Tampilkan postingan dengan label @U32-ALDIANSYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @U32-ALDIANSYAH. Tampilkan semua postingan

Maret 31, 2022

PERAN PEMIMPIN VISIONER DALAM MEWUJUDKAN INOVASI PELAYANAN PUBLIK

 

PERAN PEMIMPIN VISIONER DALAM MEWUJUDKAN INOVASI PELAYANAN PUBLIK

 

Disusun Oleh :  

Nama                  :        ALDIANSYAH  

NIM                    :        41420010027  

Jurusan                :       Teknik Elektro  

Universitas          :        Mercubuana Jakarta Barat   

Kode pembisnis  :        @U32-ALDIANSYAH  

  

ABSTRAK 

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang kepemimpinan visioner dalam mewujudkan inovasi pelayanan publik. Mengingat di era global saat ini tuntutan akan kualitas pelayanan publik semakin tinggi, sementara itu permasalahan yang muncul juga kian kompleks. Untuk itu, diperlukan peran pemimpin visioner yang mampu menciptakan peluangpeluang baru dalam menyelesaikan masalah serta mengelola potensi yang ada demi masa depan yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Penulis menganalisa, salah satu figur pemimpin yang visioner adalah Kepala Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Kepala Desa Majasari (Wartono, S.Pd., M.Si), mampu merealisasikan visi yang dijabarkan melalui misi Panca Karya Hita Karana (lima kerja yang menjadikan sejahtera). Berbagai inovasi pelayanan publik telah dilakukan baik dalam bidang pemerintahan, kemasyarakatan, kewilayahan, pertanian dan peternakan. Atas keberhasilan Desa Majasari meraih kejuaraan lomba desa baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun nasional, kini Desa Majasari menjadi salah satu labsite.

A.PENDAHULUAN 

Di era modernisasi dan kompettif global saat ini, sudah menjadi tuntutan bagi birokrasi pemerintah untuk berinovasi. Inovasi itu sendiri didefinisikan oleh Agolla dan Van Lill (2013

: 165), sebagai “sebuah proses munculnya ide-ide yang berharga yang bertransformasi menjadi sebuah bentuk baru untuk menjadi nilai tambah bagi organisasi, karyawan serta pemangku kepentingan”.

 



Menyikapi tuntutan tersebut, beberapa daerah dan desa di Indonesia menciptakan inovasi baik dalam hal tata kelola pemerintahan, SDM Aparatur maupun pelayanan publik. Inovasi dilakukan untuk mengatasi kompleksitas permasalahan serta menciptakan peluang-peluang baru dalam percepatan pembangunan daerah dan desa. Organisasi sektor publik dapat melakukan inovasi dengan berbagai cara dan bentuk melalui kemitraan dengan organisasi lain baik swasta, maupun masyarakat. Melalui kolaborasi dan team work yang solid, resiko terjadinya kegagalan dalam melakukan inovasi dapat diminimalisir. Selain membutuhkan dukungan baik dari internal maupun eksternal organisasi, sebuah inovasi juga memerlukan waktu yang cukup untuk bertransformasi dari sebuah gagasan yang dihasilkan sampai kepada perwujudan nyata yang memberi manfaat untuk organisasi.

     Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya untuk beradaptasi dengan perkembangan lingkungan dan mempertahankan eksistensinya. Di mana sebagian besar faktor tersebut dipengaruhi oleh pemimpin, baik sifat yang melekat pada pemimpin maupun gaya kepemimpinan yang digunakan dalam mengelola organisasi tersebut ( Dongoran dalam Sunyoto, 2011 : 86).

     Inovasi dalam pembangunan maupun pelayanan publik dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh pemimpin visioner. Yakni pemimpin yang selalu memberikan support, berfikir positif dan menyatukan komitmen anggotanya menjadi satu kesatuan baru yang memiliki kekuatan lebih besar bagi masa depan organisasi. Kemampuannya dalam merancang dan membangun kelembagaan, menjadi kekuatan bagi kesejahteraan anggotanya maupun masyarakat luas.

B. KAJIAN PUSTAKA 

 Pemimpin Visioner 

       Kepemimpinan Visioner adalah suatu model kepemimpinan yang tertuju pada sikap kerja dan usaha para anggota organisasi melalui pembinaan dan pola penggerakkan berlandaskan pada kejelasan visi yang yang telah ditetapkan sebelumnya. (Kertanegara dalam Sedarmayanti,

2013 : 161)

 

      Dengan visi yang jelas, organisasi akan terus tumbuh dan berkembang untuk mempertahankan eksistensinya. Di mana, setelah visi itu teridentifikasi dan ditentukan, maka pemimpin harus mampu mensosialisasikan dan mentransformasikannya kepada semua anggota organisasi untuk dapat dilaksanakan.

       Kepemimpinan Visioner juga diartikan sebagai keterampilan seorang pemimpin dalam mewujudkan atau merealisasikan visi, yang dipercaya dapat membawa masa depan organisasi lebih baik dengan terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang kekinian. Uha ( 2014 : 164)

       Visi menjadi faktor penting bagi seorang pemimpin. Visi pemimpin akan menginspirasi tindakan dan membantu masa depan organisasi. Keberadaannya akan berpengaruh kuat terhadap anggota organisasi yang mau bekerja menciptakan lingkungan yang inovatif. Untuk itu, dibutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai kompetensi visioner. Adapun kompetensi tersebut sebagaimana pendapat Barbara Brown (Sedarmayanti, 2013 :165), adalah :

 

1.                  Visualizing (menggambarkan dalam khayalan).

2.                  Futuristic thinking (berpikir ke masa depan).

3.                  Showing foresight (memiliki tinjauan masa depan).

4.                  Proactive planning (perencanaan proaktif).

5.                  Creative thinking (berpikir kreatif). 6. Taking risks (berani mengambil risiko).

7.      Process alignment (menyelarasakan proses).

8.      Coalition building (membangun koalisi).

9.      Continuous learning (pembelajaran terus-menerus).

10.  Embracing change (melakukan perubahan yang mempersatukan)

       Seorang pemimpin perubahan akan terus berupaya melakukan perbaikan dengan bersikap proaktif terhadap permasalahan yang terjadi dalam organisasi. Ia tidak akan membiarkan apalagi menghindari problem yang terjadi, namun akan mencarikan solusinya. Ia senantiasa memberi contoh dan menginspirasi bawahannya sebagai seorang pembelajar. Hal ini sejalan dengan pendapat Uha (2015 : 154), bahwa seorang pemimpn yang efektif dalam melakukan perubahan dan perbaikan dalam organisasi akan memperhatikan beberapa hal Seperti : Menentukan strategi yang tepat, menjadi perencana yang tangguh, sebagai motivator yang efektif, menjadi pengawas dan penilai yang objektif serta rasional.

Inovasi Pelayanan Publik 

       Kimberly (1981), mengemukakan bahwa “inovasi dalam sektor publik diasumsikan sebagai upaya untuk menuju keadaan yang lebih baik; semakin inovatif suatu penyelenggaraan pemerintahan, maka nilai tambah atau manfaat bagi masyarakatjuga semakin tinggi. Hal tersebut kemudian dikembangkan oleh Howie (2011) bahwa “inovasi merupakan sebuah proses di mana beberapa individu atau sekelompok orang yang mengidentifikasi masalah yang dianggap paling krusial kemudian mengembangkan solusi terhadap masalah tersebut”

       Dengan demikian, inovasi sektor publik sangat penting demi kemajuan dan penyelesaian masalah-masalah publik. Sektor publik yang inovatif tentunya dapat medorong pelayanan publik yang efektif dan efisien.

       Karakteristik yang menonjol pada proses inovasi yang baik adalah keberadaan motivasi yang tinggi dari individu, kelompok dan organisasi untuk memperoleh informasi dan wawasan baru serta meningkatkan pengetahuan tentang apa yang menjadi fokus perhatian sehingga mendapatkan pemahaman utuh kemudian digunakan untuk menyusun solusi yang dapat menstabilisasi situasi sosial masyarakat yang bergejolak (Kimberly & de Pouvourville, 1993). Menurut Harries dalam Rahayu dan Juwono (2019 ; 199), aspek-aspek inovasi meliputi :

1.  Gagasan atau pendekatan baru dalam menghadapi sebuah permasalahan, cara baru dalam melakukan sesuatu dan/atau produk atau layanan baru.

2.  Melibatkan banyak kontributor yang kolaborasinya sama penting dengan apa yang menjadi hasilnya.

3.  Mengubah pengetahuanpengetahuan baru menjadi nilai

ekonomi atau nilai sosial yang lebih baik.

4.  Perubahan dalam produk dan layanan, proses atau platform yang ditawarkan oleh pemerintah.

Adapun bentuk inovasi sebagaimana dikemukakan Kastelle dan Stewart-Weeks (2015 : 69), meliputi :

1.                  Menciptakan barang dan layanan baru atau yang lebih baik.

2.                  Mengembangkan cara baru dalam praktik kebijakan publik.

3.                  Menemukan target pasar baru 4. Mengidentifikasi sumber daya baru. 5. Menciptakan cara baru untuk berorganisasi.

  

D.  HASIL DAN PEMBAHASAN 

       Setiap organisasi tentunya akan mengalami perubahan sebagaimana visi dan misinya masing-masing, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Visi sebagai cita-cita dan komitmen semua anggota organisasi yang ingin diraih di masa depan dalam kurun waktu tertentu, menjadi pendorong bagi pemimpin untuk memperjuangkan perubahan.

       Begitu pula halnya dengan Pemerintah Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten

Indramayu. Dengan Visi “Mewujudkan Masyarakat Majasari yang Religius, Aspiratif, Produktif, Inovatif dan Harmonis atau RAPIH”, kini terus berbenah sehingga menjadi percontohan yang bukan hanya untuk Jawa Barat tapi juga Indonesia.

Pada Tahun 1983, Desa Majasari memisahkan diri dari Desa Majasih dan menyandang predikat desa IDT (Inpres Desa Tertinggal) dari Pemerintah Pusat. Predikat tersebut melekat hingga tahun 2008, karena sekitar 40% warganya masuk kategori miskin. Namun dengan kepemimpin Kepala Desa yang visioner dan pola pembangunan yang bertumpu pada partisipasi masyarakat sejak tahun 2009, akhirnya Desa Majasari mampu menjadi desa mandiri.

E. SIMPULAN  

Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu merupakan salah satu labsite atau

Desa percontohan. Keberhasilan Desa Majasari meraih kejuaraan lomba desa baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun nasional tentunya tidak terlepas dari visi dan misi yang dirancang, digerakkan dan dikendalikan secara nyata oleh Kepala Desa. Dengan kepemimpinannya yang visioner, Kuwu Wartono mampu mewujudkan berbagai inovasi dalam pelayanan publik yang membawa perubahan pada kehidupan masyarakatnya menjadi lebih baik.

 PENUTUP   

Demikian karya tulis ini saya buat, semoga dapat memberikan manfaat ke para pembaca.   

DAFTAR PUSAKA   

Howie, Patrick. J, (2011). The Evolution of Revolutions : How We Create, Shape, and React to Change. New York : Promotheus Books

 

Kastelle, Tim dan Martin StewartWeeks. (2015). How Does Innovation Work in the Public Sector ?. Australian Journal Of Public Administration, 74 (1), 63-72.

 

Uha, Ismail Nawawi. (2014). Manajemen Perubahan. Bogor : Ghalia Indonesia.

 

Sunyoto dan Burhanudin. (2011). Perilaku Organisasional. Yogyakarta : CAPS.

 

Rahayu dan Juwono. (2019). Birokrasi dan Governance. Depok : Rajawali Pers

 

Kimberly, J.R.(1981). Managerial Innovation.In P.C. Nystrom dan W.H.Starbuck,eds., Handbook of Organizational Design : New York.

Maret 22, 2022

MERAIH KEUNGGULAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

 

MERAIH KEUNGGULAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

 

Disusun Oleh :  

Nama                  :        ALDIANSYAH  

NIM                    :        41420010027  

Jurusan                :       Teknik Elektro  

Universitas          :        Mercubuana Jakarta Barat   

Kode pembisnis  :        @U32-ALDIANSYAH  

  

ABSTRAK 

     Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka untuk setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa bisnis terus bertumbuh. Bisnis sebaiknya memiliki nilai dan bermanfaat dimana hal ini bisa dilakukan melalui penerapan konsep kewirausahaan sosial. Berbagai kalangan mulai memperbincangkan konsep kewirausahaan sosial sebagai solusi inovatif dalam menyelesaikan permasalahan sosial.. 

     Tujuan kewirausahaan sosial adalah terwujudnya perubahan sosial ke arah yang lebih baik atau positif dan memecahkan masalah sosial untuk kepentingan masyarakat

A.PENDAHULUAN 

 Latar Belakang

     Mereka yang menjadi wirausaha adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk menangkap peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka untuk setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa bisnis terus bertumbuh serta memiliki nilai. Salah satu pendorong terciptanya inovasi selain perubahan dan keharusan untuk beradaptasi adalah kesadaran akan adanya celah antara apa yang ada dan apa yang seharunya ada, dan antara apa yang diinginkan oleh masyarakat dengan apa yang sudah ditawarkan ataupun dilakukan oleh pemerintah, sektor swasta maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

     Bisnis sebaiknya memiliki nilai dan bermanfaat. Hal ini bisa dicapai melalui kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menerapkan konsep kewirausahaan sosial. Konsep kewirausahaan sosial telah menjadi konsep yang popular di berbagai Negara.

 

B. KAJIAN PUSTAKA 

Kewirausahaan merupakan suatu proses dinamis untuk menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa serta kemakmuran. Peter F.Drucker (1994) mendefinisikan kewirausahaan sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Thomas W. Zimmerer (1996;51) mengungkapkan bahwa kewirausahaan merupakan proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi setiap orang dalam kehidupan sehari- hari. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang. Thomas W.Zimmerer et al (2005)  merumuskan manfaat berwirauaha sebagai berikut:

1.      Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri. 

2.      Memberi peluang melakukan perubahan : Pebisnis menemukan cara untuk mengombinasikan wujud kepedulian mereka terhadap berbagai masalah ekonomi dan social dengan harapan akan menjalani kehidupan yang lebih baik

3.      Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya : Memiliki usaha sendiri memberikan kekuasaan, kebangkitan spiritual dan membuat wirausaha mampu mengikuti minat atau hobinya sendiri. 

4.      Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin 

5.      Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usahanya 

6.      Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakannya

 Entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya tidak lepas dari modal. Modal tidak selamanya identik dengan uang ataupun barang (tangible). Sebuah ide sudah termasuk modal yang luar biasa karena ide merupakan modal utama yang akan membentuk dan mendukung modal lainnya. Beberapa modal yang termasuk ke dalam modal tidak berwujud (intangible) antara lain :

1.      Modal Intelektual Modal Intelektual didefinisikan sebagai kombinasi dari sumberdayasumberdaya intangible dan kegiatan-kegiatan yang membolehkan organisasi mentransformasi sebuah bundelan material, keuangan dan sumberdaya manusia dalam sebuah kecakapan sistem untuk menciptakan stakeholder value (Cut Zurnali , 2008). 

2.      Modal Sosial dan Moral Modal sosial dan moral yang dapat disebut sebagai suatu integritas merupakan suatu hal penting yang membentuk sebuah citra terhadap kepribadian Anda sebagai seorang wirausaha. Pada saat menjalankan bisnis, ada etika wirausaha yang tidak boleh Anda langgar. 

3.      Modal Mental Mental wirausaha harus ditaman sejak dini. Karena modal mental merupakan kesiapan sejak dini kemudian diwujudkan dalam bentuk keberanian untuk menghadapi risiko dan tantangan. Sebagai wirausaha, Anda harus berani menghadapi risiko. Risiko disini berarti risiko yang telah diperhitungkan sebelumnya sehingga hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap risiko yang akan diambil. Anda harus bisa belajar mengelola risiko dengan cara mentransfer berbagai risiko ke pihak lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok dan sebagainya

 

 PEMBAHASAN 

Salah satu manfaat dari kewirausahaan sosial adalah untuk membangun sebuah bisnis sebagai solusi untuk permasalahan sosial ekonomi, pendidikan, lingkungan dan berbagai permasalahan yang telah menjadi tantangan dunia. Seperti yang diungkapkan Bill Drayton, seorang innovator publik yang mendirikan Ashoka Foundation menulis bahwa cara yang paling efektif untuk mempromosikan dapat merumuskan solusi inovatif yang berkelanjutan dan dapat ditiru baik nasional maupun global. Berikut adalah peran wirausaha sosial dalam perekonomian suatu Negara: 

•      Menciptakan lapangan kerja 

•      Mengurangi pengangguran 

•      Meningkatkan pendapatan masyarakat 

•      Mengombinasikan factor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian) 

•      Meningkatkan produktivitas nasional Menjadi wirausaha sosial tidaklah mudah.

    Wirausaha sosial melihat permasalahan sosial sebagai peluang usaha serta memiliki keberanian dan mengambil risiko untuk menyelesaikannya. Hal inilah yang dilakukan oleh Purba Plastik. Simpati Anas Agusta Purba pria Batak Karo adalah pemilik nama wirausaha tersebut. Usaha yang bergerak dibidang produksi biji plastik ini berdiri pada bulan Pebruari

2012 dengan mengusung merek “Purba Plastik” yang berlokasi di Jl Djamin Ginting, Lau Cih, 



Medan. Gambar 3.1 Biji plastik yang siap dikirim ke pabrik Bahan baku usaha ini adalah sampah-sampah dari berbagai jenis plastik yang berasal dari lokasi tempat pembuangan akhir. Namun demikian sampah-sampah plastik yang berasal dari rumah tangga juga ditampung disini. Sampah-sampah plastic ini diolah menjadi biji plastic dan selanjutnya dikirim ke pabrik pengolahan untuk kemudian diproses labih lanjut (misalnya menjadi produk plastik yang kita gunakan sehari-hari). Pada usaha ini penyortiran dilakukan oleh ibu-ibu yang berdomisili di sekitar lokasi produksi. Sebelum bekerja di usaha Purba Plastik, ibu-ibu ini kesehariannya adalah seorang pemulung (nyeker). Ternyata bisnis yang dijalankan tersebut memberikan peluang kerja bagi masyarakat di lingkungan sekitar yang tentunya membawa dampak positif serta mampu mengurangi gundukan-gundukan sampah yang berada di tempat pembuangan akhir.

D. SIMPULAN  

Kewirausahaan sosial adalah tindakan berinovasi dan mengenali masalah sosial dengan menggunakan prinsip kewirausahaan. Modal dasar yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan sosial adalah lebih kepada komitmen untuk membuat perubahan sosial berdasarkan tujuan mulia. Penguaha sosial harus memiliki trategi berdaarkan kekuatan sosial untuk menyebarkan pengaruhnya, penggunaan media sosial akan membantu organisasi maupun individu untuk menyebarkan permaalahan yang dialami masyarakat. Untuk itu pengusaha sosial berfokus pada pengalaman yang dialami masyarakat, sehingga sangat perlu untuk menjalin komunikasi serta mambangun empati melalui peritiwa yang dialami oleh masyarakat

 

 PENUTUP   

Demikian karya tulis ini saya buat, semoga dapat memberikan manfaat ke para pembaca.

DAFTAR PUSAKA   

Bornstein,D, 2004, How to Change the World: Social Entrepreneur and the Power of New Idea.

 

Dees, J. G , 2001, The Meaning of Social Entrepreneurship

 

Drucker, P.F , 1994, Innovation and Entrepreneurhip, New York: Harpercollins Publisher

 

Helltrom, T, 2004, Innovation as Social Action., Denmark: Copenhagen Bussiness School

 

Mulgan, G., Tucker, S., Ali, R., and Sanders,B, 2007, Social Innovation: What It Is, Why It

Matters and How It Can Be Accelerated. Oxford; Skoll Centre for Social Entrepreneurship, Said Business S

 

Saragih, Rintan, 2013. Berwirausaha Cerdas, Inspirasi bagi kaum muda, Yogyakarta;.Graha Ilmu.

 

Saifan, S.A, 2012, Social Entrepreneurship: Definition and Boundaries.