Beberapa masalah ini telah terjadi perubahan
sosial dan ekonomi yang sangat pesat sebagai akibat dari proses globalisasi
dalam berbagai sektor. Di sisi lain keprihatinan pun muncul oleh adanya inflasi
dan pengangguran. Di negara yang dilanda keterpurukan dalam berbagai aspek
seperti Indonesia sekarang ini, kekurangan pangan dan bencana kelaparan serta
tragedi kemanusiaan sering terjadi.
Melihat fakta-fakta di atas tentang kehidupan ekonomi yang tidak berjalan dengan baik, sejauh mana pengaruh kewirausahaan dapat memberikan solusi ekonomi, lingkungan, sosial maupun masalah kemanusiaan. Kewirausahaan memiliki peranan yang sangat penting dalam segala dimensi kehidupan ini. Sumbangan kewirausahaan terhadap pembangunan ekonomi suatu negara tidaklah disangsikan lagi. Suatu negara agar dapat berkembang dan dapat membangun secara ideal, harus memiliki wirausahawan sebesar 2% dari jumlah penduduk. Kehadiran dan peranan wirausaha akan memberikan pengaruh terhadap kemajuan perekonomian dan perbaikan pada keadaan ekonomi di Indonesia sekarang ini karena wirausaha dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pemerataan pendapatan, memanfaatkan dan memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan produktivitas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan pemerintahan. Sumber-sumber utama bagi pertumbuhan ekonomi adalah adanya investasi-investasi yang mampu memperbaiki kualitas modal atau sumber daya manusia dan fisik, yang selanjutnya berhasil meningkatkan kuantitas sumber daya produktif dan yang bisa menaikkan produktivitas seluruh sumber daya melalui penemuan-penemuan baru, inovasi, dan kemajuan teknologi.
Melihat fakta-fakta di atas tentang kehidupan ekonomi yang tidak berjalan dengan baik, sejauh mana pengaruh kewirausahaan dapat memberikan solusi ekonomi, lingkungan, sosial maupun masalah kemanusiaan. Kewirausahaan memiliki peranan yang sangat penting dalam segala dimensi kehidupan ini. Sumbangan kewirausahaan terhadap pembangunan ekonomi suatu negara tidaklah disangsikan lagi. Suatu negara agar dapat berkembang dan dapat membangun secara ideal, harus memiliki wirausahawan sebesar 2% dari jumlah penduduk. Kehadiran dan peranan wirausaha akan memberikan pengaruh terhadap kemajuan perekonomian dan perbaikan pada keadaan ekonomi di Indonesia sekarang ini karena wirausaha dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pemerataan pendapatan, memanfaatkan dan memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan produktivitas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan pemerintahan. Sumber-sumber utama bagi pertumbuhan ekonomi adalah adanya investasi-investasi yang mampu memperbaiki kualitas modal atau sumber daya manusia dan fisik, yang selanjutnya berhasil meningkatkan kuantitas sumber daya produktif dan yang bisa menaikkan produktivitas seluruh sumber daya melalui penemuan-penemuan baru, inovasi, dan kemajuan teknologi.
Pendahuluan
Krisis yang melanda bangsa Indonesia sejak tahun 1996 tidak hanya
berpengaruh terhadap dunia usaha, tetapi juga berpengaruh terhadap
kesejahteraan masyarakat luas. Dunia kerja semakin sempit, sementara masyarakat
yang membutuhkan lapangan kerja semakin meningkat. Pengangguran yang disebabkan
ketiadaan lapangan kerja pada akhirnya menjadi beban masyarakat juga.
Pengangguran ini akibat dari semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan terutama di
kota-kota besar.
Masyarakat yang tinggal di perkotaan sering mengharapkan mendapat
pekerjaan formal di kantor-kantor, sementara penawaran pekerjaan di sektor
formal sangat terbatas. Tuntutan kualitas sumber daya manusia makin lama makin
tinggi dan menuntut kekhususan yang lebih sulit untuk dipenuhi. Lapangan kerja
yang terbatas membuat orang mencari jalan untuk bertahan hidup agar dapat hidup
layak. Dengan melihat situasi tersebut maka sektor informal merupakan
alternatif yang dapat membantu menyerap pengangguran. Berwirausaha merupakan
satu alternatif jalan keluar terbaik. Wirausaha adalah seseorang yang
berkemauan keras melakukan tindakan yang bermanfaat. Wirausaha juga
didefinisikan sebagai orang yang memiliki gaagasan dan mengelola serta
menjalankan gagasannya tersebut. Kewirausahaan ialah kemampuan menggerakkan
orang-orang dan berbagai sumber daya untuk berkreasi, mengembangkan dan
menerapkan solusi terhadap berbagai masalah agar dapat menciptakan makna dan
memenuhi kebutuhan manusia.
Berdasarkan situasi diatas, kehadiran dan peranan wirausaha tentu
saja akan memberikan pengaruh terhadap kemajuan perekonomian dan perbaikan pada
keadaan ekonomi di Indonesia sekarang ini. Menjadi wirausaha berarti memiliki
kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang-peluang mengumpulkan sumber –
sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari
peluang – peluang tersebut. Dengan meningkatnya kewirausahaan, diharapkan
perekonomian di Indonesia juga meningkat.
Dengan demikian, tujuan utama penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis sampai berapa jauh keterkaitan antara
perkembangan kewirausahaan dengan perekonomian di Indonesia, untuk
mengetahui pengaruh positif perkembangan kewirausahaan terhadap tingkat
perekonomian Indonesia, serta untuk mengetahui resiko wirausahawan dalam pengembangan
bisnis di Indonesia.
Bagi pengusaha, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
bahwa tingkat keinginan untuk berwirausaha akan menjadi penentu kelangsungan
hidup usaha tersebut. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat digunakan
sebagai referensi yang dapat dijadikan bahan perbandingan dalam melakukan
penelitian di masa yang akan datang. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan
dapat memberikan manfaat yaitu menambah wawasan pengembangan ilmu mengenai
kewirausahaan dan pengaruhnya terhadap perekonomian di Indonesia, serta
meningkatkan kesadaran pembaca untuk berwirausaha dalam rangka meningkatkan
perekonomian di Indonesia.
Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan itu ialah kemampuan menggerakkan orang-orang dan
berbagai sumber daya untuk berkreasi, mengembangkan dan menerapkan solusi
terhadap berbagai masalah agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. Suatu
masyarakat yang didalamnya terdapat orang-orang yang memiliki jiwa
kewirausahaan akan mampu merespon perubahan kebutuhan dan realitas. Jiwa kewirausahaan
ini ditunjukkan oleh adanya keinginan untuk mengambil inisiatif dan bersifat
kreatif serta inovatif dalam mengelola orang dan sumber daya agar tercapai
hasil yang memuaskan
Keterkaitan antara Perkembangan Kewirausahaan
dengan Perekonomian
Selama dua tahun belakangan ini, kondisi Indonesia di berbagai
bidang tidak menunjukkan perubahan berarti. Kebijakan pemerintah masih
simpang siur, hukum semakin tidak jelas, musibah di mana-mana, dan kondisi
sosial kian tidak menentu. Di bidang ekonomi, tidak ada perubahan kearah
yang lebih baik. PHK tetap berlangsung karena banyak wirausahawan tidak lagi
berminat memulai atau mengembangkan usahanya, dan para investor asing sudah
banyak yang memutuskan untuk memindahkan usahanya ke negara lain yang lebih menjanjikan.
Di sisi lain, jumlah populasi dengan usia produktif tidak bisa
begitu saja menganggur. Hidup tetap harus berjalan dan penghasilan tetap mesti
dicari untuk menutupi biaya hidup yang kian mahal. Berbagai ide bisnis
bermunculan dan di diskusikan dalam berbagai forum pertemuan baik formal maupun
informal. Sebagian ide tersebut memang hanya merupakan “mimpi yang indah”
tetapi sebagian lagi ditanggapi dengan antusiasme yang tinggi. Dari hal ini
terlihat bahwa masyarakat kita justru merasa terpacu ketika dihadapkan pada
suatu krisis yang berkepanjangan. Hal ini senada dengan pendapat yang
dikemukakan David Fagin (dalam buku Crouch, tahun 2002), yang mengatakan bahwa
sebagian besar tantangan dapat dihadapi dengan kreativitas. Tanpa kreativitas,
problem jarang menjelma menjadi kesempatan.
Sumbangan kewirausahaan
terhadap pembangunan ekonomi suatu negara tidaklah disangsikan lagi. Suatu
negara agar dapat berkembang dan dapat membangun secara ideal, harus memiliki
wirausahawan sebesar 2% dari jumlah penduduk (PBB). Wirausahawan yang dimaksud
adalah yang sesuai dengan kriteria memiliki keahlian profesional, memiliki
karakter entrepreneur yang
kuat, memiliki
motivasi berprestasi tinggi (McClelland) dan kemampuan berinovasi (Drucker)
serta kemampuan dalam berafiliasi atau membangun aliansi.
Pengaruh Positif Kewirausahaan
Dampak positif sosio-ekonomis dengan adanya wirausaha yaitu
menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan
pemerataan pendapatan, memanfaatkan dan memobilisasi sumberdaya untuk
meningkatkan produktivitas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan
pemerintahan melalui program pemerintahan, seperti pajak dan lain-lain.
Hendra Esmara mengemukakan gagasan pengukuran pembangunan
Indonesia yang terdiri dari tiga komponen dan 20 indikator. Ketiga komponen
tersebut adalah penduduk dan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta
pemerataan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan gagasan tersebut maka
kewirausahaan dapat meningkatkan pembangunan Indonesia karena kewirausahaan
dapat menyediakan lapangan pekerjaan sehingga meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Menurut Michael P. Todaro, sumber kemajuan ekonomi bisa meliputi
berbagai macam faktor, akan tetapi secara umum dapat dikatakan bahwa
sumber-sumber utama bagi pertumbuhan ekonomi adalah adanya investasi-investasi
yang mampu memperbaiki kualitas modal atau sumber daya manusia dan fisik, yang
selanjutnya berhasil meningkatkan kuantitas sumber daya produktif dan yang bisa
menaikkan produktivitas seluruh sumber daya melalui penemuan-penemuan baru,
inovasi, dan kemajuan teknologi. Berdasarkan pendapat tersebut, kewirausahaan
dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Dengan adanya dampak positif wirausaha tersebut, maka pencari
lapangan kerja yang semula hanya berminat pada sektor formal diharapkan merubah
pandangannya dan beralih pada sektor informal. Menurut Stephen R. Covey,
perubahan tersebut seringkali merupakan proses yang menyakitkan. Ia merupakan
perubahan yang harus dimotivasi oleh suatu tujuan yang lebih tinggi, oleh
kesediaan untuk menomorduakan apa yang anda pikir anda inginkan sekarang untuk
apa yang anda inginkan di kemudian hari.
Resiko Wirausahawan dalam Pengembangan Bisnis
Seiring dengan perkembangan usaha yang biasanya diikuti dengan perubahan
gaya manajemen, maka pada saat yang sama para wirausahawan dihadapkan pada
berbagai resiko. Pada dasarnya ada dua resiko yang dihadapi oleh para
wirausahawan ketika diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Kedua
resiko tersebut adalah resiko riil, yaitu resiko yang terlihat, bisa dihitung,
bisa diantisipasi dan bisa dihindari dan resiko psikologis, yaitu resiko yang
tidak terlihat, tidak bisa dihitung, bisa diantisipasi, tetapi belum tentu bisa
dihindarkan.
Menurut Walter Wriston (dalam
buku Chouch, tahun 2002), kehidupan merupakan proses pengaturan resiko, bukan
penghapusannya. Keluhan-keluhan seperti yang disebutkan di atas seharusnya
tidak perlu terjadi jika para wirausahawan sudah mempersiapkan infrastruktur
sumber daya manusia sejak keputusan pengembangan perusahaan dibuat. Dalam
kenyataannya, perencanaan SDM ini jarang dilakukan oleh para wirausahawan
bahkan seringkali dilupakan. Penempatan para profesional di dalam perusahaan
menjadi proses tambal sulam, akibatnya
pembajakan terhadap tenaga profesional sering terjadi, padahal belum tentu
profesional hasil bajakan tersebut tepat dengan kebutuhan perusahaan, akhirnya
tidak jarang wirausahawan menjadi kecewa.
Menurut pendapat Douglas Mc Gregor (dalam buku Sadarachmat, tahun
2001), ada dua jenis teori yang menunjukkan sifat-sifat manusia dalam bekerja,
yaitu teori X dan teori Y. Teori X berasumsi bahwa pada dasarnya manusia itu
pemalas, selalu berusaha sedikit mungkin, tidak mempunyai ambisi, tidak ingin
berinisiatif yang mereka inginkan hanyalah rasa aman, tidak mempunyai tanggung
jawab. Sedangkan teori Y berasumsi bahwa manusia pada dasarnya tidak menentang
kebutuhan berorganisasi dan memandang bahwa bekerja sebagai suatu kegiatan yang
wajar atau kebutuhan, seperti halnya makan, tidur, istirahat, dan sebagainya.
Manusia salalu siap dan ingin memikul tanggung jawab. Berdasarkan teori
tersebut, kita bisa membayangkan jika asumsi-asumsi mengenai teori X tersebut
berada di sekeliling kita, betapa beratnya dan sukarnya mengurus suatu organisasi.
Hal ini lah yang menghambat perkembangan kewirausahaan.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Kewirausahaan itu sangat penting untuk perekonomian kehidupan kita
sehari-hari. Dengan adanya inovatif dan kreatif kita bisa membuat usaha sendiri
dalam bentuk apapun usahanya. Karena di indonesia kewirausahaannya masih agak
rendah dan belum maju, maka kita diharuskan untuk berwirausahaa dan
mengembangkan usaha kita untuk meningkatkan perekonomian sehari-hari.
Saran
Setelah dilakukan penelitian tentang
pengaruh perkembangan kewirausahaan terhadap tingkat perekonomian Indonesia ,
maka disarankan wirausaha dapat menjadi alternatif dalam usaha pengentasan
kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat mendukung
kemajuan kewirausahaan di Indonesia dengan cara memberikan bantuan modal
sehingga wirausahawan dapat mendirikan usaha tanpa halangan mengenai biaya
modal. Pencari lapangan kerja yang semula hanya berminat pada sektor formal
juga diharapkan merubah pandangannya dan beralih pada sektor informal yaitu
wirausaha.
Daftar Pustaka
·
Covey, Stephen R. 1997. The 7 Habits of Highly
Effective People. Jakarta : Binarupa Aksara.
·
Crouch, Van. 2002. Buku Saku Para CEO (Chief
Executive Officer). Jakarta
: Harvest Publication House.
·
Esmara, Hendra. 1986. Perencanaan dan Pembangunan di
Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia.
·
Sadarachmat, Duduh. 2001. Bunga Rampai Manajemen.
Surabaya : Majalah Mitra.
·
Todaro, Michael P. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia
Ketiga Edisi Ketujuh. Jakarta : Erlangga.
Sumber internet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar