AD01,AD05,AD07,AD08,AD09,AD10.AD11,AD12,AD17,AD18,AD19,AD21,AD22,AD23,AD24,AD25,AD26,AD27,AD28,AD30,
Juni 16, 2025
PRESENTASI MILESTONE 2 KWH 3 PENYIARAN (3 JUNI 2025)
AD24,AD27,AD26,AD35,AD40,AD30,AD36,AD34,AD31,AD37,AD18,AD19,AD21,AD05,AD11,AD12,AD10,AD07,AD02,AD08,
Mei 29, 2025
KUIS 1 WADHWANI KWH 3 PENY (LANJUTAN)
AD26,AD27,AD28,AD30,AD31,AD32,AD33,AD34,AD35,AD36,AD37,AD38,AD39,AD40
REVIEW MODUL 9 WADHWANI (MIND MAP) KWH 3 - 20 MEI 2025
AD02,AD05,AD07.AD08,AD09,AD10, AD15,AD17,AD19,AD20,AD21,AD22,AD23,AD24,AD25,AD26,AD27,AD28,AD30,AD31,
Submit Milestone 1 Ignite Wadhwani KWH 3 Peny
AD07,AD04,AD10,AD17,AD22.AD24,AD27,AD16,AD41,AD33,AD32,AD37,AD34,AD31,AD35,AD26,AD30,AD40,AD36,AD19,
April 22, 2025
PRESENTASI BISNIS 1 KELAS AD
Selasa, 22 April 2025
AD07, AD12, AD17, AD19, AD22, AD23, AD24, AD25, AD26, AD27
April 21, 2025
UX Design dalam Prototipe: Kunci Meningkatkan Retensi Pengguna Awal
Oleh :
Anggun Lintang Cahyani
(44223010077), Fakultas Ilmu Komunikasi,
Program Studi Ilmu Komunikasi,
Universitas Mercu Buana.
- Desain yang tidak intuitif: Navigasi yang rumit dan fitur yang sulit dipahami membuat pengguna frustrasi dan meninggalkan produk.
- Kurangnya pengujian dengan pengguna nyata: Produk dikembangkan tanpa melibatkan pengguna dalam proses pengujian sehingga kebutuhan dan masalah pengguna tidak teridentifikasi dengan baik.
- Proses onboarding yang buruk: Pengguna baru tidak mendapatkan panduan yang jelas sehingga kesulitan memahami cara menggunakan produk.
- Kurangnya iterasi desain: Prototipe yang tidak diperbaiki secara berulang berdasarkan umpan balik pengguna menyebabkan produk akhir tidak sesuai harapan pengguna.
- Menguji konsep dan alur interaksi: Prototipe berfungsi sebagai simulasi awal dari produk akhir, memungkinkan tim desain dan pengembang untuk mengevaluasi bagaimana pengguna berinteraksi dengan fitur dan fungsi produk secara nyata. Hal ini penting untuk memastikan bahwa alur penggunaan mudah dipahami dan intuitif.
- Mengidentifikasi masalah sejak dini: Dengan melakukan pengujian usability pada prototipe bersama pengguna nyata, tim dapat mengenali berbagai kendala, kekeliruan, atau elemen yang membingungkan sejak awal. Identifikasi dini ini memungkinkan perbaikan sebelum proses pengembangan memakan biaya besar.
- Meningkatkan komunikasi tim lintas fungsi: Prototipe juga berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang sangat efektif, menjembatani pemahaman antara tim desainer, pengembang, pemangku kepentingan (stakeholders), dan bahkan calon pengguna. Dengan melihat prototipe, semua pihak bisa memiliki pemahaman yang sama terhadap arah dan bentuk produk.
- Penelitian kebutuhan dan perilaku pengguna (user research).
- Penyusunan persona dan user journey.
- Pembuatan wireframe dan prototipe.
- Hingga pengujian usability dan iterasi berkelanjutan.
- Menjamin relevansi produk: Dengan memahami dan mengakomodasi kebutuhan pengguna, prototipe yang dikembangkan lebih akurat mencerminkan harapan pasar.
- Meningkatkan kenyamanan pengguna: Produk yang didesain berdasarkan masukan pengguna cenderung lebih mudah digunakan dan memberikan pengalaman yang menyenangkan.
- Mengurangi risiko kegagalan: Produk yang dibangun tanpa memahami pengguna memiliki risiko besar untuk ditolak pasar. UCD membantu mengurangi risiko tersebut dengan menyediakan arah desain yang tepat.
- Usability yang tinggi: Pengguna akan lebih cenderung bertahan jika mereka merasa mudah menavigasi, memahami, dan menggunakan produk.
- Kesan pertama yang positif: Pengalaman awal pengguna sangat menentukan apakah mereka akan kembali. Interface yang intuitif dan proses onboarding yang mulus meningkatkan kemungkinan pengguna kembali.
- Pengalaman yang menyenangkan (delightful experience): Desain yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis dan emosional, dapat menciptakan koneksi emosional antara pengguna dan produk.
- Minimnya hambatan teknis dan psikologis: Produk dengan UX yang buruk cenderung membuat pengguna frustrasi, yang akhirnya berujung pada churn (pengguna berhenti menggunakan produk).
- Pembuatan prototipe awal: Merancang versi sederhana dari produk berdasarkan hasil riset dan ide awal.Pengujian dengan pengguna nyata: Mengundang pengguna target untuk mencoba prototipe dan memberikan feedback langsung.
- Pengumpulan dan analisis umpan balik: Mengidentifikasi pola masalah, pain points, dan harapan pengguna dari hasil pengujian.
- Perbaikan dan penyempurnaan: Menyesuaikan desain berdasarkan umpan balik untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
- Loyal terhadap produk atau layanan.
- Merekomendasikan produk kepada orang lain (word of mouth).
- Menggunakan produk secara berulang dalam jangka panjang.
- Mengurangi biaya akuisisi pelanggan (CAC): Dengan meningkatkan retensi, perusahaan tidak perlu terus-menerus menghabiskan biaya besar untuk menarik pengguna baru.
- Meningkatkan nilai pelanggan seumur hidup (CLV): Pengguna yang bertahan lebih lama dan lebih sering menggunakan produk memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi bisnis.
- Meningkatkan brand reputation dan kepercayaan: UX yang baik memperkuat identitas merek dan meningkatkan persepsi positif dari pengguna.
- Mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan: Produk yang memiliki UX unggul akan lebih cepat berkembang karena pengguna puas dan merekomendasikannya secara organik.
- Integrasikan UX design sebagai bagian fundamental dalam proses pengembangan produk, terutama pada tahap prototipe.
- Gunakan metode User-Centered Design untuk memahami kebutuhan pengguna secara mendalam.
- Libatkan pengguna nyata dalam pengujian prototipe untuk mendapatkan umpan balik yang valid dan relevan.
- Lakukan iterasi desain secara berkelanjutan berdasarkan hasil pengujian untuk menyempurnakan produk.
- Fokus pada penyederhanaan navigasi dan proses onboarding agar pengguna baru dapat dengan mudah memahami dan menggunakan produk.
- Investasikan dalam pelatihan tim UX dan gunakan teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas desain dan pengujian.
Daftar
Pustaka
Nielsen Norman Group. (2020). The Importance of
User Experience (UX) Design.
Telkom University. (2024). Mengapa UI/UX Design
Sangat Penting dalam Pengembangan Aplikasi.
Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Sains.
(2024). User-Centered Design pada User Interface (UI) / User Experience (UX)
Prototyping Aplikasi E-Commerce.
Yellowweb. (2024). UI/UX Design: Meningkatkan
Pengalaman Pengguna yang Mengagumkan.
Lumoshive. (2024). Memahami Desain Pengalaman
Pengguna (UX Design).
FlexDesignUX. (2024). UX Design: Meningkatkan
Pengalaman Pengguna dalam Produk Digital.
UIN Jakarta Repository. (2023). Perancangan User
Interface Aplikasi E-Order Olle by Qollega berdasarkan User Experience
menggunakan Metode Design Thinking.
MSBU Blog. (2024). Tren Terbaru UI/UX untuk
Meningkatkan Pengalaman Pengguna.
