Sebagai pengusaha muda harus
memiliki pribadi yang mengenali diri sendiri seperti lebih mengenal karakter
pribadi, mengenal bakat dan kemampuan. Kita juga harus memiliki sikap
mempersiapkan perubahan sikap mental seperti siap menghadapi ketidakpastian.
Ketidakpastian yang dimaksut misalnya berupa pemasukan, dengan itu kita membutuhkan cara lain, cara memperkecil ketidakpastian itu sendiri adalah dengan membuat perencanaan usaha yang baik detail dan realistis. Selain itu kita juga harus siap mengatakan “bisa”, jadi selama pelanggan bersedia membayar maka sudah menjadi kewajiban penguasaha untuk memenuhi kebutuhannya. Kita juga harus selalu siap bekerja keras, tekun dan sabar. Misalnya kita harus mau menekuni apa yang menjadi usaha kita, tidak mudah menyerah terhadap hasil yang kita dapatkan, dan terus berusaha mengembangkan usaha yang kita jalankan menjadi lebih baik. Kita juga harus bisa berani mengambil resiko namun resiko yang kita ambil harus dalam perhitungan yang matang sehingga tidak menimbulkan kerugian dalam usaha kita.
Ketidakpastian yang dimaksut misalnya berupa pemasukan, dengan itu kita membutuhkan cara lain, cara memperkecil ketidakpastian itu sendiri adalah dengan membuat perencanaan usaha yang baik detail dan realistis. Selain itu kita juga harus siap mengatakan “bisa”, jadi selama pelanggan bersedia membayar maka sudah menjadi kewajiban penguasaha untuk memenuhi kebutuhannya. Kita juga harus selalu siap bekerja keras, tekun dan sabar. Misalnya kita harus mau menekuni apa yang menjadi usaha kita, tidak mudah menyerah terhadap hasil yang kita dapatkan, dan terus berusaha mengembangkan usaha yang kita jalankan menjadi lebih baik. Kita juga harus bisa berani mengambil resiko namun resiko yang kita ambil harus dalam perhitungan yang matang sehingga tidak menimbulkan kerugian dalam usaha kita.
Kita
juga harus mempersiapkan keterampilan kita atau softskill seperti menjaga
reputasi, reputasi perlu ditingkatkan dengan cara berkelakuan baik yang akan
membawa citra baik seorang pengusaha.selain itu kita juga harus mampu membangun
jaringan dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri, menjadi anak gaul, membuat
kartu nama serta menyebarluaskannya, menawarkan persahabatan yang tulus. Kita juga
harus memiliki naluri mengenali peluang usaha dengan cara menentukan arah usaha
dan minat, menumbuhkan kepekaan
lingkungan dan kondisi sekitar dan menerapkan manajemen informasi.
Kita harus
jeli dalam melihat kesempatan, banyak pengusaha kreatif yang mendapatkan ide
sederhana dari kehidupan sehari – hari. Selain itu kita harus bisa
meminimalisasi biaya operasional, memanfaatkan orang – orang yang sukses,
dengan cara memanfatkan orang – orang yang dapat membantu kesuksesan, misalnya
memanfaatkan pengaruh orang sukses sebelumnya untuk membangun sebuah
kredibilitas dalam berbisnis. Kita juga harus mau menginvestasikan kembali
kekayaan yang kita miliki dalam usaha, karena banyak pengusaha sukses yang
membuat variasi dan menginvestasikan kembali kekayaan yang mereka miliki. Hal
ini untuk memastikan mereka agar tidak jatuh bangkrut.
Persiapan
menjadi pengusaha muda harus bisa bernegosiasi dan memiliki sikap profesional
sehingga dalam melakukan usaha tidak hanya memikirkan keuntungan satu pihak
saja. Setelah semua persiapan itu telah dimiliki, kita bisa membangun usaha itu
saat muda dan merealisasikan mimpi menjadi kenyataan. Mimpi yang diikuti dengan
tindakan dan langkah nyata. Karna pengusaha yang berhasil adalah pengusaha yang
mampu bermimpi, bersemangat, dan bertindak mencapai tujuan.
sumber :
bisnis.liputan6.com
Buku kewirausaan,“Membangun usaha sukses sejak usia muda”,Salemba empat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar