Tampilkan postingan dengan label @STARTUP-M07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @STARTUP-M07. Tampilkan semua postingan

Juli 15, 2019

MANAJEMEN DAN FUNGSI DASAR MANAJEMEN


Dalam organisasi memiliki sumber daya yang baik adalah dengan menyerahkan pengelolaan oleh manajemen yang profesional agar sumber daya tersebut dapat memberikan kontribusi yang paling maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasinya.

Juni 28, 2019

Gaya Kepemimpinan

Sebelum kita membahas komunikasi dan gaya kepemimpinan kita harus tahu terlebih dahulu apa itu komunikas.

Juni 20, 2019

Manajemen dalam Organisasi Bisnis

Oleh : @M17-LUTHFIAH

Abstrak

 Setiap organisasi memiliki berbagai sumber daya yang harus dikelola oleh manajemen yang  profesional agar sumber daya tersebut dapat memberikan konstribusi yang paling maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasinya. Secara definisi, Manajemen dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan (termasuk perencanaan dan pembuatan keputusan, pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber daya organisasi (tenaga kerja, keuangan, fisik dan informasi) yang bertujuan untuk mencapai sasaran organisasi dengan cara yang efisien dan efektif  (Menurut R.W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Management, 2013:5).

Juni 01, 2019

Model Kepemimpinan

Oleh : @M17-LUTHFIAH

Abstrak
Menjadi seorang wirausahawan sebenarnya adalah orang yang mampu memimpin diri sendiri dan juga perusahaan tempat ia memimpin para bawahannya. Kepemimpinan merupakan suatu pengaruh yang diberikan kepada orang lain untuk mempengaruhi tindakan mereka melalui komunikasi. Demi mencapai suatu tujuan dalam proses kepemimpinan, diperlukan usaha untuk membujuk orang lain untuk bekerja sama.

Kata Kunci : Kepemimpinan, wirausaha

Dalam suatu kepemimpinan terdapat 2 unsur di dalamnya, yaitu unsur subjek sebagai pemimpin dan objek sebagai yang dipimpin. Dalam suatu organisasi, kata pemimpin menunjuk pada sebuah posisi formal seseorang dan memiliki status yang didapatkan oleh karena pemilihan, pengangkatan, keturunan, revolusi dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, kepemimpinan merupakan suatu pengaruh yang diberikan oleh pemimpin kepada orang-orang yang dipimpinnya demi mencapai suatu tujuan tertentu dalam sebuah organisasi atau kelompok tertentu.

Menjadi seorang pemimpin pada dasarnya harus memiliki fungsi, diantaranya adalah mengarahkan, membina, mendelegasi, mengatur, mengevaluasi orang-orang yang dipimpin untuk mencapai suatu tujuan sesuai dengan visi, misi dan arahan dari pemimpin. Kegagalan dalam mencapai hasil, sasaran dan tujuan dari organisasi atau kelompok tersebut merupakan kegagalan dari proses kepemimpinan itu sendiri mengingat setiap arahan terpusat pada pimpinan.
Kepemimpinan yang baik adalah perhatian pemimpin kepada karyawannya. Semakin besar perhatian kepada karyawan, maka semakin keras mereka akan bekerja untuk pemimpinnya. Gaya dan cara kepemimpinan setiap orang berbeda-beda tergantung dengan karakter, kepribadian, pengalaman dan proses pembelajaran dari pemimpin tersebut. Kepemimpinan yang berorientasi juga kepada kesejahteraan dari para karyawan, dapat memberi nilai lebih dalam proses kepemimpinan terutama demi mencapai visi, misi dan tujuan keberhasilan yang dicapai dari organisasi atau kelompok tersebut.
Keberhasilan atau efektifitas kepemimpinan tidak sajalah diukur bagaimana memberdayakan bawahannya tapi uga kemampuannya menjalankan atau melaksanakan kebijakan perusahaan melalui cara atau gaya kepemimpinannya. Pola atau gaya kepemimpinan sangat tergantung pada karakteristik individu pemimpin menghadapi bawahan berdasarkan fungsinya sebagai atasan.
Tidak ada gaya kepemimpinan yang paling baik, karena gaya kepemimpinan haruslah fleksibel dan harus disesuaikan dengan perilaku, sistem nilai yang dianut bawahan, situasi lingkungan, kematangan dan situasi bawahan. Seorang pemimpin yang berhasil dan efektif bila dapat melakukan gaya kepemimpinan yang tepat pada situasi yang tepat. Terdapat kriteria perilaku kepemimpinan yang dapat menentukan gaya kepemimpinan pengusaha adalah: (1) gaya kepemimpinan diktator, (2) gaya kepemimpinan partisipasi, (3) gaya kepemimpinan delegasi, (4) gaya kepemimpinan konsiderasi.
1.   Diktator
Pada kepemimpinan diktator atau otokratis, pemimpin membuat keputusan sendiri karena kekuasaan terpusatkan dalam diri satu orang. Pemimpin tersebut memikul tanggung jawab dan wewenang penuh. Pengawasan bersifat ketat, langsung dan tepat. Keputusan dipaksakan dengan menggunakan imbalan dan kekhawatiran akan dihukum. Jika ada, maka komunikasi bersifat turun kebawah. Bila wewenang dari pemimpin diktator bisa menjadi otokrat kebapak-bapakan.

2.  Partisipasi
Pola kepemimpinan partisipasi adalah pola kepemimpinan dimana atasan memotivasi bawahan untuk berperan serta dalam organisasi terutama dalam pengambilan keputusan sehingga akan mendatangkan gairah bagi para bawahan. Pada kepemimpinan ini pendelegasian wewenang sangat diutamakan, sedangkan komunikiasi berjalan baik untuk mencari solusi dalam setiap permaslahan yang ada. Pada kepemimpinan partisipasi, pemimpin cenderung memberikan perhatian kepada bawahan dan pekerjaan sehingga komunikasi berjalan berbagai arah (situasional dan diagonal). Kepemimpinan partisipasi ini tidak efektif bila bawahan tidak menunjang keberhasilan perusahaan karena bawahan tidak matang. Davis (1997) dalam Dalimunthe (2002: 80) menyatakan partisipasi adalah keterlibatan dan emosional dari orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan sumbangan pada tujuan kelompok dan ikut serta bertanggungjawab.

3.  Delegasi
Mendelegsaikan adalah memberi tanggung jawab sepenuhnya kepada bawahan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan meminta pertanggungan jawab dari pelaksanaan pekerjaan. Seorang pemimpin berhak mendelegasikan wewenang kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, pemimpin menyerahkan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan penyelesaian pekerjaan. Pimpinan tidak akan membuat peraturan-peraturan tentang pelaksanaan pekerjaan tersebut, dan hanya melakukan sedikit kontak dengan bawahan.

4.  Konsiderasi
Konsiderasi yang diberikan oleh pimpinan merupakan faktor yang penting dalam mencapai tujuan organisasi. Sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuan memberikan perhatian pada bawahan, agar menghasilkan kerja yang optimal. Konsiderasi yang diberikan merupakan motivasi kepada para bawahan untuk lebih giat bekerja sehingga prestasi kerjanya akan lebih baik. Para bawahan yang satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan, perbedaan ini seringkali didasarkan oleh tujuan dan kebutuhan masing-masing yang berbeda dari bawahan.

Mengapa Kepemimpinan Penting dalam Berwirausaha:
  1. Agar dalam pelaksanaan berwirausaha dapat terorganisir dengan baik.
  2. Dalam berwirausaha dibutuhkan sosok yang dapat memimpin dan bertanggung jawab dalam mengurus dan mengelola suatu usaha.
  3. Pemimpin adalah jabatan tertinggi yang memiliki tugas-tugas yang sangat penting dan vital dalam kewirausahaan seperti pengambil keputusan, penanggung jawab tindakan yang dilakukan oleh setiap bawahannya, memberikan wewenang, dan lain-lain.
  4. Bila dalam mengelola suatu usaha tidak ada pemimpin, maka akan terjadi kekacauan dan kerancuan dalam pembagian tugas-tugas yang mengakibatkan kebangkrutan.
  5. Pemimpin merupakan salah satu syarat utama dalam berwirausaha
Daftar Pustaka

Mei 09, 2019

Model Bisnis


                                              

Perubahan yang luar biasa dalam persaingan, produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia antar manusia dengan perusahaan dengan pelanggan dan perusahaan dengan perusahaan lain,

April 05, 2019

MENGENAL MODEL BISNIS



     Manusia yang berjaya biasanya dikatakan mampu berbisnis dan bisa memanfaatkan peluang bisnis, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja dengan bisnisnya.

April 04, 2019

Bisnis Online+Offline? Apa Bisa?

Oleh : @M17-LUTHFIAH

Abstrak
    Hingga saat ini, masih banyak yang bertanya lebih baik peluang bisnis manakah yang lebih menjanjikan? Apakah bisnis konvensional dengan cara lama (offline) atau bisnis yang menggunakan digital (online) yang sedang naik daun saat ini? Terutama di Indonesia ini, bisnis online sedang banyak diincar dan telah berkembang saat ini dengan sangat cepat. Peluang usaha secara digital juga dinilai lebih banyak saat ini ketimbang memilih bisnis konvensional yang membutuhkan banyak modal. 
      Di era modern saat ini, sering kali kita jumpai berbagai situs jual beli online seperti Lazada, Tokpedia, Bukalapak, OLX dll atau sering dikenal dengan bisnis online. Maraknya bisnis online tersebut terjadi dikerenakan berkembangnya tingkat pengetahuan manusia serta berkembang teknologi yang membuat peluang usaha semakin besar. Namun tahukah Anda sebelum maraknya bisnis online, terdapat bisnis konvensional yang merupakan dasar dalam berbisnis. Dalam beberapa hal terdapat perbedaan antara bisnis online dan bisnis konvensional.

Maret 28, 2019

BERILMU LUAS DENGAN “KREATIF DAN INOVATIF”


Pengertian kreatif menurut para ahli menurut Anderos : 1961, Kreatif memiliki arti sebagai suatu proses pemikiran yang berguna dalam membantu memutuskan berbagai ide atau gagasan baru yang mana adalah dalam hal ini merupakan salah satu sifat manusia yang terbentuk dari proses pengalaman yang menjadikan setiap orang tersebut dapat terus melakukan perbaikan dan mengembangkan dirinya.

Berpikir Kreatif dan Inovatif

Oleh : @M17-Luthfiah

Abstrak
    Orang yang berpikir kreatif dan inovatif tidak akan takut oleh sempitnya lapangan pekerjaan seperti saat ini, karena orang yang berpikir kreatif dan inovatif akan berpikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang baru untuk dirinya sendiri dan juga untuk orang lain. Gagasan utama itulah yang seharusnya kita bentuk untuk menerapkan cara berpikir yang kreatif dan inovatif.
    Dalam berwirausaha, cara berpikir kreatif dan inovatif sangatlah diperlukan karena dalam hal ini bisa menghasilkan ide-ide yang mungkin akan akan sangat menguntungkan, seperti memunculkan suatu inovasi baru yang mungkin saja unik dan menarik sehingga dapat diaplikasikan dalam berwirausaha, lalu mendapat keuntungan dari ide tersebut.
    Maju atau mundurnya usaha yang kita jalani juga tergantung pada kreativitas kita. Bisa jadi, sebuah usaha saati ini maju atau berjalan. Namun, perubahan akan terus berlanjut. Bisa jadi, bisnis kita saat ini sudah tidak bisa lagi berkembang akibat perubahan yang ada. Disini, kreativitas kita diperlukan untuk mengubah cara kita menjalankan bisnis dan menghasilkan produk atau jasa baru sesuai dengan perkembangan pasar.

Kata Kunci : Berpikir, Kreatif, Inovatif

Pentingnya Kreativitas dan Inovasi dalam Berwirausaha

Menurut Griffin dan ebert (1996)
“Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
      Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba.

         Menurut Zimmerer dkk (2009) 
            kreatifitas adalah kemampuan untuk megembangkan ide ide yang baru dan untuk menemukan cara baru dalam melihat masalah dan peluang. inovasi adalah kemampuan untuk              menenerapkan solusi kreatif  masalah dalam peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Jadi kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan inovatif adalah mengembangkan ide baru menjadi produk yang berguna untuk kehidupan orang-orang.
      Fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. Namun memang dalam berpikir kreatif tidaklah semudah yang dibayangkan. Bagi anak-anak mungkin kreatifitas masih sangat luas karena pemikiran mereka masih dibebaskan. Tetapi semakin bertambah dewasanya seseorang, kreatifitas seakan-akan telah dikotak-kotakkan dan hal ini menjadi hambatan untuk seseorang berpikir kreatif. Adapun hambatan – hambatan untuk menjadi seseorang yang kreatif dan inovasi yaitu : yang pertama, tidak memiliki arah tujuan yang jelas sehingga kita sebagai pengusaha tidak memiliki target serta tujuan, yang kedua takut akan kegagalan dimana seseorang itu akan berfikir bahwa apa yang dia kerjakan akan membuat kesalahan atau gagal dan dapat merugikan diri sendiri, yang ketiga adalah takut dikritik orang lain. Seharusnya hambatan – hambatan tersebutlah harus diminimalisir karena dalam berwirausaha  kreatifitas sangatlah dibutuhkan dan jangan sampai hambatan menjadi permasalahan yang membuat ide kreatif kita tidak berkembang. Untuk menghilangkan hambatan – hambatan tersebut kita perlu meningkatkan kemampuan berfikir kita sebagai berikut :
1.      Mencoba hal – hal baru
Agar menambah satu pengalaman baru. Di mana kita menambah wawasan, menikmati pemandangan berbeda, tempat, waktu, situasi, dan perasaan baru.
“If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.” – Thomas Jefferson
2.      Bertukar fikiran dengan orang lain
Bertukar pikiran dengan orang yang berbeda pandangan berarti mendengar dan menyimak pikiran orang lain tanpa harus mengorbankan akidah dan pendirian. Sehingga kita dapat mempunyai kemampuan menjadi pembicara yang baik harus seimbang dengan kemampuan sebagai pendengar yang baik.
3.      Mengamati lingkungan disekitar
Salah satu cara untuk menjadi seseorang yang peka dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
4.      Membuat sketsa atau menulis ide - ide
Salah satu hal yang terpenting, tanpa ide yang matang di tahap awal maka akan hilang esensinya.  “Tanpa ide yang komprehensif, kita tidak akan bisa maju ke tahap kreatif berikutnya,” kata Kemas.

Ciri – ciri berfikir kreatif :
1.      Mencetuskan banyak gagasan
2.      Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal
3.      Bekerja lebih cepatDapat dengan cepat
4.      melihat kesalahan atau kekurangan pada suatu objek atau situasi

Kisah sukses Nanida Jenahara Nasution (Hijab Designer, pendiri Hijabers Community).
Beberapa tahun teakhir, jilbab atau hijab menjadi sesuatu yang kembali ngetren di Indonesia. Semakin populernya hijab di industri fashion Indonesia salah satunya di pelopori oleh hijab designer Nanida Jenahara Nasution bersama komunitas Hijabers Community.
Jehan, panggilan akrabnya, mendirikan Hijabers Community (HC) pada 27 November 2010 yang memiliki berbagai kegiatan bagi muslimah dari pengajian, sharing, kegiatan sosial hingga hijab style. Jehan mewarisi darah desain pakaian dari bundanya, Ida Royani, yang juga merupakan artis terkenal. Sejak kecil, Jehan dikenalkan dengan berbagai jenis bahan kain, model pakaian dan diajak ke penjahit oleh bundanya. Lulus SMA, Jehan memulai cita citanya dengan mengambil kursus di Patter Design Esmond, lalu belajar di Susan BudiharjoFashion Design School. Awalnya Jehan ragu untuk memfokuskan diri pada desain pakaian muslimah apalagi untuk anak muda, karena saat itu, jilbab identik dengan ibu ibu. Seiring berjalannya waktu, Jehan pun mantap terjun ke fashion muslimah dengan gaya yang unik bagi muslimah muda.
Karya karya Jehan ditampilkan dan dijual di blognya jenahara-shop.blogspot.com dan jenahara.com, sehingga pasarnya sangat luas dari seluruh Indonesia. Kini Jehan memiliki berbagai butik di Jakarta, Cirebon, Surabaya, Samarinda, Padang, Makassar, bahkan sampai Malaysia dan Singapura. Tidak hanya di tanah air, karya kaya Jehan diapresiasi di Hongkong Fashion Week 2012, menjadi satu satunya busana muslimah yang ditampilkan di sana. Fashion muslimah tanah ai kini dikenal internasional, membawa wajah Islam yang semakin dapat diterima masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Maret 22, 2019

The Power of Mindset



Pola fikir atau mindset adalah sekumpulan kepercayaan (belief) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya.  (Adi W. Gunawan dalam Yoga, 2008).

Maret 21, 2019

Pola Pikir Seorang Pengusaha

Oleh : @M17-LUTHFIAH

Abstrak
    Menjadi seorang pengusaha memang seharusnya memiliki tujuan yang pasti dan jelas. Ambisi juga dibutuhkan seorang pengusaha agar tujuan awal yang diinginkan tidak mudah goyah dan memiliki keyakinan bahwa tujuannya akan tercapai. Tetapi, dengan semua ambisi dan tujuan yang ingin dicapai, seorang pengusaha juga harus mempunyai pola pikir yang berkualitas. Memiliki pola pikir yang berkualitas dapat membawa seorang pengusaha biasa menjadi pengusaha besar.
    Pola pikir manusia bisa diubah, dari negatif ke positif, dari pecundang ke pemenang, dari pekerja ke wirausaha. Pola pikir kita inilah yang dapat membawa kita meraih tujuan. Pola pikir seperti apa yang dibutuhkan seorang pengusaha? Bagaimana cara membuat pola pikir tersebut bekerja pada diri seorang pengusaha? pasti itulah pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di pikiran kita. 

"YOUR INSPIRATION"



Didalam kehidupan akan ada banyak orang yang berfikir bahwa saat "terjatuh ya tinggal bangkit saja" namun apa yang difikirkan itu terkadang tak cukup untuk membuat yang lemah bangkit kembali. Butuh sebuah dukungan untuk membangkitkan yang lemah. Memang tak semua yang lemah berputus asa tapi yang berputus asa sudah pasti yang lemah.

Maret 14, 2019

Dibalik Kesuksesan Pengusaha

Oleh : @M17-Luthfiah

Abstrak
    Sebagai manusia kita harus mempunyai kemampuan bertahan hidup. Salah satu bentuk bertahan hidup adalah dengan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keinginan setiap orang adalah mempunyai pekerjaan yang baik dan mendapatkan uang yang cukup atau bahkan ingin lebih.

Sukses "Tidak terbatas"

Sukses menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah beruntung atau berhasil. Bagi setiap orang merasakan suatu keberuntungan itu pasti sudah sering dirasakan.

Menjadi Pembisnis yang Kreatif dan Inovatif


ABSTRAK
Artikel ini dibuat bertujuan untuk memotivasi  mahasiswa agar menjadi pengusaha yang kreatif dan inovatif.

Kata kunci : bisnis, kretif, inovatif.