Maret 25, 2016

Kokohnya Mental Orang Cina dalam Berbisnis

Oleh :  Novia Rindang Sari

falsafah bisnis orang cina:
1. Untuk mencapai sukses orang cina harus berdagang. bekerja keras dan berani membuka peluang usaha baru merupakan kunci keberhasilan
2. Hasil usaha berupa keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh sikap, usaha , dan keyakinan
3. Berdagang dapat dijadikan sebagai hobi tetapi bukan untuk mengisi waktu luang.
4. Berdagang adalah pekerjaan yang serius dan bukan pekerjaan ikut-ikutan
5. Pengalaman berdagagnya biasanya di turun kan kepada anak , cucu serta keluarganya
6. Keuntungan yang diperoleh tidak langsung di pakai untuk berfoya-foya melainkan untuk menambah modal kembali

Budaya bisnis orang cina:
1. Orang cina rela bangun pagi dan terus bekerja sampai malam (tekun)
2. Untuk berdagang orang cina tidak perlu memerlukan teori yang rumit yang penting mau bekerja keras
3. Budaya dagang cina mengutamakan hal penting "siapa cepat siapa dapat"

Sistem bisnis orang cina:
1. Orang cina mengizinkan pelanggannya membuat pilihan sendiri tanpa ada tekanan dari pemilik (kepercayaan kepada pelanggan)
2. Tidak mau instan orang cina butuh proses untuk menjalankan bisnis
3. Tidak terburu-buru dalam mengmbil keputasan jika bisnis yang satu belum berhasil maka orang cina tdak akan membuka bisnis yang baru
4. Jika mendapat keuntungan tauke (pemilik bisnis) tidak hanya buat dirinya sendiri malah orang cina tersebut membagi hasilnya ke anak buahnya (karyawan)

Jika kita ingin sukses dalam usaha terapkanlah mental orang cina dengan cara :
Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama pedangang Cina, hal ini dilakukan agar orang tersebut tidak lari ke tempat lain dan tetap setia padanya. Mereka juga bekerja tidak mengenal lelah. Orang Cina terkenal hemat yang dimana hasil keuntungan disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan untuk kemungkinan suatu hal yang tidak terduga akan terjadi.Oleh karena itu, yuk terapkan budaya orang cina dalam berusaha

Sumber:
Suharyadi, dkk. (2007). Membangun usaha sukses sejak usia muda. Salemba Empat: Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar