Tampilkan postingan dengan label @S21-AHMAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @S21-AHMAD. Tampilkan semua postingan

November 04, 2021

“SEBERAPA DAMPAKNYA KEWIRAUSAHAAN PADA PEREKONOMIAN NEGARA?”

 



 

Kontribusi sektor swasta yang diberikan oleh perusahaan besar maupun UKM dalam pembangunan ekonomi suatu negara sudah tidak bisa disangsikan lagi. .Terdapat empat keunggulan yang dimiliki wirausahawan dalam mendukung perekonomian negara, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk dan jasa baru, serta menciptakan perubahan dan kompetisi.

Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus memengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:

1. Menciptakan lapangan pekerjaan.

2. Meningkatkan kualitas hidup.

3. Meningkatkan pemerataan pendapatan.

4. Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional.

5. Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.



Menurut beberapa pakar, pembangunan kewirausahaan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka banyak lapangan kerja baru (Schumpeter, 1971), melahirkan banyak kreativitas dan inovasi baru dalam melakukan usaha maupun teknologi (Porter, 1990), meningkatkan kualitas kompetisi yang berujung pada nilai tambah bagi masyarakat (Lumpkin dan Dess, 1996), menurunkan biaya dan waktu yang timbul akibat ketidakpastian (McGrath, 1992), dan kesejahteraan yang pada dasarnya adalah sebuah created wealth (Porter, 2004).

Ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh suatu bangsa dalam menumbuh-kembangkan kewirausahaan dengan baik, antara lain:

1. Pembinaan UKM dan Bagi-bagi Modal Belas Kasihan

Secara umum dapat dikatakan pemerintah masih mengalami "kebingungan" dalam membina UKM. Bahkan ketika berbicara tentang UKM, yang tampak adalah usaha-usaha mikro yang proses terbentuknya masih jauh dari tujuannya, serta kemungkinan gagalnya masih sangat tinggi. Akibatnya pembinaan sering terperangkap dengan prinsip belas kasihan dan bagi-bagi rejeki.

2. Pribumisasi Usahawan yang Gagal

Sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno yang kemudian dilanjutkan dengan masa pemerintahan Presiden Soeharto, bangsa ini telah bersusah payah melahirkan usahawan-usahawan pribumi yang mampu mengimbangi kekuatan kalangan keturunan asing yang berhasil membesarkan usahanya. Program Benteng Group (1950-an) dan kemudian program pembentukan usahawan "plat merah" lewat tender-tender pemerintah pada tahun 1980-an yang dikoordinasi oleh kantor Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) adalah beberapa contohnya. Meskipun secara politis program ini tampak begitu ideal, namun dalam praktiknya upaya-upaya ini tidak membuahkan hasil.

Dari kacamata teoretis, upaya "pribumisasi" pengusaha sesungguhnya sudah lama ditunjukkan bukanlah sebuah gagasan yang brilian. Kao (1988) misalnya, menunjukkan keberhasilan orang-orang Cina dalam bisnis lebih disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka bukanlah "pribumi" di tanah mereka berada. Sebutan Chinese Overseas menunjukkan bahwa mereka tidak mempunyai ikatan yang kuat dengan tanah di mana mereka dilahirkan, sehingga tidak memiliki dukungan masyarakat setempat yang kuat untuk mengisi pos-pos lapangan kerja, apalagi yang berkaitan dengan kekuasaan dan pemerintahan. Kao menyebut sifat itu sebagai the survival mentality. Hal serupa juga terjadi pada orang-orang keturunan India yang menjadi pengusaha di Afrika Timur, orang-orang Yahudi di Eropa dan Amerika Serikat, serta orang-orang keturunan Vietnam dan Korea di Amerika Serikat.

Gagasan ini dibenarkan oleh Knight (1983) yang menemukan bahwa wirausaha dibentuk oleh prinsip-prinsip refugee (pengungsi). Di tanah pengungsian itu seseorang harus mulai sesuatu dari bawah, tanpa dukungan modal uang, ataupun dukungan keluarga besar, tetapi mereka dituntut jeli melihat pasar dan tekun memeliharanya. Refugee tidak selalu pengungsi politik, melainkan terjadi melalui berbagai peristiwa kehidupan, seperti kebiasaan adat (misalnya, perantau Minang di luar Sumatera Barat), diberhentikan dari perusahaan (corporate refugee), ibu-ibu yang anaknya mulai dewasa (parental refugee), perlakuan diskriminatif yang dialami kaum perempiian (feminist refugee), atau mereka yang sekolahnya gagal (educational refugee).



3. Usaha-usaha Kecil Umumnya Gagal menjadi Usaha Besar

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang terbesit di benak kita ketika melihat krisis telah menjatuhkan perusahaan-perusahaan besar nasional. Selain berpindah ke tangan asing, kita juga menyaksikan perusahaan-perusahaan menengah satu per satu mengalami kebangkrutan begitu memasuki tahap berikutnya. Kegagalan UKM menjadi besar juga banyak disebabkan oleh permasalahan mental, kepemimpinan, dan gaya hidup yang cepat puas.





 

November 01, 2021

“MENGEMBANGKAN BISNIS DENGAN DIGITAL"





I.PENDAHULUAN

Konsep dan penerapan digital adalah hal yang dilakukan untuk mendongkrak penjualan produk dari suatu brand.Seiring dengan kemajuan teknologi, tren di dunia bisnis juga semakin bervariasi. Salah satunya adalah tren digital marketing.

II.PEMBAHASAN

Pengertia Digital marketing adalah suatu kegiatan pemasaran atau promosi sebuah brand atau produk menggunakan media digital atau internet.

Tujuan digital marketing adalah untuk menarik konsumen dan calon konsumen secara cepat. Seperti yang kita tahu, penerimaan teknologi dan internet di masyarakat sangat luas sehingga tidak heran kegiatan pemasaran secara digital dijadikan pilihan utama oleh perusahaan-perusahaan.

Akibatnya, perusahaan saling berkompetisi membuat konten yang menarik untuk ditampilkan dalam pemasarannya di dunia maya.

Beberapa contoh teknik pemasaran yang termasuk dalam digital marketing adalah SEO (Search Engine Optimization), periklanan online seperti FB ads dan Google Ads, promosi media cetak, iklan televisi dan radio, billboard elektronik, email marketing, mobile marketing, dan lainnya.

Kelebihan Digital Marketing

Banyaknya digital marketing yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan, membuktikan bahwa ini memiliki banyak kelebihan dan manfaat yang dapat diperoleh, apa saja itu?

Berikut beberapa kelebihan dari pemasaran digital dibandingkan dengan pemasaran konvensional.

 

1. Kecepatan Penyebaran

Strategi  pemasaran dengan menggunakan media digital dapat dilakukan dengan sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik. Selain itu, DM juga dapat diukur secara realtime dan tepat.

2. Kemudahan Evaluasi

Dengan menggunakan media online, hasil dari kegiatan pemasaran dapat langsung diketahui. Informasi seperti berapa lama produk Anda ditonton, berapa banyak orang yang melihat produk Anda, berapa persen konversi penjualan dari setiap iklan dan sebagainya.

Setelah mengetahui informasi-informasi macam itu, selanjutnya Anda dapat melakukan evaluasi mana iklan yang baik dan buruk. Sehingga Anda dapat memperbaiki untuk periode berikutnya.

3. Jangkauan Lebih Luas

Kelebihan berikutnya yaitu jangkauan geografis dari DM yang luas. Anda dapat menyebarkan brand atau produk ke seluruh dunia hanya dengan beberapa langkah mudah dengan memanfaatkan internet.

4. Murah dan Efektif

Dibandingkan dengan pemasaran tradisional, tentu saja digital marketing jauh lebih murah dan efektif. Biaya anggaran yang yang dihemat dapat sampai 40%, hal tersebut menurut Gartner’s Digital Marketing Spend Report.

Selain itu, survey juga menunjukkan bahwa 28% pengusaha kecil akan berpindah ke digital karena terbukti lebih efektif.

5. Membangun Nama Brand

Digital marketing membantu Anda membangun nama brand dengan baik. Eksistensi dunia maya dengan keberadaan brand Anda sangat penting karena orang akan melakukan pencarian online sebelum membeli produk Anda.

 

Jenis Digital Marketing

1. Website

Website sangat berperan dalam menunjukkan profesionalisme perusahaan, membantu konsumen mengetahui bisnis Anda, promosi yang hemat dan media bisnis yang mudah.

2. Search Engine Marketing

Upaya untuk membuat website perusahaan mudah ditemukan dalam sistem mesin pencari. Search Engine Marketing terbagi atas Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM).

SEO dilakukan sendiri dengan waktu yang lebih lama dan murah sedangkan SEM berbayar tetapi lebih cepat.

3. Social Media Marketing

Edarkan platform di media sosial  seperti Facebook dan Twitter karena dapat dilakukan dengan biaya yang minim bahkan gratis. Ini tentu saja dapat meningkatkan brand perusahaan.

4. Online Advertising

Media promosi melalui internet dengan berbayar. Ini dapat mendapatkan konsumen lebih cepat dan memuaskan namun terbilang lebih mahal dibandingkan jenis yang sebelumnya.

5. Email Marketing

Anda dapat memberitahu informasi terbaru mengenai promosi yang sedang berlangsung maupun produk atau jasa terbaru.

6. Video Marketing

Dengan cara ini, Anda dapat langsung menjelaskan tentang bisnis Anda, menjelaskan produk dan cara menggunakannya serta menampilkan testimonial pelanggan.

Bagaimana Cara Memulai Digital Marketing?

Setelah mengetahui pengertian apa itu dan beberapa konsep dasar dari digital marketing, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Untuk memulai pemasaran menggunakan media digital, terdapat beberapa hal yang perlu Anda siapkan.

·         Pertama, siapkan alat yang digunakan untuk melakukan pemasarannya. Beberapa alat bantu yang dapat digunakan dalam digital marketing seperti: website, akun media sosial, identitas brand dan produk, unggahan blog, jejak online (review, feedback dari pelanggan,dan lain-lain). Dalam dunia digital marketing, alat bantu ini merupakan aset bagi Anda, jadi uruslah dengan baik.

·         Kedua, siapkan konten yang menarik perhatian dan shareable. Konten dapat berupa foto, video, tulisan atau yang lainnya. Anda juga harus menentukan tujuan pemasaran dan target pasar yang disesuaikan dengan konten.

·         Ketiga, Anda dapat memulai menggunggah dan selanjutnya evaluasi setiap unggahan di setiap social media yang dimiliki, tentukan mana yang memberikan feedback dan fokuslah dalam beberapa aset yang memberikan feedback yang baik bagi bisnis Anda.

·         Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah masuk dan bergabunglah dengan forum marketplace public. Usahakan profil bisnis Anda bagus, karena akan berpengaruh terhadap citra brand.

Strategi Digital Marketing

1. Search Engine Optimization (SEO)

SEO adalah upaya untuk mengoptimasi sebuah situs agar mendapatkan peringkat teratas dari hasil pencarian.

Untuk menjadi peringkat teratas, Anda perlu memahami bagaimana sistem mesin pencari. Media yang dapat digunakan seperti website, blogs dan indografis.

2. Content Marketing

Merencanakan, membuat serta membagikan konten tentang perusahaan. Hal tersebut untuk menarik pembaca mengetahui bisnis dan memotivasi mereka untuk menjadi pembeli.

3. Otomatisasi Pemasaran

Otomatisasi Pemasaran merupakan teknik otomatisasi tugas-tugas secara berulang. Tugas-tugas seperti alur pekerjaan, susunan unggahan konten serta laporan kampanye. Otomatisasi ini dapat dilakukan di kanal digital seperti email dan  media sosial.

4. Pay-Per-Klik (PPC)

PPC adalah cara untuk mengarahkan traffic ke situs Anda dengan bayaran setiap kliknya. Contohnya Google AdWords, Anda bayar lalu mendapatkan slot teratas setiap pencarian di Google dan dikenakan biaya setiap kliknya.

5. Native Advertising

Bentuk konten berbayar yang ditampilkan dalam bentuk yang memiliki kemiripan dengan konten media dan penempatannya. Konten yang terlihat dan berfungsi seperti bagian dari media yang terkait. Contohnya Promoted Post di Instagram dan Facebook.

6. Affiliate Marketing

Affiliate Marketing adalah ketika Anda bermitra dengan layanan atau situs orang lain untuk membuat komisi dengan merujuk pembaca atau pengunjung ke bisnis Anda. Contohnya Hosting video ads dengan Youtube.

7. Sosial Media Marketing

Anda mempromosikan brand dan konten di media sosial seperti Facebook, Whatsapp, Twitter, Facebook Messenger. Media sosial merupakan sarana untuk membesar-besarkan brand.

Akan tetapi, pada awalnya fokus saja dulu terhadap satu media sosial untuk mempersingkat waktu, biaya, tenaga manusia dan ilmu. Lalu tentukan kepribadian yang Anda gunakan dalam media sosial, seperti formal atau semi formal.

Berapa Anggaran Digital Marketing?

Mahal atau tidaknya digital marketing tergantung dengan jenis yang digunakan oleh perusahaan Anda. Jika digital marketing seperti SEO serta konten tentu saja tidak menghabiskan banyak anggaran.

Akan tetapi, jika digital marketing seperti brosur online serta email tentu saja memerlukan biaya-biaya tertentu.

Setelah mengetahui tentang pengertian digital marketing, untuk kesuksesan dan kelancaran bisnis Anda tentu juga harus didukung perencanaan keuangan yang baik.

Melakukan penghitungan, pelaporan, dan analisa keuangan merupakan kegiatan pendukung untuk melakukan strategi pemasaran.

 

Kesalahan Umum Pada Digital Marketing

Banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh konsep pemasaran digital memang menggiurkan.

Tetapi penting untuk Anda perhatikan bahwa ada beberapa kesalahan seperti di bawah ini yang harus dihindari saat menjalankan konsep pemasaran digital agar bisnis Anda dapat berjalan sesuai dengan rencana pemasaran.

1. Strategi yang Tidak Tepat Sasaran

Strategi dan perencanaan merupakan sebuah langkah awal untuk menentukan arah sebuah bisnis. Apalagi di era digital seperti saat ini, tren begitu mudah berubah dari waktu ke waktu, sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen semakin beragam setiap hari.

Biasanya beberapa marketer bertekad untuk mendapatkan cakupan konsumen yang banyak, sehingga kerap serampangan dalam memilih target pasar.

Hal ini yang akan menyulitkan proses digital marketing terlebih dalam proses analisa audiens yang menjangkau produk Anda.

Sebelum mengenalkan produk maupun jasa kepada masyarakat secara luas, Anda harus menentukan tujuan dan rencana pemasaran produk tersebut.

Pastikan bahwa strategi pemasaran yang Anda rancang sudah spesifik, tepat sasaran, dan dapat dijangkau dengan mudah oleh target pasar.

2. Memahami Calon Konsumen

Bisnis yang sedang dijalani harus mampu menjadi solusi atas kebutuhan konsumen. Namun, masih ada banyak pebisnis yang mengabaikan hal tersebut, sehingga mereka cenderung menawarkan produk yang tidak sesuai dengan permintaan pasar.

Itulah sebabnya mengapa Anda wajib untuk mengukur tingkat kebutuhan pasar sebelum menyusun strategi pemasaran.

Idealisme bisnis memang sangat penting, namun produk yang dijual juga harus memerhatikan audiens, apa kebutuhannya, apa yang menjadi kesukaan dan tren calon konsumen.

Memahami calon konsumen tidak perlu mengubah produk Anda, namun dengan menyesuaikan kemasan, konten promosi, dan juga pemilihan Key Opinion Leader.

Anda dapat mencari tren produk yang sedang berkembang di masyarakat dengan menggunakan Google Trends. Cukup masukkan nama produk pada kolom pencarian, Google Trends akan menunjukkan grafik permintaan produk yang dimaksud.

3. Mengabaikan Pengukuran Kinerja Digital Marketing

Fungsi digital marketing tidak hanya fokus pada fitur promosi yang lebih mudah namun juga terukur.

Padahal salah satu inti seorang pebisnis menggunakan digital marketing adalah untuk melihat kinerja pemasaran melalui analisis angka.

Brapakah audiens yang sadar dengan brand kita, mengunjungi website, atau meng-klik iklan kita di mesin pencarian.

4. Mengabaikan Story-telling dan Copywriting

Digital marketing kerat kaitannya dengan konten. Hal yang paling penting dalam pembuatan konten adalah tulisan. baik konten desain ataupun video, peran copywriting sangat diperlukan untuk menyampaikan pesan yang akan diberikan kepada calon konsumen.

Tulisan yang dibuat juga harus mampu memberikan kesan dan mengedukasi audiens sehingga produk yang diberikan dapat disadari dengan mudah.

5. Halaman Website yang Tidak Rapi dan Tidak Lengkap

Website resmi perusahaan merupakan elemen pertama yang pada umumnya dituju oleh para konsumen ketika mencari informasi produk melalui mesin pencarian.

Di era digital ini, dapat dikatakan bahwa website merupakan “wajah” bisnis Anda. Itulah sebabnya mengapa Anda perlu memastikan tampilan website mampu mengakomodasi kebutuhan para pengunjung, bukan malah akan membuat mereka bingung karena navigasi website yang rumit.

Website bisnis yang baik harus mampu menghadirkan informasi, call-to-action, dan landing page yang jelas serta tidak merusak fokus pengunjung untuk menemukan apa yang mereka cari.

Pastikan pula pesan yang Anda tampilkan di muka website singkat, jelas, namun sangat informatif.

Website yang tidak lengkap seperti tidak memiliki blog, tidak dilengkapi dengan informasi kontak atau About Us, juga dapat merusak reputasi bisnis Anda.

Selain About Us, nomor telepon dan alamat email perusahaan juga wajib ditampilkan dalam website untuk memudahkan konsumen menyalurkan pertanyaan, saran, dan kritiknya.

Website juga harus sudah beradaptasi dengan perilaku pengguna dengan menggunakan fitur go-mobile. Perilaku pengguna yang semakin dinamis menuntut sebuah website dapat diakses di manapun dan kapanpun.

6. Iklan dan Landing Page yang Tidak Sesuai

Kesalahan marketing yang satu ini jelas saja akan menurunkan kepercayaan konsumen. Misalnya Anda sedang mencari laptop murah di Google, lalu klik iklan yang tersedia, tetapi ternyata Anda malah diarahkan ke halaman website yang menampilkan tablet dengan harga fantastis.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi pada bisnis Anda, periksa dan analisa kembali elemen yang akan Anda tampilkan di landing page.

Konten landing page harus sesuai dengan iklan yang Anda pasang di Google, Facebook, YouTube, Instagram, dan lainnya.

7. Proses Check-out yang Rumit

Jika website Anda mengharuskan konsumen untuk melalui tahapan check-out yang rumit, maka hampir dapat dipastikan bahwa konsumen justru akan meninggalkan website tanpa menyelesaikan pembeliannya.

Ketika konsumen sudah sampai pada tahap check-out, langkah menuju proses pembayaran harus singkat dan sederhana.

8. Tidak Menghitung Return of Investment (ROI)

ROI atau yang lebih dikenal dengan istilah laba atas investasi merupakan rasio uang yang diperoleh atau hilang dalam sebuah investasi.

Jika Anda tidak menghitung ROI, maka Anda tidak akan mengetahui efektivitas strategi pemasaran yang telah diterapkan.

Menghitung ROI bisa menjadi hal yang cukup rumit. Pertama, Anda perlu menentukan komponen mana saja yang perlu dihitung, seperti traffic, leads, conversion rate, atau jumlah klik.

ROI harus dihitung dengan mengurangi jumlah total penjualan dengan biaya investasi, kemudian bagi dengan keseluruhan biaya investasi dan dikalikan dengan 100%.

Kesimpulan

Itulah pengertian dan beberapa kesalahan digital marketing yang sering terjadi dan dapat menghancurkan bisnis.

Selain itu, ada kesalahan yang dianggap sepele namun ternyata juga memiliki dampak yang cukup besar, yaitu tidak mengoptimalkan penggunaan sosial media.

Diantaranya adalah mengabaikan respon dan saran dari konsumen di sosial media, membeli followers atau likes palsu, dan masih banyak lagi.

Selain menerapkan strategi digital marketing, penggunaan aplikasi akuntansi online juga perlu Anda pertimbangkan. Hal itu akan memudahkan Anda dalam mengelola keuangan bisnis.

Pengelolaan yang mudah dan praktis akan menghemat waktu dan tenaga Anda, sehingga Anda akan lebih fokus terhadap rencana pengembangan bisnis.

Oleh karena itu, dengan bantuan software akuntansi yang terpercaya, Anda bisa menyusun laporan keuangan secara mudah dan akurat. Salah satu software akuntansi yang dapat Anda gunakan yaitu Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online dengan berbagai macam fitur yang memudahkan proses akuntansi, mulai dari membuat laporan keuangan, menghitung biaya, mengelola stok dan pelaporan pajak menjadi lebih mudah

Bergabunglah dengan ribuan pengguna Jurnal lainnya sekarang juga. Dapatkan berbagai kemudahan dan keuntungan dari penggunaan Jurnal sebagai aplikasi akuntansi online bisnis Anda.

 

 

 

Oktober 25, 2021

“CARA MENGEMBANGKAN BISNIS CANVAS"

 




I.                  PENDAHULUAN

Memiliki bisnis yang sukses adalah impian setiap pengusaha. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha merancang bisnisnya sebaik mungkin. Salah satunya menggunakan bisnis model Canvas.

II.               PEMBAHASAN

Bisnis model canvas adalah kerangka manajemen sebuah bisnis yang dibuat untuk merancang bagaimana strategi bisnis akan dijalankan. Sesuai namanya, bisnis canvas dibuat dalam sebuah framework sederhana yang pertama kali diciptakan oleh Alexander Osterwalder, seorang entrepreneur asal Swiss, pada tahun 2005. Dengan kerangka sederhana, bisnis model canvas akan memudahkan Anda melihat gambaran tentang sebuah ide bisnis dan rencana realisasinya dengan cepat. Jadi, jauh lebih ringkas dibanding sebuah bisnis plan. Itulah kenapa sebuah model bisnis canvas perlu dibuat untuk mendiskusikan ide bisnis yang dimiliki dan mengembangkannya. Tidak hanya itu, Anda juga bisa lebih cepat dalam mengambil keputusan apakah ide bisnis Anda menguntungkan untuk dilanjutkan atau tidak. 

9 Elemen Bisnis Model Canvas

Model Bisnis Canvas terdiri dari sembilan elemen penting dalam bisnis, yaitu:

1. Customer Segment

2. Value Propositions

3. Channel

4. Customer Relationship

5. Revenue Streams

6. Key Activities

7. Key Resources

8. Key Partners

9. Cost Structure

Dalam visualisasinya, setiap elemen diwakilkan oleh sebuah kolom atau kotak. Inilah yang kemudian dikenal dengan template bisnis model canvas.

Description: https://lh3.googleusercontent.com/L74WF43AYx2atvk6I0Wag64Fwhx31ZmmDMrd-Rz5JjB436KJIlETevsZVKVzu26dlgWGkKTZ7HgUlDkkfAHFVcHjiovsD2AjjtsAnrOZPmskcZOiuZZA7JqN_l0ar5fKVw

Dengan menggunakan template di atas, Anda dapat memvisualisasikan ide dan konsep bisnis Anda dengan terstruktur serta mendefinisikan setiap elemen dengan mudah.

Mari simak penjelasan masing-masing elemen bisnis model canvas berikut ini:

1. Customer Segment

Elemen pertama bisnis model canvas adalah segmentasi pelanggan. Jadi, Anda perlu menentukan siapa saja pelanggan yang berpotensi membeli produk Anda dulu. Hal ini penting karena tanpa konsumen yang jelas, produk Anda bisa saja tidak laku di pasaran.

Untuk memudahkan penjelasan, kami akan menggunakan contoh bisnis model canvas untuk toko buku online. 

Siapakah pelanggan potensial Anda? Tentu saja para penggemar buku, baik pelajar mahasiswa, atau masyarakat umum. Bila perlu, Anda bisa mengelompokkan mereka menjadi beberapa kategori tertentu, misalnya dari tingkat pendidikan, lokasi, dan lainnya.

Apapun itu, tentukan customer segment dengan tepat di awal. Bila perlu Anda perlu membuat buyer persona secara khusus. 

2. Value Propositions

Setelah tahu siapa calon konsumennya, Anda perlu menentukan kenapa Anda perlu membuat produk tersebut? Apa manfaatnya bagi konsumen? 

Nah, itulah yang disebut sebagai value propositions, yaitu nilai yang Anda tawarkan kepada konsumen yang akan menggunakan produk Anda. 

III.           KESIMPULAN

Dalam bisnis model canvas, value propositions bisa berupa solusi atas permasalahan yang dihadapi pelanggan. Baik solusi yang sebelumnya belum pernah ada, atau solusi dengan pendekatan baru yang lebih efektif. Jadi, upayakan membuat value yang unik.