Tampilkan postingan dengan label K33-NICODIMUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K33-NICODIMUS. Tampilkan semua postingan

Juni 24, 2016

Rangkuman Materi (Video Kick Andy)


Kisah Pengusaha Muda Yang Inspiratif
1.      Terdapat seorang wirausaha muda yang berusia 25 tahun yang berwirausaha sejak SMP. Dia bermulai berjualan produk-produk fashion kemudian beranjak SMA dan mulai berjualan makanan-makanan ringan di sekolahnya.

Blog Bisnis

Nama  : Nicodimus Setyawan
Nim    : 41615010056

Juni 03, 2016

mengenal peluang dan memilih usaha


ARTI PENTING LINGKUNGAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

Dalam dunia global, produk luar negeri yang masuk ke dalam Indonesia menjadi pesaing produk lokal. Begitu pula dengan produk lokal dapat diekspor dan menjadi sumber devisa negara. Wirausahawan tumbuh dengan cara berbeda beda sehingga tidak ada satu jalan yang pasti dalam membuat peta menuju kesuksesan bagi wirausahawan.
                               
Perubahan Lingkungan Global 2 (Stoner, dkk. 1996)
Kedekatan (pada stake holder)
·         Pengaruh teknologi informasi
Kenichi Ohmae : Para manajer diharapkan memperlakukan pelanggan sbg berjarak sama
tidak ada diversitas harga di antaramereka
·         Lokasi
Memperluas operasi organisasi melewati batas banyak negara
Ex : seveneleven
·         Sikap
Sikap baru, terbuka terhadap praktek manajemen secara inernasional
Kenichi Ohmae : Tidak ada di luar negeri

Lingkungan Bisnis abad 20 dan 21
Terjadi perubahan yang cepat dan dahsyat mengakhiri milenium ke 2 ini. Indonesia dilanda krisis ekonomi dan menimbulkan dampak sbb:
Bidang Ekonomi : depresiasi nilai rupiah terhadap dollar
Bidang Politik : terbukanya demokrasi, sehingga menimbulkan dampak di bidang social budaya dan hukum
Oleh karena itu kondisi ini perlu disikapi secara positif agar menghasilkan tindakan dan manfaat yang positif juga.

Kewirausahaan dan Lingkungan Global
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh wirausahawan adalah perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknoogi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.     Produk-produk baru yang didistribusikan ke pasar oleh pesaing
2.     Perkembangan teknologi komputer dan informasi
3.     Perkembangan teknologi barang subtitusi: daging ayam sebagaai ganti daging sapi(contoh sederhana)
4.     Berbagai penemuan baru
5.     Adaptasi teknologi yang siap pakai
6.     Strategi perkembangan teknologi nasional
7.     Pengeluaran biaya RnD oleh perusahaan-perusahaan di dalam satu industry
8.     Umurnhidup produk atau Product life cycle
9.     Terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan produtktifitas yang lebih baik di bidang input, pengolahan, dan pemasaran.
10.                        Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan
Dengan munculnya kewirausahaan maka akan mencuatkan tiga hal di bawah ini, yaitu:
·         Job creation
·         Diversity Product
·         Innovation
Lebih tepatnya kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian Negara. Dalam memicu pertumbuhan ekonomi dan sekaligus mempengaruhi kehidupan social ekonomi masyarakat:
1.     Menciptaka lapangan kerja
2.     Meningkatkan kualitas hidup
3.     Pemerataan pendapatan
4.     Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional
5.     Menambah pemasukan Negara melalui pajak.
Permasalahan yang terjadi di Indonesia
1.     Kurang semangat, kurang modal, kurang berani, mudah menyerah kemudian gagal
2.     Pembinaan UKM, bagi-bagi modal belas kasihan
3.     Pribumisasi usaha awam yang gagal
4.     Usaha-usaha kecil umumnya gagal menjadi usaha besar
 Azas etika bisnis yang sehat oleh Michael Josephson yang dikutip oleh Zimnerer Zoos, yaitu:
1.     Kejujuran
2.     Integritas
3.     Memelihara Janji
4.     Kesetiaan
5.     Keadilan
6.     Suka membantu orang lain
7.     Hormat terhadap orang lain
8.     Sebagai warga Negara yang bertangung jawab
9.     Mengejar keunggulan dalam segala hal
10.                        Dapat dipertanggungjawabkan
Tanggung Jawab Sosial Kewirausahaan
1.     Terhadap lingkungan
2.     Terhadap pelanggan
A.   Menyediakan barang dan jasa berkualitas
B.   Memberikan harga yang wajar
C.   Melindungi hak-hak konsumen
3.     Terhadap investor

4.     Terhadap Masyarakat sekitar

TENTANG STRATEGI PEMASARAN

Kunci sukses dari sebuah usaha adalah pemasaran, hal yang sementara ini dianggap "momok" bagi para pelaku UMKM. Kesulitan teman-teman pelaku UMKM selalu berkisar di pemasaran, selanjutnya kekurangan modal.

Bagi produk yang kebetulan dibutuhkan oleh masyarakat banyak, tentu pemasaran bukan lagi menjadi masalah, tetapi berbeda halnya jika produk yang dipasarkan bukan produk kebutuhan primer atau sekunder. Untuk produk yang seperti ini dibutuhkan usaha yang lebih besar, belum lagi ketika harus memperkenalkan produk tersebut terlebih dahulu (promosi) kepada pasar. 

UMKM harus mampu merancang strategi pemasarannya sendiri, karena merekalah yang tahu karakteristik produk yang dibuatnya dan pasar mana yang sesuai untuk produknya. Pada kesempatan ini kami ingin sedikit berbagi pengalaman dengan teman-teman UMKM agar mereka mampu membuat rancangan strategi pemasaran sederhana tetapi efektif dan efisien.

Hal yang paling mendasar dalam pemasaran adalah mengenal pasar itu sendiri dengan sistemasi Segmentation, Targeting dan Positioning. Lantas apa itu STP ? STP dapat dipahami dengan sederhana dengan cara berikut:

·                     Segmentation - Adalah bagaimana kita "menentukan" kolam ikan mana yang akan kita pancing.
·                     Targeting  -  Adalah bagaimana kita "memilih" ikan di kolam ikan yang telah kita tentukan.
·                     Positioning  -  Adalah bagaimana kita mampu menyediakan "umpan" yang sesuai dengan target pasar kita.
Ilmu ini selalu menarik dalam dunia pemasaran, karena pemasar yang sukses adalah pemasar yang mampu mengenali pasarnya dengan cara yang sistematis dan terencana dengan baik.

Dalam pemasaran kita mengenal 4P yang bisa kita jadikan dasar dalam membangun strategi yang terpadu dalam pemasaran yaitu :
·                     Product 
·                     Price 
·                     Place
·                     Promotion


Banyak faktor yang mempengaruhi penerapan dari strategi pemasaran antara lain seperti berikut:
1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

Sementara dari sudut penjual atau produsen yaitu :
1. Tempat yang strategis (place),
2. Produk yang bermutu (product),
3. Harga yang kompetitif (price), dan
4. Promosi yang gencar (promotion).

Dari sudut pandang konsumen :
1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2. Biaya konsumen (cost to the customer),
3. Kenyamanan (convenience), dan
4. Komunikasi (comunication).

TIPS AND TRIK MENGELOLA USAHA

Inilah cara mengelola keuangan usaha dengan 7 Disiplin Finansial.
1.     Pisahkan Rekening Pribadi dengan Perusahaan. Hal ini Agar terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja atau dianggap uang Anda juga. Meskipun perusahaan 100% milik Anda, pemisahan rekening ini akan lebih memudahkan untuk akurasi perhitungan.
2.     Bujetkan Pengeluaran Bulanan. Termasuk gaji Anda. Gajilah diri Anda sesuai dengan jabatan dan ‘angka’ kebutuhan Anda. Jika terpaksa pinjam, hitung sebagai kasbon/utang yang harus dibayar di gajian berikutnya.
3.     Buat Proyeksi Arus Kas. Dengan proyeksi arus kas, Anda tahu, kapan akan menerima duit, keluar duit, dan akan minus/plus duit. Dengan itu bisa diambil langkah antisipasi sebelum terjadi minus.
4.     Buat Laporan Arus Kas. Idealnya adalah laporan keuangan (laba/rugi dan neraca). Tapi, jika belum memungkinkan karena masih usaha baru, buatlah setidaknya laporan keluar masuk duit.
5.     Pisahkan Akunting dengan Kasir. Jika bagian yang pegang duit (kasir) juga membuat laporan keuangan, maka ada potensi manipulasi laporan. Misalnya, kas di laporan ada, ternyata saat diaudit tak ada (terpakai untuk kepentingan pribadi).
6.     Hindari Uang Menginap di Karyawan. Banyak kejadian uang yang dibawa pulang ke rumah cenderung akan dipakai, mulai dari alasan foya-foya, saudara sakit, pulang kampung, sampai kucing cedera.
7.     Lakukan Cek Stok Secara Berkala. Celah manipulasinya adalah stok yang sudah terjual, dilaporkan belum terjual. Alhasilnya, duitnya pun sudah raib.
Sebenarnya sangat simpel dan mudah kok asal kita mau melakukannya. Hal yang perlu anda siapkan setidaknya buatlah 5 buku akun atau buku rekening atau bahasa mudahnya buku catatan terpisah yang mencatat tiap-tiap transaksinya. Apa saja itu?
Mengelola keuangan bisnis berbeda dengan mengelola keuangan keluarga. Tentunya, mengelola keuangan bisnis membutuhkan keahlian tersendiri. Berikut cara-cara sederhana dalam mengelola keuangan bisnis.
1.     Pertama, pisahkan keuangan usaha dengan uang pribadi kita. Jika kita mencampurnya, tak ayal akan menganggu kelangsungan bisnis Anda. Pasalnya, uang bisnis bisa digunakan untuk keperluan pribadi atau sebaliknya.
2.     Kedua, tentukan besar persentase keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha.

3.     Ketiga, buat pembukuan dengan rapi guna mengontrol semua transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, serta utang dan piutang. Keempat, kurangi risiko dari utang usaha. Terakhir, kontrol kelancaran arus kas usaha.

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

Hasil analisis SWOT bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan sesuatu. Perencanaan yang detail akan membuat kita lebih siap dalam menghadapi risiko, selain itu juga akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya. Usaha yang sudah direncanakan dengan baik pun kadang kala mengalami kegagalan. Maka dari itu diperlukan perencanaan usaha sebelum menjalankannya. Karena dengan adanya perencanaan yang baik, kita dapat menjawab semua pertanyaan yang mungkin timbul di masa datang.
Perencanaan yang baik untuk sebuaah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah berpikir untuk SMART yang diuraikan satu persatu:
1.       Specific : mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih berfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan .
2.      Measurable : perencanaan yang dibuat harus terukur, sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tecapai.
3.      Achievable : bahwa perencanaan yang telah diperbuat tersebut harus dicapai , jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal ynag besar, kita harus memecahkannya menjadi lebih kecil.
4.      Reasonable :  dimana perencanaan yang baik harus memenuhi persyaratan factual dan realistis.
5.      Trackable : setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahi setiap kemajuan.
Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layot)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan.
Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluan, yaitu antara lain :
1.       Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalaian kegiatan operasional unit dibawahnya
2.      Lokasi pabrik, yaitu lokasi yng digunakan untuk melakukan proses produksi barang atau jasa.
3.      Lokasi Gudang, merupakan tempat penyimpangan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang yang keluar.
4.      Lokasi Cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumen langsung pada wilayah-wilayah tertentu.
Pemilihan lokasi memiliki seni yang tinggi, bahkan ada wirausaha yang sudah meramalkan bahwa keberadaannya akan sangat menentukan kesuksesan usaha yang dijalaninya.
Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu:
1.       Dekat dengan pasar atau pelanggan
2.       Dekat dengan sarana transportasi
3.       Pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya
4.       Listrik, air, dan sarana prasarana lainnya
5.       Dekat dengan lembaga keuangan
6.       Dekat dengan kawasan industry pendukung
7.       Dekat dengan pusat pemerintahan
8.       Lokasi dapat dikembangkan
9.       Pertimbangan soisal budaya masyarakat lingkungannya
10.   Hukum yang berlaku dilingkungan tersebut
11.   Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal
12.   Besarnya nilai investasi untuk lokasi
13.   Nilai ekonomis masa datang dari lokasi
14.   Iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya

Selain mempertimbangkan lokasi usaha, tak kalah petingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat menentukan fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi maupun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangkan lainnya dalam penentuan layout, yaitu:
1.       Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik,  gudang, kantor pusat maupun cabang.
2.      Mempertimbangkan urutan produksi.
3.      Perusahaan harus menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baik.
4.      Perusahaan dapat menentukan tata letak.
5.      Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
6.      Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja.
7.       Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.

8.      Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.

Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat

Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan akhirnya frustasi atau bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun. Meskipun memiliki uang yang cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja, belum tentu bisa memberikan jaminan akan kesuksesan suatu usaha. Terlebih jika modal yang dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu akan membuat kondisi semakin sulit.
Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. 

Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.

a.       Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku uang mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.

b.      Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak memiliki kekurangan tertentu.
c.       Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
d.      Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.

Banyak cara untuk melihat peluang yan terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan misalnya :

a.       Mengenali kebutuhan pasar
b.      Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c.       Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d.      Mengenali kecendrungan(tren) yang terjadi.
e.   Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f.        Menggunakan asumsi-asumsi yang baru )tidak baku.

Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain :

1.       Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai
2.       Buat daftar ide usaha
3.       Nilai kemampuan pribadi
4.       Pilih kriteria
5.       Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6.       Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.
7.       Tetapkan pilihan.

Bidang Usaha dan Jenis-Jenis Badan Usaha
Beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula wirausahawan baru adalah :

1.       Usaha dibidang makanan atau kuliner.
2.       Usaha pakaian atau perhiasan.
3.       Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.
4.       Usaha pendidikan
5.       Usaha yang terkait dengan rekreasi.
6.       Usaha pendukung atau usaha yang mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan :
1.       Pertanian
2.       Pertambangan
3.       Pabrikasi
4.       Konstruksi
5.       Perdagangan
6.       Jasa keungan
7.       Jasa perorangan
8.       Jasa pendidikan
9.       Jasa transportasi
10.   Jasa pariwisata

Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah :

1.       Kebutuhan modal
2.       Risiko
3.       Pengawasan
4.       Kemampuan manajerial
5.       Kebutuhan waktu

6.       Pajak