Maret 27, 2016

Wirausaha : Tekad dan Motivasi

Menjadi wirausahawan memang bukanlah persoalan mudah, butuh keberanian, tekad, serta kerja keras diawal memulai suatu bisnis. Jika memang ingin bisnis berjalan lancar, tentu perencanaan dalam memulai bisnis perlu dilakukan.


Tidak semua orang memiliki keahlian dalam berbisnis, hal itu memang benar. karena beberapa etnik atau sekelompok orang memiliki keahlian bisnis yang bagus tanpa strategi yang rinci seperti yang dilakukan beberapa orang lainnya. dimungkinkan beberapa etnik atau sekelompok orang tersebut telah memiliki kebiasaan berbisnis sejak awal. Katakanlah lingkungan keluarga dan lingkungan sosialnya merupakan para pedagang. Tentu hal tersebut mempengaruhi seseorang dalam mengelola suatu bisnis dikemudian hari.

Apakah mereka saja yang sejak awal menerima efek para pembisnis di sekitarnya yang akan sukses dalam berbisnis? 

Bukan berarti orang yang lahir dari lingkungan non-pembisnis diramalkan memiliki keahlian di bawah mereka yang sudah biasa berkecimpung di dunia bisnis. Asal ada tekad kuat dan ketepatan mengelola bisnis, maka dipastikan bisnis yang dirintis akan berkembang.

Enterpreneur are not born, they develop[1]

kalimat itu benar adanya. lihat mereka para wirausahawan sukses yang kini tinggal menikmati bisnis rintisannya berkembang. Mereka mengalami jatuh bangun merintis usaha tertentu. juga mengalami berbagai hambatan dalam memulai serta mengembangkan bisnisnya. Jika ditilik cerita mereka lebih jauh, para pengusaha sukses itu memiliki kesamaan dalam proses mengembangkan bisnis. mereka sama-sama memiliki tekad kuat dan bertahan dalam situasi berat. Hasilnya bisnis mereka bertahan, bahkan banyak yang berkembang sangat pesat.

Tidak perlu untuk membandingkan usaha kita dengan para pengusaha besar top internasional dulu untuk memulai bisnis. segalanya diawali dari langkah kecil bernama tekad. Ya, tekad itu jika dibawa dengan komitmen akan tumbuh ke arah yang lebih besar.

Berinovasipun merupakan salah satu strategi bisnis yang wajib dimiliki para wirausahawan. Khususnya mereka yang telah memiliki bisnis cukup besar. Tentu para pelanggan mereka menanti berbagai hal baru untuk ditawarkan, jika tidak para pelanggan bisa saja beralih pada yang lain, dimana pelanggan bisnis menemukan sesuatu yang dianggap  lebih "fresh".

Tak heran saat ini bnayak ditemukan tempat yang memakai nama-nama unik dan aneh untuk memberikan kekhasan tersendiri bagi produk yang mereka jual. Sebut saja "Rawon Setan", "Sosis Mercon", dan nama-nama unik lainnya. Nama yang dipakai pun menunjukan nilai dari si produk. Seperti nama-nama yang disebut tadi memberikan cap pedas bagi produk. 

Konsep dari tempat dimana produk dipasarkan kini juga dilirik wirausahawan sebagai bentuk inovasi mereka. Banyak seklai tempat makan yang kini berkonsep unik, ada restoran  berkonsep rumah sakit dimana makanan yang disajikan menggunakan peralatan imitasi mirip peralatan rumah sakit, restoran berkonsep rumah hantu, restoran apung, di atas kapal yang sudah tak terpakai dan masih banyak lagi.




Referensi 

1. Buchari Alma, 2006, Kewirausahawan Untuk Mahasiswa dan Umum, Bandung : Alfabeta
2. Irham Fahmi, 2013, Kewirausahaan Teori, Kasus, dan Solusi, Bandung : Alfabeta
3. Adang Setiawan, 2007, Jejak Langkah Wirausaha, Bandung : Alfabeta





[1] Hisrich-Peters, 1995 : 13


Tidak ada komentar:

Posting Komentar