Menjadi
wirausahawan memang bukanlah persoalan mudah, butuh keberanian, tekad, serta
kerja keras diawal memulai suatu bisnis. Jika memang ingin bisnis berjalan
lancar, tentu perencanaan dalam memulai bisnis perlu dilakukan.
Tidak semua orang
memiliki keahlian dalam berbisnis, hal itu memang benar. karena beberapa etnik
atau sekelompok orang memiliki keahlian bisnis yang bagus tanpa strategi yang
rinci seperti yang dilakukan beberapa orang lainnya. dimungkinkan beberapa etnik
atau sekelompok orang tersebut telah memiliki kebiasaan berbisnis sejak awal.
Katakanlah lingkungan keluarga dan lingkungan sosialnya merupakan para
pedagang. Tentu hal tersebut mempengaruhi seseorang dalam mengelola suatu
bisnis dikemudian hari.
Apakah mereka saja
yang sejak awal menerima efek para pembisnis di sekitarnya yang akan sukses
dalam berbisnis?
Bukan berarti orang
yang lahir dari lingkungan non-pembisnis diramalkan memiliki keahlian di bawah
mereka yang sudah biasa berkecimpung di dunia bisnis. Asal ada tekad kuat dan
ketepatan mengelola bisnis, maka dipastikan bisnis yang dirintis akan
berkembang.
Enterpreneur are
not born, they develop[1]
kalimat itu benar
adanya. lihat mereka para wirausahawan sukses yang kini tinggal menikmati
bisnis rintisannya berkembang. Mereka mengalami jatuh bangun merintis usaha
tertentu. juga mengalami berbagai hambatan dalam memulai serta mengembangkan
bisnisnya. Jika ditilik cerita mereka lebih jauh, para pengusaha sukses itu
memiliki kesamaan dalam proses mengembangkan bisnis. mereka sama-sama memiliki
tekad kuat dan bertahan dalam situasi berat. Hasilnya bisnis mereka bertahan,
bahkan banyak yang berkembang sangat pesat.
Tidak perlu untuk
membandingkan usaha kita dengan para pengusaha besar top internasional dulu
untuk memulai bisnis. segalanya diawali dari langkah kecil bernama tekad. Ya,
tekad itu jika dibawa dengan komitmen akan tumbuh ke arah yang lebih besar.
Berinovasipun
merupakan salah satu strategi bisnis yang wajib dimiliki para wirausahawan.
Khususnya mereka yang telah memiliki bisnis cukup besar. Tentu para pelanggan
mereka menanti berbagai hal baru untuk ditawarkan, jika tidak para pelanggan
bisa saja beralih pada yang lain, dimana pelanggan bisnis menemukan sesuatu
yang dianggap lebih "fresh".
Tak heran saat ini
bnayak ditemukan tempat yang memakai nama-nama unik dan aneh untuk memberikan
kekhasan tersendiri bagi produk yang mereka jual. Sebut saja "Rawon
Setan", "Sosis Mercon", dan nama-nama unik lainnya. Nama yang
dipakai pun menunjukan nilai dari si produk. Seperti nama-nama yang disebut
tadi memberikan cap pedas bagi produk.
Konsep dari tempat
dimana produk dipasarkan kini juga dilirik wirausahawan sebagai bentuk inovasi
mereka. Banyak seklai tempat makan yang kini berkonsep unik, ada restoran
berkonsep rumah sakit dimana makanan yang disajikan menggunakan peralatan
imitasi mirip peralatan rumah sakit, restoran berkonsep rumah hantu, restoran
apung, di atas kapal yang sudah tak terpakai dan masih banyak lagi.
Referensi
1. Buchari Alma,
2006, Kewirausahawan Untuk Mahasiswa dan Umum, Bandung : Alfabeta
2. Irham Fahmi,
2013, Kewirausahaan Teori, Kasus, dan Solusi, Bandung : Alfabeta
3. Adang Setiawan,
2007, Jejak Langkah Wirausaha, Bandung : Alfabeta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar