Motivasi diri bagi pengusaha bisa
diibaratkan sebagai modal awal sebagai pengusaha untuk bisa sukses. Motivasi diri akan memberikan semangat dan energi,
sehingga pengusaha tidak akan mudah goyah dan jatuh pada berbagai permasalahan
yang akan dia hadapi dalam menjalankan bisnisnya.
Motivasi diri ini harus selalu
ditumbuhkan dan dipupuk. Karena motivasi itu tidak muncul dengan sendirinya.
Memang wajar dan manusiawi motivasi seseorang itu naik turun. Tugas kita hanya
bagaimana mempertahankan apabila sudah memiliki motivasi dan memunculkannya
apabila tidak memiliki motivasi sama sekali. Motivasi akan menciptakan tindakan
dan tindakan itulah yang akan menghasilkan sukses.
Berikut
adalah 11 prinsip menjadi pengusaha Sukses :
·
Sukses dapat didefinisikan dalam berbagai
cara. - Jangan
membuat kesalahan dengan memfokuskan secara eksklusif pada berapa banyak uang
yang anda hasilkan. Uang memungkinkan untuk melakukan sesuatu, tidak lebih,
tidak kurang. Anda dapat menggunakan uang untuk membantu orang lain. Ini
memberi kesempatan untuk bermurah hati dan melakukan hal yang benar.
·
Menjadi sukses akan memakan waktu lebih
lama dari yang kita pikirkan seharusnya. - Tidak ada cara tepat
menjadi sukses. Jangan percaya siapa pun yang mengatakan sebaliknya. Mereka
mengiklankan bagaimana cara cepat mencapai keberhasilan. Mengejar kesuksesan
itu membutuhkan waktu dan proses lama karena untuk jangka panjang. Profesi
pengusaha itu membutuhkan dedikasi.
·
Banyak Cara untuk mencapai keberhasilan - Entrepreneur itu
selalu bergerak. Jadi belajarlah sebanyak mungkin dari orang lain. Belajar dari
pengusaha sebanyak mungkin. Tapi bukan berarti anda mengikuti jalan mereka,
anda bisa membuat peta jalan sendiri dan mengubahnya. Tentu kita sudah
mengetahui bahwa mendengar dan membaca pengalaman para pebinis sukses mempunyai
jalan berbeda dalam meraih kesuksesan.
·
Harus bersedia berkorban - Waktu adalah salah
satu dari mereka (usaha). Jadi pastikan anda menikmati apa yang anda lakukan.
Menjadi pengusaha harus merelakan waktu, karena waktu adalah uang. Apalagi saat
memulai dan bagi pemula. Namun, jangan biarkan dedikasi anda menghancurkan
bagian lain dari kehidupan anda. Memang banyak orang berkata harus bekerja 24
jam sehari. Akan tetapi kuncinya ada ditangan kita sendiri.
·
Perlakukan setiap orang dengan hormat
- Kita
semua saling berhubungan. Industri lebih kecil dari seperti kelihatannya.
Pengusaha bijaksana selalu memperlakukan setiap orang dengan hormat. Pebisnis
yang telah hidup dalam proses kesuksesan berjiwa sosial yang tinggi.
Memperlakukan setiap orang dengan hormat. Karena mereka pada umumnya mereka
sudah mengalaminya.
·
Jika
seseorang memperlakukan anda dengan buruk dari awal, usahakan untuk memperbaiki
hubungan tersebut menjadi lebih baik.
·
Cobalah untuk bersabar - Situasi buruk terjadi
ketika anda terburu-buru. Perlu diperhatikan bahwa waktu adalah salah satu aset
terbesar pebisnis. Jika anda memberikan cukup waktu untuk berpikir sesuatu,
anda akan menemukan lebih banyak kemungkinan.
·
Jangan mencoba untuk mengubah orang yang
sulit. Berfokuslah
pada mengubah cara anda menangani mereka. Itulah salah satunya hal yang dibawah
kendali anda.
·
Memiliki sikap positif - Orang ingin bekerja
dengan orang yang mereka sukai. Tapi tentu mencari orang seperti itu sulit,
apalgi sesuai dengan skil yang dibutuhkan ke dalam bisnis. Maka memiliki sikap
positif pada siapapun adalah cara terbaik agar dapat bekerjasama dengan setiap orang.
Jika kita berpikir postif pada orang yang tidak kita sukai, besar kemungkinan
mereka juga akan melakukan hal yang sama.
·
Selalu berkata jujur, bahkan ketika itu
menyakitkan. - Terkadang
kita menjauhkan diri dari kejujuran, karena ketakutan beberapa hal. Menjaga
harga diri atau menjaga perasaa orang lain. Tapi kejujuran walalupun
menyakitkan harus tetap disampaikan, karena satu hal dapat berakibat baik atau
buruk dalam di masa akan datang.
·
Mengakui kesalahan - Banyak pengusaha yang
memiliki egois tinggi. Ketika merasa salah, takut dan malu mengakui kesalahan.
Tetap menyalahkan orang lain, pemerintahan bahkan sampai melemparkan kesalahan
kepada karyawannya. Maka ketika anda gagal mengambil tanggung jawab atas
tindakan sendiri atau pegawai, akuilah. Sebab itu bisa membusuk dan menjadi
sebuah kebencian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar