Tampilkan postingan dengan label @R26-SILVIA R. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @R26-SILVIA R. Tampilkan semua postingan

April 22, 2020

DESIGN THINKING

Mengenal Design Thinking, Metodologi Pemecah Masalah | Good News ...

Design thinking adalah metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Design thinking ini sangat berguna dalam mengatasi masalah kompleks dengan memahami kebutuhan manusia yang terlibat, dengan membingkai ulang masalah, dengan cara yang berpusat pada manusia, dengan menciptakan banyak ide dalam sesi brainstorming, dan dengan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan ide prototipe dan pengujian.

Dalam membuat sebuah produk atau aplikasi dengan metode design thinking, maka akan dilakukan beberapa tahapan berikut secara berulang sebanyak yg dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang sesuai:
  1. Empathize
Ketika sudah mengetahui user atau pengguna yang akan dituju, maka seorang desainer perlu mengetahui pengalaman, emosi, dan situasi dari si pengguna. Mencoba menempatkan diri sebagai pengguna sehingga dapat benar-benar memahami kebutuhan pengguna. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi kehidupan pengguna, dan cara lainnya.
  1. Define
Setelah desainer mengerti kebutuhan pengguna, maka desainer perlu menggambarkan sebuah ide atau pandangan user yang akan menjadi dasar dari produk atau aplikasi yang akan dibuat. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list kebutuhan user dan menggunakan pengetahuan mengenai kondisi yang sedang terjadi.
  1. Ideate
Dengan kebutuhan yang ada, maka desainer perlu menggambarkan solusi yang dibuthkan. Hal ini dapat dilakukan melakukan evaluasi bersama tim desain dengan menggabungkan kreativitas dari masing-masing desainer.
  1. Prototype
Ide yang sudah ada sebelumnya maka perlu langsung diimplementasikan dalam sebuah aplikasi atau produk uji coba. Perlu dihasilkan sebuah produk nyata dan kemungkinan skenario penggunaan.
  1. Test
Dari produk atau aplikasi uji coba yang sudah dibuat, maka akan dilakukan sebuah percobaan dengan pengguna. Dari pengalaman pengguna dalam menggunakan produk uji coba, maka akan didapatkan masukkan untuk membuat produk yang lebih baik dan melakukan perbaikan pada produk yang ada.



April 08, 2020

DIFINE BISNIS

DIFINE BISNIS

Prospek Bisnis Paling Menguntungkan di tahun 2019 | Grapadi News


Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Aspek – Aspek Bisnis:

·                     Kegiatan individu dan kelompok
·                     Penciptaan nilai
·                     Penciptaan barang dan jasa
·                     Keuntungan melalui transaksi

Karakteristik Sistem Bisnis

·                     Kompleksitas & keanekaragaman
·                     Saling ketergantungan
·                     Perubahan daninovasi

Bentuk Dasar Kepemilikan Bisnis:

·                     Perusahaan perseorangan, persekutuan, perseroan, koperasi


Bisnis Berdasarkan Aktivitas Yang Dilakukannya Dalam Menghasilkan Keuntungan.


·                     Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.


·                     Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.


·                     Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba


·                     Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.


·                     Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
·                     Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).


·                     Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.


·                     Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.


·                     Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.


Tujuan Bisnis

·                     Setiap Bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Tujuan perusahaan membuat produk adalah untuk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen. 4 faktor produksi dalam perusahaan :
·                     Brown dan Petrello (1976) : “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
·                     Steinford ( 1979) : “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
·                     Musselman dan Jackson (1992) : Suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.
1.            Sumber Daya Alam
2.            Sumber Daya Manusia
3.            Modal, dan
4.            Informasi

Persamaan dan Perbedaan yang terdapat dalam Definisi
Persamaan :
Pada umumya definisi bisnis yang dikutip oleh para ahli bisnis cenderung sama yakni bisnis adalah kegiatan usaha yang terorganisasi untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dan bertujuan menghasilkan profit (laba), yang kemudian laba tersebut digunakan untuk usaha meningkatkan laba atau perusahaan yang lebih besar lagi.
Perbedaan :
Perbedaan definisi yang dikutip para ahli bisnis tidak begitu menonjol. hanya terdapat perbedaan dalam kutipan “Hughes dan Kapoor” dengan yang lain terdapat pernyataan “orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko artinya bisnis itu mengandung resiko yang harus ditanggung oleh pelaku bisnis tersebut yakni laba atau rugi.

April 01, 2020

Design Thinking Dalam Bisnis

STRATEGI DAN BISNIS - Design Thinking Seorang Pensiunpreneur



Design Thinking adalah sebuah pola pemikiran dari kaca mata desainer yang dalam memecahkan masalahnya selalu dengan pendekatan human oriented. Di beberapa negara, kaidah ini telah dikembangkan dalam berbagai bidang seperti dunia bisnis, pengembangan produk, sosial, budaya, keputusan politik, kebijakan hingga berbagai strategi jangka pendek dan jangka panjang. Design Thinking juga diterapkan dalam bidang pendidikan, contoh yang populer adalah Design Thinking for Educators.

Design Thinking mengkolaborasikan proses-proses sistematis yang berpusat pada manusia sebagai penggunanya melalui proses terencana sehingga menghasilkan perubahan perilaku dan kondisi yang sesuai harapan. Terdapat empat pilar dalam Design Thinking, yakni pilar keseimbangan, kerangka berpikir, penguunaan alat/toolkits dan pola pendekatan (Glinski, 2012).
 Kesetimbangan merupakan pilar pertama dalam kaidah Design Thinking, konsep kesetimbangan akan kebutuhan digunakan untuk membuktikan bahwa sebuah inovasi harus dapat diselenggarakan dan dibuktikan dengan sebuah penciptaan. Dalam dunia bisnis, banyak reasoning dilakukan secara induktif, sedangkan cara deduktif sering digunakan untuk memprediksi kondisi di masa yang akan datang. Kondisi lain terjadi di dunia desainer, resoning dilakukan secara abduktif untuk menemukan konklusi tanpa kebenaran eksplisit, sehingga yang perlu dilakukan adalah dengan menyeimbangkan kedua mazhab dan pemikiran di atas.

Pilar kedua adalah adanya kerangka berpikir yang tepat. Dalam proses berinovasi dibutuhkan pencarian ide-ide baru dengan melakukan penelitian, pola interaksi dan mempelajari mengenai apa yang baru dan datang untuk menginformasikan untuk menghasilkan sebuah persepi yang berpusat pada manusia (human-centered).

Pada pilar yang ketiga adalah alat atau toolkit. Proses inovasi membutuhkan cara-cara baru dalam mempresentasikan ide-ide. Banyak perancang melakukan berbagai cara seperti menggambar, mengilustrasikan, membuat prototipe, proses bercerita, komuniksi verbal dan berbagai dokumentasi dilakukan untuk mempresentasikan ide. Dalam dunia nyata, hal-hal tersebut dilakukan dan dieksplorasi untuk dapat mengkomunikasikan ide dengan lebih efektif.

Pilar yang terakhir adalah pola pendekatan. Proses inovasi dapat menjadi proses organisasi yang sistematis, dan Design Thinking adalah sebuah proses bermain dan belajar yang menarik dan mampu menstimulasi pelakunya dengan sangat baik. Namun jika tanpa kerangka berpikir dan berkegiatan yang baik maka proses inovasi tidak akan berjalan dengan baik.

Dengan empat pilar tersebut, Design Thinking dapat melengkapi proses pembelajaran agar proses penguasaan kompetensi dapat berjalan lebih efektif dengan pola pembelajaran yang menyenangkan dan menstimulasi mahasiswa untuk mampu berpikir secara kreatif dan kritis. Design Thinking yang didalamnya mengedepankan proses Discovery-Interpretation-Ideation-ExperimentationCreation ternyata dapat diterapkan dalam pola pengembangan dan pelaksanaan proses pembelajaran yang inovatif seperti diilustrasikan


Dalam konsep pembelajaran tradisional kecenderungan yang terjadi adalah pola pembelajaran berbasis
1. Behaviorisme (mengerti dan mengingat) dimana pembelajaran berlangsung atas reaksi pada stimulasi eksternal,
 2. Konstruksiorisme (penciptaan dan evaluasi) diamana pembelajaran adalah proses dari perolehan dan penyimpanan informasi dan
3. Kongnitivitas (analisa dan aplikasi) dimana pembelajaran merupakan proses dari membangun realitas subjektif. Pada era digital seperti saat ini berkembang basis konektivisme (pengenalan, pemahaman dan konektivitas) dimana proses pembelajaran dilakukan dengan menghubungkan titik-titik sumber informasi yang ada.

 Ketika teori pembelajaran tradisional di atas yang dikolaborasikan dengan proses pembelajaran kontektivitsme pada masa digital maka akan dilahirkan sebuah proses pembelajaran yang lengkap. Untuk mendapatkan hasil yang lengkap dengan proses pembelajaran yang sesuai pada saat ini, maka dengan menerapkan kaidah Design Thingking, proses pembelajaran mampu mengkolaborasikan kebutuhan saat ini dengan memperhatikan berbagai aspek dalam pendidikan dan pengembangan kemampuan ilmiah. Design Thinking juga mengakomodir untuk dapat mengembangkan kemampuan otak kiri yang menyangkut kemampuan menulis, bahasa, keterampulan sains, matematika dan logika sekaligus mensinergikannya dengan kemampuan otak kanan dimana mengeksplorasi kreatifitas, kesadaran spasial, imajiansi, dimensi, musik, seni dan lainnya.

Maret 25, 2020

SIAPA SIH YANG GAMAU USAHA ?




NAMA                : SILVIA RAMADHANTY
NIM                    : 43118110122
KODE BISNIS   : @R26-SILVIA R



Menu makanan yang satu ini sangat enak jika dimakan sebagai menu makan pagi, siang atau malam. Ayam geprek menjadi salah satu makanan khas dengan cita rasa unik, penyajian ayam pun berbeda dengan ayam goreng pada umunya, sebab ayam digeprek sehingga hasil ayam hancur. Sehingga makanan ini terlihat unik dan menarik ditambahi dengan sambal diatasnya

Menu berbahan dasar daging ayam memang menjadi salah satu makanan favorit. Maklum, dengan yang harga terjangkau menjadi daya tarik tersendiri.Selain itu, pengolahan daging ayam lebih mudah, sehingga variasinya menunya banyak. Salah satu yang sedang menuai popularitas adalah ayam geprek.    


Modal Usaha Ayam Geprek
Supaya usaha ayam geprek dapat berjalan dengan baik serta lancar maka perlu mengetahui modal usaha yang dibutuhkan. Memulai bisnis ayam geprek ini tidak membutuhkan modal besar serta bisa memanfaatkan peralatan memasak di rumah. Modal usaha ini nantinya dibutuhkan untuk membeli peralatan usaha misalnya gerobak, rice cooker, peralatan memasak, peralatan makan, kompor dan gas. Selain untuk membeli peralatan produksi modal dibutuhkan untuk membeli bahan baku ayam geprek


Bahan Baku Ayam Geprek
Cari bahan memasak ayam geprek yang berkualitas dan masih segar. Bahan untuk membuat ayam geprek ini yaitu beras, daging ayam, bahan sambal dan sebagainya.



Konsumen Ayam Geprek
Menu ayam geprek ini bisa dikonsumsi oleh dari anak – anak sampai dengan orang tua. Penampilan ayam geprek juga mampu mendukung kelancaran usaha.

Peralatan Usaha Ayam geprek

Bisnis ayam geprek ini membutuhkan peralatan usaha yang lengkap misalnya etalase, rice cooker, wajan, sendok, pisau, talenan, kompor dan gas, panci, tempat duduk ,meja dan sebagainya. Peralatan untuk membuka bisnis ayam geprek ini memang cukup banyak namun bisa mendukung kelancaran usaha.

Harga Ayam Geprek
Harga yang ditawarkan untuk usaha ayam geprek ini yaitu sekitar Rp. 15.000 sampai dengan Rp. 20.000 per porsi. Harga ayam geprek yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

LAPORAN KEGIATAN USAHA BISNIS

Label          : R26-SILVIA R

JENIS USAHA  : Ayam Geprek


Laporan Kegiatan :

Saat ini jumlah warung ayam geprek sudah meningkat drastis kondisinya. Namun, banyaknya kompetitor bukanlah halangan bagi saya dan kelompok saya. Bagi mereka, kompetitor adalah cambukan penyemangat. Tidak perlu terlalu banyak memikirkan bagaimana kelancaran bisnis kompetitor. “Tetap fokus kepada diri sendiri aja,” . Untuk menghadapi para kompetitor pun Ayam Geprek punya cara yang sederhana namun istimewa yaitu dengan tetap menggunakan bahan yang dengan kualitas terbaik. Hal ini juga diiringi dengan pelayanan yang hangat dan ramah kepada setiap pelanggan.

Menurut Saya , pelanggan adalah investasi. Semakin diperhatikan, maka return yang akan didapatkan akan semakin tinggi. Itulah mengapa Ayam Geprek sangat memperhatikan kepuasan pelanggan. Selain menyajikan hidangan berkualitas, Ayam Geprek juga memastikan operasional harian mereka berjalan lancar. “Kami juga harus memastikan aktivitas operasional kami berjalan dengan lancar,” .Dalam Seminggu ini saya berjualan melalui Via WhatsApp dan bisa melalui Goojek atau Grab.

Dan itu saya dan kelompok saya membuat berbagai menu ayam lainnya yaitu :
Ayam Goreng Mentega , Ayam Cripsy , dan Ayam Bakar.


Maret 18, 2020

IMOOJI


NAMA   : SILVIA RAMADHANTY 
NIM       : 43118110122
KODE    : @R26-SILVIA R






Kelompok Kewirausahaan I



Ini merupakan foto dari anggota kelompok kewirausaahn saya,

                   Berikut Biodata anggota kelompok :










 Nama           : Silvia Ramadhanty
 Nim              : 43118110122
 Tugas            : Ketua
 E-mail           : silviaramadhanty10@gmail.com
 Kemampuan  : - Mudah beradaptasi
                          - Public Speaking
   




 Nama            : Adni Wulandari
 Tugas            : Bagian 1
 Email            : Adni.wulan@gmail.com
 Kemampuan :- Team work
                        - Mau mencoba hal yang baru
                        - Mudah Beradaptasi














Nama            : Nur Fauziah
Tugas            : Bagian II
E-mail           : Nrfauziah@gmail.com
Kemampuan  : - Video Editing
                         - Mudah Beradaptasi
                         - Berfikran Logic