Tampilkan postingan dengan label @Q29-BELLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Q29-BELLA. Tampilkan semua postingan

April 18, 2020

5 Output Design Thinking


Design thinking memberikan perbedaan baik dalam proses maupun hasilnya. Tentu hasil yang positif yang kami dapatkan sehingga, melalui artikel ini saya merasa wajib untuk membagikan ini kepada teman-teman terutama untuk yang sedang merintis dan mengembangan bisnis, atau sedang bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif. 
Design Thinking sendiri dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown pendiri IDEO – sebuah konsultan desain yang berlatar belakang desain produk berbasis inovasi. Kita bisa memanfaatkan design thinking untuk mengembangkan perusahaan ini baik itu startup maupun korporasi. Metode ini menggabungkan kebutuhan pengguna dan teknologi terbaru, maka implementasi design thinking akan melahirkan ide-ide baru yang inovatif dan solutif. Sebagai contoh platform GAMELAB.ID lahir karena proses design thinking. Platform ini tumbuh dengan baik dan positif seiring dengan inovasi-inovasi yang tim lakukan di dalamnya. 

ELEMEN PENTING DI DALAM DESIGN THINKING
1. People centered :
Perlu ditekankan bahwa setiap tindakan harus berpusat pada apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh user. Tanpa ada kebutuhan dan keinginan, maka solusi yang dibuat hanya akan memecahkan masalah orang tertentu saja impact yang ditimbulkan hanya seperti percikan api kecil. Hati-hati karena kita bisa-bisa hanya akan mengeluarkan energi besar untuk sesuai yang kecil.

2. Highly creative :
Kreativitas dibebaskan sebebas-bebasnya, tidak ada aturan yang kaku dan baku. Bahkan, sebaiknya berkolaborasi dari berbagai bidang yang berbeda untuk melahirkan solusi yang terbaik. 

3. Hands on :
Proses desain itu sendiri dilakukan dengan melakukan percobaan lain. Bukan hanya teori atau hanya sebuah gambar sketsa di atas kertas. 

4. Iterative :
Proses dilakukan dengan tahapan-tahapan yang dikerjakan secara berulang-ulang untuk improvisasi dan menghasilkan solusi terbaik. 

terdapat 3 sikap dasar yang harus ada di dalam proses design thinking yaitu : 
1. Experimentation
Sikap suka bereksperiman dan keluar dari yang sudah pakem (out of the box) bisa saja menghasilkan solusi-solusi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Lakukan hal-hal yang diluar kebiasaan sehingga mendapatkan experience yang berbeda. Budayakan juga kepada anggota tim kita untuk suka bereksperimen dan melakukan hal-hal baru.

2. Testing & Iteration
Uji coba, uji coba dan terus uji coba... Kalau dalam pembuatan game kita mengenal istilah PLAYTESTING. Semakin banyak kita melakukan playtesting, maka game yang kita buat akan semakin teruji dari berbagai sisi. Di Educa Studio sendiri sebuah game bisa mengalami ratusan bahkan ribuan kali pengujian untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Iterasi adalah sesuai yang menjemukan, menjenuhkan dan bahkan membuat bosan, tetapi demi hasil yang terbaik harus dilalui.. Lakukan improvisasi sehingga tim tidak mengalami kejenuhan dalam iterasinya. 

3. Collaboration
Untuk memecahkan masalah-masalah yang kompleks, dibutuhkan kolaborasi dengan para ahli di bidangnya. Semangat kolaborasi harus terus digaungkan untuk menemukan solusi terbaik. Pola pikir kolaboratif menjadi WAJIB!

5 LANGKAH IMPLEMENTASI DESIGN THINKING
1. Emphatise
Tahap pertama adalah kita harus memahami dan berempati pada masalah yang akan kita pecahkan. Bisa juga dalam tahap ini kita berkolaborasi dengan para ahli yang berhubungan untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak. Kita juga bisa melakukan pengamatan, terlibat di dalam berbagai kegiatan sampai akhirnya kita memiliki pengalaman pribadi. Hal ini penting untuk mengecilkan asumsi dan memperbesar pemahaman kita tentang kebutuhan dan keinginan stakeholder yang memiliki masalah (aka pengguna akhir). 

2. Define
Setelah pada tahap sebelumnya kita mengumpulkan data-data dan informasi, maka pada tahap ini kita bersama tim mendefinisikan masalah inti. Buatlah problem statement yang berfokus pada pengguna akhir. Sebagai gambaran alih-alih kita membuat definisi seperti ini "Bagaimana kita meningkatkan pendapatan 5% di target market pekerja" tetapi versi yang benar adalah "Pekerja membutuhkan perangkat yang tepat untuk mengembangkan skillnya sehingga kehidupannya menjadi lebih mudah".
Tahap define akan membantu tim dalam memahami permasalahan secara lebih mudah dan memikirkan ide-ide sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Ide-ide hebat dapat berupa fungsi-fungsi, fitur-fitur baru dalam aplikasi atau bentuk yang benar-benar experimental yang sebelumnya belum ada. 

3. Ideate
Tahap berikutnya adalah mengumpulkan ide-ide solusi dari tim. Ada ratusan teknik dalam mengumpulkan ide-ide seperti Brainstorm, Brainwrite, Worst Possible Idea dan SCAMPER. Silakan gunakan yang mana yang memang efektif dan nyaman digunakan oleh seluruh anggota tim.
Mungkin akan muncul ratusan ide-ide sebagai alternatif solusi masalah yang akan kita pecahkan. Untuk mempermudah bisa mengelompokkan solusi-solusi ke dalam 3 kelompok yaitu feasibility (yang bisa dilakukan melalui teknologi), viability (pengaruhnya terhadap bisnis yang berjalan) dan desirability (yang diinginkan pengguna).  Ambil yang paling bisa dilakukan dahulu untuk masuk ke tahap berikutnya. 

4. Prototype
Proses pembuatan prototype itu sendiri akan saya bahas terpisah di artikel yang lainnya, intinya prototype sebagai alat kita mengujicobakan secara langsung kepada pengguna akhir. Prototype atau purwarupa bisa berupa apa saja tergantung ide solusi apa yang akan kita ujicobakan. Fokus pada proses yang akan dilakukan oleh pengguna akhir sehingga kita mendapatkan umpan balik yang sesuai. 
Kalau di dalam pengembangan boardgames, kita bisa mengembangkan purwarupa menggunakan pulpen dan kertas untuk menguji mekanik games dan mendapatkan umpan balik apakah board games tersebut benar-benar sudah sesuai dengan tujuan akhir. Kalau di dalam digital games atau aplikasi kita bisa membuat purwarupa berupa playable games dengan fitur utama yang akan kita ujikan.  Bisa jadi di dalam apps purwarupa kita menggunakan tampilan yang statis untuk menguji bagian user interface dan user experiences (UI/UX).

5. Test
Setelah purwarupa selesai, lakukan uji coba kepada pengguna akhir. Jangan lupa untuk selalu mencatat berbagai hal sehingga kita mendapatkan data yang cukup untuk mengambil keputusan. Pengujian dapat dilakukan berulang-ulang (iteration) sampai benar-benar ditemukan solusi terbaik untuk permasalahan yang ada. Kita bisa mengujicobakan banyak ide-ide yang ada di tahap ketiga untuk mencoba solusi baru atau bahkan menggabungkan beberapa ide sekaligus. 

Saya selaku owner Chill Out, telah menerapkan 5 tahap design thinking tersebut ke dalam bisnis saya. Untuk detail prosesnya, silahkan lihat tulisan di bawah ini :
1.       Empathize

Kaos sablon merupakan salah satu jenis pakaian yang populer dan banyak digunakan oleh setiap orang saat menjalani kegiatan dan aktivitas sehari-hari mereka.
Hal ini dikarenakan kaos sablon merupakan pakaian yang menggunakan bahan yang nyaman, dan bisa memakai beragam desain sesuai keinginan yang akhirnya menjadikan kaos sablon ini menjadi ajang untuk menampilkan jati diri dan ciri khas seseorang.



2.       Define
Menjual kaos sablon ini bisa dibilang lumayan susah. Dengan itu kami menjual kaos sablon ini dengan kualitas yang baik dan design yang sangat menarik untuk menarik perhatian para pembeli lalu Sablon kaos merupakan suatu teknik untuk memindahkan desain yang dibuat menggunakan tinta atau bahan khusus, ke permukaan kaos polos dengan warna dasar yang beragam sesuai dengan selera masing-masing.
Teknik ini mengalami perkembangan yang semakin signifikan dari jaman ke jaman, yang mana pada awalnya pemilihan warna nya terbatas, hingga kini yang bahkan bisa mencetak langsung pada kaos menggunakan mesin DTG yang bekerja semacam printer.
3.       Ideate
Dalam langkah menyelesaikan permasalahan yang telah dibahas pada tahap define, kaos sablon Chill Out ini memiliki beberapa soslusi yaitu :
A. Bahan Kaos
Bahan kaos merupakan salah satu faktor terpenting yang akan menentukan kualitas dan keawetan dari suatu sablon. Umumnya yang sering digunakan adalah bahan cotton combed yang memang memiliki tenunan yang baik dan tahan lama.
Tidak hanya bahan cotton combed (katun komed) saja, tetapi beberapa jenis bahan katun lainnya seperti cotton carded atau cotton slub sangat tepat dan baik untuk di sablon, dan semakin besar komposisi katun-nya maka akan semakin baik.
Hal itu dikarenakan bahan katun akan lebih mudah menyerap tinta sablon sehingga sablon akan lebih cepat kering dan tidak mudah mengelupas dalm waktu yang lama sehingga terbilang awet.
Selain Cotton Combed dan Cotton Carded, bahan kaos lainnya yang cocok digunakan antara lain seperti Cotton Bamboo, Cotton Spandex, Supima, dan Tri-Blends yang banyak tersedia di pasaran.
Baca rekomendasi kami mengenai 10 bahan kaos yang bagus, apa saja jenis bahan kaos yang ada di pasaran, dan juga 7 jenis kaos yang cocok untuk sablon konveksi sehingga Anda bisa menilai dan menimbang sendiri mana jenis bahan yang Anda butuhkan.
B. Tinta Sablon
Faktor selanjutnya adalah pada pemilihan tinta sablon yang tepat, yang terkadang tidak cocok dengan bahan kaos yang digunakan, dan bahkan warna kaos pun akan dapat menyebabkan sulitnya tinta sablon meresap.
Pastikan Anda memilih tinta sablon yang tepat pada saat menyablon kaos, dan sesuaikan dengan warna kaosnya, apakah hitam atau warna cerah, karena akan membutuhkan teknik dan jenis tinta yang berbeda.
Jenis-jenis tinta sablon yang umum digunakan antara lain seperti tinta rubber, plastisol, flocking, Glow in The Dark, Discharge, High Density, Foil, Foam, dan masih banyak lagi jenis tinta lainnya.
Baca artikel kami mengenai 19 jenis sablon terbaik yang  awet dan tahan lama sehingga Anda bisa memahami secara lengkap mengenai pemilihan tinta sablon tersebut.
C. Proses Penyablonan
Proses penyablonan juga sangat menentukan kualitas sablon, terutama dalam menentukan apakah hasil sablon akan mudah luntur atau tidak, terutama apabila pengerjaan dilakukan terburu-buru dan tanpa perhitungan.
Saat proses penyablonan dilakukan secara terburu-buru, maka tinta sablon yang belum kering akan mengakibatkan sablon tersebut akan mudah menempel ke benda lain terutama saat bergesekan.
4.       Prototype

Saat ini kami menjual kaos chill out ini dengan cara melakukan promosi, memberikan discount serta menjualnya secara media online. Dan jika bisnis kaos chill out semua ini berjalan dengan lancer kami akan membangun toko atau sebuah distro untuk kami menjual baju tersebut.

5.       Test
Inilah yang dihasilkan kaos sablon chill out setelah melalui 5 proses design thinking :

·         Membuat inovasi / memberi kualitas kaos sablon
·         Memasarkan produk
·         Membuat model bisnis baru
·         Menargetkan konsumen

Selanjutnya kami akan membahas mengenai apa saja 5 cara sablon kaos yang baik dan berkualitas untuk Anda ketahui sehingga bisa memastikan proses penyablonan berjalan dengan lancar.

1. Cara Sablon Kaos dengan Teknik DTG

Teknik DTG (Direct to Garment) merupakan salah satu teknik sablon yang semakin populer saat ini, seiring bertambahnya penyedia layanan sablon jenis ini dikarenakan mesin-mesin DTG yang juga semakin banyak tersedia.
Pada teknik sablon kaos DTG, proses penyablonan akan berlangsung layaknya printing kertas menggunakan mesin printer, di mana kaos polos akan dimasukkan ke dalam mesin DTG, dan kemudian desain akan disetel melalui program komputer yang tersedia, dan kemudian tinggal masukan perintah cetak pada program.
Lama tidaknya proses ini akan sangat tergantung dari kualitas mesin DTG yang digunakan, namun saat ini prosesnya sudah berjalan semakin cepat dibandingkan pada awal kemunculannya.

2. Cara Sablon Kaos dengan Teknik Sublimation

Teknik selanjutnya adalah menggunakan Sublimation alias teknik sublimasi, di mana proses penyablonan akan melalui transfer paper yang sudah dicetak pada printer menggunakan tinta sublim.
Proses pemindahan dari transfer paper ke kaos akan menggunakan mesin press khusus yang akan ditekan pada kaos, sehingga tinta akan menempel pada kaos dengan sempurna.
Teknik sublimasi ini akan lebih cocok digunakan pada kaos nerwarna putih atau berwarna cerah, dan tidak tepat untuk dipakai pada kaos berwarna gelap atau berwarna hitam.

3. Cara Sablon Kaos dengan Teknik Heat Press Printing

Teknik Heat Press Printing kurang lebih serupa dibandingkan teknik Sublimasi apabila dilihat dari proses penyablonannya, tetapi ada beberapa perbedaan mendasar.
Pada Heat Press Printing, Anda bisa menggunakan kaos putih atau cerah maupun kaos hitam atau gelap, dan proses penyablonannya akan menggunakan tinta sablon yang dicetak pada transfer paper khusus heat press.
Kertas khusus heat press tersebut selanjutnya akan ditempelkan pada kaos yang ingin disablon menggunakan mesin heat press seperti pada teknik sublimasi.

4. Cara Sablon Kaos dengan Teknik Screen Printing (Sablon Manual)

Teknik Screen Printing alias sablon manual merupakan teknik sablon tertua yang masih banyak digunakan hingga saat ini, dikarenakan kualitas warna yang dihasilkan dibandingkan metode lainnya, meskipun sudah mulai tersaingi oleh DTG.
Perangkat yang dibutuhkan pada teknik ini akan lebih banyak serta proses penyablonan akan memakan waktu lama, terutama dalam jumlah yang banyak.


April 03, 2020

Define Rencana Bisnis


Nama : Bella Ayu Kartika (@Q29_BELLA)
Nim : 43118010253

Define rencana bisnis adalah sebuah dokumen tertulis yang menjelaskan secara terperinci bagaimana suatu bisnis akan mencapai tujuannya. Biasanya rencana bisnis ini dibuat oleh bisnis baru. Di dalamnya menjabarkan rencana tertulis dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional.

  • Ringkasan Eksklusif  


Ringkasan eksekutif  mengenai bisnis apa yang akan dibuat, visi dan misi, tujuan bisnis. Sederhananya bagian ini adalah bagian kesimpulan dari sebuah rencana bisnis atau business plan. 

saya membuat sebuah usaha yaitu usaha kaos sablon. kenapa memilih kaos sablon?, karena bisnis kaos sablon ini hanya membutuhkan modal yang cukup sedikit.

  • Analisis Pasar & Pemasaran 


Analisis pasar & pemasaran mengenai bagaimana strategi kita untuk melakukan pemasaran produk. Biasanya sebagaian orang menggunakan rencana pemasaran (Marketing Plan ) untuk menjelaskan strategi pemasaran.

Dipasaran sendiri banyak orang yang menyukai kaos sablon mulai dari kalang anak-anak remaja, mahasiswa, hingga dewasa. Kaos sablon yang mempunyai desain unik/ gambar yang unik membuat para konsumen tertarik untuk membelinya.

  • Analisis Sumber Daya Manusia


Analisis sumber daya manusia menceritakan orang-orang yang dibutuhkan dari kompetensi, jumlah orang yang dibutuhkan. Rencana pengembangan sumber daya manusia.

Orang orang yang saya butuhkan dalam usaha ini adalah orang yang ahli dan berkompeten dalam bidang marketing dan desain. Karena orang yang ahli dalam bidang marketing dan desain biasanya bisa menarik konsumen.
Analisis Keuangan
Analisis keuangan berisi proyeksi (forecasting atau peramalan) pendapatan dan pengeluaran, pengembalian modal (break event point), pengembalian atas investasi (return on investment), perhitungan penggunaan daya ungkit (leverage) dan lainnya.

No.
Barang
Jumlah
Harga
Harga jual
Keuntungan
Bulan
       1
Kaos polos
1
Rp. 50.000
Rp. 100.000
Rp. 50.000
1


  • Rencana Pengembangan Usaha


Rencana pengembangan usaha adalah salah satu bagian yang dilihat penting bagi seorang investor. Calon investor akan melihat seberapa besar usaha yang akan kita buat. Termasuk didalamnya adalah rencana keluar atau exit strategy dari bisnis kita.
Rencananya bisnis ini akan menjual lewat media sosial karena dengan jaman sekarang yang sudah banyak menggunakan teknologi dalam berbisnis. Dengan harga yang sama dan kualitas yang bagus.

  • Risiko Usaha

Risiko usaha adalah hal-hal yang terkait risiko atas bisnis kita, misal risiko operasional, risiko bisnis, risiko likuiditas atau risiko keuangan dan lainnya.

Resikonya yaitu mungkin sudah ada banyak yang bisa meniru produk kaos sablon ini.

Maret 29, 2020

Emphaty ide Bisnis

Dibuat Oleh : Bella Ayu Kartika (Q29_BELLA)

Nim : 43118010253



Empathy Dalam Ide Bisnis 



Design Thinking adalah salah satu metode baru dalam melakukan proses desain. Design Thinking merupakan metode penyelesaian masalah yang berfokus pada pengguna atau user. Design Thinking sendiri dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown pendiri IDEO – sebuah konsultan desain  yang berlatar belakang desain produk berbasis inovasi.

Design thinking memiliki beberapa elemen penting yaitu :

  1. People centered : dalam metode ini, perlu ditekankan bahwa setiap tindakan yang dilakukan berpusat pad apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh user
  2. Highly creative : dalam menggunakan metode ini, dapat digunakan kreativitas sebebasnya, tidak perlu aturan yang terlalu kaku dan baku
  3. Hands on : proses desain memerlukan percobaan langsung oleh tim desain, bukan hanya pembuatan teori atau sebuah gambaran di kertas
  4. Iterative : proses desain merupakan sebuah proses dengan tahapan-tahapan yang dilakukan berulang-ulang untuk melakukan improvisasi dan menghasilkan sebuah produk atau aplikasi yang baik
Proses dengan metode design thinking akan menghasilkan produk yang tidak hanya dapat dijual atau menggunakan teknologi yang paling canggih. Metode ini menggabungkan kebutuhan user atau pengguna, dengan kemampuan teknologi yang sesuai, dan tetap membuat sesuatu yang dapat berhasil sebagai sebuah bisnis.
Dalam membuat sebuah produk atau aplikasi dengan metode design thinking, maka akan dilakukan beberapa tahapan berikut secara berulang sebanyak yg dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang sesuai:
  1. Empathize
Ketika sudah mengetahui user atau pengguna yang akan dituju, maka seorang desainer perlu mengetahui pengalaman, emosi, dan situasi dari si pengguna. Mencoba menempatkan diri sebagai pengguna sehingga dapat benar-benar memahami kebutuhan pengguna. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi kehidupan pengguna, dan cara lainnya.
  1. Define
Setelah desainer mengerti kebutuhan pengguna, maka desainer perlu menggambarkan sebuah ide atau pandangan user yang akan menjadi dasar dari produk atau aplikasi yang akan dibuat. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list kebutuhan user dan menggunakan pengetahuan mengenai kondisi yang sedang terjadi.
  1. Ideate
Dengan kebutuhan yang ada, maka desainer perlu menggambarkan solusi yang dibuthkan. Hal ini dapat dilakukan melakukan evaluasi bersama tim desain dengan menggabungkan kreativitas dari masing-masing desainer.
  1. Prototype
Ide yang sudah ada sebelumnya maka perlu langsung diimplementasikan dalam sebuah aplikasi atau produk uji coba. Perlu dihasilkan sebuah produk nyata dan kemungkinan skenario penggunaan.
  1. Test
Dari produk atau aplikasi uji coba yang sudah dibuat, maka akan dilakukan sebuah percobaan dengan pengguna. Dari pengalaman pengguna dalam menggunakan produk uji coba, maka akan didapatkan masukkan untuk membuat produk yang lebih baik dan melakukan perbaikan pada produk yang ada.
 Empati adalah kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda yang mencakup spektrum yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang lain

Ada (3) bagian penting dalam Empathi;

  • Observe (amati): Kita akan mencoba mengamati perilaku pasar yang kita asumsikan disini sebagai para pencari kontrakan dan cara mereka berinteraksi dengan lingkungan pasar agar dapat memahami hal atau kriteria dari kontrakan yang seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan sekarang ini.
  •  Engage (terlibat): merupakan cara untuk terlibat secara langsung dengan user, seperti turut serta dalam membantu mengungkapkan pikiran dan nilai yang mereka pegang. 
  • Immerse (Merasakan Langsung ): adalah cara yang effective untuk mengetahui atau merasakan situasi yang calon customer rasakan. Dan beruntungnya disini kita yang mempunyai ide ini juga berasal dari pengalaman kita sendiri pada saat mencari kontrakan yang ideal sesuai dengan harapan kita jadi setidaknya kita bisa merasakan yang calon customer rasakan dan ini akan dapat membatu design atau konsep seperti apa yang akan kita terapkan dalam bisnis kita nanti kedepan.




Maret 20, 2020

Quis Ide Bisnis

Dibuat Oleh : Bella Ayu Kartika (Q29_BELLA)
Nim : 43118010253
Tugas : Buatlah ide bisnis anda


Mind Mapping


Usaha Chill Out

Perkenalkan saya  Bella Ayu Kartika Fakultas Ekonomi & Bisnis Prodi S1 Manajemen. Saya baru memulai  dunia bisnis baru - baru ini, saya menggeluti usaha bisnis saya  menggeluti dibidang usaha jual Kaos sablon.

Degan modal yang cukup sedikit saya bisa  terjun di dunia bisnis jual kaos sablon. Selain itu pula kaos merupakan suatu produk yang selalu dibutuhkan dikalangan semua orang. Baik di kalangan usia yang muda hingga kalagan orang dewasa.

Melihat kebutuhan masyarakat yang semakin beraneka ragam khususnya kebutuhan dalam hal pakaian, membuat peluang usaha di tahun 2020 ini terbuka untuk kita yang ingin memulai sebuah bisnis dengan modal yang relatif kecil. Banyak pilihan bisnis dengan modal kecil yang dapat kita jadikan usaha utama maupun sampingan. Salah satunya adalah bisnis sablon kaos secara manual. Meski dengan modal terbatas, bisnis sablon kaos ini bisa mendatangkan keuntungan yang lumayanbesar.

Dan saya juga sangat memilih kualitas bahan karena kualitas bahan sangat menentukan kualitas akhir dari hasil produksi.

Maret 13, 2020

Deskripsi Usaha Bisnis

Dibuat Oleh : Bella Ayu Kartika
Jenis Usaha :Kos Sablon
Deskripsi : Pembuatan Kaos Berupa Sablon
Nama Usaha : Chill Out
Contact Person : 085892817844



Descripsi Produk :

TEES | PAPER BOX MEN | SIZE S M L | Rp. 130.000,- (execlude shipping). Reguler fit short Sleve with plastisol screenprinted 
Material : cotton 30s
Size Chart (before wash)
S : 44 X 65 cm
M : 47 X 68 cm 
L : 50 X 71 cm  
 
Melihat kebutuhan masyarakat yang semakin beraneka ragam khususnya kebutuhan dalam hal pakaian, membuat peluang usaha di tahun 2020 ini terbuka untuk kita yang ingin memulai sebuah bisnis dengan modal yang relatif kecil. Banyak pilihan bisnis dengan modal kecil yang dapat kita jadikan usaha utama maupun sampingan. Salah satunya adalah bisnis sablon kaos secara manual. Meski dengan modal terbatas, bisnis sablon kaos ini bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan
besar.


Dalam dunia cetak saring atau printing ada beberapa tahapan yang harus dilalui dari urusan pra cetak, peralatan sampai finishing. Setelah mengenal cara belajar membuat desain kaos distro, rasanya perlu mengetahui proses cara cetak sablon kaos.
Kualitas bahan sangat menentukan kualitas akhir dari hasil produksi. Contoh, bahan katun combed memiliki gramasi yang beragam, mulai dari 20S, 24S dan 30S. Semakin besar gramasinya maka kain semakin ringan dan tipis. Di tempat kami menggunakan cotton combed  30s.
 

Kelompok Kewirausahaan



 KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN 




Kelompok wirausaha yang sangat berkerja keras, dan semangat untuk membuat suatu produk yang akan dijadikan usaha sampai sukses. (Insyaallah)

Nama Anggota Kelompok :

Nama : Bella Ayu Kartika
 Nim  : 43118010253
Universitas : Mercu Buana
Prodi  : S1 Manajemen
Kemampuan : - Mendesain
- Mampu mencari Ide dan inovasi baru

Nama  : Robby Dahlan
Nim    : 43118010277
Universitas : Mercu Buana
Prodi  : S1 Manajemen
Kemampuan : - Dapat bekerja secara team
- Berkomunikasi dengan baik
- Mudah berkreatfitas

Nama : Nabel
Umum
Kemampuan : -Mempunyai jiwa kepimpinan
- Pekerja keras
- Mudah bergaul

Nama : Agung Permono Widi
Umum
Kemampun : - Mempunyai Semangat yang tinggi
-Dapat mengopersikan Word dan Exel
- Kreatif

Maret 09, 2020

Jiwa Wirausaha

Jiwa wirausaha adalah jiwa kemandirian untuk mencari sebuah sumber penghasilan dengan membuka usaha ataupun menyalurkan kreatifitas yang dimiliki sesorang untuk kemudian dijadikan sebuah lahan untuk mencari penghasilan, jiwa kewirausahaan ditanamkan sejak seseorang mulai sadar bahwa uang itu penting dan seseorang tersebut memeliki keterampilan atau sesuatu hal seperti barang atau jasa yang bisa dijual, sesorang akan belajar untuk lebih mandiri,