkapkan oleh Kasmir (2017, hlm. 47) bahwa kualitas pelayanan adalah tindakan atau perbuatan seorang atau organisasi bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan ataupun karyawan. Kepuasan tersebut tentunya dapat tercipta apabila harapan pelanggan terpenuhi.Secara umum, kualitas berarti wujud, bentuk, atau kenyataan yang diberikan dari suatu konsep yang diinginkan. Dengan demikian, kualitas pelayanan juga dapat diartikan sebagai perwujudan atau pelayanan yang diberikan. Perwujudan ini berarti memerlukan fitur dan keadaan spesifik yang harus dipenuhi guna mampu memuaskan kebutuhan pelanggan. Seperti yang diungkapkan oleh Kotler & Keller (2016, hlm. 143) bahwa kualitas pelayanan adalah kelengkapan fitur suatu produk atau jasa yang memiliki kemampuan untuk memberikan kepuasan terhadap suatu kebutuhan.Tentunya perwujudan pelayanan itu juga haruslah disajikan dengan sebaik mungkin yang erat kaitannya dengan penjaminan mutu atau baik-buruknya kualitas yang disajikan. Seperti yang diungkapkan oleh Abubakar (2018, hlm. 39) bahwa kualitas pelayanan adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik yang bermutu dibandingkan dengan pesaingnya.

menurut Lewis & Booms (dalam Tjiptono 2020, hlm. 142) kualitas layanan dapat diartikan sebagai tolak ukur seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi atau harapan dari pelanggan.Dari pengertian kualitas pelayanan menurut para ahli di atas dapat dilihat bahwa kualitas pelayanan merupakan konsep kompleks yang dapat berarti banyak hal. Untuk mengerucutkannya, Gronroos (1990) merangkum bahwa kualitas pelayanan dapat meliputi:

  1. Kualitas fungsi, yang menekankan bagaimana layanan dilaksanakan, terdiri dari: dimensi kotak kontak dengan konsumen, sikap dan perilaku, hubungan internal, penampilan, kemudahan, akses dan service mindedness;
  2. Kualitas teknis dengan output yang dirasakaan konsumen, meliputi harga, ketepatan waktu, kecepatan layanan dan estetika output; dan
  3. Reputasi perusahaan, yang mencerminkan oleh citra perusahaan dan reputasi dimata konsumen.

Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan adalah perwujudan usaha pemenuhan berbagai kebutuhan konsumen sesuai dengan ketepatan waktu, harapan, dan komponen keinginan dan kebutuhan lainnya dari pelanggan dengan sebaik mungkin sehingga dari sisi mutu terutama jika dibandingkan dengan pesaing.

2.Dimensi Kualitas Pelayanan

Afandi (2018, hlm. 43) menyatakan bahwa dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlu diperhatikan dimensi-dimensi kualitas pelayanan sebagai berikut.

  1. Prosedur Pelayanan
    Prosedur pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan termasuk pengaduan.
  2. Waktu Penyelesaian
    Waktu penyelesaian ditetapkan sejak saat pengajuan permohonan sampai dengan penyelesaian termasuk pengaduan.
  3. Biaya Pelayanan
    Biaya pelayanan termasuk rinciannya yang ditetapkan dalam proses pemberian layanan.
  4. Produk Pelayanan
    Produk pelayanan, hasil pelayanan yang akan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  5. Sarana dan Prasarana
    Sarana dan prasarana harus disediakan secara memadai oleh penyelenggara pelayanan publik.
  6. Kompetensi Petugas Pemberi Pelayanan
    Kompetensi petugas pemberi pelayanan, harus ditetapkan dengan tepat berdasarkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan.

Gaspersz (dalam Ardane dkk, 2017, hlm. 19) menyatakan bahwa dimensi kualitas pelayanan terdiri atas beberapa unsur berikut ini.

  1. Ketepatan waktu
    Kualitas Pelayanan adalah hal-hal yang perlu diperhatikan di sini berkaitan dengan waktu tunggu dan waktu proses.
  2. Akurasi
    Kualitas Pelayanan adalah dengan realiabilitas Kualitas Pelayanan dan bebas kesalahan-kesalahan kepada konsumen.
  3. Kesopanan dan keramahtamahan
    Kesopanan dan keramahtamahan merupakan dimensi penting dalam menunjang kualitas pelayanan terutama bagi mereka yang berinteraksi langsung dengan konsumen eksternal, seperti : operator telepon, petugas keamanan, pengemudi, kasir dan petugas penerima konsumen. Citra Kualitas Pelayanan dari industri jasa sangat ditentukan oleh orang-orang dari perusahaan yang berada pada garis depan dalam melayani langsung denga konsumen eksternal.
  4. Tanggung jawab
    Berkaitan dengan penerimaan pesan dan penanganan keluhan dari konsumen.
  5. Kelengkapan
    Menyangkut lingkup Kualitas Pelayanan dan ketersediaan sarana pendukung serta Kualitas Pelayanan komplementer lainnya.
  6. Kemudahan mendapatkan pelayanan
    Kualitas Pelayanan adalah berkaitan dengan banyaknya outlet, banyak petugas yang melayani seperti kasir, staff administrasi dll. Banyaknya fasilitas pendukung seperti computer untuk memproses data.
  7. Variasi model
    Kualitas Pelayanan adalah berkaitan dengan inovasi untuk memberikan polapola baru dalam Kualitas Pelayanan serta features dari Kualitas Pelayanan.
  8. Kualitas pelayanan pribadi
    berkaitan dengan fleksibilitas, penanganan permintaan khusus dan sebagainya.
  9. Kenyamanan dalam memperoleh kualitas pelayanan
    berkaitan dengan jangkuan baik lokasi, parkir kendaraan, petunjuk-petunjuk ruang tempat Kualitas Pelayanan dan kemudahan dalam memperoleh parker dan sebagainya.
  10. Atribut pendukung kualitas pelayanan lainnya
    berkaitan dengan lingkungan, kebersihan, ruangan tunggu, fasilitas music, AC dan sebagainya.

3.Indikator Kepuasan Pelayanan

Menurut Hetereigonity (dalam Mukarom & Laksana, 2018, hlm. 68-69) untuk mengukur kualitas layanan yang diharapkan oleh pelanggan, perlu diketahui kriteria, dimensi, atau indikator yang dipakai oleh pelanggan dalam menilai pelayanan tersebut, di mana lima indikator kualitas layanan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Tangibily,
    yaitu penampilan fisik, peralatan, personil, dan materi komunikasi.
  2. Realibility,
    yaitu kemampuan untuk memberikan layanan yang menjanjikan secara akurat, tepat waktu dan dapat dipercaya.
  3. Responsiveness,
    yaitu kemauan untuk membantu pelanggan dengan memberikan layanan yang baik dan cepat.
  4. Empathy,
    yaitu berusaha untuk mengetahui dan mengerti kebutuhan pelanggan secara individual.
  5. Assurance,
    yaitu pengetahuan dan keramahtamahan personil dan kemampuan personil untuk dapat dipercaya dan diyakini.

4. Prinsip Kualitas Pelayanan

Dalam memberikan kualitas pelayanan yang baik, perusahaan harus menerapkan prinsip-prinsip tertentu untuk mewujudkannya. Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Tjiptono & Chandra (2016, hlm. 141) terdapat ada enam prinsip pokok dalam mewujudkan kualitas pelayanan baik yang di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Kepemimpinan
    Strategi kualitas perusahaan harus merupakan inisiatif dan komitmen manajemen puncak. Manajemen puncak harus memimpin perusahaannya untuk meningkatkan kualitas hanya berdampak kecil terhadap perusahaannya.
  2. Pendidikan
    Semua personil perusahaan dari manajer puncak sampai karyawan operasional harus memperoleh pendidikan mengenai kualitas. Aspek-aspek yang perlu mendapat penekanan dalam pendidikan tersebut meliputi konsep kualitas sebagai strategi bisnis, alat dan teknis implementasi strategi kualitas, dan peranan eksekutif dalam implementasi strategi kualitas.
  3. Perencanaan
    Proses perencanaan strategi harus mencakup pengukuran dan tujuan kualitas yang dipergunakan dalam mengarahkan perusahaan untuk mencapai visinya.
  4. Review
    Proses review merupakan satu-satunya alat yang paling efektif bagi manajemen untuk mengubah perilaku organisasional. Proses ini merupakan suatu mekanisme yang menjamin adanya konstan untuk mencapai tujuan kualitas.
  5. Komunikasi
    Implementasi strategi kualitas dalam organisasi dipengaruhi oleh proses komunikasi dalam perusahaan. Komunikasi harus dilakukan oleh karyawan, pelanggan, dan stakeholder perusahaan lainnya. Seperti pemasok, pemegang saham, pemerintah, masyarakat umum, dan lain-lain.
  6. Penghargaan dan pengakuan
    Penghargaan dan pengakuan merupakan aspek yang penting dalam implementasi strategi kualitas. Setiap karyawan yang berprestasi baik perlu diberikan penghargaan dan prestasinya tersebut diakui. Dengan demikian diberikan penghargaan dan prestasinya tersebut diakui. Dengan demikian dapat meningkatkan motivasi, moral kerja, rasa bangga, rasa kepemilikan setiap orang dalam organisasi, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi besar bagi perusahaan dan bagi pelanggan yang dilayani.

5.Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan

Terdapat bermacam faktor yang data mempengaruhi kualitas pelayanan. Terkait hal tersebut, menurut Kasmir (2017, hlm. 6-7) faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan di adalah sebagai berikut.

  1. Jumlah tenaga kerja; banyaknya tenaga kerja yang ada dalam suatu perusahaan.
  2. Kualitas tenaga kerja; meliputi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja.
  3. Motivasi karyawan; suatu dorongan yang dimiliki oleh karyawan untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.
  4. Kepemimpinan; proses mempengaruhi individu, biasanya dilakukan oleh atasan kepada bawahan supaya dapat bertindak sesuai dengan kehendak atasan demi tercapainya tujuan perusahaan.
  5. Budaya organisasi; sebuah sistem dalam suatu perusahaan yang dianut oleh semua anggota organisasi dan menjadi pembeda antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain.
  6. Kesejahteraan karyawan; pemenuhan kebutuhan-kebutuhan karyawan oleh suatu perusahaan.
  7. Lingkungan kerja dan faktor lainnya meliputi sarana dan prasarana yang digunakan, teknologi, layout gedung dan ruangan, kualitas produk dan lain sebagainya.

Sementara itu, menurut Tjiptono (2020, hlm. 160-164) faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Produksi dan konsumsi yang terjadi secara simultan.
    salah satu karakteristik unik dari jasa atau layanan adalah inseparability, yang artinya jasa atau layanan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan sehingga hal ini kerap kali membutuhkan kehadiran dan partisipasi pelanggan dalam proses penyampaian layanan. Sehingga hal ini dapat memunculkan berbagai macam persoalan yang berhubungan dengan interaksi antara penyedia layanan dan pelanggan layanan bisa saja terjadi. Beberapa hal yang mungkin dapat memunculkan dampak negatif terhadap persepsi kualitas layanan adalah: a) Tidak terampil dalam melayani pelanggan; b) Cara berpakaian karyawan kurang sesuai dengan konteks; c) Tutur kata karyawan kurang sopan atau bahkan menyebalkan; d) Bau badan karyawan yang mengganggu kenyamanan pelanggan; e) Karyawan selalu cemberut atau pasang tampang “angker”.
  2. Intensitas tenaga kerja yang tinggi.
    Keterlibatan karyawan secara intensif dalam penyampaian layanan dapat pula menimbulkan masalah kualitas, yaitu berupa tingginya variabilitas layanan yang dihasilkan. Misalnya terkait masalah upah rendah, pelatihan yang kurang memadai, atau bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi, tingkat perputaran karyawan terlalu tinggi, motivasi kerja karyawan rendah, dan lain-lain.
  3. Dukungan terhadap pelanggan internal kurang memadai.
    Dukungan tersebut bisa berupa peralatan (perkakas atau peralatan, material, pakaian seragam), pelatihan keterampilan, maupun informasi (misalnya prosedur operasi), selain itu juga pemberdayaan karyawan seperti kemampuan untuk mengendalikan dan menguasai cara melaksanakan pekerjaan dan tugasnya, memahami konteks di mana pekerjaannya dilaksanakan dan kesesuaian pekerjaannya dalam kerangka pekerjaan yang lebih luas (big picture), bertanggung jawab atas output kerja pribadi dan mengemban tanggung jawab bersama atas kinerja unit dan organisasi.
  4. Gap komunikasi.
    Gap komunikasi dapat berupa: a) Penyedia layanan memberikan janji yang terlalu berlebihan; sehingga tidak mampu untuk memenuhinya; b) Penyedia layanan tidak bisa selalu atau salah menyajikan informasi terbaru kepada para pelanggan, misalnya yang berkaitan dengan perubahan prosedur atau aturan, perubahan susunan barang di rak pajangan pasar swalayan, perubahan kemasan, perubahan harga, dll; c) Pesan komunikasi yang disampaikan oleh penyedia layanan tidak dipahami pelanggan; d) Penyedia layanan tidak memperhatikan atau tidak segera menindaklanjuti keluhan dan atau saran yang disampaikan oleh para pelanggan.
  5. Memperlakukan semua pelanggan dengan cara yang sama.
    Hal ini memunculkan tantangan bagi penyedia layanan dalam hal kemampuan memahami kebutuhan spesifik pelanggan individual dan memahami perasaan pelanggan terhadap penyedia layanan dan layanan spesifik yang diterima.
  6. Perluasan atau pengembangan layanan secara berlebihan.
    Apabila terlampau banyak layanan baru dan tambahan terhadap layanan yang sudah ada, hasil yang didapatkan belum tentu optimal, bahkan tidak tertutup kemungkinan timbul masalah–masalah seputar standar kualitas layanan.
  7. Visi bisnis jangka pendek.
    Misalnya orientasi pada pencapaian target penjualan dan laba tahunan, penghematan biaya sebesar-besarnya, peningkatan 18 produktivitas tahunan, dan lain-lain bisa merusak kualitas layanan yang sedang dibentuk untuk jangka panjang.
 
  Daftar Pustaka
  • Abubakar, Rusydi. (2018). Manajemen pemasaran. Bandung: Alfabeta.
  • Afandi, N.M. (2018). Administrasi publik untuk pelayanan publik. Bandung: Alfabeta.
  • Ardane, N., Wijaya, N.S.W., Dewi, L.G.L.K. (2017). FAktor-faktor yang mempengaruhhi kualitas kualitas pelayanan pada scoot fast cruises di bali. Jurnal IPTA, 5(1), 1-13.
  • Gronroos, Christian. (2011). Services Management and Marketing: managing the moments of truth in service competition. Hoboken: Wiley.
  • Kasmir. (2017). Customer Service Excellent. Depok: Raja Grafindo Persada.
  • Kotler, Phillip. & Keller, Kevin Lane. (2016). Manajemen pemasaran. Jakarta: PT. Indeks.
  • Mukarom, Zaenal & Laksana, M.W. (2018). Manajemen Pelayanan Pubik. Bandung: CV Pustaka Setia.
  • Tjiptono, F. (2020). Strategi pemasaran: prinsip dan penerapan. Yogyakarta: Andi.
  • Tjiptono, F. & Chandra, G. (2016). Service, quality dan satisfaction. Yogyakarta: Penerbit ANDI.