Tampilkan postingan dengan label @Startup-L06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Startup-L06. Tampilkan semua postingan

Juni 03, 2018

Managemen Pemasaran dalam Bisnis


@Startup-L06
@Proyek-L10
Oleh
Mega Puspitasari
Humairoh
Nabila Sopyan Aisya Putri

ABSTRAK
Artikel ini dibuat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang manajemen pemasaran. Pemasaran ini juga punya dampak baik untuk konsumen maupun produsen. Bagi konsumen sendiri, aktivitas pemasaran dapat dipandang untuk menawarkan berbagai alternative pemuas suatu kebutuhan, sehingga nilai dari kepuasan itu sendiri meningkat. Bagi produsen, aktivitas pemasaran dapat meningkatkan pelayanan yang lebih untuk memenuhi kebutuhan konsumen jadi bukan cuman untuk cari untung (Al, 2018)
Keyword :, manajemen, pemasaran, konsumen, produsen
PENDAHULUAN
Globalisasi telah mendorong beberapa perusahaan untuk memasarkan di luar negara asal mereka. Pemasaran internasional merupakan bagian dari strategi pemasaran perusahaan-perusahaan tersebut. Manajer pemasaran sering bertanggung jawab untuk mempengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan pelanggan. Hal itu berlaku tidak pada semua kasus karena peran seorang manajer pemasaran dapat bervariasi sangat signifikan berdasarkan ukuran bisnis, budaya organisasi, dan konteks industri. Sebagai contoh, dalam sebuah perusahaan produk konsumen besar, manajer pemasaran dapat bertindak sebagai manajer umum dari keseluruhan produk yang menjadi tugasnya. Untuk menciptakan strategi manajemen pemasaran yang efektif dan efisien, perusahaan harus memiliki pemahaman mendetail dan objektif mengenai bisnis mereka sendiri dan pasar tempat mereka beroperasi. Dalam menganalisis permasalahan-permasalahan ini, bidang manajemen pemasaran sering tumpang-tindih bidang perencanaan strategis.(wikipedia)
RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu manajemen pemasaran?
2.      Apa fungsi dari managemen pemasaran?
3.      Bagaimana Strategi pemasaran ?
4.      Apa Perbedaan pemasaran dan penjualan?
PEMBAHASAN
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Philip Kotler, 1995). Sedangkan menurutWiliam J. Stanton (1978) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, sehingga konsumen mendapatkan kebutuhan dan keinginan serta kepuasan (Mahardika, 2010)

Menurut (Rinaldi,2015) dalam postingannya, Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).

Berikut ini adalah 6 tujuan manajemen pemasaran (Kusdianto) :
·         Membangun permintaan
Sebuah produk bisa dibeli di pasaran hanya bila terjadi permintaan. Penawaran baru bisa berwujud sebagai penjualan hanya bila terjadi permintaan. Untuk itu diperlukan upaya untuk mendorong pasar memiliki ketertarikan pada produk. Rasa tertarik dan penasaran akan memicu pasar menjajal produk dan inilah yang akan mendatangkan penjualan.
·         Membangun kepuasan konsumen
Mendapatka permintaan tak akan cukup bagi perusahaan untuk mencapai target-targetnya. Manajemen harus pula mencari tau bagaimana caranya produk yang sudah terjual akan mampu memuaskan konsumen. Ini artinya manajemen juga harus mampu memahami kebutuhan, keinginan dan bagaimana cara produk mampu memuaskannya. Juga memahami bagaiana estimasi pasar terhadap produk dan bagaimana cara memenuhi estimasi tersebut.
·         Mendapatkan market share
Pasar selalu dianalogikan dengan bentuk sebuah kue. Dan setiap bagian potongan dari kue adalah satu bentuk dari gambaran market share. Dan salah satu tujuan manajemen pemasaran adalah bagaimana mendapatkan progress positif dari market share produk. Tentu saja harapannya dari tahun ke tahun produk mendapatkan perluasan ukuran dari market share atau peningkatan penjualan dari total pasar potensial yang tersedia. Meski kadang manajemen hanya mentargetkan dapat mempertahankan market share yang sudah mereka peroleh dari periode berikutnya. Ini artinya, penjualan tidak boleh hanya berlangsung sekali dari pembentukan permintaan pertama, tetapi juga terjadi permintaan berulang dan penjualan berulang.
·         Mendapatkan profit
Tak dapat dimunafikan bahwa target akhir dari sebuah perusahaan adalah keuntungan nominal. Setiap usaha menjadikan standar kesuksesan dari besaran keuntungan nominal yang berhasil mereka peroleh di periode berjalan. Dan inilah yang juga menjadi salah satu tujuan manajemen pemasaran. Bagaimana perusahaan bisa menjual dengan nilai margin optimal dan menghasilkan tingkat penjualan maksimal.
·         Mendapatkan pencitraan sesuai harapan
Citra adalah bagian penting dari tujuan manajemen pemasaran. Sebagaimana telah kami sampaikan dalam beberapa bahasan mengenai pemasaran. Citra produk dan citra perusahaan perlu menjadi perhatian khusus pemasaran. Karena citra akan memberi efek positif bagi perusahaan baik dari sisi pandangan masyarakat umum sebagai konsumen, dari sisi kalangan pengusaha sebagai mitra, penyedia dana sebagai pihak investor dan kreditur sampai ke tenaga kerja.
Untuk bisa memuaskan konsumen, perusahaan harus memiliki modal cukup rekanan dan mitra yang mendukung sampai tenaga kerja dengan kemampuan terbaik. Dan yang terbaik hanya akan bekerja pada yang terbaik, karenanya penting mendapat citra terbaik tak hanya sekedar untuk mencapai target penjualan tetapi juga untuk membangun perusahaan secara utuh.
·         Menjaga kelangsungan usaha
Mempertahankan kelestarian usaha adalah satu bentuk tanggung jawab perusahaan dalam hal ini manajemen dan sudah tentu termasuk pula manajemen pemasaran. Karena pemasaran adalah ujung tanduk dari pencapaian target penjualan, kepuasan dan pencapaia target profit, maka pemasaran sangat berperan dalam urusan pendapatan dan pemasukan. Sedang tanpa pemasukan sebuah usaha tak akan mampu menggerakan roda usaha.



Perencanaan Strategi Pemasaran

Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) adalah proses menentukan target pasar dengan strategi bauran pemasaran yang terkait dimana:
1.                  Target Market; adalah sekelompok pelanggan homogen atau pasar yang ingin dilayani permintaannya oleh perusahaan.
2.                  Bauran Pemasaran (Marketing Mix); adalah variabel-variabel yang disusun oleh perusahaan dalam rangka untuk memuaskan target market tersebut. Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem saluran distribusi. Variabel-variabel marketing mix ini dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil suatu strategi dalam usaha mendapatkan posisi yang sangat strategis dipasar

Menurut (Sartika,2012) dalam postingannya tentang Perbedaan Pemasaran dan Penjualan, William. J. Staton memberikan pendapat perbedaan antara pemasaran dan penjualan adalah sebagai berikut :
Penjualan
1. Tekanannya pada produk.
2.Perusahaan pertama-tama membuat produk dan kemudian bagaimana menjualnya.
3.Perencanaan berorientasi ke jangka pendek, berdasarkan produk dan pasar.
4. Tekanannya pada kebutuhan penjual
5. Manajemen berorientasi pada laba volume penjualan
Pemasaran
1. Tekanannya pada keinginan dan kebutuhan konsumen
2. Perencanaan berorientasi ke hasil jangka panjang, berdasarkan produk-produk baru
3. Perusahaan pertama-tama menentukan apa yang diinginkan konsumen dan kemudian menbuat atau mencari jalan keluarnya bagaimana membuat dan menyerahkan produk tersebut untuk memenuhi keinginan konsumen.
4. Berakhir pada kepuasan konsumen
Dari kedua perbedaan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penjualan berawal dari produk dan berakhir pada ketentuan atau laba, sedangkan pemasaran berawal dari keinginan konsumen berakhir pada kepuasan konsumen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut:
Secara visual dapat digambar kan:
a. Konsep penjualan
Produk->Penjualan dan Promosi->Laba Melalui Jumlah penjualan
b. Konsep pemasaran
Kebutuhan -> pemasaran terpadu ->laba melalui jumlah Kepuasan pembeli
Pemasaran adalah proses sosial dimana individu dan kelompok mendapat apa yang mereka butuhkan dan inginkan menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu atau kelompok lainnya. Konsep pemasaran mengandung arti semua kegiatan manusia yang berlangsung dalam hubungan dengan pasar.
Penjualan adalah suatu kegiatan yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba.
Penjualan adalah sebuah usaha atau langkah konkrit yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk, baik itu berupa barang ataupun jasa, dari produsen kepada konsumen sebagai sasarannya. Tujuan utama penjualan yaitu mendatangkan keuntungan atau laba dari produk ataupun barang yang dihasilkan produsennya dengan pengelolaan yang baik. Dalam pelaksanaannya, penjualan sendiri tak akan dapat dilakukan tanpa adanya pelaku yng bekerja didalamnya seperti agen, pedagang dan tenaga pemasaran.

KESIMPULAN
pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, sehingga konsumen mendapatkan kebutuhan dan keinginan serta kepuasan. Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan
.
DAFTAR PUSTAKA
Mahardhika. D. 2010. Pemasaran vs Penjualan dalam http://sihitepanderaja.blogspot.com/2010/10/pemasaran-vs-penjualan.html (diakses 30 Mei 2018)
Rinaldi. F. Managemen Pemasaran dalam https://www.kembar.pro/2015/05/manajemen-pemasaran-konsep-orientasi.html (diakses 30 Mei 2018)
Sartika.D. 2012. Perbedaan pemasaran dan penjualan dalam https://dewisartika94.wordpress.com/2012/11/19/perbedaan-pemasaran-dan-penjualan/ (diakses 30 Mei 2018)


Mei 30, 2018

Managemen Fungsional dalam Bisnis


@Startup-L06
@Proyek-L08
Oleh
Mega Puspitasari ( @L16-Mega )
Humairoh ( @L17-Humairoh )
Nabila Sopyan Aisya Putri ( @L20-Nabila )





ABSTRAK
Artikel ini dibuat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang manajemen fungsiunal. Manajemen fungsional adalah untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi. ( Rara Natasha, 2013 )
Keyword : manajer, manajemen, fungsional, general

PENDAHULUAN
Pengertian manajemen fungsional adalah sebuah bentuk supaya kontribusi pada dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pasti kata manajemen fungsional terdengar asing bagi telinga kita. Mungkin saja kita telah melakukan manajemen fungsional tanpa kita sadari, karena biasanya kita melakukan (praktek) dahulu baru kita menyadari teorinya.

RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja aktivitas dalam manajemen fungsional?
2.      Apa Perbedaan antara manajemen fungsional dan manajemen general?

PEMBAHASAN
1.      Aktivitas manajemen fungsional
a.    Manajemen sumber daya manusia (msdm)
b.    Manajemen operasional
c.    Manajemen pemasran
d.    Manajemen keuangan

MSDM
Mary Parker Follett
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Edwin B. Flippo
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat

MOP
Produksi adalah penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang dan jasa. Produsen adalah orang atau badan ataupun lembaga lain yang menghasilkan produk. Produktivitas adalah suatu perbandingan dari hasil kegiatan yang sesungguhnya dengan hasil kegiatan  yang seharusnya. Pelaksanaan kegiatan–kegiatan manajerial dalam pemilihan, perancangan, pembaharuan, pengoperasian, dan pengawasan sistem produktif.

MP
Serangkaian kebijaksanaan dalam penyediaan barang dan jasa yang tepat kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat,harga yang tepat, dengan komunikasi yang tepat.
  Keputusan2 yg diambil dalam MP dikenal dgn Marketing Mix (bauran pemasaran) atau 4 P
        1. Produk
        2. Price
        3. Place (distribution)
        4. Promotion

MK
Aktivitas menyediakan segala kebutuhan finansial yang berhubungan dengan operasional perusahaan atau organisasi.
2.      Perbedaan Manajemen Fungsional dan Manajemen General
A. Manajer Fungsional / Functional Manager

Manajer fungsional adalah manajer yang memiliki tanggung jawab pada satu bagian fungsional perusahaan atau organisasi saja dan tidak ikut campur pekerjaan fungsional pada bagian lain. Contohnya adalah seperti manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer akuntansi, manajer operasional, manajer hrd, dan banyak lagi contoh lainnya.

B. Manajer Umum / General Manager

Manajer umum adalah manajer yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian / fungsional pada suatu perusahaan atau organisasi. Manajer umum memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa atau seluruh manajer fungsional. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.

KESIMPULAN
Manajer fungsional adalah manajer yang memiliki tanggung jawab pada satu bagian fungsional perusahaan atau organisasi saja dan tidak ikut campur pekerjaan fungsional pada bagian lain. Yang berkontribusi  dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA


Mei 29, 2018

PENGEMBANGAN KEMBALI MANAJEMEN SDM DAN MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI


@Proyek-L09, @Starup-L06, @L16-Mega, @L17-Humairoh, @L20-Nabila
Disusun Oleh
Mega Puspitasari
Humairoh
Nabila Sofyan Aisya Putri

ABSTRAK
            Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kembali bagaimana pentingnya memanfaatkan manajemen sumber daya manusia dan manajemen operasi dan produksi yang sudah ada karna sumber daya manusia merupakan salah satu bidang manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksaaan dan pengendalian.

Mei 10, 2018

Manajemen dan Bisnis

@startup-L06, @Proyek-L07
oleh : Mega Puspitasari
          Humairoh
          Nabila Sopyan A.P








ABSTRAK
Artikel ini dibuat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang Penerapan dasar manajemen dan fungsi manajemen dalam oragnisasi bisnis yang di rencanakan. Ilmu managemen sangat dibutuhkan dalam memulai atau membangun sebuah bisnis. Karena, managemen adalah perencanaan, pengaturan atau pengendalian. Dalam bisnis, ilmu managemen digunakan agar bisnis yang kita lakukan teratur, terarah dan sesuai tujuan. Dengan managemen juga bisnis kita akan terkontrol dengan baik..

Keyword : Managemen, organisasi, bisnis, perencanaan, pengaturan, teratur, terarah

      PENDAHULUAN
Setiap organisasi memiliki berbagai sumber daya yang harus dikelola oleh manajemen yang  profesional agar sumber daya tersebut dapat memberikan konstribusi yang paling maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasinya. Dilihat dari fungsinya, manajemen itu terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian (Ebert dan Griffin, 2007); atau dapat juga dikatakan sebagai perancangan dan pelaksanaan rencana-rencana. Dan bisnis adalah seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang di dalam bidang perindustrian. Organisasi bisnis terdiri dari pasar, perusahaan, pihak eksternal, dan konsep perubahan. Manajemen perusahaan harus mampu menggunakan sumber daya konseptual maupun sumber daya fisik Untuk mencapai keunggulan kompetitif.
       RUMUSAN MASALAH
1.      Apa fungsi  dan tugas managemen dalam bisnis ?
2.      Dampak buruk bisnis tanpa menegemen yang baik ?

PEMBAHASAN
Perusahaan yang penjualannya sangat berfluktuasi, harus lebih matang dalam membuat rencana. Jadi, secara umum manajemen itu mempunyai tiga tugas pokok, yaitu:

1. mempersiapkan rencana atau strategi umum bagi perusahaan;
2. melaksanakan rencana tersebut;
3. mengadakan evaluasi, menganalisis dan mengendalikan rencana tersebut dalam operasinya.

 menurut (Budi,2018),Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai 4 Fungsi Dasar Manajemen:
Dalam definisi tersebut mengatakan bahwa fungsi dasar pertama dari Manajemen adalah Perencanaan dan Pembuatan keputusan. Pada dasarnya, Perencanaan atau Planning adalah menentukan Tujuan Organisasi dan memutuskan cara yang terbaik untuk mencapainya. Sedangkan Pembuatan Keputusan adalah bagian dari Perencanaan yang berkaitan dalam memilih langkah-langkah atau tugas yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasinya. Dalam perencanaan harus memiliki batas waktu hingga kapan tugas-tugas tersebut harus dilaksanakan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut.

Setelah membuat perencanaan dan menetapkan langkah-langkah ataupun tugas-tugas untuk mencapai sasaran organisasi, fungsi manajemen selanjutnya adalah mengorganisir orang-orang yang tepat dan sumber daya lainnya untuk menjalankan perencanaan yang ditetapkan. Pada dasarnya, yang dimaksud dengan Pengorganisasian (Organizing) adalah  mendelegasikan tugas-tugas yang telah ditetapkan dalam perencanaan kepada individu ataupun kelompok yang terdapat dalam organsasi yang bersangkutan.Dalam fungsi Pengorganisasian terdapat pengelompokan kegiatan dan penyusunan Struktur Organisasi serta menjelaskan fungsi-fungsi dari setiap bagian dan sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut dalam Struktur organisasi tersebut.

      3.pemimpin (leading) 
Setelah menetapkan Perencanan dan mengorganisir sumber daya yang diperlukan, Fungsi ketiga Manajemen adalah Pemimpinan (Leading) atau ada yang menyebut fungsi manajemen ini sebagai Pengarahan (Directing). Pemimpinan (Leading) dalam Manajemen adalah serangkaian proses yang digunakan agar setiap anggota yang berada dalam organisasi dapat bekerjasama dalam mencapai sasaran organisasi. Seorang Manajer harus dapat menuntun, mengarahkan, menggerakan dan memotivasi serta mempengaruhi bawahan agar dapat melakukan tugas-tugas yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan/sasaran organisasi.

Fungsi Manajemen yang terakhir adalah Pengendalian atau Controlling, Fungsi Pengendalian ini berkaitan dengan penghimpunan informasi-informasi yang digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap kinerja organisasi, memantau perkembangan tugas yang telah direncanakan sebelumnya dan mengambil tindakan korektif terhad

             Menurut (Andrie, 2017) 5 Dampak Buruk Jika Menjalankan Bisnis Tanpa Perencanaan. Sebagian entrepreneur pemula belum menyadari betapa pentingnya perencanaan bisnis dan cenderung menjalankan usaha dengan modal nekat. Mereka terlalu berani mengambil resiko, namun tanpa pertimbangan yang matang sebelum melangkah. Mereka bersikeras dengan keinginannya dan merasa sudah siap menghadapi tantangan berbisnis.
ap penyimpangan yang terjadi. Dalam fungsi pengendalian ini, seorang manajer selalu mengawasi jalannya suatu tugas atau kegiatan yang terarah ke pencapaian Tujuan Organisasi yang telah ditetapkannya.
1     1. Visi dan Misi Tidak Jelas
      Tanpa perencanaan bisnis, Anda tidak akan punya tujuan yang jelas dan terperinci untuk jangka panjang. Visi dan misi Anda bisa berubah-ubah dan tidak pasti. Anda jadi kebingungan dalam memahami keseluruhan operasional bisnis yang begitu kompleks. Akibatnya, proses eksekusi ide bisnis yang ada di kepala Anda menjadi berantakan. Anda tidak punya strategi bisnis yang kuat dan terkonsep dengan jelas.

2. Anda Tidak Realistis
        Sebagai pebisnis Anda mempunyai ekspektasi yang besar pada bisnis Anda. Sejak ide bisnis hadir di pikiran Anda, saat itu pula Anda mulai membayangkan kesuksesan yang akan Anda capai. Hal yang wajar dan manusiawi untuk bermimpi. Namun, terkadang realita tidak seindah ekspektasi. Anda akan menghadapi berbagai kenyataan buruk yang tidak pernah Anda pikirkan. Karena Anda belum menyiapkan perencanaan bisnis, maka Anda akan menjalankan bisnis sesuai ekspektasi di pikiran Anda saja. Anda lebih mengandalkan emosional dan mengabaikan logika berpikir

3. Produk Anda Tidak Diminati Pasar
           Riset adalah bagian dari perencanaan bisnis. Riset itu penting untuk mengukur minat pasar terhadap produk Anda sebelum diluncurkan. Namun, jika Anda tidak mempersiapkan rencana bisnis, Anda hanya mengira-ngira apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sebagai konsumen Anda. Padahal, bisa saja pada kenyataannya produk Anda tidak cocok dengan target market Anda, bahkan tidak diminati saat ini.

4.      Tidak Siap Menghadapi Kompetitor
            Era globalisasi membuat persaingan bisnis semakin ketat. Banyak bisnis bermunculan, namun tidak bertahan lama. Bahkan ada yang bertahan setahun saja. Jika Anda tidak menyiapkan rencana bisnis, Anda tidak mengamati kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda. Akibatnya, bisnis Anda tidak menawarkan sesuatu yang berbeda. Produk Anda tidak bisa lebih unggul karena Anda tidak memahami strategi lawan Anda.
5    5.  Kemungkinan Gagal Jadi Lebih Besar
                Bagi yang punya modal besar, mungkin kegagalan tidak akan menjadi masalah besar. Jika gagal, Anda bisa memulainya lagi dari awal. Namun, bagi Anda yang punya modal terbatas, Anda harus lebih serius. Siapkan rencana bisnis sedari awal. Jika tidak, kemungkinan gagal akan lebih besar. Karena Anda akan menjalankan beberapa kesalahan dan Anda tidak tahu cara untuk segera mengatasinya. Jadi, jika Anda gagal membuat rencana bisnis, maka Anda sejatinya sedang merencanakan sebuah kegagalan.

Tingkatan dan Keterampilan Manajer
Robert L. Katz mengidentifikasi jenis utama keterampilan manajer dalam manajemen yang perlu menjadi kajian sesuai dengan tingkatan manajer :
1.      Tehnis
Kemampuan untuk menggunakan alat-alat, prosedur dan tehnis suatu bidang khusus.
2.      Manusiawi
Kemampuan untuk bekerja dengan orang lain, memahami orang lain dam memotivasi orang lain, baik secara perseorang dan kelompok.
3.      Konseptual
Kemampuan untuk mengkoordinasi dan memadukan semua kepentingan dan kegiatan organisasi

Peran Manajerial
Peran manajerial di dalam manajemen, menurut Henry Mintzberg : Mengkaji peran manajerial, yaitu :
1.      Peran antar pribadi
a.       Tokoh atau pemuka simbolis
Menjalankan tugas-tugas seremonial sebagai kepala
b.      Pemimpin
Bekerja dengan dan melalui orang lain, bertanggung jawab dan bertanggunggugat atas kegiatan-kegiatan bawahan.
c.       Penghubung
Bekerja sama dengan orang didalam daan diluar organisasi
2.      Peran informasional
a.       Pemantau atau maonitoring
Mencari informasi yang bermanfaat bagi organisasi baik didalam dan diluar organisasi
b.      Penyebar
Menyalurkan informsi penting kepada bawahan
c.       Jurubicara
Sebagai wakil organisasi dalam menyalurkan informasi kepada orang diluar unit kerja dan diluar organisasi, berperan sebagai diplomat.
3.      Peran pengambil keputusan
a.       Wiraswastawan
Para manajer harus mempunyai inisiatif dan kreatifitas dalam upaya meningkatkan unit-unit mereka.
b.      Penangkal kesulitan/gangguan
Dapat menyelesaikan berbagai macam masalah yang sulit dan menelusuri, sampai mengeluarkan keputusan yang tidak disenangi, berfikir secara analitis dan konseptual.
c.       Pengalokasian sumber daya
Kepada siapa, kapanm untyk apa, bagaimana sumber daya dialokasikan atau harus mampu menyeimbangkan antara berbagai tujuan dan kebutuhan, sumber daya sangat terbatas
d.      Negotiator
Sebagai perunding baik di dalam organisasi dan dengan organisasi lain.



KESIMPULAN     
Untuk menghadapi perkembangan dunia usaha, tidak hanya memerlukan sistem permodalan saja, dan tidak hanya fokus pada biaya yang mampu mengendalikan investasi masa depan, namun lebih dari itu dibutuhkan strategi serta inovasi jangka panjang yang berkelanjutan. Oleh karena itu, suatu organisasi usaha (perusahaan) memerlukan sistem manajemen kritis untuk mampu membaca tanda-tanda perubahan yang sedang berlangsung.
Kita sudah sama-sama memahami bahwa inovasi merupakan kata kunci bagi setiap perusahaan, karena inovasi dalam produk, layanan, sistem manajemen, proses produksi, pengembangan nilai–nilai perusahaan dan aspek lain dari organisasi merupakan faktor penting yang akan membuat perusahaan bisa tumbuh, berubah dan berhasil mencapai tujuan-tujuannya. Disisi lain, manajemen adalah pencapaian tujuan–tujuan organisasional secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan dan pengendalian sumberdaya–sumberdaya organisasional.(Purwanto,2017)

DAFTAR PUSTAKA
1.    Tri Andry. 2017. 5 Dampak Buruk Jika Menjalankan Bisnis Tanpa Perencanan dalam http://entrepreneurcamp.id/bisnis-tanpa-perencanaan/
2.    Dharmmesta, B. S. Modul 1 Peran Pemasaran dalam Perusahaan dan Masyarakat
3.    Kho. Budi. 2018. Dasar-dasar managemen dalam https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-empat-fungsi-dasar-manajemen/ (diakses 9 Mei 2018)
4.    Modul Kewirausahaan 1 pertemuan 09 “Dasar Manajemen dan Fungsi Manajemen Dalam Organisasi Bisnis “ (di unduh pada 9 Mei 2018)
5.    Purwanto. M. E.  2017. Dampak Perencanaan Yang Gagal. STIE BII dalam http://www.stiebii.ac.id/berita-155-dampak-perencanaan-yang-gagal.html