Tampilkan postingan dengan label @R26-SILVIA R. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @R26-SILVIA R. Tampilkan semua postingan
April 22, 2020
DESIGN THINKING
Design thinking adalah metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Design thinking ini sangat berguna dalam mengatasi masalah kompleks dengan memahami kebutuhan manusia yang terlibat, dengan membingkai ulang masalah, dengan cara yang berpusat pada manusia, dengan menciptakan banyak ide dalam sesi brainstorming, dan dengan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan ide prototipe dan pengujian.
Dalam membuat sebuah produk atau aplikasi dengan metode design thinking, maka akan dilakukan beberapa tahapan berikut secara berulang sebanyak yg dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang sesuai:
April 08, 2020
DIFINE BISNIS
DIFINE BISNIS
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa
kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis
kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang
berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam
artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Aspek – Aspek Bisnis:
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Aspek – Aspek Bisnis:
·
Kegiatan individu dan kelompok
·
Penciptaan nilai
·
Penciptaan barang dan jasa
·
Keuntungan melalui transaksi
Karakteristik Sistem Bisnis
·
Kompleksitas & keanekaragaman
·
Saling ketergantungan
·
Perubahan daninovasi
Bentuk Dasar Kepemilikan Bisnis:
·
Perusahaan perseorangan, persekutuan, perseroan, koperasi
Bisnis Berdasarkan Aktivitas Yang Dilakukannya Dalam Menghasilkan
Keuntungan.
·
Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari
barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan
keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik
seperti mobil atau pipa.
·
Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan
mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka
berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
·
Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai
perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan
perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat
pula: Waralaba
·
Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi
barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
·
Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari
investasi dan pengelolaan modal.
·
Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama
dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
·
Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik,
seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
·
Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan
dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan
bangunan.
·
Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan
dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang
lain.
Tujuan Bisnis
·
Setiap Bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk
dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau
jasa. Tujuan perusahaan membuat produk adalah untuk mendapatkan laba, yakni
imbalan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen. 4
faktor produksi dalam perusahaan :
·
Brown dan Petrello (1976) : “Business is an institution which
produces goods and services demanded by people”. Artinya bisnis ialah suatu
lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat
pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
·
Steinford ( 1979) : “Business is all those activities involved in
providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian
ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan
atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang
memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan
yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima,
warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat
Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
·
Musselman dan Jackson (1992) : Suatu aktivitas yang memenuhi
kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan
untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.
1.
Sumber Daya Alam
2.
Sumber Daya Manusia
3.
Modal, dan
4.
Informasi
Persamaan dan Perbedaan yang terdapat dalam Definisi
Persamaan
:
Pada umumya definisi bisnis yang dikutip oleh para ahli bisnis cenderung sama yakni bisnis adalah kegiatan usaha yang terorganisasi untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dan bertujuan menghasilkan profit (laba), yang kemudian laba tersebut digunakan untuk usaha meningkatkan laba atau perusahaan yang lebih besar lagi.
Perbedaan :
Perbedaan definisi yang dikutip para ahli bisnis tidak begitu menonjol. hanya terdapat perbedaan dalam kutipan “Hughes dan Kapoor” dengan yang lain terdapat pernyataan “orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko artinya bisnis itu mengandung resiko yang harus ditanggung oleh pelaku bisnis tersebut yakni laba atau rugi.
Pada umumya definisi bisnis yang dikutip oleh para ahli bisnis cenderung sama yakni bisnis adalah kegiatan usaha yang terorganisasi untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dan bertujuan menghasilkan profit (laba), yang kemudian laba tersebut digunakan untuk usaha meningkatkan laba atau perusahaan yang lebih besar lagi.
Perbedaan :
Perbedaan definisi yang dikutip para ahli bisnis tidak begitu menonjol. hanya terdapat perbedaan dalam kutipan “Hughes dan Kapoor” dengan yang lain terdapat pernyataan “orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko artinya bisnis itu mengandung resiko yang harus ditanggung oleh pelaku bisnis tersebut yakni laba atau rugi.
April 01, 2020
Design Thinking Dalam Bisnis

Design Thinking adalah sebuah pola pemikiran dari kaca mata
desainer yang dalam memecahkan masalahnya selalu dengan pendekatan human
oriented. Di beberapa negara, kaidah ini telah dikembangkan dalam berbagai
bidang seperti dunia bisnis, pengembangan produk, sosial, budaya, keputusan
politik, kebijakan hingga berbagai strategi jangka pendek dan jangka panjang.
Design Thinking juga diterapkan dalam bidang pendidikan, contoh yang populer
adalah Design Thinking for Educators.
Design Thinking mengkolaborasikan proses-proses sistematis
yang berpusat pada manusia sebagai penggunanya melalui proses terencana
sehingga menghasilkan perubahan perilaku dan kondisi yang sesuai harapan.
Terdapat empat pilar dalam Design Thinking, yakni pilar keseimbangan, kerangka
berpikir, penguunaan alat/toolkits dan pola pendekatan (Glinski, 2012).
Kesetimbangan
merupakan pilar pertama dalam kaidah Design Thinking, konsep kesetimbangan akan
kebutuhan digunakan untuk membuktikan bahwa sebuah inovasi harus dapat
diselenggarakan dan dibuktikan dengan sebuah penciptaan. Dalam dunia bisnis,
banyak reasoning dilakukan secara induktif, sedangkan cara deduktif sering
digunakan untuk memprediksi kondisi di masa yang akan datang. Kondisi lain
terjadi di dunia desainer, resoning dilakukan secara abduktif untuk menemukan
konklusi tanpa kebenaran eksplisit, sehingga yang perlu dilakukan adalah dengan
menyeimbangkan kedua mazhab dan pemikiran di atas.
Pilar kedua adalah adanya kerangka berpikir yang tepat.
Dalam proses berinovasi dibutuhkan pencarian ide-ide baru dengan melakukan
penelitian, pola interaksi dan mempelajari mengenai apa yang baru dan datang
untuk menginformasikan untuk menghasilkan sebuah persepi yang berpusat pada
manusia (human-centered).
Pada pilar yang ketiga adalah alat atau toolkit. Proses
inovasi membutuhkan cara-cara baru dalam mempresentasikan ide-ide. Banyak
perancang melakukan berbagai cara seperti menggambar, mengilustrasikan, membuat
prototipe, proses bercerita, komuniksi verbal dan berbagai dokumentasi
dilakukan untuk mempresentasikan ide. Dalam dunia nyata, hal-hal tersebut
dilakukan dan dieksplorasi untuk dapat mengkomunikasikan ide dengan lebih
efektif.
Pilar yang terakhir adalah pola pendekatan. Proses inovasi
dapat menjadi proses organisasi yang sistematis, dan Design Thinking adalah
sebuah proses bermain dan belajar yang menarik dan mampu menstimulasi pelakunya
dengan sangat baik. Namun jika tanpa kerangka berpikir dan berkegiatan yang
baik maka proses inovasi tidak akan berjalan dengan baik.
Dengan empat pilar
tersebut, Design Thinking dapat melengkapi proses pembelajaran agar proses
penguasaan kompetensi dapat berjalan lebih efektif dengan pola pembelajaran
yang menyenangkan dan menstimulasi mahasiswa untuk mampu berpikir secara kreatif
dan kritis. Design Thinking yang didalamnya mengedepankan proses
Discovery-Interpretation-Ideation-ExperimentationCreation ternyata dapat
diterapkan dalam pola pengembangan dan pelaksanaan proses pembelajaran yang
inovatif seperti diilustrasikan
Dalam konsep pembelajaran tradisional kecenderungan yang
terjadi adalah pola pembelajaran berbasis
1. Behaviorisme (mengerti dan mengingat) dimana pembelajaran
berlangsung atas reaksi pada stimulasi eksternal,
2. Konstruksiorisme
(penciptaan dan evaluasi) diamana pembelajaran adalah proses dari perolehan dan
penyimpanan informasi dan
3. Kongnitivitas (analisa dan aplikasi) dimana pembelajaran
merupakan proses dari membangun realitas subjektif. Pada era digital seperti
saat ini berkembang basis konektivisme (pengenalan, pemahaman dan konektivitas)
dimana proses pembelajaran dilakukan dengan menghubungkan titik-titik sumber
informasi yang ada.
Ketika teori
pembelajaran tradisional di atas yang dikolaborasikan dengan proses
pembelajaran kontektivitsme pada masa digital maka akan dilahirkan sebuah
proses pembelajaran yang lengkap. Untuk mendapatkan hasil yang lengkap dengan
proses pembelajaran yang sesuai pada saat ini, maka dengan menerapkan kaidah
Design Thingking, proses pembelajaran mampu mengkolaborasikan kebutuhan saat
ini dengan memperhatikan berbagai aspek dalam pendidikan dan pengembangan
kemampuan ilmiah. Design Thinking juga mengakomodir untuk dapat mengembangkan
kemampuan otak kiri yang menyangkut kemampuan menulis, bahasa, keterampulan
sains, matematika dan logika sekaligus mensinergikannya dengan kemampuan otak
kanan dimana mengeksplorasi kreatifitas, kesadaran spasial, imajiansi, dimensi,
musik, seni dan lainnya.
Maret 25, 2020
SIAPA SIH YANG GAMAU USAHA ?
NAMA : SILVIA RAMADHANTY
NIM : 43118110122
KODE BISNIS : @R26-SILVIA R
Menu makanan yang
satu ini sangat enak jika dimakan sebagai menu makan pagi, siang atau malam.
Ayam geprek menjadi salah satu makanan khas dengan cita rasa unik, penyajian
ayam pun berbeda dengan ayam goreng pada umunya, sebab ayam digeprek sehingga
hasil ayam hancur. Sehingga makanan ini terlihat unik dan menarik ditambahi
dengan sambal diatasnya
Menu
berbahan dasar daging ayam memang menjadi salah satu makanan favorit. Maklum,
dengan yang harga terjangkau menjadi daya tarik tersendiri.Selain itu,
pengolahan daging ayam lebih mudah, sehingga variasinya menunya banyak. Salah
satu yang sedang menuai popularitas adalah ayam geprek.
Modal
Usaha Ayam Geprek
Supaya usaha ayam geprek
dapat berjalan dengan baik serta lancar maka perlu mengetahui modal usaha yang
dibutuhkan. Memulai bisnis ayam geprek ini tidak membutuhkan modal besar serta
bisa memanfaatkan peralatan memasak di rumah. Modal usaha ini nantinya
dibutuhkan untuk membeli peralatan usaha misalnya gerobak, rice cooker,
peralatan memasak, peralatan makan, kompor dan gas. Selain untuk membeli
peralatan produksi modal dibutuhkan untuk membeli bahan baku ayam geprek
Bahan
Baku Ayam Geprek
Cari bahan memasak ayam
geprek yang berkualitas dan masih segar. Bahan untuk membuat ayam geprek ini
yaitu beras, daging ayam, bahan sambal dan sebagainya.
Konsumen Ayam Geprek
Menu ayam geprek ini bisa
dikonsumsi oleh dari anak – anak sampai dengan orang tua. Penampilan ayam geprek juga mampu mendukung kelancaran
usaha.
Peralatan
Usaha Ayam geprek
Bisnis ayam geprek ini
membutuhkan peralatan usaha yang lengkap misalnya etalase, rice cooker, wajan,
sendok, pisau, talenan, kompor dan gas, panci, tempat duduk ,meja dan
sebagainya. Peralatan untuk membuka bisnis ayam geprek ini memang cukup banyak
namun bisa mendukung kelancaran usaha.
Harga
Ayam Geprek
Harga yang ditawarkan untuk
usaha ayam geprek ini yaitu sekitar Rp. 15.000 sampai dengan Rp. 20.000 per
porsi. Harga ayam geprek yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.
LAPORAN KEGIATAN USAHA BISNIS
Label : R26-SILVIA R
JENIS USAHA : Ayam Geprek
Laporan Kegiatan :
Saat ini jumlah warung ayam geprek sudah meningkat drastis kondisinya. Namun, banyaknya kompetitor bukanlah halangan bagi saya dan kelompok saya. Bagi mereka, kompetitor adalah cambukan penyemangat. Tidak perlu terlalu banyak memikirkan bagaimana kelancaran bisnis kompetitor. “Tetap fokus kepada diri sendiri aja,” . Untuk menghadapi para kompetitor pun Ayam Geprek punya cara yang sederhana namun istimewa yaitu dengan tetap menggunakan bahan yang dengan kualitas terbaik. Hal ini juga diiringi dengan pelayanan yang hangat dan ramah kepada setiap pelanggan.
Menurut Saya , pelanggan adalah investasi. Semakin diperhatikan, maka return yang akan didapatkan akan semakin tinggi. Itulah mengapa Ayam Geprek sangat memperhatikan kepuasan pelanggan. Selain menyajikan hidangan berkualitas, Ayam Geprek juga memastikan operasional harian mereka berjalan lancar. “Kami juga harus memastikan aktivitas operasional kami berjalan dengan lancar,” .Dalam Seminggu ini saya berjualan melalui Via WhatsApp dan bisa melalui Goojek atau Grab.
Dan itu saya dan kelompok saya membuat berbagai menu ayam lainnya yaitu :
Ayam Goreng Mentega , Ayam Cripsy , dan Ayam Bakar.
JENIS USAHA : Ayam Geprek
Laporan Kegiatan :
Saat ini jumlah warung ayam geprek sudah meningkat drastis kondisinya. Namun, banyaknya kompetitor bukanlah halangan bagi saya dan kelompok saya. Bagi mereka, kompetitor adalah cambukan penyemangat. Tidak perlu terlalu banyak memikirkan bagaimana kelancaran bisnis kompetitor. “Tetap fokus kepada diri sendiri aja,” . Untuk menghadapi para kompetitor pun Ayam Geprek punya cara yang sederhana namun istimewa yaitu dengan tetap menggunakan bahan yang dengan kualitas terbaik. Hal ini juga diiringi dengan pelayanan yang hangat dan ramah kepada setiap pelanggan.
Menurut Saya , pelanggan adalah investasi. Semakin diperhatikan, maka return yang akan didapatkan akan semakin tinggi. Itulah mengapa Ayam Geprek sangat memperhatikan kepuasan pelanggan. Selain menyajikan hidangan berkualitas, Ayam Geprek juga memastikan operasional harian mereka berjalan lancar. “Kami juga harus memastikan aktivitas operasional kami berjalan dengan lancar,” .Dalam Seminggu ini saya berjualan melalui Via WhatsApp dan bisa melalui Goojek atau Grab.
Dan itu saya dan kelompok saya membuat berbagai menu ayam lainnya yaitu :
Ayam Goreng Mentega , Ayam Cripsy , dan Ayam Bakar.
Maret 18, 2020
Kelompok Kewirausahaan I
Ini merupakan foto dari anggota kelompok kewirausaahn saya,
Berikut Biodata anggota kelompok :

Nama : Silvia Ramadhanty
Nim : 43118110122
Tugas : Ketua
E-mail : silviaramadhanty10@gmail.com
Kemampuan : - Mudah beradaptasi
- Public Speaking

Nama : Adni Wulandari
Tugas : Bagian 1
Email : Adni.wulan@gmail.com
Kemampuan :- Team work
- Mau mencoba hal yang baru
- Mudah Beradaptasi

Nama : Nur Fauziah
Tugas : Bagian II
E-mail : Nrfauziah@gmail.com
Kemampuan : - Video Editing
- Mudah Beradaptasi
- Berfikran Logic
Langganan:
Postingan (Atom)





