Dalam menjalankan usaha perdagangan, orang Cina mempunyai tata cara yang
tidak formal dan tidak birokratis. mereka menjadikan perdagangan semudah
mungkin. hal ini yang menjadikan budaya pragmatis dalam perdagangan orang Cina.
sebagai contoh, transaksi/ order yang bernilai miliaran di medan cukup dilakukan dengan secarik kertas, sehingga prosesnya tidak rumit, namun atas kepercayaan menjadi dasar penting dalam berusaha. orang Cina juga termasuk pekerja keras, karena pengaruh ajaran kongucu. walaupun mereka sudah berhasil tetap akan bekerja keras. oleh sebab itu tidak ada kesuksesan yang kemudian berhenti. orang Cina bekerja tidak cukup 8 sampai 10 jam sehari, tetapi justru 16 sampai 18 jam. mereka bukan penggila kerja tetapi mereka adalah pekerja keras, dan mempunyai semangat kerja yang tinggi. orang Cina juga mempunyai sifat yang konsisten pada tujuan yang telah ditetapkan, serta tidak pernah lari dari tujuan atau tidak fokus, dan apabila pada suatu tujuan tercapai, maka usaha tidak akan pernah berhenti karena akan ada tujuan lain yang ingin di capai. orang Cina meyakini bahwa bidang perdagangan inilah yang dapat menjadikan kaya, meningkatkan taraf hidup dan kesenangan, selain menjadi dinamis dalam mengarungi kehidupan.
sebagai contoh, transaksi/ order yang bernilai miliaran di medan cukup dilakukan dengan secarik kertas, sehingga prosesnya tidak rumit, namun atas kepercayaan menjadi dasar penting dalam berusaha. orang Cina juga termasuk pekerja keras, karena pengaruh ajaran kongucu. walaupun mereka sudah berhasil tetap akan bekerja keras. oleh sebab itu tidak ada kesuksesan yang kemudian berhenti. orang Cina bekerja tidak cukup 8 sampai 10 jam sehari, tetapi justru 16 sampai 18 jam. mereka bukan penggila kerja tetapi mereka adalah pekerja keras, dan mempunyai semangat kerja yang tinggi. orang Cina juga mempunyai sifat yang konsisten pada tujuan yang telah ditetapkan, serta tidak pernah lari dari tujuan atau tidak fokus, dan apabila pada suatu tujuan tercapai, maka usaha tidak akan pernah berhenti karena akan ada tujuan lain yang ingin di capai. orang Cina meyakini bahwa bidang perdagangan inilah yang dapat menjadikan kaya, meningkatkan taraf hidup dan kesenangan, selain menjadi dinamis dalam mengarungi kehidupan.
Berikut adalah falsafah bisnis orang cina :
"Pedangan yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang
membuatnya bangkit kembali."
falsafah ini mengajarkan kepada kita untuk tidak putus asa. apabila gagal,
maka kita tidak boleh berhenti. kegagalan seharusnya menjadi pendorong untuk
mecapai keberhasilan selanjutnya.
Berikut adalah budaya bisnis orang cina :
"Apabila orang cina mengatakan akan berdagang, mereka biasanya tidak
akan berfikir panjang untuk melakukannya. pengalaman dan kemahiran tidak
penting kerena dapat dipelajari."
budaya ini menujukan bahwa inti usaha orang cina adalah berdagang. dan
untuk berdagang tidak terlalu membutuhkan ilmu dan teori yang rumit, yang
penting mau bekerja keras dan belajar dari orang lain yang lebih berpengalaman.
2. Sistem dan Seni Bisnis Cina
secara singkat sistem bisnis orang cina dapat
dijelaskan sebagai berikut :
- orang cina mengizinkan pelanggannya membuat pilihan sendiri tanpa ada tekanan dari pemilik.
- sukses bisnis tidak menggunakan jalan pintas
- pelanggan lama diberikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa sedangkan pelanggan baru diiming-imingi oleh potongan harga dan kemudahan kredit.
- pekerja dalam sistem bisnis cina bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis.
Berikut seni bisnis orang cina :
- berwirausaha penuh dengan persaingan yang keras dan dilakukan dengan berbagai macam cara.
- dalam berwirausaha diperlukan adanya kecermatan atau ketelitian yang tinggi dan sikap fleksibel.
- seni berdangang orang cina selalu mengutamakan win-win solution.
- pengusaha baru rajin bekerja, ramah, dan menjadikan pelanggan sebagai sahabat dekat.
- pengusaha harus memiliki daya tahan, mental, dan jiwa yang sehat.
3. Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina
Berikut adalah rahasia keberhasilan orang cina :
ü beberapa faktor yang mendorong
keberhasilan orang cina adalah banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman di
tempat lain, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme.
ü dalam sistem sosial orang cina, anak
laki-laki adalah ahli waris keturunan. cara menunjukan penghormatan kepada
orangtua adalah mengkat derajat keluarga adalah kaya, dengan cara berdagang.
ü uang jangan dijadikan penghalang.
asal ada kemauan disitu pasti ada jalan, yang terpenting adalah harus tabah dan
sanggup untuk hidup susah.
4. Cara Bisnis Orang Cina
ü untuk menjadi pedagang sukses harus
mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
ü tidak boleh pelit mengeluarkan biaya
tambahan untuk memikat hati pelanggan.
ü bekerja minimal 18 jam sehari
ü harus fleksibel dan beradaptasi
dengan kondisi yang ada.
ü tempat usaha harus mudah diakses dan
menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
ü tidak boleh semata-mata mengikuti
pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat dan kehendak orang banyak.
ü bekerja sendiri supaya dapat mandiri
serta memiliki daya juang, semangat yang tinggi, dan pantang menyerah.
ü citra dibentuk dengan pelayanan yang
diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian.
ü lebih suka mempekerjakan sanak
keluarga sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
ü akan merasa rendah diri jika gagal
hidup mandiri dan hanya mendapatkan gaji sepanjang hidupnya.
ü sebagian keuntungan harus di simpan
untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apapun yang
terjadi di luar dugaan, sebagaian digunakan untuk modal kerja.
5. Ciri-ciri berdagang orang cina
http://sentulfresh.com/2015/02/26/berdagang-cara-orang-cina/ü Sabarü Tidak mudah putus asaü Tidak takut mengambil risikoü Ketika gagal bangkit lagi dan terus berjuangü Pandai merebut peluangü Memiliki kehumasan yang baik dan berpandangan jauh ke depan.
http://www.kompasiana.com/fatil/rahasia-kaya-orang-cina_55201d168133111b6e9de8e3
Surharyadi, Nugroho,Arissetyanto, dkk. (2012). Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda, Jakarta: Salemba empat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar