Tampilkan postingan dengan label @proyek-L03. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @proyek-L03. Tampilkan semua postingan

Juli 16, 2018

Kreatif Dan Inovatif


Disusun Oleh : Guntur Wahyu P
Muhammad Farhan N

ABSTRAK
Berfikir Kreatif, itulah yang harus dimiliki setiap orang. Mungkin tanpa Berfikir Kreatif orang akan kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia.

Juni 27, 2018

pemuda harus kreatif dan inovatif dalam dunia bisnis



ABSTRAK

Pemuda haruslah dapat menjadi seorang wirausahan yang berpikir inovatif dan kreatif. Diharapkan artikel ini dapat membangun jiwa pebisnis yang selalu mampu mencari ide dan hal – hal baru dalam rangka memberikan penyegaran dalam dunia kewirausahaan. Dengan dapat membangun inovatif, ide – ide yang digagaskan haruslah menjadi suatu solusi dalam permasalahan kehidupan sehari – hari.


PENDAHULUAN

Seiring perkembangan dan pesatnya persaingan dalam berwirausaha menuntut wirausahawan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk atau jasa yang dimilikinya dalam rangka menyelaraskan kebutuhan konsumen yang semakin beragam dan tanpa batas. Memasuki abad 21 sebagian besar “ futurist” menyebutkan bahwa perusahaan semakin lama cenderung semakin bertambah ramping.


PERMASALAHAN

1.       Bagaimana cara mengembangkan cara pikir kreatif dan inovatif?
2.       Macam – macam sumber apa yang dapat memunculkan pikiran kreatif dan inovatif?


PEMBAHASAN

     Memiliki cara berpikir kreatif harus selalu ada pada seorang pengusaha untuk menjamin perkembangan usaha berjalan dengan cepat dan tepat.
Kita tentu masih mengingat bahwa dalam mengembangkan pemikirannya, manusia dapat memanfaatkan "otaknya bagian kiri" dan "otaknya bagian kanan.
pada intinya otak bagian kiri kita manfaatnya untuk berfikir secara analitikal, sistematikal, logikal Pada umumnya berfikir secara analitikal bersifat konvergen (menuju kesebuah titik).
Sebaliknya otak kita bagian kanan yang membantu kita berfikir secara imajinatif, kreatif bersifat divergen (bertolak dari sebuah titik, yang kemudian menyebar ke berbagai jurusan).
Setiap entrepreneur , yang ingin mengembangkan entrepreneurshipnya, bukan saja perlu mengandalkan diri pada otaknya bagian kiri, tetapi juga otak bagian kanan, harus puladi manfaatkan sepenuhnya, dalam hal menciptakan ide-ide baru dalam wujud: produk-produk baru --metode-metode kerja baru --menemukan servis-servis baru --daerah-daerah penjualan baru. Jelas kiranya bahwa orang-orang tertentu sangat berbakat dalam hal mengembangkan otaknya bagian kiri dan ada orang-orang tertentu yanglebih banyak mengembangkan otaknya bagian kanan.
Istilah yang banyak digunakan, orang adalah : adanya kelompok "left brainers", dan adanya kelompok kedua yakni Para "right brainers”.

     Dunia kita memerlukan kedua kelompok manusia, tetapi, ,terutama,bagi para entrepreneur, penggunaan atau pemanfaatan otak mereka bagian kanan sangat krusial dalam hal melaksanakan kegiatan mereka sehari-hari.
Dahulu, ada pendapat yang diterima umum, yang menyatakan bahwa apabila suatu perusahaan berhasil mencapai suatu bentuk keunggulan kompetitif (M. Porter) maka keunggulan demikian harus dipertahankan selama mungkin, karena ia jelas merupakan sebuah alat untuk menghadapi pihak pesaing secara berhasil.
Tetapi, kemudian muncul pandangan yang lebih "baru" yang menyatakan bahwa begitu suatu perusahaan meraih keunggulan kompetitif tertentu, segera pimpinan perusahaan tersebut perlu memikirkan untuk secepat mungkin, "meninggalkan keunggulan" tersebut, dan menemukan keunggulan lain yang lebih "baru". Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa pihak pesaing, tidak akan tinggal diam, dan mereka lambat laun, akan mengimitasinya
Apalagi, apabila pihak pesaing berhasil mengimitasi keunggulan kita melalui produk atau jasa yang lebih unggul, maka tamatlah posisi unggul kita yang semula diraih dengan susah payah.

     Dialam praktek banyak terlihat bahwa pada awalnya ada perusahaan yang didirikan seorang entrepreneur, yang ternyata berhasil merebut pangsa pasar, karena ia terbuai oleh keunggulan yang dicapainya. Maka sang entrepreneur tidak melakukan apa-apa dalam rangka memperbaiki keunggulanya yang ada, sampai pihak pesaing muncul dengan produk atau jasa serupa, tetapi dengan modifikasi yang lebih memuaskan selera konsumen.

MACAM SUMBER BAGI PEMBENTUKAN IDE-IDE BARU

     Ada berbagai macam sumber yang dapat kita manfaatkan untuk mencapai sejumlah ide-ide baru. Diantara sumber-sumber yang diketahui, yang dapat membantu kita mencapai ide-ide baru tersebut, dapat disebut: para konsumen, perusahaan-perusahaan yang ada, saluran-saluran distribusi, pemerintah, dan riset serta pengembangan internal.
Para entrepreneur makin memperhatikan apa yang harus dijadikan titik vocal ide tertentu yang dapat melahirkan sebuah produk atau servis baru, yaitu sang konsumen. Bahwa para konsumen sering kali merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan ide baru, yang kemudian menyebabkan diciptakannya produk atau jasa baru, merupakan sesuatu hal yang sejak lama diketahui oleh dunia bisnis. Ia dapat berbentuk kegiatan memonitor ide-ide potensial, yangdisajikan secara informal, atau secara formal, melalui upaya mengundang para konsumen (tertentu) untuk menyatakan pendapat mereka tentang produk atau jasa yang diinginkan mereka, dan yang kiranya belum diproduksi untuk pasar.

Kira tentu tidak akan menutup mata bahwa dalam pertemuan¬pertemuan dengan para konsumen, akan muncul aneka macam ide "gila" (crazy ideas) --tetapi segila-gilanya sesuatu ide, melalui jalan memodifikasi ide tersebut, ada kemungkinan untuk mengkonversinya menjadi sebuah produk atau servis yang bermanfaat.


KESIMPULAN

     Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan pada dasarnya sudah dibekali kemampuan untuk mencipta dan berkreasi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bukan hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain. Sifat kreatif yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada kita sudah sepautnya digali, dikembangkan dan pada akhirnya dibagikan manfaatnya untuk orang lain. Kreativitas itu adalah sesuatu yang tidak akan ada habis-habisnya. Dia akan selalu dinamis, bertumbuh dan menghasilkan buah. Keika orang mulai berhenti berkreasi, dia akan otomatis statis, berhenti tumbuh dan berhenti menghasilkan buah. Dan hal ini jugalah yang membuat kenapa banyak orang tidak bisa sukses dan berhenti pada suatu titik.



DAFTAR PUSTAKA




April 05, 2018

KREATIVITAS & INOVASI


 









@Startup-L13, @Proyek-L03
1. Devi Yanti Naibaho, @L36-Devi
2. Daffa Aziz Tandjung, @L38-DAffa
3. Lestari Febrina Tanjung, @L39-Lestari
4. Naqi Min Gil, @L40-Naqi
Abstrak
Kreativitas dan inovasi adalah suatu fenomena psikologis yang menarik. Walaupun sejarah sudah membuktikan, bahwa di setiap jaman, manusia selalu berkreativitas dan berinvoasi, namun menurut Richards (2007), sampai saat ini, kreativitas dan inovasi masih merupakan potensi manusia yang tersembunyi (hidden potential). Mengapa potensi tersembunyi? Potensi tersembunyi karena terdapat persepsi bahwa: (a) kemampuan kreativitas dan inovasi tersebut sulit di akses, atau sulit dimunculkan setiap hari atau bahkan setiap saat; (b)  kreativitas dan inovasi hanya terdapat, atau hanya dilakukan oleh individu-individu tertentu.

Kata Kunci : Kreatif, Inovasi

Pendahuluan
Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat sesuatu menjadi ada sebagai sesuatu yang baru; baik dalam bentuk metode baru sebagai solusi suatu masalah, peralatan baru, objek atau bentuk kesenian yang baru (“Creativity,” 2009). Hal yang paling khusus dari definisi ini adalah kata “baru”. Dari sekian banyak arti kata “baru”, bila dikaitkan dengan kreativitas, menurut penulis ada tiga arti kata “baru” yang dapat mencerminkan kreativitas, yaitu: (a) belum pernah dilihat, (b) belum pernah didengar, (c) belum lama dibuat, (d) selalu segar/tidak usang/cerah (“Baru,” 2009). Di tambahkan, dalam Merriam-Webster Online Dictionary, kata “baru/new” yang tampak berkaitan dengan kata “kreativitas” dapat diartikan sebagai: (a) kesesuaian dengan kondisi saat ini (terkini), (b) tidak umum atau aneh, (c) berbeda dari kategori yang pernah ada, dan (d) kondisi setelah masa-masa buruk (“New,” 2009) Kreativitas adalah proses mental dan proses sosial yang melibatkan usaha untuk menghasilkan ide baru atau konsep, atau asosiasi antar ide atau antar konsep (“Creativity,” n.d.). Konsep kreativitas yang dikemukakan oleh Sawyer’s (dalam Simonton, 2007) memperjelas pengertian proses social pada definisi di atas.

Permasalahan
1.      Apa yang dimaksud dengan kreatif
2.      Apa yang dimaksud dengan inovasi
3.      Ciri ciri orang yang mempunyai sifat kreatif dan inovasi

Pembahasan
Konsep kreativitas dan konsep inovasi lebih sering bersama-sama daripada dibicarakan sendiri-sendiri. Untuk menyamakan persepsi, penulis akan menguraikan persamaan dan perbedaan pengertian kreativitas dan inovasi.  Menurut penulis, kreativitas dan inovasi lebih banyak memiliki persamaan daripada perbedaan.
Kreativitas dan inovasi adalah dua konsep yang memiliki kesamaan dalam hal:
(a) Sifat output yang dihasilkan. Output dari kreativitas atau pun inovasi selalu berkaitan dengan sesuatu yang baru;
(b) Proses yang terjadi. Kreativitas dan inovasi berkaitan dengan dihasilkannya suatu pendekatan / metode / kemasan / produk. Kata “dihasilkannya” dapat berupa dari kondisi tidak ada menjadi ada, atau dari kondisi sebelumnya menjadi kondisi terkini;
(c) Pihak yang melakukan atau pelaku. Pelaku dari kegiatan kreatif dan inovasi, dapat bersifat individual atau dapat pula bersifat kelompok.
Berdasarkan persamaan di atas, tampak bahwa antara konsep kreativitas dan inovasi memiliki tiga kesamaan. Kesamaan tersebut cenderung ada dalam setiap wacana kreativitas dan inovasi. Lain halnya dengan perbedaan antara kreativitas dan inovasi. Perbedaan kreativitas dan inovasi hanya satu, yaitu dalam konteks kegunaan yang memiliki nilai ekonomis. Kata “inovasi” lebih dipersepsikan sebagai kata yang berhubungan dengan kelanjutan proses kreatif. Kata “inovasi” berkaitan dengan dihasilkannya produk tertentu atau metode dalam bidang jasa tertentu, yang memiliki manfaat, nilai jual, atau bersifat komersil. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa proses kreatif lebih inti (lebih awal) dari pada inovasi. Proses inovasi sudah pasti melibatkan atau melalui proses-proses kreatif. Namun, proses kreatif belum tentu bersifat inovatif. Untuk terjadi sebuah inovasi, diperlukan tahapan-tahapan proses kreatif. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa proses kreatif adalah tahapan penting yang mengawali terjadinya inovasi. Dengan demikian, berdasarkan pentingnya proses kreatif sebagai proses awal dari sebuah inovasi, maka dalam tulisan ini, penulis akan lebih menekankan pada ulasan mengenai kreativitas. 

Kesimpulan
Setelah meninjau pengertian kreativitas, kepribadian kreatif, metode untuk menjadi kreatif, dan aplikasi perilaku kreativitas di bidang kewirausahaan, penulis berpendapat bahwa untuk menumbuhkan proses kreatif dan inovasi, sebenarnya masih perlu ada tinjauan yang lebih mendalam. Tinjauan tersebut berhubungan dengan nilai-nilai (value) yang menurut penulis sebenarnya sangat mendukung proses kreatif dan inovasi. Sementara ini, penulis belum memilikili teratur yang dapat mengungkapkan keterkaitan nilai-nilai tersebut dengan proses kreatif. Namun demikian, penulis tetap memiliki keyakinan dan berani mengajukan dugaan untuk wacana di masa mendatang, bahwa individu yang kreatif dan inovatif, adalah individu yang menghargai dan menghormati kehidupan, individu yang selalu meluangkan waktu untuk memerhatikan kehidupan di sekitarnya.

DaftarPustaka

Creativity.(n.d.).In Wikipedia, the free encyclopedia. Retrieved July 26, 2009, from http://en.wikipedia.org/wiki/Creativity  Creativity. (2009). In Encyclopædia Britannica.

Baru.(2009). In KamusBesarBahasa Indonesia (KBBI). Retrieved July 27, 2009, from http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php