Kerjakan persoalan yang bersumber dari Materi Pembelajaran 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 berikut :
1. Entrepreneurial Mindset di Era Digital
Analisislah bagaimana jiwa kewirausahaan (entrepreneurial mindset) dapat dibangun dan dikembangkan oleh generasi muda di era digital saat ini. Jelaskan peran faktor internal (seperti motivasi, kreativitas, dan ketangguhan pribadi) serta faktor eksternal (seperti lingkungan pendidikan, teknologi digital, dan dukungan komunitas) dalam pembentukan karakter wirausaha.
Uraikan pula bagaimana platform digital, media sosial, dan ekosistem startup dapat menjadi katalisator dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan. Berikan contoh konkret penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus, komunitas, maupun dunia kerja.2. Growth Mindset, Resilience, dan ESG
Analisislah bagaimana growth mindset dan motivasi
intrinsik berperan penting dalam membentuk daya tahan (resilience)
seorang wirausahawan menghadapi tantangan di era disrupsi. Jelaskan bagaimana
kedua aspek tersebut dapat mendorong inovasi, adaptasi, dan keberanian
mengambil risiko dalam menghadapi perubahan teknologi dan pasar. Selain itu,
uraikan bagaimana integrasi nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial (ESG:
Environmental, Social, Governance) dapat memperkuat keberlanjutan usaha,
meningkatkan kepercayaan publik, dan membedakan posisi bisnis di tengah
persaingan yang semakin ketat. Sertakan contoh nyata penerapannya pada
wirausaha atau startup di Indonesia yang menggabungkan ketangguhan pribadi
dengan komitmen sosial dan lingkungan.
3. Kreativitas,
Inovasi, dan Komersialisasi Ide
Analisislah bagaimana sinergi antara kreativitas, inovasi,
dan ide bisnis dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dalam
kewirausahaan. Jelaskan tantangan utama yang dihadapi wirausahawan muda dalam
mengubah ide kreatif menjadi produk atau layanan yang bernilai komersial,
termasuk keterbatasan sumber daya, minimnya akses pasar, dan budaya takut
gagal. Uraikan strategi konkret yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan
tersebut, seperti validasi ide, prototyping, kolaborasi lintas disiplin, dan pemanfaatan
teknologi digital. Berikan contoh nyata dari perusahaan atau startup di
Indonesia yang berhasil mengembangkan ide kreatif menjadi solusi bisnis yang
berdampak.
4. Analisis Kelayakan dan Business Model Canvas
Analisislah bagaimana wirausahawan dapat menilai kelayakan
suatu ide usaha dengan menggunakan pendekatan analisis pasar (kebutuhan dan
perilaku konsumen), teknis (kemampuan produksi dan operasional), dan finansial
(biaya, pendapatan, dan proyeksi keuntungan) secara terpadu. Jelaskan bagaimana
Business Model Canvas (BMC) dapat membantu memvisualisasikan, menyusun,
dan memvalidasi elemen-elemen utama dari model bisnis, seperti proposisi nilai,
segmen pelanggan, saluran distribusi, dan struktur biaya. Sertakan contoh
konkret dari usaha atau startup di Indonesia yang berhasil mengubah ide bisnis
menjadi peluang nyata melalui analisis kelayakan dan penerapan BMC secara
efektif.
5. Business Plan dan Ketahanan Usaha
Analisislah bagaimana penyusunan business plan yang
komprehensif dapat memperkuat daya saing dan ketahanan usaha kecil di tengah
tantangan era disrupsi. Jelaskan peran masing-masing komponen utama dalam
business plan—strategi pemasaran (STP dan marketing mix), strategi operasional
(rantai pasok, proses produksi, kontrol kualitas), dan strategi keuangan
(proyeksi laba rugi, arus kas, titik impas)—dalam membentuk fondasi bisnis yang
berkelanjutan. Uraikan pula bagaimana integrasi nilai-nilai ESG (Environmental,
Social, Governance) dalam business plan dapat meningkatkan kepercayaan
investor, loyalitas pelanggan, dan reputasi bisnis. Berikan contoh nyata
penerapannya pada UMKM atau startup di Indonesia yang berhasil bertahan dan
berkembang melalui perencanaan strategis.
6. Strategi Pemasaran Digital dan KPI
Pertanyaan Lengkap: Analisislah bagaimana pendekatan
STP (Segmentasi, Targeting, Positioning) dan bauran pemasaran (Marketing
Mix: Product, Price, Place, Promotion) dapat saling melengkapi dalam
membentuk strategi pemasaran yang relevan dan berdampak bagi usaha kecil di era
digital. Jelaskan bagaimana pemanfaatan kanal digital seperti media sosial,
marketplace, dan SEO dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan
interaksi pelanggan. Uraikan pula bagaimana pengukuran kinerja pemasaran
melalui Key Performance Indicators (KPI) seperti awareness, engagement,
conversion, dan ROI dapat membantu wirausahawan mengevaluasi efektivitas
kampanye dan melakukan perbaikan strategi. Sertakan contoh nyata dari UMKM atau
startup di Indonesia yang berhasil membangun komunitas pelanggan melalui
pendekatan pemasaran digital yang terukur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar