Tampilkan postingan dengan label @S20-IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @S20-IIP. Tampilkan semua postingan

Desember 13, 2021

Penentuan Lokasi Usaha Camilan

 Penentuan Lokasi Usaha Camilan

oleh : Iip Purwasih @S20-IIP


        Cita-cita awal saya menjadi seorang arsitek, bermimpi menjadi Zaha Hadid kedua di dunia, akan tetapi, semenjak kedua orang tua berpisah, dan Ibu menjadi tulang punggung keluarga, rasanya cita-citanya hanya akan menambah beban Ibu saya, terlebih adik yang juga masih menempuh pendidikan dan membutuhkan biaya lebih penting dari biaya kuliah saya. Lulus SMA, hanya berbekal STL (Surat Tanda Lulus) dari SMA saya di jemput ke Lampung oleh kakak dan 2 hari setelah pembangian STL saya memberanikan diri untuk berkerja di Jakarta. saat itu saya tinggal bersama kakak perempuan disana, tepatnya di Jl. Hj. Saikin, Lebak Bulus-Jakarta Selatan, dan 2 hari sampai disana, saya mengikuti interview untuk berkerja selama bulan Suci Ramadhan. Alhamdulillah saya di terima sebagai SPG perbantuan selama 1 bulan di Matahari Departement Store, ini adalah pengalaman pertama saya untuk dunia pekerjaan serta perngalaman pertamana saya merayakan hari Raya Idhul Fitri jauh dari keluarga. 

        Perkerjaan pertama selesai tidak dua bulan kemudian mendapatkan tawaran menjadi SPG tetap di brand Graphis yang masih bekerja sama dengan Matahari Departement Store yang bertempat di Lippo Mall Kemang-Jakarta Selatan, ini pertama kalinya saya kos bersama teman, dan kebetulan Matahari yang berada di Lippo Mall Kemang sendiri baru dibuka, hingga 2 bulan saya bekerja pengunjungnya masih terlalu sepi, hingga supplier saya meminta saya di rolling ke Store yang berada di Blok M karena SPG di Blok M hanya 1 orang. Karena Ibu saya terlalu kawatir dan menurutnya Blok M sendiri terlalu jauh untuk jangkauan kakak saya, akhirnya saya di minta pulang oleh Ibu di akhir tahun 2016.

        Pertengahan Januari 2017 saya beserta adik pergi ke rumah kakak yang di serang, dan Ibu menemani saya untuk mencari pekerjaan sekitar serang saja, karena terlalu khawatir jika saya harus di lepas di kota metropolitan Jakarta. Hampir 2 bulan saya mengirim lamaran ke tiap lowongan yang di buka di daerah serang, hingga pada tanggal 12 Maret pagi saya mendapatkan email untuk melakukan interview di salah satu dealer mobil di serang. Saat sedang mempersiapkan untuk interview besok hari, pada malam harinya kakak saya berserta istirnya datang ke rumah kakak saya yang pertama untuk memberikan surat panggilan interview di sebuah pabrik sepatu terbesar di Asia Tenggara, PT. NIKOMAS GEMILANG. Disini saya memulai hidup yang lebih baik. Sedikit minder sebab yang datang untuk test sampai 1000 orang, awalnya tujuan saya masuk adalah yang penting kerja dan dapat uang, hingga HRD menanyakan bagi siapa yang bisa mengoprasikan computer untuk pindah ke barisan yang disediakan, awalnya saya ragu, namun kenalan di sebelah saya meyakinkan untuk saya mencoba testnya. Terkumpul hingga 200 orang, di beritahukan bahwa jika saat di test ternyata kami tidak bisa, kami akan langsung di pulangkan dan tidak akan di terima lagi walau untuk produksi, sempat getir namun seseorang di sebelah saya menarik lengan saya dan meminta saya untuk tetap mencobanya, munkin sudah takdirnya begitu sayapun menuruti orang tersebut, hingga tersiskan sekitar 60 orang yang mau di test. Sebelum melakukan test computer kami diminta untuk melakukan prikotest dan tes tertulis lainnya, dari 60 orang tersebut diambil 8 orang dengan nilai tertinggi termasuk saya, 2 orang di test pertama di gedung tooling, dan kami 6 orang di bawa ke development center Adidas, dimana saya masih terpukau melihat office yang biasa saya lihat di TV namun sekarang saya menginjakkan kaki disini. 6 orang tadi dibagi menjadi 2 team, 1 team test Microsoft excel yang mana saya sama sekali tidak mengerti karena saya belum pernah menggunakannya dan memang sepertinya sudah takdirnya, saya masuk team yang di test bahasa inggris. Semakin panic dan takut membuat kecewa, saat saya paling terakhir menyelesaikan test dan waktu sudah habis namun saya belum selesai, dan muka saya paling pucet karena paniknya serta paling terakhir di interview. Alhamdulillah, saya menjadi salah 1 anak yang di terima di bagian staff sebagai asisten developer di tempat itu.

        Tidak sampai di situ, adaptasi di tempat itu membuat saya ingin menyerah, hamper setiap hari menangis dan ingin resign hingga akhirnya mulai membaik dan saya bisa melanjutkan kuliah sejak bekerja di sana, 2018 saya mendatangi beberapa kampus di Jakarta untuk mengambil progam studi Arsitektur, namun kakak saya menentang saya karena biaya yang di keluarkan akan banyak dan takut saya merepotkan semua orang, sehingga saya memilih mengambil desain interior, namun bukan takdir saya, 3 kampus swasta di Jakarta yang saya datangi ternyata tidak membuka kelas di tahun ajaran itu karena pemintat di kelas karyawan tidak banyak. Saya bersama teman saya dengan modal uang pendaftaran dan uang pinjaman daftar ulang yang di berikan teman masih meminta petunjuk dan duduk berdua di Masjid Universitas Mercu Buana meminta petunjuk untuk di lanjutkan atau kami pulang, hingga selepas melaksanakan sholat sunnah kami saya mengingat tentang desainer Adidas yang terlihat pekerjaannya menyenangkan, kami berdua mantab untuk mengambil desain produk dan saya mengajukan pindah fakultas karena sebelumnya nekat mengambil Teknik Arsitektur.

        Pertentangan Ibu yang marah karena saya nekat meneruskan kuliahpun terjadi, namun nasi sudah menjadi bubur, kuliah berjalan, dan teman sekelas menawarkan kerja sama untuk membuat kaos. Kami membuat logo dan desain sendiri, mencari beberapa toko baju di sekitar Jakarta untuk menemukan kaos terbaik serta percetakan terbaik namun tetap sesuai kantong Page 4 of 39 yang kami miliki, brand tersebut akhirnya tercetus namanya CATURA diambil dari bahasa Hindi. Kami diberi suntikan modal oleh kakak teman saya, kami berdua beberapa kali meeting untuk merevisi desain yang ada, setelah desain fix kami mendatangi toko percetakan dan jadilah baju cetakan pertama kami, di jual di sekitar tempat kerja dan teman kampus, habis hingga di percetakan kedua.




        Ujian datang lagi saat teman sekelas saya meminta saya menjadi desainer untuk motif pattern brand hijabnya, dijanjikan kerjasama dengan gaji yang lumayan membuat saya besar kepala dan nekat resign dari tempat kerja yang sudah saya jalani hamper 3 tahun, hingga di percetakan ke 4 brand kaos yang saya dan teman saya buat mulai sepi peminat dank arena kesibukan UAS, kami berdua break untuk membuat kaos lagi, dan teman saya membatalkan kerja sama, ujian berat dimana uang tabungan sudah habis, dan biaya 1 semester masih menunggak 4 bulan, mencari kerjaan lagi dan meminta semua teman membantu, semua saya coba, hingga tidak ada satupun gaji yang ditawarkan masuk akal, dalam artian perusahan di Jakarta hanya bisa memberi saya gaji 1,8jt dan paling tinggi 3jt. Menyerah? Jelas, saya putus asa, dan mengajukan cuti di kampus, menumpang di rumah kakak (lagi) dan kadang di kosan teman. Teman saya kasihan dan dia membantu saya untuk ikut program Magang Bakti BCA, namun saying, saya gagal di test pertama. Tidak menyerah membantu saya, teman saya mengajukan saya untuk bergabung di teamnya bagian HR di bank BCA kontrak selama 1 tahun, saya melakukan interview dan saya di terima pada bulan Juli 2019 namun saya bisa bekerja di bulan November, karena menunggu karyawan habis kontrak dulu. Akhir juli saya di hubungi oleh developer saya di tempat kerja sebelumnya, dan menawarkan saya pekerjaan di PT. PARKLAND WORLD INDONESIA, sebagai staff swatch book, karena dia juga baru 1 tahun pindah disitu dan belum memiliki team swatch book. Alhamdulillah saya di terima dan mendapatkan gaji dua kali lipat dari tempat kerja saya sebelumnya, 1 tahun bekerja dengan kinerja yang mereka anggap baik, saya di naikkan posisinya sebagai staff Product Data Management (PDM) di Adidas. Hidup berhasil berjalan seperti sebelumnya, saya berhasil masuk ke kampus lagi dan melunasi biaya tunggakan saya. Lagi-lagi corona datang dan gaji saya berkurang sekitar 30%. Memutar otak karena kebutuhan kuliah makin banyak, saya menawarkan jasa “PALUGADA” (apa lu mau gua ada), mulai dari membuat boquet, repaint sepatu, custom sepatu, kaos, totebag, membuat mahar, membuat ring box, memotret di hari pertunangan, membuat backdrop tunangan dan saya memulai bisnis baru dengan teman saya, menjual aneka makanan ringan dengan merek yang kami buat “NGEUNEP”, diambil dari bahasa Majalengka yang berarti enak, karena awalnya camilan semua berasal dari daerah Majalengka dari umbi-umbian, yaitu Kripik Kentang, Stick Talas, Opak Singkong, Kripik Kaca, Kecimpring, Keripik Cireng, dan masih banyak lagi, hingga sekarang sudah bukan dari umbi-umbian lagi, kami mengambil di salah 1 supplier dan melakukan repackaging dan memberi merek sendiri untuk jualan kami.
        Dipacking menggunakan plastik pouch berukuran 12x20 cm, yang di beri tempelan stiker, dan kami memasarkannya di sekitar area tempat kerja dan juga menitipkannya di tokotoko. Alhamdulillah bisnis ini cukup membantu keuangan kami, kami berharap bisa membesarkan bisnis ini, dan saya ingin mencoba bisnis lain yaitu mecentak undangan dan membuat baju, namun ini masih dalam tahap pengumpulan dana untuk modal, semoga tahun ini, salah satunya bisa terwujud.


        Menurut saya pribadi, salah satu penempatan lokasi usaha sangatlah penting, seperti yang baru saya sedang saya mulai, yaitu Camilan Ngeunep, yang saya juga di antara rekan kerja, yang mana notabenenya mereka suka bekerja di temani oleh camilan agar mereka bisa lebih santai dan tidak gampang ngantuk saat bekerja.




Refensi : Tidak ada (Pengalaman Pribadi)






November 29, 2021

Memiliki Bisnis yang sudah cukup memadai tapi tidak mengerti cara Ekspor? Lemahhh..

 Export atau Ekspor

oleh: IIP PURWASIH (@S20-IIP)


Kalian sudah merasa sukses di dunia perdagangan, tapi belum berani melakukan ekspor?

 

Hmm.. sepertinya ada yang belum kalian ketahui tentang keuntungan-keuntungan jika bisa sampai tembus pasar ekspor. Nah, jika kalian merasa sudah cukup konsisten dalam proses perdanganan dan mutu kwalitas barang yang kalian jual, sepertinya kalian harus berani melangkah ke dunia perdangan dunia. Sebelum mulai, yuk kita belajar sama-sama apa tentang ekspor.

  1. Pengertian Ekspor

 


Export atau Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini sering kali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di tingkat internasional. Penjual atau pihak yang mengirim barang ke luar negeri disebut pengekspor atau eksportir sementara penerima barang dari luar negeri disebut importir, dan prosesnya disebut impor. Strategi ekspor digunakan karena risiko lebih rendah, modal lebih kecil dan lebih mudah bila dibandingkan dengan strategi lainnya. Strategi lainnya misalnya franchise dan akuisisi. Di Indonesia, kegiatan ekspor diatur dalam dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan UU No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 1995 tentang Cukai.

Sederhananya, arti ekspor yakni kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Seseorang atau lembaga yang melakukan ekspor disebut dengan eksportir. Aktivitas ekspor adalah biasanya terjadi ketika suatu negara sudah mampu memproduksi barang atau jasa yang jumlahnya besar dan kebutuhan di dalam negeri sudah mencukupi.

 

  1. Jenis Ekspor

·       Ekspor Langsung

Ekspor langsung adalah cara menjual barang atau jasa melalui perantara/ eksportir yang bertempat di negara lain atau negara tujuan ekspor. Penjualan dilakukan melalui distributor dan perwakilan penjualan perusahaan. Keuntungannya, produksi terpusat di negara asal dan kontrol terhadap distribusi lebih baik. Kelemahannya, biaya transportasi lebih tinggi untuk produk dalam skala besar dan adanya hambatan perdagangan serta proteksionisme.

·       Ekspor Tidak Langsung

Ekspor tidak langsung adalah teknik di mana barang dijual melalui perantara/eksportir negara asal kemudian dijual oleh perantara tersebut. Melalui, perusahaan manajemen ekspor ( export management companies ) dan perusahaan pengekspor ( export trading companies ). Kelebihannya, sumber daya produksi terkonsentrasi dan tidak perlu menangani ekspor secara langsung. Kelemahannya, kontrol terhadap distribusi kurang dan pengetahuan terhadap operasi di negara lain kurang.

Umumnya, industri jasa menggunakan ekspor langsung sedangkan industri manufaktur menggunakan keduanya.

 

  1. Tahapan-tahapan Ekspor


-       Identifikasi pasar yang potensial

-       Penyesuaian antara kebutuhan pasar dengan kemampuan, SWOT analisis

-       Melakukan Pertemuan, dengan eksportir, agen, dll

-       Alokasi sumber daya.

 

  1. Komoditi Ekspor Indonesia

Di Indonesia, jenis ekspor adalah terbagi menjadi dua yakni ekspor migas dan ekspor non-migas. Komoditas migas seperti minyak bumi dan gas. Sementara non-migas seperti hasil-hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, kerajinan, barang industri, dan mineral hasil tambang.

 

Sepuluh komoditas ekspor utama Indonesia adalah Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), produk hasil hutan, elektronik, karet dan produk karet, sawit dan produk sawit, otomotif, alas kaki, udang, kakao dan kopi. Namun, pasar internasional semakin kompetitif sehingga sepuluh komoditas ekpor utama Indonesia terdiversifikasi. Komoditas lainnya, yaitu makanan olahan, perhiasan, ikan dan produk ikan, kerajinan dan rempah-rempah, kulit dan produk kulit, peralatan medis, minyak atsiri, peralatan kantor dan tanaman obat.

Terdapat sekitar lima komoditas ekspor terbesar yang dimiliki Indonesia, yaitu:

1.     Karet, Indonesia merupakan penghasil karet terbanyak kedua di dunia dan sering menjadi salah satu komoditas utama di Indonesia. Produk karet ini biasanya dikirimkan ke beberapa negara seperti Amerika, China, dan Jepang.

2.     Kelapa Sawit, tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk produk minyak goreng, mentega, sabun, dan beragam produk lainnya. Kebanyakan produk kelapa sawit yang diekspor adalah yang berupa minyak sawit dan umumnya dikirimkan dalam jumlah besar ke India, Cina, Pakistan, dan beberapa negara lainnya.

3.     Produk Tekstil, Indonesia memiliki banyak industri tekstil yang berhasil laku di pasar internasional dan meningkatkan devisa negara.

4.     Kakao, selain karet, kakao juga menjadi produk yang paling banyak dihasilkan di Indonesia. Bahkan Indonesia menduduki posisi penghasil kakao terbanyak di dunia. Biji kakao ini nantinya digunakan sebagai bahan pembuatan coklat atau makanan sejenis lainnya. Produk kakao yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia kemudian akan langsung diekspor ke berbagai negara.

5.     Produk Hasil Hutan, produk seperti kayu dan pulp kertas memang mudah diproduksi di Indonesia karena negaranya yang tropis serta kaya akan hutan. Industri kayu di Indonesia memiliki daya kembang yang baik sehingga tidak heran menjadi salah satu komoditas ekspor terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2011, industri menyumbang US$ 122 miliar atau sebesar 60 persen dari total nilai ekspor. Sektor nonmigas lainnya, yaitu pertanian dan pertambangan, masing-masing menyumbang 2,54 persen dan 17,02 persen dari keseluruhan ekspor. Sementara itu ekspor sektor migas hanya mencapai US$ 41 miliar atau sebesar 20,43 persen dari total ekspor.

 

Komposisi komoditas ekspor Indonesia tahun 2011:

 


Perkembangan Ekspor-Impor Indonesia pada Januari 2021

 


  1. Kesalahan Umum bagi Pemula Ekspor

1.     Tidak melakukan penyelidikan yang lengkap sebelum melakukan ekspor.

2.     Tidak melakukan konsultasi terlebih dahulu.

 

  1. Istilah-istilah dalam Ekspor

Berikut adalah istilah-istilah ekspor yang sering digunakan:

Ø  Air waybill, suatu kontrak mutlak yang dikeluarkan perusahaan angkutan udara.

 


Ø  Bill of lading (B/L), surat tanda terima barang yang dimuat di atas kapal dan merupakan bukti kepemilikan atas barang serta perjanjian pengangkutan barang melalui laut.

 


Ø  Invoice, faktur atau nota yang berisi harga dan jumlah barang serta total harga.

 


Ø  C&F (Cost and Freight), seluruh biaya produksi dan pengapalannya masuk dalam harga barang.


 

Ø  Clearance


 

1.     Hak kapal untuk meninggalkan pelabuhan.

2.     Izin berangkat kapal dari pelabuhan.

3.     Izin mengeluarkan barang dari pabean.

Ø  Consignee, nama dan alamat penerima barang atau pembelinya.

 


Ø  F. O. B (free on board), suatu kewajiban penjual hanya sebatas sampai pelabuhan pengirim.


 

Ø  Packing list, faktur atau nota yang berisi jumlah dan berat barang (berat bersih dan berat kotor). Dalam packaging list juga terdapat alamat pengirim (shipper) dan penerima (receiver).

 


 

Ø  Commodity, barang yang merupakan hasil pertanian, namun saat ini disebut produk.

 


Ø  Health Certificate (HC) and Phytosanitary Certificate (PC), sebuah sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga atau pejabat karantina hewan dan tumbuhan berwenang di negara asal. Di Indonesia, HC dan PC diterbitkan oleh petugas Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kedua sertifikat ini merupakan salah satu Persyaratan Karantina yang wajib dipenuhi oleh setiap hewan, tumbuhan, dan produk turunannya yang diimpor. Pelanggaran terhadap persyaratan karantina memiliki konsekuensi hukum. Proses mendapatkannya melalui serangkaian prosedur dan tindakan karantina, termasuk uji laboratorium, agar tidak terjadi penyebaran penyakit hewan (HPHK) dan tumbuhan (OPTK) antarnegara maupun antararea di Indonesia.

 


Ø  Weight, berat kotor suatu barang yang menyangkut isi dan pembungkusnya.

 




Ø  Sales contract, sales contract atau kontrak penjualan merupakan kesepakatan antara penjual dengan pembeli. Berisi informasi mengenai: deskripsi produk/komoditas, jumlah barang, harga, syarat pembayaran, waktu penyerahan barang, prosedur hukum dan arbitrasi, syarat pengepakan, cara pengangkutan dan asuransi.

 


Ø  Letter of Credit (LC)

Merupakan istilah untuk jaminan yang diberikan bank penerbit kepada eksportir sesuai dengan instruksi dari importer untuk melakukan pembayaran sejumlah tertentu.

 


Ø  Net Weight, berat bersih barang tanpa menghitung kemasan.

 


Ø  ETA (Estimated Time of Arrival), perkiraan waktu kedatangan kapal.

 


  1. Syarat Menjadi Eksportir

Selain harus mendaftarkan diri secara resmi kepada instansi pemerintah urusan perdagangan, berikut adalah beberapa syarat untuk menjadi eksportir:

1.     Berbadan hukum seperti perusahaan atau organisasi yang dapat membuktikan diri dengan legalitas yang sah berupa Firma, PT, CV, Persero, Perum, dan lain sebagainya

2.     3Memiliki nomor wajib pajak karena aktivitas ekspor pun akan terkait dengan perpajakan. Maka, tiap badan atau perusahaan yang akan menjadi importir diwajibkan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.

3.     Memiliki Izin. Izin yang dimaksud berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk jenis aktivitas di bidang usaha perdagangan yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan. Sementara, usaha di bidang industri harus memiliki Surat Izin Industri yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian.

  1. Cara Perhitungan Pajak Ekspor

Seperti penjelasan sebelumnya, ekspor tidak lepas dari perpajakan, berikut ini merupakan cara hitung pajak ekspor:

1.     Terhadap barang ekspor yang dikenakan tarif ad valorem (persentase), Pajak Ekspor dihitung sebagai berikut: Pajak Ekspor = Tarif Pajak Ekspor x Harga Patokan Ekspor x Jumlah Satuan Barang x Kurs

2.     Terhadap barang ekspor yang dikenakan tarif ad naturam (spesifik), Pajak Ekspor dihitung sebagai berikut: Pajak Ekspor = Tarif Pajak Ekspor x Jumlah Satuan Barang x Kurs         

 


  1. Manfaat Eksportir

Berikut beberapa tujuan dan manfaat dari eksportir, yakni:

v  Meningkatkan devisa negara, kegiatan ekspor atau mengirimkan produk dari Indonesia ke luar negeri tentu akan meningkatkan penghasilan ekonomi negara. Kegiatan ekspor membuka peluang pasar baru di luar negeri menjadi lebih luas, menumbuhkan investasi, dan melebarkan cakupan pasar domestik.

v  Mengembangkan Industri Dalam Negeri, kegiatan ekspor hadir karena adanya permintaan akan suatu barang dari luar negeri. Permintaan yang datang ini nantinya akan berpengaruh langsung terhadap perkembangan industri pada negara tersebut dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Bukan hanya itu saja, menjadi eksportir atau melakukan kegiatan ekspor juga memberikan dampak agar terbiasa bersaing di pasar dan perdagangan internasional.

v  Membuat Harga Produk Terkendali, kegiatan ekspor juga bermanfaat untuk menangani adanya over kapasitas pada suatu produk di negara tersebut sekaligus mengendalikan harga produknya. Hal ini dikarenakan pada saat produk mudah diproduksi dan kapasitasnya jadi melimpah, harga produk dalam negeri tersebut akan menjadi lebih murah. Sehingga, untuk menangani hal ini dibutuhkan kegiatan ekspor ke negara yang lebih membutuhkan produk tersebut agar harga produk dapat tetap terkendali.         

 

  1. Peran Eksportir

Pihak yang melakukan eksportir berperan dan memiliki tanggung jawab sebagai berikut:

a. Berkomunikasi langsung dan melakukan negosiasi terhadap perusahaan atau organisasi asing.

b. Menjual suatu produk kepada perusahaan atau organisasi asing.

c. Eksportir bertanggung jawab menjaga kondisi dan kualitas barang yang akan diekspor hingga sampai ke tangan pembeli.

d. Memperkenalkan produk dalam negeri kepada perusahaan asing atau pasar internasional.

e. Menjalin kerjasama dengan pelanggan baru dari berbagai negara asing.

 

 

Referensi:

·       Id.Wikipedia.Org. (06 Agustus 2021). Ekspor. Diakses pada 29 November 2021, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Ekspor

·       Kompas.com. (09 April 2021). Mengenal Ekspor Impor: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contohnya. Diakses pada 29 November 2021, dari https://money.kompas.com/read/2021/04/09/113205326/mengenal-ekspor-impor-pengertian-jenis-manfaat-dan-contohnya?page=all

·       Kamus.Tokopedia.com. (-). Eksportir. Diakses pada 29 November 2021, dari https://kamus.tokopedia.com/e/eksportir/

 

 







Oktober 11, 2021

Kenalan yuk sama Literation atau Literasi

LITERATION

 

Oleh: Iip Purwasih (@S20-IIP)

 

 

Abstrak

            Literation atau literasi bisnis merupakan hal penting, namun masih sulit didapatkan oleh pemilik usaha mikro yang beroperasi di wilayah jauh dari perkotaan. Ada berbagai edukasi yang dipelajari oleh para pelaku bisnis untuk mengangkat value dari produk contohnya adalah:

●      Memperdalam swot

●      Pentingnya manajemen pemasaran, karyawan, serta akuntasi perusahaan

Namun, literasi tidak bisa dimaknai sebatas kemampuan untuk membaca dan menulis saja. Tetapi juga harus dimaknai sebagai kemampuan kognitif seseorang untuk bisa memecahkan masalah.

 

A.   Pengertian Literasi


Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.

Dalam bahasa Latin, istilah literasi disebut sebagai literatus, artinya adalah orang yang belajar. Selanjutnya, National Institute for Literacy menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Education Development Center (EDC) juga turut menjabarkan pengertian dari literasi, yakni kemampuan individu menggunakan potensi yang dimilikinya, dan tidak sebatas kemampuan baca tulis saja. UNESCO juga menjelaskan bahwa literasi adalah seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan yang dimaksud diperoleh, dari siapa keterampilan tersebut diperoleh dan bagaimana cara memperolehnya. Menurut UNESCO, pemahaman seseorang mengenai literasi ini akan dipengaruhi oleh kompetensi bidang akademik, konteks nasional, institusi, nila-nilai budaya serta pengalaman. Kemudian, di dalam kamus online Merriam—Webster, dijelaskan bahwa literasi adalah kemampuan atau kualitas melek aksara di mana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis, dan mengenali serta memahami ide-ide secara visual.

B.   Literasi Baru

Pada abad 21 di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 muncul paradigma literasi baru. Tantangan era ini menurut penelitian Hamidulloh Ibda sangat kompleks yang mengharuskan masyarakat mengimplementasikan literasi baru (literasi data, literasi teknologi, literasi manusia) yang menjadi pelengkap literasi lama (membaca, menulis, berhitung).

Munculnya era literasi baru tidak lepas dari era revolusi industri 4.0. Kondisi ini, adalah era dunia industri digital telah menjadi suatu paradigma dan acuan dalam tatanan kehidupan saat ini. Era revolusi  industri 4.0 hadir bersamaan dengan era disrupsi yang sejak tahun 2017 mulai direspon serius kalangan terdidik. Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 atau era disrupsi diperlukan “literasi baru” selain literasi lama. Literasi lama yang ada saat ini digunakan sebagai modal untuk berkiprah di kehidupan masyarakat. Literasi data, teknologi, dan SDM harus direspon pendidikan tinggi yang bisa dimasukkan ke dalam pembelajaran.

Menurut penelitian Hamidulloh Ibda, dijelaskan bahwa penguatan literasi baru pada guru dan dunia pendidikan menjadi penting karena sebagai kunci perubahan, revitalisasi kurikulum berbasis literasi dan penguatan peran guru yang memiliki kompetensi digital. Guru berperan membangun generasi berkompetensi, berkarakter, memiliki kemampuan literasi baru, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pendidikan sebagai dasar penentu kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional pada anak, harus memperkuat keterampilan literasi abad 21. Mulai aspek kreatif, pemikiran kritis, komunikatif, dan kolaboratif. Pendidikan urgen memperkuat literasi baru dan revitalisasi kurikulum berbasis digital. Revitalisasi kurikulum mengacu pada lima nilai dasar dari peserta didik yang baik, yaitu ketahanan, kemampuan beradaptasi, integritas, kompetensi, dan peningkatan berkelanjutan. Pendidik harus menjadi guru digital, paham komputer, dan bebas dari penyakit akademis. Tujuannya mewujudkan generasi berkompetensi tingkat tinggi, karakter dan literasi untuk menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

 

C.   Jenis-jenis Literasi

1.     Literasi Media


Literasi media adalah kemampuan seseorang dalam memahami berbagai bentuk media. Selain memahami bentuk media, literasi media juga membuat orang mampu menyerap informasi yang disampaikan media secara baik, bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

2.     Literasi Dasar

Literasi dasar adalah kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan, dan juga berhitung. Nah, tujuan dari literasi dasar adalah untuk mengoptimalkan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berhitung, dan juga berkomunikasi dengan dengan sesama.

3.     Literasi Teknologi

 

Literasi teknologi adalah suatu kemampuan dalam mengetahui sekaligus memahami hal-hal yang berhubungan dengan teknologi, seperti software dan hardware. Selain itu, dapat memahami cara menggunakan internet yang baik dan benar serta etika dalam penggunaan teknologi.

4.     Literasi Perpustakaan


Literasi perpustakaan adalah kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis yang berbentuk fiksi maupun non-fiksi. Kemudian memahami cara menggunakan katalog dan indeks, juga kemampuan memahami informasi ketika membuat suatu karya tulis dan karya ilmiah.

5.     Literasi Visual

 

Literasi visual adalah pemahaman yang lebih dalam menginterpretasi dan menangkap suatu makna dari informasi yang berbentuk visual atau gambar. Literasi visual ada, karena muncul pemikiran bahwa sebuah gambar itu dapat dibaca. Artinya, bisa dikomunikasikan dari proses membaca.

 

D.   Tujuan Literasi

  1. Dengan literasi, tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang diterima menjadi lebih baik.
  2. Membantu orang berpikir secara kritis, dengan tidak mudah terlalu cepat bereaksi.
  3. Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca.
  4. Membantu menumbuhkan serta mengembangkan nilai budi pekerti yang baik dalam diri seseorang.

 

E.   Manfaat Literasi

1. Menambah perbendaharaan kata “kosa kata” seseorang.

2. Mengoptimalkan kinerja otak karena sering digunakan untuk kegiatan membaca dan menulis.

3. Mendapat berbagai wawasan dan informasi baru.

4. Kemampuan interpersonal seseorang akan semakin baik.

5. Kemampuan memahami makan suatu informasi akan semakin meningkat.

6. Meningkatkan kemampuan verbal seseorang.

7. Meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir seseorang.

8. Membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan konsentrasi seseorang.

9. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata yang bermakna dan menulis.

 

 

 

F.   Prinsip-prinsip Literasi

            - Bersifat Berimbang

            - Bahasa Lisan sangat Penting

            - Berlangsung pada suatu Kurikulum

            - Pentingnya Keberagamaan

         

G.  Referensi

 

·       Mararau, Christiadi Marcelino.2019.Modul Kuliah Kewirausahaan 2.Jakarta: Universitas Mercu Buana.

·       https://id.wikipedia.org/wiki/Literasi

·       https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-literasi

·       https://sevima.com/pengertian-literasi-menurut-para-ahli-tujuan-manfaat-jenis-dan-prinsip/