Desember 22, 2025

Tugas Mandiri 14

Analisis Bedah Kasus Keberhasilan Scale-Up

1. Tujuan Tugas

Mahasiswa diharapkan mampu:

  • Mengidentifikasi momen transisi kunci dari sebuah startup menjadi perusahaan skala besar.
  • Memahami faktor-faktor penentu (success factors) yang memungkinkan pertumbuhan eksponensial.
  • Mengevaluasi keputusan kepemimpinan dan manajemen sumber daya selama fase pertumbuhan cepat.

2. Instruksi Pemilihan Kasus

Mahasiswa diminta memilih satu perusahaan (lokal atau internasional) yang telah terbukti berhasil melakukan scale-up secara signifikan dalam 5-10 tahun terakhir.

  • Contoh Lokal: GoTo (Gojek/Tokopedia), Traveloka, J&T Express, atau Kopi Kenangan.
  • Contoh Internasional: Airbnb, Netflix, Zoom, atau ByteDance (TikTok).
  • Contoh UMKM Sukses: Brand lokal yang bertumbuh dari garasi hingga memiliki ratusan cabang (misal: Haus!, Erigo, atau Eiger).

3. Struktur Analisis (Maksimum 3 Halaman)

Laporan studi kasus harus mencakup poin-poin berikut:

A. Fase Transisi (The Turning Point)

  • Kapan perusahaan tersebut mulai beralih dari fase "bertahan hidup" (survival) ke fase scale-up?
  • Apa indikator utamanya? (Misal: perolehan pendanaan Seri B, ekspansi ke negara baru, atau lonjakan pengguna harian).

B. Strategi Penggerak Skala (The Scale Drivers)

Analisis elemen mana yang paling berpengaruh dalam proses scale-up mereka:

  • Inovasi Teknologi: Apakah mereka menggunakan otomatisasi atau platform digital untuk menangani jutaan transaksi?
  • Model Bisnis: Apakah ada perubahan model bisnis (misal: dari jual putus menjadi langganan)?
  • Manajemen SDM: Bagaimana mereka mengubah struktur organisasinya untuk menampung ribuan karyawan baru?

C. Analisis Metrik & Pendanaan

  • Sebutkan (jika tersedia data publik) berapa nilai pendanaan yang mereka peroleh dan dari mana sumbernya.
  • Analisis bagaimana mereka menjaga Unit Economics (keseimbangan biaya akuisisi pelanggan vs keuntungan dari pelanggan).

D. Pelajaran yang Dipetik (Lesson Learned)

  • Apa satu keputusan paling berisiko yang mereka ambil namun membuahkan hasil?
  • Bagaimana perusahaan tersebut tetap menjaga identitas/budaya aslinya di tengah pertumbuhan yang sangat cepat?

 

4. Format Laporan

  1. Judul: Analisis Scale-Up [Nama Perusahaan].
  2. Visualisasi: Sertakan satu grafik/tabel yang menunjukkan pertumbuhan perusahaan (misal: grafik jumlah pengguna atau pendapatan tahunan).
  3. Kesimpulan Pribadi: Tuliskan pendapat Anda, apakah pertumbuhan mereka masih berkelanjutan (sustainable) atau berisiko mengalami penurunan (burnout).

 

5. Kriteria Penilaian

Kriteria

Indikator Keberhasilan

Kualitas Referensi

Menggunakan data dari laporan tahunan, berita bisnis terpercaya, atau studi kasus akademik.

Ketajaman Analisis

Tidak hanya menceritakan sejarah, tapi mampu menjelaskan "mengapa" dan "bagaimana" strategi tersebut berhasil.

Keterkaitan Materi

Menggunakan istilah-istilah dari materi (misal: Burn rate, Product-Market Fit, Churn) secara tepat.

Visualisasi Data

Grafik yang disajikan mendukung narasi pertumbuhan.


6. Tips Pengerjaan

Gunakan teknik 5-Whys untuk menggali lebih dalam. Jika sebuah perusahaan tumbuh karena "iklan besar-besaran", tanyakan lagi: "Mengapa mereka punya uang untuk iklan itu?" (Pendanaan). "Mengapa investor mau mendanai?" (Karena LTV mereka tinggi). Analisis seperti inilah yang diharapkan dalam tugas ini.

 

Daftar 5 Perusahaan (Startup) Indonesia yang saat ini sedang berada dalam fase Scale-Up yang signifikan. Anda dapat memilih salah satu dari daftar ini untuk dijadikan objek Tugas Mandiri:

1. eFishery (Agrotech)

  • Mengapa Menarik: Perusahaan ini berhasil melakukan scale-up di sektor yang tidak biasa, yaitu budidaya ikan dan udang. Mereka beralih dari sekadar penjual alat pemberi pakan otomatis (auto-feeder) menjadi platform ekosistem akuakultur ujung-ke-ujung (pendanaan, pakan, hingga pasar).
  • Momen Scale-Up: Menjadi "Unicorn" agrotech pertama di Asia Tenggara setelah meraih pendanaan Seri D senilai USD 108 juta pada tahun 2023.

2. Kopi Kenangan (F&B / New Retail)

  • Mengapa Menarik: Contoh klasik scale-up model New Retail. Mereka menggunakan teknologi (aplikasi) untuk mempercepat transaksi dan mengoptimalkan efisiensi operasional di ratusan gerai.
  • Momen Scale-Up: Ekspansi masif ke pasar internasional (Malaysia dan Singapura) serta diversifikasi produk ke sektor FMCG (kopi kemasan botol di minimarket).

3. J&T Express (Logistik)

  • Mengapa Menarik: Salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Strategi scale-up mereka sangat agresif melalui kolaborasi dengan platform e-commerce besar dan investasi besar pada otomatisasi gudang sortir.
  • Momen Scale-Up: Ekspansi ke luar Asia Tenggara, menjangkau pasar China, Timur Tengah, dan Amerika Latin dalam waktu yang relatif singkat.

4. Akulaku (Fintech)

  • Mengapa Menarik: Berawal dari layanan kredit belanja (PayLater), Akulaku berhasil melakukan scale-up menjadi ekosistem keuangan digital yang lengkap, termasuk perbankan digital (Bank Neo Commerce).
  • Momen Scale-Up: Mendapatkan investasi strategis dari raksasa perbankan Jepang (MUFG) yang memperkuat struktur permodalan mereka untuk ekspansi kredit di Asia Tenggara.

5. Evermos (Social Commerce)

  • Mengapa Menarik: Mereka melakukan scale-up dengan memberdayakan ribuan reseller di kota-kota kecil (tier 2 dan tier 3). Ini adalah strategi pertumbuhan yang berbasis pada komunitas dan ekonomi inklusif.
  • Momen Scale-Up: Meraih pendanaan Seri C senilai USD 39 juta pada tahun 2023 untuk memperkuat rantai pasok dan infrastruktur teknologi bagi UMKM lokal.

 

Panduan Memilih untuk Tugas Anda:

  • Jika Anda tertarik pada Teknologi & Algoritma, pilihlah J&T Express.
  • Jika Anda tertarik pada Strategi Branding & Operasional Gerai, pilihlah Kopi Kenangan.
  • Jika Anda tertarik pada Dampak Sosial & Pemberdayaan, pilihlah eFishery atau Evermos.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar