Tampilkan postingan dengan label @T04-Elsania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @T04-Elsania. Tampilkan semua postingan

Juni 06, 2022

SEJARAH AWAL MUNCULNYA TRADING FOREX DI INDONESIA & DUNIA

Oleh : Elsania (T04-Elsania)

ABSTRAK

Trading merupakan salah satu aktivitas jual beli di pasar uang dimana bertujuan untuk mendapatkan nilai profit yang besar dalam waktu yang singkat. Trading sendiri memiliki banyak kelebihan seperti kemudahan dalam mengakses dimana trader dapat melakukan aktivitas trading dimana saja maupun kapan saja selama memiliki akses internet yang memadai untuk trading.

Mei 30, 2022

PERILAKU KONSUMEN TERHADAP E-COMMERCE SAAT PANDEMI

Oleh : Elsania


 ABSTRAK

Pandemi Covid-19 memaksa orang untuk beraktivitas di rumah, termasuk berbelanja. Pada saat ini belanja online sudah menjadi kegiatan yang dipilih agar masyarakat tetap berdiam diri dirumah. Hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya perubahan konsumen ke arah digital dan memanfaatkan layanan online seperti e-commerce dan media sosial. Tak hanya dirasakan oleh kalangan ibu rumah tangga dan pekerja, hampir semua gender dari berbagai kalangan usia merasakan dampaknya.

 

PENDAHULUAN

Saat ini kondisi covid-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat khususnya kondisi ekonomi, dikondisi pandemi  covid-19 seperti ini masyarakat  dihadapkan  faktor resiko yang banyak untuk menghindari melakukan transaksi secara langsung guna menghindari penyebaran virus corona ini. Dan Masyarakat diharuskan menghindari kontak fisik (physical distancing) sehingga dalam melakukan transaksi masyarakat lebih banyak menggunakan transaksi secara digital. Dengan kondisi seperti ini akhirnya membuat masyarakat mulai melakukan transaksi secara online dimulai dengan berbanja online, karena untuk menghindari kontak fisik. Dan dampak positif bagi perusahaan atau usaha mengalami peningkatan yang signifikan terhadap penjualan dan pembelian produk perusahaan dampai dari kondisi pandemi covid ini, dan menyebabkan perusahaan untuk bisa beralih fungsi sistem penjualan dan pembeli dengan berbasis digital dan ini bisa dilihat dari pergerakan transaksi   ecommerce   yang sangat meningkat,transaksi pembelian meningkat secara drastis dampak pandemi  covid  19  ini, serta penggunaan aplikasi belanja online mengalami peningkatan yang signifikan.

 

PEMBAHASAN

Upaya global untuk menahan wabah COVID-19 telah mengubah kebiasaan sehari-hari konsumen, pola konsumsi, dan cara berpikir, sehingga permintaan akan layanan online di berbagai kategori, menggunakan metode non-kontak yang inovatif.

Baik karena kebutuhan atau keinginan, konsumen memindahkan pembelian mereka secara online. Dan beberapa dari konsumen yang tidak pernah melakukan belanja online sebelum pandemi, lalu beralih dengan belanja secara online. Akibatnya, banyak bisnis e-commerce mengalami pertumbuhan yang cukup besar. Berikut adalah perubahan perilaku pelanggan saat pandemic:

1.    Masyarakat lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan

Wabah COVID-19 membuat kita benar-benar sadar akan betapa pentingnya kesehatan dan kebersihan. Hal ini dibuktikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pembelian produk kesehatan dan kebersihan meningkat sekitar 75% dan menjadi tambahan untuk kebutuhan primer lainnya.

2.    Hanya membeli kebutuhan makanan dan kebutuhan pribadi

Saat ini, masyarakat lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan primer, seperti pangan dan kebutuhan pribadi daripada kebutuhan non-esensial lainnya.

3.    Belanja online jadi pilihan

Kita yang terpaksa harus berdiam diri di rumah agar tidak tertular virus memilih untuk berbelanja online demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kebiasaan baru ini bisa berlanjut meski pandemi telah berakhir.

Kebiasaan belanja online dimulai beberapa tahun yang lalu. Sebagian orang lebih memilih pergi ke toko secara langsung untuk membeli kebutuhan, namun karena adanya larangan keluar rumah dan social distancing saat ini, membuat kita hanya bisa berbelanja dengan satu-satunya cara, yaitu belanja online. Situasi ini memaksa semakin banyak orang untuk melakukan transaksi online. Berdasarkan data di bawah, menunjukkan peningkatan penjualan online pada April sebanyak 36 miliar GMV selama periode Covid-19. Ada juga kenaikan transaksi harian sebanyak 4,8 juta transaksi selama pandemi ini.

Katadata telah melakukan riset terhadap pertumbuhan E-commerce di masa pandemi yang menunjukkan adanya peningkatan penjualan sekitar 26% dibandingkan rata-rata penjualan bulanan pada kuartal II tahun 2019 dan konsumen baru juga meningkat sekitar 51% selama PSBB. Selain peningkatan penjualan online, juga terjadi peningkatan pendaftaran bisnis online. Banyak yang mendirikan bisnis online. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan aktivitas di luar sehingga retailer dan wholesaler harus beralih ke penjualan online atau e-commerce. Terbukti dengan meningkatnya konsumen baru sebanyak 51% yang baru pertama kali berbelanja online dan melonjaknya permintaan sebanyak 5-7 kali selama pandemi ini. Namun, social distancing juga berdampak pada pengiriman logistik yang membuat durasi pengiriman menjadi lebih lama dari waktu pengiriman biasanya. Oleh karena itu, perusahaan e-commerce harus melakukan mobile development dan web development mengikuti perubahan perilaku pelanggan di masa pandemi.

 

KESIMPULAN

Pandemi corona mengubah cara belanja konsumen, khususnya untuk produk non-pangan seperti pakaian, sepatu, kecantikan, furnitur dan lainnya. Survei Bank DBS mencatat, terdapat pergeseran signifikan terhadap prevelensi belanja masyarakat dari pertokoan sebelum wabah Covid-19 ke e-commerce saat  pandemi.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://suitmedia.com/ideas/perubahan-perilaku-pelanggan-e-commerce-selama-covid-19

https://katadata.co.id/ekarina/berita/5f7efbf709045/pandemi-ubah-perilaku-belanja-non-pangan-e-commerce-naik-mal-anjlok

Mei 24, 2022

PERMINTAAN PASAR DI MASA PANDEMI

 PERMINTAAN PASAR DI MASA PANDEMI

Oleh : Elsania (@T04-Elsania)

ABSTRAK

Pandemi COVID-19 telah memberikan banyak dampak ekonomi, sosial, dan politik tidak hanya pada negara-negara besar tetapi hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia. Selama masa pandemi ini kegiatan perdagangan mengalami perbedaan yang sangat jelas, banyak usaha yang terpaksa harus tutup karena mengalami kerugian, omset penjualan yang jauh menurun sehingga permintaan pasar pun ikut menurun.

PENDAHULUAN

Penyebaran pandemi COVID-19 telah memaksa pemerintah di negara-negara kawasan Asia dan Pasifik untuk melakukan kebijakan penguncian wilayah dan pembatasan sosial secara besar-besaran. Sebagai konsekuensi, kebijakan tersebut menyebabkan aktivitas ekonomi dan sosial menjadi terganggu yang pada akhirnya ditrasmisikan kepada gangguan terhadap perekonomian secara keseluruhan termasuk gangguan di pasar tenaga kerja dan penurunan tingkat pendapatan pekerja di seluruh wilayah.

Gangguan terhadap aktivitas ekonomi karena kebijakan penguncian wilayah untuk menahan penyebaran virus telah menyebabkan banyak perusahaan menutup usaha dan mengalami kebangkrutan yang berdampak pada pengurangan jumlah pekerja maupun Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran terutama pada sektor-sektor yang paling terdampak pandemi.

 

PEMBAHASAN

Guna mengantisipasi penyebaran covid-19 pemerintah mengambil berbagai tindakan yang dihimbaukan kepada masyarakat. Salah satunya social distancing dimana masyarakat dilarang untuk berkumpul dalam kerumunan bahkan untuk menjaga diri agar tidak tertular. Sosial distancing ini juga mempengaruhi perubahan sistem pasar ekonomi permintaan dari suatu barang. Dalam kondisi ini konsumen akan lebih memilih untuk tidak membeli barang-barang yang dianggapnya kurang begitu penting karena aktivitas mereka pun dibatasi.

Faktor yang mempengaruhi permintaan yaitu :

1.     Harga barang atau jasa

Jika harga naik, jumlah barang/jasa yang diminta kosumen akan berkurang. Sebaliknya jika harga turun maka jumlah barang/jasa yang diminta bertambah banyak.

Contoh : Harga sepeda motor 25 juta mengalami penurunan harga menjadi 14 juta karena adanya diskon. Hal ini lantas menyebabkan permintaan sepeda motor mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya.

2.     Pendapatan masyarakat

Apabila pendapatan rata-rata masyarakat naik maka minat masyarakat untuk membeli barang dan jasa akan bertambah. Sementara jika pendapatan masyarakat turun maka permintaan barang dan jasa juga menjadi rendah.

Contoh : Ketika pandemi Covid-19 terjadi, sebagian sektor ekonomi menurun kinerjanya. Dampak dari itu adalah banyak orang kehilangan pekerjaan. Pendapatan sebagian masyarakat lantas merosot ke tingkat rendah. Akibatnya, angka permintaan banyak jenis barang/jasa pun menurun, sehingga jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan saat situasi sebelum pandemi.

3.     Selera masyarakat

Selera masyarakat yang selalu berubah sangat berpengaruh pada permintaan. Tumbuhnya selera baru di masyarakat terhadap suatu barang/jasa biasanya akan segera diikuti dengan peningkatan angka permintaan barang/jasa itu di pasar.

Contoh : Pada saat pandemi Covid 19 terdapat perubahan sejumlah selera masyarakat. Salah satunya ialah tumbuhnya kegemaran bersepeda. Perubahan selera masyarakat ini membuat jumlah permintaan sepeda meningkat.

4.     Kualitas barang

Permintaan barang dengan kualitas yang baik meski dengan harga yang sedikit mahal akan tetap tinggi. Sedangkan untuk barang berkualitas rendah dan mudah rusak, permintaannnya akan tetap rendah sekalipun harganya murah.

Contoh : Di pasar gadget, produk ponsel iphone keluaran Apple sudah dikenal memiliki kualitas mumpuni. Karena itu, meski harganya lebih mahal dari merek ponsel lain, banyak konsumen tetap bersedia membeli produk tersebut.

5.     Jumlah penduduk

Jumlah penduduk yang banyak akan meningkatkan permintaan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Begitu juga sebaliknya, jika jumlah penduduk sedikit maka jumlah permintaan akan rendah.

Di kasus perdagangan ponsel, Indonesia tidak hanya menjadi pangsa pasar besar bagi produsen smartphone lokal tetapi juga banyak pabrikan asing. Hal ini terjadi karena jumlah penduduk Indonesia yang banyak telah membuat angka permintaan ponsel di tanah air menjadi sangat tinggi.

6.     Prediksi

Jumlah permintaan barang dan jasa akan meningkat apabila diperkirakan barang dan jasa tersebut segera menjadi langka atau bakal mengalami kenaikan harga.

Contoh : Indonesia pernah mengalami kenaikan permintaan masker kesehatan pada awal Pandemi Covid-19 karena diperkirakan jumlah masker yang tersedia untuk melindungi diri dari infeksi akan habis.

Walaupun pandemi mengakibatkan ada masyarakat kehilangan pekerjaan, dirumahkan,

berpindah pekerjaan, jam kerja dibatasi, dan upah yang diturunkan, namun di sisi lain juga

menimbulkan peluang kerja baru, misalnya penjual masker kain, penjahit-penjahit APD, penjual

handsanitizer, penjual sabun cuci tangan serta pengadaan alat-alat kesehatan.Produk-produk herbal

seperti jamu juga mengalami peningkatan permintaan di masa pandemic karena diyakini dapat

meningkatkan daya tahan tubuh. Pandemi COVID-19 ini dapat memunculkan peluang kerja baru

yang mengandalkan kreatifitas contohnya ada bisnis Frozen Food (Makanan Beku) yaitu makanan

setengah jadi yang tinggal digoreng. Selain itu penggunaan media sosial serta aplikasi turut

berkembang pesat di masa pandemi karena banyak transaksi penjualan yang dilakukan secara

daring.

 

KESIMPULAN

Kejadian Pandemi Covid-19 yang merupakan bencana non alam (non nature disaster) menjadi salah satu faktor dari lingkungan luar (external environment) yang memberikan dampak penurunan aktivitas bisnis konvensional (offline). Pandemi menyebabkan banyak sektor menurun sehingga permintaan pasar pun menurun.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://fiskal.kemenkeu.go.id/kajian/2021/08/18/2433-kajian-dampak-covid-19-terhadap-pasar-tenaga-kerja-dan-respons-kebijakan-di-kawasan-asia-dan-pasifik

https://tirto.id/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-permintaan-dan-penawaran-gjbb

https://feb.untan.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/Erni-1.pdf

 

Mei 16, 2022

PENGARUH WIRAUSAHA TERHADAP KEMAJUAN EKONOMI NEGARA

PENGARUH WIRAUSAHA TERHADAP KEMAJUAN EKONOMI NEGARA 

Oleh : Elsania (@T04-Elsania)
 

ABSTRAK

Kewirausahaan berperan penting pada kemajuan perekonomian suatu negara, khususnya Indonesia. Kewirausahaan dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemandirian, tentunya ini sangat menolong pemerintah dalam mengatasi pengangguran, dengan berkurangnya tingkat pengangguran maka akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional.

 

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara berkembang mengingat jumlah penduduknya yang relatif banyak. Hal ini tentu berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial yang belum merata kesejahteraannya. Masalah yang umumnya dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia adalah tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran, rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan, mahalnya harga pangan dan kesehatan, dan sebagainya. Cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diperlukanperan kewirausahaan dalam perekonomian Indonesia. Dengan menciptakan lapangan kerja baru,peran kewirausahaan dalam perekonomian Indonesia adalah mengurangi pengangguran dan kemiskinan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

PEMBAHASAN

Dengan adanya wirausaha, dapat membantu perputaran perekonomian di Indonesia. Namun, untuk bisa menjadi wirausaha yang handal, seseorang harus berusaha menjadi produktif, memiliki kemandirian yang tinggi, dan mampu melihat peluang dan tantangan yang ada. Berikut peran wirausaha dalam perekonomian Indonesia dilansir dari situs Investopedia, di antaranya adalah:

1.     Memacu pertumbuhan ekonomi

Peran wirausaha dalam perekonomian Indonesia adalah produk dan layanan baru yang diciptakan oleh wirausaha dapat menghasilkan efek berjejang. Hal ini merupakan salah satu peran kewirausahaan dalam perekonomian Indonesia adalah bisa merangsang bisnis atau sektor terkait sehingga dapat mendukung usaha baru dan berdampak pada peningkatan ekonomi.

2.     Menambah pendapatan negara

Usaha baru yang dibangun oleh wirausaha membantu menghasilkan pendapatan bagi negara. Dari bisnis tersebut, pemerintah dapat menarik pajak yang akan berkontribusi pada pendapatan negara. Selain itu, usaha yang didirikan wirausaha dapat meningkatkan lapangan kerja sehingga akan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga berkontribusi juga pada pendapatan negara. Pendapatan negara ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memberikan pelatihan kepada tenaga kerja supaya bisa kembali melahirkan wirausahawan.

3.     Wirausaha menciptakan perubahan sosial

Wirausaha berlomba melahirkan inovasi dan ide baru di sektor usahanya. Hal ini membuat wirausaha dapat mengurangi ketergantungan pada sistem bisnis yang sudah usang. Ini dapat meningkatkan kualitas hidup, peningkatan moral dan kebebasan ekonomi yang lebih besar karena dunia usaha dan masyarakat menjadi semakin inovatif. Contohnya layanan transportasi online dan pesan antar makanan yang dapat mengubah cara hidup masyarakat dalam menggunakan transportasi umum dan kuliner. Jika semula masyarakat menggunakan transportasi umum seperti bis, angkot, becak, dan ojek berubah menjadi menggunakan layanan transportasi online. Kemudian layanan pesan antar makanan online juga bisa mengubah gaya hidup masyarakat dan membantu pertumbuhan UMKM di bidang kuliner. Dengan demikian, peran kewirausahaan dalam perekonomian Indonesia adalah akan berdampak pada bisnis dan produktivitas masyarakat.

 

KESIMPULAN

Manfaat kewirausahaan adalah dapat menciptakan lapangan kerja baru. Wirausaha tidak hanya memberdayakan golongan pekerja, tetapi menciptakan peluang bagi masyarakat lebih luas. Keberadaan wirausaha dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat. Ini merupakan efek berantai dari terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang baru akibat munculnya wirausaha baru. Meningkatnya taraf hidup masyarakat, dapat menaikkan standar hidup mereka pula. Masyarakat jadi menyadari pentingnya hidup sehat dan sejahtera, yang belum tentu dipikirkan ketika masih berada di bawah garis kemiskinan. Kepemilikan mobil, komputer, ponsel pintar, pesatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan, dan lain-lain, merupakan sejumlah faktor yang menunjukkan meningkatnya standar hidup masyarakat. Ini semua berkat usaha para pengusaha.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://money.kompas.com/read/2022/01/02/215320826/peran-kewirausahaan-dalam-perekonomian-indonesia?page=all

https://kumparan.com/berita-update/kewirausahaan-dan-perannya-terhadap-kemajuan-ekonomi-negara-1v6bsHH0sj6/full

https://store.sirclo.com/blog/manfaat-kewirausahaan/


April 11, 2022

GOAL SETTING PRACTICE FOR BUSINESS SUCCES

 

 Oleh : Elsania

(@T04-Elsania)



Goal setting adalah bagian penting dari menjalankan bisnis yang sukses. Goal setting dapat memberi fokus yang jelas, memotivasi karyawan, dan menetapkan target untuk bisnis. Goal setting juga dapat memberikan seperangkat kriteria untuk melihat apakah bisnis berhasil.

April 04, 2022

INOVASI PADA MASA PANDEMI COVID-19

INOVASI PADA MASA PANDEMI COVID-19


Oleh : Elsania (@T04-Elsania)
 

ABSTRAK

Kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi/tranformasi digital yang sangat cepat menjadi kunci untuk menghadapi tantangan pada masa pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Inovasi menjadi kunci untuk bisa beradaptasi dan menghadapi perubahan dalam setiap zaman.

 

PENDAHULUAN

Dunia sedang dilanda pandemi. Sangat sedikit negara yang bisa menghindari wabah Covid-19 ini. Sejak wabah ini melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu, semua kehidupan berefek domino, bertumbangan satu demi satu. Jalan-jalan dan pusat perekonomian menjadi jauh lebih sunyi dari hari-hari biasanya. Di tengah ancaman pandemi, orang-orang harus bangkit agar tak terjadi dilema; tinggal di rumah saja akhirnya kelaparan, keluar rumah terancam Covid-19. Benar kata Presiden Joko Widodo, kita harus berdamai dengan virus corona. Maksudnya, saat ini kita belum mampu mengenyahkan virus ini, namun kita harus terus melanjutkan kehidupan ini.

Satu-satunya kesempatan untuk bertahan dan melanjutkan kehidupan ini adalah membuka peluang-peluang baru. Bersatu untuk saling mengingatkan kemampuan, bersama untuk membangun kembali kehidupan yang baik di tengah pandemi. Membuka peluang baru adalah jalan menuju strategi jitu dalam melanjutkan kehidupan di tengah pandemi ini.

 

PEMBAHASAN

Pandemi mendorong gebrakan inovasi dengan berfikir lebih kreatif dan produktif agar tetap bertahan dan bangkit dari keterpurukan. Proses critical thingking dan creativity yang digaungkan era revoluasi 4.0 esensinya adalah menuju pada inovasi. Inovasi merupakan jawabannya sebagai proses penting bagi kesehatan organisasi dan menjadi faktor kunci bagi keberlangsungan dan daya saing sebuah organisasi bisnis.

Berangkat dari pengalaman tahun 2020, maka pada tahun 2021 BPPT melalui konsorsium TFRIC-19 Next Generation hadir dengan lima aksi utama yakni:

1.   Aksi penguatan kajian keekonomian dan teknologi yang meliputi kajian rantai pasok, kajian supply demand, kajian pra komersialisasi, kajian kesiapan industri manufaktur, kajian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), audit teknologi.

2.   Aksi inovasi teknologi alat kesehatan meliputi inovasi ventilator ICU, Direct Digital Radiography (DDR), kit pengukur kadar antibodi kuantitatif, dan rapid test antigen.

3.   Aksi inovasi teknologi suplemen kesehatan meliputi suplemen kesehatan berbasis bawang putih terfermentasi (black garlic), suplemen kesehatan berbasis beta glucan (polisakarida hasil fermentasi yeast), dan suplemen dalam bentuk biskuit padat gizi yang diperkaya dengan vitamin dan mineral.

4.   Aksi penguatan data sains dan aplikasi kecerdasan buatan. Beberapa aktivitas antara lain inovasi aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi Covid-19, database biosprospeksi tanaman obat, mikroba dan senyawa berpotensi obat untuk Covid-19 dan penyakit infeksi lainnya, sebagai data set kecerdasan buatan. Serta Pusat Inovasi Kecerdasan Buatan Pusat Penelitian tanaman obat dan hortikultura, dan Smart farming untuk tanaman obat.

5.   Aksi penguatan kerjasama komersialisasi dan media yang dapat memberikan muatan positif pada aksi-aksi inovasi produk yang dikembangkan konsorsium TFRIC 19 dalam berkolaborasi dan sinergi.

Tidak hanya menciptakan alat pendeteksi covid-19, karya anak bangsa yang berikutnya bertujuan untuk membantu proses pengobatan pasien covid-19 di Indonesia, yaitu:

1.   Ventilator

Ventilator menjadi barang yang sangat penting dimasa pandemi untuk membantu pasien covid—19 yang memiliki gejalan kesulitan bernafas Salah satu ventilator karya anak bangsa adalah GERLIP High Flow Nassal Canula (HFNC)-01 yang berfungsi untuk mencegah pasien agar tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif dengan cara memberikan terapi oksigen beraliran tinggi.

2.   Disinfektan

Bertujuan untuk membantu membersihkan alat atau benda.

3.   Vaksin

Indonesia mampu meciptakan 2 vaksin covid-19 yaitu vaksin Nusantara yang dkembangkan oleh eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Unair.

Selain inovasi diatas, inovasi robot juga merupakan karya anak bangsa. Inovasi robot ini digunakan untuk membantu menangani covid-19 di Indonesia. Ini menandakan bahwa Indonesia tidak perlu tergantung kepada robot impor dikarenakan anak bangsa dapat membuat robot yang mumpuni untuk membantu pasien covid-19  dan perawat di rumah sakit. Contohnya yaitu Robot Medical Assistant ITS-Unair (RAISA), Robot Ivana dan robot SPERO.

Munculnya produk inovasi karya anak bangsa merupakan hal yang perlu kita apresiasi. Pandemi mendorong anak bangsa semakin kreatif, produktif dan inovatif untuk terus berkarya menuju Indonesia bangkit, maju dalam menghadapi pandemi.

 

KESIMPULAN

Pandemi memaksa kita untuk bisa berubah lebih cepat, beradapasi dan berinovasi. Berbagai strategi inovasi dilakukan, mulai dari pendekatan big data, digitalisasi, kolaborasi dan berbagai strategi kekinian dilakukan agar semua bidang bisa bertahan di tengah pandemi dan mampu bersaing. Pandemi mendorong anak bangsa semakin kreatif, produktif dan inovatif untuk terus berkarya menuju Indonesia bangkit, maju dalam menghadapi pandemi.

Negara yang terdepan, unggul dan tercepat adalah negara yang terus melakukan gebrakan inovasi dari berbagai bidang. Gebrakan Inovasi merupakan upaya agar kemandirian dan keunggulan bangsa bisa terwujud dengan menghasilkan produk-produk inovasi anak bangsa.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://diskominfos.baliprov.go.id/menerapkan-strategi-dan-inovasi-di-tengah-pandemi-selalu-ada-peluang-di-setiap-keadaan/

https://mediaindonesia.com/opini/417017/gebrakan-inovasi-kala-pandemi

https://itjen.kemdikbud.go.id/webnew/2021/09/30/inovasi-teknologi-di-masa-pandemi-karya-anak-bangsa/

https://www.bppt.go.id/berita-bppt/melalui-ekosistem-inovasi-perkuat-integrasi-dan-kolaborasi-dalam-menghadapi-pandemi

                    

Maret 14, 2022

PENTINGNYA LEGALITAS USAHA

Oleh : Elsania (@T04-Elsania)



ABSTRAK

Legalitas suatu perusahaan atau badan usaha adalah merupakan unsur yang terpenting, karena legalitas merupakan jati diri yang melegalkan atau mengesahkan suatu badan usaha sehingga diakui oleh masyarakat. Untuk menghindari masalah bisnis di masa depan, penting untuk memahami kewajiban hukum. Dengan kata lain, legalitas perusahaan harus sah menurut undang-undang dan peraturan, di mana perusahaan tersebut dilindungi atau dipayungi dengan berbagai dokumen hingga sah di mata hukum pada pemerintahan yang berkuasa saat itu.

 

PENDAHULUAN

Memiliki ide dan kreatifitas untuk membangun bisnis saja tidak cukup. Untuk memulai sebuah bisnis ada satu hal penting yang harus dipenuhi, yaitu legalitas. Hal tersebut sudah menjadi peraturan wajib untuk seluruh kegiatan bisnis di Indonesia. Legalitas yang dimaksud di sini mempunyai lingkup yang luas, tidak cukup hanya dengan mendirikan badan usaha atau badah hukum saja, tetapi juga mengurus dokumen legalitas untuk berkegiatan usaha.

Sangat disayangkan, masih banyak perusahaan yang memandang bahwa mengurus legalitas usaha membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit. Sehingga dalam pengurusannya, seringkali hal ini diabaikan dan tidak dipenuhi oleh pelaku usaha. Padahal, legalitas usaha yang dianggap merepotkan ini menjadi modal utama bagi perusahaan tersebut untuk berkembang lebih jauh.

 

PEMBAHASAN

Banyaknya perusahaan yang didirikan tanpa melegalkan perusahaan, sangat merugikan perusahaan lain yang menjalankan kegiatan bisnisnya secara jujur, maka harus diketahui apa saja bentuk dan manfaat melegalasikan perusahaan, serta kerugiannya jika memiliki bisnis tanpa legalitas.


 

Manfaat Legalitas Perusahaan

Berdasarkan ketentuan dari pemerintah dan keuntungan-keuntungan yang diperoleh nantinya, seorang pengusaha yang mengurus legalitas perusahaannya. Dengan proses yang tidak terlalu rumit dan biaya yang tidak terlalu besar, pengusaha sudah mendapatkan jaminan keberlangsungan perusahaannya. Justru jika pelegalan itu tidak diurus, nantinya pengusaha itu sendiri yang akan mendapatkan kesulitan dalam kegiatan usahanya. Selain merasa terancam dengan penertiban oleh pihak berwajib, mereka juga akan kesulitan mengembangkan usahanya menuju ke arah yang lebih baik.

Dengan dimilikinya surat-surat izin sebagai bentuk legalitas perusahaan, maka akan diperoleh beberapa manfaat diantaranya:

1.   Sarana perlindungan hukum

Seorang pengusaha yang telah melegalkan perusahaannya akan terhidar dari Tindakan pembongkaran atau penertiban dari pihak berwajib, sehingga memberikan rasa amandan nyaman akan keberlangsungan usahanya.

2.   Sarana Promosi

Dengan mengurus dokumen-dokumen legalitas tersebut, secara tidak langsung pengusaha telah melakukan serangkaian promosi.

3.   Bukti kepatuhan terhadap hukum

Dengan memiliki unsur legalitas tersebut menandakan bahwa pengusaha telah mematuhi aturan hukum yang berlaku, secara tidak langsung ia telah menegakkan budaya disiplin pada dirinya.

4.   Mempermudah mendapatkan suatu proyek

Dalam suatu tender, selalu mensyaratkan bahwa perusahaan harus memiliki dokumen-dokumen hukum yang menyatakan pelegalan perusahaan tersebut. Sehingga hal ini sangat penting nantinya untuk sarana pengembangan usaha.

5.   Mempermudah pengembangan usaha

Untuk pengembangan usaha pasti diperlukan dana yang cukup besar untuk merealisasikannya. Dana yang dibutuhkan bisa diperoleh dengan proses peminjaman kepada pihak bank, dan dokumen-dokumen legalitas ini akan menjadi salah satu persyaratan yang diajukan pihak bank.

 

Risiko Memiliki Bisnis Tanpa Legalitas

Absennya legalitas usaha menyebabkan beberapa risiko lainnya, yaitu:

1.   Tidak memiliki perlindungan hukum

2.   Tidak dapat mengembangkan bisnis

3.   Sulit mendapatkan bantuan dana

4.   Kredibilitasnya diragukan

 

PENUTUP

Suatu perusahaan, baik itu perusahaan perdagangan maupun perusahaan industri, dalam menjalankan kegiatannya akan sangat membutuhkan suatu legalitas demi keberlangsungan perusahaan tersebut. Perusahaan yang mempunyai legalitas perusahaannya maka pengusaha tersebut sudah mendapatkan jaminan atas keberlangsungan perusahaannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://kontrakhukum.com/article/risiko-memiliki-bisnis-tanpa-legalitas

https://rojikin.id/pengertian-legalitas-perusahaan/

https://media.neliti.com/media/publications/240388-aspek-hukum-legalitas-perusahaan-atau-ba-fa20be17.pdf

 

Maret 07, 2022

PERAN TIM MANAJEMEN DALAM KESUKSESAN BISNIS

 

Oleh : Elsania (@T04-Elsania)

ABSTRAK

Kerja tim tidak terjadi begitu saja. Tim yang baik membutuhkan pemimpin yang baik yang memiliki visi dan keterampilan yang terlatih. Memimpin tim yang efektif saat ini membutuhkan peletakan dasar bagaimana anggota tim dan organisasi yang lebih luas akan berhasil. Fungsi tim manajemen ditentukan menurut perspektif subjektif manajer, kualitas komunikasi yang efektif, dan pemecahan masalah dan resolusi konflik. Membangun tim yang sukses lebih dari sekadar menemukan sekelompok orang dengan campuran keterampilan profesional yang tepat.