Tampilkan postingan dengan label @R04-Sahrul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @R04-Sahrul. Tampilkan semua postingan

April 22, 2020

DESIGN THINKING


DESIGN THINKING
What can the world of banking learn from design thinking? | BBVA
 
Design thinking adalah metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Design thinking ini sangat berguna dalam mengatasi masalah kompleks dengan memahami kebutuhan manusia yang terlibat, dengan membingkai ulang masalah, dengan cara yang berpusat pada manusia, dengan menciptakan banyak ide dalam sesi brainstorming, dan dengan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan ide prototipe dan pengujian.
Design Thinking vs.Technological Innovation

1. Emphatize
Tahap pertama ialah untuk mendaptkan pemahaman empatik dari masalah yang ingin dipecahkan. Pada tahap ini dilakukan pendekatan terhadap customer kita. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh mereka. Hal ini dapat dilakukan terjun langsung ke lapangan bertemu dengan mereka melakukan wawancara dan dapat juga bertindak seolah menjadi mereka. Agar permasalahan customer yang benar-benar ingin diselesaikan dapat berjalan dengan lancar.
Output : Output dari Tahap Emphatize ini adalah data, insight, user persona, etc yang membuat kita dapat membuat sebuah produk yang benar benar dibutuhkan dan menyelesaikan permasalahan user kita.
2. Define
Informasi yang telah dikumpulkan selama tahap Empathize, dianalisis dan disintensis untuk menentukan masalah inti yang akan diidentifikasi. Tahap define ini akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah customer karena telah dilakukan penetapan masalah.
Output : Output dari tahap Define ini adalah problem statement, rumusan masalah. Dan akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah customer karena telah dilakukan penetapan masalah.
3. Ideate
Tahap ini merupakan tahap untuk menghasilkan ide. Semua ide-ide akan ditampung guna penyelesain masalah yang telah ditetapkan pada tahap define. Penting untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin atau solusi masalah di awal fase ide. Untuk tahap akhir ialah penyelidikan dan pengujian ide-ide tadi untuk menemukan cara terbaik untuk memecahkan masalah atau menyediakan elemen yang diperlukan untuk menghindari masalah-masalah yang nantinya terjadi.
Menurut Aurora Harley, ada tiga pondasi dalam proses ideation, diantaranya adalah:

- Ide tidak di evaluasi
Setiap anggota tim bebas untuk mengemukakan gagasan kepada tim. Anggota tim yang lain mencoba memberikan ruang kepada rekannya untuk berpendapat, tidak memandang sebelah mata, dan terburu-buru dalam menilai atau mengevaluasi.
- Setiap ide didokumentasikan
Gagasan atau ide yang beredar dalam sesi diskusi/brainstorming harus didokumentasikan. Biasanya menggunakan kertas tempel dimana masing-masing anggota tim menuliskan ide-idenya ke dalam kertas kemudian di tempel. Lebih baik lagi semua proses tersebut kemudian di dokumentasikan dalam bentuk gambar atau video.
-  Kolaborasi memacu ide beragam
Anggota tim mendapatkan kesempatan untuk mengemukakan ide-ide kreativ nya (semua ide adalah unik dan kreativ). Jika hal itu dilakukan secara kelompok, maka akan menghasilkan ide yang banyak dan beragam. Mengizinkan orang lain untuk membagikan ide di lingkungan yang terbuka memiliki manfaat salah satunya adalah dapat membangun tim dan memperkuat dukungan untuk desain akhir.
Output : Output dari tahap Ideate ini adalah sketsa, flow, diagram, mind-map, concept. Dan dapat Meningkatkan potensi inovasi dari solusi yang dibuat serta Menyatukan perspektif dan kekuatan anggota tim.
4. Prototype
Pada tahap ini akan dihasilkan sejumlah versi produk yang murah dan diperkecil, atau fitur khusus yang ditemukan dalam produk, sehingga dapat menyelidiki solusi masalah yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Prototype ini dapat diuji dalam tim sendiri, atau ke beberapa orang lain. Ketika ada masukan maka dilakukan pebaikan lagi pada prototype ini, sehingga dihasilkan prototype yang benar-benar bagus.
Output : Prototype yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat dalam mengembangkan produk. Bisa jadi memvalidasi, ketergunaan produk, efisiensi, dan lainnya.
5. Test
Dilakukannya pengujian dan evaluasi terhadap produk kepada masyarakat dan hasilnya akan dilakukan perubahan dan penyempurnaan untuk menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang produk dan penggunanya.
Nah, pada kelima tahap ini jika ada kegagalan disalah satu tahap dapat kembali ke tahap yang memungkinkan itu dapat diperbaiki. Contoh pada tahap Ideate tidak menghasilkan penyelesaian masalah, maka dapat kembali lagi ke tahap Emphatize.

April 08, 2020

DEFINE BISNIS


DEFINE BISNIS
Membuat rencana bisnis atau Business Plan merupakan satu hal penting untuk dilakukan oleh siapapun yang akan merintis usaha, hal ini perlu dilakukan agar semua rencana bisnis yang akan digeluti dapat berjalan sesuai dengan harapan.
Menurut Bygrave, 1994 : 441 (dalam Buchari Alma, 2006 : 198), Business Plan atau rencana bisnis adalah dokumen yang disediakan oleh enterpreuner yang memuat rincian tentang masa lalu, keadaan sekarang dan kecenderungan masa depan dari sebuah perusahaan. Isinya mencakup analisis tentang manajerial, keadaan fisik bangunan, karyawan, produk,sumber permodalan, informasi tentang jalannya perusahaan selama ini dan posisi pasar dari perusahaan.
Business Plan juga berisi tentang rincian profit, neraca pembayaran, proyeksi aliran kas untuk dua tahun yang akan datang. Selain itu juga memuat pandangan dan ide dari untuk dua tahun yang akan datang, pandangan dan ide dari anggota tim manajemen serta menyangkut strategi dan tujuan perusahaan yang hendak dicapai.
Jika melihat dari pengertian diatas, maka rencana bisnis dapat diartikan sebagai dokumen tertulis tentang usaha yang dibuat oleh perintis usaha. Dokumen tersebut berisi berbagai unsur perencanaan bisnis yang disusun secara terpadu sehingga mudah dipahami oleh semua orang yang berkepentingan terhadap bisnis tersebut. Beberapa pihak yang memiliki kepentingan ini misalnya Investor, Kreditor, Manajemen perusahaan, Pemerintah dan juga masyarakat.
Manfaat Rencana Bisnis untuk Usaha
Membuat rencana bisnis secara matang memang penting dilakukan oleh seorang wirausahawan. Beberapa alasan kenapa business plan menjadi sesuatu yang penting untuk dibuat diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Membuat rencana bisnis sebagai petunjuk arah
rencana bisnis sebagai penunjuk arah
Salah satu tujuan utama membuat rencana bisnis adalah sebagai petunjuk arah bagi kelancaran jalannya usaha. Sebagai petunjuk arah, rencana bisnis harus disusun secara terperinci, saling berurutan dan berkesinambungan. Semakin detil dan terperinci dalam membuat rencana bisnis, maka akan semakin baik, ini bisa menjadi bukti bahwa bisnis yang akan dirintis adalah bisnis yang serius dan memiliki arah. Bagi banyak pengusaha yang telah sukses, dalam memulai kariernya ia tidak akan ketinggalan untuk merancang berbagai strategi dalam rencana bisnisnya. Hal ini dilakukan sebagai satu cara untuk memudahkan usaha untuk berkembang karena usaha yang dijalankan akan lebih terarah. terorganisir dengan baik dan memiliki tujuan yang dapat diukur.
2. Sebagai alat untuk mencari modal usaha
Membuat Rencana Bisnis untuk mencari modal
Tak dapat dipungkiri, salah satu tujuan seseorang membuat rencana bisnis adalah untuk mencari modal usaha. Baik melalui cara kerjasama usaha maupun dengan mengajukan pinjaman ke lembaga perbankan.
Rencana bisnis atau business plan, bisa menjadi sebuah proposal dan/atau pelengkap proposal yang bisa membantu pengusaha dalam mendapatkan investor. Apabila rencana bisnis ini disusun dengan baik, lengkap, terperinci dan terarah tujuannya, maka biasanya pemodal akan lebih mudah tertarik, apalagi jika Anda juga dapat mennyampaikannya dengan baik melalui presentasi, investor akan lebih percaya untuk melakukan kerjasama.
3. Rencana bisnis dapat meminimalisir kegagalan usaha
Rencana bisnis dapat meminimalisir kegagalan usaha

Ada banyak orang yang mengalami kegagalan saat memulai usaha baru. Salah satu sebab terjadinya kegagalan ini bisa jadi karena tidak adanya perencanaan usaha yang dibuat dengan baik. Dengan tidak adanya perencanaan usaha ini pengusaha tidak memiliki pondasi yang kuat dan juga panduan usaha sehingga usaha akan berjalan seadanya dan apa adanya.
Rencana bisnis memang perlu dibuat secara tertulis untuk meminimalisir kegagalan. Dengan perencanaan yang tertulis maka pengusaha dapat merancang berbagai strategi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang mungkin akan muncul dalam perjalanannya.
4. Rencana bisnis bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi
rencana bisnis sebagai bahan evaluasi 
Budaya tulis memang masih menjadi kelemahan banyak wirausaha baru di negara kita. Biasanya mereka hanya akan menyimpan rencana usahanya di dalam pikirannya. Meski menyimpan rencana usaha dalam pikiran bukanlah sesuatu yang buruk, namun akan lebih baik jika semua rencana tersebut dituangkan dalam tulisan. Dengan tulisan inilah rencana bisnis bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi.
Dalam menjalankan usaha, seringkali wirausaha akan mengalami masa-masa trial and error. Dengan membuat rencana bisnis secara tertulis maka ia akan dapat melakukan berbagai evaluasi terhadap berbagai hal yang menyebabkan kegagalan.
5. Rencana bisnis berguna untuk mengkaji berbagai strategi usaha
Rencana bisnis untuk mengkaji strategi
Menurut David H. Bangs, Jr (1995:x), Seseorang yang gagal dalam merencanakan sebenarnya ia telah merencanakan kegagalan. Ungkapan ini bisa menjadi satu landasan kenapa seorang pengusaha harus membuat rencana bisnis yang matang.
Rencana bisnis yang matang tak akan lepas dari berbagai strategi usaha yang diperoleh dari berbagai pengalaman maupun penelitian. Dengan adanya rencana bisnis maka seorang pengusaha bisa mengkaji berbagai strategi usahanya, bisa memperbaiki berbagai kekeliruan yang mungkin terjadi, dan bisa menyempurnakan rencana bisnisnya dengan menggunakan informasi untuk menguji kebenaran pendapatnya.


6. Dengan rencana bisnis yang baik, kegiatan usaha bisa berjalan lebih fokus
usaha bisa berjalan lebih fokus
Jika diibaratkan sebagai kereta, rencana bisnis merupakan sebuah REL yang harus dilewati agar kereta tidak keluar jalur. Dengan adanya rencana bisnis ini maka usaha akan dapat berjalan lebih fokus, tidak menyimpang dan bisa berjalan sesuai rencana awal.
Membuat rencana bisnis secara tertulis dalam bentuk proposal bisa dijadikan sebagai alat untuk memegang laju kendali perusahaan. Dengan rencana binis ini, pengusaha juga dapat menjaga pergerakan usahanya agar selalu berjalam di atas REL yang benar sehingga bisa sampai tujuan dengan tepat waktu.
Format Membuat Rencana Bisnis
Bagi seorang pengusaha, membuat Business Plan atau Rencana Bisnis menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Selain dapat dijadikan sebagai panduan untuk menjalankan roda bisnis, proposal usaha ini juga bisa digunakan untuk menarik investor.
Business plan merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh wirausaha untuk menggambarkan berbagai hal mengenai perusahaan, terdiri dari semua unsur yang relevan baik internal maupun eksternal. Bisiness Plan biasanya dibuat oleh pengusaha saat memulai suatu bisnis atau dalam rangka mengembangkan bisnisnya.
Ada banyak tujuan dalam membuat business plan, salah satu yang terpenting dari pembuatan proposal bisnis ini adalah sebagai sarana untuk menjembatani ide dan kenyataan. Dengan membuat business plan maka pengusaha bisa memberikan sebuah gambaran nyata tentang apa yang hendak dilakukan dalam menjalankan roda usahanya. Dengan membuat business plan yang baik, biasanya akan lebih mudah untuk mendapatkan investor agar mau menanamkan modalnya dalam usaha yang didirikan.
Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam membuat business plan untuk bisa menarik investor agar bersedia menanamkan modalnya. Membuat business plan yang baik dibutuhkan kecermatan dalam menyusun berbagai elemen didalamnya, mulai dari pembuatan cover proposalnya, membuat rangkuman eksekutif, membuat profil perusahaan, dan berbagai analisis usahanya.
1. Jangan Sepelekan Halaman Depan
Membuat Business Plan yang baik (Ilustrasi)/CC/Foundry
Jika Business Plan diibaratkan sebagai tubuh manusia, maka halaman sampul atau cover adalah sebuah wajah yang perlu dihias untuk mempercantik proposal bisnis. Di bagian halaman depan inilah pertama kali seseorang akan melihat baik-buruknya sebuah business plan. Untuk itulah buatlah desain sampul ini semenarik mungkin, cukup sederhana namun elegan untuk dipresentasikan pada orang-orang yang berkepentingan.
Halaman depan ini berisi berbagai informasi mengenai  judul proposal bisnis, nama usaha yang akan dijalankan, nama yang membuat proposal, dan alamat lengkap beserta kontak yang bisa dihubungi. (baca juga : Contoh Cover Proposal Keren Dan Unik)
2. Buatlah Daftar Isi untuk mempermudah pembacaan
Halaman Daftar isi dibuat untuk memberikan kemudahan pada pembaca tentang apa yang ada di dalam busnisess plan. Halam ini berisi tentang judul setiap bab, sub judul beserta nomor halaman business plan. Untuk membuat daftar isi yang baik usahakan memiliki alur yang jelas serta adanya kesesuaian antara isi business plan dengan daftar isinya.
3. Buat Rangkuman Eksekutif
Halaman rangkuman eksekutif berisi deskripsi singkat tentang bisnis yang akan dijalankan. Halaman ini sebisa mungkin dibuat secara singkat, padat, jelas, dan mampu meyakinkan pembacanya.
Rangkuman eksekutif pada business plan biasanya terdiri dari maksimal dua lembar. Meskipun hanya terdiri dari dua lembar, namun halaman ini menjadi halaman paling penting, karena dengan rangkuman eksekutif inilah pembaca dapat mengetahui garis besar dari keseluruhan business plan yang dibuat.
Adapun isi dari rangkuman eksekutif ini diantaranya memberi gambaran singkat tentang bisnis apa yang ingin dijalankan, inovasi yang telah dan akan dilakukan, potensi keuntungan, kapan bisnis tersebut akan dimulai dan dijalankan, dan lain-lain. Pada intinya, Rangkuman eksekutif ini berisi semua hal yang ada di dalam business plan, namun dibuat lebih singkat dan padat sehingga memudahkan pembaca untuk mengetahui semua isi proposal dalam waktu yang singkat.
4. Jelaskan Tentang Data Perusahaan
Setelah rangkuman eksekutif dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat profil perusahaan yang berisi berbagai hal tentang perusahaan. Beberapa poin penting yang harus disampaikan lewat halaman profil ini diantaranya adalah :
Latar belakang usaha,
Berisi uraian singkat tentang berbagai alasan mengapa usaha ini harus ada, berbagai peluang yang ada, kondisi persaingan, fasilitas yang sudah dimiliki perusahaan, dan prospek jangka panjang tentang usaha.
Sejarah berdirinya perusahaan,
Berisi sejarah berdirinya perusahaan, mulai dari nama perusahaan, logo perusahaan, alamat usaha, kapan usaha dimulai, dimana, siapa saja yang merintis, rekam jejak dan prestasi-prestasi yang telah dicapai selama ini. Dengan memberikan semua riwayat prestasi yang sudah diraih ke dalam business plan, maka akan meningkatkan kepercayaan orang lain pada bisnis yang dirintis atupun dikembangkan.
Pihak yang bertanggung jawab,
Pada bagian ini berisi tentang profil dan biodata pengelola yang bertanggung jawab terhadap jalannya perusahaan. Selain itu juga berisi profil singkat siapa saja orang yang terlibat dalam menjalankan roda usaha ini.  Dalam halaman ini akan lebih baik jika dilampirkan struktur organisasi dan juga nama konsultan jika mengunakan.
Kondisi keuangan,
Berisi paparan singkat tentang kondisi keuangan perusahaan saat ini, utang piutang, bank, dan lain-lain
Produk atau jasa yang dihasilkan,
Berisi deskripsi singkat produk atau jasa yang dijual, manfaat produk bagi konsumen, persaingan bisnis yang ada, dan berbagai keunggulan produk dibanding dengan milik pesaing.
Penjelasan tentang usaha yang akan dijalankan,
Berisi tentang bentuk badan usaha, legalitas usaha, berbagai perijinan, dan bekerja sama dengan siapa saja.
Penjelasan tentang lokasi,
Berisi diskripsi singkat tentang lokasi usaha, status kepemilikan tempat usaha (sewa atau bangunan milik sendiri), luas lokasi usaha, kondisi lingkungan dan lain-lain. (Baca juga : Membuat Profil Perusahaan Yang Bagus)
5. Analisa Produksi (production analysis)
Analisa produksi merupakan analisa mengenai berbagai hal yang terkait dengan proses produksi perusahaan. Pada halam ini dibahas secara tuntas mengenai peralatan produksi yang digunakan, proses produksi yang dilakukan, bahan baku yang digunakan, jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, waktu yang diperlukan, hingga pengemasan produk yang akan dijual. 
Dengan adanya analisa produksi ini, pengusaha bisa melakukan penghitungan secara matang mengenai biaya produksi dan harga produk di pasaran. Semakin rinci data analisa produksi yang dibuat maka akan semakin baik, hal ini juga bertujuan untuk meminimalisir kegagalan saat proses produksi.
Menyajikan detil produk atau jasa sangat dibutuhkan pada halaman ini, jika perusahaan memproduksi barang atau jasa lebih dari satu, ada baiknya jika produk tersebut dijabarkan satu demi satu. Karena dengan menggunakan analisa produksi ini perusahaan harus dapat menjelaskan secara detail tentang definisi produk, bagaimana produk akan dibuat, perbandingan dengan produk pesaing, dan berbagai pertimbangan tahap produksi dan bahan baku, serta strategi pengembangan produk yang mungkin bisa dilakukan.
6. Analisa Pemasaran
Analisa pemasaran merupakan berbagai anlisa tentang kondisi pasar yang ada saat ini, strategi segmentasi pasar, target market, serta posisioning produk yang akan dibangun di benak konsumen. Dengan melakukan ketiga hal tadi, maka produk akan lebih mudah dipasarkan karena target konsumennya jelas.
Dalam analisa pemasaran ini, pengusaha harus dapat menjelaskan secara rinci tentang siapa yang akan menjadi konsumen. Beberapa pengusaha yang membuat business plan biasanya mengacu pada bauran pemasaran (Marketing mix) dan Bauran promosi (Promotion mix). Jika dirunut, pada bab analisa pemasaran ini dapat dilihat seperti dibawah ini.
7. Analisa Manajemen Usaha
Analisa manajemen usaha disini berisi tentang berbagai strategi perusahaan yang terkait dengan sistem manajemen yang digunakan. Hal ini menyangkut tentang manajemen sumber daya manusia. manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen informasi, dan lain sebagainya. Di halaman analisa manajemen usaha ini, berbagai hal yang tidak kalah penting untuk disampaikan adalah mengenai bagaimana struktur manajemennya, struktur  organisasi beserta rincian lengkap dari prinsip manajemen.  
8. Analisa Keuangan usaha
Analisa keuangan usaha ini berisi mengenai laporan keuangan untuk mempermudah orang lain dalam menilai apakah usaha Anda layak untuk diberikan dana investasi atau tidak. Beberapa hal yang harus ada dalam analisa keuangan ini misalnya besarnya modal yang sudah dimiliki, laporan pemasukan dan pengeluaran (harian, bulanan, tahunan), laporan cash flow, laporan laba rugi, dan dana yang dibutuhkan untuk investasi usaha.
Dalam analisa keuangan usaha ini, pengusaha harus menyampaikan bagaimana kondisi keuangan perusahaan saat ini dan proyeksi keuangan di masa depan. Keterbukaan dan kejujuran menjadi sesuatu yang penting dalam membuat business plan, hal ini bertujuan untuk meyakinkan investor agar mau menanamkan modalnya ke perusahaan.
9. Lampiran-Lampiran Dalam Membuat Business Plan
Halaman lampiran ini bisa berisi tentang berbagai hal tambahan yang perlu disampaikan dan diketahui oleh para investor. Bentuknya bisa berupa bagan, infografis, foto, detail strategi marketing, dan lain sebagainya.
Dalam membuat business plan, semakin detail maka semakin baik sehingga para penanam modal yang akan lebih percaya dengan perusahaan. Dengan kepercayaan inilah maka akan lebih mudah mendapatkan investor.


Maret 09, 2020

Kewirausahaan


Apa itu kewirausahaan? Kewirausahaan adalah sebuah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Dalam bahasa Inggris, kewirausahaan disebut sebagai entrepreneurship. Orang yang menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan disebut sebagai wirausaha.
Kewirausahaan memang membutuhkan sebuah visi, bisa berupa ide inovatif, peluang, atau cara dan langkah yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Tentu dalam menjalankan prinsip-prinsip kewirausahaan terdapat ketidakpastian yang dikenal sebagai resiko atau hambatan.