Tampilkan postingan dengan label @proyekM04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @proyekM04. Tampilkan semua postingan

Juni 14, 2019

Pemanfaatan Pemodelan Bisnis

Abstrak

“Memulai usaha itu yang penting nekat! Urusan lain, bisa diselesaikan belakangan sambil berjalan.” Mungkin kamu yang sedang berniat memulai usaha kecil-kecilan seringkali mendengar kalimat serupa dari banyak orang. Akan tetapi, ingatlah bahwa dengan perencanaan awal yang baik, kamu sudah melewati setengah dari pertempuran! Karena itu, perencanaan bisnis yang matang dengan membuat model bisnis adalah satu hal yang penting kamu lakukan.

Untuk menghasilkan model bisnis yang efektif, salah satu metode yang bisa kamu gunakan adalah dengan membuat Business Model Canvas (BMC). BMC sendiri adalah sebuah konsep bisnis yang diinisiasi oleh Alexander Osterwalder, seorang entrepreneur yang berasal dari Swiss. Dengan mengisi sambil menganalisa 9 blok yang ada pada BMC, kamu pun dapat merancang model bisnis secara matang.
Pemodelan Proses Bisnis adalah lintas fungsional, biasanya penggabungan pekerjaan dan dokumentasi lebih dari satu departemen dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
Dalam situasi lebih rumit, Pemodelan Proses juga dimasukan pada aktivitas proses eksternal pada organisasi dan sistem yang dimasukkan ke dalam sebuah proses primer / utama.
Dalam organisasi besar Pemodelan Proses Bisnis cenderung dianalisis dan direpresentasikan secara lebih rinci dari pada di organisasi kecil, karena skala dan kompleksitasnya lebih besar.

Manfaat Pemodelan Proses Bisnis
adalah untuk memudahkan pemahaman alur proses secara terintegrasi

TUJUAN PEMODELAN PROSES BISNIS
adalah untuk mendefiniskan langkah langkah yang harus diambil untuk mencapai suatu tujuanModel

Diafragma Model Proses Bisnis adalah alat untuk mencapai sebuauh tujuan, dan bukan hasil kinerja dari suatu proses.
Hasil akhir diagram proses bisnis ini adalah melakukan perbaikan pada cara proses bisnis itu bekerja.


Fokus perbaikan Diagram Proses Bisnis adalah pada ‘nilai plus(+)’ yang membuat layanan pelanggan dan pengalaman yang lebih baik ke customer, serta mengurangi waktu atau usaha yang terbuang.
Peluang bisnis merupakan dasar penyusunan sebuah model bisnis, tanpa peluang bisnis tidak dapat disusun sebuah model bisnis. Setelah memiliki peluang bisnis, ada beberapa parameter utama untuk menyusunnya yang perlu diperhatikan.

Target Pasar atau Pelanggan 
Segmentasi pelanggan harus diperkirakan sebagai yang pertama dalam sebuah model bisnis, siapa saja yang akan menjadi target pasar perlu ditetapkan diawal, biasanya yang akan menjadi referensi dalam menyusunnya adalah hasil survei pemasaran, atau melakukan sendiri penelitian pasar hingga ke wallet size dari pelanggan.

Unique Value Proposition (UVP)
Secara paralel ketika menetapkan target pasar atau pelanggan bisa mulai dipikirkan apakah nilai tambah dari produk atau jasa yang akan ditawarkan kepada calon pelanggan atau target market yang dituju, UVP merupakan hal yang utama dalam sebuah model bisnis yang harus bisa ditemukan dengan cerdas, sebab inilah yang akan memenangkan persaingan melawan pesaing-pesaing yang ada. Bila selalu melakukan bisnis seperti biasa tanpa ada UVP, maka dengan mudah sebuah bisnis akan merosot atau bahkan tidak akan tampil kepermukaan sekalipun.

Channel
Bagaimana sekarang menyampaikan UVP kepada pelanggan yang ditargetkan? Butuh channel untuk sampai kesana, butuh jalur pemasaran menuju kepada pelanggan, tanpa dipikirkan salurannya maka tidak akan terjadi sebuah bisnis. Sebagus apapun nilai tambah yang dimiliki atau setepat apapun nilai yang dibutuhkan pelanggan akan menjadi sia-sia tanpa channel kepada pelanggan. Saluran ini bisa berarti saluran distribusi ataupun saluran pemasaran, untuk saluran distribusi membutuhkan pengaturan yang efisien dan efektif sebelum bisnis dijalankan. Saluran pemasaran juga dapat bersifat off line maupun online, di era digital ini pemasaran online merupakan channel yang murah dan efektif untuk menjadi saluran pemasaran sampai kepada pelanggan.

Key Partner
Dalam berbisnis diperlukan juga partner agar terjadi sinergi untuk melaksanakan sebuah bisnis, kerjasama seperti ini disebut cooperation yang biasanya dilakukan karena hubungan saling membutuhkan. Sebagai contoh penyelia, pemerintah, perbankan dan banyak lagi adalah partner yang dibutuhkan. Kerjasama bukanlah terjadi antara keduabelah pihak yang saling membutuhkan saja, namun keduabelah pihak yang bersaing juga dapat menjadi partner, misalnya kantor Akuntan dengan kantor Akuntan, kerjasama keduanya dimungkinkan saat hendak mengerjakan proyek yang ber skala besar dan dibutuhkan sumberdaya yang bisa dipenuhi dengan kerjasama antar pesaing.

Key Resources
Penting juga dalam sebuah model bisnis dipikirkan bagaimana sumber daya yang diperlukan dapat diperoleh dan selalu cukup untuk target pasar yang ditetapkan, bila tidak diantisipasi maka akan kesulitan juga bila terjadi kekosongan sumber daya. Hal ini termasuk sumber daya manusia, bahan untuk produksi, atau bahan yang akan diolah untuk jasa perusahaan, seperti data, berita adalah bahan yang diperlukan untuk perusahaan media.

Aktifitas Utama
Setelah  lima hal pertama dalam sebuah model bisnis dimiliki maka sudah bisa disiapkan aktifitas utama dari bisnis yang akan dikerjakan, aktifitas ini tentulah berkaitan dengan sumberdaya manusia, modal, peralatan, berkaitan juga dengan struktur organisasi, berkaitan juga dengan rencana kerja yang menjadi agenda untuk dilakukan dalam pelaksanaan bisnis.

Revenue Stream
Penyusunan model bisnis tentunya tidak lepas juga dari menghitung pendapatan yang akan diterima, analisa keuangan bisnis dalam hal ini termasuk juga bagaimana penetapan harga dan strategi lainnya agar pendapatan dapat disesuai dengan target yang ditetapkan.

Cost Stream
Menghitung pendapatan tentulah tidak terlepas dari sisi biaya yang akan dikeluarkan, perhitungan yang tepat juga kunci yang akan dilihat apakah sebuah model bisnis akan dijalankan atau tidak, bila besarnya biaya tidak sesuai tentunya sangat sulit sebuah model bisnis dapat dijalankan.

Relationship
Yang terakhir parameter dalam model bisnis adalah menentukan bentuk-bentuk membangun hubungan dengan pelanggan sesuai dengan tingkatannya. Pelanggan dalam tingkat pelanggan lama dan sudah repeat order tentu memiliki perbedaan cara memelihara relationship dibandingkan dengan pelanggan yang baru saja menjadi pelanggan atau masih menjadi calon pelanggan.

Model bisnis yang mempertimbangkan delapan parameter di atas akan membuat berhasil sebuah peluang bisnis, namun tentulah kelengkapan data, informasi dan ketekunan serta kerja keras untuk menjalankannya adalah hal lain yang patut dimiliki juga untuk berhasil.

Daftar Pustaka:
•http://blj.co.id/2014/07/31/pentingnya-model-bisnis/
•http://kharismamdanai1.blogspot.com/2011/02/model-bisnis-apa-dan-mengapa-penting.html?m=1
•https://www.langkahawal.com/pentingnya-model-bisnis/
•https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-pemodelan-proses-bisnis-menurut-para-ahli/

Mei 10, 2019

Pentingnya Sebuah Model Bisnis

Oleh : Aris Akbar Setiawan (41618010012)

Abstrak

Mau mengembangkan bisnis yang sedang running saat ini? Semua bisnis harus memiliki bisnis model. Jika tidak jelas bisnis modelnya maka hal ini akan menyulitkan di masa depan. Orang sering mengatakan berbisnis sambil mencari bentuk dan menemukan bentuk. Secara ideal sebenarnya sebelum mulai berbisnis harus menentukan dulu bentuknya seperti apa. Namun yang terjadi pada kebanyakan bisnis adalah berjalan seperti “air mengalir”.Membuat bisnis baru atau pun yang sudah ada perlu dibuatkan bisnis modelnya agar jelas apa yang akan, sedang, dan sudah dikerjakan.

Mei 09, 2019

model bisnis konvensional , Waralaba , E- Commerce


syahida nur afini 
@M20-SYAHIDA

Model bisnis adalah suatu cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengggambarkan bisinis yang Anda pikirkan. Biasanya model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah perusahaan menciptakan nilai-nilai sosial, ekonomi atau bentuk nilai lainnya.
Model bisnis juga merupakan salah satu inti utama dari perusahaan karena sebuah perusahaan harus memiliki cara untuk mendapatkan profit yang digunakan untuk bertahan hidup dan juga dapat digunakan untuk investasi jangka panjang.

 Bisnis Konvensional atau yang lebih sering dikenak dengan bisnis offline adalah kegiatan atau transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan pembeli.


Kelebihan dalam bisnis konvensional :
1. Pembeli langsung dapat melihat produk yang akan dibeli sehingga pembeli tidak merasa rahgu akan produk yang akan dibeli, pembeli juga dapat memilih produknya sendiri.
2. Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dnengan penjual.
3. Memiliki banyak stok sehingga apabila sewaktu-waktu pembeli ingin membeli produk, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk mendapatkan produk tersebut
4. Terjamin, karena selain dapat melihat barang secara langsung, pembeli juga dapat mengetahui penjual secara langsung (face to face), sehingga tindakan penipuan minim terjadi.
Kekurangan dalam bisnis konvensional :
1. Lingkup pemasarannya terbatas, jika ingin memperluas lingkup pemasaran, maka harus membuka cabang di berbagai daerah.
2. Membutuhkan modal yang cukup besar karena biasanya bisnis konvensional memerlukan tempat untuk memasarkan produknya.
3. Memerlukan banyak stok, ini juga berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkan sehingga modal menjadi bertambah.
4. Apabila pembeli ingin membeli barang, maka harus pergi ke toko tempat dijualnya barang tersebut.


Perdagangan elektronik (electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran barang dan jasa yang mengandalkan sistem elektronik, seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya.
E-commerce melibatkan transfer dana dan pertukaran data elektronik, sistem manajemen dan pengumpulan data secara otomatis. E-commerce adalah salah satu bisnis yang paling sering digeluti oleh masyarakat di Indonesia karena memberikan keuntungan yang menjanjikan.
Jenis-Jenis E-commerce
Ada beberapa jenis e-commerce yang paling sering dipilih, antara lain:
1. E-commerce business to business (B2B)
Jenis bisnis B2B ini dilakukan oleh orang atau pihak yang saling berkepentingan dalam menjalankan bisnis, di mana keduanya saling mengenal dan mengetahui proses bisnis yang mereka lakukan.

Biasanya, jenis B2B dilakukan secara berkelanjutan karena kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan dan adanya kepercayaan satu sama lain. Contoh dari bisnis B2B adalah ketika dua perusahaan mengadakan transaksi jual beli secara onine, begitu juga dengan pembayaran yang tersedia menggunakan kartu kredit.

2. E-commerce business to consumer (B2C)
Jenis e-commerce B2C adalah bisnis yang dilakukan antara pelaku bisnis dengan konsumen. Sebagai contoh, produsen menjual produk ke konsumen secara online. Di sini, pihak produsen akan menjalankan bisnis dengan memasarkan produknya ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali. Artinya, produsen hanya memasarkan produk atau jasa, sementara pihak konsumen hanya sebagai pembeli atau pemakai.

3. E-commerce consumer to consumer (C2C)
Jenis e-commerce consumer to consumer dilakukan antara konsumen dengan konsumen.  Misalnya, konsumen dari suatu produsen akan menjual kembali produk ke konsumen lainnya.

4. E-commerce consumer to business (C2B)
Jenis C2B adalah bisnis antara konsumen dan produsen. Bisnis tersebut dilakukan oleh konsumen kepada para produsen yang menjual produk atau  jasa. Sebagai contoh, konsmen akan memberitahukan detail produk atau jasa yang diinginkan secara online kepada para produsen. Nantinya, produsen yang mengetahui permintaan tersebut akan menawarkan produk atau jasa yang diinginkan konsumen.

Manfaat E-commerce
Ada beberapa manfaat e-commerce, yaitu:
1. Mempermudah komunikasi antara produsen dan konsumen.
2. Mempermudah pemasaran dan promosi barang atau jasa.
3. Memperluas jangkauan calon konsumen dengan pasar yang luas.
4. Mempermudah proses penjualan dan pembelian.
5.Mempermudah pembayaran karena dapat dilakukan secara online.
6. Mempermudah penyebaran informasi.

Waralaba merupakan suatu strategi yang dibangun dengan system, format bisnis, dan pemasaran yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan usaha untuk mengemas suatu produk barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati antara pemilik suatu merek dengan pemberian izin nya dan pihak kedua sebagai pemilik bisnis.
Keuntungan waralaba
1. brand sudah dikenal masyarkat
membuat proses pemasaran bisnis waralaba menjadi lebih mudah, apalagi bila produk yang dijual adalah produk yang dibutuhkan dan disukai oleh masyarakat.

2. Kerjasama usaha telah terbangun

Mereka yang membeli franchise sebuah brand akan mendapatkan keuntungan lain, yaitu kerjasama bisnis yang telah terbangun dengan baik sebelumnya. Beberapa contoh keuntungannya adalah dalam hal pemasok bahan baku untuk produk yang dijual, agensi periklanan dan pemasaran.

3. Kemudahan dalam manajemen finansial

Kebanyakan investor lebih suka memberikan modal pada sebuah bisnis yang terbukti kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Bergabung dengan usaha waralaba memberikan keuntungan karena sistem manajemen finansial telah ditetapkan oleh pewaralaba. 
Kerugian waralaba

1. Kemudahan dalam manajemen finansial

Kebanyakan investor lebih suka memberikan modal pada sebuah bisnis yang terbukti kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Bergabung dengan usaha waralaba memberikan keuntungan karena sistem manajemen finansial telah ditetapkan oleh pewaralaba. 

2. Adanya biaya waralaba

Hampir semua usaha waralaba menerapkan sistem fee kepada mitra mereka. Pemiliki franchise akan mengajukan biaya awal untuk membeli waralaba miliknya. 

3.  Pemotongan keuntungan

Selain biaya waralaba, mitra waralaba juga harus membayar royalti kepada franchisor, yaitu pemotongan dari sejumlah keuntungan yang Anda dapatkan. Jika ternyata keuntungan Anda hanya sedikit, maka keuntungan tersebut tetap dipotong untuk menutupi biaya royalti. 
 daftar pustaka 




April 05, 2019

Pemahaman Model Bisnis Konvensional, Waralaba dan E-Commerce



Nama : Ghina Nadira Said
Nim : 42317010008


ABSTRAK
Di era modern saat ini dengan perkembangan informasi, berbagai situs jual beli online sering dijumpai dimana telah menciptakan jenis-jenis dan peluang-peluang bisnis yang baru di mana transaksi-transaksi bisnis makin banyak dilakukan secara elektronika. 

April 04, 2019

E-commerce, bisnis konvensional, dan wiralaba

Oleh: Syaiful Nur Cahyo (@M11-Syaiful, @Proyek-M04)

Pada dasarnya memulai bisnis online itu sangatlah mudah, banyangkan ketika kamu memulai usaha konvensional berapa modal yang harus kamu keluarkan belum lagi masalah resiko yang di hadapi, beda dengan bisnis online waktu flexibel, resiko kecil mudah dijalankan dan bisa buka 24 jam, nah.. berikut ulasan tentang perbedaan bisnis online dengan bisnis kovensional.