Maret 21, 2016

Cara Berbisnis Orang Cina

Oleh: Denna Lerisha

Kita sering silau oleh capaian ekonomi segelintir WNI keturunan Cina. Nama mereka membikin merinding. Tapi bukan hanya di bidang ekonomi saja. Mereka juga menonjol di bidang lain seperti olahraga, iptek, dll.


Ungkapan “orang Cina sesungguhnya pandai berdagang”. Namun bakat, minat dan kepandaian berdagang itu tidak datang dengan sendiri. Kepandaian berdagang itu sebenarnya dapat dibentuk, dipoles, diasah dan dipelajari.

 Berikut ini adalah beberapa cara berbisnis Orang Cina:

1. Untuk menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
2. Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
3. Bekerja minimal 18 jam sehari
4. Harus fleksibel dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.
5. Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
6. Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat dan kehendak orang banyak.
7. Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat yang tinggi, dan pantang menyerah.
8. Citra dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian.
9. Lebih suka mempekerjakan sanak keluarga sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
10. Akan merasa rendah diri jika gagal hidup  mandiri dan hanya mendapatkan gaji sepanjang hidupnya.
11. Sebagian keuntungan harus di simpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi di luar dugaan, sebagian digunakan untuk modal kerja.

Dan di balik itu semua ada kerja keras tanpa lelah dan keuletan tinggi. Rudy Hartono sampai sering menangis karena “dipaksa” berlatih tiap hari oleh ayahnya. Nama lainnya masih banyak.

Tapi itu semua tidak menjadi wakil keturunan Cina di negeri ini. Cobalah datang dan blusukan ke pedalaman Kalimantan Barat. Kita akan menjumpai orang-orang yang sama-sama sengsara hidupnya dengan orang pribumi, sama-sama tertekan, tinggal di tempat yang sangat tidak layak di pinggiran atau di dalam hutan. Mereka keturunan Cina anak cucu dari kuli yang a.l. didatangkan oleh Sultan Sambas untuk mendulang emas di Monterado. Di Kab. Singkawang, dan Pontianak mereka hidup membaur, sama-sama menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Mereka kerja bakti, ronda, dll sama seperti warga lainnya. Baik di perkotaan maupun di perdesaan, masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hanya segelintir yang berhasil dalam bidang ekonomi.

Yang mengenaskan, sebagian orang keturunan Cina dari pedalaman Kalbar itu begitu menderitanya hingga merelakan anaknya “dikawin kontrak” oleh pria-pria petualang asal Hongkong dan Taiwan. Ada yang berhasil mengangkat ekonomi keluarga di kampung, tapi tidak sedikit yang keliru memilih pasangan dan berakhir tragis sebagai PSK. Mudah-mudahan sekarang tidak ada lagi.

Jadi anggapan "orang Cina itu pandai berdagang" sebenarnya tidaklah selalu benar. Siapa pun orangnya, jika dia memiliki kepandaian dan kemauan, pasti akan bisa sukses seperti orang Cina yang pandai berdagang.



Daftar Pustaka

Suharyadi, dkk. 2007. Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta: Salemba Empat.
Sentulfresh. 2015. BEBERAPA KIAT SUKSES BERDAGANG CARA ORANG CINA. http://sentulfresh.com/2015/02/26/berdagang-cara-orang-cina/ , 21 Maret 2016.
Adji Subela. 2015. Orang Keturunan Cina Banyak Yang Sukses? Tidak! .
 http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=18207&type=9#.VvAPqtoayK1, 21 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar