Tampilkan postingan dengan label @U34-FERDIANSYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @U34-FERDIANSYAH. Tampilkan semua postingan

Maret 31, 2022

PENTINGNYA KREATIF DAN INOVATIF DALAM BERWIRAUSAHA

 A. Pendahuluan

           

            Orang yang berfikirnya secara kreatif dan inovatif  tidak akan takut kepada semakin sempitnya lapangan kerja, karena orang yang kreatif dan inovatif itu dapat menciptakan suatu lapangan pekerja untuk dirinya sendiri serta orang lain, mungkin itu adalah gagasan utama dalam diri kita untuk menerapkan cara berfikir kreatif dan juga secara inovatif,.

Dalam berwirausaha cara berfikr kreatif dan inovatif ini sangatlah penting karena dalam hal ini bisa menghasilkan ide-ide yang mungkin akan sangat menguntungkan,karena bisa memunculkan sesuatu hal yang baru,unik,dan menarik untuk di aplikasikan dalam entuk wirausaha.

 

B. Kreatif

           

            Pengertian kreatif  itu sendiri adalah cara berfikir yang menghasilkan metode baru,konsep baru,pengertian serta seni,yang menyebabkan banyaknya keluar ide atau hal-hal yang sebelumya tidak berhubungan menjadi saling terhubung karena berfikir secara kreatif.

Seseorang yang kemampuan kreatifnya sudah diasah dengan baik, ketika ada masalah pasti akan cepat menemukan solusi dari permasalahan tersebut, sehingga masalah bisa diselesaikan dengan baik dan cepat.

Sedangkan, kemampuan kreatif yang berkaitan dengan inovasi bisa dilihat pada seseorang atau kelompok yang selalu menemukan hal-hal baru yang lebih fresh dan disenangi oleh banyak orang. Oleh karenanya, kemampuan kreatif sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis untuk menciptakan produk-produk baru serta dibutuhkan juga dalam dunia kreatif, baik itu di media televisi atau di media sosial.

Kata “kreatif” sebenarnya berasal dari bahasa Inggris, yaitu To Create. To Create merupakan singkatan dari kata combine, reverse, eliminate, alternative, twist, elaborate. Combine adalah menggabungkan atau penggabungan dari sesuatu hal dengan hal-hal lainnya. Reverse berarti membalik, yang dimaksud dengan membalik adalah membalik beberapa bagian.

            Eliminate yang berarti menghilangkan yang dimaksud menghilangkan adalah menghilangkan beberapa bagian. Alternative yang berarti kemungkinan, yang dimaksud kemungkinan adalah mencari cara lain agar berhasil mencapai tujuan. Twist yang berarti memutar atau bisa dibilang sebagai memutarkan suatu hal dengan ikatan. Elaborate yang berarti memerinci atau menambah suatu hal.

 

C. Inovatif

           

            Pengertian inovatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mengenalkan sesuatu yang bersifat baru. Lalu, apa yang dimaksud dengan inovasi? Menurut KBBI, inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, atau pembaharuan. Pengertian dari inovasi lainnya adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan, dan individu yang mengelilinginya.

Tujuannya adalah menghasilkan produk baru, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya. Seseorang yang berhasil melakukan sebuah inovasi adalah seseorang yang inovatif. Secara tidak langsung, manfaat inovatif adalah membawa sesuatu hal yang baru yang dapat memudahkan kehidupan manusia dan membawa manusia ke dalam kondisi kehidupan yang lebih baik. 

 

D. Cara Meningkatkan Kreatifitas dan Inovatif dalam Wirausaha

 

            Persaingan di dunia bisnis memang sangat extream, apalagi di era millenials dan perkembangan digital yang menuntut kita para kaum pemula berbisnis atau berwirausaha untuk terus kreatif dan inovatif, apalagi mempertahankan usaha yang sudah kita bangun butuh cara-cara yang unik dan jeli agar usaha kita tetap berdiri disamping pesaing-pesaing yang baru mendirikan usahanya.

 

1. Motivasi tinggi, Bekerja Cerdas, kreatif dan inovatif

Umumnya seorang pembisnis atau pengusaha mencari sesuatu yang lagi “trend” untuk menaikkan omset atau mudah mencari pelanggan agar barang dan jasa yang dilakoni saat ini banyak diminati pasar. Misal bisnis yang saya temukan disekitar lingkungan saya yaitu : party planner, jastip (jasa titip barang-barang branded ataupun barang-barang luar negeri), kado wisuda, makanan dan minuman kekinian, video&photographer pun banyak digeluti bagi kita yang lahir di era millenials. Bersaing dan terus diminati adalah cara pembisnis untuk membuat jasa atau batang yang dijual berbeda dan memiliki ciri khas tertentu agar customer selalu menyukai dengan ide-ide baru yang diterapkan sehingga usaha kita dapat terus berjalan, bahkan memiliki pelanggan yang makin hari makin bertambah.

 

2. Tidak takut mencoba hal yang baru

            Ketika kita punya konsep dalam pikiran kita tentang usaha atau bisnis yang kita geluti, coba terlebih dahulu, lakukan dengan kehendak hati dan yakin bahwa hal tersebut akan berbuah baik untuk kelangsungan usaha kita. Contohnya seperti teman saya yang berada di Universitas yang berada di wilayah Madura dia mengubah dan melakukan dobrakan baru pada jasa foto studio dengan konsep rustic yang diterapkan di wilayah-wilayah metropolitan seperti Jakarta,Surabaya, Bandung dan kota lainnya. Menggunakan latar belakang alam dan backdrop settingan alam membuat wisuda tampak berbeda dan kekinian. Hasilnyapun, walaupun kebanyakan mahasiswa dan orang-orang madura awam bisa tertarik dan melihat keunikan yang ada pada studionya.

 

3. Belajar dari pengalaman keberhasilan dan kegagalan orang lain

             Berkaca kepada orang-orang sukses dengan segudang kegagalan yang telah mereka lalui memang tidak cukup mudah untuk kita yakin dengan usaha yang kita mulai seperti mereka-mereka yang telah sukses diluar sana. Misalnya teman saya yang kini sudah membuka praktik membatik dan kelas batik yang dimulai dari tidak tahu membatik dan coba-coba kini sudah mulai fasih dan membuka kelas belajar membatik, walaupun hanya sedikit minatnya dikarenakan tempat di Sumenep Madura yang dominan penduduk sudah mengetahui tentang membatik kini menjadi ladang usahanya. Media sosial dan mulut ke mulut datang dari warga luar kota Sumenep yang ingin belajar membatik, dengan demikianpun banyak wisatawan yang ingin belajar membatik dan mencontoh kain-kain batik yang menarik untuk dibawa pulang ke kota asal.


4. Berada dilingkungan orang-orang baik yang memberikan motivasi positif

             Kerap kali kita sering diremehkan dengan khalayan-khalayan besar yang kita lontarkan kepada teman, saudara, kancah ngopi dan berbagai pihak yang menjadi teman diskusi atas usaha-usaha yang mulai kita geluti.

 “Gamungkin lakulah disini”

” Gamenarik buat kita-kita nih”

“Udahlah kuliah aja yang bener, biar bisa ketrima kerja cepet”

Dan banyak lagi hambatan perkataan netijen-netijen budiman yang membuat kita ragu, namun tetap yakinlah pada satu prinsip dan beli omongan-omongan remeh mereka dengan kesungguhan kita. Berkawanlah dengan teman-teman yang menerapi dan mencintai dunia usaha, mencari pengalaman dan hal-hal baru dalam membangun wirausaha kita itu akan membangkitkan semangat kita ketika berada di lingkaran orang-orang positif dan membuka pikiran.


5. Menjual hobi dan keahlian yang kita miliki

            Apapun yang dilakukan karena cinta dan kesungguhan pasti akan berbuah kebaikan. Tekuni dan mulailah melakukan hal-hal yang membuatmu terasa nyaman dan enjoy walaupun lelah terasa tapi hati tetap happy dan tak akan pernah bosan. Banyak diantara teman-teman saya yang melakukan usaha karena hobinya, seperti heena (jasa menghias jari tangan, kaki dalam pernikahan atau sebagai hiasan bagi orang-orang yang berminat), gambar ilustrasi wajah ataupun tubuh dengan kertas yang dihias sekreatif mungkin untuk kado ataupun anniversary, juga teman-teman yang suka berkreasi dengan membuat desain-desain baju dan membuat motif lucu dan menarik sebagai usahanya.

 

6. Cekatan untuk memulai dan menjalani sebuah peluang usaha

            Apabila ada peluang dan kesempatan yang ada segera manfaatkan dengan baik. Misalnya saat musim hari raya lebaran bisa membuat kue lebaran, acara 17 Agustusan membuat karya seni dengan hiasan menarik ketika perayaan karnaval, menjual buket bunga wisuda dengan hiasan jajan, jilbab, bahkan hiasan lainnya dengan kreasi dan unik. Ini saya dapatkan ketika teman-teman saya mulai melapak mendekati hari-hari tersebut, keuntungannya lumayan loh!

 7. Konsisten Ulet dan Tekun

Apapun usahanya asal “konsisten, ulet dan tekun” adalah kuncinya. Olshop memang sangat menjamur di media sosial bahkan bisnis ini beranekaragam dengan berbagai macam barang dan tipe yang dijual. Namun untuk memulainyapun butuh proses, apalasi sosial media sangat memberikan pilihan akun-akun instagram dengan kualitas yang berbeda dan tipe barang yang sama. Namun percayalah bahwa “rejeki tidak akan pernah tertukar” selagi usaha doa dan istiqomahnya dijalankan dengan baik. Seperti teman saya yang sudah mendirikan olshop dan tetap bertahan hingga saat ini.

 

Kesimpulan

Dari artikel tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa kita harus menciptakan kreatif dan inovatif dalam berwirausaha. Pentingnya  itu sebagai pandangan saat kita membuka usaha nantinya, karena kreatif dan inovatif menimbulkan seorang wirausahawan banyak pengalaman yang di pelajarinya, untuk membuka lapangan pekerjaan yang akan berjalan dengan baik dan berguna untuk semua orang. Di dunia bisnis itu sangat berat untuk kita yang lemah dalam memiliki sikap kreatif dan inovatif kita bisa manjadi kalah dalam persaingan dibisnis tersebut. Jadi tingkatlah sikap kreatif dan inovatif itu karena sanget bermanfaat untuk menjadi wirausahawan.

 

 

Referensi

https://www.kompasiana.com/www.dhanasaputra.com/552887946ea8346d018b457c/berfikir-kreatif-dan-inovatif

https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kreatif/

https://www.studilmu.com/blogs/details/pengertian-inovasi-dan-8-hal-penting-menjadi-inovatif

https://www.vivilutviana.com/10-cara-yang-mampu-meningkatkan-kreatifitas-dalam-berwirausaha/

 

 

 

Maret 24, 2022

KREATIVITAS DAN INOVASI PENGARUHNYA TERHADAP USAHA KECIL

 

PENDAHULUAN

Program Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 menekankan program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM dan program pengembangan kewirausahaan dan kemampuan berdaya saing (RPJMN, 2005 : 213). Pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap UMKM hal ini disebabkan UMKM memiliki peranan dalam perekonomian nasional. Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat besar dan telah terbukti menyelamatkan perekonomian bangsa pada saat krisis ekonomi tahun 1997. Sekretaris Kementrian Negara Koperasi dan UMKM (2006), menjelaskan bahwa upaya pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari tahun ke tahun selalu dimonitor dan dievaluasi perkembangannya baik dalam hal kontribusinya terhadap penciptaan produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, ekspor dan perkembangan pelaku usahanya serta keberadaan investasi usaha kecil dan menengah melalui pembentukan modal tetap bruto (investasi). Keseluruhan indikator ekonomi makro di atas selalu dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pemberdayaan UKM serta menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan kebijakan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Perkembangan jumlah UKM periode 2006- 2007 mengalami peningkatan sebesar 2,18% yaitu dari 48.779.151 unit pada tahun 2006

 

METODE

Lokasi penelitian pada Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang, dengan alamat Jl. MT. Haryono XI D/ 474 Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru. Alasan pemilihan lokasi penelitian yaitu Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang merupakan sentra industri keramik di Kota Malang yang memiliki pasar yang luas di wilayah Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory). Dalam penelitian ini data yang dipergunakan adalah data primer. Dalam hal ini data diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada responden yang berisi pertanyaan – pertanyaan yang mengarah pada variable penelitian yang di digunakan dan selanjutnya akan dianalisis untuk dijadikan pembahasan. Daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden mengenai variabel penelitian meliputi kreativitas, inovasi dan pemarasan kewirausahaan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang yaitu sebanyak 34 jumlah sentra usaha kecil. Seluruh populasi dijadikan sebagai obyek penelitian sehingga menggunakan metode sensus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran data yang digunakan adalah skala Likert, yang mengharuskan responden untuk menunjukkan jawaban setuju atau tidak setuju kepada setiap statemen yang berkaitan dengan obyek yang dinilai. Uji Instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan relaibilitas Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda yaitu merupakan pengujian untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y), yaitu dengan rumus: Y = a + b1.X1 + b2.X2 + e Di mana : Y = Pemasaran kewirausahaan pada usaha kecil Keramik Dinoyo Malang a= Bilangan konstanta, b1…b2= Koefisien regresi masingmasing variable X1= Variabel Kreativitas, X2= Variabel Inovasi, e = Standart error. Untuk menguji hipotesis menggunakan uji F dan t yang bertujuan untuk menguji pengaruh secara simultan dan parsial antara variable bebas dengan variable terikat dalam hal ini yaitu pengaruh kreativitas dan inovasi terhadap pemasaran kewirausahaan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Karakteristik Responden. Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 34 responden yaitu para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang, maka dapat diperoleh gambaran mengenai usia, pendidikan terakhir dan lamanya usaha.

1. Usia Responden. Dari 34 responden para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang menunjukkan bahwa jika dilihat berdasarkan usia para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang yang paling dominan adalah berusia 21 – 30 tahun yaitu sebanyak 21 responden atau 61,76%. Kenyataan tersebut dapat membuktikan bahwa sebagian besar para pemilik Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang memiliki pengalaman usaha, sehingga dimana usaha yang dilakukan oleh pemilik pengalaman yang cukup dalam menjalankan usaha yang dilakukan.

2. Tingkat Pendidikan Dari 34 responden para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang menunjukkan bahwa sebagian besar para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang mempunyai tingkat pendidikan terakhir adalah Sekolah Menengah Umum yaitu sebanyak 18 responden atau 52,94%. Hasil tersebut dapat membuktikan bahwa selama ini dalam melakukan kegiatan produksi para pemilik lebih mengutamakan pengalaman yang dimiliki apabila dibandingkan dengan pendidikan formal. Jadi kemampuan dalam berkreativitas dan melakukan inovasi atas produk yang dihasilkan selama ini lebih dikarenakan adanya pengalaman yang dimiliki.

3. Lamanya Usaha Dari 34 responden para pemilik usaha Hadiyati 143 Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang dapat diketahui bahwa sebagian besar para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang yaitu selama 6 tahun sampai 10 tahun. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa lamanya usaha yang dimiliki para pemilik masuk dalam kategori yang tinggi atau lama sehingga proses pengendalian atas aktivitas produksi dapat dilakukan oleh pemilik sendiri.

Diskripsi Jawaban Responden. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada responden maka dapat diperoleh diskripsi jawaban responden yang secara lengkap dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Variabel Kreativitas (X1) Diskripsi jawaban responden untuk variabel kreativitas (X1.1),menunjukkan bahwa dalam melakukan proses produksi selalu berusaha untuk membuat produk yang bervariasi dalam ukurannya. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 22 orang atau 64,7% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 11 orang (32,4%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam melakukan proses produksi selalu berusaha untuk membuat produk yang bervariasi dalam ukurannya. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa para pemilik usaha selalu berusaha untuk membuat produk yang bervariasi dengan harapan dapat diterima oleh konsumen. Item X1.2, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai dalam melakukan proses selalu berusaha membuat produk dengan desain yang berbeda dan benarbenar mampu bersaing dengan produk sejenis. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 19 orang atau 55,9%dan responden yang menyatakan netral sebanyak 14 orang atau (41,2%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam melakukan proses selalu berusaha membuat produk dengan desain yang berbeda dan benar-benar mampu bersaing dengan produk sejenis. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik usaha selalu berusaha untuk membuat produk yang dapat diterima oleh konsumen sehingga dapat diterima dengan baik oleh pasar. Item X1.3, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai dalam membuat produk berusaha untuk menciptakan produk yang memiliki motif yang berbeda dengan motif produk pesaing. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 26 orang atau 76,5% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 7 orang atau (20,6%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam membuat produk berusaha untuk menciptakan produk yang memiliki motif yang berbeda dengan motif produk pesaing. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik selalu berusaha untuk membuat motif yang berbeda dengan harapan dapat menghindari terjadinya kejenuhan konsumen terhadap produk. Item X1.4, yaitu tanggapan responden atas pernyataan dalam melakukan kegiatan promosi berusaha dalam menggunakan cara-cara baru yang lebih komunikatif. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 3 orang atau (8,8%), menyatakan setuju sebanyak 26 orang atau 76,5% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 5 orang atau (14,7%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam melakukan kegiatan promosi berusaha dalam menggunakan cara-cara baru yang lebih komunikatif. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa para pemilik selalu berusaha untuk mengenalkan produk kepada konsumen yaitu melalui kegiatan promosi yang dilakukan secara kreatif. Item X1.5, yaitu tanggapan responden atas

pernyataan mengenai berusaha menciptakan pembungkus produk yang menarik. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 2 orang atau (5,9%), menyatakan setuju sebanyak 23 orang atau 67,6% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 9 orang atau (26,5%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa berusaha menciptakan pembungkus produk yang menarik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik selalu berupaya untuk menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian yaitu dengan membuat bungkus yang menarik. Item X1.6, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai berusaha mencari peluang usaha yang baru. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 2 orang (5,9%), menyatakan setuju sebanyak 21 orang atau 61,8% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 11 orang atau (32,4%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa berusaha mencari peluang usaha yang baru. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik usaha selalu berupaya untuk mencari peluang baru untuk mengembangkan atau meningkatkan volume penjualan atas produk yang dihasilkan.

2. Variabel Inovasi (X2)

Diskripsi jawaban responden yaitu para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang mengenai variabel inovasi. Item X2.1, yaitu mengenai tanggapan responden atas pernyataan bahwa dalam menghasilkan produk berusaha mengikuti teknologi baru yang lebih efisien. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 20 orang atau 58,8% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 13 orang atau (38,2%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam menghasilkan produk berusaha mengikuti teknologi baru yang lebih efisien. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik selalu berupaya untuk mengikuti perkembangan teknologi dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dalam aktivitas produksinya. Item X2.2, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai pembungkusan dan pengepakan barang menggunakan teknologi yang lebih efisien. Responden yang menyatakan setuju sebanyak 22 orang atau 64,7% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 12 orang atau (35,3%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa pembungkusan dan pengepakan barang menggunakan teknologi yang lebih efisien. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik dalam proses pengepakan produk telah menerapkan sistem teknologi yang lebih baik sehingga dalam proses pembungkusan atau pengepakan dapat memberikan nilai tambah atas produk yang ditawarkan. Item X2.3, yaitu mengenai tanggapan responden atas pernyataan bahwa promosi mengikuti teknologi informasi yang baru. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 20 orang atau 58,8% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 13 orang atau (38,2%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa promosi mengikuti teknologi informasi yang baru. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik dalam memberikan informasi atas produk kepada pasar telah menggunakan media promosi yang mengikuti perkembangan teknologi sehingga produk yang ditawarkan dapat dikenal secara luas oleh pasar. Item X2.4, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai sistem penjualan barang mengikuti teknologi perbankan yang ada. Responden yang menyatakan

sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 23 orang atau 67,6% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 10 orang atau (29,4%) responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa sistem penjualan barang mengikuti teknologi perbankan yang ada. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa para pemilik usaha telah melakukan sistem transaksi yang lebih modern sehingga dapat mempermudah dalam proses transaksi yang dilakukan. Item X2.5, yaitu mengenai tanggapan responden atas pernyataan bahwa mensuplay bahan baku dan bahan penunjang dengan menggunakan inovasi yang baru. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 24 orang atau 70,6% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 9 orang atau (26,5%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa mensuplay bahan baku dan bahan penunjang dengan menggunakan inovasi yang baru. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik merasakan bahwa adanya dukungan atas bahan baku dan bahan penunjang sebagai pendukung proses inovasi yang dilakukan. Item X2.6, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai saluran distribusi yang digunakan berusaha mencari peluang-peluang yang baru. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 2 orang atau (5,9%), menyatakan setuju sebanyak 24 orang atau 70,6% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 8 orang atau (23,5%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa saluran distribusi yang digunakan berusaha mencari peluang-peluang yang baru. Hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik telah berupaya secara maksimal dalam proses pemasaran produk dimana para pemilik selalu melakukan atau mencari peluangpeluang pasar dalam proses pemasaran produk.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan regresi linier berganda, maka pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kreativitas dan inovasi berpengaruh signifikan secara silmutan terhadap pemasaran kewirausahaan pada usaha kecil Keramik Dinoyo Malang.

2. Kreativitas dan inovasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pemasaran kewirausahaan pada usaha kecil Keramik Dinoyo Malang.

3. Kreativitas berpengaruh dominan terhadap pemasaran kewirausahaan pada usaha kecil Keramik Dinoyo Malang.

 

REFERENSI

Bannon, 2008. Marketing Segmentation and Political Marketing, Paisley Business School, University of Paisley. Birley, S., 2007. Marketing Entrepreneur And Bussines Performance. Journal SMEs: Marketing Entrepreneur, Vol.3.No.7. Bjerke, B., 2005. Managing Entrepreneurship On Whose Terms? In Research at the Marketing/ Entrepreneurship Interface , Edited by Hills, G. And Miles, M. Chicago: Universityof Illinois at Chicago. Bjerke dan Hultman, 2006. Marketing Entrepreneurship and National Culture, In Research at the Marketing Entrepreneurship Interface. Chicago: University of Illionis at Chicago.

 

Maret 10, 2022

Tips menentukan bidang usaha yang akan di jalankan

 Tips menentukan bidang usaha yang akan di jalankan





 A. Pendahuluan

Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang takut untuk memulai usaha. Semestinya memulai usaha tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai usaha, seorang bisa membuat persiapan usaha yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimis. 

Bidang usaha dalam kamus KBBI merupakan bisnis atau usaha dagang. Dalam bidang usaha banyak sekali jenisnya yaitu, pertanian (Agriculture), pertambangan (Mining), pabrikasi (Manufacturing), kontruksi (Contruction), perdagangan (Trade), jasa keuangan (Financial Service), jasa-jasa umum (Public Service), dan jasa wisata (Tourism). Dari jenis-jenis tersebut kita akan mudah untuk menentukan  bidang usaha yang akan dijalankan.

Ketika seorang menjalankan usaha, sebaiknya menentukan bidang atau jenis usaha apa yang akan dijalankan. Dalam menjalankan usaha tidak hanya sekedar menjalankan saja, tetapi kita harus memikirkan secara matang untuk usaha tersebut. Jika kita melakukan itu tanpa memikirkan dan merencanakan dengan matang itu sangat beresiko terhadap usaha kita kedepannya seperti, kerugian maupun kegagalan dalam usaha.

 

B. Tips untuk menentukan bidang usaha

Memilih dan memulai jenis usaha yang paling cocok dan tepat memang cukup sulit. Apalagi dari tahun ke tahun peluang  dan tren bisnis juga semakin beragam dan berbeda-beda.  Hal ini tentunya akan cukup membuat kita sakit kepala memikirkannya.

Belum  lagi jika memikirkan masalah persaingan dan strategi bisnis yang akan digunakan nantinya. Hal tersebut tentunya akan membuat beberapa orang ragu dan maju mundur untuk mendirikan usaha. Untuk itulah pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai tips memilih jenis usaha yang tepat.

·         Pilih Sesuai Passion

Jenis usaha banyak sekali ragamnya  namun belum tentu semua jenis tersebut akan cocok untuk Anda. Salah satu cara mengetahui usaha yang cocok untuk diri sendiri adalah menyesuaikan dengan passion yang dimiliki. Seperti yang kita tahu setiap orang pasti mempunyai passionnya masing-masing.

Apapun itu, termasuk usaha yang dikerjakan sesuai passion pasti lebih terasa menyenangkan. Meski banyak halangan atau cobaan datang menghampiri, Anda pasti tetap tegar. Bekerja dengan gairah dan semangat pastinya akan membuat Anda lebih mencintai semua hal yang sedang dikerjakan.  Cinta adalah salah satu kekuatan terbesar untuk manusia, setuju?. Jadi cara memilih usaha yang tepat adalah  menyesuaikan dengan passion yang dimiliki.

 

 

·         Membuat Daftar Jenis Usaha

Apabila Anda sudah menemukan usaha yang sesuai dengan passion, maka jangan langsung segera membuka usaha tersebut. Sebaiknya Anda membuat daftar bidang usaha yang Anda minati lebih dahulu. Catat daftar tersebut pada buku mengenai berbagai jenis usaha yang sesuai. Dari daftar tersebut pilihah salah satu yang sekiranya bagus saat ini sehingga lebih mudah dikembangkan.

 

·         Mempelajari Bidang usaha yang Dipilih

Di poin yang satu ini pastinya Anda telah memilih jenis usaha yang nantinya akan dibuka. Meskipun Anda memiliki minat dan keahlian untuk menjalankan bisang usaha tersebut bukan berarti hal tersebut bisa menjadi jaminan Anda pasti sukses.

Untuk itulah, Anda harus mempelajari lebih dalam tentang bidang usaha yang dipilih. Apalagi untuk jenis usaha di bidang jasa seperti salon kecantikan atau jasa jahit. Pastikan Anda memahami betul kelebihan dan kekurangan usaha tersebut.

 

·         Menyesuaikan dengan Modal yang Dimiliki

Salah satu cara dalam memilih usaha dan mendirikan usaha  yang tepat adalah menyesuaikannya dengan modal yang tersedia. Jangan sampai Anda memaksakan mendirikan usaha yang diinginkan namun modal yang dimiliki tidak cukup. Takutnya Anda akan kehabisan modal pada awal pendirian usaha tersebut. Akibatnya Anda tidak akan bisa memaksimalkan usaha tersebut karena kekurangan modal.

Hal ini bisa berbahaya dan sangat beresiko karena usaha tersebut tentunya tidak akan bisa betahan lama. Untuk itulah ketika memilih jenis usaha, hitung lagi apa sudah sesuai dengan modal yang dimiliki. Apabila modal yang ada termasuk kecil, sementara Anda bisa mencari jenis usaha lainnya yang tidak memberatkan keuangan Anda.

 

·         Perhatikanlah Lokasi Tempat Usaha Anda

Tips selanjutnya yang harus diperhatikan dalam mendirikan usaha adalah harus disesuaikan dengan lokasi tempat tinggal Anda. Perhatikanlah tingkat persaingan yang ada, pangsa pasar yang ditargetkan dan juga besarnya peluang perkembangan usaha itu sendiri. Apabila usaha yang Anda pilih tersebut dirasa kurang mempunyai prospek yang cerah lebih baik untuk mengurungkan niat Anda mendirikannya.

 

·         Perhatikan Minat dan Kebutuhan Konsumen

Hal penting yang harus diperhatikan dalam menentukan jenis usaha adalah pangsa pasarnya. Poin yang satu ini pada dasarnya berhubungan dengan pemilihan lokasi usaha. untuk itulah Anda harus mampu memperhatikan minat dan kebutuhan para konsumen ketika akan mendirikan sebuah usaha. Misalnya saja Anda tinggal didaerah pedesaan yang jarang ada lalu lalang kendaraan dan Anda mencoba usaha cafe atau restoran yang menyajikan berbagai makanan modern seperti steak, burger, pizza dan lain sebagainya.

 

Tentunya usaha Anda tersebut akan sepi bahkan bisa jadi tak akan laku. Hal ini akan  berbeda jika Anda tinggal di kota, usaha seperti cafe pastinya akan lebih mempunyai peluang sukses. Contoh lain jenis bisnis yang memerlukan kebutuhan para konsumen adalah usaha loundri kiloan dimana banyak orang yang memerlukan jasa tersebut.

 

Pada kasus seperti ini Anda harus mampu menerapkan analisa SWOT. Penerapan alasis SWOT ini bisa menjadi salah satu cara memilih usaha yang menguntungkan dan paling tepat untuk Anda. Hal ini karena analisa ini memungkinkan Anda mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang maupun ancaman pada usaha yang nantinya akan Anda dirikan.

 

·         Sesuai dengan Tuntutan Zaman

Tips atau cara memilih usaha yang tepat lainnya adalah menyesuaikannya dengan tuntutan zaman. Di era digital seperti saat ini terdapat banyak sekali jenis usaha yang dapat kita pilih menyesuaikan dengan tren atau tuntutan zaman.

 

Contohnya saja Anda bisa membuka usaha jasa pembuatan toko online atau website. Hal ini karena saat ini toko online ataupun website semakin dibutuhkan oleh masyarakat karena merupakan sarana yang wajib dimiliki supaya mampu bersaing di era digital. Kehadiran toko online ini membuat target pasar menjadi semakin luas, tak perlu khawatir batasan tempat maupun wilayah seperti bisnis offline.

 

·         Mengetahui Perbedaan Usaha Anda dengan Pesaing

Apabila usaha yang Anda pilih atau ingin dirikan sudah banyak pesaing artinya Anda akan gagal jika berhadapan langsung dengan pesaing yang sudah lebih dulu. Namun bukan berarti tidak ada peluang sama sekali. Salah satu cara supaya bisa survive di tengah persaingan yang ketat Anda harus melalukan sesuatu supaya terlihat menonjol dan berbeda dari yang lainnya.

 

Bila Anda tidak mampu dengan cepat membuat pembeda usaha Anda dengan yang lainnya, maka lebih baik Anda memilih jenis usaha lainnya saja. usaha yang sekiranya belum memiliki banyak saingan dan memiliki resiko lebih kecil. Jadi apabila usaha Anda tidak berhasil seperti yang diharapkan, tingkat kerugiananya tidak akan terlalu besar.

 

 

 

 

·         Action

Setelah Anda membaca dan melalui semua poin diatas, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah action. Jadi Anda harus segera mewujudkan usaha tersebut ke bentuk yang nyata dan tidak hanya sekedar berangan-angan saja. Harus Anda tahu jika ingin membuat usaha namun tidak segera memulainnya maka semua akan percuma. 

 

C. Metode yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.

Ø  KEKUATAN

Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mal dapat dikembangkan menjadi koskosan, warnet, rental komputer, dan masih banyak lagi.

 

Ø  KELEMAHAN

 

Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental komputer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan komputer.

 

Ø  PELUANG

 

Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi di lingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin di lingkungan perkantoran, dan lain-lain.

 

Ø  ANCAMAN

 

Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain di pasar yang pelakunya sudah sangat banyak

 

D. Cara menggali peluang usaha

v  Manfaatkan Internet dan Media Elektronik Lainnya

 

Di era sekarang, internet, radio, dan televisi merupakan jalur terbaik dalam memperoleh informasi, termasuk info tentang membangun bisnis. Namun internet lebih fleksibel, karena bisa dieksplorasi kapan saja.Misalnya di Google tentang “Contoh usaha dengan modal 5 jutaan rupiah”, pastiakan menjumpai ratusan website yang membahas tentang haltersebut. Jadi internet merupakan jalan termudah menggali dan menemukan ide-ide usaha yang mungkin belum diketahui selama ini.

 

 

v  Baca Buku dan Referensi Bisnis

Jika masih bingung “harus mau buka usaha apa?” Maka buku, majalah, pamflet, buklet dan koran bisnis bisa menjadi sumber informasi yang dapat membantu anda menciptakan ide-ide bisnis yang bagus.

 

v  Ikuti Kegiatan Seminar Usaha

Jika buku dan internet belum dapat membantu menggali gagasan bisnis yang potensial, maka sesekali coba ikuti seminar seminar tentang bisnis dan kewirausahaan. Di sana akan mendapat ilmu dan mentor yang berpengalaman dalam membangun usaha. Mungkin dengan seminar tersebut, akan memperoleh ilham yang baik.

 

v  Aktif Bergabung di Komunitas Bisnis

Ada banyak komunitas atau organisasi yang mewadahi orang-orang dengan profesi atau kelompok bisnis tertentu, baik offline maupun komunitas online. Jika ada kesempatan cobalah bergabung dengan beberapa komunitas bisnis. Selain mendapat banyak ilmu, tentukan berpeluang masuk dalam jaringan relasi dan pertemanan para entrepreneur. Mungkin mereka akan membantu dalam menggali potensi bisnis yang ada dalam diri anda.

 

v  Datang ke Pameran Kewirausahaan

 

Salah satu tempat yang cukup efektif membangkitkan ide-ide bisnis yang ada dalam benak anda adalah pameran kewirausahaan. Berbagai produk baru, bisnis baru, dan job baru sering dipertontonkan dalam sebuah acara pameran. Penyelenggaranya bisa pemerintah maupun swasta. Walaupun harus mengeluarkan beberapa lembar rupiah untuk membeli tiket masuk, namun akan mendapatkan pengalaman kewirausahaan secara lebih nyata.

 

v  Ngobrol dengan Para Pelaku Usaha

 

Kata pepatah “Pengalaman adalah guru terbaik”. Oleh sebab itu, dalam mencari celah usaha yang bagus, cobalah berdiskusidengan orang-orang yang telahsukses maupun gagal dalam membangun bisnisn 24 ya. Biasanya akan selalu datang ilham setelah mengetahui pengalaman - pengalaman bisnis mereka secara langsung.

 

v  Kunjungi Pusat – Pusat Bisnis

 

Selain pameran, lokasi lain yang bagus untuk memperoleh ide usaha adalah di pusat- pusat bisnis. Dengan mengunjungi tempat tersebut akan dapat menyaksikan dan belajar - banyak mengenai gambaran perputaran roda perekonomian dan bisnis.

 

v  Mengamati Lingkungan Sekitar (Survey Langsung)

 

Sebagai amunisi terakhir dalam memecahkan kebuntuan menggali ide-ide usahaa dalah dengan melakukan pengamatan atau survey langsung kelingkungan sekitar. Perhatikanlah apa saja kebutuhan orang-orang yang bisamenjadipeluangusahaatauamatiadakahbahan - bahan atau sumber daya yang tak berguna yang bisa menjadi barang ekonomis.Lihat, pikirkan lalu renungkan.

 

E. Kesimpulan

           

            Dari uraian deskriptif teoritis tentang tips menentukan bidang usaha yang akan dijalani, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal :

·         Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai usaha, seorang bisa membuat persiapan usaha yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimis. 

·         Ketika seorang menjalankan usaha, sebaiknya menentukan bidang atau jenis usaha apa yang akan dijalankan. Dalam menjalankan usaha tidak hanya sekedar menjalankan saja, tetapi kita harus memikirkan secara matang untuk usaha tersebut.

·         Banyak cara dan tips untuk para wirausaha agar usaha yang akan dijalani dapat berjalan dengan lancer

 

 

 

 

 

Referensi

https://www.duniakampus40.net/2020/12/pentingnya-menentukan-bidang-usaha-yang.html

https://bukutansi.com/tips-memilih-jenis-usaha-yang-tepat/

http://repositori.kemdikbud.go.id/17080/1/6.1.%20BA%20-%20MENGENALI%20PELUANG%20DAN%20MEMILIH%20JENIS%20USAHA%20-%202019%20-%201.pdf