Maret 27, 2016

Bussiness in Chinesse World


Di negara-negara maju, hampir pasti di salah satu kotanya pasti kalian bisa menemukan China Town. Tempat di mana orang-orang cina imigran, berkumpul dan tinggal di sana, dan tak salah lagi, pasti membuka bisnis juga.

Di Indonesia, hal yang sama terjadi juga. Sudah tidak asing lagi bagi kalian jika kawasan perdagangan yang ramai kadang didominasi oleh mereka para pedagang beretnis cina.
Salah satu pengusaha asal Cina, Jack Ma, yang kutipannya menggambarkan satu etos kerja khas pedangang Tionghoa :

“Kualitas terburuk seorang pengusaha adalah: snobbishness, yaitu ketidakmampuan dalam memahami situasi dengan baik, menjalankan perusahaan dalam tempo yang tinggi dari pekerjaan tanpa memiliki kemampuan untuk mempertahankan dalam jangka panjang, dan tidak memiliki kemampuan untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.”

Hambatan terbesar bagi para pengusaha adalah putus asa di tengah jalan, kala usaha mereka mandek, dan tiba-tiba si pemilik usaha memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Padahal seperti kalian tau, semua usaha-entah bisnis atau apapun itu-pasti suatu saat akan mengalami kesulitan.
Selain itu ada beberapa prinsip yang dipegan orang cina dalam menjalan kan bisnis, seperti berikut :

1.       “Jangan beli sebuah Mercy dulu, sebelum bisa membeli dua Mercy”

     Mereka menyadari betul bagaimana pentingnya tata kelola keuangan dalam bisnis, sehingga dari sini akan memudahkan setiap langkah bisnis yang mereka lakukan kemudian hari. Keuntungan yang mereka peroleh, sekecil apapun itu, akan mereka tabung untuk mengembangkan bisnisnya. Biasanya ketika keuntungan mereka sudah sangat banyak, baru kebutuhan akan kemewahan hidup baru dipentingkan.
2.     “Pedagang harus berperan sebagai pedagang, bukannya orang yang suka mengumpat, berjudii dan minum arak

Pedagang harus berperan sebagai pedagang? Ya jelaslah kan memang itu pekerjaannya. Tapi maksud kalimat di atas bukan sekedar itu. Pedagang seharusnya memperlakukan pelanggan dengan baik, bukan dengan kasar layaknya orang yang memiliki kebiasaan mengumpat, berjudil, dan minum arak. Orang cina dalam berdagang memiliki kemampuan tersendiri dalam berinteraksi dengan baik pada pelanggannya yang datang. Mereka memperlakukan pelanggannya sebagai raja.

3.      “Menawar sampai sekian onsnya tidak akan mengurangi modal anda

Kenapa Cina menjadi negara perdagangan terbesar di dunia? Karena barang-barang yang mereka jual harganya lebih murah, dengan kualitas bermacam-macam. Orang-orang cina yakin dengan menjual barang mereka dengan harga murah, tidak akan mengurangi keuntungan mereka dalam berdagang, tapi justru akan bertambah. Selama barang yang mereka perjualkan laku dalam jumlah banyak.

Sebenarnya masih banyak lagi kebiasaan orang-orang cina dalam berdagang yang akhirnya menghantarkan mereka dikenal sebagai pedagang ulum. Teman-teman  juga bisa loh mencontoh mereka dalam merintis bisnis.






Referensi :

·                    Raisya, Ridho Najihah. “135 Prinsip Bisnis Orang Tionghoa”. 5 Mei 2009. http://ido006.blogspot.co.id/2009/05/135-prinsip-bisnis-orang-tionghoa.html
·                    “22 Nasehat Dari Pengusaha Paling Sukses Di Cina”.  https://www.maxmanroe.com/22-nasehat-dari-pengusaha-paling-sukses-di-cina.html
·                    “Kenapa Bisnis Orang Tionghoa Selalu Sukses? Ini Rahasianya” . https://www.maxmanroe.com/kenapa-bisnis-pengusaha-tionghoa-selalu-sukses-ini-rahasianya.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar