Tampilkan postingan dengan label @Q20-YUNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Q20-YUNI. Tampilkan semua postingan

April 16, 2020

5 TAHAP DESIGN THINKING DAN OUTPUTNYA

5 TAHAP DESIGN THINKING DAN OUTPUTNYA



“Your future is created by what you do today, not tomorrow.” -Robert T. Kiyosaki



Apa yang Anda pikirkan ketika Anda membaca kutipan di atas?
Apakah Anda telah memikirkan, berapa banyak waktu yang Anda gunakan untuk hal yang cuma-cuma?

Tahukah Anda, kehidupan ini harus ada inovasi atau perubahan agar dinamis dan tidak stagnan. Entah ketika kita berada dalam bermasyarakat, berorganisasi, maupun ketika berada dalam dunia pekerjaan atau kewirausahaan.

Salah satu alat inovasi yang sedang ngetrend saat ini adalah Design Thinking. Design Thinking merupakan proses dalam membuat ide baru dan inovatif yang dipakai untuk memecahkan masalah. Metode ini menuntut tingkat empati dan pemahaman yang tinggi terhadap pengguna akhir, dan proses berulang mengembangkan ide-ide baru, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah dengan tujuan mengidentifikasi solusi alternatif yang mungkin tidak selalu terlihat.


 



Ada lima tahapan Design Thinking, yaitu:


 1. Empathize

Tahapan pertama yang harus dilakukan adalah berempati. Anda harus memahami masalah yang akan dipecahkan.Lakukan penelitian untuk membangun pengetahuan tentang “apa yang pengguna lakukan, katakan, pikirkan, dan rasakan”.
Anda harus berbicara dengan pelbagai macam pengguna aktual. Amati yang mereka lakukan, yang mereka rasakan dan inginkan, tanyakan pada diri sendiri seperti apa yang dapat menghambat pengguna.
Tujuan semua proses tersebut adalah agar Anda dapat benar-benar bisa berempati dengan penguna yang didasarkan pada cara pandang mereka.
Dalam tahap ini Anda juga bisa berkolaborasi dengan ahli yang terkait untuk memperoleh informasi lebih banyak. Hingga akhirnya Anda akan mempunyai pengalaman pribadi. Ini penting untuk dilakukan guna mengecilkan asumsi serta memperbesar pemahaman Anda mengenai kebutuhan serta keinginan pengguna.
Harus dicatat, empati berbeda dengan simpati. Empati lebih merupakan kemampuan seseorang untuk memiliki atau menunjukkan kepedulian terhadap kondisi orang lain. Sedangkan simpati tidak selalu mengharuskan seseorang untuk mengalami secara mendalam kondisi orang lain.

Gunakan Empathize Map
Apa itu Empathize Maps? Empathize Maps adalah alat sederhana yang dikembangkan oleh Nielsen Group untuk memetakan kondisi pengguna.

Mengapa Harus Empati?
Salah satu parameter keberhasilan sebuah produk layanan jika keduanya bisa menunjukkan tiga parameter utama kesuksesan, yakni keduanya memiliki: desirability (terkait manusia/pengguna), feasibility (media/teknologi/metode), dan viability (bisnis/layanan).
Tim harus sepenuhnya dapat memahami dan merancang produk atau layanan yang diinginkan ketika kebutuhan, pengalaman, keinginan, dan preferensi orang dapat dipahami dengan baik. Empati adalah komponen penting dari setiap solusi. Jika kita mengabaikan itu semua, kita akan membuat produk yang diabaikan oleh pasar alias gagal.

Belajar Dari Google
Source: theverge.com
Google merupakan salah satu perusahaan teknologi raksasa di dunia. Namun tahukah kamu jika Google pernah membuat produk gagal?
Ya google pernah membuat produk gagal. Dua yang terkenal, pertama media sosial google+, dan kedua Google Glass.
Google Glass merupakan kacamata keren ala Google. Google Glass memungkinkan pengguna bisa mengambil foto, mengirim pesan, melihat cuaca dan arah transportasi. Meskipun sistem Google Glass berjalan dengan baik dan mempunyai banyak manfaat, namun Google Glass bukanlah produk yang diinginkan pengguna.
Salah satu sebab gagalnya Google Glass adalah karena produk tersebut ketika dibuat kurang memperhatikan keinginan atau kebutuhan pengguna secara real di lapangan.

“No one could understand why you’d want to have that thing on your face, in the way of normal social interaction.”
– MIT Technology Review


2. Define

Jika sebelumnya Anda mengumpulkan berbagai macam data serta informasi, maka di dalam tahap ini anda bersama dengan tim akan mendefinisikan masalah inti yang ada.
Anda bisa membuat problem statement yang fokus terhadap penggunaan akhir sebagai gambaran anda bisa membuat definisi sebagai berikut. Bagaimana anda memperoleh pendapatan 5% pada target market bekerja. Namun versi yang benar adalah “bekerja memerlukan perangkat yang tepat guna mengembangkan skillnya sehingga hidupnya akan lebih mudah”.
Tahapan desain sendiri bisa membantu tim di dalam memahami berbagai macam permasalahan dengan lebih mudah. Dan bisa memikirkan ide yang dapat dijadikan solusi dari permasalahan tersebut. Ide hebat bisa berupa fitur baru di dalam aplikasi, fungsi-fungsi atau bentuk yang benar-benar eksperimental yang sebelumnya memang belum ada.

Analisis dan Sintesis
Menurut Tim Brown, IDEO, Bagaimana Berpikir Desain Mengubah Organisasi dan Menginspirasi Inovasi, bahwa analisis dan sintesis “sama pentingnya, dan masing-masing memainkan peran penting dalam proses menciptakan opsi. dan membuat pilihan.”
Analisis adalah memecah konsep dan masalah yang kompleks menjadi bagian yang lebih kecil dan mudah dipahami. Sintesis melibatkankan penyatuan puzzle secara kreatif untuk membnetuk seluruh ide.
Selama define, sintesis kita gunakan untuk mengatur, menafsirkan, dan memahami data yang telah kita kumpulkan untuk membuat pernyataan masalah. Analisis-sintesis juga bisa terjadi dalam proses design thinking yang lain.

Membuat Problem Statement
Pernyataan masalah dalam Design Thinking sangat penting, karena akan mengarahkan Anda dan Tim Anda untuk fokus menemukan kebutuhan pengguna, menciptakan perasaan optimisme para anggota tim dalam membuat gagasan atau ide dalam tahap ideation.
Rikke Dam dan Teo Siang menjelaskan bahwa Problem Statemen harus yang baik harus memiliki sifat –sifat sebagai berikut:
1. Berpusat pada Manusia.
Problem statemen harus sesuai dengan pengguna, kebutuhan mereka dan pengetahuan yang diperoleh tim. Bukan berfokus pada teknologi, atau spesifikasi produk.
2. Cukup luas untuk kebebasan kreatif.
Problem statemen tidka boleh fokus pada metode spesifik, mencantumkan persyaratan teknis, karena itu semua akan membatasi tim dan mencegah mereka untuk menggali nilai atau wawasan yang luas.
3. Sempit dan dapat dikelola.
Problem statemen tidak boleh terlalu luas, misalnya “Problemnya beraneka ragam”. Pernyataan masalah harys memiliki kendala yang cukup untuk membuat proyek dapat dikelola.



3. Ideate

“ Creativity is not the finding of a thing, but the making something out of it after it is found.” — James Russell Lowell."

Ini adalah tahapan dimana Anda menyaring sejumlah opsi gagasan yang ada untuk mendapatkan kemungkinan solusi untuk memecahkan masalah. Jadi Ideation adalah proses menghasilkan gagasan/ide yang luas tentang topik-topik tertentu, tanpa menilai, mengevaluasi atau membenarkan salah satu.

Apa manfaat ideate?
Rikke Dam menjelaskan sebagai berikut:
Berinovasi dengan fokus yang kuat perdaarkan perspektif pengguna, kebutuhan mereka, dan wawasan mereka.
· Meningkatkan potensi inovasi dari solusi yang dibuat.
· Menyatukan perspektif dan kekuatan anggota tim.
· Menemukan bidang inovasi yang tidak terduga.
· Membuat volume dan variasi dalam opsi inovasi
· Mendapatkan solusi yang jelas dari diri sendiri dan Tim.

Teknik Ideate
Nah, Anda bisa mengumpulkan berbagai macam ide solusi dari tim.
Ada beberapa teknik untuk mengumpulkan ide-ide, diantaranya:
· Brainstorming
· Brainwriting
· Brainwalk
· Challege Assumptions
· SCAMPER
· MindMap
· Skecth/Sketchstorm
· Storyboard
· Gamestorming
· Prototype
Anda bisa memilih metode seperti Brainstorm, Brainwrite, Scamper dan lain sebagainya. Sekaligus memakai mana yang efektif dan nyaman dipakai untuk semua anggota.
Seringkali digunakan adalah brainstorming.
Dari sini bisa muncul kemungkinan banyak ide sebagai alternatif solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Memilih ide
Setelah sesi ideation, ide-ide yang yang ada dikumpulkan, kemudian dikategorikan, disempurnakan, dan dipersempit, sehingga tim dapat memilih solusi yang terbaik.



4. Prototype

“Design is not just what it looks and feel like. Design is how it works.”
– Steve Jobs

Prototype atau puwarupa atau arketipe merupakan bentuk awal dari sebuah entitas. Dalam design thinking, prototype dibuat sebelum pengembangan atau sebelum hasil desain diproduksi secara masal.
Tujuan utama Prototype adalah untuk memvalidasi dan mepercepat eksekusi akhir dengan memperhatikan kelayakan pada obyek sasaran, dalam hal ini adalah pengguna.­­­­ Anda juga bisa menggunakannya untuk mengekplorasi masalah, ide, dan peluang dalam area fokus tertentu dan mengujinya untuk mengetahui dampak perubahan inkremental atau radikal.

Tipe Prototype
Purwarupa atau prototype dapat berupa apa saja tergantung dari ide solusi apa yang nanti akan diujicobakan. Sebaiknya fokus kepada proses yang akan dilakukan pengguna akhir. Dengan demikian, Anda bisa memperoleh umpan balik yang sesuai.
Ada dua tipe utama prototype, yakni Low-fidelity Prototyping dan High-fidelity prototyping.

Panduan Membuat Prototyping
Membuat prototipe dibutuhkan banyak kreativitas. Pendiri perusahaan IDEO David dan Tom Kelley, dalam buku mereka “Creative Confidence” mengatakan bahwa pentingnya menumbuhkan Creative Serendipity atau kreativ kebetulan.
Caranya? Mendorong setiap individu fokus dan mempelajari terus menerus pada subyek yang mereka minati, dan menumbuhkan kepercayaan diri ketika mendapatkan kecelakaan/permasalahan dengan membangun persepsi bahwa setiap kecelakaan atau permasalah yang datang memungkinkan seseorang untuk menemukan solusi dan terobosan penting (inovasi).

“Fail often so you can succeed sooner”
— Tom Kelley, Author & General Manager IDEO



5. Test

“Its very easy to be different. But very difficult to be better” -Jony Ive

Setelah melewati langkah panjang dan prototype atau purwarupa selesai, maka panduan menggunakan design thinking yang terakhir adalah dengan melakukan uji coba bagi pengguna akhir.

Jangan lupa sebaiknya selalu dicatat berbagai macam hal, sehingga Anda bisa memperoleh data yang cukup di dalam mengambil keputusan. Pengujian bisa dilakukan berulang kali atau dengan sistem iteration sampai memang benar-benar ditemukan solusi terbaik bagi permasalahan yang ada.

Anda dapat menguji coba berbagai macam ide di tahap ketiga untuk mencoba solusi baru atau menggabungkan beberapa ide yang ada sekaligus.

Tujuan dari Testing adalah agar produk dan layanan Anda bisa menghasilkan solusi dengan tiga kriteria, Desirability, Feasibility, dan Viability. Desirability berkaitan dengan fokus pada pengguna. Solusi yang dibuat harus memenuhi kebtuhan, emosi dna perilaku pengguna.

Feasibility atau kelayakan berkaitan dengan teknologi atau metodologi. Solusi desain harus praktis, dapat diterapkan dan efisien. Sedangkan Viability, solusi desain Anda layak secara bisnis (jika komersial), memberi dampak sosial, dan menciptakan kelangsungan hidup, baik bagi pribadi, masyarakat maupun organisasi.



Saya selaku owner Silverie Florist, telah menerapkan 5 tahap design thinking tersebut ke dalam bisnis saya. Untuk detail prosesnya, silahkan simak tulisan di bawah ini :

1.     Empathize
Banyak sekali orang yang bingung ketika ingin memberikan sesuatu kepada seseorang. Yang ada di pikiran orang-orang tersebut, mereka ingin memberikan sesuatu yang luar biasa, dan pastinya bisa menciptakan sebuah kebahagiaan.
Berbicara tentang empathize, Silverie Florist sangat memperhatikan hal tersebut. Karena pada dasarnya, produk Silverie Florist selalu dibuat berdasarkan permintaan customer, dan dirancang semenarik mungkin agar customer merasakan kepuasan. Tidak hanya itu, agar customer semakin setia dengan Silverie Florist, kami selalu  berinovasi dan menciptakan varian produk baru. Dengan demikian, kami berharap Silverie Florist selalu menjadi pilihan para customer.

2.     Define
Di setiap hari spesial yang dimiliki oleh orang-orang, tentunya mereka menginginkan sebuah kebahagiaan, bukan sebaliknya. Tentunya Silverie Florist sangat ingin berpartisipasi dalam mengindahkan hari spesial Anda. Di tahap define ini, yang harus kami lakukan adalah memperluas Silverie Florist agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga ketika mereka memiliki hari spesial, mereka akan memilih Silverie Florist menjadi toko propertinya.

3.     Ideate
Dalam langkah menyelesaikan permasalahan yang telah dibahas pada tahap define, Silverie Florist memiliki beberapa solusi, yaitu memanfaatkan teknologi digital, terus berinovasi dan melakukan promo menarik. Kami akan memanfaatkan media sosial dan website untuk memperkenalkan Silverie Florist ke banyak orang. Dan kami pun akan melakukan promosi melalui iklan di beberapa media sosial guna menarik perhatian dan mensugesti customer agar tertarik dengan Silverie Florist.

4.     Prototype
Silverie Florist telah menyediakan akun Instagram sebagai solusi pertama. Dan kemudian akan dilanjutkan dengan membuat website. Kemudian barulah Silverie Florist menggunakan promosi berupa iklan. Dan juga, Silverie Florist berencana untuk meluncurkan varian produk baru.
Anda bisa mengunjungi Silverie Florist di link berikut : https://www.instagram.com/silverie.florist/

Dan ini merupakan tampilan akun Instagram Silverie Florist :
 Instagram Silverie Florist

5.     Test
Kami sebagai pengelola telah mempromosikan Silverie Florist melalui akun instagram pribadi kami. Dan juga kami berhasil meluncurkan varian produk baru, yaitu “Frame Edition”. Walaupun kami tidak memperoleh terlalu banyak pengikut di instagram, tapi Puji Tuhan kami telah memiliki beberapa customer. Dan ketika mereka menerima produk yang telah dipesan, mereka puas dengan hasilnya. Semoga bisa jadi langganan ya!

Inilah yang dihasilkan Silverie Florist setelah melakukan lima tahap design thinking tersebut :
  1. Inovasi produk
  2. Pasar yang lebih luas
  3. Model bisnis yang baru
  4. Integritas

Itu saja pembahasan saya tentang 5 Tahap Design Thinking, proses dan penerapan serta outputnya.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk Anda semua, terima kasih, God Bless You!

April 04, 2020

Define Rencana Bisnis


Define Rencana Bisnis


Untuk memulai sebuah bisnis, tentunya kita harus merencanakan bisnis tersebut terlebih dahulu. Dan pastinya, dibutuhkan perencanaan yang matang. Tanpa perencanaan, Anda tidak akan tahu ke mana arah bisnis karena menjalankannya tanpa tujuan yang jelas.

Tapi tahukah Anda, bahwa membuat rencana bisnis tidak mudah? Banyak orang gagal total menyusun rencana bisnis tersebut. Dalam hal ini, sebagian orang lebih percaya bahwa untuk memulai sebuah bisnis, ya dengan menjalankannya saja tanpa perlu repot memikirkan rencana bisnis.

Jika Anda menginginkan bisnis Anda dapat terlaksana dan berkembang dengan baik, sebaiknya Anda melakukan perencanaan bisnis terlebih dahulu. Berikut perencanaan bisnis yang dapat Anda lakukan sebelum memulai bisnis Anda :

1.      Analisis SWOT
SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). 
Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.
Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.
Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.

2.      Membuat Ringkasan Singkat
Ringkasan singkat ini berisi tentang informasi terkait bisnis Anda. Visi, misi, serta tujuan dan target bisnis yang akan dikembangkan. Produk atau jasa apa yang Anda jual kepada konsumen. Buatlah semenarik mungkin sehingga rencana bisnis Anda menarik dan menjual.

3.      Membuat Latar Belakang Bisnis
Latar belakang bisnis bercerita mengenai alasan mendirikan bisnis tersebut, orang-orang yang terlibat di dalamnya, seperti pemodal atau pemilik saham, struktur organisasi, daftar konsultan atau ahli, dan yang terkait lainnya.

4.       Membuat Analisis Produksi Bisnis
Bagian ini berisi tentang penjelasan mengenai sistem operasi bisnis Anda. Dari hulu sampai hilir dijelaskan. Misalnya bisnis Anda bergerak di bidang produksi ataupun manufaktur, Anda perlu menjabarkan bagaimana prosesnya mulai dari menerima pesanan, produksi barang, hingga distribusinya. Begitupun jika bergerak di bidang jasa, bagaimana cara Anda mengirimkan jasa kepada konsumen.

5.      Membuat Analisis Tenaga Kerja
Jangan lupa masukkan rincian tenaga kerja yang diperlukan, seperti kompetensi dan keahlian,  jumlah yang dibutuhkan. Jangan remehkan untuk mendetailkan kebutuhan tenaga kerja pada bisnis Anda, karena pengalokasian sumber daya manusia yang tepat merupakan salah satu penentu keberhasilan bisnis Anda.

6.      Membuat Analisis Pemasaran dan Distribusi
Anda juga perlu menganalisis pemasaran dan distribusi produk jasa Anda dalam rencana bisnis. Target pasar yang dibidik, tren pasar yang sedang berkembang, termasuk strategi pemasaran yang akan diterapkan untuk mencapai target penjualan. Proses maupun strategi distribusi pun harus dicantumkan di rencana bisnis sehingga produk atau jasa Anda dapat dinikmati konsumen.

7.       Membuat Analisis Keuangan dan Pengembalian Modal
Penting bagi Anda mencantumkan proyeksi pemasukan dan pengeluaran, perhitungan kapan modal dapat kembali, pengembalian investasi kepada investor, serta segala hal lain yang berkaitan dengan aliran uang harus masuk dalam rencana bisnis.

8.       Membuat Rencana Ekspansi dan Pengembangan Bisnis
Investor biasanya akan menyoroti satu hal penting dalam sebuah rencana bisnis, yakni rencana ekspansi dan pengembangan usaha. Seberapa serius Anda mengembangkan usaha tersebut, apa saja yang akan dilakukan dan strategi pengembangan bisnis apa saja.

Buatlah rencana bisnis yang optimis tapi realistis. Dalam menyusun rencana bisnis, Anda harus tetap optimistis bahwa bisnis yang Anda rintis akan berhasil. Menetapkan target yang realistis dan terukur sehingga bisnis dapat dijalankan dengan baik. Jangan terlalu ambisius atau muluk, yang pada akhirnya menggunakan segala cara untuk mencapainya. Selamat mencoba.   

Maret 30, 2020

Empati dalam Menemukan Ide Bisnis



Empati dalam Menemukan Ide Bisnis

Kita semua tahu empati adalah hal yang benar untuk dilakukan, tetapi empati tidak hanya baik untuk dunia (dan kewarasan kita sendiri). Ini juga dapat membawa keunggulan kompetitif dalam bisnis.
Empati sangat penting dalam customer service atau layanan pelanggan. Pebisnis online perlu menyadarinya agar kamu dapat membangun koneksi yang personal dengan pelanggan.
Contohnya, coba bayangkan kamu di posisi pelanggan, pastikamu menginginkan suatu pelayanan dan kualitas produk/jasa yang terbaik.
Nah, saat kamu menunjukkan empati, pelanggan bisnis online akan merasa bahwa kamu peduli dan bersungguh-sungguh dalam melayani. Akhirnya, pelanggan akan menjadi loyal terhadap bisnis online kamu. Dan kamu pun akan senang terhadap hal tesebut,
Dalam mempelajari empati, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar customer service dapat berhasil meningkatkan kepuasan pelanggan. Berikut simak ulasannya:

1.      Meningkatkan penjualan, loyalitas, dan referensi
Setiap tenaga penjualan terampil tahu bahwa kunci untuk menutup penjualan adalah mengantisipasi kebutuhan pelanggan Anda dan menunjukkan bagaimana produk atau jasa Anda akan paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Benar-benar memahami kebutuhan pelanggan Anda berarti merefleksikan ketakutan, keinginan, rasa sakit, dan apa pun yang membuat mereka terjaga di malam hari. Jika tim penjualan Anda tidak memahami kehidupan pelanggan Anda dengan baik, bagaimana Anda mengharapkan mereka menjelaskan bagaimana produk atau jasa Anda sesuai dengan kehidupan mereka? Ini adalah kekuatan empati dalam bisnis.

2.      Produktivitas dan inovasi yang dipercepat
Ketika pelanggan menganggap perusahaan Anda sebagai empatik, Anda akan melihat peningkatan penjualan, tetapi tunggu ... masih ada lagi. Karyawan dengan keterampilan empati yang kuat juga lebih produktif dan inovatif. Ini berarti jika Anda ingin meningkatkan efisiensi dan memperluas jumlah masalah yang dapat Anda pecahkan untuk pelanggan, Anda ingin mempekerjakan karyawan dengan "soft skill" yang kuat.

3.      Keunggulan kompetitif dan nilai pasar yang lebih besar
Perusahaan-perusahaan berkinerja tinggi juga berada di daftar teratas Perusahaan Paling Empati. Ini mungkin tampak mengejutkan pada awalnya: Tidakkah Anda harus kejam dan mau menang dengan biaya apa pun untuk menjadi kompetitif dalam ekonomi kapitalis global ini? Nah, jika Anda sudah memperhatikan, jawabannya akan jelas. Faktanya, statistik menunjukkan bahwa empati lebih penting bagi kesuksesan bisnis daripada sebelumnya.
Menurut Indeks Empati 2016, laporan yang diterbitkan oleh perusahaan konsultan Inggris, The Empathy Business yang berusaha menganalisis budaya internal dari 170 perusahaan pada indeks keuangan utama, “10 perusahaan teratas (pada daftar 2015) ... meningkat nilainya dari dua kali lebih banyak dari 10 terbawah dan menghasilkan 50 persen lebih banyak penghasilan (ditentukan oleh kapitalisasi pasar)."

4.      Keterlibatan dan kolaborasi yang diperluas
Jadi, jika manajer dan anggota tim terbaik mengekspresikan empati dan kesediaan untuk bertindak dengan belas kasih terhadap orang lain, maka masuk akal bahwa perusahaan dengan budaya yang mendorong empati akan menarik individu yang sangat terlibat. Dan itulah yang ditunjukkan oleh data. Perusahaan empati juga memiliki retensi yang lebih baik dan semangat kerja yang lebih tinggi di antara karyawan.
Ini sangat masuk akal ketika Anda mempertimbangkan nilai pekerja saat ini. Individu-individu yang berkinerja baik dan berkinerja tinggi memiliki banyak pilihan pekerjaan. Antara lain, ekonomi pertunjukan dan akses ke teknologi telah menciptakan peluang di luar kerja perusahaan tradisional. Jadi, sudah waktunya untuk berpikir di luar manfaat perusahaan tradisional.

Berikut mind mapping empati bisnis yang akan saya gunakan dalam berbisnis :
Empati Bisnis Mind Mapping



Maret 23, 2020

Kuis 3 ( Ide Bisnis )


Menjadi Pengusaha Muda

Hi, namaku Yuni. Seorang mahasiswi yang memiliki mimpi yang besar. Sejak berada di bangku SD, jiwa bisnisku sudah terlihat. Dulu aku selalu mengupayakan bagaimana caranya aku bisa berbisnis dengan modal seadanya, yaa berhubung dulu keluargaku sangat sederhana. Ketika SMP hingga SMK, saya mempunyai olshop, untuk mencari uang tambahan. Saya juga sering membeli panel website yang bias dijadikan sebagai modal bisnis.
Di kelas 1 SMK, saya menjadi asisten pengajar dengan shift partimer. Hingga kelas 2 SMK, saya meninggalkan pekerjaan sebagai asisten pengajar, dan saya mulai bekerja secara freelance di sebuah Wedding Organizer. Wedding Organizer adalah ide yang bagus. Di sana saya dapat merasakan, betapa bahagianya saya bisa menjadi seorang Wedding Organizer. Penghasilannya juga lumayan memuaskan. Saya juga mendapat sangat banyak pengalaman. Di tengah-tengah itu, karena seringnya merencanakan dan mengurus acara, saya pun tertarik untuk menjadikan Wedding Organizer sebagai bisnis masa depan saya. Ya walaupun lebih tepatnya akan saya jadikan usaha sampingan. Namun usaha yang saya inginkan bukanlah Wedding Organizer, namun Event Organizer. Di mana cakupannya lebih luas dan lebih umum. Karena Wedding Organizer hanya berfokus pada acara pernikahan, tetapi di dalam Event Organizer, dapat mencakup pesta ulang tahun, pesta opening perusahaan, event perusahaan, dan lain-lain.
Kemudian di kelas 3 SMK, seiring berjalannya saya menjadi freelancer Wedding Organizer, saya juga tertarik dengan Florist Stylish atau yang biasa disebut dengan Florist. Dikarenakan barang dan bahan florist lebih mudah ditemukan, jadi saya awali bisnis saya dengan florist. Saya mulai membuka florist kecil-kecilan di penghujung tahun 2018.
Saya sangat bahagia bisa menjalankan usaha florist, meskipun belum terlalu besar. Setiap merangkai bunga yang dipesan oleh customer, saya merasakan kebahagiaan tersendiri. Karena saya tahu, orang memesan bunga di toko saya pasti untuk membahagiakan orang lain. Dengan begitu, berarti saya telah berkontribusi untuk membahagiakan orang lain. Senang rasanya melihat orang puas dengan apa yang kita jual.
Saya jalani pekerjaan saya sebagai freelancer Wedding Organizer, di samping itu saya jalani bisnis kecil saya, sebagai florist. Keuntungan terbesar pertama saya adalah ketika pesta perpisahan sekolah. Acara tersebut membuat banyak siswa/i memesan flower bouquet di toko saya. Di saat itu, saya sangat Bahagia sekali. Kemudian seiring berjalannya waktu, bisnis daya semakin berkembang, terutama kepada tetangga sekitar. Mereka tidak hanya memesan flower bouquet, namun ada juga yang memesan snack bouquet, dan money bouquet.
Sekarang pertengahan tahun 2019 akan berlalu. Saya pun akan pindah ke Jakarta, karena ingin berkuliah di sana. Jakarta, kota besar, tempat mengadu nasib. Walaupun saya berkuliah jalur beasiswa, namun untuk biaya hidup, berat hati rasanya jika masih membebankan orangtua. Ya, rasa berat hati itu muncul dikarenakan terbiasa mandiri. Jadi, sebelum berkuliah saya bekerja full-time selama 1bulan, untuk membiayai hidup saya selama 2bulan. Well, biaya hidup itu murah, gengsi yang membuatnya mahal.
Selagi berkuliah, saya sementara memberhentikan bisnis florist saya terlebih dahulu, dikarenakan saya tidak memiliki banyak kenalan, ditambah saya harus mempersiapkan kuliah dengan baik agar tidak terjadi suatu kecerobohan. Namun rezeki dapat datang darimana saja, beberapa kali ada teman saya memesan flower bouquet untuk diberikan kepada temannya yang ulang tahun.
Kemudian, bisnis saya berjalan lagi di awal tahun 2020. Saya juga memunculkan varian baru untuk bisnis saya, yaitu “frame edition”. Hingga saat ini, saya telah memiliki beberapa customer, namun belum sebanyak ketika saya di kampung.
Untuk kedepannya, saya ingin florist saya dapat berkembang dan memiliki pasar yang luas. Saya ingin terus berinovasi di dunia florist, terus menciptakan produk-produk baru, agar semakin bermacam juga cara orang menyatakan rasa kasih sayangnya. Kemudian untuk Event Organizer, saya sedang memperbanyak kenalan dan membangun relasi. Well, channel itu diperlukan, agar terciptanya suatu kepercayaan. Agar di masa nanti, dapat bekerjasama hingga terbentuknya usaha yang besar.
Mau tau apa yang sedang berada di pikiran saya saat ini? Berikut saya berikan mind mapping saya, agar Anda dapat mengenal, dan menaruh rasa percaya kepada saya.



Maret 17, 2020

TUGAS IMOOJI

Nama : Yuni Safitri
NIM    : 41819010031

Screenshots Imooji :
Slide ke-1

Slide ke-2

Slide ke-3

Slide ke-4

Link Imooji :


























Maret 10, 2020

Pentingnya Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa

Pentingnya Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa


    Fenomena yang terjadi saat ini banyak sekali mahasiswa ketika lulus kuliah mereka hanya ingin menjadi seorang  pegawai, ini terlihat dari hasil wawancara dengan para mahasiswa sekitar 75% menjawab akan melamar kerja, dengan kata lain menjadi pegawai(karyawan), dan hanya sekitar 4% yang menjawab ingin berwirausaha, dan selebihnya menjadi karyawan dan berwirausaha. Ini menggambarkan betapa pola pikir untuk menjadi wirausaha di kalangan mahasiswa masih  sangat kecil.
Dari hasil penelitian mahasiswa sulit untuk mau dan mulai berwirausaha dengan alasan mereka tidak diajar dan dirangsang untuk berusaha sendiri, dan factor yang tidak kalah pentingnya adalah tidak ada atau sulitnya memiliki modal untuk berwirausaha, dan mereka kurang mampu dan mau menciptakan lapangan kerj sendiri.
Dalam hal ini pendidikan kewirausahaan (entrelpreneurship) sangat penting dan diharapkan mampu menciptakan jiwa-jiwa wirausaha, sehingga mereka mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja yang setiap tahun terus bertambah,
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan merupakan negara keempat di dunia dengan penduduk terbesar. Sampai dengan tahun 2012, tercatat jumlah penduduk Indonesia adalah sebesar 260 juta jiwa (BPS, 2012). Jumlah penduduk yang fantastis dan memiliki potensi yang strategis jika dipandang sebagai potensi pangsa pasar bagi dunia industri. Di samping itu, jika dilakukan pengelolaan dan pengembangan keterampilannya, SDM Indonesia akan menjadi kekuatan yang besar bagi pembangunan negara dan posisi tawar di mata dunia.
Jumlah lulusan dari tahun ke tahun terus meningkat. Namun peningkatan tersebut tidak diiringi oleh pertambahan jumlah lapangan pekerjaan. Pengaruh pendidikan kewirausahaan selama ini telah dipertimbangkan sebagai salah satu faktor penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan hasrat, jiwa, dan perilaku berwirausaha di kalangan generasi muda (Kourilsky dan Walstad, 1998).
Hendarman dalam Siswoyo (2009) menyatakan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang semakin rendah kemandirian dan semangat kewirausahaannya. Untuk itu, dibutuhkan peran dunia pendidikan termasuk perguruan tinggi untuk senantiasa membangun dan mengarahkan kemampuan serta minat para lulusan perguruan tinggi untuk bergerak dan mengembangkan kewirausahaan sehingga lapangan pekerjaan yang sedikit tidak menjadi masalah bagi para lulusan, karena mereka sudah mampu untuk menjalankan usahanya sendiri.
Sikap, perilaku dan pengetahuan mereka tentang kewirausahaan akan membentuk kecenderungan mereka untuk membuka usaha-usaha baru di masa mendatang (Nurul Indarti et al., 2008).
Kewirausahaan merupakan pilihan yang tepat bagi individu yang tertantang untuk menciptakan kerja, bukan mencari kerja.
• Menurut William Danko: ”Seorang wirausahawan (entreprenuer) mempunyai kesempatan 4 kali lebih besar untuk menjadi milyuner”.
• Menurut majalah FORBES: ”75% dari 400 oran terkaya di Amerika berprofesi sebagai enterprenuer”.
• Fakta membuktikan bahwa banyak entreprenuer sukses yang berawal usaha kecil (Siswoyo, 2006).
Pemerintah pun memberi dukungan penuh terhadap program pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi. Salah satu bentuknya adalah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, pemerintah menyelenggarakan Program Mahasiswa Wirausaha dengan memberikan bantuan atau hibah yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa dan dosen pembinanya mengembangkan suatu bisnis tertentu dengan harapan setelah bisnis tersebut berkembang maka akan memiliki dampak yang berkelanjutan dalam pengembangan bisnis selanjutnya oleh mahasiswa lainnya. Hal ini tentu diharapkan dapat menjadi bagian dalam upaya menangani masalah pengangguran lulusan perguruan tinggi. Untuk itu perlu dikembangkan kewirausahaan bagi para remaja dan pemuda.

                               enterpreneurship

Pembangunan bangsa Indonesia akan lebih mantap apabila ditunjang dengan adanya para wirausahawan yang ulet dan tangguh. Saat ini sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Pemerintah sudah sangat kesulitan untuk menyediakan lapangan pekerjaan baru. Selain itu, semua aspek pembangunan juga belum mampu terealisasi karena membutuhkan anggaran belanja yang cukup besar, personaliasnya, sarana prasarananya dan juga pengawasannya.

Jadi, para pengusaha merupakan kunci untuk suksesnya bangsa Indonesia. Pada masa pembangunan dan era perdagangan global seperti ini, sangat dibutuhkan mental dan kemampuan wirausaha agar Indonesia mampu bersaing dengan dunia luar. Tidak terbantahkan jika Indonesia dikaruniai dengan sumber daya alam yang begitu kaya, tinggal bagaimana kita masyarakat Indonesia mampu mengelola dan membuat peluang usaha dari salah satu sumber daya alam tersebut. Misalnya saja di dunia paiwisata. Indonesia sangat terkenal dengan pantai yang indah dan budaya etnik yang kental. Di sini Anda bisa menciptakan peluang dengan memproduksi batik di kawasan wisata, atau membuat toko souvenir khas Indonesia di kawasan wisata, dan lain sebagainya. Usaha-usaha kecil seperti ini sangat cocok untuk mahasiswa karena jiwa muda mereka biasanya lebih kreatif. Misalnya, mereka membuat kedai kopi khas Indonesia dengan membawa budata etnik di setiap interior kafenya. Hal ini pasti akan menarik para wisatawan yang penasaran dengan kopi cita rasa Indonesia.

Wirausaha untuk mahasiswa tentu membawa tujuan dan manfaat yang mulia. Tujuannya ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut:
Meningkatkan kecakapan dan keterampilan mahasiswa khususnya sense of business sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial. 
Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi.
Menciptakan unit bisnis baru berbasis IPTEKS.
         Membangun jejaring bisnis antara pelaku bisnis wirausaha pemula dengan pengusaha (terutama            UKM)   yang sudah mapan.

Sedangkan manfaat untuk sang individunya sendiri adalah mempunyai kesempatan mengasah jiwa wirausaha, meningkatkan soft skill dengan terlibat langsung dalam dunia kerja, meningkatkan keberanian memulai usaha, mendapat dukungan modal dan pendampingan secara terpadu.

Sebenarnya, kita adalah wirausaha yang mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usaha guna mencapai tujuan pribadi, keluarga, bangsa dan Negara. Itulah mengapa kita harus memulai melatih jiwa kewirausahaan sejak dini. Agar nantinya ketika kita sudah terjun di dunia perdagangan dan kerja yang nyata, kita sudah mempunyai bekal yang lebih dari cukup dan untuk mengembangkan sayap lebih lebar lagi untuk menggapai cita-cita.

 
Wirausaha dalam aplikasi kehidupan kenegaraan sangat dibutuhkan bagi negara yang berkembang, contohnya :
  • Jika negara kita ingin berhasil dalam pembangunannya, maka kita harus menyediakan 4 juta wirausaha besar dan sedang, dan kita masih harus mencetak 40 juta wirausahawan kecil. Ini adalah suatu peluang besar yang menantang untuk berkreasi mengadu ketrampilan membina wirausahawan dalam rangka turut berpartisipasi membangun negara dan bangsa Indonesia.
  • KADIN menargetkan pada tahun 2010 dapat tercipta 10 juta pengusaha baru. Sehingga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
  • Contoh nyata peran serta wirausahawan dalam pembangunan adalah di negara Jepang. Keberhasilan pembangunan yang dicapai oleh negara Jepang ternyata disponsori oleh wirausahawan yang jumlahnya cukup besar.

  • Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
  • Sebagai generator pembangunan lingkungan dibidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan dan sebagainya.
  • Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
  • Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan.
  • Memberi contoh kepada orang lain, bagaimana kita harus bekerja keras.
    Hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros.