Tampilkan postingan dengan label @V05-YULFARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @V05-YULFARA. Tampilkan semua postingan

Desember 01, 2022

MEMBANGUN BRAND IDENTITY DALAM BISNIS

 


Oleh: Yulfara Kartini (@V05-YULFARA)

Abstrak

Artikel ini membahas tentang bagaimana cara membangun brand identity dalam bisnis dan bagaimana manfaat yang akan diterima. Latar belakang artikel ini adalah kurangnya pemahaman mengenai branding. Kebanyakann dari pelaku bisnis masih menilai jika hanya dengan memiliki logo dan label berarti mereka sudah memiliki brand. Hal inilah yang menyebabkan bisnis mereka seperti jalan ditempat sehingga harus mengalokasikan biaya yang tidak sedikit saat menjalankan bisnisnya. Artikel ini disusun bertujuan agar pemula dapat memahami terkait pentingnya brand identity, bagaimana cara membangun brand identity yang baik serta manfaat yang akan dirasakan.

Keywords: Brand, Identity, Bisnis.

Pendahuluan

Kata branding pasti sudah tidak asing lagi. Namun, sebagian orang menganggap brand identity berkaitan dengan logo perusahaan. Brand identity ini biasanya tampak secara kasat mata terlihat dari nilai produk, warna, hingga simbol yang terus dibawa sejak awal memperkenalkan produk. Brand identitiy ini bukan hanya untuk perusahaan dengan skala besar melainkan bisnis menengah dan bisnis kecil seperti UKM juga perlu membangun brand. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor untuk membentuk persepsi orang-orang terhadap bisnis yang dijalankan. Membentuk persepsi sangatlah penting karena setiap perusahaan tentunya memiliki value yang ingin disampaikan kepada para penggunanya. Selain itu, brand identity juga akan membuat brand menjadi lebih unik sehingga dapat digunakan sebagai pembeda dengan pesaing. Brand identity yang efektif dan tepat dapat mempengaruhi pengembangan bisnis, menaikkan nilai jual produk, serta mampu menarik perhatian calon konsumen baru.

Permasalahan

Masalah utama yang sering dialami oleh mayoritas pelaku bisnis adalah kurangnya pemahaman mengenai branding. Kebanyakann dari pelaku bisnis masih menilai jika hanya dengan memiliki logo dan label berarti mereka sudah memiliki brand. Namun, rasanya usaha mereka seperti jalan di tempat. Kesalahan ini biasanya dilakukan oleh pemula yang tidak mengenal tentang manajemen bisnis dan bagaimana cara melakukan marketing. Karena yang mereka lakukan hanyalah rencana bisnis amatir serta modal yang mencukupi. Dengan banyaknya aspek yang disentuh, tidak heran jika sebuah bisnis akan berusaha sangat keras hingga mengalokasikan dana yang tidak sedikit untuk membangun brand identity.

Pembahasan

Identitas merek (brand identity) adalah seperangkat asosiasi merek yang unik yang diciptakan oleh para penyusun strategi merek. Asosiasi-asosiasi ini mencerminkan kedudukan suatu merek dan merupakan suatu janji kepada pelanggan dari anggota organisasi. Identitas merek akan membantu kemantapan hubungan diantara merek dan pelanggan melalui proposisi nilai yang melibatkan manfaat fungsional, manfaat emosional atau ekspresi diri. (Kotler & Keller, 2006). Sedangkan menurut Aaker (2008) Brand identity merupakan asosiasi merek yang unik yang menunjukkan janji kepada konsumen. Agar menjadi efektif, identitas merek perlu beresonansi dengan konsumen, membedakan merek dari pesaing, dan mewakili apa organisasi dapat dan akan lakukan dari waktu ke waktu. Terdapat cara membentuk brand identity yaitu:

a.     Lakukan Market Research

Market research dapat digambarkan sebagai identifikasi sistematis dan objektif, pengumpulan, analisis, dan penyebaran informasi untuk tujuan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan terkait dengan identifikasi dan pemecahan masalah dan peluang dalam pemasaran. Market research terhadap target pasar yang baik juga dapat membantu dalam menentukan bagaimana brand yang akan dibentuk.

b.     Gunakan Logo yang Memorable

Logo bisa disamakan sebagai CV dari sebuah perusahaan. Melalui logo bisa menceritakan siapa , bisnis apa yang kamu jalankan, manfaat apa yang akan didapat oleh calon pelanggan, dan hal-hal kecil lainnya. Hal itu lah yang membuat logo memiliki makna tersembunyi, baik dari warna, bentuk, atau simbol yang digunakan.

c.     Perhatikan Warna yang Dipilih

Setiap warna memiliki banyak arti yang mempengaruhi psikologi, Karena setiap warna memiliki arti psikologinya masing-masing, maka jangan terlalu banyak menggunakan warna dalam satu desain. Tampilkan warna yang paling mewakili desain dari merek, pilih beberapa warna utama, tetapi juga dapat memilih warna sekunder untuk digunakan bersama.

d.     Menggunakan Tipografi yang Tepat

Setiap brand memiliki karakter dan pesan tersendiri yang mana bisa muncul dan dimunculkan dari pemilihan jenis huruf. Adapun setiap jenis huruf juga memiliki karakter sendiri-sendiri. Memilih jenis huruf yang tepat dapat mengeluarkan maksud karakter dari brand.

Setelah membangun brand identity dengan baik, maka selanjutnya pelaku usaha akan mendapatkan manfaat yaitu distributor akan lebih percaya untuk menyalurkan produk atau jasanya serta kepercayaan konsumen sehingga distribusi produk atau jasa dari bisnis yang dimiliki menjadi lebih mudah. Loyalitas konsumen yang dimana secara tidak langsung ini juga akan menambah pendapatan bisnis, karena perusahaan yang terkenal dengan kualitas layanan atau produknya, semakin disukai oleh konsumen. Bila konsumen telah mengenal dan menyukai perusahaan tersebut, maka mereka tidak akan berpikir panjang untuk membeli produk-produk atau jasanya. Selanjutnya, brand identity ini memiliki manfaat yaitu referensi profesional yang dimana ini dapat merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain yang sedang membutuhkan.

Dalam melakukan brand identity ini terdapat dua pihak, yang pertama diri sendiri karena saat melakukan brand identity sendiri maka biaya atau pengeluaran yang kecil, namun perlu diperhatikan juga jika melakukannya sendiri karena harus ekstra dan perlu mengeluarkan banyak tenaga. Pihak yang kedua adalah jasa profesional, karena dengan menggunakan pohak kedua maka pemilik bisnis akan mendapatkan sudut pandang profesional dan feedback yang baik, namum pemilik bisnis harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sehingga untuk melakukan brand identitiy harus diperhitungkan dengan matang terkait finansial bisnis.

Kesimpulan

Merancang brand identity yang sukses membutuhkan banyak kerja keras dan kolaborasi. Untuk menjaga bisnis tetap pada rencana yang sama dan memberdayakan tim untuk melakukan pekerjaan terbaik, pastikan mereka terdidik, terinspirasi dan memiliki alat yang mereka dibutuhkan. Dan jika merasa kewalahan atau tidak memiliki sumber daya untuk mengerjakan sendiri proyek tersebut, pertimbangkan untuk membawa bantuan ahli. Pastikan juga dalam memiliki bisnis pengelolaan yang matang terutama dalam proses pembukuan dan pengelolaan keuangan usaha. Setelah mengetahui pentingnya brand identity bagi perusahaan, perlu juga memperhatikan hal-hal yang sebaiknya dihindari, seperti tidak meniru identitas brand yang dibuat oleh kompetitor dan hindari mengunggah konten secara tidak konsisten.

Daftar Pustaka

Trias, Ismi. (2021). Memahami Brand Identity dan Manfaatnya bagi Perusahaan. Glints. Online.

Andy, Nugroho. (2020). Pentingnya Membangun Brand Identity bagi Perusahaan. Qwords. Online.

Feriawan, Hidayat. (2021). Branding Jadi Kendala Utama Pelaku UMKM. Beritasatu. Online.

Afkar, Azhfar. (2022). Memahami Brand Identity dan Manfaatnya untuk Bisnis. Businesstech. Online.

Junaedi, Nur Lella. (2022). Brand Identity dan Manfaatnya. Ekrut Media. Online.

Modul Kewirausahaan III. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

November 24, 2022

Pentingnya Kesadaran Dan Kepatuhan Pajak Bagi Pelaku Usaha

 


Oleh: Yulfara Kartini (@v05 - Yulfara)


Abstrak

Artikel ini membahas tentang kesadaran dan kepatuhan pelaku usaha untuk membayar pajak usahanya. Latar belakang dari artikel ini adalah masih banyak sekali pelaku usaha yang tidak membayar pajak dengan alasan tidak mendapatkan keuntungan. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan sebagai upaya pemerintah dalam menerapkan wajib pajak bagi pelaku usaha. Artikel ini disusun bertujuan agar pelaku usaha dapat memahami dan mengetahui keuntungan serta manfaat membayar pajak serta menghilangkan stigma bahwa membayar pajak akan membuat usahanya bangkut.

Keyword: Pajak, Pelaku Usaha, UMKM.

Pendahuluan

Pajak memiliki peranan penting bagi penerimaan negara dalam mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Indonesia merupakan negara berkembang yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan pembangunan nasional dapat terlaksana dengan baik demi kesejahteraan masyarakat. Pajak dapat dikatakan sebagai penunjang dalam pembangunan nasional di Indonesia karena pembangunan nasional yang telah dilaksanakan sebagian besar dananya berasal dari sektor perpajakan. Pada dasarnya, pajak merupakan kontribusi wajib yang dibayarkan oleh masyarakat demi terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Salah satu sumber penerimaan pajak penghasilan yaitu berasal dari wajib pajak pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) baik orang pribadi maupun badan. Merujuk pada UU nomor 20 tahun 2008, UMKM dapat diartikan sebagai sebuah usaha produktif yang dilaksanakan oleh individu maupun badan dengan pendapatan paling banyak Rp50 miliar dalam satu tahun.

UMKM merupakan usaha yang mendominasi di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari data Kementerian Koperasi dan UMKM, dimana pada tahun 2018 UMKM berkontribusi sebesar 57,8 % terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) di Indonesia. UMKM di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berikut merupakan tren pertumbuhan UMKM di Indonesia dari tahun 2010-2018. Sejak tanggal 1 Juli 2013 pemerintah telah memberlakukan aturan mengenai pengenaan PPh final tarif 1% atas penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto tertentu dibawah 4,8 miliar yang di dalamnya termasuk pelaku UMKM.

Permasalahan

Meskipun penerapan PP nomor 46 tahun 2013 memberikan tren positif bagi penerimaan pajak negara, di sisi lain pelaku UMKM merasa bahwa tarif 1% yang diterapkan terlalu tinggi sehingga menyebabkan pemilik UMKM mengalami kerugian. Adanya ketidakadilan yang dirasakan sepanjang pemberlakuan PP nomor 46 tahun 2013 dengan pengenaan tarif 1% kepada pelaku UMKM membuat pemerintah mencabut PP nomor 46 tahun 2013 tersebut dan menggantinya dengan PP nomor 23 tahun 2018 yang diberlakukan mulai 1 Juli 2018. Dalam PP nomor 23 tahun 2018 terdapat penurunan tarif pajak UMKM menjadi 0,5%. Namun, masih sangat banyak badan usaha yang belum memenuhi kewajiban perpajakannya. Mereka menganggap membayar pajak merupakan hal yang merugikan usaha mereka karena mengurangi keuntungan. Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi otoritas pajak terhadap kewajiban dan kemudahan pembayaran pajak, kurangnya dukungan pemerintah daerah (Pemda) mendukung UMKM, dan pola UMKM berpindah dari offline ke platform digital.

Pembahasan

Pajak merupakan kontribusi wajib yang dibayarkan oleh masyarakat kepada pemerintah untuk biaya negara tanpa mendapat imbalan secara langsung. Jika pendapatan pajak menurun, otomatis proses pembangunan akan signifikan. Dari sisi pemerintah, pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Namun, dari sisi pengusaha pajak merupakan beban yang akan mengurangi laba bersih dari perusahaannya. Dari beberapa alasan pelaku UMKM malas membayar pajak tentu saja disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurang memahami peraturan pemerintah terkait ketentuan pajak, serta kurangnya pengetahuan dalam pengelolaan pembukuan keuangan untuk wajib pajak.

Membayar pajak menjadi kewajiban sebagai warga negara yang baik dan patuh terhadap peraturan. Selain itu, pelaku usaha juga akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang dapat membantu untuk mengembangkan usahanya. Beberapa keuntungan yang akan didapatkan oleh pelaku UMKM dalam membayar pajak yaitu meningkatkan kredibilitas usaha di mata perbankan, lembaga keuangan dan juga rekan bisnis, mempermudah urusan administrasi serta membuat perencanaan keuangan yang lebih baik. Disamping itu, meskipun banyak pengusaha yang tidak taat pajak karena berbagai hal, sebenarnya membayar memiliki beragam manfaat bagi pelaku bisnis. Berikut merupakan manfaat yang di dapatkan:

1.  Belajar Mengelola Keuangan, salah satu yang mengakibatkan pengusaha mudah sekali mengalami kebangkrutan, karena sebagian tidak seberapa ahli dalam mengelola keuangan bisnisnya. Oleh karena itu, dengan membayar pajak akan belajar mengelola keuangan dari hasil bisnis kita.

2.     Bisnis Terlihat Lebih Profesional, keunggulan lain dari membayar pajak selain dapat belajar mengelola keuangan adalah bisnis akan terlihat profesional di mata distributor maupun konsumen.

3.  Mendapat Pinjaman Lebih Mudah, Salah satu manfaat membayar pajak adalah mudahnya mendapatkan pinjaman dari Bank untuk bisnis.

4.  Menstabilkan Perekonomian Negara, Pajak dapat menjadi alat stabilitas ekonomi dalam berbagai kondisi yang dianggap mengancam keberlangsungan jalannya perekonomian Negara. Sebagian barang-barang impor dikenakan pajak tinggi oleh pemerintah dengan tujuan agar produksi dalam negeri mampu bersaing di pasaran. Dengan begitu, pengusaha akan memperoleh keuntungan yang berlipat karena dapat meningkatkan bisnisnya untuk terus maju dan bersaing dengan barang-barang produksi impor.

Kesimpulan

Dari beberapa keuntungan tersebut, maka para pelaku usaha dapat memperoleh banyak manfaat yang dapat dirasakan daripada menghindari pajak. Keuntungan tersebut antara lain yaitu dapat memiliki legalitas usaha, meningkatkan kredibilitas usaha, dapat membuat rencana keuangan lebih jelas, serta dapat mengajukan peminjaman ke bank hingga lebih dari Rp 60 juta untuk memngembangkan dan memperbesar usaha. Dari beberapa keuntungan dan manfaat yang didapatkan, maka pelaku usaha jauh lebih banyak manfaat yang akan dirasakan dengan membayar pajak.

Daftar Pustaka

Rauza Lia. 2021. Pentingnya Kesadaran Pelaku UMKM Wajib Pajak. Pajak. Online.

Jeven. 2021. Pentingnya Kesadaran dan Kepatuhan Pajak bagi UMKM. Sobatpajak. Online.

Edon Ramdani, dkk. (2022). Sosialisasi Pentingnya Pajak UMKM untuk Meningkatkan Kontribusi Pendapatan Negara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 1-5.

Fany Inasius. (2014, March 7). Pajak dan UMKM. Binus University. Online.

Umi Faddilah. (2021, October 19). Pentingnya Manajemen Pajak pada UMKM. News BSI. Online.

Keuntungan Membayar Pajak Bagi Pelaku UMKM. (2020, November 16). Sahabat UMKM. https://sahabatumkm.id/galeri/keuntungan-membayar-pajak-bagi-pelaku-umkm

November 11, 2022

Budaya Kerja Berdampak Positif Terhadap Bisnis


Oleh: Yulfara Kartini (@V05-Yulfara)

 Abstrak

Artikel ini membahas tentang dampak positif budaya kerja terhadap bisnis. Latar belakang dari artikel ini adalah masih adanya beberapa perusahaan yang memiliki budaya kerja yang negatif atau dapat dikatakan buruk. Hal inilah yang menyebabkan sebagian karyawan memutuskan resain dari perusahaan tanpa adanya alasan yang jelas serta banyaknya jam lembur yang diberlakukan pada karyawan. Artikel ini disusun bertujuan agar perusahaan dapat menumbuhkan budaya kerja yang positif untuk mencapai kesehatan mental dan produktifitas karyawan. Karena budaya kerja juga menjadi sifat dasar perusahaan. Hal ini berarti, seluruh aktivitas dalam perusahaan mulai dari membuat keputusan hingga bertingkah laku harus memegang budaya kerja atau company value-nya.

Keyword: Budaya Kerja, Positif, Karyawan, Perusahaan.

 

Pendahuluan

Bekerja menjadi salah satu aktivitas manusia untuk bertahan hidup. Setiap orang yang bekerja pasti menginginkan lingkungan kerja yang nyaman. Semua perusahaan pasti memiliki budaya kerja yang terbentuk dari waktu ke waktu melalui interaksi orang-orang di dalamnya. Budaya kerja di perusahaan dapat memberikan pengaruh pada individu dan sebaliknya. Budaya kerja tidak muncul dengan sendirinya, melainkan muncul dari peraturan-peraturan perusahaan dalam menjalankan manajemen dan operasionalnya. Peraturan ini nantinya akan menciptakan konsep kerja unik dan beragam.

Budaya kerja suatu perusahaan tentu akan mempengaruhi terhadap kinerja karyawan. Tujuan adanya budaya kerja adalah untuk mencapai hasil, visi, dan misi yang sesuai dengan keinginan perusahaan. Budaya kerja tak hanya mencakup cara berpakaian dan bekerja, tetapi juga mencakup hubungan antar karyawan dan juga gaya kepemimpinan. Dalam industri startup, salah satu hal yang paling sering dibahas ketika membangun sebuah bisnis adalah kultur atau budaya. Banyak yang meyakini bahwa budaya yang ditumbuhkan di dalam tubuh startup dapat membawa dampak yang positif, baik bagi tim maupun bagi bisnis secara keseluruhan.


Permasalahan

Setiap orang yang bekerja pasti menginginkan lingkungan kerja yang nyaman. Sementara untuk mengetahui ciri-ciri budaya kerja yang buruk, hanya akan diketahui jika sudah mulai merasakan hal-hal yang seharusnya tidak ada atau tidak layak di lakukan didalam suatu perusahaan. Saat ini, masih ditemukan di beberapa perusahaan terkait dengan budaya kerja yang tidak sehat. Seringkali karyawan menggosip satu sama lain dan saling menjelekkan. Tidak adanya karyawan yang bekerja lebih dari satu tahun, hal ini juga masih ditemukan karena begitu banyak karyawan yang resign atau keluar dari perusahaan tanpa sebab yang jelas. Sering lembur, perusahaan yang sering memberikan jam lembur ini di indikasikan bahwa karyawan tidak dapat bekerja secara efektif atau memang perusahaan yang tidak dapat mengatur jumlah pekerja dan jumlah pekerjaan secara profesional. Karena budaya kerja yang buruk ada di lingkungan perusahaan, maka akan timbul dampak negatif budaya kerja yaitu merosotnya laba perusahaan. Sehingga perusahaan bahkan dapat gulung tikar. Selain itu dampak negatif lainnya adalah perusahaan akan dicap sebagai perusahaan yang tidak memperdulikan karyawannya. Karena sejatinya harus ada batasan antara kepentingan pribadi dan kepentingan kantor. Karena hal ini dinilai cukup penting, untuk kesehatan mental para karyawan.

 

Pembahasan

Menurut Mangkunegara (2005) mengemukakan, bahwa budaya kerja merupakan perangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai, dan norma yang dikembangkan dalam suatu organisasi yang dapat dijadikan sebagai landasan tingkah laku anggota, untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal maupun integrasi internal. Budaya kerja adalah prinsip yang mengatur perilaku tiap individu dalam perusahaan. Dapat dikatakan, budaya kerja juga menjadi sifat dasar perusahaan. Hal ini berarti, seluruh aktivitas dalam perusahaan mulai dari membuat keputusan hingga bertingkah laku harus memegang budaya kerja atau company value-nya.

Karena dianggap penting, budaya kerja biasanya menjadi prioritas perusahaan dalam menerima kandidat. Budaya kerja adalah konsep yang berdasarkan kebiasaan atau pola perilaku setiap individu atau kelompok dalam suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi dalam bekerja. Hal tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan lebih produktif sehingga tujuan, visi, dan misi perusahaan dapat terwujud dan mampu melewati masalah.

Budaya kerja muncul dari peraturan-peraturan perusahaan ketika menjalankan manajemen dan operasionalnya. Ini juga dapat diartikan sebagai asumsi hasil dari pemecahan masalah pada perusahaan dalam proses penyesuaian. Budaya kerja juga berhubungan dengan mentalitas karyawan yang nantinya juga akan mempengaruhi suasana kerja. Berikut adalah ciri-ciri budaya kerja yang positif:

1.     Lingkungan Kerja Produktif

Ketika karyawan merasa senang dan nyaman dalam bekerja, itu menandakan bahwa mereka nyaman dengan suasana kerja atau suasana perusahaan yang kondusif dan nyaman. Inilah yang membuat karyawan menjadi lebih produktif dalam bekerja.

2.     Suasana Kerja yang Menyenangkan

Suasana yang menyenangkan dan ceria akan meningkatkan kreativitas dan semangat seseorang dalam bekerja. Tersedianya fasilitas seperti camilan, ruang bersantai juga dapat memberikan energi positif dan suasana yang menyenangkan bagi karyawan.

3.     Komunikasi yang Terbuka dan Jujur

Jika seluruh anggota dapat membuat komunikasi yang jujur dan terbuka, itu akan membuat kondisi kerja yang nyaman dan juga budaya kerja yang positif didalam perusahaan.

4.     Adanya Penghargaan dan Motivasi

Ketika karyawan sudah mencapai target yang diinginkan perusahaan, seharusnya perusahaan memberikan penghargaan agar karyawan merasa senang dan dihargai. Penghargaan itu dapat berupa bonus, sertifikat, promosi, atau hadiah kecil kepada karyawan yang sudah memberikan effort pada perusahaan.

5.     Budaya Kerja yang Sama Baik

Persaingan secara sehat dan adil sesama karyawan merupakan hal yang positif. Budaya kerja yang positif dapat mengurangi karyawan yang bersikap negatif karena akan merugikan perusahaan serta rekan kerjanya dan dapat membangun kerja sama yang baik.

Selain itu terdapat juga jenis-jenis budaya kerja yaitu clan culture yang dimana budaya ini memiliki sifat ramah, kolaborasi, sama seperti keluarga besar. Ikatan yang kuat, loyal, berpegang teguh pada tradisi. Perusahaan yang menggunakan budaya ini terikat dengan komitmen atau tradisi. Adhocracy culture, budaya ini mengutamakan perubahan dari eksperimen dan juga kebebasan individu. Market culture, budaya ini biasanya sangat kompetitif termasuk antar rekan kerja untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Hierarchy culture, budaya ini dikendalikann oleh pemimpin yang bertugas untuk memantau dan memfasititasi agar karyawan patuh dengan cara-cara yang benar dalam menjalankan bisnis menurut perusahaan.

Kesimpulan

Budaya kerja yang tidak sehat dalam perusahaan akan berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan juga produktifitas karyawan. Terlebih jika karyawan dianggap sebagai mesin untuk menghasilkan laba bagi perusahaan. Sebenarnya tidak ada budaya kerja yang benar atau salah, yang ada hanya budaya kerja yang sehat atau tidak sehat. Semua tergantung pada tujuan dan nilai-nilai perusahaan. Hal yang perlu diperhatikan adalah memilih perusahaan dengan budaya kerja yang sesuai. Sehingga, akan merasa nyaman dan bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, perlu mencari tau terlebih dahulu sebelum melamar pekerjaan ke suatu perusahaan.

Daftar Pustaka

Radikha, KC. (2021). 5 Jenis Budaya Kerja di Perusahaan. Hadirr. Online.

Benefita. (2021). Budaya Kerja Kunci Sukses Perusahaan dan Performa Karyawan. Niagahoster. Online.

Prayogo, Ryza. (2017). Pengaruh Budaya Kerja dalam Bisnis. Daily Sosial. Online.

Muhammad, Syahrian. (2022). Kenali Budaha Kerja yang Berdampak Positif bagi Bisnis. Businesstech. Online.

Lahiwu, J.C Renaldy. (2018). Budaya Kerja. Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Wibowo, Bagas N. (2020). Budaya Kerja Sebagai Pondasi Bekerja di Perusahaan. Kementrian Perindustrian Indonesia. Online.

Nandy. (2021). Budaya Kerja Menurut Para Ahli. Gramedia Blog. Online.

Modul Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

November 02, 2022

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Usaha Kecil Menengah

 


Oleh: Yulfara Kartini (@V05-Yulfara)

Abstrak

Sebagian besar orang bekerja untuk bisnis kecil atau menciptakan dan mengelola perusahaan kecil mereka sendiri, dan bisnis seperti ini mempunyai kebutuhan manajemen sumber daya manusia khusus. Tetapi perusahaan kecil membutuhkan uang ekstra bila mempekerjakan manajer sumber daya manusia. Hal inilah yang menjadi salah satu tantangan perusahaan kecil dan kewirausahaan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membantu dalam menerapkan apa saja yang harus dilakukan terkait dengan manajemen sumber daya manusia untuk menjalankan sebuah bisnis kecil menengah. Artikel ini membahas tantangan bisnis kecil serta bagaimana cara untuk menerapkan manajemen sumber daya manusia dalam usaha kecil menengah.

Keyword: Manajemen, SDM, Kewirausahaan.

Pendahuluan

Industri kecil merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia dan sudah terbukti bahwa dalam kondisi ekonomi yang sulit industri kecil menengah justru lebih mampu bertahan hidup, untuk itu usaha kecil menengah perlu dikembangkan. Sebagian besar orang bekerja untuk bisnis kecil atau menciptakan dan mengelola perusahaan kecil mereka sendiri serta bisnis seperti ini membutuhkan manajemen sumber daya manusia khusus. Usaha Kecil Menengah (UKM) saat menjadi perhatian khusus oleh pemerintah karena usaha kecil menengah ini mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Manajemen SDM untuk UKM sangat penting agar usaha yang didirikan bisa berkembang dan tidak mengalami kebangkrutan. Biasanya SDM yang rendah itulah yang menyebabkan kegagalan usaha sehingga manajemen SDM benar-benar harus ditingkatkan jika menginginkan usaha yang dijalankan maju dan berkembang. Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting bagi setiap usaha.  Sumber daya manusia yang berkualitas akan menentukan kejayaan atau kegagalan dalam persaingan (Tambunan, 2003).  Begitu juga dengan industri kecil, apabila di dalamnya terdapat sumber daya manusia yang berkualitas tentu akan menjadikan industri kecil berjaya. Hal ini akan menjadi salah satu tantangan perusahaan kecil dan kewirausahaan.

Permasalahan

Dalam mengelola sumber daya manusia pada perusahaan kecil berbeda. Terdapat beberapa tantangan bisnis kecil yaitu pelaku usaha kecil menengah belum mampu mennggunakan seorang spesialis SDM. Meskipun sumber daya manusia penting, hal ini tidak menjadi prioritas tinggi bagi usaha kecil menengah karena hal ini berhubungan dengan waktu, uang, tenaga dan keahlian. Hal yang penting bagi pelaku usaha kecil menengah adalah keuangan, produksi dan pemasaran sehingga SDM mendapatkan kepentingan yang relatif kecil. Ditambah lagi, manajemen sumber daya manusia cenderung menjadi lebih informal dalam perusahaan kecil. Serta kurangnya pelaku usaha mengontrol semua hal.

Pembahasan

Perusahaan kecil mempunyai praktik manajemen sumber daya manusia yang efektif berjalan dengan lebih baik dibandingkan dengan yang tidak melakukan praktik manajemen sumber daya manusia. UKM sekses dengan pertumbuhan tinggi memberikan penekanan lebih besar pada pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, perekrutan dan menetapkan tingkat kompensasi kompetitif dibandingkan mereka yang kurang berhasil. Hal ini didasarkan pada aktivitas sumber daya manusia ini memang faktanya memberikan dampak positif pada kinerja di perusahaan kecil.

Banyak perusahaan kecil menggunakan media sosial untuk merekrut pelamar. Perekrutan di media sosial mengandung risiko. Sebagai contoh, bercakap-cakapdengan seseorang yang profil Facebooknya mengungkapkan latar belakang etnis dapatmemaparkan pemberi kerja pada tuntutan diskriminasi jika pelamar tersebut tidak dipekerjakan. Sesuai kondisi permasalahan yang ada maka kegiatan pembangunan diarahkan agar para pengusaha:

  1. Mempunyai wawasan dan jiwa wiraswasta yang ulet, patriotik (cinta produk dalam negeri), dan profesional.
  2. Mampu mengidentifikasi, mengembangkan ataupun memanfaatkan peluang usaha.
  3. Mampu mendayagunakan sumber daya produktif dan mengakses pasar (lokal, dalam negeri maupun ekspor).
  4. Mempunyai kemampuan manajemen usaha, keahlian dan kemahiran teknis/teknologis.
  5. Mampu membangun daya saing (berwawasan efisiensi, produktivitas dan mutu, proaktif, kreatif dan inovatif).

Tahap awal dari manajemen ini adalah perencanaan dimana UKM ini memerlukan pekerja dalam jumlah kecil atau banyak. Perencanaan tentang tenaga kerja ini terdiri dari berapa banyak pekerja yang dibutuhkan, apa saja yang akan mereka kerjakan atau pekerjaan apa yang akan mereka kuasai, struktur organisasi dalam perusahaan yang akan dibangun dan juga segala hal yang menyangkut ketenagakerjaan. Perlunya rekruitment karyawan sesuai dengan kebutuhan akan memperkecil biaya operasional perusahaan. Karena pekerja yang dipilih sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan sehingga biaya perusahaan bisa ditekan seminimal mungkin. Manajemen SDM ini difungsikan bukan hanya untuk jangka pendek namun jangka panjang pun perencanaan untuk rekruitment karyawan tetap harus dipertimbangkan untuk menggantikan karyawan yang tidak produktif lagi.

Setelah UKM benar-benar mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan, selanjutnya bisa melakukan pengembangan, pelatihan dan evaluasi hasil kerja karyawan tersebut. Manajemen SDM sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan dalam jangka waktu beberapa lama untuk menentukan baik tidaknya pekerjaan mereka. Sebelum mereka bekerja, mereka harus mendapatkan pelatihan tentang apa yang akan mereka kerjakan. Baik bagi pimpinan perusahaan maupun karyawan manajemen SDM untuk UMK ini sangat bermanfaat ketika banyak persaingan usaha kecil dan menengah.

Kesimpulan

Semua aspek yang menyangkut karyawan harus dipahami dengan cermat. Setelah beberapa periode penilaian karyawan sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana kinerja mereka. Manajemen SDM untuk UKM ini sangat berpengaruh terhadap potensi perusahaan yang akan dijalankan atau sedang dijalankan. Bila manajemen tertata dengan baik tentu saja apa yang diharapkan akan tercapai. Usaha kecil dan menengah bukan hanya memerlukan skill saja namun perencanaan atau manajemen bagi SDM juga sangat berpengaruh. Melihat dari banyaknya UKM yang didirikan saat ini tentu saja harus ada perencanaan bisnis dan pengelolaan yang tepat.

Daftar Pustaka

Atmaja, Hanung Eka & Shinta Ratnawati. (2018). Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Usaha Kecil Menengah. Riset Ekonomi Manajemen. DOI: http://dx.doi.org/10.31002/rn.v2i1.818 . Online.

Daris, Ryan Muhammad & Yesica Yulian. (2017). Mengelola Sumber Daya Manusia dalam Perusahaan Kecil dan Wirausaha. Universitas Diponegoro. Semarang.

Wiranatha, Gustu. (2016). Mengelola Sumber Daya Manusia dalam Perusahaan Kecil dan Kewirausaha. Online.

Modul Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Oktober 27, 2022

PERAN MODERNISASI DALAM DUNIA BISNIS UMKM

 


Oleh: Yulfara Kartini (@V05-Yulfara)

Abstrak

Artikel ini membahas tentang peran modernisasi dalam dunia bisnis UMKM. Latar belakang dari artikel ini adalah masih terdapat pelaku UMKM yang belum menerapkan teknologi dalam menjalankan usahanya. Hal inilah yang menyebabkan sebagian UMKM tidak dapat berkembang karena tidak mampu bersaing di era digital seperti saat ini. Artikel ini disusun bertujuan agar para pelaku UMKM mulai menyadari peran modernisasi dan bagaimana cara untuk menerapkannya ke dalam bisnis UMKM. Karena arus modernisasi ini memiliki banyak manfaat terkait dengan bisnis UMKM terlebih lagi untuk promosi yang tidak lagi memerlukan biaya yang terlalu mahal.

Keyword: Modernisasi, Bisnis, UMKM.

Pendahuluan

Keberadaan UMKM di Indonesia tidak bisa dipungkiri merupakan suatu badan usaha yang sangat membantu ekonomi di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementrian Koperasi dan UMKM (2016), kontribusi UMKM terhadap Product Domestic Bruto (PDB) di Indonesia adalah sebesar 60,34%. Selain itu, UMKM juga telah membantu penyerapan tenaga kerja dalam negeri dengan kontribusi yang meningkat dari 96,99% menjadi 97,22% dalam periode lima tahun terakhir. Menurut Williams dan Hare (2012), penentu utama dari UMKM untuk mendapatkan keunggulan bersaing adalah kemampuan UMKM untuk mengembangkan produk yang unik dan fleksibilitas mereka dalam mengadopsi teknologi baru atau biasa disebut denga modernisasi. Modernisasi adalah suatu periode waktu yang terjadi pada masa terkini. Modernisasi saat ini hamper sangat dibutuhkan dan diperlukan di dalam kehidupan sehari-hari termasuk dunia bisnis.

UMKM harus melibatkan inovasi untuk mendapatkan keunggulan bersaing ditengah arus persaingan pasar yang kuat. Harus disadari bahwa akibat pandemi lalu, pemanfaatan teknologi untuk mempromosikan dan memasarkan produk UMKM sangat dirasakan dampaknya. Bisa dibayangkan jika produk UMKM yang diproduksi semasa pandemi tidak melek digital, maka hampir semua hasil dari sektor ini akan tumbang.

Permasalahan

Permasalahan UMKM di Indonesia dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin berat, dikarenakan semakin terbukanya pasar di dalam negeri serta banyaknya barang dan jasa yang masuk dari luar akibat dampak globalisasi. Jika suatu UMKM tidak mampu mengikuti perubahan zaman dan tidak mampu melakukan modernisasi, maka sudah bisa dipastikan tidak akan bertahan karena seluruh kompetitor dan konsumennya sudah melakukan perubahan modernisasi. 

Pembahasan

Besarnya jumlah UMKM di Indonesia bukan tanpa tantangan, banyak tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia, mulai dari kualitas sumberdaya manusia, manajemen pengelolaan usaha, permodalan serta masih terbatasnya jaringan yang dimiliki. UMKM tersebar diseluruh wilayah baik perkotaan, pedesaan bahkan sampai pelosok tanah air yang terpencil sekalipun. UMKM di Indonesia juga bergerak dalam berbagai sektor, mulai sektor pertanian, perikanan dan kerajinan yang memang menjadi salah sektor-sektor unggulan industri di Indonesia. Dengan kondisi tersebut menjadikan peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. walaupun banyak tantangan UMKM harus tetap harus tumbuh dan berkembang untuk memperkuat perekonomian Indonesia. UMKM terbukti tangguh dengan segala keterbatasan sumberdaya, hal ini karena rata-rata UMKM mempunyai keunggulan komparatif dalam menjalankan usahanya. Indonesia dengan segala kekayaan alamnya dapat menjadi sumber bahan baku untuk UMKM, disamping adanya kreatifitas dan inovasi para pelakunya. Dalam kondisi yang demikian UMKM di Indonesia mempunyai peluang untuk melalukan modernisasi (go modern) dalam pengelolaan usaha.

Modernisasi yang terjadi di dalam dunia bisnis tidak terlepas dari pembaruan kantor, banner, baliho ataupun peralatan fisik lain saja. Namun, modernisasi dalam dunia bisnis juga mengarah pada suatu sistem yang lebih mempermudah setiap pekerja dalam melakukan pekerjaannya agar lebih cepat dalam melayani setiap konsumen. Berikut merupakan modernisasi di dunia bisnis:

a.     Sentuhan Teknologi

Semakin modernnya suatu peradaban, maka kebutuhan setiap konsumen juga akan semakin cepat. Bahkan, saat ini mereka akan cenderung menyukai kegiatan belanja online. Teknologi akan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan penjualan pada suatu bisnis. Bahkan mampu menghemat biaya promosi yang begitu sangat besar.

b.     Customer Care

Customer care atau layanan pelanggan memiliki peranan yang penting dalam menjangkau kekurangan pada suatu produk yang sudah dipasarkan. Saat ini, aktif di dalam media sosial dan juga layanan chatting menjadi cara paling baru dalam berkomunikasi dengan pelanggan daripada lewat telepon ataupun email.

c.     Koordinasi Tim yang Fleksibel

Lahirnya teknologi berbasis cloud, memungkinkan setiap manusia untuk berkoordinasi dimanapun dan kapanpun. Bahkan dengan perangkat apapun yang sudah tersambung dengan internet tanpa harus datang ke kantor.

d.     Update Skill Karyawan

Pihak perusahaan juga perlu melakukan training kepada karyawannya secara berkala. Hal tersebut tidak terpaku pada alat baru yang digunakan, namun juga sistem terbaru yang nantinya mampu membantu performa kerja karyawan yang lebih baik. Setiap perusahaan harus mampu meluangkan waktunya dalam membantu masing-masing karyawan untuk berkembang dan mengikuti perubahan modernisasi.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa modernisasi memiliki peranan penting bagi kemajuan dan perkembangan UMKM. Karena dengan adanya teknologi digital saat ini, hal tersebut akan membantu pemilik bisnis UMKM dapat lebih fokus terhadap aspek lain seperti efisiensi di sektor pemasaran, penjualan maupun keuangan.  Hal tersebut dapat dilakukan dengan teknologi Dengan adanya digitalisasi sistem pembayaran, pengadaan barang atau re-stock barang, pelaporan keuangan hingga absensi karyawan akan memudahkan pelaku UMKM menjalankan manajemen bisnis mereka. Jadi tdak salah jika pelaku UMKM perlu mencoba aplikasi manajemen usaha yang lebih efektif untuk memfokuskan energi dalam pembangunan produk dan pemasaran.

Daftar Pustaka

George M.V. Kawung., dkk. (2018). Formalisasi Usaha dan Modernisasi Industri Kecil dan Menengah Makanan dan Minuman di Kelurahan Batu Kota Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal LPPM Bidang Ekososbudkam. 4 (2), 77-88.

Heri, Yanto. (2020). Modernisasi Bisnis UMKM dengan Implementasi Teknologi Cloud di Kota Padang. Jurnal Ipteks Terapan, 1 (14), 19-24.

Ibnu. (2021). Pengertian Modernisasi dan Perannya dalam Dunia Bisns. Accurater. Online.

Novitra, Selvia. (2022). Modernisasi UMKM sebuah keharusnya. Padek. Online.

Jumadi. (2002). Mewujudkan UMKM Go Modern. Widya Mataram. Yogyakarta. Online.

Modul Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Oktober 20, 2022

PENTINGNYA INVESTASI BISNIS DAN MENDAPATKAN INVESTOR

Oleh: Yulfara Kartini (@V05-Yulfara)

 

Abstrak

Artikel ini membahas tentang pentingnya investor bagi sebuah bisnis. Latar belakang dari artikel ini sendiri adalah masih banyaknya pemilik bisnis yang belum memahami dengan baik bagaimana cara mendapatkan investor bagi usahanya. Hal inilah yang menyebabkan sebagian pemilik bisnis kesulitan dalam mendapatkan investor sebagai pendanaan bagi bisnisnya untuk dapat berkembang. Artikel ini disusun bertujuan agar para pemilik bisnis mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan investor yang diinginkan. Karena uang yang investor tanamkan dapat digunakan untuk tambahan operasional bisnis, sehingga tidak hanya investor saja yang mendapatkan keuntungan tetapi pemilik bisnis juga akan mendapatkan keuntungan.

Keyword: bisnis, investor, keuntungan.

Pendahulan

Setiap bisnis pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan investasi setiap bisnis dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa depan. Investasi merupakan salah satu cara perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan kas jika terjadi surplus. Dengan berinvestasi maka dana yang terdapat dalam kas perusahaan tidak menganggur. Investasi dapat dimaksudkan sebagai akumulasi dari suatu bentuk aktiva untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang. Bagi perusahaan investasi adalah cara untuk menempatkan kelebihan dana sedangkan untuk perusahaan lainnya investasi merupakan sarana untuk mempererat hubungan bisnis atau memperoleh suatu keuntungan perdagangan. Apapun motivasi perusahaan dalam melakukan investasi, investasi tetap merupakan sarana dalam menentukan posisi keuangan perusahaan. Istilah investasi saat ini menjadi lebih familiar seiring dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Bagi sebuah bisnis, investasi adalah hal yang sangat penting. Hal ini karena investasi adalah senjata utama untuk mengembangkan bisnis yang lebih luas. Penilaian kinerja perusahaan ini sebagian atau seluruhnya dapat dinilai dari penggunaan kas untuk investasi. Bagi perusahaan investasi adalah cara untuk menempatkan kelebihan dana sedangkan untuk perusahaan lainnya investasi merupakan sarana untuk mempererat hubungan bisnis atau memperoleh suatu keuntungan perdagangan. Apapun motivasi perusahaan dalam melakukan investasi, investasi tetap merupakan sarana dalam menentukan posisi keuangan perusahaan.

Permasalahan

Bagi sebagian orang investasi bukanlah hal yang baru melainkan sudah menjadi kebiasaan baik yang terus dilakukan. Banyak orang mengira bahwa dengan investasi kita akan mendapat kan keuntungan yang besar dengan sangat mudah, tetapi kalimat tersebut sebenarnya salah. Permasalahan yang sering muncul dalam investasi bisnis adalah terlalu percaya diri dalam mengambil resiko besar, karena resiko yang terlalu tinggi beserta rasa percaya diri yang tidak bisa dihentikan, bisa menjadi pemicu hancurnya bisnis investasi. Masalah lainnya yaitu kesalahan manajerial, Itulah sebabnya coba-coba atau mengandalkan intuisi saja tidak cukup, karena yang menjadi taruhannya adalah masa depan investasi.

Pembahasan

Kegiatan investasi tidak hanya menguntungkan bagi investor saja, tetapi juga untuk pemilik bisnis. Dimana uang yang investor tanamkan dapat digunakan untuk tambahan operasional bisnis. Berikut adalah cara bagaimana bisnis yang dijalankan mendapatkan investor:

1.     Siapkan Profil Bisnis

Untuk meyakinkan calon investor, pemilik bisnis harus memberikan informasi bisnis secara lengkap namun tidak terlalu banyak, yang terpenting adalah jelas dan juga menarik. Jelaskan latar belakang bisnis, produk atau jasa yang ditawarkan serta kelebihan bisnis yang dijalankan.

2.     Membuat Laporan Keuangan yang Baik

Salah satu faktor yang menyakinkan investor pada bisnis adalah cara bisnis tersebut mengelola keuangan. Semua perhitungan harus jelas dan laporan keuangan bisnis harus dicatat dengan baik dan rapi. Karena dengan laporan keuangan yang rapi adalah cara terbaik untuk membuat investor percaya bahwa mereka sedang menanamkan modal pada bisnis yang tepat.

3.     Menjelaskan tentang Proyeksi Bisnis

Tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan seorang investor menanamkan modal pada bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan. Sehingga proyeksi bisnis harus diinformasikan. Jelaskan mengenai target penjualan dan jangka waktu kapan target akan tercapai. Karena investor ingin mengetahui bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut.

4.     Memanfaatkan Media Sosial

Media sosial masih menjadi cara yang terbaik bagi seorang entrepreneur untuk mencari investor dan juga melakukan branding.

5.     Memanfaatkan Network

Saat sedang mencari investor, network merupakan hal yang penting jika ingin mengembangkan bisnis. Mulailah untuk masuk ke dalam kemunitas perusahaan atau startup lokal atau dapat meminta rekomendasi kepada teman relasi yang sudah pernah didanai oleh investor. Sehingga nantinya dapat bertanya tentang investor yang cocok untuk bisnis

Kesimpulan

Bagi sebuah bisnis, investasi adalah hal yang sangat penting. Hal ini karena investasi adalah senjata utama untuk mengembangkan bisnis yang lebih luas. Mungkin saja investor tidak langsung tertarik dengan bisnis anda. Namun, tetaplah lakukan perbaikan pada rencana bisnis hingga menemukan investor yang tepat. Cobalah membuat investor percaya akan bisnis yang dijalankan dan untuk menambah keyakinan investor dalam memberikan kepercayaan berinvestasi, maka perlu memiliki laporan keuangan yang baik.

Daftar Pustaka

Jurnal Entrepreneur. (2018). 4 Alasan Mengapa Perlu Mencari Investor untuk Modal Usaha. Online.

Mukaeru, Ahmad. (2017). Pentingnya Investasi Bagi Perusahaan. STIE Dwimulya. Banten.

Gaji Gesa. (2022). Mengembangkan Perusahaan Dengan Mencari Investor. Online.

Azeharie, Kikit. (2022). Pengertian, Tujuan dan Jenis-jenis Investor. Majoo. Online.

Modul Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Oktober 13, 2022

Layanan Pelanggan Untuk Kesuksesan Bisnis

 


Oleh: Yulfara Kartini (@V05-Yulfara)

Abstrak

Artikel ini membahas tentang pentingnya layanan pelanggan untuk kesuksesan sebuah bisnis atau usaha. Latar belakang dari artikel ini sendiri adalah masih kurangnya pelayanan pelanggan yang baik. Hal ini menyebabkan sebagian bisnis atau usaha menganggap pelanggan sebagai pembeli produk atau jasa saja. Artikel ini disusun bertujuan agar pelaku bisnis atau usaha mengetahui bahwa layanan pelanggan yang baik dapat memberikan kesuksesan untuk bisnis atau usahanya. Pelaku usaha juga harus mulai memikirkan cara untuk memenuhi keinginan serta harapan pelanggan, salah satunya yaitu dengan cara memberikan pelayanan yang lebih baik dibanding pesaing.

Keywords: Layanan pelanggan, bisnis, usaha, pelanggan.

Pendahuluan

Dalam era perdagangan bebas, setiap bisnis akan menghadapi persaingan yang ketat. Meningkatnya intensitas persaingan menuntut suatu bisnis untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta berusaha untuk memenuhi harapan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan yang lebih memuaskan dari pada yang dilakukan oleh pesaing. Dengan demikian, hanya bisnis yang berkualitas yang mampu bersaing dan menguasai pasar. Setiap bisnis dituntut untuk membuat pelanggan merasa puas dengan memberikan penawaran dan pelayanan yang lebih baik, mengingat setiap bisnis harus mampu untuk mempertahankan posisi pasarnya di tengah persaingan yang semakin katat untuk memenangkan persaingan yang dimana suatu bisnis harus mampu memberikan kepuasan pada pelanggan. Upaya-upaya yang dilakukan oleh setiap bisnis untuk memuaskan pelanggan dalam pelayanan kebutuhan konsumen dengan berbagai strategi dan berbagai cara dengan harapan agar pelanggan merasa puas dan selanjutnya untuk datang kembali. Upaya memberikan pelayanan adalah melayani pelanggan dengan baik, memenuhi kebutuhan yang diinginkan pelanggan, bangun hubungan kerja sama dengan baik agar pelanggan percaya dan terus bekerja sama.  

Permasalahan

Bagi pemilik usaha, pelanggan mungkin dianggap sebagai pihak yang membeli produk atau jasa. Namun, sebenarnya peran pelanggan bagi kelangsungan sebuah usaha jauh lebih besar dari itu. Mau sebesar apapun sebuah usaha, jika tidak memiliki pelanggan tetap usahanya tidak akan berjalan. Tanpa adanya pelanggan, usaha tidak dapat menjual produknya. Saat produk tidak terjual, maka usaha pun akan kesulitan untuk mendapatkan pemasukan, ini artinya biaya produksi pun tidak akan terpenuhi. Hal inilah yang mengakibatkan kegiatan produksi tidak bisa berjalan dan usaha terancam gulung tikar atau mengalami kebangkrutan.

Pembahasan

Hubungan antara perusahaan dan pelanggan adalah saling membutuhkan atau simbiosis mutualisme. Pelanggan membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan dan begitupun sebaliknya. Sebagai pemilik bisnis atau usaha juga membutuhkan pemasukan dari pelanggan agar kegiatan produksi perusahaan dapat tetap berjalan. Layanan pelanggan menjadi aspek terpenting dari sebuah bisnis atau usaha. Karena faktanya pelanggan akan beralih ke pesaing hanya karena satu pengalaman layanan pelanggan yang buruk. Berikut merupakan alasan mengapa layanan pelanggan sangat penting untuk kesuksesan bisnis atau usaha, yaitu:

1.     Reputasi

Kesan pertama dan terakhir ini tidak diragukan lagi, saat berusaha memberikan pengalaman yang baik dan positif kepada pelanggan itu akan mempengaruhi pandangan mereka terhadap bisnis yang dimiliki dengan cara yang positif. Dan ketika berulang kali memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa, mereka akan membantu penyebaran berita tentang bisnis atau usaha tersebut. Baik dari mulut ke mulut atau dari media sosial, yang nantinya publik akan belajar tentang tingkat layanan pelanggan yang diberikan dan akan lebih cenderung memilih usaha anda daripada usaha pesaing.

2.     Customer Relationship

Sebenarnya layanan pelanggan adalah tentang membangun hubungan dengan pelanggan. Ini merupakan jenis hubungan antara bisnis dengan pelanggannya yang membuat mereka merasa diperhatikan dan didengarkan. Ini memiliki arti bahwa layanan pelanggan yang tepat tidak hanya tentang menjual produk atau layanan pelanggan, tetapi juga memenuhi kebutuhan pelanggan sebelum, selama dan setelah pembelian untuk memberikan mereka kesan dan pengalaman terbaik dengan bisnis atau usaha yang dimiliki.

3.     Membantu Efisiensi Bisnis

Peran pentingnya pelanggan bagi perusahaan berikutnya adalah pelanggan terbukti dapat membantu efisiensi perusahaan. Jika perusahaan memiliki sekelompok pelanggan yang loyal, maka tingkat retensi pelanggan pun cenderung tinggi. Dengan begitu, tidak perlu mengeluarkan tambahan biaya untuk strategi mempertahankan pelanggan. Efisiensi perusahaan pun dapat dicapai karena dapat menekan pengeluaran.

4.     Berdampak Seluruh Bisnis

Segala bentuk sikap dan perbuatan akan mencerminkan bisnis yang dijalankan, jika memberikan pelayanan dengan baik, orang secara natural akan berasumsi produk yang dijual memiliki kualitas yang baik. Sebaliknya jika memberikan pelayanan yang buruk, orang juga akan berasumsi produk yang dijual tidak jauh lebih baik. Sehingga pelayanan yang diberikan akan berdampak besar ke seluruh bisnis.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa peran pelayanan pelanggan terhadap bisnis atau usaha menjadi sangat vital. Dengan memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa untuk bisnis yang dijalankan. Karena pelanggan tidak hanya melihat kualitas produk yang ditawarkan, namun mereka juga melihat cara bersikap kepada mereka tentan baik atau buruk. Maka dari itu, tingkatkan terus pelayanan terhadap pelanggan demi kelancaran dan kesuksesan bisnis yang dimiliki.

Daftar Pustaka

Setiowati, Restia. (2020). Mengapa Layanan Pelanggan Sangat Penting Bagi Bisnis Anda. Qiwii.

Turboly. (2017). Penting Pelayanan Terhadap Konsumen. Dalam https://turboly.com/blog/2017/04/MENGAPA-CUSTOMER-SERVICE-BEGITU-PENTING.html

Sodexo. (2020). Pentingnya Pelanggan bagi Perusahaan. Dalam https://www.sodexo.co.id/pentingnya-pelanggan-bagi-perusahaan/

Sahabat UMKM. Pentingnya Kepuasan Pelanggan untuk Menciptakan Konsumen Loyal. Dalam https://sahabatumkm.id/galeri/pentingnya-kepuasaan-pelanggan-untuk-menciptakan-konsumen-loyal

Modul Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.