Secara singkat sistem bisnis orang cina dapat dijelaskan sebagai berikut :
·
orang cina mengizinkan
pelanggannya membuat pilihan sendiri tanpa ada tekanan dari pemilik.
·
sukses bisnis tidak menggunakan
jalan pintas
· pelanggan lama diberikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa sedangkan pelanggan baru diiming-imingi oleh potongan harga dan kemudahan kredit.
· pelanggan lama diberikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa sedangkan pelanggan baru diiming-imingi oleh potongan harga dan kemudahan kredit.
·
pekerja dalam sistem bisnis
cina bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis.
Berikut
seni bisnis orang cina :
·
berwirausaha penuh dengan
persaingan yang keras dan dilakukan dengan berbagai macam cara.
·
dalam berwirausaha diperlukan
adanya kecermatan atau ketelitian yang tinggi dan sikap fleksibel.
·
seni berdangang orang cina
selalu mengutamakan win-win solution.
·
pengusaha baru rajin bekerja,
ramah, dan menjadikan pelanggan sebagai sahabat dekat.
·
pengusaha harus memiliki daya
tahan, mental, dan jiwa yang sehat.
·
Etika dan Rahasia Keberhasilan
Orang Cina
Berikut
adalah rahasia keberhasilan orang cina :
·
beberapa faktor yang mendorong
keberhasilan orang cina adalah banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman di
tempat lain, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme.
·
dalam sistem sosial orang cina,
anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. cara menunjukan penghormatan kepada
orangtua adalah mengkat derajat keluarga adalah kaya, dengan cara berdagang.
·
uang jangan dijadikan
penghalang. asal ada kemauan disitu pasti ada jalan, yang terpenting adalah
harus tabah dan sanggup untuk hidup susah.
Cara
Bisnis Orang Cina
·
untuk menjadi pedagang sukses
harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
·
tidak boleh pelit mengeluarkan
biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
·
bekerja minimal 18 jam sehari
·
harus fleksibel dan beradaptasi
dengan kondisi yang ada.
·
tempat usaha harus mudah
diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
·
tidak boleh semata-mata
mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat dan kehendak orang
banyak.
·
bekerja sendiri supaya dapat
mandiri serta memiliki daya juang, semangat yang tinggi, dan pantang menyerah.
·
citra dibentuk dengan pelayanan
yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian.
·
lebih suka mempekerjakan sanak
keluarga sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
·
akan merasa rendah diri jika
gagal hidup mandiri dan hanya
mendapatkan gaji sepanjang hidupnya.
·
sebagian keuntungan harus di
simpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan
apapun yang terjadi di luar dugaan, sebagaian digunakan untuk modal kerja.
Orang Tionghoa, khususnya yang hidup di
perantauan, kerap dianggap bertangan dingin dalam berbisnis. Inilah Beberapa
rahasia kaum Tionghoa menjadi pengusaha sukses secara singkat!
1. Terlibat sejak dini
Di kalangan pebisnis Tionghoa, melibatkan
keluarga sejak dini adalah hal biasa. Bila seorang ayah membuka rumah makan,
maka anak-anaknya ditugaskan menjadi pelayan, sedangkan istri menjadi kasir.
Begitu anak beranjak dewasa, mereka sudah menguasai seluk-beluk bisnis di luar
kepala dan menjalankannya tanpa canggung.
2. Administrasi dan pembukuan yang baik
Sangat jarang toko yang dijalankan
pengusaha Tionghoa kehabisan stok barang. Sebab mereka menerapkan sistem
administrasi barang yang baik. Sedangkan pembukuan yang baik membuat arus kas
berjalan lancar.
3.
Dua puluh persen biaya hidup
Sebelum bisnis benar-benar sukses (dengan
kata lain sudah kaya raya), orang Tionghoa terbiasa hidup sederhana, yaitu
dengan cara menggunakan hanya 20 persen dari penghasilan mereka. Bila punya
pendapatan Rp 10 juta, maka yang digunakan untuk biaya hidup hanya Rp 2 juta
saja dan sisanya ditabung atau diinvestasikan.
4. Berani ambil risiko
Keyakinan bahwa selalu ada kesempatan di
setiap rintangan, membuat pengusaha Tionghoa lebih berani mengambil risiko.
Kata gagal sepertinya sudah dihapus dari kamus mereka.
5.
Survei dan belajar
Pengusaha Tionghoa yang akan memulai usaha
tak segan bertanya dan belajar kepada siapa pun untuk mendapatkan informasi
sebanyak mungkin mengenai usaha yang akan dimulainya. Mempelajari dengan
sungguh-sungguh tentang usaha yang akan digeluti membuat usaha mereka cepat
meroket, karena sudah tahu seluk beluknya.
6. Pelayanan terbaik
Ada pepatah Tionghoa yang mengatakan, ‘Jika
tak pandai tersenyum, jangan membuat toko.” Maksudnya, Anda harus memberikan
pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tanpa pelayanan yang memuaskan, dijamin
pelanggan akan pindah ke toko sebelah.
7. Memelihara relasi
Pengusaha Tionghoa terkenal pandai menjaga
hubungan dengan pelanggannya. Hal sederhana yang acap dilakukan adalah
memberikan hadiah kepada pelanggan. Meski tak selalu berharga mahal, namun
tetap akan meninggalkan kesan baik bagi pelanggannya, sehinga mereka ingin
selalu kembali ke toko tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar