Tampilkan postingan dengan label @proyek-K04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @proyek-K04. Tampilkan semua postingan

Juli 03, 2018

Introduce E-COMMERCE


Sepatah kata
Sepinya mall dan supermarket diasumsikan sebagian pengamat ekonomi dan pelaku ekonomi sebagai semakin melemahnya daya beli masyarakat. Isu tersebut semakin di goreng oleh beberapa politikus sebagai gambaran ekonomi kita yang terpuruk dan susahnya hidup saat ini, tapi apakah hal itu benar?
E commerce saat ini memang tidak bisa 100 persen menyediakan barang yang dibutuhkan konsumen tapi 10 tahun lagi siapa yang bisa menjamin. Produsen sudah banyak mengubah pola penjualan langsung ke konsumen melalui e commerce. Sekarang giliran retil modern dan toko konvensional yang harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman jika tidak ingin tinggal sejarah saja.
Kata kunci:
E-commerce , teknologi internet
Pembahasan:
    E-commerce
E-commerce adalah  penyebaran,  pembelian, penjualan, pemasaran barang dan  jasa  melalui  sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan computer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana 4elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

E-commerce menurut martin kütz dalam rustamaji adalah pertukaran barang dan jasa antara (biasanya) organisasi independen dan / atau orang-orang yang didukung oleh penggunaan sistem  ict (information & commucation technology) yang komprehensif dan infrastruktur jaringan yang standar secara global.
Sistem e-commerce bertumpu pada resources internet dan jaringan komputer lain untuk menunjang setiap langkah dalam proses tersebut di atas
       1.      Business – to - consumer commerce
Pertama, strategi yang berkaitan dengan penarikan minat konsumen.
Kedua, strategi yang berkaitan dengan penjagaan loyalitas konsumen. sedangkan tip-tip agar business-to-consumer commerce sukses adalah jagalah kesederhanaan, berikan nilai tambah, mudahkan cara pembelian, tunjukkan sertifikasi keamanan, menjaga privasi pelanggan, berikan harga terendah, mudahkan akses, berinomor bebas pulsa, usahakan tepat waktu, berilah jawaban secepatnya, gunakan penjawab otomatis, lakukan konfirmasi, berikan pengiriman terendah, dan sertakan garansi kepuasan.”
       2.      Business – to - business commerce
Menurut (kastner, 1997) dalam prihastono (2010).business – to - business commerce adalah situs perdagangan partai. Contoh: perusahaan penjaul produk ke perusahaan lain. Hubungan jaringan bisnis dengan perusahaan lain diperlukan untuk menjalin dan menjual produk disebut supply chain supply chain management (scm) adalah konsep manajemen yang mengintegrasikan manajemen dengan proses rantai persediaan. Tujuan dari scm adalah untuk meminimalkan biaya, meningkatkan keuntungan, memperbaiki kinerja, dan memberi nilai tambah untuk bersaing.
Pentingnya e-commerce
Pentingnya      e-commerce   adalah :
1.         Orang yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya
membutuhkan akses internet dan interface-nya menggunakan web browser
2.         Menjadikan portal e-commerce / e-shop tidak sekedar portal belanja, tapi  
menjadi tempat berkumpulnya komunitas dengan membangun basis 
komunitas, membangun konsep pasar bukan sekedar tempat jual beli dan
sebagai pusat informasi(release,product review, konsultasi, etc)
3.         Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan
konvensional dan virtual : Responsif (respon yang cepat dan ramah), Dinamis,
Informatif         dan      komunikatif
4.         Informasi yang up to date, komunikasi multi-arah yang dinamis
5.         Model  pembayaran : kartu    kredit   atau     transfer.

Contoh Kasus
Dalam hal ini contoh kasus mengenai proses transaksi pembelian sebuah barang dalam E-Commerce melalui aplikasi situs www.e-bay.com dengan penjelasaanya sebagai berikut, Ebay.com adalah pusat jual-beli dan lelang barang atau jasa online terbesar didunia, semua orang dari seluruh dunia dapat membeli atau menjual di ebay, karena banyaknya pengguna ebay sebanyak 200 juta orang pada juni 2006 (sama dengan populasi negara terbesar kelima didunia setelah indonesia 220 juta orang) anda dapat menemukan hampir barang atau jasa apapun di ebay. Disini kami beritahu langkah-langkah dalam transaksi die bay, pertama pembeli harus mengetahui situs yang akan dipilih sebagai tempat transaksi seperti www.e-bay.com, setelah kita mengunjungi situs terlihat tampilan depan halaman situs tersebut dimana kita terlebih dahulu harus melogin. Apabila kita belum menjadi menjadi member didalam situs tersebut kita harus register melalui form yang tersedia disitus tersebut. Setelah kita mendaftarkan diri kita die bay kita harus menunggu verisifikasi dari ebay di email kita. Setelah kita mendapat balasan dari ebay kita bisa verifikasi di situs ebay tersebut.
Sebelum kita mendaftarkan di ebay kita harus mempunyai alat transaksi pembayaran yang disebut dengan Paypal. Dimana paypal berfungsi sebagai alat pembayaran terbesar di dunia dan dipakai oleh ebay. PayPal menyatakan pembeli yang menggunakan PayPal dapat melakukan komplain dalam waktu 45 hari jika pembeli belum mendapatkan barang yang dipesan atau jika barang yang dipesan tidak sesuai deskripsi yang di beritahukan penjual

Daftar Pustaka
Ade, Kemal, dan Sularto, Lana. “Introduction To E-Commerce.” Lembaga Pengembangan Komputerisasi Universitas Gunadarma : Jakarta, Januari, 2001.

Abdul Kadir, “ Pengantar Sistem Informasi.” Andi Yogyakarta : Yogyakarta, 2003.

http://forum.indo-onlines.com/lofiversion/index.php/t139.html
http://kulino.dinus.ac.id/file.php/1/moddata/forum/5/425/04b-pengembangan-aplikasi-e-commerce_1_.ppt
 www.e-bay.com
http://www.sentralweb.com/script.php?halaman=berita&klik=lihat&artid=13
.

Juni 03, 2018

Keuntungan Dalam Memanfaatkan Teknologi Dalam Berwirausaha


KELOMPOK @Startup-K05
PROYEK @Proyek-K04
PENULIS:
l (@K14-Aditya)
l (@K25-Hendra)
l (@K05-Frais)

Abstrak :
Dalam era modern saat ini kita dituntut untuk mengikuti zaman , untuk saat ini sudah memasuki di era digital . Perkembangan bisnis di era globalisasi saat ini menimbulkan persaingan yang       cukup ketat. Setiap hari nya muncul pelaku bisnis yang memperkenalkan bidang usahanya sehingga dunia bisnis semakinkompetitif. Perubahan yang luar biasa dalam persaingan,
produksi, pemasaran, pengelolaan sumberdaya manusia danpenanganan transaksi antar perusahaan dengan pelanggan danperusahaan dengan perusahaan lain, menyebabkan pengukuran kinerjaperusahaan menjadi hal yang penting bagi manajemen untukmelakukan evaluasi terhadap performa perusahaan dan perencanaantujuan di masa mendatang.

Kata Kunci:
 E-commrence, internet, Digital

Latar belakang :

Dalam berwirausaha kita dituntut untuk memanfaatkan semua teknologi yang ada sekarang ini, itu dikarenakan seiring berjalannya waktu dan jaman, teknologi juga berkembang dengan pesat sehingga kita sebagai wirausahawan harus melakukan inovasi dalam berwirausaha dengan menggunakan teknologi tersebut. Dimana kebutuhan masyarakat saat ini juga semakin meningkat  dan persaingan di dunia bisnis semakin ketat dan sulit

Rumusan masalah :
 Apa itu e-commerence ?
Apa  keunggulan E-Commerce dibandingkan bisnis konvensional ?

Pembahasan :

Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005):
E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial.
Kalakota dan Whinston (1997) melihat e-commerce dalam 3 pandangan berikut:
Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), mengatakan:
Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).

Keunggulan E-Commerce dibandingkan bisnis konvensional
Ada beberapa keunggulan E-Commerce dibandingkan bisnis konvensional, antara lain :

1.Faktor
Modal yang dibutuhkan untuk membangun  sebuah toko online relatif lebih kecil dibandingkan dengan bisnis konvensional. Untuk membangun suatu usaha / bisnis konvensional, kita harus mempunyai modal yang besar untuk pembelian / penyewaan tempat, renovasi, furnitur, dan lain-lain. Dan apabila Anda ingin membangun cabang di tempat lain, maka biaya yang dibutuhkan  juga akan lipat ganda.  
Sedangkan untuk E-Commerce, Anda cukup membayar jasa untuk membangun website yang terhitung sangat murah jika dibandingkan dengan modal awal yang harus dikeluarkan untuk membuka sebuah toko.  Khususnya, jika Anda menyewa jasa kami, Limpingen Soft Comp, maka hanya dengan harga minimal Rp.1.250.000,- Anda sudah dapat memiliki sebuah toko online!
2. Faktor Waktu Usaha
Dengan menggunakan website, toko Anda dapat buka non-stop 365 x 24 jam! Promosi  produk dan jasa Anda pun bisa ditayangkan terus menerus. Anda tidak perlu membayar biaya iklan yang mahal yang biayanya dihitung per detik tayangan. Proses pemesanan pun dapat dilakukan setiap saat baik hari kerja, hari Sabtu / Minggu, maupun hari besar. Tidak ada kata libur, cuti atau  izin sakit bagi toko online! Sekalipun Anda sedang tertidur lelap, toko online Anda tetap setia bekerja untuk Anda!

3.Faktor Jangkauan Bisnis

Bisnis konvensional sangat dibatasi oleh faktor ruang. Pasaran Anda pun hanya dapat bersifat lokal, bahkan dalam jarak / jangkauan yang sangat terbatas di daerah tertentu saja. Sedangkan dengan E-Commerce, bisnis Anda tidak hanya mempunyai pasaran regional, bahkan dapat menjangkau seluruh tanah air dan membuka peluang menjadi bisnis internasional!

4. Faktor Biaya Operasi
Pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan oleh suatu bisnis konvensional tentulah tidak kecil. Baik untuk biaya penyewaan tempat, gaji karyawan ( terlebih-lebih jika jumlah karyawan Anda banyak ), biaya listrik dan air, biaya untuk alat tulis kantor ( ATK ), dan lain-lain. Sedangkan untuk mempertahankan suatu toko online, Anda cukup membayar biaya tahunan yang terhitung sangat teramat murah! Bahkan, untuk tahun pertama, Anda dibebaskan dari biaya penyewaan domain dan hosting oleh perusahaan kami!

Kita dapat coba menghitung-hitung. Andaikata pengeluaran Anda untuk penyewaan sebuah ruko kecil adalah Rp.1.5000.000,-/bulan, gaji 1 karyawan  Rp.750.000,-/ bulan, biaya listrik dan air Rp.250.000,-/bulan. Maka total pengeluaran minimun Anda sebulan adalah Rp.2.500.000! Sedangkan jika yang Anda miliki adalah sebuah toko online, Anda bisa menggunakan Rp.2.500.000,- tersebut untuk membiayai website Anda selama minimal 10 tahun! Sungguh menakjubkan, bukan?!

5.Faktor Media interaktif

Desain grafis, teks, image, suara, dan video di website mampu menampilkan informasi produk dan jasa dengan sangat lengkap dan menarik, tanpa memerlukan ongkos / biaya cetak brosur, atau melalui berbagai media massa lainnya. Sebagai contoh, untuk pengiklanan di radio, surat kabar atau televisi, semakin banyak informasi yang Anda masukkan pada media tersebut, semakin besar pula biaya yang harus Anda keluarkan. Sedangkan untuk website, jumlah informasi yang dapat Anda masukkan sangat banyak, bahkan tidak terbatas ( tergantung kapasitas hosting Anda ). Informasi yang Anda masukkan tersebut juga dapat diubah kapanpun sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya ketika ada peluncuran produk baru atau perubahan harga, dan lain sebagainya. Sehingga, website bersifat jauh lebih aktual dan interaktif, selain membantu Anda menghemat biaya Anda!

Contoh E-Commerce
Seluruh kegiatan jual-beli yang menggunakan internet sebagai media penghubungnya adalah kegiatan e-commerce. Untuk yang besar, anda bisa merujuk pada semakin besarnya toko online seperti Bhinneka, Lazada, Olx, Berniaga, Bejubel, Kaskus FJB, dan masih banyak sekali. Sekarang orang juga banyak yang menggunakan Facebook dan Twitter untuk mempromosikan produk mereka, dan hasilnya relatif efektif meningkatkan penjualan. Kegiatan e-commerce tidak hanya berupa transaksi jual beli di toko online, melainkan juga semua transaksi keuangan di bank yang memanfaatkan internet sebagai medianya.

Kesimpulan :

dalam era digital ini, sebagai seorang yang berwirausaha kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada seperti memanfaatkan semua teknologi demi kepentingan berwirausaha, itu dikarenakan seiring berjalannya waktu dan perkembangan yang semakin pesat juga para pesaing yang semakin hari selalu menciptakan inovasi, teknologi juga berkembang dengan sangat cepat  sehingga kita sebagai wirausahawan harus melakukan kreasi dalam berwirausaha dengan menggunakan teknologi tersebut. Dimana kebutuhan masyarakat saat ini juga semakin meningkat  dan persaingan di dunia bisnis semakin ketat dan sulit. sehingga tidak heran banyak para wirausahawan sekarang yang mengikuti perubahan bisnis yang bukan hanya karena tuntutan jaman tetapi juga karena teknologi yang semakin harus mengubah bisnis keranah yang lebih baik lagi.

Contoh kasus :




Ahmad Zaky tak mengenal kata menyerah. Meskipun gagal dalam beragam usaha, ia tetap yakin pada dirinya. Mulai dari melamar pekerjaan ditolak, jualan mie ayam yang bangkrut hingga buka software yang gagal total. Ia mencoba lagi dan membuka usaha baru, buka lapak.com namanya. Ia pun sukses bersama lapak barunya ini pada usia 25 tahun.

Itulah sosok Achmad Zaky. Menurutnya, meraih sukses bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan, kesabaran, keberanian menanggung risiko, dan mengikuti perkembangan zaman.  

Pada tahun 2011, secara resmi bukalapak.com lahir. Saat itu, penduduk Indonesia sedang keranjingan media social dan belanja online. Zaky membaca peluang tersebut. Ia pun maju selangkah, bukan sekadar membuat website toko online, tapi lebih dari itu. Ia dan temannya Nugroho Herucahyono pun merintis start up Bukalapak.com.

Ia membuka website e-commerce berbasis marketplace consumer-to-consumer (C2C) untuk membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) menjual barang dagangannya. Siapa saja bisa buka usaha di platform ini. Itulah layanan online marketplace. Awalnya ia mengajak pedagang-pedagang di mall bergabung, tapi ditolaknya. Ia pun kemudian mengajak pelaku usaha kecil.

Perlahan tapi pasti, bisnis Zaky bersama rekannya pun semakin bersinar. Bukalapak semakin dikenal oleh khalayak luas. Jumlah karyawannya pun semakin bertambah dari 6 karyawan hingga pada tahun 2015 tercatat total karyawan BL (sebutan akrab Bukalapak) mencapai 90 orang.

Begitu pun dengan jumlah pengunjung, situs tersebut telah dikunjungi jutaan orang per harinya. Sedangkan, total pelapaknya sendiri telah mencapai lebih dari 500 ribu pelapak. Dari berbagai jenis usaha atau dagangan UKM ada di sini, dari jualan pakaian hingga makanan dan pelapaknya dari Aceh hinga Papua.

Prestasi Zaky telah membuatnya masuk ke dalam daftar 10 pengusaha muda di bawah 30 tahun yang paling berpengaruh di Asia Tenggara. Pada tahun 2014, nilai transaksi Bukalapak mencapai US$ 80 juta atau sekitar 1 triliun rupiah.

Atas prestasinya tersebut, pada 21 Juli 2016, Zaky mendapat Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Jambi. Menurut keterangan resmi Bukalapak, tanda kehormatan ini  diserahkan bertepatan dengan Hari Koperasi ke-69.

Tak hanya itu, pada tahun yang sama, ia juga menyabet penghargaan The Loyalty and Engagement Awards 2016, kategori The Best Use of Consumer Insight/Data Analytics dan The Best Use of Mobile, yang didapatkan di Singapura.


Itulah hasil perjuangan anak lulusan ITB. Zaky kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengambil jurusan Teknik Informatika pada tahun 2004. Peraih IPK 4.00 pada semester pertama ini sering mempraktikkan ilmunya dengan freelance membuat program software untuk dijual ke perusahaan-perusahaan.

Kecintaannya kepada dunia computer dan internet sudah mulai muncul saat kecil. Seelumnya, Zaky saat di sekolah menengah, ia  mengikuti Kompetisi Komputer di Olimpiade Sains Nasional (OSN) mewakili sekolahnya, SMA Negeri I Solo. 

Pria kelahiran  Sragen, 24 Agustus 1986 ini, ternyata sejak SD sudah menaruh minat di dunia Komputer. Sang ayah sering membelikannya komputer dan juga buku-buku untuk pemrograman. Hal itulah yang kemudian ia ingat dan praktikan. 
Pebisnis e-commerce Indonesia pertama yang sukses dan berjaya di Asia Tenggara tersebut adalah Achmad Zaky, sang pemimpin bukalapak.com. Pada tahun 2014 kemarin, marketplace e-commerce Bukalapak ditaksir telah mencatatkan transaksi yang mencapai US$80 juta atau sekitar Rp 1 Triliun lebih. Dengan pencapaian ini ia dinobatkan sebagai pengusaha muda paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Dalam tiga tahun belakangan ini Bukapalak memang terus menunjukkan tren pertumbuhan dan berkembang yang signifikan sejak berdirinya pada tahun 2010. Pada awal berdirinya itu, Bukalapak yang dijalankan dari sebuah garasi kecil kini telah menjadi situs e-commerce paling populer di Indonesia dengan kunjungan lebih dari satu juta orang setiap harinya. Meski hanya bergerak pada bisnis C2C (Costumer to Costomer), Bukalapak telah memiliki lebih dari 200 penjual dan dukungan investor yakni Gree Ventures, Batavia, 500 Startups, dan Emtek Group.
Menurut Zaky, perkembangan Bukalapak tak lepas dari tren pasar e-commerce Indonesia yang terus bertumbuh. Kondisi ini juga didorong oleh pengguna #internet yang lebih dari 82 juta orang, atau sekitar 30 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. Karena pertumbuhan ini, Zaky pun yakin untuk menarget Bukalapak untuk bisa naik delapan kali lipat pada tahun ini.

Daftar Pustaka :

Lim, Jeffrey B.Comp, M.C.S. 2009. E-commerce vs konvensional. Diambil dari: http://limpingen.com/index.php/blog/10-e-commerce/12-e-commerce-vs-bisnis-konvensional (24 mei 2018)

Saptiawan, Awan. 2000. E-commerce dan bisnis. Diambil dari: https://awansaptiawan.wordpress.com/about/ (23 mei 2018)

Kurniawan, Edi. 2016. pengertian dan perbedaan E-commerce dan E-business. Diambil dari: https://ediwordpressblog.wordpress.com/2016/02/22/pengertian-dan-perbedaan-e-commerce-dan-e-business/ (23 mei 2018)


April 03, 2018

Manakah yang lebih Baik Konvensional atau E-Commerce?


MUHAMMAD RAMDHAN DINATA PUTRA
@K02-Ramdhan
INDRA PRASTYO PAMBUDI
@K16-Indra 
DIMAS NOVAL MUSSLIMIN
@K27-Dimas

Abstrak
Menurut pendapat Raymond E. Glos dalam bukunya “Business : Its Nature and Environment: An Introduction” Bisnis adalah seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung di dalam bidang perindustrian dimana sebuah perusahaan atau organisasi melakukan perbaikan-perbaikan standar serta kualitas produk mereka.

Maret 27, 2018

Mana Lebih Baik? Bisnis Konvensional atau E-commerce?



ABSTRAK
Bisnis menurut Owen adalah suatu perusahaan yang berhubungan dengan distribusi dan produksi barang-barang yang nantinya dijual ke pasaran ataupun memberikan harga yang sesuai pada setiap jasanya.
Menurut Scarborough (2014) entrepreneur, adalah seseorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan segala risiko dan ketidakpastian untuk tujuan mendapatkan keuntungan dan pertumbuhan usaha yang teridentifikasi dari kemampuannya mendapatkan peluang yang baik dan kecakapan dalam memanfaatkan serta mengelola sumberdaya yang dimiliki.

KATA KUNCI : Bisnis, Konvensional, E-Commerce

LATAR BELAKANG
Bisnis Konvensional atau yang lebih sering dikenal dengan bisnis offline adalah kegiatan atautransaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan
pembeli. Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dnengan penjual.
               Perdagangan elektronik, yang biasa disebut E-Commerce, adalah perdagangan produk atau layanan yang menggunakan jaringan komputer, seperti Internet. Electronic commerce mengacu pada teknologi seperti mobile commerce, transfer dana elektronik, manajemen rantai pasokan, pemasaran Internet, pemrosesan transaksi online, pertukaran data elektronik (electronic data interchange / EDI), sistem manajemen persediaan, dan sistem pengumpulan data otomatis. Perdagangan elektronik modern biasanya menggunakan World Wide Web (www) untuk setidaknya satu bagian dari siklus hidup transaksi, walaupun mungkin juga menggunakan teknologi lain seperti e-mail.

RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja kekurangan bisnis konvensional?
2. Apa saja kelebihan bisnis konvensional?
3. Apa saja kekurangan e-commerce?
4. Apa saja kelebihan e-commerce?
5. Apa saja contoh-contoh bisnis e-commerce?
6. Apa perbedaan antara e-commerce dengan bisnis konvensional?

PEMBAHASAN
Apa saja kekurangan bisnis konvensional ?
  •   Lingkup pemasarannya terbatas, jika ingin memperluas lingkup pemasaran, maka harus membuka cabang di berbagai daerah.
  •  Membutuhkan modal yang cukup besar karena biasanya bisnis konvensional memerlukan tempat untuk memasarkan produknya.  
  • Memerlukan banyak stok, ini juga berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkan sehingga modal menjadi bertambah.
  • Apabila pembeli ingin membeli barang, maka harus pergi ke toko tempat dijualnya barang tersebut.
  • Persaingan Bisnis seperti halnya semua jenis usaha, persaingan selalu ada dan perlu dihadapi secara bijaksana. Persaingan bisnis konvensional biasanya berada di sekitar lokasi usaha. 
    
a  Apa saja kelebihan bisnis konvensional ?
  • Pembeli langsung dapat melihat produk yang akan dibeli sehingga pembeli tidak merasa ragu akan produk yang akan dibeli, pembeli juga dapat memilih produknya sendiri.
  • Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dnengan penjual.
  • Memiliki banyak stok sehingga apabila sewaktu-waktu pembeli ingin membeli produk, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk mendapatkan produk tersebut.
  •  Terjamin, karena selain dapat melihat barang secara langsung, pembeli juga dapat mengetahui penjual secara langsung  (face to face), sehingga tindakan penipuan minim terjadi.

Apa saja kekurangan e-commerce ?
1.      Isu security
2.      Pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan intelektual, akses ilegal ke system informasi (hacking) perusakan web site sampai dengan pencurian data.
3.      Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan,
4.      Ketidaktepatan waktu pengiriman barang
5.      No cash payment.
6.      Indonesia belum memiliki perangkat hukum yang mengakomodasi perkembangan e-commerce.
7.      Masalah kultur, yaitu sebagian masyarakat kurang merasa puas bila tidak melihat langsung barang yang akan dibelinya.

Apa saja kelebihan e-commerce?
1.      Jangkauan lebih luas (dunia). Tanpa batas-batas wilayah dan waktu.
2.      Penghematan sumber daya ruang untuk toko (fisik) dan SDM
3.      Availabilitas : Buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tidak mengenal hari libur, dan hari besar
4.      Skalabilitas: Dapat diperluas atau diperbanyak item barang tanpa batasan.
5.      No Tax
6.      Konsumen memperoleh informasi yang beragam dan mendetail. Melalui internet konsumen dapat memperoleh aneka informasi barang dan jasa dari berbagai toko dalam berbagai variasi merek lengkap dengan spesifikasi harga, cara pembayaran, cara pengiriman.

Apa saja contoh-contoh bisnis e-commerce?

·         Access provider  (Penyedia akses)
Ø  Penyedia akses memastikan akses (teknis) ke Internet. Kita harus ingat, seseorang harus membayar penyedia akses sehingga kita bisa mendapatkan akses ke Internet. Siapa yang membayar? Kita atau orang lain Di banyak wilayah di dunia, ini adalah bisnis yang sepenuhnya diprivatisasi, meski terkadang di arena politik akses ke Internet dinyatakan sebagai hak asasi manusia modern. Tentunya ada kesamaan dengan jaringan telepon. Namun, itu (biasanya) bekerja dalam bentuk privatisasi ini.
Ø  Model bisnis tradisional, yang serupa dengan bisnis penyedia akses, adalah operator infrastruktur teknis, mis. jaringan telepon, jalan raya mobil, atau kereta api.
·         Search engine (Mesin pencari)
Ø  Mesin pencari adalah perangkat lunak yang paling banyak digunakan di Internet. ey adalah langkah awal untuk banyak aktivitas berbasis internet, tidak hanya tapi, tentu saja, juga jika seseorang mencari peluang bisnis. Sekali lagi kita harus bertanya: Siapa yang membayar? Siapa, siapa yang mau menemukan sesuatu atau seseorang? Atau siapa, siapa yang mau ditemukan?
Ø  Model bisnis tradisional dan serupa diberikan oleh apa yang disebut "halaman kuning", di mana rMS terdaftar dan dikelompokkan menurut cabang dan lokasi.
·         Online shop (Toko online)
Ø  Toko online adalah situs web, tempat Anda dapat membeli produk atau layanan, misalnya : buku atau perlengkapan.
Ø  Model bisnis tradisional dan sejenis adalah penjualan surat langsung (tidak ada fasilitas toko, barang melalui katalog cetak, pemesanan melalui surat atau panggilan telepon) dan factory outlet (produsen memiliki fasilitas toko sendiri, tidak menjual produknya melalui pedagang).
·         Content provider (Penyedia konten)
Ø  Penyedia konten konten, barang digital sepenuhnya, mis. informasi, berita, dokumen, musik Varian spesifik dari penyedia konten adalah broker informasi, yang merupakan pedagang informasi.
Ø  Sekali lagi pertanyaan berikut harus diajukan: Siapa yang membayar? Siapa yang ingin memiliki akses terhadap informasi? Siapa yang mau memberikan informasi?
Ø  Model bisnis tradisional di bidang ini adalah penerbit surat kabar, penerbit majalah, layanan penyiaran radio dan televisi atau perusahaan penerbitan.


Apa perbedaan bisnis konvensional dengan e-commerce?
E-commerce : 
  • Menggunakan media internet sebagai penghubung jual beli.
  • Transaksi dilakukan tidak secara langsung tatap muka dan harganya tidak bisa ditawar seperti halnya contoh : Lazada.co.id, Amazon.com, Rakuten.co.id etc. mereka hanya memiliki discount untuk beberapa barang dengan ketentuan tertentu yang berlaku.
  • Pembayarannya menggunakan atm ataupun kartu credit.
  • Tidak bisa langsung menyentuh ataupun merasakan kualitas brang secara langsung hanya saja biasanya dijelaskan untuk jenis bahan ataupun barang yang akan dibeli oleh konsumen.
  • Karena sistem pengiriman biasanya biaya yang dikeluarkan untuk barang yang akan dibeli belum termasuk pajak untuk proses pengiriman (biaya pengiriman) sesuai dengan dimana konsumen itu tinggal.
  • E-commerce pembelanjaannya lebih mudah karena tidak harus keluar rumah atau datang ke toko untuk membeli barangnya dan bisa dilakukan dimana saja selama ada koneksi internet.

Konvensional :
  • Secara langsung datang pada toko yang dituju sesuai dengan daerah masing-masing konsumen.
  • Transaksinya dapat berupa cash ataupun menggunakan kartu kredit maupun debit.
  • Barang yang dibeli terlihat langsung dengan kasat mata dan masih bisa mempertimbangkan kualitas barang yang akan dibeli.
  • Karena langsung untuk membeli barang yang besar ataupun banyak konsumen harus membawa kenderaan yang lebih besar ataupun minta diantar kerumah seperti contoh : Lemari pakaian, Kulkas, dll.
  • Bila retailnya adalah eceran kecil konsumen dapat menawarkan dengan harga yang lebih murah untuk pembelian dengan jumlah banyak. Namun apabila dengan retail besar seperti supermarket mereka sudah mencantumkan harga pas untuk barang tersebut dan tidak dapat ditawar.

CONTOH KASUS :  
Marak e-Commerce, Konsumen Mulai Beralih ke Belanja Online
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI kuartal I-2017 sebesar 5,01%. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama ini jika dilihat year on year, ditopang oleh beberapa sektor, salah satunya adalah informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,01%.

Hal itu, didorong dari banyaknya pengguna internet, contohnya transaksi online, sehingga sektor informasi dan komunikasi tumbuh

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey, mengakui memang masyarakat tengah mengalami perubahan perilaku, khususnya dalam pola belanja. Saat ini masyarakat, banyak memilih bertransaksi online dibanding secara konvensional.


Bahkan Roy mengatakan, dari catatannya jumlah volume transaksi secara online telah meningkat 1,5% di atas transaksi konvensional.

"Kalau sekarang kami lihat sudah 1,5%-2% dari total penjualan ritel modern. Itu karena ada perubahan pola belanja konsumen, jadi yang biasa mereka stok barang, sekarang mereka membeli sesuai kebutuhan saja. Mereka lebih nyaman mereka simpan uangnya, kemudian di investasikan ketimbang belanja," kata Roy kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

"Bukan dalam jumlah value, tapi dalam jumlah volume atau transaksi. Mereka yang belanja adalah kebanyakan generasi Y atau generasi muda. Jadi generasi itulah yang meningkatkan penjualan online atau penjualan e-commerce. Tapi untuk yang di atas 50 tahun itu masih menggunakan offline store," sambung Roy.



Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta, mengatakan lebih tingginya minat masyarakat untuk berbelanja online dibandingkan konvensional menjadi salah satu penyebab transaksi di toko ritel yang ikut menurun.

"Itu pasti sedikit banyak mempengaruhi. Karena sekarang yang biasanya beli barang-barang tertentu mesti beli ke toko, sekarang enggak perlu lagi. Intinya itu bukan satu-satunya yang menyebabkan daya beli yang menurun, ada banyak faktor," tutur Roy.


KESIMPULAN
Seperti yang sudah dijelaskan dalam materi-materi diatas, antara e-commerce dengan bisnis konvensional memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua kembali kepada kita, ingin berwirausaha dengan jenis bisnis yang seperti apa, terlebih dahulu kita harus memastikan bahwa kita siap menerima semua resiko yang akan terjadi jika kita sudah memilih salah satu bentuk bisnis yang akan kita jalani. Menurut kami, semua bentuk bisnis sama saja, tinggal bagaimana kita sebagai wirausahawan kreatif dan inovatif dapat mengembangkan bisnis yang kita jalani.

DAFTAR PUSTAKA 
Budi. “Pengertian Bisnis Online dan Konvensional”. 24 Februari. Diambil dari https://www.budiwahono.com/pengertian-bisnis-online-dan-bisnis-konvensional/.

Choizes, Editor. “Belajar E-Commerce, Inilah Perbedaan dengan Perdagangan Konvensional”. 20 Februari 2018.  Diambil dari https://www.diedit.com/belajar-e-commerce-perbedaan-dengan-perdagangan-konvensional/.

Rachman, Fadhly Fauzi. “Marak e-Commerce, Konsumen Mulai Beralih ke Belanja Online”. 05 Mei 2017. Diambil dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3493664/marak-e-commerce-konsumen-mulai-beralih-ke-belanja-online.

Dipayanti, Mila. “Perbedaan E-commerce dengan Retail Konvensional”. 15 Juni 2015. Diambil dari http://miladipayanti.blogspot.co.id/2015/06/perbedaan-e-commerce-dengan-retail.html.