Tampilkan postingan dengan label @S03-MURDIONO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @S03-MURDIONO. Tampilkan semua postingan

November 24, 2021

MANFAAT DAN TUJUAN EKSPOR IMPOR

 

MANFAAT DAN TUJUAN EKSPOR IMPOR

Oleh Murdiono Deli (@S03-MURDIONO)

 

 

1. Pengertian Ekspor

Suatu aktivitas mengeluarkan barang dari daerah pabean disebut ekspor. Apa itu daerah pabean? Secara sederhana, daerah pabean merupakan suatu daerah milik Republik Indonesia yang terdiri atas wilayah perairan, darat, dan udara di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang-barang dari dalam negeri ke luar negeri dengan memenuhi ketentuan yang berlaku juga dapat disebut sebagai kegiatan ekspor. Sebagai salah satu sektor perekonomian, kegiatan ekspor menduduki peranan yang cukup penting melalui perluasan pasar beberapa negara.

2. Tujuan dan Manfaat Ekspor

2.1. Mengendalikan Harga Produk

Sebuah negara yang melakukan kegiatan ekspor mampu memanfaatkan over kapasitas pada suatu produk. Dengan begitu, negara tersebut dinilai mampu mengendalikan harga produk ekspor yang terjadi di negaranya.Mengapa? Karena produk dalam negeri tersebut akan memiliki harga yang lebih murah saat mampu diproduksi dengan mudah dan melimpah. Agar negara tersebut mampu mengendalikan harga di pasar, ia melakukan kegiatan ekspor ke negara lain yang lebih membutuhkan produk tersebut.

2.2. Menumbuhkan Industri Dalam Negeri

Suatu aktivitas atau kegiatan perdagangan dalam ruang lingkup internasional yang dilakukan untuk memberikan rangsangan atas permintaan dari dalam negeri disebut ekspor. Aktivitas ekspor juga dapat diartikan sebagai kegiatan perdagangan yang melibatkan pasar internasional.

Kegiatan ekspor suatu negara akan melahirkan industri-industri lain yang jauh lebih besar. Permintaan ekspor yang meningkat pada suatu produk akan berdampak langsung pada perkembangan industri dalam suatu negara.Dengan begitu, kegiatan ekspor akan menghasilkan iklim usaha yang lebih kondusif. Kemudian negara tersebut akan membiasakan dirinya untuk bersaing dengan persaingan yang ketat dalam perdagangan internasional.

2.3. Menambah Devisa Negara

Nilai kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara dalam bentuk mata uang asing disebut devisa. Untuk perkembangan ekonomi suatu negara, aktivitas atau kegiatan ekspor akan memberikan dampak yang positif.Adanya kegiatan ekspor bermanfaat untuk membuka peluang pasar baru di luar negeri. Peluang tersebut akan menumbuhkan perluasan pasar domestik, investasi, dan devisa pada suatu negara.

2.4. Memperbanyak Lapangan Kerja

Kegiatan ekspor secara tidak langsung akan menghadirkan lapangan pekerjaan baru. Dengan begitu, kegiatan ekspor juga turut menekan angka pengangguran. Selain itu, pertumbuhan ekspor di Indonesia akan memunculkan lapangan pekerjaan yang menyebabkan penurunan angka kemiskinan.

3. Komoditas Ekspor Indonesia

Indonesia sebagai negara berkembang memiliki lima komoditas ekspor paling besar, yakni komoditas produk tekstil, karet, kelapa sawit, kakao, dan produk hasil hutan.

3.1. Produk Tekstil

Orang Indonesia memang kerap mengimpor produk tekstil dari luar negeri. Namun, produk tekstil asli Indonesia juga tidak kalah bagus dari negara lain.Indonesia memiliki jumlah industri tekstil yang tergolong banyak dan berhasil meningkatkan devisa dalam negeri. Oleh sebab itu, produk tekstil asli Indonesia menempati peringkat 5 teratas komoditas ekspor.

3.2. Karet

Jangan heran jika karet dijadikan komoditas utama dalam kegiatan ekspor di Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia sendiri merupakan negara penghasil karet terbesar kedua di dunia, lho Grameds. Produk karet Indonesia secara konsisten dikirimkan ke beberapa negara maju, yakni China, Amerika, dan Jepang.

3.3. Kelapa Sawit

Kelapa sawit merupakan produk yang kerap dijadikan bahan baku minyak goreng, mentega, sabun, dan beberapa produk kecantikan. Sebagian besar kelapa sawit akan diekspor dalam bentuk minyak sawit dan minyak inti sawit palm kernel oil. Produk kelapa sawit Indonesia dikirimkan ke beberapa negara, seperti Pakistan, India, dan China.

3.4. Kakao

Grameds tidak perlu heran jika kakao menjadi komoditas kegiatan ekspor di Indonesia. Perlu diketahui bahwa Indonesia sendiri merupakan negara penghasil biji kako terbesar ketiga di dunia. Biji kakao yang diekspor nantinya akan diolah menjadi cokelat atau makanan lain.Biji kakao yang terbagi ke dalam beberapa kualitas nantinya akan diseleksi terlebih dahulu sebelum diekspor. Produk biji kakao yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia atau SNI akan dikirimkan ke luar negeri.

3.5. Produk Hasil Hutan

Indonesia sebagai salah satu negara tropis memiliki prospek perkembangan industri kayu yang bagus dan melimpah. Pulp kertas dan kayu menjadi beberapa hasil hutan yang dikirimkan ke luar negeri.

4. Pengertian Impor


Apa yang dimaksud dengan kegiatan impor? Suatu aktivitas atau kegiatan memasarkan produk barang dari daerah pabean atau membeli suatu produk barang dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam negeri disebut impor. Perdagangan yang dilakukan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke dalam daerah pabean Indonesia dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan disebut transaksi impor.Kegiatan memasukkan barang dari suatu negara ke dalam wilayah pabean negara lain juga dapat diartikan sebagai kegiatan impor. Kegiatan impor yang melibatkan dua negara diwakili oleh kepentingan antar dua negara tersebut.contoh sederhananya, Indonesia yang tidak memiliki produk gandum harus mendatangkan produk gandum dari negara lain agar bisa memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri.

Proses pendampingan oleh bea cukai diperlukan saat kegiatan pengiriman barang impor dilakukan dengan skala yang besar. Secara sederhana, pemerintah akan menerapkan tarif pajak atas setiap produk ke masing-masing importirnya.Tarif pajak tersebut membuat produk barang impor memiliki harga relatif mahal karena ada beban pajak yang harus dibayarkan konsumen. Jika dibandingkan dengan produk lokal, maka barang impor memiliki harga yang cenderung lebih mahal.Perlu diketahui, tidak semua produk atau barang diperbolehkan masuk sebagai barang impor. Pihak Direktorat Bea Cukai telah menetapkan peraturan yang memperbolehkan dan melarang masuknya barang impor. Barang impor yang memiliki unsur pornografi, obat-obatan terlarang, hewan, dan senjata api termasuk ke dalam barang yang dilarang masuk.

5. Tujuan dan Manfaat Impor


Memenuhi kebutuhan dalam negeri menjadi tujuan utama kegiatan impor dilakukan. Kegiatan ekspor dan impor sendiri merupakan bentuk komunikasi atau kerja sama pada tiap negara.Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, tujuan dilakukannya kegiatan impor ialah meningkatkan neraca pembayaran dan mengurangi adanya keluar devisa pada negara lain. Kemudian kegiatan impor bermanfaat untuk meningkatkan potensi pada suatu negara.Kegiatan impor bermanfaat untuk memperoleh barang dan jasa yang tidak bisa dihasilkan oleh suatu negara karena faktor geografis dan sebagainya. Selain itu, kegiatan impor bermanfaat untuk memperoleh bahan baku dan teknologi modern. Secara tidak langsung, kegiatan impor akan mendukung stabilitas negara.Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan tiga poin tujuan kegiatan impor.

·         Memenuhi kebutuhan dalam negeri

·         Memperkuat posisi neraca pembayaran.

·         Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri.


Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa ekspor merupakan kegiatan atau aktivitas mengeluarkan produk dan barang dari dalam negeri ke luar negeri dengan mengikuti standar peraturan beserta ketentuan yang berlaku. Kegiatan ekspor umumnya dilakukan oleh suatu negara yang mampu menghasilkan produk barang dalam jumlah besar dan jumlah tersebut sudah terpenuhi di dalam negeri. Kegiatan memasukkan barang dari suatu negara ke dalam wilayah pabean negara lain juga dapat diartikan sebagai kegiatan impor. Kegiatan impor yang melibatkan dua negara diwakili oleh kepentingan antar dua negara tersebut.



REFERENSI

https://www.gramedia.com/literasi/ekspor-impor/

https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/21/162840769/pengertian-ekspor-dan-impor

November 21, 2021

STRATEGI MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL

 

STRATEGI MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL

Oleh murdiono deli 41315120018 (@S03-MURDIONO)

 

PENDAHULUAN

Banyak pebisnis tentunya ingin produk atau brand asli Indonesia memasuki pasar internasional. Tentu pelaku bisnis yang berpengalaman akan memperluas cakupan pasar dan koneksinya secara internasional, makin besar cakupan pemasaran semakin baik.Secara berkelanjutan Anda dapat menjual produk atau layanan Anda dengan nilai lebih besar di pasar internasional baru. Namun sama seperti Anda memasuki pasar baru manapun, Anda perlu menyusun strategi agar Anda tidak mengalami kegagalan. Untuk ekspansi internasional yang sukses, ingatlah beberapa langkah ini saat menyusun strategi dalam bisnis Anda.

1. Pelajari Regulasi dan Persyaratan

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Pribahasa ini cocok untuk Anda yang ingin memasarkan produk Anda secara global. Pahamilah seluruh regulasi dan hukum perdagangan internasional dan juga negara tujuan Anda memasarkan produk Anda.

Terkadang, satu negara memiliki regulasi yang berbeda satu sama lain. Seperti misalnya produk apa yang boleh diperjual belikan, didistribusikan, pajak, dan yang terakhir mekanisme perdagangan yang akan dijalankan.

Mempelajari regulasi dan persyaratan bisa dibilang sangat kompleks, namun mempelajari persyaratan ini termasuk penting. Tidak teliti dalam mendalami persyaratan dapat menimbulkan kerugian di transaksi dan perdagangan yang sudah terlanjur dijalankan, misalnya produk yang tertahan di bea cukai karena tidak memenuhi persyaratan bea cukai.

2. Melakukan Riset untuk Pasar Baru

Jika Anda sudah memiliki tujuan dalam mengembangkan usaha, carilah pasar di mana Anda dapat memenuhi atau melampaui tujuan tersebut. Buat rencana pemasaran dan terbar jaring Anda lebar-lebar dengan melihat beberapa pasar berbeda dalam skala global.

Banyak pemerintah suatu negara dan asosiasi perdagangan menawarkan sumber daya untuk membantu Anda memahami pasar luar negeri. Bacalah laporan mereka untuk melihat bagaimana produk / layanan Anda akan beresonansi dengan basis konsumen lokal.

Meskipun Anda perlu meminta seseorang membaca laporan dan statistik, Anda tidak dapat benar-benar memahami pasar luar negeri dari jarak jauh.

Hadiri pameran dagang di pasar sasaran Anda untuk menjalin kontak baru dan belajar tentang budaya bisnis lokal. Anda dapat belajar banyak tentang cara memasarkan produk / layanan Anda dengan mengalami kehidupan dan budaya lokal.

Riset pasar juga harus mencakup lingkungan peraturan lokal. Setiap pasar memiliki seperangkat persyaratan hukumnya sendiri untuk melindungi pekerja dan konsumen.

3. Buat Rencana yang Matang

Anda harus memiliki rencana yang baik dalam memasuki pasar global. Ingatlah ini pasar yang sangat kompetitif dan ada banyak produk atau layanan seperti Anda. Membuat rencana untuk usaha Anda harus menyertakan hal hal berikut:

  • Orang-orang Anda. Dapatkah seseorang dari tim Anda menjalankan seluruh rencana ini atau apakah Anda perlu merekrut orang baru?
  • Kapasitas Anda. Apakah Anda memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar baru? Apakah Anda perlu meningkatkan?
  • Kemasan Anda. Akankah desain kemasan Anda menarik bagi pasar Anda? Apakah ada persyaratan hukum untuk memberi label sesuatu secara berbeda atau apakah Anda perlu menerjemahkan pelabelan Anda?
  • Pengetahuan Anda. Kunjungi pasar baru dan potensial bagi. Pamerkan produk Anda di pameran dagang dan bangun hubungan baru dan menguntungkan.

4. Memilih Cara Penetrasi Pasar yang Tepat

Anda harus memastikan bahwa produk atau layanan Anda dikenal dan terjual dengan baik di negara tujuan dimana produk dipasarkan.

Anda bisa memilih salah satu cara penetrasi pasar di bawah ini:

  • Jual langsung
  • Menggunakan distributor
  • Menggunakan agen penjualan
  • Buat usaha joint venture

Opsi mana pun yang Anda pilih, Anda harus memastikan kejelasan tanggung jawab untuk hal-hal seperti pengiriman dan pembayaran. Dan hal yang terpenting adalah: Pastikan Anda melindungi kekayan hak intelektual Anda dengan bekerjasama dengan mereka yang bertanggungjawab.

5. Mulai Lakukan Pemasaran

Iklan dapat membantu Anda mendapatkan eksposur, tetapi ini bisa sangat mahal. Seperti di Negara Inggris, perhatikan target audiens dan pengeluaran vs. laba atas investasi.

Pilihan lainnya adalah membuat website dengan konten yang diterjemahkan sesuai dengan target pasar Anda. Situs media sosial global seperti Linkedin, Facebook dan Twitter juga dapat membantu Anda mempromosikan pesan Anda dengan cepat dan gratis.

Meskipun ini tidak memerlukan biaya apapun untuk melakukannya, mereka membutuhkan waktu yang diinvestasikan untuk terus diperbarui. Apa pun yang Anda gunakan, pastikan semua materi pemasaran Anda memiliki detail kontak terbaru untuk perusahaan Anda bersama dengan orang yang bertanggung jawab untuk penjualan pada pasar internasional.

6. Cek Ulang Legalitas Bisnis

Selain mengecek persyaratan dan regulasi yang harus dipatuhi di luar negeri, pastikan produk yang dipasarkan sudah mengikuti peraturan legalitas jelas sesuai dengan peraturan pemerintah dan Undang-Undang di Indonesia. 

Walaupun produk miliki pemilik bisnis sesuai dengan legalitas luar negeri, apabila produk tidak mengikuti legalitas Indonesia maka sama saja produk tidak dapat terjual dengan baik. 

Legalitas yang diperlukan ini meliputi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Izin Perdagangan Usaha (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Dokumen lainnya adalah faktur perdagangan, surat pernyataan mutu, dan wesel ekspor. Beberapa dokumen ini adalah syarat untuk eksportir agar barang tidak tertolak saat dikirim keluar negeri.

7. Pilih Transportasi Logistik yang Tepat

Sekarang Anda telah melakukan penjualan dan memastikan bahwa bisnis Anda sudah sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia dan negara tujuan Anda.

Langkah selanjutnya adalah Anda harus mengirimkan produk Anda kesana! Pastikan Anda memahami transportasi logistik yang terpercaya dan memiliki reputasi yang baik. Pastikan juga Anda memahami asuransi yang dikenakan oleh perusahan logistik yang Anda pilih, bea cukai, hingga biaya pengemasan yang Anda butuhkan dan metode pengangkutan atau perusahaan ekspedisi yang diperlukan.

8. Jalin Komunikasi yang Baik

Dalam bisnis apapun, komunikasi adalah segalanya. Termasuk jika Anda ingin memasarkan bisnis Anda pada pasar internasional. Pastikan Anda selalu berkomunikasi dengan perwakilan usaha Anda di negara lain dengan baik. Dapatkan juga informasi terkini yang berhubungan dengan bisnis Anda.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa bertanya tentang masalah lain yang mungkin bisa berdampak pada bisnis Anda, misalnya masalah politik, geografi, atau tantangan apa yang dihadapi selama ini. Pastikan juga Anda memiliki solusi atas masalah yang terjadi.

9. Metode Pembayaran Internasional

Pastikan juga pemilik bisnis memiliki rekening bank untuk transaksi internasional demi memudahkan ekspor dan impor luar negeri. Pemilik bisnis dapat menggunakan kartu berlogo MasterCard, kartu debit, PayPal, atau American Express yang terhubung dengan rekening pribadi. 

Biaya administrasi tiap bulannya tentu mahal apabila dibandingkan dengan rekening lokal. Karena itu dianjurkan pemilik bisnis memilih satu jenis bank dengan biaya administrasi yang paling rendah. Perhatikan juga efisiensi fasilitas, akses, dan keuntungan dari pihak bank.

10. Lakukan Pencatatan pada Setiap Transaksi yang Terjadi

Setiap transaksi yang terjadi pada suatu bisnis, baik itu pengeluaran dan pemasukan ada baiknya diacatat pada sistem pembukuan yang baik dan sesuai standar.

Ingatlah, kemungkinan transaksi yang terjadi di pasar internasional diharuskan membayar pajak. Ini tentu akan menyebabkan kesulitan untuk Anda memantau keuntungan, pengeluaran dan pemasukan, terlebih jika transaksi tersebut menggunakan mata uang asing.

KESIMPULAN

Memasuki pasar dengan jangkauan internasional memang tidaklah mudah, selain banyaknya kompetitor, jangakauan konsumen yang terlalu luas membuat Anda harus memastikan target pasar Anda sebenarnya. namun bukan berarti tidak mungkin.Pasar global masih memiliki potensi yang sangat baik bagi Anda untuk memasarkan produk atau layanan Anda. Pastikan Anda memanfaatkan seluruh potensi ini dengan strategi yang matang dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

REFERENSI

https://accurate.id/bisnis-ukm/tips-agar-bisnis-menembus-pasar-internasional/

osen.perbanas.id/memasuki-pasar-internasional/

November 10, 2021

TAHAPAN DALAM PRODUCT DAVELOPMENT

 

TAHAPAN DALAM PRODUCT DAVELOPMENT

Oleh Murdiono deli 41315120018 (@S03-MURDIONO)

 

PENDAHULUAN

Pada dasarnya, product development adalah salah satu hal terpenting yang harus diterapkan dan harus ada dalam suatu perusahaan yang dimiliki . Berdasarkan dari asal katanya, product memiliki arti kata produk dan development memiliki arti pengembangan, sehingga jika digabungkan maka memiliki arti pengembangan produk.

TAHAPAN PRODUCT DAVELOPMENT

            1. Penciptaan Ide

Menciptakan ide atas suatu produk baru adalah tahap pertama yang harus ada dalam pengembangan produk baru. Dalam proses penciptaan ide baru ini, pihak perusahaan harus mampu mengikuti berbagai upaya sistematika dalam menciptakan produk baru.Umumnya, akan ada banyak sekali ide produk dalam proses penciptaan ide ini. tapi, tentu saja semua ide tersebut harus bisa dilanjutkan ke dalam tahapan selanjutnya, sehingga akan ada banyak sekali ide baru yang terseleksi pasca melewati beragam syarat kelayakan dalam suatu ide produk.

            2. Penyaringan Ide

Tahapan lain yang harus dilakukan pasca mendapatkan ide baru adalah melakukan penyaringan terkait seluruh ide produk yang di dapatkan.Penyaringan ini dilakukan agar bisa mendapatkan ide produk yang benar-benar layak agar bisa diproses ke tahap selanjutnya, mengurangi biaya pembuatan produk, meminimalisir risiko gagal, serta untuk memilih ide produk yang dinilai sempurna dan bisa diproduksi oleh perusahaan saja.

            3. Pengembangan dan Pengujian Konsep

Setelah menemukan ide produk dan penyaringan ide, maka hal lain yang harus dilakukan adalah mengembangkan konsep dan menguji konsep produk baru.Dalam hal ini, konsep merupakan hasil dari upaya pengembangan atas berbagai ide yang sudah diseleksi, yang mana konsep produk tersebut harus bisa dinyatakan dalam bahasa sehari-hari, sehingga bisa lebih dimengerti oleh target market dalam suatu segmen tertentu.

  • Pengembangan Konsep

Dalam hal ini, pengembangan konsep dilakukan untuk mengembangkan ide yang sudah diseleksi menjadi suatu konsep produk agar bisa diproses lebih lanjut.Untuk itu, dalam product development harus dibuat beberapa alternatif lain yang bisa disesuaikan dengan keperluan pasar yang dinilai paling menarik.

  • Pengujian Konsep

Konsep baru yang sudah dikembangkan wajib diuji lebih lanjut dengan target konsumen yang dituju dalam skala kecil terlebih dahulu.Berbagai konsep ini bisa disajikan dalam beragam bentuk. Untuk beberapa jenis produk tertentu, bisa disajikan dalam suatu gambar ataupun deskripsi kata. Intinya, pesan penting yang ingin disampaikan oleh pihak perusahaan harus mampu diterima dengan mudah dan baik oleh target pelanggan.Setelah konsep tersebut bisa dijelaskan secara detail kepada target pelanggan, maka berilah mereka pertanyaan terkait ketertarikannya dan nilai pada produk dari masing-masing konsep yang sudah diciptakan.

            4. Pengembangan Strategi Pemasaran

Setelah sudah menemukan atau sudah memilih produk baru, maka tahap selanjutnya adalah menyusun dan juga mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran yang harus dikembangkan akan dimulai dari strategi awal, yakni meluncurkan produk baru ke pasar, sampai produk tersebut bisa diterima oleh pasar mulai menampilkan perkembangannya.

            5. Analisis Bisnis

Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan jika sudah memutuskan konsep produk dan juga strategi pemasaran adalah melakukan evaluasi terkait daya tarik bisnis pada produk baru yang sudah ditetapkan sebelumnya.Dalam tahapan ini, nantinya diperlukan peninjauan ulang terkait proyeksi penjualan, biaya dan juga keuntungan penjualan dari produk baru tersebut, tujuannya adalah agar bisa mengetahui seluruh faktor tersebut mampu memenuhi tujuan utama perusahaan.Apabila nantinya hasil analisa bisnis ternyata menunjukan nilai yang positif atau sudah sesuai dengan tujuan utama perusahaan, maka produk bisa dipindahkan pada tahapan selanjutnya, yakni tahap pengembangan produk. Proyeksi penjualan tersebut bisa diperoleh dengan memantau riwayat produk lain dari perusahaan, akan lebih baik lagi jika produk tersebut masih dalam satu kategori tertentu.Selain itu, bisa juga dengan memantau produk yang sama di pasar, memantau perkembangannya, dan apa saja yang harus dilakukan dan dihindari demi mencapai hal tersebut.Selanjutnya, gabungkan dengan berbagai strategi pemasaran yang tepat, distribusi penjualan yang baik, serta promosi dan komunikasi yang ingin disampaikan.Dalam proyeksi penjualan ini, pihak perusahaan juga harus membuat angka penjualan minimal dan maksimal agar bisa melihat risiko yang mungkin nanti akan terjadi. Selain itu, hal ini juga akan berguna untuk melihat perkiraan biaya dan tingkat keuntungan yang bisa diraih dari penjualan produk tersebut.Berdasarkan hasil dari analisa tersebut, maka nantinya perusahaan akan melihat dari sisi finansial dan menilai seberapa menarik bisnis pada produk tersebut.

            6. Pengembangan Produk

Dalam tahapan ini, produk yang sedang dikembangkan tersebut umumnya belum produk yang sebenarnya, tapi hanya berupa suatu konsep produk dalam rangkaian kata, video animasi, gambar, atau suatu prototype produk.Bila sudah melewati tahap analisa bisnis, maka nantinya akan dilanjutkan dengan pengembangan pada produk yang sesungguhnya. Nantinya, konsumen sendirilah yang akan melakukan evaluasi terkait produk pra-rilis atau produk prototipe tersebut, karena pengalaman mereka akan sangat berguna dan bermanfaat dalam tahap pengembangan produk.

            7. Uji Pemasaran

Sebelum suatu produk benar-benar diluncurkan ke pasar yang diiringi dengan strategi pemasarannya, maka sebelumnya harus dilakukan uji pemasaran pada pasar yang sesungguhnya, namun dalam skala kecil saja.Dengan begitu, maka perusahaan dan pihak pemasar akan bisa mendapatkan gambaran dan juga pengalaman terkait pemasaran produk tersebut, sebelumnya nantinya benar-benar dijual dalam skala yang lebih luas, yang mana hal tersebut akan memerlukan biaya pemasaran yang sangat banyak.

            8. Komersialisasi

Tes pemasaran yang dihasilkan seharusnya sudah mampu memberikan gambaran terkait prospek pada produk baru tersebut.Berdasarkan hasil dari tes pemasaran tersebut, nantinya pihak manajemen perusahaan bisa memutuskan apakah produk baru tersebut bisa diluncurkan, ditunda, atau bahkan membatalkannya.

KESIMPULAN

Demikian tentang product development dan tahapan penting dalam product development. Jadi, bisa kita tarik kesimpulan bahwa adalah suatu upaya dalam mengembangkan dan juga merubah suatu produk yang diperlukan untuk bisa mengikuti perkembangan zaman dan perubahan tren di dalam masyarakat.

Berbagai tahapan yang diperlukan untuk melakukan product development  antara lain adalah mencari dan menciptakan ide produk yang baru, menyeleksinya, mengembangkan dan menguji konsep produk, menentukan strategi pemasaran, melakukan analisa bisnis, mengembangkan produk yang sebenarnya, menguji di pasar dalam cakupan yang kecil dan meluncurkannya ke pasar dalam cakupan yang lebih besar.

REFERENSI

https://glints.com/id/lowongan/product-development-adalah/#.YYtHdmBBzIU

https://accurate.id/bisnis-ukm/product-development/

November 04, 2021

MANFAAT ETIKA DALAM BERBISNIS

 MANFAAT ETIKA DALAM BERBISNIS

Oleh : Murdiono deli 41315120018 (@S03-MURDIONO)

PENDAHULUAN

Berbisnis merupakan salah satu bentuk kegiatan dan pekerjaan yang dimana didalamnya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan serta uang. Ada berbagai jenis dan sektor dalam bisnis yang bisa untuk dicoba dilakoni dalam kehidupan sosial keseharian. Namun tahukah bahwa berbisnis sebenarnya memiliki etika bisnis sendiri yang wajib untuk diperhatikan?

Bisnis yang baik adalah bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan dan uang saja tapi termasuk didalamnya kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Untuk mencapai status bisnis yang baik dan sesuai kaidahnya perlu adanya penerapan dari etika bisnis di dalamnya. Memangnya apa saja hal-hal yang berkaitan dengan etika dalam berbisnis itu sendiri?

Tentu saja bagi serorang pebisnis tentu sudah tahu mengenai apa itu hal-hal atau etika yang wajib untuk diperhatikan dalam menjalani kerajaan bisnisnya bukan. Namun jika ternyata Anda belum memahaminya tidak perlu khawatir karena dalam artikel ini akan diulas lengkap pembahasan tersebut.

Pastikan untuk menyimak berbagai uraian dan penjelasan yang akan dijabarkan dibawah ini untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

1. Mendorong Kesadaran Moral Pebisnis

Tujuan dari adanya etika bisnis yang pertama adalah mendorong kesadaran moral bagi pebisnis itu sendiri. Di dalam jalannya sebuah kegiatan berbisnis yang baik adalah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, produksi barang dan kegiatan operasional. Tetapi juga harus memperhatikan tingkat moralitas yang baik dari seorang pebisnis dan perusahaan pengelola itu sendiri.

Maksudnya adalah dengan memiliki sikap yang baik tentu saja bisa memberikan penghargaan yang baik bagi klien. Tingkat kesopanan yang tinggi untuk menjalankan bisnis bersama-sama dapat terjalin. Kemudian kerjasama yang bersih tanpa adanya praktik curang dan penipuan dapat terhindarkan bagi masing-masing perusahaan.

2. Menjaga Tata Sikap dan Perilaku Dalam Berbisnis

Dalam bisnis sendiri tentu saja ada aturan dan standar operasional kerja yang berlaku dimana salah satunya memiliki etika bisnis. Hal ini dibuktikan dengan adanya penjagaan tata sikap dan perilaku ketika menjalankan bisnis. Misalnya sama-sama menghargai privacy klien dan perusahaan pengelola atau memberikan transparansi data sesuai kenyataan.

3. Memberikan Batasan Untuk Tetap Menjalankan Bisnis yang Baik

Selanjutnya tujuan dari diadakannya sebuah etika yang baik dalam berbisnis adalah agar adanya batasan kerja yang profesional di antara kedua pihak. Kemudian adanya pembatasan untuk tetap menjalankan bisnis yang baik sesuai standar tanpa mengurangi banyak hal. Maksudnya disini adalah apabila sebuah perusahaan memiliki sebuah moralitas yang baik dalam berbisnis maka pasti enggan untuk berbuat curang.

Mereka akan menjunjung aturan, perjanjian dan tahapan kerja yang sudah disepakati dan sesuai SOP. Batasan moralitas ini akan menjaga kepercayaan masing-masing klien dan perkembangan operasional perusahaan itu sendiri. Oleh sebab itu menjadi penting sekali sebenarnya tujuan dari adanya sebuah kemampuan moralitas juga beretika ini dalam jalannya pekerjaan.

4. Memberikan Citra Perusahaan yang Baik

Tujuan lainnya dari adanya kemampuan menjaga moralitas dan etika ini adalah mampu memberikan citra perusahaan yang baik. Citra ini jelas mampu terbentuk dengan adanya pembuktian komitmen dari sebuah perusahaan yang memiliki etos kerja ini. Dengan kerja sesuai peraturan tentu saja akan terhindar dari yang namanya kecurangan, KKN atau praktik merugikan lainnya.

Hal inilah yang kemudian akan memberikan sebuah citra baik dalam perusahaan secara otomatis dan tanpa dibuat-buat. Calon klien,klien, pekerja perusahaan atau karyawan tentu akan mendapatkan imbas dari citra perusahaan yang baik ini. Oleh sebab itu menjadi penting memiliki sikap beretika.

5. Dapat Menghindari Citra Buruk yang Merugikan

Jika adanya sebuah pembentukan citra yang baik maka tentu saja citra buruk bisa terhindar bukan. Dengan tetap menerapkan sebuah kinerja yang mumpuni, professional dan baik tentu citra buruk tidak akan mampir ke perusahaan. Tidak percaya? Bisa coba saja menerapkannya!

Berikut Contoh Penerapan dari Etika Bisnis Itu Sendiri

Setelah diatas mengulas mengenai tujuan dari diadakannya sebuah bisnis yang penuh moralitas dan peraturan baik. Maka berikut adalah contoh penerapannya dalam bisnis itu sendiri.

1. Menyebutkan Nama Klien dengan Baik

Salah satu contoh penerapan dari berbisnis yang penuh etika adalah menyebutkan nama klien dengan baik saat rapat atau pertemuan. Menjadi sangat penting dan menjadi menghormati ketika mengetahui nama klien yang akan diajak kerjasama. Hal ini juga bisa memberikan suasana bisnis yang sehat, nyaman dan penuh kepercayaan.

2. Hadir Tepat Waktu Saat Janji Temu

Agaknya datang ngaret atau telat sama sekali bukan contoh bisnis yang baik. Datanglah tepat waktu ketika ada janji temu apalagi ketika diadakan diluar kantor. Jangan biarkan klien menunggu apalagi jika menjadi tuan rumah atau si pengundang.

3. Berdiri Saat Berkenalan

Kemudian contoh lain yang bisa dicoba untuk diterapkan adalah berdiri saat berkenalan dengan klien. Jangan sampai terkesan terlalu bossy meski menjadi tuan rumah perusahaan. Sikap sopan santun merupakan budaya ketimuran yang baik diterapkan dalam berbisnis.

4. Tidak Segan Mengucapkan Terimakasih

Contoh lainnya dari berbisnis yang baik adalah tidak segan untuk mengucapkan terimakasih saat kegiatan meeting atau kontak dengan klien. Ini bisa menjadi salah satu pembangun citra yang baik. Selain itu sudah menjadi keharusan bukan untuk berterimakasih pada orang lain dalam kehidupan bersosial.

5. Membayar Tagihan Rapat

Rapat dan pertemuan bisnis seringkali terjadi diluar kantor seperti café, rumah makan, mall atau tempat lainnya. Biasakan ketika menjadi tuan rumah yang mengundang untuk selalu tepat dalam membayar tagihan. Jangan sampai klien yang mengeluarkan uang karena bisa memberikan citra kurang baik.

KESIMPULAN

Dengan memiliki sebuah etika tentu saja klien merasa lebih dihargai dan tentu saja mampu memberikan gambaran kualitas perusahaan pada klien. Selain itu jaminan adanya kerjasama yang baik terjalin dengan pribadi yang memiliki kualitas diri juga etika. Citra perusahaan bisa menjadi baik, tidak adanya citra buruk dan membuat jalannya bisnis menjadi lancar terkendala.

REFERENSI

https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-lengkap-etika-bisnis/

https://www.akseleran.co.id/blog/etika-bisnis/

Oktober 30, 2021

MENGOPTIMALKAN PENJUALAN DENGAN STRATEGI PEMASARAN

 

STRATEGI PEMASARAN

Oleh murdiono deli 41315120018 (@S03-MURDIONO)

 

 

 

PENDAHULUAN

Strategi adalah ilmu dan seni menggunakan kemampuan bersama sumber daya dan lingkungan secara efektif yang terbaik. Terdapat empat unsur penting dalam pengertian strategi,yaitu: kemampuan, sumber daya, lingkungan, dan tujuan. Empat unsur tersebut, sedemikian rupa disatukan secara rasional dan indah sehingga muncul beberapa alternatif pilihan yang kemudian dievaluasi dan diambil yang terbaik. Rumusan strategi tidak selalu memberikan informasi apa yang akan dilakukan, mengapa dilakukan demikian, siapa yang bertanggung jawab dan mengoperasionalkan, berapa besar biaya dan lama waktu pelaksanaan, hasil apa yang akan diperoleh.

1. PENGERTIAN PEMASARAN

Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Ada beberapa definisi mengenai pemasaran dari beberapa ahli diantaranya adalah :

  1. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
  2. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
  3. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.

2. PENGERTIAN STRATEGI PEMASARAN

Strategi pemasaran adalah suatu pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.Dan pengertian strategi pemasaran yang lainnya ialah suatu pola fundamental, dimana adanya suatu perencanaan pemasaran, pengarahan sumber daya serta interaksi dengan pasar, pesaing, konsumen dan lain sebagainya. Selain itu dalam suatu strategi pemasaran ada baiknya untuk mempertimbangkan tujuan dari pemasaran, pasar yang diincarnya dan bagaimana mengelola sumber daya dengan efektif dan efisien. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :

2.2       Tujuan strategi pemasaran

Adapun strategi pemasaran memiliki tujuan diantaranya:

  • Peningkatan kualitas koordinasi dalam tim pemasaran.
  • Mengukur hasil pemasaran berdasarkan standard prestasi yang berlaku.
  • Memberikan dasar yang logis dalam setiap pengambilan keputusan.
  • Mampu meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi jika da perubahan-perubahan dalam pemasaran.

Dan pengertian strategi pemasaran yang lainnya ialah suatu pola fundamental, dimana adanya suatu perencanaan pemasaran, pengarahan sumber daya serta interaksi dengan pasar, pesaing, konsumen dan lain sebagainya. Selain itu dalam suatu strategi pemasaran ada baiknya untuk mempertimbangkan tujuan dari pemasaran, pasar yang diincarnya dan bagaimana mengelola sumber daya dengan efektif dan efisien. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :

Daur hidup produk

Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.

Posisi persaingan perusahaan di pasar

Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.

Situasi ekonomi

Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

3. Fungsi Strategi Pemasaran

Dengan demikian adapun fungsi umum strategi pemasaran adalah

  • Dapat meningkatkan motivasi pengembangan serta manajemen perusahaan. Manajemen perusahaan akan termotivasi untuk selalu memperbaiki pola pandang dan ukur masa depan dan mampu melihat pasar dimasa yang akan datang.
  • Untuk menghasilkan pemasaran agar lebih efektif. Biasanya dalam perusahaan memiliki tim tim khusus yang kinerja menjadi lebih efektif karena adanya target yang akan dicapai sehingga pekerjaan akan lebih tepat sasaran.
  • Berfungsi untuk merumuskan tujuan perusahaan. Dengan adanya ketentuan target yang jelas atau strategi yang jelas maka tujuan perusahaan akan lebih menemukan arah yang lebih baik
  • Dan dapat berfungsi sebagai pengawas dan pengendali kegiatan perusahaan. Strategi dapat dijadikan suatu sistem untuk mengukur tingkat kualitas pekerjaan dalam tiap-tiap anggota di perusahaan tersebut.

strategi pemasaran juga memiliki fungsi dan peranan dalam perusahaan antara lain

  • Untuk meningkatkan kualitas koordinasi antara individu ke dalam tim pemasaran.
  • Dapat berperan sebagai alat ukur hasil pemasaran produk dalam standart tertentu.
  • Juga dapat berfungsi sebagai dasar keputusan kebijakan dalam pemasaran produk.
  • Sebagai alat deteksi untuk tingkat beradaptasi terhadap suatu perubahan kondisi dalam setiap pemasaran

Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat dijelaskan dan disampaikan dalam makalah ini  adalah sebagai berikut bahwa strategi pemasaran adalah sebuah teknik yang melahirkan sebuah perilaku atau kebijakan berdasarkan pertimbangan situasi secara makro dan mikro sebuah perusahaan. Segala perilaku di luar perusahaan juga menjadi pertimbangan strategi pemasaran.

Dengan adanya strategi pemasaran maka perusahaan akan siap bersaing dan memasarkan produk di pasaran dengan hasil yang maksimal. Dengan adanya strategi maka target pasar penjualan produk akan mudah dicapai.

Referensi

https://riverspace.org/-strategi-pemasaran/

https://accurate.id/marketing-manajemen/10-strategi-pemasaran

https://id.wikipedia.org/wiki/Strategi_pemasaran