
Komunikasi adalah "suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Adapun beberapa pengertian komunikasi menurut para ahli :
1.
Anderson
Mernurut
Anderson, komunikasi merupakan proses yang dinamis. Proses ini secara konstan
berubah sesuai dengan situasi yang berlaku.
2.
Anwar
Arifin
Komunikasi
menurut Anwar Arifin merupakan sebuah konsep multi makna. Dalam makna sosial,
komunikasi merupakan proses sosial yang berkaitan dengan kegiatan manusia dan
kaitannya dengan pesan dan prilaku.
3.
Atep
Aditya Barata
Atep
Aditya Barata mendefinisikan komunikasi sebagai proses pengiriman dan
penerimaan pesan, berita, atau informasi yang terjadi diantara dua orang atau
lebih. Proses ini dilakukan secara efektif agar pesan yang disampaikan dapat
dipahami oleh penerimanya.
kepemimpinan adalah sifat yang diterapkan
individu yang bertindak sebagai pemimpin untuk mempengaruhi anggota kelompoknya
untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah disepakati bersama.
Sifat-sifat Pemimpin
Beberapa sifat yang
biasanya melekat pada diri seorang pemimpin, diantaranya adalah sebagai
berikut.
- Intelejensi – Kemampuan bicara,
menafsir, dan bernalar yang lebih kuat daripada para anggota yang
dipimpin.
- Kepercayaan Diri – Keyakinan
akan kompetensi dan keahlian yang dimiliki
- Determinasi – Hasrat untuk
menyelesaikan pekerjaan yang meliputi ciri seperti berinisiatif,
kegigihan, mempengaruhi, dan cenderung menyetir
- Integritas – Kualitas kejujuran
dan dapat dipercaya oleh para anggota
- Sosiabilitas – Kecenderungan
pemimpin untuk menjalin hubungan yang menyenangkan, bersahabat, ramah,
sopan, bijaksana, dan diplomatis. Menunjukkan rasa sensitif terhadap
kebutuhan orang lain dan perhatian atas kehidupan mereka
Gaya
– gaya kepemimpinan dalam suatu organisasi :
1.
Kepemimpinan
otokratis
Pemimpin sangat dominan dalam setiap
pengambilan keputusan dan setiap kebijakan, peraturan, prosedur diambil dari
idenya sendiri.
Kepemimpinan jenis ini memusatkan kekuasaan
pada dirinya sendiri. Ia membatasi inisiatif dan daya pikir dari para
anggotanya.
Pemimpin yang otoriter tidak akan
memperhatikan kebutuhan dari bawahannya dan cenderung berkomunikasi satu arah
yaitu dari atas (pemimpin) ke bawah (anggota). Jenis kepemimpinan ini biasanya
dapat kita temukan di akademi kemiliteran dan kepolisian.
2.
Kepemimpinan
birokratis
Gaya kepemimpinan ini biasa diterapkan dalam sebuah
perusahaan dan akan efektif apabila setiap karyawan mengikuti setiap alur
prosedur dan melakukan tanggung jawab rutin setiap hari.
3.
Kepemimpinan
partisipatif
Dalam gaya kepemimpinan partisipatif, ide
dapat mengalir dari bawah (anggota) karena posisi kontrol atas pemecahan suatu
masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian.
Pemimpin memberikan ruang gerak bagi para
bawahan untuk dapat berpartisipasi dalam pembuatan suatu keputusan serta adanya
suasana persahabatan dan hubungan saling percaya antar pimpinan dan anggota
4.
Kepemimpinan
delegatif
Gaya kepemimpinan ini biasa disebut Laissez-faire dimana pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak
kepada para anggota untuk melakukan tujuan dan cara mereka masing-masing.
Pemimpin cenderung membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok
sehingga terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah
5.
Kepemimpinan
transaksional
Kepemimpinan jenis ini cenderung terdapat aksi transaksi
antara pemimpin dan bawahan dimana pemimpin akan memberikan reward ketika bawahan berhasil melaksanakan tugas yang telah
diselesaikan sesuai kesepakatan. Pemimpin dan bawahan memiliki tujuan,
kebutuhan dan kepentingan masing-masing.
6.
Kepemimpinan
transfoemational
Gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi
perubahan positif pada mereka (anggota) yang mengikuti. Para pemimpin jenis ini
memperhatikan dan terlibat langsung dalam proses termasuk dalam hal membantu
para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas mereka.
7.
Kepemimpinan
melayani
Hubungan yang terjalin antara pemimpin yang melayani dengan
para anggota berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual.
Pemimpin yang melayani lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi
dari para anggota daripada kepentingan pribadinya.
8.
Kepemimpinan
karismatik
Pemimpin yang karismatik memiliki pengaruh
yang kuat atas para pengikut oleh karena karisma dan kepercayaan diri yang
ditampilkan.
Para pengikut cenderung mengikuti pemimpin
karismatik karena kagum dan secara emosional percaya dan ingin berkontribusi
bersama dengan pemimpin karismatik.
Karisma tersebut timbul dari setiap kemampuan
yang mempesona yang ia miliki terutama dalam meyakinkan setiap anggotanya untuk
mengikuti setiap arahan yang ia inginkan.
9.
Kepemimpinan
situasional
Pemimpin yang menerapkan jenis kepemimpinan
situasional lebih sering menyesuaikan setiap gaya kepemimpinan yang ada dengan
tahap perkembangan para anggota yakni sejauh mana kesiapan dari para anggota
melaksanakan setiap tugas.
Gaya kepemimpinan situasional mencoba
mengkombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada.
Setidaknya ada 4 gaya yang diterapkan oleh pemimpin jenis ini,
diantaranya:
- Telling-Directing (memberitahu,
menunjukkan, memimpin, menetapkan),
- Selling-Coaching (menjual,
menjelaskan, memperjelas, membujuk),
- Participating-Supporting (mengikutsertakan,
memberi semangat, kerja sama),
- Delegating (mendelegasi,
pengamatan, mengawasi, penyelesaian).
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar