April 14, 2016

Hubungan Kreativitas dan Inovasi dalam Kewirausahaan


Hubungan Kreativitas dan Inovasi dalam Kewirausahaan

Oleh : Nila Rose Rosyada

Pengertian Wirausaha

Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.

Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil

akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau

ketidakpastian.

Sedangkan kewirausahaan juga dapat diartikan sebagai kemampuan kreatif dan inovatif yang di jadikan

dasar, kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang menuju sukses, inti dari kewirausahaan adalah

kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, melalui berfikir kreatif dan bertindak

inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena  memiliki

kemampuan berfikir kreatif dan inovatif. Sukses Kewirausahaan akan tercapai apabila berfikir dan

melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.

Pengertian Kreativitas Wirausaha

Kreativitas adalah cara berpikir untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau menghasilkan gagasan-

gagasan/ide-ide baru. Tingkat kebaharuannya menunjukkan tingkat/kualitas kreativitas yang dimilikinya.

Gagasan-gagasan/ide-ide baru itu belum memberikan manfaat nyata, akan tetapi potensial untuk

dikembangkan menghasilkan manfaat nyata. Gagasan-gagasan baru dapat berasal dari gagasan-gagsan

yang sudah ada, atau yang belum ada sebelumnya, dapat juga berasal dari calon konsumen/pembeli, dari

kemajuan-kemajuan teknologi. Kewajiban seorang wirausaha dengan kemampuan berpikirnya yang

dinamis dapat menghasilkan gagasan- gagasan/ide-ide baru dari berbagai sumber bagi perusahaan yang

akan dikembangkannya.

Proses Kreatifitas

Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif pada

tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu dapat lebih kreatif dari

pada  orang lain. Hal  yang sama  juga  dialami  oleh  orang  yang dilatih dan  dikembangkan  dalam suatu

lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak

secara kreatif . Konsep kreativitas menurut Alan William dimulai dari keinginan yang disengaja oleh

seseorang dan di runtun sampai bagaimana karya kreatif tersebut dapat dipasarkan ke masyarakat sebagai

komoditi ekonomi. Proses tersebut meliputi 8 tahapan yaitu :

1. Awareness and Interest (Kesadaran dan Minat)

Awal proses kreativitas di mulai dari pengamatan atau sesuatu masuk dalam pikiran

seseorang. Seorang wirausahawan menyadari akan pentingnya hal tersebut sehingga timbul

minat untuk mendalami dan mencari solusi untuk permasalahan tersebut.

2. Preparation and Understanding ( Persiapan dan Pemahaman)

Tahapan ini muncul setelah timbulnya minat, seseorang mulai memikirkan semua unsurnya

secara rinci. Melalui pemikiran analisis, ia membuat diagnosis atas pengetahuan atas

permasalahan yang diamatinya, sehingga timbul pemahaman tentang solusi untuk

permasalahan yang diamatinya.

3. Absorbtion and Incubation (Penyerapan ide dan inkubasi)

Kegiatan penyerapan dalam proses kreativitas adalah kesadaran untuk menyimpan

pengetahuan tentang permasalahan yang diamati. Penyimpanan ide tersebut mengendap

dalam pikiran selama beberapa waktu untuk dimatangkan sehingga bisa dihadirkan dalam

sebuah produk kreatif yang sempurna.

4. Inspiration and illumination (Inspirasi dan iluminasi)

Proses inspirasi adalah proses dimana munculnya ide-ide baru secara tiba-tiba. Sedangkan

iluminasi adalah proses dimana seseorang telah menemukan titik terang untuk solusi

permasalahan yang diamatinya. Proses iluminasi muncul setelah sesorang mendapatkan

inspirasi.

5. Refinement and Adjustment ( Pencerahan dan  Penyesuaian )

Tidak semua produk/pemikiran kreatif yang dihasilkan seseorang langsung berbentuk

sempurna. Proses pengujian di dunia nyata adalah proses yang sangat penting untuk

membuktikan apakah masih ada kekurangan dari produk/pemikiran kreatif seseorang.

6. Acceptance and Commitment ( Penerimaan dan Komitmen )

Proses penerimaan suatu produk/pemikiran kreatif seseorang memerlukan proses yang sangat

panjang  sebelum dapat diterima oleh masyarakat, dan apabila sudah dapat diterima dengan

baik di masyrakat (acceptance) maka dengan sendirinya produk kreatifitas tersebut akan

mendapatkan pengakuan dan dukungan dari masyarakat (commitment).

7. Implementation ( Penerapan secara nyata )

Penggunaan produk kreatif adalah tahap akhir dari proses kreatif. Produk kreatif dianggap

berhasil apabila dapat menjadi solusu atas suatu masalah dan dapat di implementasikan dengan

berhasil.

Inovasi Wirausaha

Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan

menemukan peluang (doing new  thing)  inovasi  merupakan  fungsi  utama  dalam  proses

kewirausahaan. Peter Druckermengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi wirausahawan. Dengan

inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksi baru maupun pengelolahan sumber daya

yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Inovasi adalah sutu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat di pasarkan. Inovasi lebih

dari sekedar ide yang baik suatu gagasan murni memegang peranan penting, dan pikiran kreatif

mengembangkanya menjadi gagasaan berharga. Meskipun demikian terdapat perbedaan yang signifikan

antara sebuah ide yang timbul semata dari spekulasi dan ide yang merupakan hasil pemikiran riset

pengalaman dan kerja yang sempurna hal yang lebih penting, Wirausahawan yang prospektif harus

mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide melalui tahapan pengembangan. Dengan demikian

inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan serta

dedikasi untuk mempertahankan konsep melalui implementasi.

Proses Inovasi

Proses Inovasi secara umum terbagi menjadi 3 tahapan yaitu:

1. Fase pengembangan ide

Sebuah inovasi tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui proses pemikiran yang serius.

Ide baru dapat muncul dari mana saja, maka dari itu seorang wirausahawan yang baik harus

dapat membebaskan seluruh karyawannya untuk berpikir kreatif karena dari ide-ide tersebut

mungkin akan muncul sebuah inovasi yang mampu mendukung kemajuan usahanya.

2. Fase Pemantapan ide.

Ide tesebut lalu di tamping untuk dikaji lebih lanjut untuk mengetahui tingkat

keseimbangannya dengan teknologi yang dimiliki, kemampuan sdm, biaya produksi,

keinginan pasar, dan sebagainya.

3. Fase pembangunan dan penerapan ide

Apabila ide baru sudah dipertimbangkan dengan aspek diatas maka langkah selanjutnya

adalah mendeskripsikan langkah-langkah strategis nya dari awal hingga penerapannya secara

nyata.

3. Kesimpulan

Tuntutan konsumen akan mutu produk dan jasa semakin tinggi. Oleh sebab itu, bagi wirausahawan sangat

penting memperhatikan masalah mutu dalam proses produksi, pelayanan dan manajemen. Dengan mutu

yang baik, maka produk dan jasa yang dihasilkan dapat berkompetisi di pasar dan dapat bersaing dengan

produk sejenis. Dan dengan akan dimulainya era perdagangan maka wirausahawan harus segera berbenah

diri agar mereka dapat menghadapi era ini dengan persiapan yang lebih mantap

Salah satu penerapan sistem mutu yang sekarang sudah banyak digunakan adalah ISO 9001:2008. Dengan

menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) pada bidang wirausaha diharapkan dapat memacu

semangat para karyawan untuk lebih memperhatikan mutu produk nya agar dapat bersaing di pasaran, dan

tujuan lain dari penerapan SMM adalah untuk diakui secara nasional dan internasional dan dapat menarik

minat para pengusaha internasional untuk bekerja sama.

Demikian kesimpulan yang dapat saya uraikan dalam makalah ini. Sistem Manajemen Mutu sangat

diperlukan dalam era perdagangan bebas seperti sekarang. Dalam rangka untuk bertahan di era

perdagangan bebas maka seorang wirausahawan harus memiliki kreativitas dan inovasi dalam

menjalankan usahanya. Penerapan Sistem Manajemen Mutu merupakan langkah kreativitas dan inovasi

dalam kewirausahaan yang sangat tepat untuk menghadapi era perdagangan bebas

Daftar Pustaka

Nugroho, Arissetyanto. 2008 Membangun usaha sukses sejak usia muda. Jakarta:Selemba Empat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar