Tampilkan postingan dengan label @R38-RAFIANSYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @R38-RAFIANSYAH. Tampilkan semua postingan

April 22, 2020

5 Tahap Design Thinking



1. Emphatize
Tahap pertama ialah untuk mendaptkan pemahaman empatik dari masalah yang ingin dipecahkan. Pada tahap ini dilakukan pendekatan terhadap customer kita. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh mereka. Hal ini dapat dilakukan terjun langsung ke lapangan bertemu dengan mereka melakukan wawancara dan dapat juga bertindak seolah menjadi mereka. Agar permasalahan customer yang benar-benar ingin diselesaikan dapat berjalan dengan lancar.

2. Define
Informasi yang telah dikumpulkan selama tahap Empathize, dianalisis dan disintensis untuk menentukan masalah inti yang akan diidentifikasi. Tahap define ini akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah customer karena telah dilakukan penetapan masalah.

3. Ideate
Tahap ini merupakan tahap untuk menghasilkan ide. Semua ide-ide akan ditampung guna penyelesain masalah yang telah ditetapkan pada tahap define. Penting untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin atau solusi masalah di awal fase ide. Untuk tahap akhir ialah penyelidikan dan pengujian ide-ide tadi untuk menemukan cara terbaik untuk memecahkan masalah atau menyediakan elemen yang diperlukan untuk menghindari masalah-masalah yang nantinya terjadi.

4. Prototype
Pada tahap ini akan dihasilkan sejumlah versi produk yang murah dan diperkecil, atau fitur khusus yang ditemukan dalam produk, sehingga dapat menyelidiki solusi masalah yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Prototype ini dapat diuji dalam tim sendiri, atau ke beberapa orang lain. Ketika ada masukan maka dilakukan pebaikan lagi pada prototype ini, sehingga dihasilkan prototype yang benar-benar bagus.

5. Test
Dilakukannya pengujian dan evaluasi terhadap produk kepada masyarakat dan hasilnya akan dilakukan perubahan dan penyempurnaan untuk menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang produk dan penggunanya.
Nah, pada kelima tahap ini jika ada kegagalan disalah satu tahap dapat kembali ke tahap yang memungkinkan itu dapat diperbaiki. Contoh pada tahap Ideate tidak menghasilkan penyelesaian masalah, maka dapat kembali lagi ke tahap Emphatize.

April 08, 2020

DEFINISI BISNIS


DEFINISI BISNIS
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Aspek – Aspek Bisnis:
· Kegiatan individu dan kelompok
·  Penciptaan nilai
·  Penciptaan barang dan jasa
· Keuntungan melalui transaksi

Karakteristik Sistem Bisnis
· Kompleksitas & keanekaragaman
· Saling ketergantungan
· Perubahan daninovasi

Bentuk Dasar Kepemilikan Bisnis:
·  Perusahaan perseorangan, persekutuan, perseroan, koperasi
Bisnis Berdaarrkan Aktivitas Yang Dilakukannya Dalam Menghasilkan Keuntungan.
· Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
· Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
· Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
· Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
· Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
· Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
· Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
· Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
· Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.


Tujuan Bisnis
· Setiap Bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Tujuan perusahaan membuat produk adalah untuk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen. 4 faktor produksi dalam perusahaan :
· Brown dan Petrello (1976) : “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
· Steinford ( 1979) : “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
· Musselman dan Jackson (1992) : Suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.
1.            Sumber Daya Alam
2.            Sumber Daya Manusia
3.            Modal, dan
4.            Informasi

Persamaan dan Perbedaan yang terdapat dalam Definisi
Persamaan : Pada umumya definisi bisnis yang dikutip oleh para ahli bisnis cenderung sama yakni bisnis adalah kegiatan usaha yang terorganisasi untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dan bertujuan menghasilkan profit (laba), yang kemudian laba tersebut digunakan untuk usaha meningkatkan laba atau perusahaan yang lebih besar lagi.
Perbedaan : Perbedaan definisi yang dikutip para ahli bisnis tidak begitu menonjol. hanya terdapat perbedaan dalam kutipan “Hughes dan Kapoor” dengan yang lain terdapat pernyataan “orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko artinya bisnis itu mengandung resiko yang harus ditanggung oleh pelaku bisnis tersebut yakni laba atau rugi.

Maret 28, 2020

Empati dalam menemukan ide bisnis

Empati menemukan ide bisnis awalnya adalah ketika saya suka dengan kopi, saya berfikir ketika ketertarikan bisa dijadikan sebuah penghasilan yang cukup untuk sehari. dan juga melihat anak anak muda yang biasa mengkonsumsi kopi tiap hari. disisi lain juga saya melihat maraknya petani yang menanam biji kopi, yang mungkin bisa membantu mereka para petani dalam usahanya dan juga membangkitkan semangat dalam menanam biji kopi yang lebih di indonesia. disitulah ketertarikan saya pada usaha kopi. berpikirnya dalam usaha ini ketika saya lulus SMA. saya bergabung bersama salah satu teman pada masa sekolah saya, dan sangat kebetulan memiliki visi misi yang sama.

Maret 11, 2020

KEBIASAAN BAIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI







RAFIANSYAH BONDAN
46119110131
FAKULTAS PSIKOLOGI
KEWIRAUSAHAAN
ATEP AFIA HIDAYAT, IR, MP.


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Kebiasaan Baik Yang Mengubah Pola Pikir” . Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang “Penerapan Jiwa Kewirausahaan Dalam Keseharian” bagi para pembaca dan juga bagi penulis. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Atep Afia Hidayat, Ir. MP, selaku Dosen Kewirausahaan yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.












DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
BAB II ISI
BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA













BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Setiap masyarakat manusia selama hidup  pasti mengalami perubahan dari waktu ke waktu, yang dapat membawa kebiasaan dari yang tidak baik menjadi baik. Ada pula perubahan yang semakin lama menjadi lebih buruk. Pada makalah ini, akan membahas kebiasaan yang akan menumbuhkan jiwa usaha bangkit didalam individu seseorang yang mungkin banyak yang belum diketahui oleh hal layak orang, kebiasaan yang mungkin sepele tetapi sangat berdampak pada masa depan.
Diindonesia, banyak orang yang tidak menerapkan ini sejak dini, yang mungkin makin membuat negara Indonesia menjadi negara yang berkembang atau mungkin menjadi seseorang yang tidak produktif dalam melakukan segala hal.
Lihatlah orang sukses yang ada didunia ini, mereka melakukan kebiasaan yang mungkin jarang dilakukan oleh hal layak ramai, mereka melakukan kebiasaan berbeda dari yang lain. Jangan pernah untuk melakukan hal dapat merugikan banyak orang.











BAB II
ISI

Dalam kehidupan dan dalam pekerjaan sehari – hari, manusia dituntut untuk menghasilkan sesuatu dalam jangka waktu yang pendek. Hasil yang didapat bukan hanya harus menguntungkan, tetapijuga mengandung resiko kerugian walaupun kita sudah melaksanakannya dengan teori ekonomi yaitu mendapatkan keuntungan sebesar – besar nya dengan modal sekecil – kecil nya dan menekan faktor kerugian.
Untuk mendapatkan hasil tersebut, diperlukan banyak faktor pendukung, yaitu :
v  Sumber daya manusia
Yaitu : kemampuan manusia untuk mentaati dan melaksanakan semua kebijakan, program perusahaan  dengan efisien.
1.      Menerapkan prilaku tepat waktu.
·         Kita harus dapat memanfaatkan waktu dengan maksimal untuk mencapai hasil perusahaan yang maksimal pula.
·         Dapat memaksimalkan modal atau materi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
·         Dapat memaksimalkan waktu bekerja untuk mendapatkan hasil yang optimal sehingga waktu tidak terbuang secara percuma.
2.      Menerapkan prilaku tepat janji.
Kita harus menumbuhkan jiwa yang tepat janji agar kepercayaan publik tidak berkurang dan profesionalitas kerja perusahaan tetap terjaga, karena tepat janji akan mempengaruhi kepercayaan konsumen, masyarakat luas, dan rekan bsinis.
Adapun orang yang mempunyai cirri ciri tepat janji antara lain :
·         Mempunyai moral kebaikan yang tinggi .
·         Mempunyai mental yang tinggi.
·         Mempunyai keterampilan dalam belajar dan bekerja.
3.      Menerapkan keperdulian dalam hasil kerja, penampilan, dan kinerja.
Kita harus memperhatikan hasil kerja yang telah dilakukan karena ini akan sangat berpengaruh pada pendapat konsumen. Karena merekalah yang menggunakan produk atau jasa dari perusahaan kita. Penampilan diri juga harus diperhatikan karena akan mencerminkan kepribadian kita yang akan berpengaruh pada kinerja kita dalam menjalankan aktifitas pekerjaan. Penampilan yang baik dan rapi serta kinerja yang terorganisir akan mencerminkan citra yang baik bagi perusahaan.
Dari semua ini adalah :
·         Menciptakan produk yang sesuai dengan minat masyarakat
·         Melihat daya beli masyarakat
·         Sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat
·         Dapat bermanfaat bagi masyarakat luas
4.      Komitmen
Harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan perusahaan.
Nilai – nilai yang harus dikembangkan yaitu :
a)      Ketabahan
Harus tabah dalam mengerjakan dan saat menghadapi rintangan. Karena semua hal diperoleh dengan usaha dan penyelesaian masalah yang terjadi.
b)      Keuletan
Tidak mudah putus asa, tangguh dan kuat saat menghadapi rintangan. Dapat menjadikan kegagalan sebagai kesuksesan yang tertunda
c)      Disiplin
Taat dan patuh pada aturan yang berlaku, melaksanakan semua program dan rencana yang telah dibuat. Dengan displin yang baik akan melahirkan sikap mental yang baik .
Dampak yang diperoleh dari sikap disiplin yang tinggi adalah :
·         Mempunyai mental baja
·         Dapat menguasai keadaan
·         Mampu menerima kegagalan
·         Berfikir positif
·         Member jalan kesuksesan
d)     Tidak merugikan orang lain.
Pada hakekatnya kehidupan kehidupan manusia adalah dapat memberikan manfaat yang baik bagi orang lain dan masyarakat. Kekuatan fisik dan mental hanya salah satu sarana untuk mencapai tujuan, tapi yang lebih penting adalah dapat bekerjasama dan saling tolong menolong sesama manusia.

BAB III
PENUTUP

Dengan kebiasaan tersebut, membawa kita untuk menumbuhkan jiwa usaha dalam kehidupan sehari hari, hal tersebut yang mungkin tidak disangka – sangka oleh siapapun. Dan jangan pernah untuk melakukan hal hal yang dapat meruugikan banyak orang.

















DAFTAR PUSTAKA