Inovasi merupakan hasil
pencarian suatu kesempatan yang di lakukan dengan sepenuh hati. Proses ini di mulai dengan analisis
sumberdaya kesempatan yang menjadi obyek. Inovasi beresifat konseptual dan
perseptual, dapat di pahami dan dilihat inovator harus maelihat bertanya dan
mendengar orang lain dalam mencari inovasi.
Mereka berfikir keras dengan segenap kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat dan mendengarkan pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna inovasi yang di carinya untuk memenuhi harapan nilai dan kebutuhan.Inovasi yang berhasil pada umumnya sederhan dan terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di desain khas, jelas dan cermat. Inovasi lebih banyak melibatkan kerja fisik dari pada pemikiran. Thomas Alfa Edison mengatakan ”jenius merupakan perpaduan yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras” lebih dari itu inovator pada umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison bekerja dalam hanya dalam bidang listrik dan menemukan inovasi baru yang berupa bola lampu.
Mereka berfikir keras dengan segenap kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat dan mendengarkan pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna inovasi yang di carinya untuk memenuhi harapan nilai dan kebutuhan.Inovasi yang berhasil pada umumnya sederhan dan terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di desain khas, jelas dan cermat. Inovasi lebih banyak melibatkan kerja fisik dari pada pemikiran. Thomas Alfa Edison mengatakan ”jenius merupakan perpaduan yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras” lebih dari itu inovator pada umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison bekerja dalam hanya dalam bidang listrik dan menemukan inovasi baru yang berupa bola lampu.
Jenis Inovasi
Inovasi terdiri dari empat jenis penemuan,
pengembangan, duplikasi dan sintesis.
a. Penemuan. Kreasi
suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Ex, penemuan pesawat terbang oleh
wright bersaudara, telepon oleh alexander graham bell dll.
b. Pengembangan.
Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep seperti ini
menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, pengembangan McD oleh
Ray Kroc.
c. Duplikasi. Peniruan
suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian duplikasi
bukan semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki
konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan
gigi oleh Dentaland.
d. Sintesis. Perpaduan
konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Proses ini
meliputi engambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan dibentuk
sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru. Misal,
sintesis pada arloji oleh Casio.
Sumber Inovasi
Inovasi bagi wirausahawan
lebih bersifat untuk memanfataatkan perubahan dari pada menciptakanya. Mencari
inovasi dilakukan dengan memanfaatkan perubahan pada penemuan yang menyebabkan
terjadinya perubahan. Ide inovatif dapat bersumber pada kraetivitas eksternal
dan kreativitas internal. Kreativitas eksternal dapat dirangsang dengan memanfaatkan
secara sistematis rasa keingintahuan tentang perkembangan, ide dan kekuatan
baru yang sedang berlangsung di sekitar seseorang.
Dengan melakukan hal ini, seseorang membangun sumber informasi tentang berbagai
hal tentang fakta kesan, citra dan berbagai ide. Dengan demikian seseorang
dapat memperoleh ide yang dapat di raih dan di manfaatkan.
Kreativitas internal
muncul secara tiba-tiba ketika seseorang sedang sibuk denga kreativitas
eksternal. Dalam upaya ini menggunakan pengalaman sebagai sumber karena
pengetahuan dapat di peroleh melalui belajar.
Dalam konteks manajemen,
peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang
menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek
penting dalam kreativitas adalah proses dan manusia. Proses berorientasi pada
tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu problem. Manusia merupakan
sumber daya yang menetukan solusi. Proses tetap sama namun pendekatan yang
digunakan dapat bervariasi misalnya, pada suatu problem mereka mengadaptasikan
suatu solusi, tetapi pada kesempatan yang berbeda mereka menerapkan solusi
inovasi.
Imajinasi dan ide
Berdasarkan fungsinya,
kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadi empat bagian, yaitu absortive,
retentive, reasoning, creative. Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang
tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar
rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar.
Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari
pikiran manusia.
Sifat Proses
kreatif
Kreativitas adalah
suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif
pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang
tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami
oleh orang yang dilatih dan dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung
pengembangan kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara
kreatif . Bagi pihak lain proses kreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan
secara positif dan jika mereka inginmenjadi kreatif, mereka harus belajar cara
mengimplementasikan proses kreatif . Ada tiga tahap dalam proses kreatif yaitu Absortive,
Retentive dan reasonin.
sumber :
Daya Saing Perusahaan. (Jakarta:
Erlangga. 2006) Hlm. 2
3 Suryana.Kewirausahaan. (Jakarta: Salemba
Empat, 2001).,hlm: 2-3
Drucker Petter ..Innovation And
Entrepreneurship (New York:Harper Dan Row.1985) hlm: 20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar