Oleh: Levita Yuliprasetya
Mengalahkan mitosPendidikan menjadi kunci sukses keluar dari kesulitan dan membantu meraih keberhasilan usaha, jangan percaya pada mitos-mitos terkait berwirausaha.
Mitos: Wirausaha merupakan bakat dan keturunan
Kenyataannya, banyak pengusaha meraih sukses bukan hanya karena bakat dan keturunan.
Mitos: Pengusaha adalah pelaku bukan pemikir
Kenyataannya, banyak pengusaha yang bukan hanya sebagai pelaku dilapangan, tetapi sebagai pemikir.
Menurut McGrath dan MacMillan, Lima karakteristik yang dimiliki oleh pengusaha:
1. Pengusaha sangat bersemangat dalam melihat atau mencari peluang-peluang baru
2. Pengusaha mengejar peluang dengan disiplin yang ketat
3. Pengusaha hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang lain yang belum jelas
4. Pengusaha berfokus pada pelaksanaan
5. Pengusaha mengikutsertakan energi setiap orang yang berada dalam jangkauan mereka
Motivasi Berprestasi
Semakin seseorang meyakini bahwa dirinya dapat mengelola berbagai kekuatan dan kelemahan maka semakin yakin ia bahwa dirinya dapat mewujudkan suatu prestasi
Ciri-ciri pribadi wirausaha yang berhasil:
1. Berorientasi pada tindakan dan memiiki motif yang tinggi dalam mengambil risiko untuk mengejar tujuan
2. Dapat mendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada
3. Mempunyai perilaku yang agresif dalam mengejar tujuan atau berorientasi pada tujuan dan hasil
4. Mau belajar dari pengalaman dalam menjalankan perusahaan dari waktu ke waktu
5. Memupuk dan mengembangkan pribadi unggul secara terus-menerus
Menurut David C. McCleland kebutuhan ada 3 motif sosial:
1. Kebutuhan prestasi (n-Ach) merupakan hal yang menjadi pusat perhatian dan penelitian David C. McCleland kurang lebih 25 tahun.
Ciri-ciri orang yang memiliki n-Ach tinggi:
a. Senang menetapkan sasaran kerja menentang, mengandung unsur moderaterisk:
1. Tugas dan tanggung jawab yang terlalu mudah untuk diselesaikan karena tantangan yang rendah
2. Tugas dan tanggung jawab yang terlalu mudah untuk diselesaikan karena keberhasilan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor keberuntungan
b. Selalu merasa bahwa apapun yang terjadi, sebagian besar menjadi tanggung jawab (personal responsibility)
c. Dalam bekerja selalu ingin memperoleh umpan balik (using feedback)
2. Kebutuhan akan kekuasaan (n-Pow) merupakan hasil penelitian yang lama, dimana McClelland menemukan bahwa orang dengan n-Ach yang tinggi tidak membuat seseorang menjadi manajer yang efektif
Ciri-ciri dari seseorang dengan n-Pow yang tinggi:
a. Mempunyai dorongan untuk selalu kuat untuk dilihat sebagai penyelamat, pembantu, penolong dan pahlawan
b. Lebih mementingkan hasil akhir daripada proses
c. Berusaha untuk selalu mempengaruhi orang lain
3. Kebutuhan untuk berafiliasi (n-Aff) merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan memantapkan, melestarikan atau memperbaiki hubungan dengan orang lain
Ciri-ciri orang yang memiliki n-Aff tinggi:
a. Dalam bekerja lebih mementingkan suasana antara orang-orang yang bekerja dibandingkan dengan pekerjaan sendiri
b. Lebih memerhatikan reaksi atau sikap orang lain terhadapnya
c. Dalam melaksanakan tugas sangat dipengaruhi oleh siapa yang akan menjadi rekan kerja
Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
Apa saja yang kita dapatkan hari ini, baik disadari maupun tidak sebenarnya merupakan hasil dari proses kekuatan alam bawah sadar. proses mental bawah sadar dapat membantu kita melaksanakan kegiatan sehari-hari, pikiran manusia ada 2:
1. Pikiran Sadar(consious mind)
2. Pikiran Bawah Sadar(Sub conscious mind) mampu mengontrol tindakan secara otomatis
Beberapa Faktor atau Kondisi yang mendorong semakin produktifnya pikiran bawah sadar:
1. Sikap ragu-ragu(doubt)
2. Sikap berani(venturesome attitude)
3. Bermacam-macam pengalaman, memori, dan ketertarikan
4. Persiapan yag sempurna dan sungguh-sungguh
5. Menyerah sementara
6. Istirahat atau santai(relaxiation)
7. Menulis(writing)
8. Bertukar pikiran
9. Bebas dari kebingungan atau kekacauan
10. Batas waktu (deadline)
11. Tensi(tension)
McGregor menjelaskan Hukum pikiran bawah sadar:
1. Positif
2. Kalimat saat ini(present tense)
3. Pribadi
4. Pengulangan(persisten)
Sumber: Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta (Universitas Mercu Buana)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar