Riset Tren Kewirausahaan Global & Peluang Digital
1. Tujuan Tugas
Mahasiswa diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi
tren besar (megatrends) yang sedang terjadi di ekosistem
kewirausahaan dunia.
- Menemukan
peluang bisnis baru yang muncul akibat akselerasi teknologi digital (AI,
IoT, Web3, dll).
- Menganalisis
bagaimana tren global tersebut dapat diadaptasi ke dalam konteks lokal
atau personal.
2. Langkah-Langkah Riset Mandiri
Langkah 1: Eksplorasi Tren (The Global Search)
Mahasiswa diminta mencari dan mempelajari minimal dua laporan tren tahunan
dari lembaga kredibel (Contoh: Gartner Top Strategic Technology Trends, Forbes
Business Trends, Deloitte Global Entrepreneurship Monitor, atau Laporan
Google/Temasek e-Conomy SEA).
Langkah 2: Pemilihan Topik Fokus Pilihlah satu tren
global yang menurut Anda paling revolusioner. Contoh:
- Artificial
Intelligence for Small Business
- Sustainable
& Circular Economy Startups
- Social
Commerce & Influencer-led Brands
- The
Rise of Global Remote Services
Langkah 3: Analisis Peluang Digital Identifikasi satu
peluang bisnis digital yang spesifik berdasarkan tren tersebut. Jelaskan:
- Masalah
apa yang diselesaikan?
- Teknologi
digital apa yang menjadi kunci (misal: penggunaan ChatGPT API, Blockchain
untuk transparansi, atau Cloud Computing)?
3. Struktur Laporan Hasil Riset (Maksimum 2 Halaman)
Laporan disusun secara ringkas dengan sistematika:
- Ringkasan
Tren Global: Paparan singkat tentang tren yang sedang hangat di dunia
internasional dan mengapa tren tersebut penting.
- Bukti
Data: Sertakan statistik atau fakta singkat dari hasil riset Anda
(misal: "Pertumbuhan pasar AI di Asia Tenggara diprediksi meningkat
30% pada 2026").
- Analisis
Peluang Bisnis: Deskripsi ide usaha atau peluang yang Anda temukan.
Siapa target pasarnya?
- Strategi
Adaptasi: Bagaimana cara memulai usaha tersebut dengan modal minimal
menggunakan alat-alat digital yang ada saat ini?
- Daftar
Referensi: Cantumkan sumber/link laporan yang Anda baca.
- Diposting
di Blog masing-masing dengan Label : Tugas Mandiri 15.
4. Contoh Hasil Riset Singkat (Inspirasi)
"Berdasarkan riset saya pada laporan Gartner 2024,
terdapat tren Hyper-automation. Di era digital ini, peluang yang saya
temukan adalah Agensi Konsultan Automasi untuk UMKM. Banyak UMKM
memiliki produk bagus tapi kewalahan mengelola chat dan stok. Dengan
menggunakan tool AI low-code, saya bisa menawarkan jasa sistem automasi balas
pesan dan manajemen gudang otomatis. Ini adalah peluang besar karena belum
banyak pemain lokal yang menyasar segmen mikro dengan solusi teknologi
canggih."
5. Kriteria Penilaian
|
Kriteria |
Indikator Keberhasilan |
|
Kredibilitas Sumber |
Menggunakan referensi dari laporan industri atau jurnal
yang valid (bukan sekadar blog pribadi). |
|
Konektivitas Tren |
Mampu menghubungkan antara tren global dengan peluang
digital yang logis. |
|
Ketajaman Analisis |
Penjelasan peluang mencakup aspek teknis (teknologi yang
digunakan) dan aspek bisnis (target pasar). |
|
Kemampuan Sintesis |
Laporan padat, jelas, dan tidak sekadar copy-paste
dari internet. |
Tips untuk Mahasiswa: Gunakan Google Scholar atau
platform seperti Statista dan Crunchbase untuk mendapatkan data
yang lebih akurat mengenai pendanaan dan pertumbuhan industri digital secara
global.
Daftar 5
situs web penyedia laporan tren bisnis dan teknologi global yang
kredibel dan sering menyediakan laporan versi ringkasan (atau bahkan versi
lengkap) secara gratis. Situs-situs ini sangat berguna bagi mahasiswa untuk
melakukan riset tugas mandiri:
- Gartner
(Gartner Insights):
- Fokus:
Tren teknologi strategis, kecerdasan buatan (AI), dan manajemen
eksekutif.
- Keunggulan:
Dikenal dengan "Gartner Hype Cycle" yang memetakan kematangan
teknologi baru. Sangat bagus untuk mencari tren teknologi apa yang akan
mendominasi 5-10 tahun ke depan.
- Situs:
gartner.com/en/insights
- Deloitte
Insights:
- Fokus:
Strategi bisnis, ekonomi global, perilaku konsumen, dan industri masa
depan.
- Keunggulan:
Laporannya sangat mendalam dan sering membahas dampak tren global
terhadap sektor-sektor spesifik seperti manufaktur, energi, dan retail.
- Situs:
www2.deloitte.com/us/en/insights.html
- McKinsey
& Company (Featured Insights):
- Fokus:
Manajemen tingkat tinggi, transformasi digital, keberlanjutan (ESG), dan
masa depan dunia kerja.
- Keunggulan:
Artikel dan laporannya ditulis berdasarkan riset empiris yang kuat. Seri
"The Future of Asia" sangat relevan untuk melihat posisi
Indonesia di kancah global.
- Situs:
mckinsey.com/featured-insights
- Google
- Think with Google:
- Fokus:
Perilaku konsumen digital, tren pemasaran, dan e-commerce.
- Keunggulan:
Menyediakan laporan khusus seperti "e-Conomy SEA" (bekerja sama
dengan Temasek dan Bain) yang merupakan rujukan utama untuk melihat
pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.
- Situs:
thinkwithgoogle.com
- World
Economic Forum (Reports Section):
- Fokus:
Isu sistemik global, revolusi industri 4.0, tantangan lingkungan, dan
inklusi sosial.
- Keunggulan:
Sangat baik untuk riset mengenai bagaimana kewirausahaan dapat
menyelesaikan masalah global seperti perubahan iklim dan kesenjangan
ekonomi.
- Situs:
weforum.org/reports
Tips Riset bagi Mahasiswa:
- Gunakan
Fitur Search: Di situs-situs tersebut, gunakan kata kunci seperti "Future
of Entrepreneurship", "2025 Tech Trends", atau "Consumer
Behavior 2024".
- Cari
Versi "Executive Summary": Laporan ini biasanya gratis,
sedangkan laporan penuh yang berbayar sering kali memiliki ringkasan 2-5
halaman yang sudah sangat cukup untuk referensi tugas.
- Cek
Tanggal: Pastikan laporan yang Anda baca adalah terbitan 1-2 tahun
terakhir agar data tetap relevan dengan kondisi saat ini.

AE34
BalasHapusNAMA : Muhamad rachel rafliola
NIM : 41523010069
Ringkasan Riset: AI untuk UMKM (Peluang & Tren Global)
1. Tren Global & Data Pendukung
Pemanfaatan Generative AI kini bergeser dari perusahaan besar ke UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah). Teknologi yang dulunya mahal kini terjangkau berkat sistem berbasis langganan (SaaS) dan API.
Produktivitas: McKinsey (2023) mencatat AI mampu meningkatkan produktivitas hingga 20–30%.
Integrasi: Gartner memprediksi 80% aplikasi bisnis akan memiliki fitur AI pada 2026.
Pasar Lokal: Ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan mencapai USD 300 miliar pada 2025 (Google-Temasek).
2. Peluang Bisnis: Jasa Asisten AI & Automasi UMKM
Masalah UMKM:
Kewalahan membalas chat (WhatsApp/IG) secara manual.
Tidak ada staf khusus Customer Service (CS).
Manajemen stok dan data penjualan masih berantakan.
Solusi Digital: Menyediakan Chatbot AI & Business Automation yang mampu menjawab FAQ 24/7, mencatat pesanan otomatis, dan memberikan ringkasan data penjualan harian.
Teknologi Kunci:
LLM API (ChatGPT): Untuk komunikasi natural.
Low-code Tools: Membangun sistem tanpa harus jago coding.
Omnichannel Integration: Terhubung langsung ke WhatsApp & Instagram.
3. Strategi Adaptasi (Modal Minimal)
Bisnis ini bisa dimulai dengan risiko rendah melalui langkah berikut:
Fokus Niche: Mulai dari satu sektor (misal: kuliner atau fashion online).
Model Berlangganan: Skema pay-as-you-go (Rp100rb - Rp300rb/bulan) agar terjangkau bagi UMKM.
Pilot Project: Validasi layanan pada 5–10 UMKM lokal untuk membangun portfolio.
Edukasi: Fokus pada kemudahan penggunaan, bukan teknis yang rumit.
4. Kesimpulan
Tren AI untuk UMKM adalah peluang berkelanjutan karena menyelesaikan masalah nyata dengan biaya yang semakin murah. Bisnis jasa ini berpotensi skala besar (scalable) karena pasar UMKM di Indonesia sangat luas dan masih dalam tahap awal transformasi digital.