Tampilkan postingan dengan label @U07-ZAKKY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @U07-ZAKKY. Tampilkan semua postingan

Maret 31, 2022

Kekuatan Branding Dalam Kewirausahaan Ditengah Persaiangan Global

Kekuatan Branding Dalam Kewirausahaan Ditengah Persaiangan Global

Oleh : Zakky Akhmad Zakariya (@U07-ZAKKY)


Abstrak

Artikel ini berjutuan sebagai pembelajaran dalam menjalankan sebuah bisnis membutuhkan cara yang kreatif, fleksibel, sekaligus menantang untuk menjadi bos dan menentukan masa depan bagi diri sendiri. Untuk itu dibutuhkan keberanian, tekad, dan keinginan untuk menjadi seorang pengusaha.

Kata Kunci : Kewirausahaan, Digital Entrepreneurship, Inovasi dan Kreativitas.

5 Tips Branding Produk Menarik Agar Mudah Dikenali Konsumen


Pendahuluan

Kamu mungkin tidak asing lagi dengan brand yang dikenal melalui kanal online dan

melakukan penjualan langsung. Bahkan, merek-merek ini membangun reputasi murni hanya

melalui platform digital. Sebagian besar bisnis tersebut juga tanggap mengadaptasikan

teknologi baru untuk melibatkan pembeli. Bagi banyak pemilik bisnis, kisah ini mungkin

terdengar familier. Tidak lain serupa mengulang pengalaman sekitar 20 tahun lalu ketika

gelombang internet pertama kali muncul. Kini seluruh aspek kehidupan bertransformasi ke

platform digital dengan kecepatan luar biasa. Di sektor bisnis, bisa dikatakan digitalisasi telah

menulis ulang aturan persaingan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada era digital berisiko

membuat perusahaan yang tidak sanggup beradaptasi tertinggal. Karena itu, para business

owner perlu memikirkan strategi bisnis khusus untuk menjawab hal tersebut, terlebih bila

usahamu termasuk bisnis kecil.


Pembahasan

A. Strategi Branding untuk Menciptakan Brand Top of Mind

Ketika membeli suatu produk misalnya mie instan, apa merek yang pertama kali

terlintas di benak Anda? Ingatan akan nama brand saat Anda membutuhkannya menandakan

hubungan yang sangat erat antara perusahaan dengan Anda selaku konsumen. Itulah efek dari

brand top of mind.

Bila digambarkan secara sederhana, brand top of mind mencerminkan popularitas

tertinggi. Brand terbaik yang berhasil mengalahkan brand lainnya terutama dari segi

pemasaran dan penjualan.  Menariknya, untuk sampai ke level tertinggi seperti ini, butuh

kerja keras dan usaha yang besar dari perusahaan.

B. 5 Strategi Branding untuk Mencapai Brand Top of Mind

Kerja keras memperkenalkan brand ke pasaran dikenal sebagai strategi branding. Tujuannya

agar konsumen menyadari potensi dan kualitas dari produk yang ditawarkan. Sehingga

mendorong kegiatan konsumsi dalam skala kecil, menengah hingga skala besar-besaran.

Lebih lanjut mengenai strategi branding untuk menghasilkan kekuatan dan popularitas brand,

simak selengkapnya di bawah ini:

1. Mengkaji Kebutuhan Konsumen

Sebelum memasarkan produk ke pasaran, perusahaan harus melakukan pengkajian dan

pengujian terlebih dahulu. Jangan sampai produk yang dipasarkannya memiliki lebih banyak

kekurangan dibandingkan brand lainnya.

Terkecuali jika pasar yang dibidik merupakan konsumen kelas menengah ke bawah yang

lebih banyak melihat harga dan fungsional produk daripada kualitasnya. Misalnya, Anda

membangun perusahaan smartphone dan meluncurkan ponsel terbaru dengan rentang harga

jual Rp 2 juta- Rp 3 juta.

Selain menyematkan kamera profesional, layar lebar dan memori yang luas. Apa lagi yang

harus disematkan? Cobalah kaji kebutuhan smartphone di rentang harga tersebut. Sehingga

Anda bisa menelurkan produk yang diterima dan disukai oleh konsumen bukan kebalikannya.

2. Membangun Brand Experience untuk Tingkatkan Loyalitas Pelanggan

Ketika brand berhasil memenuhi kebutuhan konsumen, tingkatan loyalitas pelanggan

umumnya akan meningkat. Faktanya, semakin banyak pelanggan yang setia dan membeli

produk Anda semakin besar pula kekuatan dan popularitas brand di mata konsumen.

Mereka tidak akan berpikir dua kali untuk menggunakan bahkan menawarkan produk Anda

ke teman, kerabat bahkan partner kerja. Beberapa konsumen bahkan bertindak emosional

dengan menjelaskan kelebihan produk bersangkutan meskipun tidak diminta.

3. Melakukan Inovasi Tanpa Henti

Cara lain yang bisa diusahakan perusahaan agar brand-nya selalu teringat di kepala pelanggan

adalah inovasi tanpa henti. Rangkul teknologi modern bukannya menghindarinya.

Semakin up to date perusahaan Anda semakin baik untuk mendapatkan atensi dari

konsumen.  Seperti Samsung yang melakukan inovasi unik dengan menciptakan smartphone

lipat. Semakin banyak inovasi pertama yang Anda sematkan pada sebuah produk, semakin

mudah brand terngiang di otak pelanggan.

4. Menggunakan Iklan Promosi yang Kreatif

Menjadi brand top of mind merupakan idaman banyak perusahaan. Sebagai peringkat

tertinggi tandanya produk yang Anda jual dan pasarkan diterima sangat baik oleh konsumen.

Meskipun harga dinaikkan, pelanggan menerimanya dengan baik dan menganggapnya

sebagai hal yang wajar.

Cara terbaik untuk menciptakan dan mempertahankan popularitas brand cukup tampilkan

iklan promosi yang kreatif. Jika memungkinkan buatlah slogan yang unik dan bisa diingat

dengan mudah oleh konsumen.

5. Buat Kampanye Unik untuk Produk Baru

Sebagai perusahaan yang seringkali berinovasi, jumlah produk yang brand Anda luncurkan

tentu bukan hanya satu atau dua. Usahakan untuk melakukan kampanye unik ketika

meluncurkan produk baru.

Undang wartawan dan pilih brand ambassador yang memiliki citra positif. Dengan kampanye

unik, tidak hanya menciptakan brand top of mind. Penjualan produk baru pun bisa

didongkrak hingga memenuhi kuota yang telah direncanakan sebelumnya.


C. Tetapkan target pasar yang spesifik

Salah satu kekeliruan yang kerap dilakukan pemiliki bisnis kecil adalah ingin

menjangkau semua kalangan. Padahal, menetapkan target pasar yang sangat spesifik

merupakan strategi bisnis terbaik. Beberapa di antara kamu mungkin bertanya, bagaimana hal

ini bisa meningkatkan daya saing? Bayangkan kamu menyasar pasar tertentu yang paling bisa

diuntungkan oleh produk atau jasa yang kamu tawarkan. Konsumen yang ada dalam kategori

tersebut akan tertarik. Dengan begitu, kamu justru bisa menarik lebih banyak konsumen yang

spesifik pada kategori tertentu. Dampaknya, bisnis milikmu akan dipandang sebagai ahli atau

specialist terkait produk atau jasa tersebut. Sebagai contoh, apakah kamu pernah diajak

berkunjung ke sate klatak di daerah Imogiri saat berkunjung ke Yogyakarta? Atau kamu

diajak menyaksikan pentas angklung di Saung Angklung Ujo ketika berlibur di kota

Bandung? Mengapa harus ke sana? Karena brand yang bersangkutan dianggap ahli di

bidangnya oleh mayoritas konsumen. Jika sudah demikian, kamu bisa menentukan harga

lebih tinggi. Lebih jauh lagi, kamu mungkin dapat memunculkan tren. Dengan kata lain,

menjadi expert merupakan salah satu cara terbaik untuk memenangkan persaingan. Sebelum

berada di titik tersebut, kamu perlu mulai dari menetapkan target pasar yang spesifik.


Simpulan

Bisnis digital adalah suatu jenis usaha yang memanfaatkan kecanggihan teknologi

ketika menciptakan sebuah produk ataupun memasarkannya. Digital marketing menjadi salah

satu strategi yang paling banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan dalam

melakukan promosi di era Revolusi Industri 4.0. Ditambah lagi dengan fitur penunjang yang

mumpuni akan membuat digital marketing semakin efektif. Branding juga didukung dengan

kreativitas tanpa batas melalui internet yang semakin pesat.


DAFTAR PUSTAKA

Modul 4 Kewirausahaan 1

Strategi, B. (2022). Strategi Branding untuk Menciptakan Brand Top of Mind. dreambox.id. Retrieved

from https://www.dreambox.id/blog/branding-strategi/strategi-branding-menciptakan-

brand-top-of-mind/

Destiana, N. (2021). Intip Strategi Bisnis Ini untuk Bersaing di Era Digital. Jakarta: Majoo.id. Retrieved

from https://majoo.id/blog/detail/intip-strategi-bisnis-ini-untuk-bersaing-di-era-digital#

Maret 24, 2022

Ketekunan Dalam Menjalankan Kewirausahaan di Tengah Persaingan Pasar Digital

Ketekunan Dalam Menjalankan Kewirausahaan di Tengah Persaingan Pasar Digital

Oleh : Zakky Akhmad Zakariya (@U07-ZAKKY)

 

Abstrak

Artikel ini berjutuan sebagai pembelajaran dalam menjalankan sebuah bisnis membutuhkan cara yang kreatif, fleksibel, sekaligus menantang untuk menjadi bos dan menentukan masa depan bagi diri sendiri. Untuk itu dibutuhkan keberanian, tekad, dan keinginan untuk menjadi seorang pengusaha.

Kata Kunci : Kewirausahaan, Digital Entrepreneurship, Inovasi dan Kreativitas.

 


 

Pendahuluan

Kamu mungkin tidak asing lagi dengan brand yang dikenal melalui kanal online dan melakukan penjualan langsung. Bahkan, merek-merek ini membangun reputasi murni hanya melalui platform digital. Sebagian besar bisnis tersebut juga tanggap mengadaptasikan teknologi baru untuk melibatkan pembeli. Bagi banyak pemilik bisnis, kisah ini mungkin terdengar familier. Tidak lain serupa mengulang pengalaman sekitar 20 tahun lalu ketika gelombang internet pertama kali muncul. Kini seluruh aspek kehidupan bertransformasi ke platform digital dengan kecepatan luar biasa. Di sektor bisnis, bisa dikatakan digitalisasi telah menulis ulang aturan persaingan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada era digital berisiko membuat perusahaan yang tidak sanggup beradaptasi tertinggal. Karena itu, para business owner perlu memikirkan strategi bisnis khusus untuk menjawab hal tersebut, terlebih bila usahamu termasuk bisnis kecil.

 

 

 

Pembahasan

 

Meningkatkan daya saing di era digital? Bisa!

 

 

Teknologi digital memang bukanlah hal baru, tetapi perlu diakui bahwa pemanfaatannya menghasilkan dampak baru. Sebagai contoh, sekarang kamu dapat mendasarkan keputusan bisnis dengan menganalisis big data. Cara yang dahulu mungkin belum bisa ditempuh oleh bisnis.

 

Seiring dengan momentum yang diperoleh teknologi, konteks strategi bisnis pun perlahan-perlahan berubah. Persaingan, perilaku bisnis, serta kinerja lintas industri pun turut mengalami pergeseran. Berikut ini adalah hal yang perlu kami cermati bila ingin unggul dalam kompetisi di era digital.

 

1. Hanya tawarkan produk yang kamu yakini kualitasnya

Kehadiran platform digital menciptakan transparansi yang hampir sempurna. Konsumen bisa dengan mudah membandingkan harga, pelayanan, serta performa suatu produk. Karena hal tersebut, konsumen juga dapat memutuskan mencoba produk atau brand lain hanya dalam satu kali swipe. Tidak hanya konsumen, sebagai pemilik bisnis, kamu pun sering memeriksa akun atau toko online milik brand lain. Dari penelusuran tersebut, tidak sedikit pemilik usaha yang merasa tertekan. Mungkin karena melihat produk kompetitor dijual dengan harga lebih ekonomis atau pesaing menawarkan program promosi yang beragam. Di tengah transparansi pada platform digital dan pergerakan konsumen yang demikian cepat, bagaimana bisnis kecil mampu bersaing? Maka dari itu, tawarkanlah produk yang benar-benar kamu yakini kualitasnya. Dengan begitu, kamu tidak merasa tergerak harus turut menurunkan harga atau mendadak membuat giveaway. Kamu tahu betul kualitas serta value yang kamu berikan kepada pembeli. Jadi, transparansi di platform online justru menjadi kesempatan untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan. 

 

2. Bangun citra yang kuat

Hal yang pertama kali dilakukan adalah menghadirkan produk atau layanan berkualitas sudah selesai. Berikutnya, arahkan fokus pada branding. Perlu dipahami, bagi bisnis kecil, citra merek lebih dari sekadar logo atau display produk. Hal ini melibatkan keseluruhan pengalaman interaksi konsumen dengan bisnis milikmu. Bisnismu mungkin bukan satu-satunya yang menawarkan produk atau jasa tertentu. Ada ribuan, bahkan mungkin jutaan, usaha lain yang juga berupaya meraih market share di sektor yang kamu tekuni. 

 

Agar bisnis milikmu tampak ‘mencolok’ di antara lautan pesaing, buatlah branding yang berbeda. Coba amati citra seperti apa yang dibangun kompetitor, lalu ciptakanlah image yang kemungkinan tidak akan dibangun pesaing. Cari tahu value yang membuat kompetitor diingat konsumen, strategi bisnis yang mereka andalkan, produk yang diluncurkan, sampai kampanye yang mereka lakukan. Kemudian, lakukanlah hal-hal yang tidak dilakukan pesaing. Perlu diingat, branding membutuhkan waktu untuk diingat dan menjadi top of mind dalam benak konsumen. Maka dari itu, bangunlah citra bisnis secara konsisten. 

 

3. Tetapkan target pasar yang spesifik

 

Salah satu kekeliruan yang kerap dilakukan pemiliki bisnis kecil adalah ingin menjangkau semua kalangan. Padahal, menetapkan target pasar yang sangat spesifik merupakan strategi bisnis terbaik. Beberapa di antara kamu mungkin bertanya, bagaimana hal ini bisa meningkatkan daya saing? Bayangkan kamu menyasar pasar tertentu yang paling bisa diuntungkan oleh produk atau jasa yang kamu tawarkan. Konsumen yang ada dalam kategori tersebut akan tertarik. Dengan begitu, kamu justru bisa menarik lebih banyak konsumen yang spesifik pada kategori tertentu. Dampaknya, bisnis milikmu akan dipandang sebagai ahli atau specialist terkait produk atau jasa tersebut. Sebagai contoh, apakah kamu pernah diajak berkunjung ke sate klatak di daerah Imogiri saat berkunjung ke Yogyakarta? Atau kamu diajak menyaksikan pentas angklung di Saung Angklung Ujo ketika berlibur di kota Bandung? 


Mengapa harus ke sana? Karena brand yang bersangkutan dianggap ahli di bidangnya oleh mayoritas konsumen. Jika sudah demikian, kamu bisa menentukan harga lebih tinggi. Lebih jauh lagi, kamu mungkin dapat memunculkan tren. Dengan kata lain, menjadi expert merupakan salah satu cara terbaik untuk memenangkan persaingan. Sebelum berada di titik tersebut, kamu perlu mulai dari menetapkan target pasar yang spesifik. 

 

Nah, dari ketiga cara di atas, kira-kira strategi mana yang sudah kamu lakukan? Segeralah terapkan strategi tersebut karena teknologi dan tren bisnis digital akan bergerak semakin cepat. Kamu perlu menyiapkan bisnismu untuk menghadapi berbagai kejutan yang mungkin masih akan timbul sepanjang era digital. 

 

 

Simpulan


Bisnis digital adalah suatu jenis usaha yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ketika menciptakan sebuah produk ataupun memasarkannya. Digital marketing menjadi salah   satu   strategi   yang   paling   banyak   diterapkan   oleh   berbagai   perusahaan   dalam melakukan promosi di era Revolusi Industri 4.0. Ditambah lagi dengan fitur penunjang yang mumpuni akan membuat digital marketing semakin efektif.  Kemudian apabila akan membuat usaha dengan menggunakan digital marketing, maka anda harus cermati langkah-langkah nya terlebih dahulu, agar dapat tersusun secara sistematis. Jadi, dengan adanya  digital marketing juga   dapat   menunjang   suatu   usaha   lebih   berkembang  dan mempermudah dalam promosi suatu usaha.

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Modul 3 Kewiraushaan 1

 

Destiana, N. (2021). Intip Strategi Bisnis Ini untuk Bersaing di Era Digital. Jakarta: Majoo.id. Retrieved from https://majoo.id/blog/detail/intip-strategi-bisnis-ini-untuk-bersaing-di-era-digital#

Indriyani, N. A. (2020). CARA MEMBANGUN USAHA SENDIRI DENGAN BISNIS DIGITAL. Bandung: Studoco.com.

Supriadi, C. (2012). Pentingnya Ketekunan Dalam Berbisnis. Jakarta: Marketing.co.id. Retrieved from https://marketing.co.id/pentingnya-ketekunan-dalam-berbisnis/

 


Maret 17, 2022

Peran Generasi Muda Dalam Digital Entrepreneuship Era 5.0

Peran Generasi Muda Dalam Digital Entrepreneuship Era 5.0

Oleh : Zakky Akhmad Zakariya (@U07-ZAKKY)



Abstrak

Era digital telah memberikan dampak bagi perkembangan kehidupan, diantaranya adalah kehidupan dunia usaha (bisnis). Tanpa modal besar dan tempatpun orang bisa menjalankan usaha dengan memanfaatkan teknologi melalui media sosial. Market place akan terbentuk dengan mudah melalui pemanfaatan teknologi tersebut. Fenomena ini disikapi dengan maraknya orang berbisnis online, tidak terkecuali di kalangan generasi muda. Jika di rumah saja dengan berbisnis online mereka dapat menghasilkan income, maka ini akan menjadikan mereka tidak akan berpikir untuk berburu menjadi PNS maupun urban ke kota atau ke luar negeri untuk mengais rejeki. Tentu saja ini berdampak pada terangkatnya perekonomian. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji strategi menguatkan perekonomian melalui peran teknologi digital dalam menciptakan peluang bisnis bagi generasi muda untuk berwirausaha. Penelitian dilakukan di Jombang dengan subyek penelitian mahasiswa yang juga berwirausaha. Metode kajian menggunakan kualitatif fenomenologis.

Kenapa Entrepreneurship Tidak Cocok Untuk Semua Orang? - Alona.co.id


Pendahuluan

Ketersediaan lapangan pekerjaan di Indonesia yang tidak sebanding dengan banyaknya jumlah tenaga kerja menuntut setiap orang untuk keluar dari zona nyaman dan mulai berwirausaha. Dengan berwirausaha, lapangan pekerjaan akan terus bertumbuh dan berkembang dengan inovasi di berbagai sektor kehidupan. Namun, terbatasnya pengetahuan, pengalaman, keterampilan, serta motivasi masyarakat Indonesia menjadi suatu tantangan tersendiri dalam mewujudkan hal tersebut, terlebih lagi persaingan di era digital semakin ketat.

Team work dalam bisnis digital. Sumber: pixabay.com

Perkembangan teknologi tak dapat dipisahkan dari kehidupan generasi muda. Maka dari itu, generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi dengan baik agar dalam praktiknya para generasi muda berdaya guna dan berhasil guna dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Hal tersebut tentunya memerlukan edukasi dan pelatihan kompetensi sebagai pembekalan awal. Dengan ide yang kreatif dan inovatif, generasi muda pasti mampu meningkatkan daya saingnya dan mau bercipta dan berkarya demi kepentingan masyarakat luas. Hingga kini, pengangguran dan kemiskinan masih menjadi momok bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu penguasaan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan harus mulai dikembangkan sejak dari bangku sekolah hingga perguruan tinggi agar para generasi muda memiliki skill dan kompetensi di bidang kewirausahaan. Dengan demikian, stabilitas ekonomi dapat tercapai dengan bertambahnya startup baru milik anak bangsa.

Kegagalan dalam membangun usaha di era digital dapat diminimalisir dengan cara memperbanyak literasi pembelajaran baik secara offline maupun online dan terus mengasah skill melalui praktik nyata. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi generasi muda yang mengurungkan keberaniannya untuk terjun dalam dunia digital entrepreneurship. Generasi muda juga dapat bergabung ke dalam komunitas digital entrepreneurship yang telah banyak terbentuk di lingkungan masyarakat. Pengembangan digital entrepreneurship juga tidak boleh dengan cepat berhenti, maka dari itu sangat diharapkan adanya dorongan pada diri generasi muda untuk menjadi role model yang mampu menginspirasi dan menggerakkan masyarakat luas untuk berwirausaha di dunia digital.


Pembahasan

Bayangkan jika bisnis Anda dapat menjangkau ribuan, jutaan, atau milyaran pelanggan potensial di mana saja di dunia, hampir setiap saat, dengan teknologi yang sangat murah. Bayangkan Anda dapat membuat produk dan layanan baru di perangkat pribadi, lalu mengirimkannya dengan jangkauan global secara cepat. Bayangkan kalau Anda dapat memilih berbagai cara untuk menghasilkan pendapatan bagi bisnis Anda dari iklan, langganan, penjualan, atau bahkan donasi dan crowdfunding.

Inilah dunia kewirausahaan digital (digital entrepreneurship), yakni kewirausahaan yang dipengaruhi oleh, atau memanfaatkan, transformasi digital dalam bisnis dan masyarakat. Prinsip-prinsip dasar kewirausahaan masih berlaku dan dapat diaplikasikan di dunia kewirausahaan digital ini, seperti: menumbuhkan pola pikir kewirausahaan, mengidentifikasi peluang yang baik, mengenal pelanggan Anda, memenuhi ketentuan legal, maupun berupaya untuk meningkatkan modal. Dalam kewirausahaan digital, perubahan mendasar terletak pada upaya untuk aktif dalam aktivitas bisnis dan terkoneksi dengan masyarakat yang telah melek digital.


 Apa Itu Digital Enterpreneur ?

 

Ada beberapa hal yang membuat kendala-kendala berwirausaha dapat diminimalisir dalam era digital ini, yakni dengan membuat upaya berwirausaha menjadi lebih cepat, lebih terjangkau, lebih mudah, bahkan menciptakan banyak kesempatan kolaborasi sehingga dapat membuat suatu usaha menjadi lebih efektif. Dunia digital menawarkan sumber daya baru yang sangat luas bagi para wirausahawan untuk memanfaatkan, mulai dari pengumpulan data terbuka, konten, kode, dan layanan yang tumbuh secara eksponensial hingga kontribusi online pengguna dan komunitas di seluruh dunia. Dunia digital juga menyediakan cara baru untuk menggabungkan sumber daya ini. Misalnya, bisnis kecil dapat memanfaatkan jaringan periklanan besar, chatbot berbasis Artificial Intelligence, freelancer global, atau penerjemahan bahasa hanya dengan beberapa klik atau beberapa baris kode.

Terdapat lima tipe dasar bisnis digital menurut Allen (2019), yakni: Content-Based Business, Community-Based Business, Online Store, Matchmaking Business, dan Promotion Business.

  1. Content-Based Business berupaya untuk memberikan nilai kepada pelanggan dengan menyediakan konten yang spesifik dalam format digital. Konten ini dapat meliputi resep, artikel, video, webinar, panduan, dan masih banyak lagi. Tantangan utama dalam tipe bisnis ini adalah bagaimana mencari topik yang tepat, dan perlu upaya untuk melakukan pemutakhiran konten secara konsisten.

  2. Community-Based Business menawarkan nilai dengan cara menyediakan forum diskusi dan konten spesifik yang sebagian besar merupakan kontribusi dari penggunanya.

  3. Online Store, seperti yang banyak kita jumpai saat ini, merupakan platform penjualan produk barang atau jasa. Anda dapat memulai bisnis ini dengan bekerjasama dengan pengusaha lain yang memiliki produk bagus namun belum memahami bagaimana cara menciptakan toko daring. Kemudian, secara bertahap Anda dapat mengumpulkan data untuk memperoleh pemahaman terkait preferensi konsumen, dan menemukan peluang untuk cross-selling maupun upselling, atau bahkan berlangganan (subscription).

  4. Matchmaking Business berupaya untuk mempertemukan sekelompok orang yang sebelumnya tidak terhubung. Tentu saja bisnis ini bukan hanya terbatas pada platform perjodohan, namun juga dapat berupa platform untuk mempertemukan siswa dan guru les, pengasuh anak dan konsumen orang tua yang memerlukan pengasuh, atau bahkan antara ahli potong rambut/ahli make up dengan konsumen yang memerlukan jasa tersebut. Umumnya bisnis ini memperoleh pendapatan dari biaya berlangganan atau biaya transaksi ketika berhasil mempertemukan kedua belah pihak yang saling memerlukan.

  5. Promotion Business bertujuan untuk menarik pelanggan baru ke suatu bisnis yang sudah ada (existing). Sebagian besar business yang sudah ada (existing) tertarik untuk mendapatkan pelanggan baru namun cara untuk memperoleh pelanggan baru di dunia digital ini bisa sangat memusingkan bagi pemilik usaha kecil menengah atau start-up business. Promotion Business dapat menarik pelanggan baru dan membuat mereka melakukan kontak dengan suatu institusi bisnis, mengunduh informasi, memberikan kupon atau penawaran spesial.



Sejarah Entrepreneurship

Entrepreneurship secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah entrepreneurship sendiri telah dikenal sejak abad ke-17, sedangkan di Indonesia istilah entrepreneurship baru dikenal pada akhir abad ke-20. Beberapa istilah entrepreneurship seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, dalam bahasa Prancis dikenal dengan istilah entreprendre, dalam bahasa jerman entrepreneur disebut dengan unternehmer, turunan dari kata unternehmen yang diartikan menjalankan, melakukan dan berusaha. Pendidikan entrepreneurship mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan entrepreneurship atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan entrepreneurship. DI Indonesia, entrepreneurship dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman entrepreneurship baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat entrepreneurship menjadi berkembang.



Inovasi Pada Digital Entrepreuner

Manfaat Kreativitas dan Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan

Apa itu inovasi? Inovasi sendiri merupakan sebuah keluaran dari organisasi yang memanfaatkan sumber daya input berupa pengetahuan, informasi, dan pengalaman yang dimiliki-diantaranya sebagian besar oleh karyawannya. Inovasi juga harus melibatkan kreativitas dan eksperimen yang menghasilkan produk baru, layanan baru, atau proses teknologi yang lebih baik.

Selain itu, inovasi bisa menghasilkan membuat produk yang mereka buat menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon pembeli mereka, inovasi produk merupakan suatu gagasan atau produk baru yang dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh pengguna atau konsumen. Dengan begitu produk yang mereka buat akan mudah diperjual belikan karena variasi produk yang mereka buat belum tentu dimiliki oleh seorang wirausahawan lainnya.

Namun ada beberapa hal yang membuat suatu inovasi menjadi hal yang tidak diminati calon pembeli yaitu tentang bagaimana cara produk itu dibuat, bahan yang digunakan sampai bentuk yang mungkin menyeramkan. Tidak hanya inovasi produk yang mereka pikirkan namun mereka juga harus membuat inovasi penjualan, bagaimana produk yang mereka jual dapat dilihat dari semua kalangan dan pada beberapa pelosok daerah, yaitu dengan cara memasarkan produk mereka melalui aplikasi berbasis penjualan online atau yang biasa kita sebut sebagai online shop.

Online shop adalah proses pembelian barang dan jasa melalui internet dimana penjual dan pembeli tidak berhubungan secara langsung atau tidak bertemu dan tidak melakukan kontak secara fisik, dan dimana barang yang diperjual belikan hanya ditawarkan melalui gambar yang ada dalam suatu website kemudian pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening bank yang bersangkutan. Setelah proses pembayaran diterima, kewajiban penjual adalah mengirim barang pesanan pembeli ke alamat tujuan. Dengan demikian hal tersebut secara tidak disadari sudah mempermudah seorang wirausaha.

 

Kesimpulan

Peran generasi muda pada Industri 5.0 sangat dibutuhkan selain dibidang teknologi, pada sector kewirausahaan juga harus bisa mendorong perubahan. Karena, Revolusi industri saat ini sedang memasuki fase keempat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang sangat cepat menyebabkan dampak yang cukup besar  terhadap kehidupan manusia. Melalui  dukungan teknologi digital akan muncul  lebih  banyak  inovasi  dan  kemudahan  yang  diperoleh.  Jangkauan  koneksi menjadi lebih luas, serta layanan menjadi lebih cepat dan efisien. Salah satu revolusi model bisnis yang saat ini paling banyak muncul adalah start up digital. Start up digital adalah perusahaan rintisan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi  seperti  internet untuk  memberikan  pelayanan  untuk para  customernya. Untuk memanfaatkan peluang di revolusi digital ini, para pelaku usaha harus bisa mengetahui konsep bisnis start up, kesuksesan dan kegagalan  start up, serta kunci sukses start up. Hal ini diperlukan demi keberhasilan bisnis start up digital.

 

Referensi

Modul 2 Kewirausahaan 1

Wiwik Maryati Ida Masriani  Era digital, generasi muda, wirausaha, perekonomian Vol 4 No 2 (2019): Desember 2019

https://digitalbisa.id/artikel/mengenal-lebih-dekat-digital-entrepreneurship-Wpini

http://e-journal.uajy.ac.id/492/3/2MTS01575

Allen, J.A . 2019. Digital Entrepreneurship. New York: Routledge

https://binus.ac.id/malang/2020/12/kewirausahaan-digital-digital-entrepreneurship/

Lumpkin, G. T. (2007). Intrapreneurship and innovation. Dalam Baum, J. R., Frese, M., & Baron, R. A., The psychology of entrepreneurship (250-251). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Inc.